Category Archives: Game

Game Seru yang Diumumkan di Gamescom Opening Night Live 2022

GAMEFINITY.ID, Bandung – Gamescom menjadi satu lagi acara pameran game terbesar di dunia. Seluruh penggemar tentu saja telah menantikan acara tersebut. Terlebih, Gamescom tahun ini telah kembali sebagai acara langsung di Cologne, Jerman, di mana penggemar game dapat berkunjung untuk mencoba game yang dipamerkan dan akan datang.

Gamescom 2022 telah dibuka dengan Gamescom Opening Night Live, sebuah acara yang dibawakan Geoff Keighley, pembuat The Game Awards dan Summer Game Fest. Acara berdurasi dua jam itu menyajikan berbagai pengumuman dan trailer dari game yang akan datang.

Gamescom Opening Night Live telah menampilkan begitu banyak judul game yang akan datang. Seperti biasa, Gamefinity hanya dapat merangkum dan memilih 10 judul game yang menarik perhatian. Berikut adalah 10 pengumuman game terbesar selama Gamescom Opening Night Live berlangsung, diurutkan dari kemunculannya.

Dune: Awakening (Pertama Terungkap di Gamescom)

Gamescom Dune Awakening
Dune: Awakening

Novel klasik karya Frank Herbert ini telah menjadi franchise tersendiri. Franchise tersebut telah menampilkan adaptasi filmnya oleh Warner Bros. dan Legendary Entertainment yang rilis 2021 hingga sebuah game real time strategy Dune: Spice Wars oleh Funcom baru-baru ini. Namun, Funcom juga memanfaatkan Gamescom untuk mengumumkan satu lagi game berdasarkan novel klasik Frank Herbert tersebut, yaitu Dune: Awakening.

Dune: Awakening merupakan sebuah game open world survival MMO. Game buatan Funcom itu dideskripsikan “menyatukan game survival yang berani dengan elemen multiplayer interaktif berskala besar untuk membuat sebuah game open world survival MMO berambisius”. Pemain dapat mengeksplorasi Arrakis, membangun sebuah rumah dan markas, menghadapi sandworm raksasa, dan menunggangi kendaraan ikonik dari Dune.

Dune: Awakening akan hadir di PC, PlayStation 5, dan Xbox Series X|S. Pendaftaran untuk versi beta-nya juga sudah dibuka.

The Lords of the Fallen

Gamescom The Lords of the Fallen
The Lords of the Fallen

Pertama kali diumumkan pada 2014 sebelum mengalami penundaan hingga tidak ada kabar, sekuel dari Lords of the Fallen akhirnya muncul di Gamescom 2022. Alih-alih Lords of the Fallen 2, sekuel tersebut berjudul The Lords of the Fallen.

Game soulslike buatan CI Games itu mengambil latar waktu 1000 tahun setelah pendahulunya. The Lords of the Fallen juga akan mengambil seting tempat sebuah dunia yang terbagi menjadi realm antara orang mati dan hidup. Menjelajahi kumpulan realms ini akan menjadi inti utama dari gameplay.

Pemain dapat membuat karakternya sendiri dengan kustomisasi. Fitur co-op juga akan hadir nanti agar pemain dapat bermain bersama.

The Lords of the Fallen akan hadir di PC, PlayStation 5, dan Xbox Series X|S.

Hogwarts Legacy

Gamescom Hogwarts Legacy
Hogwarts Legacy

Meski mengalami penundaan rilis untuk kedua kalinya hingga awal 2023, Hogwarts Legacy tetap menambah animo penggemar franchise Harry Potter di Gamescom tahun ini. Trailer yang ditampilkan kali ini menampilkan lebih lanjut tentang gameplay-nya.

Baca juga: Lagi, Hogwarts Legacy Ditunda Hingga Awal 2023

Trailer tersebut menunjukkan dua murid Hogwarts berkeliling labirin Slytherin untuk menyelidiki asal-usul Salazar Slytherin. Mereka kemudian dihadapkan dengan pilihan untuk mempelajari sebuah ilmu hitam (dark magic). Adegan combat dalam melawan kumpulan zombie dan sebuah troll pun ditunjukan.

Hogwarts Legacy akan rilis 10 Februari 2023 di PlayStation 4, PlayStation 5, PC, Xbox One, dan Xbox Series X|S. Versi Nintendo Switch-nya masih belum diketahui kapan rilisnya. Khusus pemesan Digital Deluxe Edition, mereka berhak mendapat bonus seperti Dark Arts Pack dan Early Access selama 72 jam.

New Tales of the Borderlands (Pertama terungkap di Gamescom)

Gamescom New Tales from the Borderlands

Sekuel Tales of the Borderlands yang telah rilis 2015 oleh Telltale Games juga resmi diumumkan di Gamescom. Kali ini, sekuel tersebut dikembangkan oleh 2K dan Gearbox. Judul dari sekuel itu adalah New Tales of the Borderlands. Trailer yang ditampilkan itu mengundang gelak tawa dan penuh aksi.

Sama seperti pendahulunya, New Tales of the Borderlands mengambil genre interactive narrative adventure. Game tersebut akan berfokus pada tiga karakter baru yang dijuluki “lovable losers” oleh Gearbox sendiri, yaitu Anu, Octavio, dan Fran. Ketiganya harus bertahan dari invasi perusahaan senjata Tediore di kampung halamannya.

Tidak seperti seri Borderlands, pemain hanya harus memilih pilihan naratif untuk menentukan arah jalan cerita hingga akhir. Jadi, pemain tidak perlu khawatir dengan first-person shooting.

New Tales of the Borderlands dipastikan hadir pada 21 Oktober 2022 di PC, Nintendo Switch, PlayStation 4, PlayStation 5, Xbox One, dan Xbox Series X|S.

Sonic Frontiers

Gamescom Sonic Frontiers
Sonic Frontiers

Pertama kali dipertunjukkan pada Juni 2022 hingga memicu kontroversi. Sega justru siap membungkam kontroversi tersebut dengan menunjukkan trailer terbaru Sonic Frontiers di Gamescom.

Baca juga: Cuplikan Gameplay Sonic Frontiers Tuai Kritik!

Trailer tersebut menampilkan adegan Sonic berlari di berbagai area terbuka. Beberapa karakter baru juga dipertunjukkan, seperti sebuah makhluk imut dan kecil pada awal trailer, lebih banyak musuh robotik, dan sosok musuh yang glitchy.

Tidak seperti semua pendahulunya, Sonic Frontiers menjadi game open world atau lebih tepatnya open zone pertama franchise Sonic the Hedgehog. Keputusan tersebut bertujuan untuk mengembangkan dari franchise ikonik besutan Sega itu.

Sonic Frontiers dijadwalkan rilis 8 November 2022 di PC, PlayStation 4, PlayStation 5, Xbox One, Xbox Series X|S dan Nintendo Switch.

Lies of P

Gamescom Lies of P
Lies of P

Pinocchio digabungkan dengan genre soulslike? Konsep itu terbayang oleh Neowiz, pengembang asal Korea. Khas genre soulslike terinspirasi dari Dark Souls dan Bloodborne, gameplay Lies of P terlihat gelap, menyeramkan, dan sadis, tidak seperti cerita Pinocchio yang biasanya untuk anak-anak.

Dalam Lies of P, Pinocchio diceritakan memiliki tujuan untuk menemukan Geppetto, pembuatnya. Namun, kota Krat yang ia tempat kini dipenuhi oleh boneka-boneka yang kini menjadi musuh umat manusia. Kali ini, pemain dapat mengganti bagian tubuhnya untuk mengakses berbagai skill dan ability. Karakteristik khas Pinocchio, pembohong, juga berdampak dalam gameplay dan jalan cerita.

Lies of P akan rilis 2023 di PC, PlayStation 5 dan Xbox Series X|S. Pelanggan Xbox Game Pass dan PC Game Pass juga dapat memainkannya saat hari pertama rilis.

Atlas Fallen (Pertama terungkap di Gamescom)

Gamescom Atlas Fallen
Atlas Fallen

Focus Interactive telah mengungkap Atlas Fallen, sebuah game action RPG yang juga dikembangkan oleh Deck 13 Interactive, pengembang seri The Surge. Terlihat dari trailer, game ini berlatar tempat di dunia penuh pasir. Bahkan, semua senjatanya juga terbuat dari pasir, termasuk skill dan ability-nya.

Trailer tersebut menunjukkan dua sosok fighter tengah melawan sekelompok makhluk mematikan menggunakan senjata yang terbuat dari pasir. Pada akhir trailer, cuplikan kecil gameplay juga dipertunjukkan bagaimana karakter pemain akan beraksi.

Atlas Fallen diperkirakan rilis tahun depan di PC, PlayStation 5, dan Xbox Series X|S.

Gotham Knights

Gamescom Gotham Knights

Trailer terbaru Gotham Knights kali ini mempertunjukkan berbagai tokoh villain ikonik dan sudah tidak asing bagi penggemar DC Comics, khususnya seri Batman. Harley Quinn dan Clayface dipastikan akan hadir sebagai villain, menyusul Penguin, Mr. Freeze, dan Court of Owl yang sebelumnya telah terungkap.

Tidak hanya penampilan villain, trailer terbaru tersebut ikut menunjukkan plot naratif dalam game. Salah satunya, keempat karakter utama harus berhadapan dengan Court of Owls, sebuah keluarga terkaya dan terkuat di Gotham yang penuh konspirasi.

Gotham Knights akan meluncur di PC, PlayStation 5, dan Xbox Series X|S pada 21 Oktober 2022, empat hari lebih awal dari jadwal rilis awal.

The Outlast Trials

Gamescom The Outlast Trials

Trailer terbaru The Outlast Trials tampaknya sangat mencekam dan sadis. Berlatar saat Perang Dingin, karakter pemain telah dijadikan kelinci percobaan untuk menguji metode cuci otak. Dalam prekuel dari seri Outlast itu, pemain diharuskan bertahan hidup dari berbagai percobaan lab mematikan.

Pertama kali diumumkan pada 2019, Outlast Trials juga menghadirkan multiplayer, berbeda dari Outlast dan Outlast 2. Selain itu, closed beta-nya akan digelar pada 28 Oktober 2022 hingga 1 November, lebih tepatnya sekitar Halloween.

Jadwal perilisan resminya sendiri masih belum diketahui. Namun, Outlast Trials sudah dipastikan rilis di PC.

Dead Island 2

Gamescom Dead Island 2
Dead Island 2

Penantian lama semenjak pertama kali diumumkan pada 2014 telah berakhir! Akhirnya Dead Island 2 tampil sebagai penutup Gamescom Opening Night Live. Ini menjadi trailer pertama semenjak sekuel Dead Island itu tidak terdengar kabarnya selama 8 tahun. Trailer perdananya ikut dimanfaatkan untuk dibuat parodi oleh trailer Goat Simulator 3 pada Summer Game Fest 2022.

Tidak tanggung-tanggung, trailer kali ini dibuat sangat sadis dan berdarah-darah. Trailer tersebut menampilkan Jacob, salah satu dari enam karakter utama, membasmi para zombie di Los Angeles menggunakan pistol dan katana.

Cuplikan gameplay-nya juga ditampilkan penuh darah. Misalnya, sebuah aksi melee yang brutal dapat membelah tubuh zombie menjadi dua hingga bercipratan darah.

Dead Island 2 kali ini dipastikan rilis 2 Februari 2023 di PC, PlayStation 4, PlayStation 5, Xbox One, Xbox Series X|S dan Stadia.

Honorable Mention di Gamescom Opening Night Live

Selain kesepuluh game yang telah mencuri perhatian, terdapat pula setidaknya dua honorable mention yang tidak kalah menarik. Pertama, The Callisto Protocol kembali menunjukkan gameplay yang jauh lebih sadis dan menyeramkan. Seperti Summer Game Fest 2022, cara kematian tokoh utama ikut ditampilkan sangat sadis.

Return to Monkey Island telah mendapat jadwal rilis pada International Talk Like a Pirate Day, yaitu 19 September 2022. Pengumuman tersebut melengkapi trailer yang penuh jenaka seakan sedang menonton iklan infomersial sungguhan.

Tiga Pemenang Penghargaan Diumumkan di Gamescom Opening Night Live

Tidak hanya berbagai pengumuman, tiga pemenang penghargaan juga telah diumumkan pada Gamescom Opening Night Live. Berikut ini adalah masing-masing pemenang dari tiga kategori yang telah diumumkan.

  • PC Game yang paling dinanti (Most Wanted PC Game): Metal Hellsinger (Funcom)
  • Xbox Game yang paling dinanti (Most Wanted Microsoft Xbox Game): The Last Case of Benedict Fox (Rogue Games)
  • PlayStation Game yang paling dinanti (Most Wanted Sony PlayStation Game: Lies of P (Neowiz)

Itulah tadi rangkuman berbagai pengumuman di Gamescom Opening Night Live. Game manakah yang ingin pemain mainkan nanti? Gamescom 2022 dijadwalkan 29 Agustus mendatang.

Alasan Player Tinggalkan Axie Infinity, Skema Bisnis Ponzi

GAMEFINITY.ID Kutai Kartanegara – Sempat jadi trending pada tahun 2021, game play-to-earn besutan SkyMavis, Axie Infinity, kini mulai ditinggalkan para pemainnya. Game tersebut diduga telah menjalankan skema ponzi digital, dengan menargetkan para pemain sebagai korbannya.

Play-to-earn adalah sebutan untuk sistem jual beli konten in game, yang ada dalam blockchain game. Para pemain bisa mendapatkan keuntungan berupa mata uang asli, dari transaksi token kripto milik mereka, yang diperoleh dari aktivitas bermain blockchain game. Yang tentunya, dapat dilakukan tanpa adanya campur tangan dari pihak pengembang permainan.

Salah satu blockchain game dengan sistem play-to-earn yang cukup terkenal dikalangan komunitas kripto, adalah Axie Infinity, dari SkyMavis. Game besutan developer asal Vietnam itu bahkan pernah menjadi fenomena pada tahun 2021, dengan sebagian besar basis pemain yang berasal dari Filipina.

Meski sempat menjadi tren, sekaligus sebagai pilihan alternatif investasi modern. Axie Infinity kini dilaporkan telah kehilangan kejayaannya, terutama setelah kasus peretasan dan pencurian US$600 juta (Rp.8,89 triliun) aset kripto milik pada akhir Maret lalu.

Baca juga: Unboxing Kartu Remi Nintendo Yang Jadi Bencana

Axie Diduga Ponzi
Axie Infinity | Dugaan Skema Ponzi Dalam Axie Infinity

Dugaan Skema Ponzi Dalam Axie Infinity

Berdasarkan laporan dari Time Magazine (Via IGN), Axie Infinty kini tampak sedang berada dalam posisi bisnis yang kurang menjanjikan. Hal itu dibuktikan dengan berkurangnya basis pemain mereka di Filipina, karena game tersebut dirasa tak lagi menguntungkan untuk dimainkan.

“Apa yang dulunya merupakan cara alternatif bagi kelas pekerja di Filipina untuk mendapatkan penghasilan tambahan, kini telah menjadi topik yang menyakitkan bagi mereka yang sebelumnya telah menginvestasikan seluruh waktu dan uang mereka ke dalam Axie Infinity.” Tulis IGN.

Bahkan, Axie Infinity dituduh telah menjalankan skema bisnis ponzi, dengan menargetkan para pemain baru sebagai korbannya.

“(Axie Infinity) Diduga bertindak sebagai skema Ponzi digital, pasar Axie Infinity yang tidak stabil (serta) tidak berkelanjutan dalam jangka panjang, dan satu-satunya cara untuk permainan untuk terus menghasilkan uang adalah dengan membuat semakin banyak pemain baru membeli ke dalam permainan.” Imbuh artikel IGN.

Tuduhan ini tentu saja disanggah oleh pihak SkyMavis selaku pengembang. Karena menurut mereka, Axie Infinity hadir sebagai permainan hiburan untuk para pemainnya.

“Fokus menumbuhkan jaringan melalui insentif awal tidak membuat skema Ponzi,” tulis perwakilan Sky Mavis dalam email kepada Time Magazine. “Tujuan utama Axie Infinity adalah untuk memberikan hiburan.” tambahnya.

Kamu dapat membaca laporan dari Time Magazine yang disebutkan di atas, untuk melihat lebih rinci mengenai masalah yang dihadapi pemain Axie Infinity serta eksodus massal yang terjadi di Filipina.

Suka dengan artikel ini? Jangan lupa untuk membaca artikel menarik lainnya hanya di Gamefinity.id

Ragnarok Forever Love Hadirkan War of Emperium Season 6

GAMEFINITY.ID, Jakarta – Rabu (24/8), Para pencinta game Ragnarok Online tentu sangat paham dengan War of Emperium, suatu fitur Massive PVP (Player Versus Player) antar Guild dalam beradu kekuatan dan bertarung menjadi yang terkuat. Guild harus mempertahankan kristal Emperium yang terletak di wilayah Kastil yang telah ditentukan dari serangan Guild lawan.

Di bulan September ini, Gravity Game Link akan kembali menggelar War of Emperium jilid keenam, yang pertandingannya akan dilangsungkan setiap hari Selasa dan Jumat mulai tanggal 6 September hingga 30 September mendatang. Gravity Game Link telah menyediakan total hadiah berupa uang tunai 40 Juta Rupiah, serta beragam item in-game legendaris, diantaranya berupa Godly Item dan MVP Card.

Baca juga: Acer Kembali Guncang Pasar Laptop Gaming

Pemain juga dapat melakukan voting untuk menentukan wilayah Kastil yang akan diperebutkan menjadi Kastil Golden Emperium dan Silver Emperium. Event voting ini akan dibuka dari tanggal 24 Agustus hingga 31 Agustus 2022. Bagi setiap pemain yang berpartisipasi dalam event voting ini, berhak untuk mendapatkan seperangkat item in-game yang sangat membantu untuk bertarung di ajang War of Emperium.

Tentang Ragnarok Forever Love
Ragnarok Forever Love adalah adalah sebuah permainan daring untuk di perangkat PC yang bergenre MMORPG. Dirilis pertama kali tahun 2003 di Indonesia dan masih eksis sampai sekarang karena begitu tingginya antusias pemain terhadap judul permainan ini. Ragnarok Forever Love memiliki beragam konten unggulan dan fitur terbaru yang menyesuaikan dengan konten original dari Ragnarok Online versi negara Korea.

Steam Deck Dikirim Lebih Cepat Dari Estimasi

GAMEFINITY.ID, Jakarta – Banyak gamers terutama dari Asia sudah menunggu konsol Steam Deck semenjak waktu perilisannya oleh Valve beberapa waktu lalu, di negara Asia Steam Deck terlebih dahulu hadir seperti Jepang, Korea Selatan, Taiwan, dan Juga Hongkong dengan pilihan penyimpanan mulai dari 64 GB sampai dengan jumlah terbesarnya 512 GB. Ada kabar baik nih bagi yang sudah melakukan pre-order sebelumnya, dikarenakan estimasi pengiriman yang rupanya jauh lebih cepat dari perkiraan Valve, sepertinya perangkat tersebut sudah dalam tahap produksi.

Baca juga: Event Apex Legend Hyperbeat Telah Dimulai

Pengiriman Steam Deck Ternyata Lebih Cepat Dari Waktu Perkiraan, Ada Yang Telah Menerima Email Notifikasi

Steam Deck Lawrence Yang
Pernyataan Lawrence Yang pada Twitternya

Dijelaskan oleh Lawrence Yang, “Beberapa diantaranya telah menerima notifikasi email untuk pemesanan Valve hari ini. Dan proses produksi juga telah melewati estimasi kami, yang jelas ini bukan kesalahan kami!.”

“Info dan pengumuman resmi segera menyusul dalam waktu dekat. Silahkan periksa email kalian dan kunjungi (Steam Deck) ketika telah masuk dan periksa status pemesanan berkala untuk berjaga – jaga jika tiba lebih awal. Kalau kamu melewatkan email tersebut, akan ada masa tenggang untuk mengembalikan pesanan anda dengan membuat tiket dukungan,” tambahnya.

Sempat Terjadi Kelangkaan Pada Komponen, Namun Telah Diatasi Oleh Valve

Kabar tersebut muncul setelah sebelumnya Valve sempat mengalami minimnya pasokan pada komponennya, kini masalah tersebut telah teratasi. “ Terjadinya kelangkaan pada komponen yang akhirnya memengaruhi produksi kami secara bertahap telah kami selesaikan. Dan produksi terus ditingkatkan, sehingga perangkat dapat dihasilkan lebih cepat dari sebelumnya” katanya.

Akibatnya, terjadi gangguan pada antrean pemesanan yang hendak menuju tahap Q3. Sementara pesanan baru lainnya masih berada pada status Q4 yang menandakan mereka baru bisa menikmati perangkat idaman ini pada akhir tahun mendatang. Sejak perilisannya, banyak gamers yang jatuh cinta dengan fitur-fitur yang ditawarkannya. Salah satunya adalah mendapatkan pengalaman bermain game steam yang selama ini hanya bisa dilakukan di PC walau banyak yang menyangsikannya dikarenakan masalah pada ketahanan baterai dan kualitas layar.

Gfers sudah ada yang memesan Steam Deck belum? Bagi yang sudah memesan beberapa bulan lalu, coba deh cek email kalian masing-masing. Selain itu, kalian tetap bisa mengikuti informasi terbaru tentang game di Gamefinity. Nikmati juga kemudahan untuk top up dan beli voucher game di Gamefinity.id

Resident Evil 7 Sempat Akan Jadi Game Multiplayer

GAMEFINITY.ID, PATIResident Evil bisa dibilang merupakan salah satu franchise terbesar milik Capcom. Resident Evil 7 bisa dibilang revolusi baru yang dilakukan oleh Capcom kepada franchise ikoniknya. Kembalinya tema survival-horror selayaknya Resident Evil pada awalnya menandakan bahwa seri ini telah mendapatkan kembali jadi dirinya. Bercerita tentang perjalanan Ethan Winters demi mencari istrinya yang hilang dan terpaksa berurusan dengan keluarga Baker yang telah terinfeksi virus aneh.

Resident Evil 7 seolah meninggalkan apa yang pernah dibawa oleh Resident Evil 5 dan 6 yang lebih mengarah ke action. Melihat kesuksesan dari Resident Evil 7, Capcom pun memutuskan untuk melanjutkan saga dari Ethan Winter ke babak yang lebih jauh lagi melalui Resident Evil 8: Village. Namun tak disangka dibalik kesuksesan Resident Evil 7 terdapat fakta yang cukup mengangetkan.

Visi Awal Resident Evil 7

Pada awal pengembangan Resident Evil 7 direncanakan akan menjadi game live-service. Menurut produser eksekutif, Jun Takeuchi, Capcom menginginkan Resident Evil 7 menjadi game online multiplayer dengan microtransaction. Capcom percaya bahwa seri ini harus mampu beradaptasi dengan tren, dimana game-game online multiplayer dan microtransaction sangat sukses pada saat itu.

https://www.youtube.com/watch?v=j20sx4-yXOQ

“Saat itu Capcom ingin sekali membuat game yang mampu mengikuti tren,” jelas Jun Takeuchi kepada sutradara Resident Evil 4 Shinji Mikami di channel YouTube resmi Resident Evil. “Jadi kami diberi tahu untuk ‘buat ini – itu’, saat itu sangat sulit bagi sutradara.”

Baca Juga : 7 Monster Paling Aneh dan Menyebalkan di Resident Evil

Usaha Takeuchi Dalam Meyakinkan Capcom

Capcom pun mulai menginstruksikan tim pengembangan untuk membuat Resident Evil 7 sebagai game online multiplayer. Namun Takeuchi berpikir hal ini dapat berdampak negatif pada produksi game. Takeuchi menjelaskan bahwa dia sempat diminta presiden Capcom Kenzo Tsujimoto untuk mengembalikan game ke point awal. Dimana Resident Evil 7 seharusnya menjadi menjadi game survival-horror single-player.

Pada akhirnya Resident Evil 7 berhasil mendulang kesuksesan dengan mendapat banyak pujian dan berhasil memenangkan beberapa penghargaan. Tak berhenti di Resident Evil 7, remake Resident Evil 2 dan Resident Evil 3 juga berhasil diterima dengan baik oleh para fans. Hingga puncaknya di Resident Evil Village yang menjadi salah satu game terlaris milik Capcom saat ini.

Banyak fans senang mendengar Resident Evil 7 berakhir menjadi game survival-horror single-player. Mengingat rekam jejak Capcom dalam menjadikan Resident Evil game multiplayer hanya berakhir menjadi game mati yang tidak terurus.

Bagaimana menurut kalian tentang langkah Capcom dalam membatalkan Resident Evil 7 menjadi game online multiplayer dan kembali ke survival-horror? Nah, terus pantau informasi tentang Resident Evil 7 di Gamefinity. Dan nikmati kemudahan top up dan beli voucher game yang murah di Gamefinity.id

Unboxing Kartu Remi Nintendo Yang Jadi Bencana

GAMEFINITY.ID Kutai Kartanegara – Menemukan koleksi benda-benda klasik yang langka, adalah sebuah kebahagiaan tersendiri bagi para kolektor. Terutama jika koleksi yang didapatkan, merupakan salah satu permainan kartu klasik, keluaran perusahaan permainan raksasa seperti Nintendo.

Sebelum dikenal sebagai produsen video game dan perangkat game konsol, Nintendo sebenarnya sudah terkenal sebagai produsen permainan kartu Hanafuda (kartu remi) buatan tangan asal Jepang. Jika kamu adalah penggemar berat Nintendo, kamu mungkin ingin memilikinya untuk dikoleksi. Dan salah satu orang yang berhasil mendapatkan koleksi kartu klasik Nintendo tersebut adalah Erik Voskuil. Pemilik dari blog Before Mario, yang juga penulis dari buku dengan judul yang sama.

Voskuil baru-baru ini mendapatkan dua paket kartu Hanafuda langka, yang di diproduksi oleh Nintendo pada tahun 1950-an. Paket kartu tersebut tampak dalam kondisi yang cukup baik, dengan gambaran markas Nintendo di sampulnya.

“Saya tidak dapat melebih-lebihkan betapa senangnya saya menemukan kartu Nintendo berusia tujuh puluh tahun ini, menampilkan Kyoto pada 1950-an. Selama bertahun-tahun saya mengumpulkan, ini adalah satu-satunya salinan yang saya temukan. Selain itu, mereka masih disegel! Yang menimbulkan pertanyaan… untuk membuka atau tidak?!” Cuit akun Twitter @beforemario.

Baca juga: Proyek Game Untamed Isles Hiatus Akibat Crypto Crash

Kartu Remi Buatan Nintendo
Via: Before Mario | Kondisi Kartu Yang Diluar Dugaan

Kondisi Kartu Yang Diluar Dugaan

Sebagaimana terlihat dalam foto yang dibagikan oleh Voskuil, dua paket kartu tersebut tampak berada dalam kondisi yang cukup baik, untuk sebuah koleksi kartu berusia 70 tahunan. Akan tetapi, setelah paket kartu dibuka, ia tidak mendapati “tumpukan kartu” seperti yang diharapkan. Melainkan, sebuah “blok kartu” yang melekat satu sama lain.

“… ketika saya dengan hati-hati melepaskan bagian dari bungkusnya, saya dengan cepat menemukan bahwa semua kartu telah sepenuhnya menyatu.” Tulis Voskuil di laman blog miliknya.

“Mereka tetap ditekan bersama untuk waktu yang lama, kemungkinan dalam kondisi panas dan lembab, sehingga tinta pada semua kartu memiliki  membuat mereka saling menempel sepenuhnya.” Tambahnya.

Kondisi kartu yang saling menempel rapat selama bertahun-tahun, serta tinta pada setiap kartu yang kemungkinan menghangat, mungkin adalah penyebab dari menempelnya kartu-kartu tersebut. Belum lagi dengan kondisi kartu yang tidak dilapisi plastik, seperti kebanyakan permainan kartu modern.

“Tumpukan kartu individu telah berubah menjadi satu bata padat. Cetakan foto pada kartu, yang mengandung tinta dalam jumlah yang relatif besar, mungkin juga berkontribusi pada hal ini.”

“Juga baik untuk dicatat bahwa kartu-kartu ini mendahului kartu ‘semua plastik’.  Ini terbuat dari kertas, dan lebih rapuh dari kartu plastik.”

Meski telah menerima saran untuk menyelamatkan koleksi kartu klasik miliknya, Voskuil meyakini bahwa kondisi kartu tersebut sudah tidak tertolong lagi. Dan dia berharap untuk menemukan paket lain untuk dibuka di masa mendatang.

Suka dengan artikel ini? Jangan lupa untuk membaca artikel menarik lainnya hanya di Gamefinity.id/