Category Archives: Game

Sixtar Gate: STARTRAIL, Rhythm Game dengan Sistem Buka Tutup

GAMEFINITY.ID, Bandung Sixtar Gate: STARTRAIL adalah rhythm game PC besutan Lyrebird Studio. Game ini pertama kali dirilis sebagai early access pada 6 November 2021 dan belum memasuki masa perilisan resmi. Game ini juga pertama kali rilis di mobile sebagai Sixtar Gate pada Januari 2021 dan tidak pernah mendapat update lagi setelah Mei 2021.

Lyrebird Studio sendiri merupakan studio milik Lyrebird Ferdinant, seorang illustrator yang sudah terkenal membuat BGA dan ilustrasi untuk beberapa rhythm game seperti Pump It Up, EZ2ON, dan Overrapid.

Pada April Mop 2022, Sixtar Gate: STARTRAIL juga sempat menarik perhatian menampilkan parodi gameplay berbagai rhythm game lain seperti Pump It Up, Dance Dance Revolution, DJMAX Respect, EZ2ON, dan Sound Voltex.

Sinopsis Sixtar Gate: STARTRAIL, Rhythm Game dengan Sistem Buka Tutup

Sixtar Gate: STARTRAIL merupakan rhythm game bertema perjalanan luar angkasa. Pemain nantinya akan didampingi oleh navigator Shii yang imut selama berada di dalam game untuk mengeksplorasi sistem Sixtar. Dalam adventure mode yang saat ini belum tersedia, pemain dapat menikmati cerita di balik Sixtar Gate: STARTRAIL.

Gameplay Sixtar Gate: STARTRAIL (9/10)

Sixtar Gate: STARTRAIL gameplay
Gameplay Sixtar Gate: STARTRAIL

Sixtar Gate: STARTRAIL menawarkan pengalaman bermain rhythm game seperti biasa, yaitu berbagai note berjatuhan dan pemain harus menekan tombol sesuai penempatan masing-masing. Namun, rhythm game ini memiliki twist, yaitu sistem buka tutup sesuai dengan irama lagu. Sistem buka tutup tersebut memicu perubahan lane dari hanya empat key hingga lima key, begitupun sebaliknya.

Terdapat tiga mode dalam game ini. Mode pertama, Travel Mode, yaitu mode di mana pemain dapat bebas bermain solo dengan memilih lagu. Kedua, License Test yang diibaratkan sebagai dan course di kebanyakan rhythm game lain, di mana pemain dapat menguji sejauh mana skill mereka selama ini. Ketiga, Unity Quest, mode co-op di mana pemain dapat bermain bersama pemain lainnya. Sebenarnya masih ada satu mode lagi bernama Orbital Travelling yang mungkin akan menjadi adventure mode, namun saat ini belum tersedia.

Sixtar Gate: STARTRAIL license test
License Test mode di Sixtar Gate: STARTRAIL

Judgement dalam Sixtar Gate: STARTRAIL ini juga terbilang tidak biasa. Terdapat empat judgement, yaitu Blue Star untuk Perfect, White Star untuk Great, Yellow Star untuk Good, dan Red Star untuk Miss. Terdapat empat difficulty dengan nama bertema luar angkasa, Comet, Nova, Supernova, dan Quasar.

Sayangnya, game ini wajib dimainkan secara online. Jika pemain membuka game secara offline, setelah title screen akan force close.

Control (8/10)

Terdapat dua mode control di Sixtar Gate: STARTRAIL, Lunar Mode dan Solar Mode. Lunar Mode dapat dikatakan sebagai mode yang mendekati pengalaman rhythm game klasik, tetapi dapat berganti dari 4 keys menjadi 5 keys saat pintu buka tutup. Solar Mode menambah dua key berwarna merah panjang (ditekan menggunakan shift kiri dan kanan secara default, kebanyakan pemain menggunakan A dan J untuk key ini).

Untuk pemula mungkin akan lebih nyaman menggunakan control Lunar Mode terlebih dahulu. Menggunakan control Solar Mode mungkin terasa tidak nyaman bagi sebagian pemain, apalagi jika bermain lagu ber-level tinggi.

Graphic (8/10)

Sixtar Gate: STARTRAIL main menu

UI Sixtar Gate: STARTRAIL ini dapat dikatakan penuh warna cerah. Ditambah lagi navigator Shii ditampilkan sebagai perempuan imut bergaya anime, sesuai dengan tema grafik pada game ini. Pada main menu juga, tentu akan mengingatkan dengan UI rhythm game di mobile.

Sixtar Gate: STARTRAIL juga memiliki kustomisasi visual yang bisa diubah oleh pemain sesuai selera. Mulai dari skin untuk note, gear, dan line hingga penempatan widget seperti combo dan high score target.

Beberapa lagu Sixtar Gate: STARTRAIL juga memiliki BGA atau MV. Sayangnya, BGA hanya tersedia pada beberapa lagu. Lagu original yang memiliki BGA hanya “Starting Point” karya LucaProject. Ini sangat disayangkan mengingat Lyrebird Ferdinant biasanya memproduksi BGA untuk beberapa lagu di rhythm game seperti Pump It Up.

Music (8/10)

Sixtar Gate: STARTRAIL music select
Sixtar Gate: STARTRAIL music select

Seperti biasa, musik menjadi perhatian utama jika berbicara tentang rhythm game. Sixtar Gate: STARTRAIL menghadirkan berbagai lagu yang sudah tidak asing bagi penggemar rhythm game seperti “Conflict” karya siromaru & cranky, “Life is PIANO” karya Junk, dan “Brain Power” karya NOMA. Lagu dari album musik doujin seperti “Strange Bar” karya Laur, “Shadow Call” karya WHITEFIST feat. Sennzai, dan “Crossing Delta” karya t+pazolite, ginkiha, dan Hommarju.

Sixtar Gate: STARTRAIL juga memiliki berbagai lagu original. Beberapa komposer yang sudah tidak asing bagi penggemar rhythm game juga menyumbangkan lagu untuk Sixtar Gate: STARTRAIL, di antaranya Sound Souler, KARUT, yomoha, dan Tatsh.

Namun, saat ini, lagu yang sudah familier seperti lagu dari kompetisi BMS (seperti kompetisi tahunan BMS of Fighters) dan album musik doujin justru paling menarik perhatian dibandingkan berbagai lagu original. Lagu original yang justru menjadi highlight adalah “Starting Point” (theme song dari Sixtar Gate: STARTRAIL) karya LucaProject, “Pasteloid” karya Sound Souler, dan “One Way Drive” karya KARUT. Sejauh ini, penulis merasa beberapa lagu original masih kalah menonjol jika dibandingkan dengan lagu lainnya.

Sixtar Gate: STARTRAIL juga berjanji akan menghadirkan lagu Vocaloid dan aransemen Touhou Project. Sejauh ini, mereka telah menambah enam lagu aransemen Touhou Project seperti “Cirno’s Perfect Math Class” karya ARM (IOSYS) dan “WARNINGxWARNINGxWARNING” karya Akatsuki Records.

Addictive (7/10)

Untuk sekarang, karena lagu yang bisa dikatakan relatif belum begitu banyak, apalagi banyak mengambil lagu yang sudah familier, penulis belum terlalu bisa mengatakan game ini sangat adiktif. Namun, bagi pemain yang sudah familier dengan berbagai lagu yang tersedia dan juga menyukai visual cerah dan imut, Sixtar Gate: STARTRAIL berpotensi untuk menjadi adiktif.

Baca juga: Review NOISZ, Bullet Hell Berbumbu Rhythm Game

Verdict untuk Sixtar Gate: STARTRAIL

Dengan visual-nya yang berwarna, ditambah beberapa lagu yang cukup menarik meski masih terbilang sedikit, Sixtar Gate: STARTRAIL memiliki potensi menjadi rhythm game yang dapat menarik perhatian. Meski begitu, control di Solar Mode mungkin terasa tidak nyaman bagi beberapa pemain, namun beberapa justru akan menganggapnya sebagai tantangan tersendiri.

Sixtar Gate: STARTRAIL result
Sixtar Gate: STARTRAIL result screen

Untuk Sixtar Gate: STARTRAIL, penulis memberi total score 8.0.

Sixtar Gate: STARTRAIL bisa pemain unduh di Steam dengan harga Rp119999, cukup terjangkau untuk rhythm game di PC. DLC Flower & Destiny berisi 10 lagu tambahan juga tersedia dengan harga Rp78999.

Kurang Untung! Unity Tolak Kerjasama AppLovin

GAMEFINITY.ID, PATI – Beberapa waktu lalu berdasarkan laporan dari Reuters, perusahaan teknologi mobile yang berbasis di California, AppLovin, telah menawarkan 17,5 miliar dollar untuk mengakuisisi Unity. Usaha ini ditujukan untuk menggagalkan rencana Unity dalam mengakuisisi ironSource yang ternyata merupakan pesaing AppLovin. Lalu bagaimana pihat Unity menanggapi tawaran tersebut?

Perjanjian Ini Dianggap Unity Kurang Menguntungkan

Kreator dari Engine Unity telah secara resmi menolak tawaran akuisisi oleh AppLovin. AppLovin merupakan perusahaan teknologi yang dikenal dengan platform pemasaran dan analitik selulernya seperti AppDiscovery dan SparkLabs. Mereka sebelumnya telah menawarkan 17,54 miliar dollar untuk membeli perusahaan game engine paling terkenal, yang mana mesinnya telah berhasil melahirkan game-game besar di era sekarang ini.

Unity
ironSource, Unity, dan AppLovin

Tawaran itu dibuat dengan syarat Unity harus membatalkan tawarannya senilai 4,4 miliar dollar untuk membeli ironSource, sebuah perusahaan software saingan AppLovin. Namun CEO Unity John Riccitiello mengatakan, “Kami percaya bahwa kesepakatan dengan ironSource cukup menarik dan akan dapat memberikan keuntungan dalam jangka panjang.” Unity menambahkan bahwa tawaran dengan AppLovin dirasa kurang menguntungkan.

Kerjasama Unity dengan ironSource bukan satu-satunya kesepakatan yang dibuat Unity baru-baru ini. Minggu lalu, perusahaan Unity telah resmi menandatangani kontrak kerjasama dengan Pertahanan Pemerintah AS senihal jutaan dollar. Padahal sebelumnya sempat ada laporan tentang ketidakpuasan antara militer dengan Unity pada pertengahan tahun lalu.

Baca Juga : Game Engine Rusia Siap Saingi Unity Dan Unreal

Harapan Kerjasama Dengan ironSource

ironSource dikenal sebagai pengembang software InstallCore, suatu bundling aplikasi yang berisi beberapa software. Software-software ini sering dianggap sebagai malware oleh program seperti Windows Defender dan Malwarebytes. Ketertarikan Unity pada ironSource berasal dari minatnya dalam memperluas pasar mobile mereka. Rencananya Unity akan memanfaatkan “alat, platform, teknologi, dan talen perusahaan untuk membentuk end-to-end platform yang memungkinkan suatu developer untuk lebih mudah membuat, menerbitkan, menjalankan, memonetisasi, dan mengembangkan game secara langsung”.

Jika kalian ingin tahu lebih banyak berita seputar game, kalian bisa mengunjungi Gamefinity. Buat kalian yang mau gacha atau top up game kesayangan kalian bisa langsung klik Gamefinity.id

Steam Permudah Penggunanya Dalam Klaim Game Gratis

GAMEFINITY.ID, PATI – Sementara sang kompetitor Epic Games selalu menawarkan gamer PC game-game gratis tiap minggunya, bagi mereka yang menggunakan PC untuk bermain game pasti telah terinstal juga salah satu platform marketplace game terkenal, Steam. Selain memiliki banyak judul game – game besar untuk dinikmati para gamer, Steam juga memiliki banyak game gratis yang tak kalah bagusnya.

Ambil contoh DoTA 2, CSGO, PUBG, dan masih banyak lainnya. Bahkan game-game gratis tersebut selalu masuk sepuluh besar game dengan player aktif terbanyak di Steam itu sendiri. Namun meski telah disediakan game-game gratis, beberapa dari mereka merasa bahwa proses menambahkan game gratis tersebut ke Library terkadang sedikit menjengkelkan.

Prosedur Klaim Yang Kurang Efektif

Prosedur memasukkan game gratis di Steam menurut beberapa orang terkesan menjengkelkan. Pasalnya pengguna Steam harus memulai proses instalasi game gratis untuk menambahkannya ke library mereka. Hal inilah yang menyebabkan perasaan jengkel bagi sebagian orang karena mereka harus menghentikan proses instalasi tepat setelah proses download dimulai. Tentu saja ini akan menciptakan folder-folder game yang hanya ada untuk memenuhi hardisk saja, kecuali memang akan dimainkan pada saat itu juga. Namun, baru-baru ini Valve telah mengubah cara mengklaim ratusan judul gratisnya dengan fitur baru yang sederhana.

Cukup Satu Tombol Untuk Klaim Game Steam

Fitur baru sederhana ini adalah tombol “Add to Library” yang dapat ditemukan di aplikasi Steam Desktop. Tombol ini akan hadir disetiap game gratis yang berfungsi seperti namanya yaitu menambahkan judul suatu game ke Library pengguna. Fitur ini mencakup semua hal gratis di Steam, termasuk DLC dan game-game yang tersedia gratis dalam waktu terbatas. Untuk pengguna Steam, fitur ini tentu saja sangat hebat. Pengguna hanya perlu menekan satu tombol saja dan otomatis game gratis tersebut telah masuk ke dalam Library.

Bagi sebagian orang, mungkin terasa aneh bahwa Steam membutuhkan waktu lama untuk mengimplementasikan fitur ini. Epic Games Store memungkinkan game gratisnya ditambahkan ke perpustakaan pengguna tanpa kerumitan proses instalasi. Terlebih, di Epic Games Store, pengguna akan selalu mendapatkan game-game gratis baru setiap minggu, sedangkan Steam tidak memiliki penawaran seperti itu.

Baca Juga : Steam Deck Segara Hadir Di Asia! Indonesia Kebagian?

Steam nampaknya lebih memfokuskan pada penawaran dengan diskon-diskon yang fantastis. Pengguna biasanya akan menyiapkan dompet mereka di musim panas untuk menyambut Steam Summer Sale. Pada saat itu akan ada banyak diskon untuk ratusan judul – judul game dari yang indie hingga triple A.

Bagaimana menurut kalian? Apa kalian merasa terbantu dengan fitur baru ini? Jika kalian ingin tahu lebih banyak berita seputar game, kalian bisa mengunjungi Gamefinity. Buat kalian yang mau gacha atau top up game kesayangan kalian bisa langsung klik Gamefinity.id

The Way Home, Ketika Tujuan Terakhir adalah Kembali Kerumah

GAMEFINITY.ID, Bandar Lampung – The Way Home  atau The Way Home: Pixel Roguelike merupakan salah satu RPG Roguelike bergaya Hack and Slash yangg ada di Mobile. Game ini dirilis pada Desember 2021 oleh Concode Corp. The Way Home pernah mendapatkan penghargaan sebagai pemenang Indie Games Festival 2021. Game ini dapat dimainkan di Mobile, Android.

Baca Juga : Review Funny Fighters, Bomberman Tapi Ini Battle Royale

Sinopsis The Way Home, Ketika Tujuan Terakhir adalah Kembali Kerumah

Berkisah pada 2 dunia yang sama dan tumpang tindih tanpa adanya interaksi satu sama lainnya. Salah satu dunia yang mengalami tumpang tindih itu, ada 2 orang anak bernama Kevin dan Cheese.

Dalam petualangannya mencari jalan dan memecahkan misteri di dunia yang terlupakan ini, Cheese yang merupakan half-race antara manusia dengan kucing. Cheese memulai petualangannya disini demi mengembalikan dunia dari petaka ini.

Gameplay (9/10)

Review The Way Home
Gameplay – The Way Home, Ketika Tujuan Terakhir adalah Kembali Kerumah

The Way Home merupakan game RPG Roguelike bergaya Hack and Slash yang dapat dimainkan di Mobile. Game yang menekankan pada petualangan dua karakter, dengan 1 karakter inti sebagai pusat.

The Way Home menjadi salah satu game RPG yang diusung dengan gaya Roguelike. Sebuah game RPG yang berpusat pada petualangan 2 sahabat, dengan si kucing bernama Cheese. Dalam petualangannya di dunia yang terlupakan.

Mengusung gameplay dengan mekanisme game Roguelike bersistem level stage. Walaupun hadir dengan gaya Roguelike, The Way Home memiliki alur cerita yang menarik dan konsep maupun fitur fungsi dalam game yang tidak kalah menarik dengan game Roguelike lainnya.

Pemain akan berperan sebagai seekor kucing yang berpetualang didunia yang terlupakan. Lebih tepatnya lagi, pemain akan berpetualang didalam sebuah dungeon yang terdiri atas 7 lantai yang tentunya idaklah mudah, karena pemain diharuskan mengalahkan para monster yang terinfeksi karena efek sihir si yang terlupakan pada stage pertama, dan akan bertemu dengan salah satu Boss stage yang terlupakan juga.

Dalam The Way Home, pemain dapat menggunakan berbagai macam skill dan panah. Skill dan progress skill itu akan tereset ketika pemain mati, dan petualangan diulang dari stage terakhir dimainkan.

Selain bertarung, pemain juga dapat membangun dan menciptakan sebuah alat-alat yang nantinya akan menjadi pendukung petualangan sang kucing. Alat tersebut dapat ditemui di tempat pertama kali pemain respawn, dengan ada kevin disana.

Graphic (10/10)

The Way Home
Graphic – The Way Home, Ketika Tujuan Terakhir adalah Kembali Kerumah

The Way Home menjadi RPG Roguelike yang dibawakan dengan visual bergaya pixel, baik pada karakter, objek, bangunan, hingga latar tempat dalam permainan. Hampir semua aspek dalam game berbentuk pixel dengan resolusi bit yang lebih baik.

Game ini dibawakan dengan cara permainan portrait dan menggunakan sudut pandang kamera Top-Down yang cenderung mengarah ke 3/4 view. Jadi dapat dibayangkan bagaimana cara pandangan kamera pada The Way Home.

The Way Home sendiri punya kustomisasi visual yang tentunya dapat diubah tergantung keinginan pemain, salah satunya seperti shadow, ketinggian POV, bahkan set up resolusi lainnya.

Control (9/10)

Sebagai RPG Roguelike dan Hack and Slash, The Way Home memiliki mekanisme kontrol yang rumit, begitulah kata player yang berpikiran kalau game Roguelike punya kontrol yang rumit, tapi pemikiran ini akhirnya di pecahkan oleh The Way Home.

Pada dasarnya tidak seperti kebanyakan RPG Roguelike lainnya, The Way Home mengusung mekanisme kontrol yang cukup sederhana. Sebuah kontrol yang hanya mengeksekusi permainan dengan dua cara.

The Way Home menggunakan 2 tipe kontrol eksekusi dan kebanyakan hanya menggunakan 1 kontrol untuk garis besarnya. The Way Home menggunakan kontrol berupa analog dan tap, namun analog lebih dominan di dalam game ini daripada kontrol tap sendiri.

Untuk metode serangan akan dilakukan secara otomatis, selagi game dapat mendeteksi musuh dari jarak-jarak tertentu.

Addictive (10/10)

Review The Way Home
Addictive – The Way Home, Ketika Tujuan Terakhir adalah Kembali Kerumah

Menjadi salah satu RPG Mobile santai yang cukup menyenangkan. The Way Home sendiri memiliki lingkup kenyamanan bermain dan kesulitannya sendiri.

Untuk kali pertama bermain, mungkin pemain akan kalah saat di pertengahan lantai. Hingga pada saatnya pemain akan mengerti mekanisme dan pergerakan dari berbagai macam musuh, hingga tidak akan mengurangi nilai Health Point sama sekali sebelum bertemu Boss stage.

Terlihat mudah tapi tidak semudah yang diperkirakan. Sangatlah cukup sulit untuk mempertahankan bar Helath Point sampai Boss stage, terlebih lagi sangatlah sulit bahkan mustahil untuk me-restore Health Point.

Music (9/10)

The Way Home sendiri memiliki fungsi musik yang dibagi atas dua unsur yaitu, latar musik dan Sound effect. The Way Home sendiri memiliki latar musik atau yang akan kita sebut kedepannya dengan BGM dan Sound effect yang cukup menacing.

Hadir dengan BGM yang menarik dan variatif. The Way Home pada setiap lantai, stage, hingga medan iklim memiliki BGM yang berbeda-beda tergantung dari latar permainan dan kondisinya sendiri.

Selain BGM, ada juga Sound effect sebagai pelengkap yang turut meramaikan The Way Home. Sound effect yang cukup variatif juga. Sound effect yang bisa berasal dari arah pertarungan ataupun monster-monster terlupakan yang musnah dan akan bangkit lagi.

Kelebihan

Sebagai game RPG dengan mekanisme ganda yaitu Roguelike dan Hack and Slash, The Way Home cukuplah berbeda dari kebanyakan game lainnya. Dari hampir kebanyakan game Roguelike, mungkin The Way Home diusung dengan alur cerita yang kompleks namun straight.

Menghadirkan visual yang nyaman dimata dan ringan untuk perangkat. The Way Home sendiri cukup ringan untuk dimainkan di perangkat berkemampuan rendah, bahkan ada kustomisasi visual untuk lebih meringankan gameplay The Way Home.

Kekurangan

Sedikit sulit untuk menemukan kelemahan dari The Way Home sendiri, terkecuali dari tingkat kesulitan yang dialami penulis saat pertama kali memainkan dan melawan Boss stage.

The Way Home merupakan RPG yang memiliki alur ceritanya sendiri, tentunya game ini tidak luput dari konsep dialog interaktifnya. Sayangnya, terakdang pemain dapat merasa bosan dengan dialog yang tidak bisa di percepat, skip, ataupun ditiadakan. Jadi mau tidak mau pemain harus menunggu panjangnya dialog yang terkadang menjengkelkan dan tidak dapat di percepat.

Untuk The Way Home, Total Score yang dapat penulis berikan adalah 9,4.

Sekian Review The Way Home yang dapat penulis sampaikan.

Update informasi menarik lainnya seputar review game hanya di Gamefinity. Gamefinity.id menyediakan jasa pengisian top up dan voucher game dengan cara yang mudah dan pastinya terjangkau.

Apex Legends Battle Royale Terkompetitif, Kata Dr Disrespect

GAMEFINITY.ID, Bandung – Dr Disrespect telah terkenal sebagai streamer dan player berbagai game shooter battle royale seperti H1Z1 dan PUBG. Ia juga dikenal karena mengemukakan pendapat secara blak-blakan, apalagi jika berbicara tentang game. Baru-baru ini, ia berkomentar tentang Apex Legends, game battle royale buatan EA yang digandrungi pemain akhir-akhir ini.

Menurut Dr Disrespect, Apex Legends Tidak Akan Segera Mati

Apex Legends
Dr Disrespect menyatakan Apex Legends lebih baik daripada Fornite dan Call of Duty: Warzone

Dalam salah satu live stream terbarunya di YouTube, Dr Disrespect telah berkomentar tentang Apex Legends yang telah memasuki season 14. Komentar itu dipicu oleh salah satu penontonnya yang bertanya apakah game battle royale besutan EA dan Respawn Entertainment itu akan segera mati.

“Jelas-jelas tidak,” jawab Dr Disrespect dilansir dari Comicbook, “Kurasa mereka [EA dan Respawn Entertainment] punya formula yang … mereka terapkan, dan mereka juga punya satu tim pengembang hebat yang mengerjakannya. Game itu [Apex Legends] konsisten berubah. Dan secara harfiah, [Apex Legends] game battle royale terkompetitif. Maksudku, pasti.”

Dr Disrespect telah membandingkan dengan game battle royale lain seperti Call of Duty: Warzone dan Fortnite. Menurutnya, keduanya tidak mampu mendekati tingkat yang berhasil dicapai Apex Legends sebagai game battle royale terkompetitif. Ia juga menambah pemain harus mengandalkan berbagai skill dalam setiap match Apex Legends.

Baca juga: Fortnite Hadirkan Kolaborasi Dragon Ball

Dirinya juga mengakui bahwa Apex Legends memiliki pendekatan “sistematis” pada ranked experience tanpa membawa “wild engagements” bagi publik.

Komentarnya Tidak Selalu Positif

Namun, ia tidak selalu bertanggapan positif terhadap Apex Legends. Sebelumnya, streamer berusia 40 tahun itu telah mengkritik game itu karena pemainnya mampu menggunakan shield secara berlebihan. Ia juga mengakui Apex Legends tidak selalu menyenangkan untuk ditonton.

Dr Disrespect Juga Mengembangkan Game

Dr Disrespect Deadrop
Deadrop, game shooter yang dikembangkan Dr Disrespect, menuai kritik

Sementara itu, Dr Disrespect juga sedang mengembangkan game FPS-nya sendiri. Game-nya itu berjudul Deadrop dan dideskripsikan sebagai vertical extraction shooter.

Sayangnya, begitu cuplikan gameplay awalnya muncul, warganet berbondong-bondong mengkritik tidak sesuai ekspektasi dan sama sekali tidak terasah. Warganet mengingatkan klaim Dr Disrespect bahwa Deadrop akan mengalahkan Call of Duty: Modern Warfare 2 yang akan rilis Oktober ini.

Meski citranya yang menuai kontroversi, begitu pula game buatannya yang memicu kritik, Dr Disrespect masih menguatkan citranya sebagai salah satu streamer game terkenal di dunia.

Majamojo Bersinergi dengan Chris John Foundation, Matangkan CSR Program Dukung Petinju Indonesia

GAMEFINITY.ID, Jakarta – MAJAMOJO, perusahaan joint venture dari Telkomsel melalui INDICO dan GoTo via PT Aplikasi Multimedia Anak Bangsa (AMAB), mulai menyasar aspek sosial dari produk game perdana miliknya, Boxing Star: KO Master, lewat program CSR yang akan bersinergi dengan Chris John Foundation.

Sebagai publisher game yang telah sukses menggandeng AGATE untuk perilisan Memories, game novel interaktif pertama di Asia Tenggara, Majamojo kini menggagas sejumlah program CSR yang ingin mengangkat harkat dan derajat para petinju di Indonesia, lewat kerja sama dengan sosok legenda tinju nasional, Chris John.

Lewat Boxing Star: KO Master, produk game pertamanya yang akan segera dirilis tanggal 18 Agustus 2022 bulan ini, Majamojo berharap bisa kembali menggairahkan dunia tinju di Indonesia yang sempat memiliki jajaran petinju nasional handal dan cukup disegani di kancah dunia. Seakan terlupakan namun sejarah telah mencatat tinta emas dan prestasi membanggakan sekaligus mengharumkan nama bangsa dari mereka.

“Boxing Star: KO Master menjadi pilihan game pertama kami karena mewakili kultur petinju di Indonesia yang harus memulai dari nol namun terus berjuang hingga bisa mencapai taraf petinju yang layak menyandang juara dunia!” tandas Jungwon Hahn, CEO Majamojo. “Kami bahkan membuat seluruh konten game sangat Indonesia banget agar pas selera gamer lokal, bahkan memudahkan akses kepada seluruh user global.”

Chris John Foundation sendiri merupakan yayasan non-profit yang didirikan oleh Chris John, sosok petinju nasional yang menjadi Juara Dunia dan bergelar Super Champion karena berhasil mempertahankan gelar lebih dari 10 kali berturut-turut.

“Minat pemuda dan anak muda Indonesia terhadap tinju sebenarnya cukup tinggi, namun kurangnya pembinaan dari usia dini hingga minimnya dukungan bagi karir petinju ke depannya bikin kekhawatiran sendiri bagi mereka,” ungkap Chris John, menyuarakan kemirisan rekan petinju yang kurang mendapat perhatian lebih. “Saya berharap adanya kepedulian, misalnya dari pihak swasta seperti Majamojo ini bisa terus menggalakkan program-program yang mendukung olahraga tinju di Indonesia, agar tetap melahirkan bakat petinju muda yang dapat bersinar di panggung dunia.”

Beberapa cakupan program yang bakal disasar antara lain adalah pembangunan sasana tinju, audisi dan seleksi, serta penjaringan atlet berbakat di daerah, yang menjamin eksistensi olahraga tinju. Termasuk kesejahteraan para petinju nasional yang dulu pernah mengukir prestasi membanggakan. Realisasi program CSR pertama sinergi Majamojo dan Chris John Foundation bisa segera terwujud di triwulan akhir tahun ini.

Konsep dasarnya dari program CSR yang akan diterapkan bisa berbentuk DONASI; yakni berupa pengumpulan dana berdasarkan persentase profit Majamojo dalam setahun, bentuk BEASISWA; yang diperuntukkan kepada program peningkatan kualitas petinju muda dan kesejahteraan petinju veteran berprestasi; lalu SUKARELA KARYAWAN, dengan bergotong royong membersihkan sasana tinju; termasuk PARTICIPANT EVENT, yang mengajak kontribusi user Boxing Star: KO Master dalam ragam event via sosial media.

#HidupkanTinju Indonesia, Jadilah JUARA TINJU di Boxing Star: KO Master!

Boxing Star: KO Master telah sukses merampungkan masa Praregistrasi (14 Juli – 17 Agustus 2022), termasuk periode CBT terbatas yang resmi berakhir tanggal 2 Agustus kemarin. Majamojo telah jadwalkan perilisan global pada tanggal 18 Agustus 2022 mendatang. Siapkan dirimu menjadi Juara Tinju di Indonesia, dan Boxing Star: KO Master!

“Bukan hanya sekedar game olahraga, tapi bagi kami Boxing Star: KO Master adalah suatu momen kebangkitan dari panggung tinju nasional, sekaligus menggairahkan kembali semangat para pecinta olahraga tinju di Indonesia,“ papar Jungwon, menegaskan misi perilisan Boxing Star oleh Majamojo. “Ke depannya, kami akan mendukung program pendidikan untuk bakat muda dan memberikan santunan kepada para petinju veteran di Indonesia yang kurang mampu keadaan ekonominya.“

Sebagai publisher yang ikut mewakili nama Indonesia, Majamojo ingin pula berkontribusi secara nyata pada kehidupan sosial dan kemasyarakatan melalui program CSR yang akan sejalan dengan produk-produk miliknya sehingga masyarakat secara luas dapat menikmati juga keuntungan perusahaan.

Pastikan semua teman seperjuangan kalian dari region global untuk bersatu kembali dalam ring tinju dan bertarung bersama lagi di Boxing Star: KO Master! Mari #HidupkanTinju Indonesia!!

Untuk info lebih lanjut, klik link di bawah ini:

Facebook:

https://www.facebook.com/boxingstar.majamojo

Instagram:

https://www.instagram.com/boxingstar.majamojo/