GAMEFINITY.ID, PATI – Salah satu faktor yang membuat suatu game (terutama single-player game) tetap hidup adalah komunitas modder yang terus aktif. The Elder Scrolls V: Skyrim bisa dibilang merupakan salah satu dari beberapa game yang memiliki komunitas modder terbesar saat ini. Mod-mod yang bervariasi inilah yang selalu memberikan nuansa baru untuk para player meski game-nya sendiri sudah terbilang cukup tua.
Akhir-akhir ini The Elder Scrolls V: Skyrim dibanjiri pemain. Bahkan hanya dalam waktu satu hari saja, jumlah pemain di dalam game The Elder Scrolls V: Skyrim sudah menyentuh lebih dari lima puluh ribu orang. Apa yang membuat hal ini tiba – tiba terjadi? Dan bagaimana respon Bethesda menanggapi fenomena pada game mereka?
Jumlah pemain yang mendownload Skyrim Together Reborn | Source: NexusMod
Rilisnya Skyrim Together Reborn
Alasan utama dari meledaknya jumlah player The Elder Scrolls V: Skyrim adalah rilisnya mod Skyrim Together Reborn. Mod ini memungkinkan pemain dapat bermain bersama teman atau orang lain di dunia The Elder Scrolls V: Skyrim. Skyrim Together Reborn membuat Skyrim yang awalnya merupakan game single player, sekarang dapat dimainkan bersamaan mulai dari dua hingga delapan pemain sekaligus.
Memainkan Skyrim dalam format multiplayer memang sudah menjadi impian yang ingin dicapai oleh para modder selama beberapa tahun terakhir. Sejak dirilis di NexusMods pada 8 Juli kemarin, Skyrim Together Reborn telah diunduh lebih dari 80,000 kali. Ini menempatkan Skyrim Together Reborn sebagai mod paling populer di bulan Juli.
The Together Team selaku pengembang dari Skyrim Together Reborn berharap dengan adanya mod ini membuat The Elder Scrolls V: Skyrim jauh lebih hidup baik dari segi komunitas mau pun in-game player-nya. Mereka sangat mengharapkan kerja sama dengan para modder lainnya demi menyempurnakan Skyrim Together Reborn. The Together Team juga sedang mengerjakan mod Together untuk game Bethesda lainnya yaitu Fallout 4.
Meski animo pemain The Elder Scrolls V: Skyrim sedang kuat – kuatnya, sayangnya Bethesda harus menahan Elder Scrolls VI beberapa tahun kedepan lagi. Pasalnya saat ini Bethesda sedang memprioritaskan game fiksi ilmiah Starfield yang direncanakan rilis tahun depan.
Bagaimana menurut kalian? Tertarik memainkan The Elder Scrolls V: Skyrim bersama teman – teman kalian?
The Elder Scrolls V: Skyrim dapat dimainkan di PC, PS4, PS5, Nintendo Switch, Xbox One, dan Xbox Series X/S.
Jika kalian ingin tahu lebih banyak berita seputar game, kalian bisa mengunjungi Gamefinity. Buat kalian yang mau gacha atau top up game kesayangan kalian bisa langsung klik Gamefinity.id
GAMEFINITY.ID, JAKARTA – Tok! Event diskon yang diselenggarakan oleh situs jual beli online Amazon, Amazon Prime Day 2022 resmi dibuka selasa (12/07). Seperti yang diungkapkan oleh Amazon kalau fokus penjualan untuk tahun ini adalah gaming dan berbagai produk elektronik. Bagi gamers yang memiliki cita – cita untuk membeli game, namun belum juga terwujud sangat direkomendasikan mengunjungi event yang satu ini. Ada berbagai macam video game baik Switch, Playstation, Xbox, dan sebagainya dijual dengan harga yang sangat miring. Berikut daftar game yang harus kamu beli selama Amazon Prime Day 2022 ini berlangsung,
Sebelumnya kamu harus daftar dulu ya buat jadi anggota Amazon Prime di sini:
Resident Evil Village ( Playstation 4 dan 5 ) Menjadi Game Pertama Yang Harus Dibeli Di Amazon Prime Day 2022
Resident Evil Village
Game pertama yang sedang didiskon selama Amazon Prime Day 2022 kali ini dari Resident Evil Village, menceritakan sosok Ethan Winters yang sedang mencari anaknya, yaitu Rose yang diculik oleh Mother Miranda, dan komplotannya yang terdiri dari Lady Dimitrescu, Karl Heisenberg, dan lainnya di sebuah desa misterius. Jika ingin Rose kembali, kamu harus mengumpulkan wadah yang berisikan bagian tubuh dari Rose Winters dengan cara mengalahkan komplotan dari Mother Miranda lalu dikumpulkan dalam suatu reservoir. Di event Amazon Prime Day 2022 ini hanya dibanderol dengan harga 30 dolar Amerika saja atau jika dirupiahkan menjadi Rp 449.790.
Elden Ring ( Playstation 4, Playstation 5, PC, Xbox )
Elden Ring
Menjadi game dengan review tertinggi sepanjang masa, Elden Ring yang bergenre RPG ini menceritakan Tarnished, orang buangan dari The Between yang kembali dipanggil untuk memulihkan kembali keseimbangan setelah pecahnya The Runes. Sebagai game open world Misi kamu adalah harus menjelajahi semua wilayah The Between termasuk keenam area utama, kastil, banteng, dan katakombe. Mengalahkan musuh dan dewa yang menguasainya di setiap area utamanya. Game Elden Ring dijual di event Amazon Prime Day seharga 48 dolar Amerika atau Rp 719.664 .
A Plague Tale: Innocence ( PC, Playstation 4, Playststion 5, Xbox , Switch )
A Plague Tale: Innocence
Game yang cukup populer di berbagai Livestream ini sedang didiskon lho, mengambil latar saat eropa mengalami wabah Black Death tepatnya di negara Perancis. Menceritakan Hugo, adik kandung Amicia yang sejak lahir mengalami sakit misterius lalu sang kakak berusaha menemukan obatnya jauh dari istana tempat tinggal mereka mulai dari bertemu sang tabib sampai akhirnya menemukan sebuah resep untuk meracik sebuah ramuan agar sang adik sembuh. Selama permainan berlangsung kamu harus menghindari sekumpulan tikus yang dapat memakan kamu hidup – hidup. A Plague Tale Innocence dijual seharga 18 dolar Amerika atau Rp 269.784 .
Grand Theft Auto V ( PC, Xbox, Playstation )
Grand Theft Auto atau disingkat GTA 5
Game terakhir yang saat ini sedang dijual di event Amazon Prime Day 2022 adalah Grand Theft Auto 5. Game besutan Rockstars yang sedang menunggu seri terbarunya ini kamu akan berperan sebagai anggota sebuah gangster, dikarenakan game ini bersifat open world untuk menyelesaikan berbagai misi yang tersedia kamu harus menjelajah seluruh map San Andreas dan menghindari kerumunan polisi yang hendak menangkapmu. Salah satu game yang memiliki Mod terbanyak ini dijual di Event tahunan Amazon Prime Day seharga 20 dolar Amerika atau hampir 300 an ribu Rupiah.
Event ini berlangsung sampai dengan tanggal 13 besok ya, omong- omong kalian sudah punya rencana untuk membeli apa nanti disana?
Selalu update berita kami ya hanya di Gamefinity. Tersedia juga Top up games dan voucher dengan murah dan mudah dapat langsung klik Gamefinity.id.
GAMEFINITY.ID, Bandung – Meski dianggap sebagai clone dari Fall Guys, Stumble Guys tetap mampu mencuri perhatian pemain. Di Indonesia saja, game ini jadi salah satu game populer yang paling banyak diperbincangkan saat ini.
Stumble Guys memanfaatkan platform mobile, di mana sejauh ini Fall Guys belum tersedia. Tidak ada satupun yang menyangka popularitas Stumble Guys di Indonesia sampai menandingi game populer lainnya seperti Free Fire dan Mobile Legends.
Angka Total Download Stumble Guys Mengejutkan!
Walau kemiripannya dengan Fall Guys terlihat sangat jelas, Stumble Guys telah berhasil meraih prestasi membanggakan dan mengejutkan. MobileGamer.biz melaporkan Stumble Guys telah mencapai angka total download sebanyak 163 juta. Kitka Games, pengembangnya, dikabarkan berhasil meraup 21,5 juta dolar AS.
Kabar ini muncul beberapa hari setelah Fall Guys berhasil mencapai 50 juta pemain.
Capai Nomor Satu Di Apple App Store di Amerika Serikat dan Britania Raya
Satu lagi prestasi membanggakan yang diraih Kitka Games, Stumble Games mencapai nomor satu di peringkat game iOS gratis di Apple App Store di Amerika Serikat dan Britania Raya. Di Google Play Store, Stumble Guys mampu menembus 10 besar peringkat game free-to-play di kedua negara itu.
Saat artikel ini ditulis, Stumble Guys berhasil menduduki posisi puncak di peringkat game free-to-play di iOS dan Android di Indonesia. Berarti, Stumble Guys telah berhasil mengalahkan Mobile Legends, PUBG Mobile, dan Diablo Immortal.
Kitka Games mengklaim Stumble Guys memiliki rata-rata 18 juta pemain setiap harinya.
Rilis Resmi Januari 2021, Baru Curi Perhatian Akhir 2021
Stumble Guys rilis sebagai soft-launch pada Oktober 2020 dan berhasil mencapai rata-rata 60-80 ribu download per hari. Peluncuran resminya secara global baru dilakukan pada Januari 2021. Kemudian, versi PC-nya mulai tersedia di Steam pada Oktober 2021.
Namun, Stumble Guys mulai mencuri perhatian masif mulai sekitar akhir 2021. Angka download meroket, dan keuntungan yang diraup Kitka Games bertambah banyak. Apalagi banyak YouTuber dan VTuber beramai-ramai memainkan game ini selama live stream.
Sementara itu, Bilibili dilaporkan telah mendapat hak versi mobile dari Fall Guys di China pada 2020. Sejak saat itu, belum ada kepastian sama sekali, apalagi pengumuman apakah akan dirilis secara global. Jika Fall Guys jadi rilis di mobile, persaingan dengan Stumble Guys pasti akan seru untuk dinantikan.
GAMEFINITY.ID, Bandar Lampung – Otherworld Legends merupakan salah satu Action-RPG bergaya Roguelike dengan sedikit unsur Mixed Martial Arts didalamnya.
Game ini dirilis pada Agustus 2020 untuk Android, dan April 2022 untuk versi Windows-nya. Otherworld Legends yang merupakan kembangan studio ChillyRoom ini dapat dimainkan di Mobile dan Windows.
Sinopsis Otherworld Legends, Action Isekai Berpaduan Mixed Martial Arts
Mengisahkan tentang pergerakan dimensi dan ruang waktu, dan pergerakan yang dapat memindahkan eksistensi suatu objek maupun benda hidup. Fenomena ini disebut pindah dunia lain.
Pada suatu ketika, hadir seorang gadis cantik yang jago Kungfu. Sebut saja dirinya Quan Huying. Dirinya ikut terseret kedalam dunia lain. Tidak hanya dirinya, cukup banyak karakter dari era dan lokasi berbeda ikut terseret ke arus perpindahan tersebut. Salah satunya adalah Ginzo.
Gameplay (8/10)
Gameplay – Review Otherworld Legends, RPG Isekai Berpadu Martial Arts
Otherworld Legends merupakan game RPG Roguelike Hack And Slash yang cukup menarik dalam pertarungannya. Game ini mengusung perpaduan Action-RPG dengan sentuhan unsur Mixed Martial Arts yang dibawakan.
Game ini cukup menarik, hadir dengan berbagai fitur dan akses yang cukup memanjakan pemain. Hanya saja untuk beberapa fitur shop dan karakter yang dibatasi dalam permainan ini. Seperti saat ingin membeli karakter baru yang hanya dapat dibeli dengan Saphire. Saphire merupakan salah satu mata uang di game ini.
Hadir dengan gaya Roguelike. Otherworld Legends menghadirkan gaya ini dengan cukup baik. Roguelike yang dibawakan berupa, dimana pemain akan memainkan sebuah karakter untuk bertarung di dalam dungeon maupun labirin. Pemain akan menghadapi infinty Dungeon atau Dungeon tanpa batas. Jika pemain kalah dalam suatu dungeon, maka pemain akan mengulangi progres permainan saat itu juga.
Graphic (9/10)
Graphic – Review Otherworld Legends, RPG Isekai Berpadu Martial Arts
Otherwolrd Legends hadir dengan visual yang menarik dan cocok untuk game sejenisnya. Hadir dengan gaya Pixel untuk visualnya. Pixel Style yang tetap mempertahankan bentuk dari karakter dalam permainan maupun battle.
Selain itu, game ini juga dihadirkan dengan sudut pandang 3/4 View dengan metode pergerakan atas bawah depan belakang. Hal ini membuat pergerakan dari gameplay Otherworld Legends terasa cocok dan tidak terhambat dalam aspek pertarungan. Walaupun Otherworld Legends hadir dengan unsur Mixed Martial Arts, tetapi pemain tidak dapat menghancurkan semua objek di dungeon.
Control (9/10)
Control – Review Otherworld Legends, RPG Isekai Berpadu Martial Arts
Control Otherworld Legends cukup ringan dan tidak merumitkan pemain. Tidak seperti Hack and Slash lainnya, Otherworld Legends menghadirkan kontrol dalam game RPG. Kontrol yang cukup memudahkan pemain dalam mengeksekusi dan menggerakkan karakter.
Ada 2 tipe kontrol dalam Otherworld Legends yaitu, Kontrol penggerak dan penyerang. Kontrol bergerak terdiri atas analog saja yang hanya menggerakkan karakter guna menghindar dan berpindah labirin. Kontrol penyerang yang terdiri atas basic attack, beberapa skill, dan dash. Das cenderung mengarah ke tipe penggerak daripada penyerang.
Addictive (7/10)
Addictive – Review Otherworld Legends, RPG Isekai Berpadu Martial Arts
Seperti kebanyakan game RPG Roguelike lainnya, Otherworld Legends cukup menyulitkan player dalam dua hal yaitu, Build karakter dan difficulty Boss dalam game ini.
Build Karakter di Otherworld Legends cukup dirasa menyulitkan, tetapi cukup mudah dalam urusan up level. Salah satu kesulitan dari build karakter adalah harga jual karakter dan item pendukung build.
Harga karakter di Otherworld Legends cukuplah mahal. Karakter yang cukup mahal bahkan dari posisi terdekat karakter pertama pemain. Kebanyakan karakter dapat dibeli dengan Saphire yang merupakan salah satu mata uang dalam Otherworld Legends, yang bahkan cukup sulit untuk penulis mendapatkannya.
Selain dari hal diatas, Otherwolrd Legends cukup menyenangkan dan tidak adanya set up yang rumit dalam game ini. Otherworld Legends sendiri dapat dimainkan secara Offline.
Music (8/10)
Otherworld Legends sebagai Action RPG sudah pasti menghadirkan Music dan Sound menarik lainnya guna melengkapi daya tarik game ini. Terdiri atas Background Music atau musik latar dan Sound Effect pelengkap dalam pertarungannya.
Hadir dengan Background Music bergaya medieval dengan beberapa campuran alunan musik dengan nuansa yang berbeda. Hadir dengan lantunan alat musik campuran dan gaya musik campuran dari beberapa wilayah dan daerah.
Tetapi ada bagian yang paling mencolok, pada dasarnya Otherworld Legends menggunakan musik dasar ataupun nada dasar yang terasa seperti pada series Anime Isekai.
Kesimpulan
Otherworld Legends menjadi salah satu Action RPG dengan Roguelike yang padu dengan Hack and Slash yang dapat dimainkan di mana saja. Mengingat bahwa game ini dapat dimainkan di Mobile dan PC juga. Berikut kelebihan dan kekurangan Otherworld Legends yang dapat penulis sampaikan.
Kelebihan
Hadir dengan gaya dan beberapa unsur yang cukup unik, mengingat bahwa ini game RPG dapat dipastikan banyak plot di game ini.
Selain itu, jika diperhatikan lebih jauh Otherworld Legends merupakan game bertema dunia lain yang menyatukan orang-orang dari era yang berbeda, salah satunya seperti si karakter pertama yang berasal dari China, Ginzo yang dari Jepang, dan Hillding yang berasal dari Norwegia.
Hal ini menjadi daya tarik dari game ini. Daya tarik yang sangat menunjukkan kesan Martial Arts yang berbeda pada tiap karakter. Membuat game ini lebih bervariasi.
Kekurangan
Dibalik kelebihan dan kekurangan Otherwolrd Legends, game ini masih jauh dari kata sempurna. Sempurna dalam artian jangkauan pemain dan gameplay-nya sendiri.
Salah satu hal minus dari game ini adalah grinding untuk kepemilikan karakter lain. Sepert yang sebelumnya dibahas, beberapa karakter dapat dibeli dengan menggunakan Saphire. Saphire sendiri merupakan salah satu mata uang di Otherworld Legends yang cukup sulit didapatkan.
Sekian ulasan Otherworld Legends yang dapat penulis sampaikan.
Untuk Otherworld Legends, Total Score yang dapat penulis berikan adalah 8,2.
Sekian Review Otherworld Legends yang dapat penulis sampaikan.
Update informasi menarik lainnya seputar review game hanya di Gamefinity. Gamefinity.id menyediakan jasa pengisian top up dan vouchergame dengan cara yang mudah dan pastinya terjangkau.
GAMEFINITY.ID Kutai Kartanegara – Caster MPL ID, Mirko and Arashi, berpendapat bahwa global ban pick di turnamen mobile legends akan merugikan para pemain profesional. Menurut mereka, sistem tersebut akan membuat permainan menjadi semakin rumit, dan akan memaksa tim untuk berjuang lebih keras sepanjang turnamen.
Beberapa waktu lalu, akun Instagram resmi MPL ID telah membagikan petunjuk akan diterapkannya sistem global ban dalam turnamen Mobile Legends. Kabar ini pun menjadi sebuah perbincangan hangat, serta mendapatkan respon yang beragam dari komunitas game tersebut.
“Pemain yang terkenal (karena) hanya memainkan satu Hero, mereka akan berjuang (lebih) keras. Karena saat itu, Anda dapat dipaksa untuk melarang (Hero) mereka, dan itu (akan) membuat seluruh Dinamika Fase Ban (menjadi) berbeda,” ucap Arashi.
“Jika ada Global Ban yang seperti itu, itu akan membuat segalanya (menjadi) jauh berbeda, dan itu akan memberi lebih banyak tekanan pada analis, bukan hanya pelatih, dan mencoba untuk mendapatkan data (Hero) tersebut.” Tambahnya.
Senada dengan Arashi, Mirko juga berpendapat bahwa sistem ini merupakan sebuah konsep yang fun, namun tidak cocok untuk diterapkan di pertandingan kasta profesional.
“Saya tidak berpikir mereka (Moonton) harus menerapkan Global Ban di MPL.”
Arashi pun melanjutkan, dengan mengatakan bahwa ini dapat membatasi kemampuan para pelatih dalam menghasilkan komposisi tim yang unik, maupun strategi ban yang akan mereka gunakan.
“Anda tidak bisa melihat pemikiran taktisnya (memprediksi strategi coach), siapa yang (akan) dia ban, apa yang dia coba lakukan (mainkan), apa yang dia coba batasi, karena (akan ada) terlalu banyak kekacauan,”.
Setuju dengan pendapat Arashi, Mirko juga berpendapat bahwa mempelajari celah dan meta tingkat atas di Mobile Legends juga merupakan keterampilan yang harus dimiliki tim. Dan Global Ban dirasa dapat menghambat pola pikir kreatif dari para tim, maupun penguasaan meta baru yang akan mereka gunakan.
“Membaca meta adalah sesuatu yang akan menjadi keahliannya sendiri. Begitulah cara tim mendominasi sejauh ini dan jika mereka menambahkan Global Ban ini… semua yang telah Anda rencanakan sebelumnya, strateginya, itu akan menjadi sangat acak sekarang.”
Ia juga menambahkan bahwa sistem ini akan merusak alasan tim untuk melakukan sesi scrim, atau bahkan mempelajari Hero mana saja yang memiliki performa terbaik di setiap patch terbaru.
Mengutip dari laman web One Esports, Global Ban Pick merupakan sistem yang mana hero-hero yang telah dimainkan oleh tim pada game pertama, tak boleh dimainkan kembali dalam game berikutnya. Begitu seterusnya hingga aturan game tertentu, yang akan mereset pengaturan Global Ban Pick.
Global Ban Pick sebenarnya ditujukan agar pemain bisa mempelajari lebih banyak Hero. Dengan aturan global ban pick, seorang pemain profesional tak bisa mengandalkan hero yang itu-itu saja. Pasalnya, mereka akan diwajibkan memiliki pool hero luas dengan aturan yang ada. Jadi, secara tak langsung, sistem ini akan membuat individual berkembang dengan sendirinya, demi mendapat hasil terbaik dalam scene kompetitif.
Sistem Global Ban Mobile Legends akan diujicoba pada seri MDL ID Musim 6 nanti, dan tidak menutup kemungkinan akan diterapkan dalam seri MPL di masa mendatang.
Suka dengan artikel ini? Jangan lupa untuk membaca artikel menarik lainnya hanya di Gamefinity.id/
GAMEFINITY.ID, Yogyakarta – Resident Evil adalah sebuah franchise game bergenre horror-shooter yang pertama kali rilis tahun 1996. Capcom selaku developer dari game ini telah merilis total 26 judul game Resident Evil. 26 Judul ini terdiri dari 10 seri utama dan sisanya cerita tambahan atau spin-off.
Sampai saat ini, banyak yang masih mengira kalau seri Resident Evil merupakan game bertema zombie. Bahkan tidak banyak orang yang berpendapat bahwa Resident Evil 7 dan 8 telah keluar jalur dari konsep awal Resident Evil.
Argumen tersebut tentu saja adalah sebuah kesalahan besar. Meskipun Resident Evil klasik awalnya memang menggunakan tema zombie, inti dari konfliknya bukanlah zombie apocalypse. Jika kalian mendalami cerita dari setiap seri Resident Evil, kalian akan paham bahwa seri ini adalah tentang pengembangan dan pembuatan senjata biologis untuk perang. Zombie atau wujud dari eksperimen T-Virus hanyalah salah satu dari sekian banyak senjata biologis di seri Resident Evil.
Kali ini, kami akan merangkum dan mengenalkan beberapa seri utama di Resident Evil agar para fans baru maupun fans lama bisa lebih paham dan tertarik dengan seri ini. Rangkuman ini tidak akan memberikan spoiler jalan cerita Resident Evil dan hanya menjelaskan latarbelakang, plot, serta beberapa bio-weapon yang muncul di serinya saja.
Resident Evil 0
RE 0
Meskipun seri pertama yang dirilis oleh Capcom adalah Resident Evil 1, tapi secara cerita Resident Evil 0 lah yang mempunyai plot paling awal di game ini. Cerita dimulai dengan banyaknya kasus orang hilang dan penampakan misterius di pegunungan Arklay yang berada dekat dengan Racoon City. Kepolisian Racoon City kemudian mengirimkan spesial force mereka yang bernama S.T.A.R.S untuk menyelidiki sebuah mansion terbengkalai yang berada di pegunungan Arklay tersebut.
S.T.A.R.S sendiri adalah singkatan dari Special Tactics And Rescue Service yang terdiri dari tim Alpha dan tim Bravo. Anggota dari S.T.A.R.S ini kebanyakan akan menjadi karakter yang berperan penting di game-game RE selanjutnya.
Dalam game ini, kita akan berperan sebagai Rebecca Cambers yang tergabung dalam tim Bravo. Tim Bravo sendiri telah dikirimkan untuk menginvestigasi mansion terbengkalai tersebut terlebih dahulu. Namun, helikopter yang membawa tim ini mengalami kerusakan mesin dan jatuh, menyisakan Rebecca seorang saja yang selamat.
RE 0 gameplay
Rebecca kemudian menyelidiki sebuah kereta yang berada di area tersebut dan bertemu dengan seorang tahanan bernama Billy Coen. Mereka berdua kemudian bersama-sama menyelidiki kereta tersebut dan menemukan fakta mengenai virus yang bisa mengubah orang menjadi zombie, yaitu T-Virus.
Game ini akan memberikan cerita tentang asal usul pembuatan T-Virus yang berasal dari eksperimen seorang ilmuwan bernama Oswell. E Spencer. Oswell. E. Spencer sendiri juga merupakan salah satu pendiri dari Umbrella Corporation, sebuah organisasi pengembang bio-weapon yang berada di Racoon City.
Resident Evil
RE
Resident Evil merupakan seri pertama dari franchise ini yang pertama kali rilis pada 22 Maret 1996. Game ini juga mempunyai remake yang dirilis pada 2002 dengan perbaikan beberapa menanik dan visualnya, serta tambahan area dan monster baru bernama Lisa Trevor.
Dalam game ini, kita akan berperan sebagai tim Alpha S.T.A.R.S yang terdiri dari beberapa karakter penting di seri RE seperti Chris Redfield, Jill Valentine, Barry Burton, dan juga Albert Wesker. Tim Alpha mempunyai tugas yang sama dengan tim Bravo, yaitu menyelidiki mansion yang berada di pegunungan Arklay. Tim ini juga mempunyai tugas lain untuk mencari keberadaan tim Bravo yang hilang dari radar sebelumnya.
Dalam ini, kita bisa memilih 2 karakter berbeda untuk dipakai, yaitu Chris Redfield dan Jill Valentine. Masing-masing karakter mempunyai perbedaan cerita tersendiri dan juga kelebihannya masing-masing. Jill mempunyai sebuah lockpick yang bisa digunakan untuk membuka pintu-pintu tertentu di mansion tersebut tanpa perlu mencari kuncinya. Sedangkan Chris mempunyai inventory yang lebih besar, yaitu 8.
RE Remake gameplay
Dalam game ini, kita akan menemukan wujud sempurna dari T-Virus yang disebut dengan Tyrant. Selain itu, kita juga bisa melihat wujud dari beberapa Bio Organic Weapon (BOW). BOW sendiri adalah sebuah monster yang dibuat dengan menyuntikkan virus kepada makhluk selain manusia, seperti hewan dan tumbuhan.
Jika menggunakan Chris Redfield, kita juga akan menemukan Rebecca Chambers di mansion ini. Belakangan juga diketahui jika mansion tersebut dimiliki oleh Spencer sebagai tempat untuk eksperimen T-Virus buatannya.
Resident Evil 2
RE 2
Dalam Resident Evil 2, kita akan diperkenalkan dengan 2 karakter baru yang akan turut berperan penting di seri-seri RE selanjutnya. Dua karakter tersebut adalah Leon S. Kennedy dan juga Claire Redfield. Leon merupakan seorang polisi baru yang ditugaskan di Racoon City. Sedangkan Claire merupakan adik dari Chris Redfield yang ada di seri RE 1. Claire datang ke Racoon City untuk mencari keberadaan kakaknya yang menghilang.
Mereka berdua tidak sengaja bertemu saat baru saja datang ke kota Racoon City. Tanpa mereka tahu, kota Racoon City telah berubah menjadi kota yang dibenuhi dengan outbreak zombie. Hal tersebut terjadi karena kesalahn umbrella yang menyebabkan kebocoran T-Virus ke publik dan menyebabkan seisi kota berubah menjadi zombie.
Resident Evil 2 juga memperkenalkan virus baru bernama G-Virus. G-Virus merupakan virus yang dikembangkan oleh seorang ilmuwan umbrella bernama William Birkin, yang akan menjadi musuh utama di seri ini. William Birkin dikhianati oleh partnernya sendiri dan berakhir dengan menyuntikkan G-Virus ke tubuhnya sendiri.
RE 2 gameplay
G-Virus merupakan virus yang mempunyai tingkat regenerasi dan mutasi yang jauh lebih unggul daripada T-Virus. Jika seseorang terinveksi dengan virus ini, maka orang tersebut akan mendapatkan regenerasi yang tinggi. Namun, hal tersebut juga menyebabkan mutasi yang akan mengubah orang tersebut secara perlahan menjadi monster.
Terdapat sebuah BOW yang sangat ikonik di Resident Evil 2 yang bernama Mr-X. Mr-X merupakan Tyrant dengan seri T-00. T-00 adalah sebuah Tyrant yang dibuat berdasarkan Tyrant yang berada di Resident Evil 1, namun dengan beberapa pengembangan. Tyrant jenis ini bisa dikendalikan oleh sistem komputer dan mampu menjalankan tugas tertentu yang telah diberikan.
Resident Evil 3
RE 3
Resident Evil 3 mempunyai latar dan waktu yang sama dengan Resident Evil 2. Namun, di game ini kita akan berperan sebagai Jill Valentine yang juga berusaha untuk menyelamatkan diri dari Racoon City. Sebenarnya, tidak ada pengembangkan cerita yang signifikan dalam game Resident Evil 3. Kita hanya diberikan cerita tentang perjalanan Jill Valentine dalam melarikan diri dari Racoon City.
Namun, terdapat sebuah BOW yang sangat ikonik di game ini, bahkan menjadi BOW yang paling populer di seri RE. BOW tersebut adalah Nemesis yang mempunyai wujud besar, menyeramkan, dan membawa sebuah rocket launcher. Nemesis merupakan Tyrant T-103 biasa yang disuntikkan sebuah parasit buatan bernama NE-a atau nemesis alpha. Dalam Resident Evil 3 Remake, parasit nemesis alpha sendiri dijelaskan berasal dari pengembangan parasit plaga yang muncul di Resident Evil 4.
RE 3 gameplay
Kita juga akan diperlihatkan Jill yang telah terinveksi T-Virus, namun berhasil disembuhkan dengan bantuan vaksin. Hal tersebut membuat Jill Valentine mempunyai fisik yang jauh lebih unggul dari manusia biasa dan juga kebal terhadap virus.
Resident Evil – Code: Veronica
RE code veronica
Resident Evil Code: Veronica bisa dibilang merupakan seri yang kurang populer dibandingkan seri-seri sebelumnya. Game ini sebenarnya lebih layak untuk disebut Resident Evil 3 daripada RE 3 yang ada sekarang, karena ceritanya yang berhubungan langsung dengan RE 2.
Dalam game ini, kita akan kembali berperan sebagai Claire Redfield yang mencari kakaknya di fasilitas Umbrella corps di Paris. Latar waktu dari game ini sendiri adalah 3 bulan setelah insiden di Resident Evil 2 dan 3. Claire yang berada di fasilitas itu berakhir dengan ditangkap oleh tentara umbrella dan dijebloskan ke penjara yang berada di Rockfort Island.
Kita akan diperkenalkan dengan karakter baru bernama Alfred Asford. Seorang anak dari Asford family yang merupakan salah satu petinggi dari Umbrella. Alfred ini akan menjadi antagonis utama di seri ini pada awal sampai babak pertengahan.
RE code veronica gameplay
Kita juga akan diperkenalkan dengan virus baru bernama T-Veronica. Virus ini merupakan pengembangan dari T-Virus murni. Virus ini mempunyai pengembangan yang lebih lambat jika dibandingkan dengan T-Virus. Sama seperti pendahulunya, virus ini juga akan menyebabkan penggunanya mengalami ketidakstabilan mental dan berakhir menjadi mayat hidup.
Itulah perkenalan tentang beberapa seri dari Resident Evil. Bagian ini hanya terfokus pada seri klasik RE saja yang masih berhubungan dengan Umbrella Corps. Untuk Resident Evil 4 keatas, cerita akan lebih di ekspansi lagi setelah bangkrutnya Umbrella Corporation.
Suka dengan artikel ini? Jangan lupa untuk membaca artikel menarik lainnya hanya di Gamefinity. Tetap menjadi gamer yang sultan dengan top up mudah dan murah di gamefinity.id