Category Archives: Game

Review Win 98 Simulator, Emulator OS Peringan Program Bawaan

GAMEFINITY.ID, Bandar Lampung – Win 98 Simulator atau Windows 1998 merupakan Emulator penjalan Operasi Sistem Windows 98 yang berjalan di Mobile, Android. Win 98 Simulator dirilis pada Maret 2019 yang diluncurkan oleh LR-Soft. Hadir untuk platform Mobile, Android.

Baca Juga : Review Postknight, Pocket RPG dengan Desain yang Mewah

Sinopsis Win 98 Simulator, Emulator OS Peringan Program Bawaan

Windows 1998 atau Windows 98 merupakan salah satu operasi sistem keluaran Microsoft yang berorientasi kepada konsumen.

Merupakan satu dari banyaknya operasi sistem Close-Source. Tidak lama setelahnya, hadir Windows 2000 atau dikenal dengan Windows Me padaa tahun 2000 yang menandakan sebuah permulaan milenial yang baru.

Win 98 Simulator menjadi saatu dari sekian banyak Emulator Windows yang menghadirkan operasi sistem versi 1998 di Mobile, Android.

Gameplay (9/10)

Review Win 98 Simulator
Gameplay – Review Win 98 Simulator, Emulator OS Peringan Program Bawaan

Win 98 Simulator merupakan Emulator Win 98 atau Windows 1998. Sebuah sistem operasi yang dikembangkan oleh Microsoft pada Mei 1998. Windows 98 kini dapat dijalankan tanpa harus instalasi sistem operasi tersebut kedalam perangkat kalian.

Sebenarnya Windows 98 Simulator bukanlah sebuah permainan yang pada umumnya memiliki genre dan gaya bermain yang hadir secara berbeda. Indows 98 hanyalah sebuah operasi sistem yang dikemas dalam bentuk program dengan mekanisme yang ringkas, namun teTap tidak menghilangkan citra dari operasi sistem itu sendiri.

Dalam Win 98 Simulator, pemain dapat merasakan sensasi menggunakan operasi sistem Windows 98 menggunakan perangkat Android, yang berarti operasi sistem ini berada pada perangkat dengan fisik yang dapat digenggam.

Walaupun bekerja sebagai Emulator Windows 98, aplikasi ini tidak mencakup segala akses dan fitur yang diberikan pada Windows 98 sepenuhnya. Hal ini dikarenakan bahwa perangkat genggam seperti Android cenderung sedikit sulit untuk kontrolisasi dan pemberian fitur full seperti pada operasi sistem aslinya.

Jadi itulah penyebab kenapa Win 98 Simulator hanya dapat menjalankan perintah-perintah umum saja. Beberapa perintah umum yang dapat diakses pengguna di Win 98 Simulator seperti, Browsing, Streaming, Painting, Wordpad, bermain game-game klasik, mengganti wallpaper desktop, dan banyak lagi.

Graphic (9/10)

Review Win 98 Simulator
Graphic – Review Win 98 Simulator, Emulator OS Peringan Program Bawaan

Sesuai dengan namanya, Win 98 Simulstor disajikan dengan visual ataupun interface yang cukup klasik. Lebih tepatnya, Win 98 Simulator hadir dengan user interface seperti pada operasi sistem Windows 98 bawaan Microsoft.

Tampil dengan user interface yang ramah, ringan, dan cukup comfortable. Walaupun begitu, hanya beberapa fungsi fitur yang dapat digunakan, dan beberapanya hanya berperan sebagai pelengkap ataupun hiasan.

Control (8/10)

Dalam pengoperasiannya, Win 98 Simulator memiliki mekanisme penggerak eksekusi maupun kontrol yang lebih baik dan sesuai dengan kondisi perangkat yang digunakan seperti Android.

Win 98 Simulator hadir di Mobile, lebih tepatnya hadir untuk Android. Mau tidak mau, Win 98 Simulator diadaptasi dengan menyesuaikan fungsi Touch Screen pada layar Android.

Pada pemanfaatannya, Win 98 Simulator hadir dengan 2 tipe kontrol, yaitu Cursor dan keyboard. Cursor sendiri hadir dengan model umumnya, berbentu arrow point. Dalam pengeksekusiannya, arrow tersebut dapat dikontrol sesuai dengan mekanisme kontrol pada mouse keras.

Hampir sama berfungsi sesuai dengan Mouse. Untuk melakukan Left-Click, pemain dapat dengan hanya melakukan Tap sekali saja, kemudia Double-Tap untuk melakukan pembukaan eksekusi suatu program.

Untuk Right-Click, dapat dilakukan dengan melakukan Tap pertama pada layar, kemudian disusul dengan Tap kedua dilayar, dan fungsi tersebut dapat bekerja sesuai perintah.

Hadir dengan logo keyboard di sudut kanan atas. Berfungsi sebagai pengaktif kontrol Keyboard untuk lakukan eksekusi seperti Shortcut ataupun mengetik lainnnya.

Addictive (9/10)

Review Win 98 Simulator
Addictive – Review Win 98 Simulator, Emulator OS Peringan Program Bawaan

Walaupun hanya berfungsi sebagai simulator penjalan operasi siste Windows 98, Win 98 Simulator memiliki daya dan tingkat adiktif yang cukup tinggi dan punya dampak positif lainnya.

Mungkin sedikit sulit untuk menggunakan fitur porgram My Computer pada simulator ini, teTapi untuk beberapa program lainnya cukuplah worth digunakan. Salah satu program yang sangat bermanfaat adalah Internet Explorer.

Internet Explorer sendiri merupakan program browsing bawaan Microsoft Windows. Dalam Win 98 Simulator, pemain dapat menjalankan fungsi streaming dan browsing sesuai mekanisme pada Win 98 yang disesuaikan.

Music (9/10)

Review Win 98 Simulator
Music – Review Win 98 Simulator, Emulator OS Peringan Program Bawaan

Hadir dengan Opening Sound yang cukup ikonik ketika membuka aplikasi Win 98 Simulator, selebihnya tidak ada yang diunggulkan dalam aspek Music.

Jika pemain ingin mendengarkan musik, Win 98 Simulator hadir dengan program bawaan didalamnya berupa WMP atau Windows Media Player.

Windows Media Player yang erupakan default program yang turut dihadirkan oleh Microsoft Windows selama beberapa generasi Windows. Memiliki fungsi untuk menjalankan file dengan format musik dan video.

Kesimpulan

Win 98 Simulator menjadi salah satu aplikasi Emulator yang cukup baik untuk bernostalgia dan kembali ke 24 tahun yang lalu. Berikut kelebihan dan kekurangan Win 98 Simulator yang dapat penulis sampaikan.

Kelebihan

Hadir dengan hampir sepenuhnya berfungsi dalam urusan interface dan program yang ada. Win 98 Simulator nyari mampu menjalankan semua program dan perintah eksekusi yang diberikan untuknya.

Salah satu keunggulan dalam menggunakan Win 98 Simulator terletak pada fungsi stream Youtube. Pemain dapat dengan nyaman dan tenang jika menggunakan Browser yang ada pada Win 98 Simulator untuk streaming Youtube.

Cukup berfungsi dengan sangat sempurna berkat adanya Internet Explorer. Karena user interface yang minimalis, membuat simulator ini bekerja dengan sangta baik dalam urusan perenderan. Iklan yang biasanya hadir di Youtube Mobile juga sedikit diminimalisir dan mudah dihindari.

Kekurangan

Setiap kelebihan pasti ada kekurangan, tidak terkecuali dengan Win 98 Simulator. Dibalik kelebihan yang cukup berguna sekali, Win 98 Simulator masih lah memiliki detail kecil yang kurang diperhatikan. Salah satu detail tersebut adalah tidak adanya fungsi Refresh hingga perubahan icon desktop.

Untuk Win 98 Simulator, Total Score yang dapat penulis berikan adalah 8,8.

Sekian Review Win 98 Simulator yang dapat penulis sampaikan.

Update informasi menarik lainnya seputar review game hanya di Gamefinity. Gamefinity.id menyediakan jasa pengisian top up dan voucher game dengan cara yang mudah dan pastinya terjangkau.

MPL S10 Dipastikan Tidak Ada Global Ban

GAMEFINITY.ID, Jakarta – MPL S10 atau kepanjangan dari Mobile Professional League 10 akan dimulai pada tanggal 12 Agustus dan selesai pada 23 Oktober 2022 mendatang. Pertandingan juga akan dilaksanakan secara offline. Namun belum dapat dipastikan lokasi event bergengsi tersebut akan dilaksanakan kedepannya menunggu keputusan akhir dari MPL Indonesia itu sendiri. Moonton menegaskan bahwa di Season 10 ini tidak akan ada sistem Global Ban, lho kok bisa?

Jadwal pertandingan MPL S10
MPL Season 10 akan dilaksanakan pada tanggal 12 Agustus s.d 23 Oktober 2022

Terbatasnya Waktu Selama Pelatihan Tim Menjadi Alasan Global Ban Tidak Diterapkan Pada MPL S10

Azwin Nugraha selaku Public Relation Manager dari Moonton Indonesia menjelaskan alasan global ban tidak akan diterapkan pada MPL S10 mendatang adalah keterbatasan waktu selama masa latihan yang hanya tinggal 12 hari sebelum acara tersebut dimulai “Karena durasinya itu tidak memungkinkan, karena ini akan berdampak besar kepada tim yang bertanding di  MPL ID. Jadi tim harus beradaptasi lebih dahulu. Soalnya kebijakan ini kan masih baru” ucap Azwin.

Baca juga: Pro Player Valorant Dituduh Jokikan Pacarnya Saat Turnamen

Hal yang sama juga diungkapkan oleh Yosephine Anjani, Esports Relationship Manager dari Moontoon Indonesia perihal tidak adanya global ban tersebut dan ia menambahkan kalau global ban hanya berlaku pada MDL Season 6. “MDL itu kan Development League, di mana jadi wadah buat pemain baru. Yang main bukan tim MPL, mereka melatih mental disana, jadi bisa training pemain baru untuk para pemain yang direkrut. Jadi kenapa Global Ban di sana, karena belum pernah terjadi nih di sini (Mobile legends). Jadi diuji coba dulu kita apakah cocok kedepannya (MPL ID). “ Jelasnya

Inilah Peraturan Terbaru Yang Bakal Diterapkan Pada Season 10 Mendatang, Akan Ada Pause?

Ada yang menarik nih di Season kesepuluh mendatang, masih ingat kasus pause yang waktu itu sempat terjadi di season 9 kemarin? Mengenai ini, Moonton akan menambah jumlah Referee atau wasit di atas Venue yang awalnya dua menjadi empat, di mana per-timnya akan dipantau masing–masing dua orang dengan tugas satu orang memegang HP sambil menonton pertandingan in game, dan satunya bertugas memantau pemain, PING, dan perangkat pertandingan.” Ujar Yosephine.

Selain itu, dilansir dari Revival TV selama pertandingan berlangsung, pemain dilarang melakukan komunikasi apapun terhadap sesama tim.  Jadi hanya wasit atau Referee saja yang boleh berbicara dengan pemain. Jika durasi tersebut diperpanjang, maka pihak MPL berhak mengizinkan komunikasi apapun diantara anggota pertandingan. Dan jika lebih dari 10 menit maka boleh kembali lagi berkomunikasi antartim.

Ada kemungkinan Global Ban bakal diterapkan pada MPL Season 11, jika ujicoba pada MDL 6 dianggap sukses.

Jadi sudah tahu kan mengapa MPL S10 masih belum berani melakukan global ban? Ikuti terus berita kami di Gamefinity.id

Call of Duty Dituduh Melakukan Plagiarisme

GAMEFINITY.ID, PATI – Plagiarisme memang bukan suatu tindakan yang baik. Selain mencuri ide dan karya orang lain, plagiarisme juga dapat membuat pemilik karya original merasa terpukul. Melihat karya yang dibuat dengan sungguh – sungguh diambil begitu saja oleh orang lain. Baru-baru ini Activision dilaporkan telah melakukan plagiarisme salah satu skin yang ada di Call of Duty: Vanguard.

Update Terbaru Call of Duty: Vanguard

Update terbaru Call of Duty: Vanguard mendatangkan Terminator T-800 Arnold Schwarzenegger dan T-1000 Robert Patrick. Selain itu di Seasons 4 ini mereka juga menghadirkan skin anjing Samoyed yang lucu nan menggemaskan untuk operator Kim Tae Young.

Call of Duty
Update Season 4 Call of Duty: Vanguard

Tuduhan Plagiarisme

Namun tak disangka skin anjing samoyed yang imut tersebut dilaporkan merupakan hasil dari plagiarisasi dari karya seorang artist independen dua tahun lalu. Menyusul tuduhan tersebut, Raven Software selaku developer Call of Duty: Warzone telah menghapus gambar yang merujuk pada skin Loyal Samoyed di situs web mereka. Kalian bisa lihat versi lama dari website Raven Software yang menyertakan skin Samoyed, dan telah diganti seperti ini.

Concept Artist Sail Lin mengunggah karya seni karakter, “Samoye Medical,” ke situs web ArtStation pada Desember 2019. Pada hari Jumat, artis tersebut melalui Twitter, mengatakan bahwa Activision dan Raven Software telah menjiplak karya tersebut tanpa menghubunginya.

“Walaupun saya juga pemain COD, saya sangat kecewa melihat karya saya dijiplak oleh perusahaan besar seperti Activision dengan cara seperti ini,” tulis artist tersebut. “Saya telah menghubungi Activision untuk penjelasan dan/atau kompensasi, dan mudah-mudahan situasinya segera diselesaikan. Sebagai seniman independen, saya hanya bisa melakukan seperti ini, dan saya harus berbicara hal ini untuk menghentikan agar tidak terjadi lagi di masa depan.”

Sail Lin menjelaskan kesamaan yang jelas antara karya seni Samoye Medical dan model skin Loyal Samoyed melalui tweet-nya. Masih belum jelas bagaimana Raven Software dan Activision menanggapi tuduhan tersebut.

Tuduhan plagiarisme di industri game bukanlah hal yang baru lagi. Ambil contoh yang belum lama ini yaitu tuduhan riot games kepada mobile legends yang sampai saat ini masih dalam proses pengadilan.

Bagaimana menurut kalian? Apakah skin Samoyed Loyal benar merupakan hasil plagiarisme?

Bug di The Sims 4 Picu Sim Ingin Lakukan Incest!

GAMEFINITY.ID, Bandung The Sims 4 telah hadirkan free update pada 26 Juli lalu, dua hari sebelum perilisan expansion pack High School Years. Update tersebut dapat dikatakan sebagai satu lagi major update semenjak The Sims 4 memperkenalkan berbagai fitur baru.

Salah satu fitur barunya adalah wants and fears yang menggantikan sistem whim (wants and fears sebelumnya digunakan di The Sims 2 dengan sistem berbeda). Hadirnya body hair (bulu badan), sexual orientation (yang sayangnya tidak bisa dimatikan), curved wall, dan UI phone baru ikut menemani dalam major update tersebut.

Sayangnya, free update tersebut ikut menghadirkan bug yang menganggu kenyamanan dalam pengalaman gameplay.

Sungguh! Bug di The Sims 4 Picu Sim Ingin Lakukan Incest

Pemain tidak salah membaca judulnya. Benar, salah satu bug yang muncul di free update The Sims 4 ternyata picu sim ingin lakukan hubungan dengan anggota keluarga sendiri, atau lebih tepatnya incest. Hal ini tentunya memicu ketidaknyamanan pemain dalam menikmati The Sims 4 seperti biasa.

The Sims 4 incest want
Contoh screenshot yang menampilkan sim ingin melakukan hubungan incest

Berbagai pemain The Sims 4 mengeluhkan hal ini di berbagai media sosial, terutama Reddit. Contohnya, salah satu dari pemain menunjukkan sim laki-laki buatannya ingin mengencani sim saudari kembarnya. Lebih parahnya lagi, ada sim perempuan elder yang ingin memulai hubungan romantis dengan putranya sendiri!

Menurut beberapa pemain The Sims 4, bug incest ini dipicu oleh munculnya sistem wants and fears. Parahnya, melakukan hubungan incest menjadi salah satu wants yang ingin dilakukan sim.

Baca juga: The Sims 4 Ungkap Expansion Pack Bertema Masa SMA

Sim Alami Rapid Aging!

Bukan hanya bug yang picu keinginan sim untuk lakukan hubungan incest, pemain juga mengeluhkan sim mereka mengalami rapid aging dalam beberapa menit. Berarti sim dapat tumbuh menjadi lebih tua dan cepat mengalami death. Toddlers menjadi teens terlalu cepat, adult menjadi elder tidak seperti seharusnya, dan elder langsung mati sebelum waktunya.

Bug ini hanya terjadi saat pemain telah menge-set long lifespan pada options. Tentu saja ini satu lagi keluhan menganggu bagi pemain The Sims 4 yang telah bersusah payah menikmati sim-nya tumbuh secara perlahan.

Ini Tanggapan Tim Pengembang!

The Sims 4 bug fixes in work
Dikonfirmasi melalui home screen The Sims 4, bug fixes sedang dalam pengerjaan

Tim pengembang telah memperhatikan keluhan tentang bug incest dan rapid aging dan tengah menyelidikinya. Mereka juga memastikan mereka sedang mengerjakan untuk membasmi kedua bug tersebut di bug fix yang sama. Hal ini menjadi konfirmasi bahwa incest bukan menjadi fitur resmi The Sims 4.

Khusus mengatasi rapid aging, untuk sementara, akun Twitter resmi The Sims 4 merekomendasikan agar pemain menge-set lifespan menjadi normal di options.

Ini menjadi satu lagi kabar buruk bagi pemain The Sims 4. Akhir-akhir ini, baik itu update atau DLC di The Sims 4 muncul dengan berbagai bug bertebaran. Contohnya, game pack The Sims 4: My Wedding Stories muncul dengan banyak bug saat perilisannya. Semoga EA dan Maxis dapat mengatasi bug ini secepatnya.

Kabar update terbaru tentang The Sims hadir di Gamefinity. Dukung terus game kesayangan kalian dengan cara top up dan voucher game kesayangan kalian dengan proses mudah dan harga yang murah hanya di Gamefinity.id.

Review Just Cause 2: Map Cantik di Game Lawas

GAMEFINITY.ID, Kota Batu – Just Cause 2 merupakan sebuah sekuel dari serial game yang memiliki konsep open world. Banyak orang membandingkan game Just Cause dengan seri Grand Theft Auto. Namun, perbandingan tersebut tidak setara karena Just Cause lebih mengusung gameplay yang menghibur dan tidak terkesan realistis.

Just Cause pertama kali diluncurkan pada tahun 2006 oleh Avalanche Game sebagai pengembang. Game pertama tersebut menerima tanggapan yang kurang baik dari para pemainnya.

Beberapa tahun setelahnya, tepatnya pada tahun 2010, Avalanche Game merilis sekuel Just Cause terbarunya, yaitu Just Cause 2. Kali ini, Just Cause 2 dipasarkan oleh Square Enix.

Berbeda dengan game pertamanya, Just Cause 2 mendapat banyak pujian terkait dengan kualitas grafis yang ditawarkan. Menggunakan Havok Engine dan Avalanche Engine 2.0 membuat game ini memiliki grafis yang berkualitas.

Yuk, langsung saja ke pembahasannya!

Tampilan Interface Just Cause 2

Just Cause 2 Main Menu | Personal Archive
Tampilan Main Menu dari Just Cause 2 | Personal Archive

Ketika awal memasuki permainan, kita akan disuguhi oleh berbagai logo yang membangun game ini. Mulai dari Havox Engine, Nvidia PhysX, hingga penerbitnya yaitu Square Enix dan pengembangnya Avalanche Studio.

Memasuki main menu tampak tampilan dari menu tersebut terkesan rapi dan bergaya khas game AAA. Tampilan tersebut memudahkan para pemain untuk mengatur segala hal sebelum permainan dimulai.

Suara yang dihasilkan saat transisi pilihan juga terkesan enak didengar dan cocok dengan tema yang ada pada main menu.

Dalam permainan punya cerita yang berbeda. Tampilan data sang tokoh Rico terkesan lengkap namun kelihatannya terlalu kecil bahkan untuk layar sebesar 14 inci. Interface pada PDA juga terkesan ribet karena harus bergabung dengan peta dunia yang sangat luas.

Admin Rating: 7/10 (Tampilan menu bagus, namun masih kurang optimasi saat dalam permainan)

Story dalam Just Cause 2

Just Cause 2 Story | Personal Archive
Sebuah Cutscene di Sebuah Misi pada Game Just Cause 2 | Personal Archive

Ya, game ini memiliki sebuah cerita. Seorang agen organisasi rahasia bernama Rico Rodriguez dikirimkan oleh organisasinya untuk mengevakuasi seseorang dari pulau negara tropis bernama Panau. Negara Panau ini saat itu sedang mengalami masa-masa coup d’état atau biasa disebut kudeta oleh pihak militer.

Rico disini ditugaskan untuk menyelamatkan orang tersebut, mendapatkan informasi, dan menghancurkan rezim militer yang berkuasa. Uniknya, untuk melanjutkan cerita lebih jauh, para pemain diwajibkan untuk menyebabkan chaos dengan mensabotase camp militer. Setelah itu barulah terdapat misi yang dapat melanjutkan cerita di Just Cause 2.

Meski begitu, ketika bermain game ini, terkadang pemain akan lupa bila ada cerita tentang latar belakang Rico di game ini. Hal ini disebabkan oleh sistem eksplorasi unik yang terlalu mendominasi permainan ini. Selain itu, perkembangan cerita juga dapat terbilang lambat dan dibarengi dengan cutscene yang sama sekali tidak membuat tertarik.

Admin Rating: 5/10 (Saking membosankannya untuk mengikuti cerita, lebih asik melakukan eksplorasi)

Baca Juga: The IDOLM@STER Shiny Festa, Jadi Produser Agensi Bakat 765

Gameplay Just Cause 2

Just Cause 2 Map | Personal Archive
Tampilan Keseluruhan Peta pada Just Cause 2 | Personal Archive

Seperti yang dikatakan sebelumnya, sisi eksplorasi di game inilah yang membuat nama Just Cause dikenal. Para pemain akan diberikan map kosong di awal permainan dan ditugaskan untuk berkunjung ke beberapa tempat untuk memperlihatkan nama tempat tersebut.

Selain itu, sistem travel di game ini juga dapat dikatakan membuatnya seru. Mulai dari grappling hook, parasut, hingga ratusan jenis kendaraan yang dapat dikendarai.

Kepulauan Panau menjadi latar dari game ini. Kepulauan ini memiliki beberapa iklim berbeda, seperti pegunungan salju di tengah, hutang tropis di pinggiran, dan gurun pasir di sebuah pulau yang terletak pada barat daya.

Berbicara dengan map dan tempat eksplorasi, game ini menawarkan map berukuran lebih dari 1.000 kilometer persegi. Sebagai perbandingan, game GTA IV yang rilis di generasi yang sama hanya memiliki map seluas 16 kilometer persegi. Angka tersebut juga tidak dapat dibandingkan dengan map GTA: SA yang hanya punya luas 38,2 kilometer persegi. Namun tenang, dengan map yang luas game ini sudah punya sistem quick travel ke destinasi yang sudah dieksplorasi sebelumnya.

Dengan sisi eksplorasi yang menojol, sisi lainnya banyak yang masih dirasa kurang. Meskipun termasuk game action shooter, Just Cause 2 memiliki varian senjata yang sedikit. Ditambah lagi feels menembak yang agak kacau khususnya pada senjata SMG dan Revolver.

NPC juga menjadi masalah tersendiri. Pasalnya, NPC di game ini terkesan hanya diprogram untuk berjalan dan berlari. Bahkan, polisi dan tentara di game ini hanya punya kelebihan menembak senjata dengan sistem AI yang sama. Sementara pasukan elit sama seperti polisi namun dengan health yang lebih tebal.

Admin Rating: 8/10 (Sistem eksplorasinya patut diapresiasi, namun masalah AI dan gameplay lainnya masih kurang)

Grafis

Parachute Just Cause 2 | Personal Archive
Terbang Menggunakan Parasut Sambil Melihat Pemandangan | Personal Archive

Dapat dikatakan grafis game ini memukau untuk tahun 2010. Shader dapat di-render dengan baik, detail kecil seperti fisik pohon dan ledakan juga diperhatikan oleh sang pengembang. Tekstur dari game ini juga terkesan jelas meskipun dilihat dari jauh.

Dan yang paling penting adalah, optimalisasi dari game ini sudah di luar nalar. Dengan grafis yang memukau dan tingkat render lingkungan yang jauh, game ini mampu berjalan di perangkat low-end sekalipun dengan sangat baik. Hanya saja yang kurang adalah kendaraannya yang sekalinya pergi dari pandangan biasanya langsung hilang.

Admin Rating: 10/10 (Kelebihan grafis di game ini mampu menutupi kekurangannya di hal lain)

Audio

Musik terdengar bagus dan cocok untuk berbagai situasi. Suara lingkungan dan alam sudah dapat dikatakan pas. Namun, yang perlu diperhatikan adalah suara karakter.

Selain sang tokoh utama, Rico, seluruh suara dalam karakter ini terkesan garing dan tanpa penjiwaan. Khususnya bagi karakter dengan bahasa inggris aksen melayu. Suara mereka seperti datar dan tanpa penjiwaan sama sekali. Satu lagi, suara kendaraan di game ini monoton parah. Meski beragam, jarang kendaraan yang punya suara unik dalam game ini.

Admin Rating: 6/10 (Salah satu kelemahan dari Just Cause 2 adalah di aspek ini)

Baca Juga: Dark Souls 3 Kembali Mendapat Update baru

Addictivity

Berbicara tentang replayability, game ini dapat dibilang hanya worth untuk ditamatkan sekali. Akan tetapi, bila sebuah progress permainan belum 100%, maka game ini sepertinya masih layak dimainkan mengingat adanya Steam achievement di game ini.

Admin Rating: 6/10

Worthiness

Just Cause 2 merupakan sebuah game berbayar di Steam. Base price game ini berkisar di harga Rp. 107.299,00. Harga tersebut termasuk mahal untuk game berusia 12 tahun.

Namun, ketika ada sale, harga game ini bisa anjlok di harga Rp. 10.729,00. Kalau di harga promo, tentu game ini dapat dikatakan sangat worth untuk dibeli. Apalagi DLC milik game ini hanya berharga di sekitar Rp. 5.000,00 per item saat sale.

Admin Rating: 9/10 (Hanya saat sale, jangan beli di harga penuh)

Kesimpulan

Just Cause 2 merupakan sebuah game yang menonjol dari sisi grafis dan sistem eksplorasi. Meski punya 2 hal yang menjadi nilai jual, game ini masih banyak hal yang perlu dibenahi seperi di sisi audio, mekanisme shooting, dan AI di dalam game-nya. Di harga promo, game ini merupakan salah satu pilihan game ketika uang terbatas.

Admin Total Rating: 7.5/10

Jepang dan Kontribusinya dalam Industri Game

GAMEFINITY.ID, Kota Batu – Berbicara mengenai peran sebuah negara dalam industri game, tentu saja Jepang menjadi salah satu yang paling berpengaruh dan terkenal. Saking terkenalnya, Jepang menjadi kiblat game di benua Asia, setidaknya hingga berbagai game free-to-play asal Tiongkok mulai menyerang pasar.

Arkade Jepang | Tokyoesqe
Suasana Pusat Arkade di Jepang | Tokyoesqe

Meski sudah melewati masa emasnya di tahun 1980 hingga 1990-an, Jepang saat ini masih menjadi rumah dari industri game di Asia. Mulai dari konsol, game, pengembang, hingga beberapa tradisi yang masih ada hingga saat ini.

Sejarah Awal Kontribusi Jepang dalam Industri Video Game

Jepang dan game memulai hubungannya di tahun 1966 dengan Sega yang merilis sebuah game berjudul Periscope. Game tersebut merupakan sebuah game simulasi yang mengsimulasikan kapal selam. Pada tahun 1969, Sega memperkenalkan teknologi rear image projection dan salah satu game yang menggunakannya adalah Duck Hunt milik Nintendo.

Dekade 1970-an dan 1980-an merupakan perkembangan pesat Jepang dalam produksi game arkade milik mereka. Sega merilis game arkade Pong milik mereka di AS untuk pertama kalinya pada 1972.

Namun, langkah terbesar bagi industri game di Jepang adalah saat kesuksesan Space Invader di pasaran pada tahun 1978. Selain menjadi langkah awal Jepang di industri game, Space Invader juga menjadi tonggak awal dari masa keemasan game arkade di tahun 1980-an tidak hanya di Jepang, namun juga di berbagai belahan dunia.

Setelah kesuksesan Space Invader, banyak game Jepang lainnya yang juga mengalami kesuksesan dan menjadi terkenal. Sebut saja Galaxian, Pacman, dan Bosconian yang juga hadir sebagai game arkade. Dengan terkenalnya berbagai game tersebut, nilai industri game di dunia mencapai angka US$8 Milyar (setara US$23,8 Milyar di tahun 2021).

Fun Fact: Terdapat sebuah teori urban legend bahwa kelangkaan uang 100 Yen di tahun 1980-an disebabkan oleh suksesnya berbagai game arkade. Karena kejadian tersebut, produksi uang koin pecahan 100 Yen terpaksa ditingkatkan.

Baca Juga: K-On! After School Live, Simpel Rhythm Anti Wayang Club

Kontribusi Jepang dalam Industri Game dari Tahun 1980 sampai Milenium Baru

Awal dekade 1980 menjadi tahun rilisnya konsol handheld pertama yang diproduksi oleh Nintendo, yaitu Game & Watch yang didesain oleh Gunpei Yokoi. Berbicara mengenai konsol, Nintendo juga lah yang mencetuskan ide untuk membuat konsol rumahan berbasis kartrid, yaitu Famicom atau Family Computer. Konsol tersebut mampu menjalankan game arkade seperti Donkey Kong.

Pada tahun 1988 Nintendo menyempurnakan Famicom miliknya dengan merilis Nintendo Entertainment System atau NES. NES lah yang membawa Nintendo melewati Toyota sebagai perusahaan terbesar di Jepang pada tahun 1990.

Banyak yang mengira NES akan menjadi sebuah konsol angin-anginan karena terjadinya fenomena video game crash di tahun 1983 yang membuat industri game turun nilainya. Namun, prediksi tersebut terbukti salah karena faktanya, NES terjual sebanyak 60 juta unit di seluruh dunia. Larisnya NES didukung oleh berbagai game legendaris seperti Super Mario Bros, Metroid, dan Legend of Zelda.

Selain Nintendo, Sony adalah perusahaan lainnya yang bergelut dalam pasar konsol rumahan. Pada awalnya Sony bekerja sama dengan Nintendo untuk merilis PlayStation. Namun, mereka berhenti bekerjasama dan membuat konsol PlayStation milik mereka sendiri yang berbasis CD.

Konsol milik merekalah yang justru laris di pasaran. Selain teknologi yang lebih maju, kesuksesan PlayStation juga dibantu beberapa game terkenal dan fitur lainnya. Hingga saat ini, kedua perusahaan tersebut, Nintendo dan Sony, masih merilis konsol milik mereka masing-masing. Walau begitu juga ada perusahaan seperti Sega dan Atari yang mundur dari pasar konsol.

Negeri Sakura di Industri Game Modern

Seperti yang disebutkan sebelumnya, Sony dan Nintendo masih melanjutkan pembuatan konsol mereka. Hingga saat ini, mereka berdualah yang menguasai pasar konsol dengan hanya satu kompetitor setara, yaitu Xbox milik Microsoft. Bahkan, PlayStation2 masih memegang rekor sebagai konsol terlaris di dunia dan mengalahkan Xbox di tanah kelahirannya, AS.

Selain dalam pasar konsol, Jepang juga berkontribusi dalam pengembangan video game itu sendiri. Jika kalian pernah bermain game, tentunya kalian pernah bermain game asal Jepang yang ikonik dan terkenal.

Kalau kalian kira game tersebut adalah game “gacha waifu” seperti saat ini, maka kalian salah besar. Karena sebenarnya, developer asal Jepang di zaman dulu menggunakan media game sebagai media untuk menunjukkan performa terbaik mereka. Pengembang seperti Nintendo, Sega, Capcom, Konami, Square Enix, dan yang lain memiliki game ikoniknya masing-masing

Kita ambil contoh game sejuta umat di konsol seri PlayStation, Resident Evil milik Capcom. Seri tersebut mencapai puncak kejayaannya saat RE4 rilis. Dengan grafis yang terkesan “wow” di zamannya, mekanisme menantang, dan penokohan yang pas, hal-hal tersebut menjadikan RE4 menjadi salah satu game terbaik sepanjang sejarah.

Konami, perusahaan yang saat ini menjadi sebuah lelucon dalam industri game juga memiliki berbagai game ikoniknya di masa lalu. Contohnya adalah Winning Eleven yang masih berlanjut dengan nama Pro Evolution Soccer dan berganti lagi menjadi eFootball. PES hingga saat ini menjadi salah satu dari hanya dua game sepakbola terkenal yang dipublikasi selain FIFA milik EA.

Baca Juga: Review Stray, Menilik Dunia Distopia Dari Perspektif Berbeda

Berbicara dengan inovasi, kesempurnaan, dan detail kecil, kita tidak dapat melupakan sang legenda Hideo Kojima. Seri Metal Gear Solid miliknya selalu mengalami kesuksesan. Nilai jual utamanya adalah teknologi yang digunakan yang selalu selangkah lebih maju. Hal tersebut bisa datang dari detil kecil di sebuah game ataupun grafis yang lebih memukau.

Dan untuk yang lain sebut saja Sega dengan Sonic miliknya yang sudah terkenal bahkan dijadikan animasi dan film. Square Enix tidak lupa, dengan seri Final Fantasy milik mereka yang sukses, awalnya sebagai proyek terakhir sebelum bangkrut malah keterusan.

Penutup

Sebenarnya masih banyak yang dapat dibahas, namun bila dibahas semua maka artikel ini tidak tahu akan berakhir kapan dan pembaca mungkin akan cepat bosan. Intinya, kontribusi Jepang di industri game sudah berlangsung sejak lama. Mulai dari zaman arkade hingga zaman modern.

Hingga saat ini masih banyak game asal Jepang yang legendaris. Selain yang telah disebutkan di atas masih ada berbagai game fighting seperti KoF dan Tekken. Lalu ada juga game hack and slash semacam Devil May Cry yang juga sukses di pasaran.