Category Archives: Game

Syn Sophia, Pengembang Virtual Wrestling Pertama di Dunia

GAMEFINITY.ID, Bandar Lampung – Syn Sophia, Inc. atau dalam bahasa Jepang-nya Kabushiki Gaisha Shin Sofia merupakan studio pengembangan indie video game yang berlokasi di Kichijoji, Tokyo, Jepang. Syn Sophia didirikan pada 19 Juni 1995, dan menjadi terkenal berkat video game gulat yang cukup populer.

Syn Sophia merupakan salah satu studio pengembang indie video game yang sering berganti-ganti nama, sebelumnya Syn Sophia bernama AKI Corporation dan The Man Breeze.

Studio ini menjadi salah satu studio yang terkenal dan mengenalkan video game gulat virtual pertama yang populer di akhir 1990 dan awal pertengahan tahun 2000-an, yang berawal dari rilisnya Virtual Pro-Wrestling di tahun 1996. Menjadi judul pertama dalam seri Virtual Pro Wrestling.

Baca Juga : SONY, Sang Pemenang Perang Besar Dunia Konsol

Karir Emas di Dunia Gulat Virtual

Pada awalnya, Syn Sophia yang masih bernama The Man Breeze merilis game gulat virtual di tahun 1996. Pengambilan ikut serta perusahaan di World Championship Wrestling terbukti sukses diakhir tahun 1990-an dengan keberhasilan merilis beberapa game, puncaknya pada WCW/nWo Revenge untuk Nintendo 64.

Syn Sophia
WCW/nWo Revenge – Syn Sophia, Developer Virtual Pro Wrestling Pertama di Dunia

Hal ini mengakibatkan Word Wrestling Federation memutus hubungan kontrak 12 tahun dengan Acclaim Entertainment dan bermitra kepada THQ/AKI pada 1999. Hal ini menjadi awalan yang manis dan berakhir dengan rilisnya WWF No Mercy.

Perubahan Nama Beserta Produk Syn Sophia

Perusahaan sebelumnya yang merilis banyak game bertema gulat mengganti namanya pada 1 April 2007 menjadi Syn Sophia, Inc. Menjadi awal rilisnya genre game yang cukup jauh berbeda dari genre sebelumnya, Syn Sophia mengembangkan game pertama dengan nama Ganbaru Watashi no Kakei Diary untuk Nintendo DS di tahun 2007.

Syn Sophia
Ganbaru Watashi no Kakei Diary – Syn Sophia, Developer Virtual Pro Wrestling Pertama di Dunia

Namun, mereka masih menggunakan nama sebelum Syn Sophia di beberapa game mendatang hingga 2008 dengan merilis Style Savvy untuk Nintendo DS, dan Ready 2 Rumble: Revolution yang dikembangkan dengan atas nama AKI Corporation USA.

Produk Cross-Genre Atas Nama Syn Sophia

Sebelum Syn Sophia berganti nama dari AKI dan The Man Breeze, studio ini terfokus pada permainan gulat virtual yang salah satunya seperti Def Jam Series dan Virtual Pro-Wrestling. Namun setelah berganti nama menjadi Syn Sophia, studio ini berfokus pada game dengan tema yang cenderung Girly dan game yang interaktif seperti Ganbaru Watashi no Kakei Diary di 2007.

Hal ini menjadi langkah awal Syn Sophia yang berkecimpung di dunia video game idol, serta memulai debutnya bersama dengan Takara Tomy. Salah satu karya hasil debut bersama Takara Tomy dalam seri idol ada pada game, Pretty Rhythm Series.

Syn Sophia
Pretty Rhythm – Syn Sophia, Developer Virtual Pro Wrestling Pertama di Dunia

Salah satu seri dari Pretty Rhythm pertama Syn Sophia dan Takara Tomy yang berjudul, Pretty Rhythm: Dear My Future yang dirilis pada 2012 bersamaan dengan Style Savvy: Trendsetter untuk Nintendo.

Selain pada perilisan game idol, Syn Sophia juga sempat mengembangkan game bertema action dengan judul Dragon Quest: The Adventure of Dai-Xross Blade di 2020 untuk platform Arcade.

Syn Sophia mengembangkan beberapa game idol dalam kurun waktu yang cukup lama, dengan permulaan pada tahun 2007 hingga 2021. Kebanyakan game idol ini merupakan entri pada seri Pretty Rhythm dan  hanya bergerak pada bidang platform sebatas Nintendo, Arcade, dan PlayStation yang walau hanya ada beberapa saja.

Update informasi menarik lainnya seputar game hanya di Gamefinity. Gamefinity.id menyediakan jasa pengisian top up dan voucher game dengan cara yang mudah dan pastinya terjangkau.

Pro Player Valorant Zellsis Kena Ban di Twitch!

GAMEFINITY.ID, Bandung Pro player Valorant dan anggota tim Sentinels, Zellsis, telah mendapat ban di Twitch! Kabar ini tentu mengejutkan seluruh penggiat esports Valorant dan juga Zellsis sendiri.

Zellsis sendiri sebenarnya sering melontarkan kata-kata kasar setiap kali melakukan live stream di Twitch. Ia juga pernah mendapat skorsing dari Riot Games karena dianggap menghina panitia turnamen. Meski begitu, ia dapat dikatakan sangat berpengalaman dan pandai dalam bertanding. Follower di Twitch-nya saat ini telah mencapai lebih dari 135 ribu follower.

Ini Pemicu Dirinya Kena Ban di Twitch?

Zellsis Team Sentinels
Zellsis sendiri merupakan anggota dari Team Sentinels

Zellsis telah mendapat ban di Twitch pada 17 Agustus 2022. Dilansir dari win.gg, Jake Lucky, pegiat esports, memercayai platform live stream milik Amazon itu menganggap Zellsis menggunakan cercaan homofobik. Ban tersebut dipicu oleh sistem otomatis dari Twitch yang mengira pro player Valorant itu mengumpat kata tersebut.

Respon Zellsis Terhadap Keputusan Twitch

Zellsis meluapkan kemarahannya di Twitter, sama sekali tidak menyetujui keputusan Twitch. Kemudian, ia mendapat surel berupa alasan dirinya terkena ban karena ujaran kebencian. Anggota tim Sentinels itu jelas-jelas membantahnya.

“Aku kena ban gara-gara menggunakan kata atau simbol kebencian. Aku anggap karena diriku berkata fit, lalu Twitch menganggap seakan-akan aku melontarkan kata f yang itu,” bantahnya.

Zellsis telah membagikan cuplikan yang dimaksud dari live stream Twitch-nya untuk membuktikan dirinya tidak bersalah. Ia juga menjelaskan dirinya tidak sedang bertelanjang dada dan menonton anime seperti Tokyo Ghoul selama stream. Penjelasan itu membungkam asumsi penggemar tentang penyebab lain ban Zellsis dari Twitch.

Baca juga: IShowSpeed Diringkus Polisi Saat Sedang Livestream

#FreeZellsis Trending di Twitter!

Setelah kabar ini tersebar, penggemar Zellsis beramai-ramai mendukungnya di media sosial. Alhasil, #FreeZellsis menjadi trending di Twitter. Anggota tim Sentinels itu telah mendapat perhatian dari tagar itu, berharap agar Twitch dapat berubah pikiran.

Saat ini, belum ada respon dari Twitch terhadap kabar ban Zellsis dari platform-nya. Belum diketahui pula apakah ia akan berpindah platform untuk melakukan live stream bermain Valorant.

ASUS ROG Umumkan Turnamen Esports ROG Masters APAC 2022

GAMEFINITY.ID, Taipei  – Jumat (19/8), ASUS Republic of Gamers, merek laptop gaming nomor satu di dunia, hari ini mengumumkan dimulainya turnamen esports ROG Masters Asia Pasifik 2022. Turnamen dengan total hadiah sebesar US$ 40.000 tersebut dimulai pada tanggal 15 Agustus 2022 dan akan mempertemukan tim Tom Clancy’s Rainbow Six: Siege terbaik untuk merebut gelar sebagai tim esports nomor satu di kawasan Asia Pasifik melalui ajang grand final yang akan diselenggarakan di kota Bangkok, Thailand.

Tim esports Rainbow Six: Siege dari Bangladesh, Kamboja, Hong Kong, India, Indonesia, Jepang, Korea, Malaysia, Filipina, Singapura, Sri Lanka, Thailand, dan Vietnam dapat berpartisipasi dalam turnamen esports ROG Masters APAC 2022. Pendaftaran akan dibuka mulai dari tanggal 15 Agustus 2022 dan kualifikasi akan dilakukan secara online dimulai dari tanggal 17 September 2022. Tim yang menang di babak kualifikasi akan bertanding kembali pada ajang Regional Final, dan tim terbaik dari tiap regional akan dipertemukan di ajang Grand Final di Thailand Game Show pada tanggal 21 Oktober 2022. Pertandingan Regional Final dan Grand Final akan disiarkan secara langsung dalam beberapa bahasa.

Baca juga: Jajaran Laptop Acer Predator Gaming Full Power

“Kami menghadirkan lini produk ROG sebagai platform bagi semua gamer untuk dapat meningkatkan dan mengembangkan keterampilan mereka, dan ROG Masters APAC adalah ajang yang kami hadirkan sehingga para gamer dapat mempertunjukkan keterampilannya,” ujar Peter Chang, ASUS  General Manager, Asia Pacific Region, System Business Group. “Tahun ini melalui Rainbow Six: Siege, kami ingin mempertemukan tim terbaik di seluruh APAC untuk pertarungan fenomenal di Bangkok.”

Tentang ROG Masters

Diluncurkan di tahun 2016, ROG Masters APAC terus menghadirkan peluang esports terbaik bagi para gamer di seluruh kawasan Asia Pasifik dengan fokus untuk memelihara talenta lokal masa depan dan menyediakan jalur bagi mereka untuk menjadi sorotan internasional. Tahun ini untuk pertama kalinya, ROG Masters APAC 2022 akan menghadirkan pertarungan taktis yang penuh aksi antar tim esports Tom Clancy’s Rainbow Six: Siege. 

Pendaftaran dan Tanggal Penting

Gamer yang tertarik dapat mendaftar di turnamen ROG Masters APAC 2022 dapat mengakses www.rogmastersapac.gg. Pendaftaran untuk ROG Masters APAC 2022 dimulai pada 15 Agustus 2022 dan berakhir pada 15 September 2022. Kualifikasi Regional akan berlangsung secara online pada tanggal 17-18 September 2022 dengan tim kualifikasi bersaing di Regional Final pada tanggal 24 September 2022. Babak Grand Final akan disiarkan langsung di Bangkok di Thailand Game Show pada 21-23 Oktober 2022.

UniPin Ladies Series SEA Championship Resmi Dibuka, Berikut Hasil Draw Bracket Turnamennya

GAMEFINITY.ID, Jakarta – Kamis (18/9), Turnamen Mobile Legends: Bang Bang (MLBB) khusus perempuan, UniPin Ladies Series Southeast Asia (SEA) Championship, resmi diluncurkan Kamis (11/8). UniPin sebagai penyelenggara turnamen, membuka turnamen ini melalui bracket drawing yang disiarkan di kanal YouTube UniPin Gaming. Keseluruhan turnamen ULS SEA Championship ini akan diselenggarakan pada 22-28 Agustus 2022.

Pada ULS SEA Championship kali ini, 8 tim dari 6 negara akan bertanding memperebutkan total prizepool sebesar USD 8.000. Turnamen ini akan digelar secara online dan dapat disaksikan langsung oleh para penggemar di berbagai belahan dunia melalui kanal YouTube UniPin Gaming. Kedelapan tim yang akan bertanding adalah Bigetron Era dan RRQ Mika sebagai perwakilan dari Indonesia, Smart Omega Empress dan Rocka Azure dari Filipina, Rose Ophelia dari Malaysia, Reborn dari Singapura, DDE Empresses dari Myanmar, dan IDNS Elsa dari Thailand.

Ladies Series

Sesuai dengan pengundian bracket yang telah dilakukan pada Kamis (11/8), tim IDNS Elsa akan melawan Rocka Azure di hari pertama, disusul pertandingan Reborn dan RRQ Mika. Di hari kedua, Smart Omega Empress akan berlaga melawan Rose Ophelia, disusul pertandingan DDE Empresses melawan Bigetron Era. Kedelapan tim akan bertanding dengan sistem double elimination sehingga tim yang kalah pada pertandingan hari pertama dan kedua tidak akan langsung gugur, melainkan turun ke lower bracket dan berjuang untuk mendapatkan kesempatan kedua di turnamen ini.

Baca juga: Jajaran Laptop Acer Predator Gaming Full Power

UniPin Dukung Gamer Ladies Lewat Turnamen

Pertumbuhan gamers perempuan di ranah esports melanda banyak tempat, tidak terkecuali di Asia Tenggara. Laporan berjudul “Play like a girl: Key ways to engage one of Asia’s fastest growing gaming audiences” menyebutkan pertumbuhan jumlah gamer perempuan terjadi lebih cepat daripada pertumbuhan jumlah gamer laki-laki. Persentase pertumbuhan ini mencapai angka 40-45%. Melihat hal tersebut, UniPin Community (UNITY) berinisiatif untuk memperluas partisipasi perempuan dalam esports melalui wadah kompetisi yang diatur secara profesional dan lebih kompetitif.

CEO UniPin Ashadi Ang dan SVP UniPin Community Debora Imanuella hadir dalam pengundian bracket ULS SEA Championship untuk menjawab beberapa pertanyaan seputar esports ladies scene dan turnamen ini. Sebagai turnamen khusus perempuan ternama di Asia Tenggara, UniPin Ladies Series ingin memfasilitasi para perempuan untuk dapat terus berkompetisi dan bersaing di tingkat profesional. Debora menyebutkan ke depannya UniPin masih akan terus berinovasi dan melakukan hal-hal besar lainnya, khususnya bagi perempuan di ranah esports.

Ladies Series

“Di negara-negara lain, hampir tidak ada komunitas yang menuntun dan mengembangkan perempuan di ranah esports. Dengan kehadiran UniPin yang juga ada di lebih dari 30 negara di dunia, kami ingin mengembangkan ekosistem ini di negara-negara lain juga, dan memberi kesempatan pada gamer perempuan untuk dapat berkompetisi,” ujar Debora.

UniPin mendukung penuh para gamer perempuan, terutama komunitas-komunitas yang belum pernah masuk di ranah profesional. Ashadi menyebutkan UniPin akan selalu hadir dan mengadakan turnamen-turnamen lokal di berbagai daerah dan negara untuk mengembangkan industri ini.

“Kami telah melakukan banyak riset dan analisis mengenai pertumbuhan esports dan gamer perempuan. Salah satu data yang saya temukan bersumber dari Niko Partners menyebutkan 40-45% populasi gamer di Asia adalah perempuan. Namun, sayangnya, masih belum ada yang berkomitmen penuh mengembangkan para gamer perempuan ini. UniPin ingin mendukung talenta-talenta yang mereka miliki dengan selalu hadir dan memfasilitasi perkembangan dan semangat kompetisi mereka,” ujar Ashadi.

Pengundian bracket ULS SEA Championship dan seluruh pertandingan ULS SEA Championship dapat disaksikan di kanal YouTube UniPin Gaming. Informasi dan detail lebih lanjut terkait ULS SEA Championship dapat diakses melalui akun Instagram UNITY @unipincommunity dan akun Instagram UniPin Ladies Series @unipinladiesseries. Selain itu, seluruh informasi terkait UniPin dan aktivitas lainnya dapat dilihat di @unipinindonesia.

CyberConnect2, Daftar Game Cross-Platform Hasil Kolaborasi

GAMEFINITY.ID, Bandar Lampung – CyberConnect2 merupakan salah satu Developer game asal Jepang yang terkenal akan garapan pada serial hack dan adaptasi game mereka yang bersumber dari animasi Jepang atau Anime. Dikenal juga karena karyanya pada serial Little Tail Bronx yang dimana salah satunya adalah Little Tail Concerto.

Berdiri pada 16 Februari 1996, CyberConnect2 juga bermarkas di Fukuoka, Jepang dan Hiroshi Matsuyama sebagai Presiden sekaligus CEO CyberConnect2. Menjadi salah satu studio yang sempat ikut serta dalam pengembangan Final Fantasy VII Remake, namun berakhir dengan tidak menyenangkan.

Sebagai pengembangan game yang kini terkenal bukan hanya karena .hack series saja, CyberConnect2 lebih dikenal dengan pengadaptasi animasi Jepang. Bagaimana tidak, beberapa game-game kembangan CyberConnect2 berupa game hasil adaptasi dari serial Anime. Salah satu franchise terkenal yang pernah dikerjakan oleh CyberConnect2 adalah franchise Naruto.

Baca Juga : CyberConnect2, Developer Game Pengadaptasi Bersumber dari Anime

CyberConnect2, Daftar Game Cross-Platform Hasil Kolaborasi

Beberapa game kembangan dan hasil kolaborasi CyberConnect2 merupakan game Cross-Platform. Cross-Platform yang berarti game tersebut tersedia dan dapat dimainkan diberbagai platform berbeda. Berikut beberapa game Cross-Platform kembangan CyberConnect2 yang cukup worth untuk pemain mainkan.

Naruto Shippuden: Ultimate Ninja Storm Revolution

Cross-Platform CyberConnect2
Narutimate Revolution – Game Cross-Platform Hasil Kolaborasi dengan CyberConnect2

Naruto Shippuden: Ultimate Ninja Storm Revolution atau lebih dikenal di Jepang dengan Naruto Shippuden: Narutimate Storm Revolution merupakan video game hasil kembangan CyberConnect2 yang kemudian diterbitkan secara berkala oleh Bandai Namco Games. Series ini masuk pada kategori sub-series di Naruto Ultimate Ninja.

Mengambil sumber dari Anime dan Manga dengan judul yang sama milik Masashi Kishimoto. Narutimate Storm Revolution dirilis pada September 2014 di Jepang, dan rilis berkala untuk wilayah luar Jepang. Hadir dalam bentuk video game berbasis di PlayStation 3, Xbox 360, dan Windows.

Menjadi salah satu video game dari Naruto series yang hadir dengan mekanisme pertarungan yang sedikit berbeda. Pemain dapat membentuk sebuah tim berdasarkan kemampuan karakter. Video game ini juga turut menghadirkan mode turnamen dengan format Battle Royale.

Final Fantasy VII G-Bike

Cross-Platform CyberConnect2
Final Fantasy VII GBike – Game Cross-Platform Hasil Kolaborasi dengan CyberConnect2

Menjadi salah satu game kembangan CyberConnect2 yang dapat dimainkan di Mobile, Android. Final Fantasy VII G-Bike merupakan game yang hadir di Mobile dan IOS. Game yang diambil berdasarkan pada franchise Final Fantasy VII milik Square Enix.

Sedikit berbeda dengan Final Fantasy Series lainnya, Final Fantasy VII G-Bike mengusung genre game balap dengan tanpa menghilangkan kesan dan pengalaman RPG di dalamnya.

Dalam series ini, pemain akan mengendalikan sang tokoh utama, Cloud Strife yang mengendarai sepeda motor, melawan musuh dengan senjata Low-Range dan sihir, hingga mendapatkan bantuan dari karakter Final Fantasy VII lainnya.

Final Fantasy VII G-Bike dikembangkan oleh CyberConnect2 dan diterbitkan oleh Square Enix untuk IOS dan Android. Game ini dirilis pada 30 Oktober 2014 sampai Desember 2015.

JoJo Bizarre Adventure: Eyes of Heaven

Cross-Platform CyberConnect2
JoJo Eyes of Heaven – Game Cross-Platform Hasil Kolaborasi dengan CyberConnect2

JoJo Bizarre Adventure: Eyes of Heaven atau JoJo no Kimyou na Bouken: Aizu Obu Hebun adalah game Action yang hadir di PlayStation 3 dan PlayStation 4, dikembangkan oleh CyberConnect2 dan Bandai Namco sebagai penerbit.

Mengambil adaptasi berdasarkan serial manga berjudul sama JoJo’s Bizarre Adventure oleh Hirohiko Araki. Seri Eyes of Heaven sendiri merupakan game seri kedua yang sama-sama digarap oleh CyberConnect2. Sebelumnya juga CyberConnect2 pernah mengembangkan JoJo Bizarre Adventure: All Star Battle pada 2013.

JoJo’s Bizarre Adventure: Eyes of Heaven dirilis awal pada Desember 2015 di Jepang, dan berangsur rilis global selang satu tahun. Game ini dapat dimainkan di PlayStation 3 dan PlayStation 4.

Mungkin telah banyak game hasil adaptasi kembangan CyberConnect2, namun kebanyakan merupakan berasal dari platform non-handheld atau sejenisnya seperti Mobile. Diharapkan kedepannya CyberConnect2 dapat terus memberikan kontribusi kepada industri dunia Mobile.

Update informasi menarik lainnya seputar game hanya di Gamefinity. Gamefinity.id menyediakan jasa pengisian top up dan voucher game dengan cara yang mudah dan pastinya terjangkau.

Final Fantasy 16 Dianggap Sulit Diadaptasi

GAMEFINITY.ID, Jakarta – Di waktu mendatang Final Fantasy akan merilis seri terbarunya, yaitu Final Fantasy XVI. Sayangnya sang Sutradara, Naoki Yoshida mengatakan bahwa seri mendatang ini nampaknya cukup sulit untuk diadaptasi saat ini. Dalam hal ini jika seri Final Fantasy berhasil diadaptasi mengikuti tren yang ada cukup sulit.

“Saat ini kami menerima berbagai permintaan terhadap desain game ini. Sejujurnya sangat tidak mungkin kita mewujudkan semuanya jika satu judul saja. Kesan saya saat ini yang benar-benar bisa kami lakukan adalah  membuat banyak game, dan  terus menciptakan apa yang terbaik di waktu tertentu”

Baca juga: FIFA 23 Ultimate Edition Terjual Seharga 6 Sen

Ia Mengatakan Banyak Tren Di Industri Game Yang Berubah Belakangan Ini

Final Fantasy 16
Gameplay Final Fantasy 16

Diketahui, Naoki Yoshida telah berkarir sebagai Sutradara selama 18 tahun dan pernah menyutradarai beberapa game selain Final Fantasy diantaranya, Dragon Quest: Monster Battle Road, Star Soldier: Vanishing Earth pada 1998 dan A Realm Reborn. Naoki akui banyak perubahan pada tren yang kerap berubah terlepas tren tersebut mendominasi atau justru mengancam keberlangsungan pada ekosistem game.

Pada bulan Februari silam, ia menyebutkan Square Enix dan meningkatnya minat terhadap NFT dan mata uang kripto. Namun Final Fantasy rupanya tidak mengikuti mekanika tersebut. Sementara itu ujicoba gratis yang bisa dimainkan melalui ekspansi Heavensguard meme MMO yang rupanya masih belum sepenuhnya menjadi game Live Service seperti pada Genshin Impact dan seri Assasin Creed yang akan dirilis mendatang. Seri Final Fantasy XVI ini tidak akan mengusung Open World seperti sebelumnya, namun akan disertakan pertarungan Gender bending.

Final Fantasy Diketahui Memiliki Beberapa Mobile Game Lainnya

Diluar itu, arah konsep dari Final Fantasy belakangan ini juga semakin modern, menandakan apa yang telah dilakukan oleh Square Enix membaik belakangan ini. Diantaranya Brave Exius, seri mobile berbasis gacha yang menembus 45 juta unduhan pada tahun lalu, Final Fantasy VII: Remake dan beberapa spin off lainnya diluar plot resmi Final Fantasy seperti Battle Royale Shooter yang dirilis tahun lalu. Akan tetapi game yang disebut di atas tidak se-hype seperti pada seri yang dirilis pada tahun 1990 an akhir.

Pantau informasi terkini tentang update terbaru game Final Fantasy di Gamefinity.  Nikmati juga kemudahan melakukan top up dan membeli voucher in game dengan harga yang murah di Gamefinity.id