Category Archives: Game

Apa yang Dibutuhkan oleh Developer Indonesia untuk Bersaing?

GAMEFINITY.ID, Kota Batu – Indonesia, negeri kita tercinta yang para penduduknya sudah tidak asing lagi dengan game, khususnya para anak muda. Kita dapat melihat banyak orang dari berbagai kalangan bermain game dimanapun dan kapanpun. Mulai dari para pemuda yang main bareng di kafe pinggir jalan, hingga para pemain PC yang bermain di warnet ataupun di kamarnya sendiri. Serta para developer Indonesia yang masih berjuang.

Namun, di antara banyaknya para pemain dan penikmat game di Indonesia, ada satu hal yang seperti menghilang. Dapat dikatakan bahwa mereka bukan menghilang, tetapi tidak dianggap. Ya, hal tersebut adalah para pengembang atau developer asal Indonesia.

Beberapa game buatan developer Indonesia mengalami kesuksesan bahkan di kancah internasional. Sebut saja DreadOut dan Coffee Talk di pasar PC, serta Epic Conquest, Mini Racing Adventure di kancah Mobile. Yang lain? Antara sukses di pasar lokal, atau tenggelam karena pasar yang dimasuki punya saingan kuat atau ketinggalan zaman.

Lalu, apa yang dapat dilakukan developer Indonesia untuk dapat bersaing khususnya di pasar internasional? Atau bahkan, dapat berdiri di jajaran beberapa game terbaik di dunia.

Kesalahan Developer Indonesia dalam Memilih Pasar Persaingan

Lokapala Developer Indonesia | Medcom.id
Lokapala, Game MOBA Mobile Asal Indonesia | Medcom.id

Banyak developer asal Indonesia salah dalam memilih pasar persaingan. Contoh paling jelasnya adalah Lokapala. Lokapala merupakan sebuah ambisi serius dari developer Indonesia untuk turun di ranah MOBA Mobile dan sukses di negara sendiri. Namun, yang menjadikan hal tersebut hanya sebuah idealisme yang susah terwujud adalah pasar yang dimasukinya.

Seperti yang kita tahu pasar MOBA Mobile di Indonesia dikuasai oleh Mobile Legends. Dengan kondisi saat ini, penguasaan tersebut sudah berada di level sangat sulit untuk dipatahkan. Namun, satu alasan Lokapala untuk eksis, yaitu untuk mencoba menguasai pasar teramai di Indonesia dengan game buatan lokal.

Seharusnya, para developer memiliki ide untuk dapat memilih pasar lain yang memiliki potensi sama, namun dengan saingan yang masih belum terlalu kuat. Contohnya adalah Citampi Stories, mengusung tema simulasi kehidupan di platform mobile yang sukses di pasar lokal. Hal ini dapat dicapai berkat sedikitnya saingan mereka di pasar tersebut. Alasannya, adalah game tersebut merupakan game gratis dan juga ramah untuk dimainkan pada low spec phone, tidak seperti para pesaingnya.

Baca Juga: Review Otherworld Legends, RPG Isekai Berpadu Martial Arts

Developer Indonesia Membutuhkan Dana

Ya, hal ini merupakan hal terpenting yang menjadi masalah besar. Tidak adanya budget melimpah membuat para developer Indonesia harus berjuang di segmentasi pasar game yang lebih rendah.

Terbatasnya budget dari pengembangan game juga berdampak pada kualitas game yang dihasilkan. Kurangnya orang dalam tim, kurangnya resources yang dibutuhkan, dan kurangnya teknologi adalah beberapa konsekuensinya.

Mencari investor adalah salah satu jalan untuk keluar dari keterbatasan ini. Akan tetapi, mencari investor yang benar-benar punya passion dalam pengembangan game dan tidak melulu tentang uang adalah hal sulit.

Pada akhirnya, bukan berarti dengan kurangnya budget ini para developer Indonesia harus menyerah. Ada satu jalan lain, yaitu mengembangkan sebuah game indie. Game indie dibuat dengan keterbatasan, entah terbatasnya tenaga ataupun uang. Game seperti Coffee Talk adalah contoh dari game indie Indonesia yang mampu menembus pasar global. Namun, ada hal yang perlu diperhatikan kembali.

Kurangnya Inovasi

Coffee Talk Developer Indonesia | KASKUS
Gameplay dari Game Coffee Talk | KASKUS

Bila membahas game indie, kita pasti akan menemukan sebuah pengertian yang sama secara garis besar. Yaitu, berbagai game yang dikembangkan dengan dana atau resources terbatas, namun masih dapat berinovasi. Inovasi tersebut dapat datang dari gaya grafis ataupun playstyle.

Kita ambil contoh Coffee Talk tadi, salah satu game indie Indonesia buatan Toge Production. Game tersebut memiliki review sangat positif dari para pemain. Lebih dari 5,000 pemain memberikan tanggapan baik. Lalu apa inovasi yang diberikan?

Baca Juga: Naraka Bladepoint Tambah Mode Crossover Fall Guys

Inovasi tersebut terletak pada gameplay yang masih terkesan jarang digunakan. Ditambah lagi dengan cerita yang cantik buatan Almarhum M. Fahmi Hasni dan art style yang sederhana namun unik. Kedua hal tersebut sudah dapat menjadi dua tonggak inovasi yang dapat menjadi tolok ukur dari bagusnya game indie.

Toge Production dapat menjadi salah satu contoh untuk developer lainnya dalam berkarya. Berfokus pada pengembangan dan inovasi demi sebuah game yang dapat memuaskan para pemain. Karena inovasi tersebutlah yang akan membawa nama Indonesia dalam industri game internasional.

Penutup

Sebagai penutup, disini saya ingin menyampaikan suatu hal. Bahwa lebih dari 200 juta oorang di Indonesia, pasti ada yang memiliki bakat dalam proses pembuatan game. Saya percaya bahwa game Indonesia dapat terus berkembang dan nantinya akan bersaing di pasar internasional.

Yang perlu diingat lagi adalah, bahwa game sama halnya dengan karya seni. Game dibuat dengan passion dan bukan hanya untuk meraup keuntungan semata. Mungkin pernyataan tersebut sudah tidak relevan. Akan tetapi, berkaca dengan sejarah game legendaris, faktanya mereka dibuat dengan passion dan semangat dari developer-nya. Semangat tersebutlah yang harus dibawa para developer Indonesia untuk memajukan game dalam negeri.

Bawalah gelar “Game Buatan Lokal” bukan hanya sebagai pemanfaatan overproud, tapi bawalah gelar tersebut menjadi sebuah gelar terhormat di dalam negeri dan di mata dunia.

Alasan PC dan Laptop akan Mahal, Harga CPU Intel Bakal Naik!

GAMEFINITY.ID, Bandung – Intel telah mengumumkan pada konsumennya bahwa mereka akan menaikkan harga mayoritas produk CPU dan chip-nya. Kenaikan harga ini akan diterapkan sebelum akhir tahun. Keputusan Intel ini menyusul Samsung yang menaikkan harga microchip-nya sebesar 20 persen. Perusahaan microchip raksasa asal Taiwan TSMC juga akan menaikkan harga produknya.

Dilansir Nikkei Asia, Intel akan menaikkan harga produk CPU flagship-nya beserta chip lain, termasuk chip untuk Wi-Fi dan konektivitas lainnya. Kemungkinan besar, harga PC dan laptop juga akan naik selama periode liburan.

Harga beberapa chip dapat naik hingga lebih dari 20 persen. Namun, Intel masih belum menentukan harga pastinya.

Pemicu Kenaikan Harga CPU Intel?

Intel
Ilustrasi chip Intel

Intel telah mengatakan kenaikan harga produk CPU-nya dipicu oleh inflasi yang masih berlangsung. Menurut mereka, naiknya biaya produksi dan bahan, pengiriman, dan tenaga kerja juga menjadi faktor keputusan ini.

“Pada earning call Q1, Intel mengindikasikan akan menaikkan harga di segmen bisnis tertentu karena tekanan inflasi,” tutur perwakilan Intel pada Nikkei Asia.

Baca juga: Alasan AMD Perlu Merilis Ryzen 5 5600X3D

Pasar PC Turun Drastis

Gartner mencatat total penjualan PC di seluruh dunia sebesar 72 juta unit pada kuartal kedua 2022. Angka itu turun 12,6 persen dari kuartal kedua 2021. Tidak hanya itu, mereka melaporkan pasar PC global mengalami penurunan terbesar dalam sembilan tahun. Salah satu penyebabnya adalah masalah geopolitikal seperti invasi Rusia terhadap Ukraina. Tekanan inflasi dalam daya beli dan penurunan permintaan drastis terhadap Chromebook juga menjadi pemicunya.

Padahal sebelumnya, pasar PC global meningkat pesat selama dua tahun pertama pandemi. Namun, harga energi, bahan bakar, dan pangan juga meningkat akhir-akhir ini, ditambah lagi konsumen mulai menghabiskan lebih banyak waktu di luar rumah kembali.

Karena pengumuman naiknya harga produk CPU dari Intel, kemungkinan besar harga laptop dan PC baru akan semakin mahal. Sementara itu, Intel dikabarkan akan merilis CPU “Raptor Lake” Generasi ke-13 untuk PC dan laptop pada antara Q4 2022 dan Q1 2023. Kemungkinan besar, produk CPU terbaru Intel itu akan berharga lebih tinggi.

Apex Legends Gelar Gaiden Event Bertema Anime

GAMEFINITY.ID, Bandung Apex Legends telah mencapai separuh dari season 13-nya. Kini mereka akan memulai paruh kedua dari season 13 dengan Gaiden Event pada 19 Juli nanti. Secara mengejutkan, pemain bisa mendapatkan berbagai item cosmetic yang terinspirasi dari anime.

Ada Berbagai Item Skins Bertema Anime

Menurut laman resminya, terdapat 40 item cosmetic yang bisa didapat selama event berlangsung. Berbagai item tersebut terinspirasi oleh berbagai franchise anime dan manga populer. Legend favorit pemain dapat berpakaian seperti karakter anime favorit dan ikonik dengan weapon skin dan banner frame.

Laman resmi dari Apex Legends telah memamerkan empat contoh karakter yang mendapat skin legendary terinspirasi oleh anime itu, di antaranya Wattson, Octane, Revenant, dan Mirage.

Apex Legends Gaiden Event Mirage Deku
Skin legendary Mirage terinspirasi My Hero Academia

Skin legendary Mirage terinspirasi oleh Deku dari My Hero Academia. Terdapat juga weapon skin untuk Wingman Pistol.

Apex Legends Octane Luffy
Skin legendary Octane terinspirasi One Piece

Skin legendary Octane sangat jelas mengambil inspirasi dari Monkey D. Luffy dari One Piece. Weapon skin-nya untuk EVA-8.

Apex Legends Wattson Naruto
Skin legendary Wattson terinspirasi Naruto

Skin legendary Wattson menyerupai Naruto Uzumaki dari Naruto. Skin weapon-nya untuk Charge Rifle

Apex Legends Revenant Evangelion
Skin legendary Revenant terinspirasi dari Evangelion

Skin legendary Revenant dibuat mirip dengan mecha di Neon Genesis Evangelion. Skin weapon-nya untuk Flatline AR.

Pemain dapat memperoleh skin legendary seperti keempat contoh di atas dengan membeli Gaiden Event Packs. Packs tersebut telah akan termasuk satu item Gaiden Event (tidak ada duplikat) dan dua item event acak. Pemain juga dapat melakukan craft menggunakan Crafting Metals.

Apex Legends Bangalore Apex Commander
Skin prestige Bangalore “Apex Commander” (Third tier)

Setelah berhasil mendapat semua item skin yang terinspirasi oleh anime selama event berlangsung, pemain akan mendapat skin Prestige kedua untuk Bangalore, “Apex Commander”. Skin tersebut akan hadir dalam tiga tier, masing-masing dengan tampilan berbeda. Untuk mendapatkan ketiganya, pemain harus menyelesaikan berbagai tantangan menggunakan Bangalore.

Apex Legends juga akan menghadirkan tab Special Offers untuk berbagai penawaran menarik. Salah satunya item Loba Edition Bundle yang hadir kembali.

Mode Armed and Dangerous Kembali di Apex Legends

Gaiden Event juga menghadirkan kembali mode Armed and Dangerous di Apex Legends! Mode waktu terbatas itu sebelumnya diperkenalkan dalam event Voidwalker pada 2019. Aturannya, pemain hanya diperbolehkan menggunakan sniper rifle dan shotgun sebagai senjata. Loot juga akan cukup sulit untuk didapat selama gameplay mode tersebut.

Khusus Gaiden Event kali ini, World’s Edge, Olympus, dan Storm Point masuk dalam map rotation Armed and Dangerous.

Baca juga: Apex Legends Mobile Ungkap Update Season 2, Distortion!

Gaiden Event Juga Hadirkan Reward Weekly Challenge Track di Apex Legends

Apex Legends Gaiden Event Weekly Challenge Track Rewards
Berbagai reward di Weekly Challenge Track

Event ini juga mengadakan dua tantangan unik yang masing-masing akan hadir per minggu. Pemain bisa meng-unlock setiap reward limited sebagai berikut:

  • 19-26 Juli 2022: Fuse’s Down Thunder Epic Skin, Bionic Buddy Gun Charm, dan Epic 3030 “Cloudburst” Skin
  • 26 Juli-2 Agustus 2022: OK Holospray. satu Gaiden Event Pack, dan satu Apex pack

Jadilah VTuber Menggunakan Salah Satu Dari Tiga Avatar Legend Favorit!

Apex Legends Vtuber
Pemain dapat menggunakan avatar Legend favorit untuk menjadi Vtuber!

Bagi pemain yang suka streaming selama bermain, Apex Legends menghadirkan update yang bisa membuat pemain berperan sebagai legend favorit. Pemain dapat memilih Octane’s “Sea Legs” Skin, Mirage’s “Marked Man” Skin, atau Bangalore’s “Apex Commander” Prestige Skin. Ketiga avatar itu dilengkapi dengan ekspresi, animasi, emotikon, dan HUD overlay unik.

Gaiden Event di Apex Legends akan diadakan mulai 19 Juli hingga 2 Agustus 2022. Sementara itu, Apex Legends Mobile baru saja memulai season 2-nya.

Untuk berita terbaru Apex Legends, pantau terus di Gamefinity. KAlian juga tetap bisa top up dan beli voucher games dengan mudah dan murah hanya di Gamefinity.id.

Cookie Run Bakal Kolaborasi Dengan Disney

GAMEFINITY.ID, Jakarta – Bakal ada yang istimewa kali ini, karena Cookie Run : Kingdom akan berkolaborasi dengan salah satu perusahaan film kenamaan, Disney. Sekaligus menjadi kabar yang menggembirakan bagi penggemar keduanya diatas.

Breaking News: Telah ditemukan Cookie Cutter dengan bentuk yang tak biasa” #Segera hadir dan “Siapakah Cookies imut tersebut? Dan akan seperti apa jika keimutan dari Disney jika hadir ke Cookie Kingdom?” demikian yang ditulis dari laman Twitter resmi Cookie Run : Kingdom dimana Gingerbrave dan kawannya sedang berkumpul dengan Mickey Mouse, Donal Bebek , dan Goofy.

Event Collab antara Cookie Run : Kingdom dan Disney

Event Kolaborasi Cookie Run : Kingdom dan Disney
Post yang menandakan event collab antara Cookie Run : Kingdom dengan Disney yang semakin dekat

Baca juga: Naraka Bladepoint Tambah Mode Crossover Fall Guys

Kedua teaser tersebut juga menandakan bahwa Miki Tikus dan teman–teman nya akan segera hadir dan kabarnya mereka ini akan menjadi karakter yang dapat dimainkan. Itu artinya kamu bakal mendapatkan versi Cookie-nya, dan bila kamu sedang beruntung, bisa memboyong semuanya sekaligus.

Menjadi Event Collab Kedua Yang Diadakan Oleh Cookie Run : Kingdom

Event kolaborasi Disney dan Cookie Run ini bakal menjadi yang kedua kalinya setelah sebelumnya, game berbasis RPG ini pernah bekerjasama dengan perusahaan game SEGA yang membesut Sonic dan kawannya. Kala itu Cookie Run: Kingdom menghadirkan Sonic dan Tails serta event terbatas dimana kamu akan mengumpulkan koin berbentuk cincin seperti yang biasa ditemui pada franchise Sonic umumnya, mengalahkan Eggman, dan sebagainya.

Sampai saat ini pihak Devsister baik laman  twitter, facebook, dan sebagainya dari Cookie Run: Kingdom  maupun Devsister itu sendiri belum memberikan detail secara pasti kapan event kolaborasi tersebut bakal dilaksanakan, diperkirakan tema yang akan dibawakannya adalah seri Fantasia yang waktu itu hadir di seluruh dunia pada tahun 1940 silam, dikarenakan di salah satu postingan terbarunya sang Gingerbrave sedang mengenakan pakaian khas penyihir seperti yang dipakai oleh Miki Tikus di Film tersebut.

Seperti event Sonic kala itu, kamu hanya bisa mendapatkan Miki Tikus beserta kawan–kawannya selama event tersebut berlangsung melalui serangkaian Mini games, dan setelah event tersebut selesai, kamu bakal tidak bisa lagi mendapatkannya. Selain itu dekorasi bertemakan disney untuk menghiasi wilayah kamu juga bakal hadir secara terbatas, dan tentunya sesuatu yang mengejutkan kamu juga akan tiba dalam waktu dekat.

Sudah antusias dengan event istimewa ini? Selalu pantau perkembangannya dengan memfollow akun Resmi Cookie Run: Kingdom. Dan ikuti terus berita ter-update game lainnya hanya di Gamefinity.

Tema Zombie dan Masa Keemasannya di Tahun 2000-an

GAMEFINITY.ID, Kota Batu – Zombie, merupakan sebuah makhluk fiktif yang seringkali dijadikan sebuah tema industri hiburan. Digambarkan menjadi sebuah makhluk mati yang terinfeksi oleh sebuah virus sehingga terkesan hidup di bawah kontrol. Tema zombie sendiri seringkali dikaitkan dengan genre horror survival dalam sebuah film. Namun, keterkaitan zombie dengan genre tersebut dapat berubah dengan satu media lain, yaitu game.

Zombie dalam dunia game sendiri pernah mengalami masa keemasannya di tahun 2000-an. Apa yang membedakan zombie dalam sebuah game dan di dalam sebuah film adalah kebebasan para pemain untuk membasmi mereka. Dengan permainan tersebut, terbukti bahwa para pengembang mampu menjadikan game zombie menjadi lebih interaktif dan terkadang satisfying untuk dimainkan.

Sejarah Awal Game Bertema Zombie

Zombie Entombed Gameplay | Youtube
Gameplay dari Entombed | Youtube

Tercatat dimulainya penggunaan zombie pada sebuah game di tahun 1980-an. Salah satu yang paling awal adalah game “Entombed” yang rilis pada 1982 yang terkenal akan pemrograman di dalamnya yang rumit. Namun, visual di game ini masih terkesan sederhana karena masih dimainkan pada platform Atari 2600.

Tema zombie mulai mendapatkan tempatnya di tahun 1990-an. Tercatat berbagai game seperti Doom dan game arcade House of the Dead mampu memberikan visual zombie yang lebih detil dalam sebuah game. Namun, kedua game tersebut masih belum sepenuhnya mengangkat tema zombie menjadi sebuah tema utama.

Barulah pada 1996, Resident Evil memulai debutnya dalam menghadirkan game dengan tema utama zombie yang terkenal di pasaran. Penggambaran zombie pada game Resident Evil terkesan solid dan patut diliat sebagai sosok zombie sepenuhnya.

Dengan mekanisme kamera dan movement yang tepat, serial Resident Evil mampu menjadi sebuah tonggak yang pas dalam perkembangan zombie di dunia game yang nantinya akan menjadi semakin luas di tahun 2000-an.

Masa Keemasan Zombie di Abad ke-21

Zombie Left 4 Dead 2 Gameplay | Youtube
Gameplay dari Left 4 Dead 2 | Youtube

Memasuki tahun 2000, waktu ketika PlayStation 2 rilis dengan berbagai judul di dalamnya tak terkecuali berbagai game bertema zombie. Bila berbicara tentang zombie dan PS2, tentu saja kita tidak dapat melewatkan salah satu game terbaik, yaitu Resident Evil 4.

Di awal tahun 2000-an banyak game bertema zombie yang dirilis, namun yang paling mencolok adalah Resident Evil 4 yang rilis pada 2005. Game ini dapat memberi sebuah game bertema zombie feels seperti yang kita kenal saat ini. Horror survival dengan mekanisme memuaskan ketika kita membasmi para zombie.

Berlanjut ke tahun 2006, game zombie lainnya yaitu Dead Rising rilis. Berbeda dengan Resident Evil, Dead Rising lebih berfokus pada pengalaman menyenangkan para pemain untuk membunuh para zombie dengan berbagai senjata. Dead Rising merupakan sebuah contoh konkrit dalam permainan zombie yang malah menyenangkan dan tidak terasa horror di saat permainannya.

Dari kedua game di atas, pengembangan game zombie kedepannya telah terfokus pada satu hal. Fokus tersebut ialah bagaimana para pemain dapat bermain game horror dimana para pemain dapat merasa puas dalam membunuh dan terkesan menyenangkan.

Game seperti Call of Duty Zombies dan Left 4 Dead merupakan puncak dari konsep yang diusung tersebut. Kedua game tersebut punya hype yang tinggi dengan style masing-masing yang khas.

Call of Duty Zombies mempunyai kelebihan dalam progression di dalamnya. Contohnya pada Nacht der Untoten, semakin jauh pemain melangkah ke dalam level, mereka akan menemukan variasi senjata yang lebih bermacam-macam. Selain itu adanya wall barrier membuat para pemain harus berpikir kembali untuk mengelola keuangan mereka. Hal ini didukung oleh zombie dan lingkungan yang terkesan gelap dan agresif serta wonder weapon yang menjadi incaran para pemain.

Left 4 Dead dan Left 4 Dead 2 mengusung konsep yang lumayan berbeda. Kedua game tersebut memiliki cerita dan level progression yang berbeda. Memiliki atmosfer yang lebih fun ketimbang CoD Zombies. L4D2 juga lebih menekankan mode co-op milik mereka yang terkenal dengan didukung oleh AI zombie yang dikenal salah satu yang terbaik. Selain agresif, para zombie juga terkesan mencoba untuk memisahkan 4 pemain yang bekerja sama, membuat pengalaman bermain menjadi lebih menantang.

Baca Juga: Bandai Namco Dilaporkan Terkena Serangan Ransomware

Sebuah Pengembangan Unik

Seperti yang disebutkan di awal, pengembangan game bertema zombie tidak hanya melulu tentang game FPS atau TPS horror. Pada tahun 2009, CapCom merilis game bertema zombie dengan konsep berbeda, yaitu Plant vs Zombie.

Ketika biasanya game zombie mempunyai unsur blood and gory shooter yang tidak ramah untuk anak, berbeda dengan PvZ. PvZ lebih mengusung tema zombie yang dapat dimainkan oleh anak dengan konsep tanaman super dengan zombie. Ide revolusioner ini membuat PvZ menjadi salah satu seri game terkenal hingga saat ini.

Apa yang Membuatnya Terkenal di tahun 2000-an?

Salah satu rahasianya adalah bagaimana pemain dapat dengan bebas membunuh para zombie ketika berada di dalam game. Tentu saja hal ini menjadi sebuah motivasi sejak ketika kita menonton film beradegan zombie, para penontonnya jarang diberi plot sebagai makhluk pembasmi zombie.

Bila kita telaah kembali, konsep ini terkesan mirip seperti konsep Doom dimana pemain menjadi superhuman yang membasmi mekhluk jahat, hanya berbeda pada objek yang dibasmi.  Kadang-kadang, kebutuhan para gamer masih tetap sama.

Unsur lainnya adalah konsep co-op gameplay. Bukan rahasia lagi bahwa co-op gameplay merupakan satu unsur penting di kala itu. Game seperti CoD Zombie dan L4D2 yang mengusung konsep tersebut mengalami kesuksesan yang besar. Memang pada saat itu merupakan masa awal dari berkembang pesatnya game online.

Perkembangannya di Dekade Selanjutnya

Era 2010-an memiliki arah game zombie yang berbeda, rata-rata mengusung konsep RTS yang dibarengi dengan story yang kental seperti The Walking Dead, The Last of Us, Dying Light, dan Days Gone.

Beberapa game ada yang menggabungkan unsur stealth dan zombie pada gameplay-nya. Contohnya adalah State of Decay dan The Evil Within yang berhasil memadukan gameplay stealth, zombie, dan unsur survival di dalamnya.

Game yang mengusung konsep co-op multiplayer mulai berkurang, hanya Call of Duty yang masih menjaga tradisinya dan rilis hampir setiap tahun. L4D2 masih menjadi tonggak utama Valve dalam game zombie milik mereka. Namun, Turtlerock Studio merilis Back4Blood untuk melanjutkan L4D2 yang terhambat pengembangan game Valve yang mentok di angka 2.

Baca Juga: Review Hexonia, Battle Era antar Suku dan Peradaban Berbeda

Review DOKDO, Petualangan Arungi Lautan dan Kuasai Daratan

GAMEFINITY.ID, Bandar Lampung – Dokdo merupakan salah satu Strategy-Arcade bergaya Adventure yang hadir di Mobile. Game ini mengusung gaya kapal-kapalan, lebih tepatnya kapal bajak laut sebagai fokus utama game.

DOKDO dirilis pada Oktober 2017 yang dikembangkan oleh Zzoo dan publikasi oleh Dalmoon Co.,Ltd. Sayangnya game ini kini tidak tersedia lagi di Playstore, tetapi kamu masih bisa memainkannya dengan cara mengunduh dari Browser atau website seperti TapTap. Game ini dapat dimainkan di platform Android dan IOS.

Baca Juga : Review Hexonia, Battle Era antar Suku dan Peradaban Berbeda

Sinopsis DOKDO, Petualangan Arungi Lautan dan Kuasai Daratan

Menceritakan tentang daratan yang lebih cocok disebut dunia yang hampir 90% isinya lautan. Kemungkinan yang dapat terpikirkan bahwa dunia tersebut sedang mengalami pemanasan global ekstrem.

Sifat manusia yang selalu ingin bertahan hidup dimanapun menjadikan pola pikir mereka yang berakibat kepada bertahan hidup menjadi perompak. Dalam game ini, pemain berperan sebagai bajak laut yang akan menguasai tiap daratan di dunia DOKDO.

Gameplay (9/10)

Review DOKDO
Gameplay – Review DOKDO, Petualangan Arungi Lautan dan Kuasai Daratan

DOKDO menjadi salah satu game Arcade Strategy yang sedikit dihadirkan unsur Adventure didalamnya. Game ini cukup menarik sebagai Arcade di Mobile, mengingat gameplay yang dibawakannya. Selain itu, DOKDO menjadi Arcade game yang ramah kentang.

Di game ini, kamu berperan sebagai salah satu pelaut yang akan mengarungi lautan dan menguasai daratan. Lebih tepatnya, pemain akan berperan sebagai bajak laut demi menguasai perairan dan tiap pelabuhan yang ada.

DOKDO hadir dengan fitur dan fungsi yang cukup baik, karena mengingat kebanyakan game Arcade itu berfokus kepada Arcade-nya saja. DOKDO memberikan kesan petualangan yang cukup sesuai tanpa harus menghilangkan seni Arcade di dalamnya.

Dalam mengarungi lautan, pemain akan bertemu dengan banyak kapal musuh yang satu sama lain saling menghancurkan, terkecuali untuk kapal yang satu kru atau bendera. Pemain di paksa untuk bertahan dan mengalahkan kapal-kapal musuh untuk menyelamatkan diri ataupun menguasai pelabuhan.

Graphic (8/10)

Review DOKDO
Graphic – Review DOKDO, Petualangan Arungi Lautan dan Kuasai Daratan

Sebagai game Arcade Strategy, DOKDO sudah lebih dari cukup untuk urusan visual. Visual dalam ukuran penggambaran maupun pewarnaan, itu sudah baik. Pewarnaan yang tidak terlalu fokus kepada shading sana sini, hanya sebatas shading apa adanya.

Walaupun begitu, DOKDO tampil dengan visual yang cukup menacing, salah satunya seperti adanya pantulan cahaya ataupun bayangan dari kapal dan bangunan di pelabuhan. Selain itu, DOKDO membawakan tampilan sudut pandang berupa Top-Down yang cenderung ke sudut 3/4 view.

Sedikit diberikan tekstur jejak pada air sebagai kesan realistis dalam game. Kalau untuk urusan visual, yang dibawakan DOKDO sudah lebih dari cukup.

Control (8/10)

Pada beberapa update yang lalu, DOKDO menambahkan sedikit fitur interface atau tampilan pada kontrol untuk game-nya.

Sebelum-sebelumnya, DOKDO ditampilkan dengan kontrol taping/touch secara invisible. Kini DOKDO menghadirkan single-control yang cukup unik. Kontrol berpusat dengan satu tipe kontrol yang jika digerakkan, hal itu akan berpengaruh kepada pergerakaan si kapal. Mirip seperti analog, tapi bukan analog.

DOKDO membawakan mekanisme penggerak kapal yang cukup unik. Kontrol yang berpusat pada bagian layar mana saja untuk menggerakkan kapal. Selain itu, pemain juga diberikan kebebasan untuk zoom-in maupun zoom-out yang berpusat kepada kapal.

Addictive (7/10)

Review DOKDO
Addictive – Review DOKDO, Petualangan Arungi Lautan dan Kuasai Daratan

DOKDO sebagai Arcade game sudah tentu memiliki tingkat kebosanan yang cukup tinggi. Melainkan hal itu ditutupi dengan kesan Adventure di dalamnya. Menjadikan DOKDO cukup seru untuk dimainkan.

Sedikit ketidaknyamanan dan timbulnya rasa bingung. Terkadang pemain tidak akan menyadari jika resource miliknya akan bertambah ataupun mengurang. Hal ini bisa terjadi ketika kapal sedang dalam kondisi pertarungan.

Music (7/10)

Tidak banyak yang dapat diulas dari DOKDO mengenai musik, hanya saja ada beberapa aspek dalam urusan ini yang dapat penulis ulas yaitu Background Music dan Sound Effect.

Background Music? DOKDO tidak hadir dengan Background Music. Game ini murni tampil tanpa adanya latar musik atau apapun yang terdengar seperti musik. Bahkan pemain hanya akan menemukan game Arcade di DOKDO yang tampil tanpa adanya latar musik.

Walaupun begitu, DOKDO tetap menghadirkan Sound Effect yang cukup khas dan terkesan apa adanya. Bagaimana tidak terkesan apa adanya, mengingat bahwa game ini menampilkan Sound Effect yang relate dan umum ada pada beberapa sound latar di game kapal-kapalan.

Pemain sendiri dapat menemukan sound effect berupa kicauan burung, suara deru air akibat pergerakan kapal, dentuman meriam antar kapal, kapal yang hancur, dan hujan badai yang cukup berisik.

Kesimpulan

DOKDO menjadi salah satu Arcade yang tidak ada salahnya pemain coba sebagai relaksasi kegiatan sehari-hari. Berikut kelebihan dan kekurangan DOKDO yang dapat penulis sampaikan.

Kelebihan

Tampil dengan visual yang sederhana dan sedikit muatan realistis pada tampilannya, DOKDO cukup memikat dalam hal ini. Selain itu, pemain dapat menemukan pertempuran kapal yang keren dan menacing di DOKDO. Kapan lagi bisa liat kapal manuver 360 kalau bukan di DOKDO.

Kekurangan

Sedikit kekurangan yang dapat penulis sampaikan. DOKDO sebagai Arcade tidak terlalu mengahadirkan unsur dan aspek yang seharusnya ada pada game Arcade, malahan lebih cenderung ke tipe Adventrure walaupun tanggung.

Sistem kontrol yang simpel sampai kelewatan minim. Setidaknya hadir fitur kontrol untuk menembakkan meriam agar lebih memeriahkan gameplay permainan.

Untuk DOKDO, Total Score yang dapat penulis berikan adalah 7,8.

Sekian Review DOKDO yang dapat penulis sampaikan.

Update informasi menarik lainnya seputar review game hanya di Gamefinity. Gamefinity.id menyediakan jasa pengisian top up dan voucher game dengan cara yang mudah dan pastinya terjangkau.