Category Archives: Game

Artery Gear: Fusion Akan Rilis Global!

GAMEFINITY.ID, Bandung – Bilibili baru saja membuka pra-registrasi untuk Artery Gear: Fusion versi global! Hal ini berarti game doomsday battlefield RPG itu akan segera rilis secara global. Pra-registrasi Artery Gear: Fusion sudah tersedia di iOS dan Android sejak 17 Mei 2022.

Pihak Bilibili sebelumnya membuka situs resminya untuk versi global minggu lalu, bersama dengan akun media sosialnya. Tidak hanya itu, tahap closed beta test juga telah dibuka bersama dengan pra-registrasinya.

Sayangnya, laman pra-registrasi dan closed beta test di kedua platform hanya terbuka untuk negara tertentu seperti Singapura dan Malaysia. Sejauh ini, Indonesia tidak termasuk.

Apa Itu Artery Gear: Fusion?

Artery Gear: Fusion juga merupakan turn-based RPG dengan setting waktu di masa depan. Game ini bercerita saat bumi dilanda kehancuran akibat invasi gerombolan makhluk berbahaya bernama Puppets. Pemain akan berperan sebagai komandan yang memimpin pasukan mech-girls-nya. Para mech-girls ini akan bertarung melawan para puppets menggunakan skill dan ability masing-masing demi menyelamatkan bumi dari kehancuran.

Pemain diharapkan untuk menerapkan strategi dan rencana dalam mengandalkan mech-girls yang akan menggunakan skill dan ability khas masing-masing. Untuk memenangkan pertarungan, pemain harus secara efisien menggunakan skill dan ability dari mech-girls-nya agar dapat mengalahkan musuh. Berarti, keputusan dalam pertarungan berada sepenuhnya di tangan pemain.

Game ini menampilkan karakter dengan animasi Live 2D yang memberi daya tarik tersendiri. Ditambah juga grafiknya sangat realistis.

Artery Gear: Fusion sebelumnya telah dirilis di China dan Jepang. Belum ada tanggal rilis resmi untuk versi globalnya.

Baca juga: Yostar Luncurkan Trailer Perdana Anime Dari Arknights : Reimei Zensou

Reward Pra-Registrasi-nya?

Artery Gear: Fusion pre-registrastion reward

Pihak Bilibili juga mengumumkan berbagai milestone rewards setelah pemain melakukan pra-registrasi. Berbagai reward ini akan didapat seluruh pemain begitu syarat jumlah total pra-registrasi tercapai.

Reward yang menarik perhatian adalah Nio skin Passing Star yang akan didapat setelah mencapai total 300 ribu pemain. Target pra-registrasi teratasnya adalah total 500 ribu pemain. Jika angka tersebut tercapai, seluruh pemain akan mendapat ticket SSR AG yang dapat melakukan reset gacha sebanyak mungkin. Menggunakan SSR AG menjadi kesempatan bagi pemain untuk mendapat karakter mech-girl favorit.

Pemain dapat mengunjungi situs resminya untuk memahami lebih lanjut Artery Gear: Fusion. Pemain juga dapat melakukan pra-registrasi di sana (patut diingat, closed beta test belum tersedia di Indonesia).

Review Eiyuden Chronicle: Rising, Prekuel yang Menjanjikan

GAMEFINITY.ID, YOGYAKARTAEiyuden Chronicle: Rising adalah game yang cukup dinanti para pecinta game RPG terutama penggemar Suikoden. Game yang rilis pada 10 Mei kemarin ini dibuat oleh para kreator dari franchise besar Suikoden di era PS1-PS2. Para fans tentunya sangat antusias dengan game ini setelah sekian lama franchise Suikoden ditinggalkan oleh Konami.

Eiyuden Chronicle: Rising sendiri adalah prekuel dari Eiyuden Chronicle: Hundred Heroes yang akan rilis tahun depan. Dengan style side-scrolling platformer RPG, game ini datang menghadirkan nostalgia namun dengan visual, cerita, dan gameplay yang lebih fresh.

Eiyuden Chronicle
Eiyuden Chronicle: Rising
Genre Action RPG
Developer Natsume Atari
Platform PC, PS4, PS5, Xbox One, Xbox Series X & S, Nintendo Switch
Size 20 GB

Sinopsis Eiyuden Chronicle: Rising

Game ini bercerita tentang seorang protagonis bernama CJ yang berambisi untuk mencari harta karun terpendam di bawah kota “New Nevaeh”. Kota New Nevaeh diceritakan sedang dalam masa pemulihan pasca gempa besar yang terjadi.

CJ sendiri merupakan tipikal protagonis generik layaknya protagonis anime atau manga shounen dimana dia selalu berbaik hati membantu siapa saja yang membutuhkan bantuan. Jadi, alih-alih fokus mencari harta karun, CJ sepanjang game juga akan membantu para warga dalam memulihkan kotanya pasca gempa.

Eiyuden Chronicle
Eiyuden Chronicle Rising Character

CJ nantinya juga akan bertemu dengan Garoo, seorang mercenary berwujud kangguru yang mempunyai tujuan sama seperti CJ, yaitu mencari harta karun. Serta Isha, seorang Wanita yang menjadi walikota pengganti di kota New Nevaeh. Isha sendiri mempunyai tujuan yang berbeda, yaitu mencari walikota sebenarnya yang telah menghilang. Mereka bertiga lalu menjadi tim untuk berpetualang sesuai tujuannya masing-masing.

Misteri dan asal-usul dari reruntuhan New Nevaeh lama-kelamaan juga akan terungkap seiring dengan progress cerita yang kita jalankan. Eiyuden Chronicle: Rising sendiri adalah sebuah prolog atau pengantar untuk seri utamanya, yaitu Eiyuden Chronicle: Hundred Heroes. Game ini mempunyai dialog dan cerita yang cukup solid untuk membangun lore dari seri utamanya nanti.

Baca Juga: Review The Wild Darkness, RPG Survival Bergaya Roguelike

Visual dan Musik (9/10)

Eiyuden Chronicle
Eiyuden Chronicle Rising Visual

Eiyuden Chronicle: Rising mempunyai visual yang cukup memanjakan mata. Meskipun bergaya side-scrolling, game ini mampu memberikan nuansa 2.5D yang cukup indah. Animasi yang ditampilkan juga cukup detail, dengan penggunaan foreground dan background yang cukup apik. Desain kotanya juga sangat hidup, ditambah dengan NPC yang akan semakin bertambah seiring berjalannya progress game.

Dari segi musik, game ini tidak menawarkan sesuatu yang cukup unik. Game Eiyuden Chronicle: Rising memberikan alunan musik santai layaknya game-game RPG pada umumnya. Serta background musik yang akan berganti sesuai dengan tempat atau dungeon yang sedang kita kunjungi. Tidak ada dubbing dari para karakternya, atau bahkan SFX suara karakter sekalipun.

Gameplay (8/10)

Eiyuden Chronicle
Eiyuden Chronicle Rising Gameplay

Untuk gameplay, Eiyuden Chronicle: Rising memberikan elemen menarik, yaitu town building. Jadi, kita akan menjalankan quest dari para warga untuk mencari resources. Lalu nantinya akan ada bangunan-bangunan baru yang dibangun seiring perkembangan dari quest yang kita jalankan.

Ini adalah salah satu hal terseru yang ada di game ini, karena kita akan melihat perkembangan kota New Nevaeh sedikit demi sedikit. Ditambah NPC juga akan semakin ramai dan beragam seiring banyaknya bangunan yang diperbaiki.

Untuk kombat mekaniknya, game ini memberikan gameplay yang sangat kasual. Tidak ada combo yang sulit atau mekanik rumit, kita hanya perlu menghadapi musuh dengan 3 karakter kita yang mempunyai style berbeda. CJ adalah karakter dengan kombat fast-phase jarak dekat. Garoo mempunyai style kombat yang lebih berdamage namun dengan kecepatan serangan yang lebih rendah. Sedangkan Isha adalah seorang pengguna magic yang mempunyai serangan jarak jauh.

Karakter tersebut juga bisa kita berikan elemen tertentu agar serangan yang dikeluarkan mempunyai damage lebih dan memiliki advantage saat melawan elemen tertentu.

Kontrol (8/10)

Eiyuden Chronicle
Eiyuden Chronicle Rising Gameplay

Analog kiri dan D-pad berguna untuk movement karakter kita. Tombol A (X untuk controller PS) digunakan untuk melompat. Lalu X (Square) untuk menggunakan serangan dari CJ, Y (Triangle) untuk serangan dari Garoo, dan B (Circle) untuk serangan dari Isha. Tombol RB (R1) untuk berinteraksi, seperti pada NPC. Serta tombol RT (R2) untuk menggunakan skill.

Dalam Eiyuden Chronicle: Rising, kita juga bisa menggunakan Link Attack untuk menggunakan serangan secara bergantian dari 3 karakter. Kita bisa menggunakan Link Attack secara manual dengan menekan tombol serangan dari karakter yang dikombinasikan, atau bisa dengan mode otomatis dimana Link Attack ini akan berjalanan dengan sendirinya.

Addictive (7/10)

Eiyuden Chronicle
Eiyuden Chronicle Rising Gameplay

Game Eiyuden Chronicle: Rising mempunyai style gameplay yang sangat kasual. Tidak ada tantangan tersendiri saat melawan musuh-musuh yang muncul, bahkan bossnya sekalipun. Game ini mungkin cocok untuk kalian yang suka RPG bergaya idle dan kasual. Namun, game ini terasa cukup membosankan bagi saya pribadi karena gameplay yang cukup repetitif.

Durasi permainan dari Eiyuden Chronicle: Rising juga cukup panjang. Kita bisa menamatkan main story dari game dengan waktu sekitar 15 jam. Namun, side quest yang dihadirkan sangat banyak, butuh waktu sekitar 50-60 jam untuk menyelesaikan game ini secara 100%.

Quest yang dihadirkan sebenarnya cukup rewarding dengan adanya perkembangan kota yang semakin hidup seiring banyaknya quest yang kita terima untuk memperbaiki kota. Namun, grainding di dungeon terasa sangat membosankan karena musuh yang mudah dan cukup repetitif. Untungnya, ada fitur fast travel yang memberikan kemudahan kita dalam menuju dungeon.

Dari segi ceritanya sendiri, Eiyuden Chronicle: Rising menghadirkan cerita yang cukup menarik. Namun, tidak serumit seri Suikoden yang kental akan drama dan unsur politik didalamnya.

Kesimpulan Untuk Game Eiyuden Chronicle: Rising

Game Eiyuden Chronicle: Rising mempunyai visual yanga cukup indah, membawa unsur nostalgia namun tetap memberikan hal-hal baru yang menarik. Cerita dalam game ini juga terbilang cukup bagus, meski bukan cerita yang bisa dibandingkan dengan seri Suikoden. Gameplay yang ditawarkan juga cukup menarik dengan adanya side quest yang sangat banyak. Namun, eksplorasi dungeon terasa sangat membosankan dan cukup repetitif. Game ini sepertinya memang ditujukan untuk gameplay yang lebih kasual.

Eiyuden Chronicle: Rising memberikan pengalaman yang cukup mengesankan. Mengingat game ini baru prekuel dari seri utamanya, kita bisa berharap lebih dari Eiyuden Chronicle: Hundred Heroes yang akan muncul nanti pada tahun 2023. Saya pribadi sebagai reviewer dari Eiyuden Chronicle: Rising memberikan score akhir untuk game ini dengan 8.5 .

Update informasi menarik lainnya seputar review game hanya di Gamefinity. Gamefinity.id menyediakan jasa top up dan voucher game dengan cara yang mudah dan pastinya terjangkau.

Angry Birds Muncul di Minecraft Sebagai Crossover DLC

GAMEFINITY.ID, YOGYAKARTA – Game Minecraft sepertinya memang tidak akan ada matinya. Banyaknya player aktif di Minecraft setiap harinya membuat game ini mempunyai komunitas yang ramai dan solid. Hal tersebut tentunya didukung oleh developernya yang selalu memberikan update baru untuk game ini. Serta kebebasan yang diberikan kepada playernya untuk mengembangkan mod seperti shader dan texture pack.

Mojang selaku pengembang dari game Minecraft sudah beberapa kali melakukan kolaborasi dengan game seperti Sonic the Hedgehog, Roblox, bahkan PUBG. Studio yang sekarang dimiliki oleh Microsoft ini juga mengumumkan kolaborasi terbarunya dengan game dari Rovio Entertainment, yaitu Angry Birds. Kolaborasi antara Minecraft dan Angry Birds ini telah muncul dalam bentuk DLC yang dapat kalian beli dengan harga 1340 minecoin. Sayangnya, DLC tersebut hanya tersedia untuk versi Minecraft Bedrock Edition.

Baca Juga: Review Mario Kart Tour, Game Mario Kart Untuk Mobile

Minecraft x Angry Birds Trailer Breakdown

Dalam trailer yang dirilis di channel youtube Minecraft pada 18 Mei kemarin, terlihat bahwa pemain akan menggunakan karakter Red, protagonis utama dalam game Angry Birds. Kita akan berperan untuk membebaskan karakter-karakter Angry Birds lain seperti Bomb dan Chuck serta mengambil telur-telur yang dicuri oleh “The Pigs”.

Selama petualangan ini, kita bisa bermain secara co-op multiplayer bersama teman untuk menyelesaikan berbagai misi dan mengalahkan “King Pig”. Dalam trailer berdurasi 1 menit tersebut, terlihat tempat-tempat dari Angry Birds seperti Cobalt Plateau, Piggy Junkyard, dan Pig City juga muncul di Minecraft.

Minecraft
Minecraft x Angry Birds

Dalam kolaborasi tersebut, Minecraft juga menghadirkan mode klasik yang mempunyai gameplay seperti Angry Birds. Dimana kita akan melontarkan karakter-karakter dari Angry Birds dengan ketapel untuk ditabrakkan ke Menara yang berisi The Pigs. Selain mode tersebut, Minecraft juga memberikan 10 skin baru dalam DLC ini.

Kolaborasi antara Minecraft dan Angry Birds ini sudah lama ditunggu-tunggu oleh para pemain Minecraft. Dengan memadukan elemen sandbox dari Minecraft yang khas dengan visual kotak-kotaknya dan gameplay melempar burung menggunakan ketapel dari Angry Birds. Gaya unik dari kedua franchise ini tampaknya akan semakin seru setelah kemunculan kolaborasi kedua franchise tersebut.

Suka dengan artikel ini? Jangan lupa untuk membaca artikel menarik lainnya hanya di Gamefinity. Tetap menjadi gamer yang sultan dengan top up mudah dan murah di gamefinity.id

Review Xenowerk, Shooting-Games Dengan Visual yang Apik

GAMEFINITY.ID, Bandar Lampung – Xenowerk merupakan game Shooting berlatar dunia Apocalypse yang dipenuhi dengan makhluk Mutasi berpopulasi tinggi. Game yang dikembangkan oleh Pixelbite ini dirilis pada Juni 2015 dan dapat dimainkan di Platform Android, IOS dan TVOS.

Sinopsis Xenowerk, Shooting-Games Dengan Visual yang Apik

Menceritakan seorang prajurit yang bertempur untuk membasmi para makhluk hasil mutasi yaitu, Mutant. Mutant yang tercipta dari hasil penelitian dan diterapkan kepada makhluk hidup yang menciptakan makhluk hidup lainnya. Mutant memiliki kemampuan dan fisik di atas rata-rata makhluk sebelum dimutasikan.

Mutant yang diciptakan oleh hasil infestasi ini menjadi tidak terkendali dan sedikit sulit untuk dihentikan.

Gameplay (9/10)

Review Xenowerk
Gameplay – Review Xenowerk, Shooting-Games Dengan Visual yang Apik

Xenowerk memiliki mekanisme gameplay yang hampir sama dengan Alien Shooter dan Space Marshals.

Disajikan dengan gaya 3D dan sentuhan 360°. Xenowerk menceritakan pada pasca Apocalypse dari gagalnya eksperimen Mutasi oleh ilmuwan dunia. Dalam Xenowerk, Player diharuskan untuk membasmi para Mutant yang berkeliaran secara liar demi menyelamatkan umat manusia.

Secara garis besar, Xenowerk merupakan game Shooting biasa. Game Shooting yang mengusung sudut pandang atas bawah.

Graphic (10/10)

Review Xenowerk
Graphic – Review Xenowerk, Shooting-Games Dengan Visual yang Apik

Xenowerk mengusung visual 3D dengan gaya Top-Down Shooter yang dilengkapi dengan fitur 360° untuk Rotasi kameranya.

Xenowerk memberikan pergerakan yang halus dan visual yang mantap untuk ukuran game Mobile. Hal ini dibuktikan dengan adanya beberapa pengaturan seputar visual dan Frame Rate pada Xenowerk.

Control (8/10)

Review Xenowerk
Control – Review Xenowerk, Shooting-Games Dengan Visual yang Apik

Xenowerk menyajikan kontrol yang simpel. Game ini memberikan gaya bermain dua jari, Kontrol Aim dan kontrol bergerak. Selain membawakan mekanisme kontrol 2 jari, ada beberapa kontrol tambahan seperti, penggunaan Item, ganti senjata, pergantian sudut kamera, dan banyak lagi.

Selain kontrol Tap pada Mobile, Xenowerk juga menyediakan kontrol untuk Gamepad yang umum kita jumpai pada game Shooting serupa.

Ada sedikit masalah dari kontrol game yaitu kontrol default untuk Aiming yang tidak tersedia. Sedikit sulit untuk mengontrol Aim untuk menembak musuh, tetapi hal ini dapat di atasi dengan beberapa pengaturan kontrol.

Addictive (9/10)

Review Xenowerk
Addictive – Review Xenowerk, Shooting-Games Dengan Visual yang Apik

Xenowerk merupakan game Shooting Yang Sangat cocok menemani di waktu senggang. Game ini memiliki tampilan yang menarik dan nuansa yang menegangkan.

Xenowerk menggunakan sistem gameplay Stage Level. Mungkin akan sedikit membosankan untuk jangka waktu yang lama, tetapi semua itu akan tertutupi dengan ketegangan dan visual Xenowerk yang baik.

Music (9/10)

Xenowerk menyajikan lantunan musik yang familiar. Instrumen yang secara umum terdapat pada game-game Shooting bertema Alien dan Apocalypse. Lantunan instrumen yang memadukan dentuman dan Sound-Beat seperti musik EDM.

Mengingat Xenowerk merupakan game Shooting, dapat dipastikan bahwa Xenowerk memiliki Sound Effect untuk tembakan senjata dan beberapa Sound Effect menarik lainnya.

Baca Juga : Review The Wild Darkness, RPG Survival Bergaya Roguelike

Kesimpulan

Xenowerk menjadi salah satu game yang sangat cocok untuk pencinta game Shooting bergaya Top-Down. Game ini dapat dimainkan dimana saja dan kapan saja. Berikut kelebihan dan kekurangan Xenowerk yang dapat penulis sampaikan.

Kelebihan

Xenowerk menjadi game yang cukup menarik dan memiliki mekanisme yang umum tetapi mempunyai Visual yang menjadi nilai tambah untuk Xenowerk.

Walaupun Xenowerk memiliki Visual yang bagus untuk perangkat Mobile, Xenowerk tidak membutuhkan perangkat berspesifikasi tinggi. Untuk Xenowerk sendiri bahkan bisa dimainkan dengan lancar di perangkat berpenyimpanan kecil.

Kekurangan

Xenowerk memiliki mekanisme yang sama seperti Alien Shooter dan Space Marshals, hanya saja game ini sedikit menyulitkan untuk Aiming dan tidak memiliki kontrol Auto-Aim yang cocok. Xenowerk menjadi game yang tidak memiliki Kontrol Auto-Aim.

Untuk Xenowerk, Total Score yang dapat penulis berikan adalah 9.

Update informasi menarik lainnya seputar review game hanya di Gamefinity. Gamefinity.id menyediakan jasa pengisian top up dan voucher game dengan cara yang mudah dan pastinya terjangkau.

CROB Guide: Tips Bagi Pemain Pemula

GAMEFINITY.ID, Jakarta– CROB atau biasa disebut game Cookierun: Ovenbreak adalah salah satu game populer besutan Devsister, Perusahaan video game asal Korea Selatan dan pada bulan Januari tahun lalu Devsister resmi meluncurkan game barunya, Cookierun: Kingdom yang juga tidak kalah suksesnya.

Walau cukup populer, beberapa menganggap kalau game ini cukup membosankan bagi sebagian pemain dikarenakan sistemnya yang berbayar atau pay to win. Pada kenyataannya tidak, justru game Cookierun: Ovenbreak ini sangat bagus jika dimainkan dalam jangka panjang. Di sini Gamefinity membagikan tips bermain bagi para pemain pemula agar tidak membosankan,

CROB Tips #1: Buat Email Khusus Untuk Mengkaitkan Akun Game

Hal pertama  ketika memulai game Cookierun Ovenbreak adalah menyediakan akun email untuk dikaitkan ke akun game. Disarankan jangan menggabungkan antara akun utama. Terlebih akun tersebut biasa digunakan untuk kegiatan sehari- hari. Sebaiknya dibuatkan akun yang baru, dikarenakan ketika kamu berniat menjualnya agar tidak sulit harus mengkonfirmasi ulang saat login.

CROB Tips #2: Manfaatkan Berbagai Kupon Yang Ada Untuk Farming Diamond

Tips selanjutnya adalah dengan memanfaatkan kode kupon yang ada, setiap kali Devsister (engembang game) ini mengadakan sebuah event terutama pada event nasional yang diadakan di negara asalnya tersebut selalu membagikan hadiah – hadiah menarik yang bisa didapatkan melalui kupon yang bisa kamu masukkan pada halaman khusus. Pada umumnya hadiah yang dibagikannya adalah diamond dan kubus yang bisa kamu tukar menjadi skin maupun Bear jelly. Diamonds ini sangat berguna ketika mendapatkan karakter baru.

CROB Tips #3: Ikuti Event Game Yang Sedang Lagi Diadakan

Ikuti event game sesuai kemampuan kamu ya, jika event tersebut dirasa cukup memberatkan kamu, kamu cukup memasang target dengan menyicil beberapa misi terlebih dahulu kemudian dilanjutkan sisanya. Atau lewati saja jika dirasa kurang mampu menyelesaikannya. Permainan ini sebenarnya tidak terlalu memberatkan terutama bagi pemain baru karena menggunakan sistem skor kumulatif yang bisa dicicil perharinya tanpa khawatir skor tersebut hangus, selain itu kamu juga bisa mendapatkan berbagai hadiah menarik salah satunya set karakter terbaru.

CROB Tips #4: Gunakan Diamond Seperlunya Saja

Ilustrasi Peti Gacha Karakter game CROB atau Cookierun: Ovenbreak
Peti gacha karakter pada game Cookierun: Ovenbreak

Pada mode Ovenbreak, kamu bisa mendapatkan bonus diamond setiap minggunya di hari Rabu dan Sabtu. Bonus tersebut bisa kamu gunakan untuk menggesek peti yang berisikan karakter Cookie maupun item equipment. Prioritaskan diamond kamu untuk menggesek peti equipment dan pet yang diakumulasi dalam bentuk mileage. Poin tersebut bisa kamu gunakan untuk mengupgrade karakter legendary yang hanya bisa ditukar melalui poin mileage.

CROB Tips #5: Upgrade Karakter Melalui Magic Potion

Untuk karakternya sendiri sebaiknya di upgrade melalui magic potion yang bisa didapatkan pada mode trophy race. Setiap harinya kamu bisa mendapatkan magic potion sampai dengan Sembilan belas buah, Sembilan melalui akumulasi trophy race dan sepuluh melalui Laboratory. Fokus upgrade karakter yang sedang meta ya.

Baca juga: Ini Alasan Wildberry Menjadi Meta Season Ini

CROB Tips #6: Manfaatkan Mini Games Yang Ada Untuk Farming Karakter Dan Item Lainnya

Cookierun Ovenbreak menyediakan berbagai macam mini games bawaan yang bermanfaat terutama pemain baru yang koleksi karakternya masih sedikit salah satunya mode cerita yang menceritakan petualangan Gingerbrave dan kawannya, setiap levelnya diberikan misi dengan hadiah mulai dari karakter, gold, sampai dengan peti karakter yang bisa kamu upgrade nantinya. Selain itu mini games lainnya yang bisa kamu mainkan adalah mode Island Memories dengan hadiah juga tidak kalah menguntungkannya salah satunya magic potion yang bisa kamu gunakan untuk upgrade karakter.

Demikian tips bermain Cookierun: Ovenbreak bagi pemula, semoga bermanfaat dan ikuti terus berita game lainnya di Gamefinity.id

Final Fantasy XV Sudah Terjual 10 Juta Unit

GAMEFINITY.ID, Bandung – Square Enix telah mengumumkan bahwa penjualan total Final Fantasy XV telah mencapai 10 juta unit! Angka tersebut merupakan kombinasi penjualan versi fisik dan digitalnya di semua platform secara global.

Final Fantasy XV pertama kali rilis secara global pada 29 November 2016 untuk Xbox One dan PlayStation 4. Versi PC-nya, bertajuk Windows Edition, rilis pada 6 Maret 2018. Versi Stadia-nya kemudian menyusul pada 19 November 2019 sebagai salah satu launch title layanan game Google itu. Berarti membutuhkan lebih dari lima tahun Final Fantasy XV untuk berhasil mencapai pencapaian penjualan total 10 juta unit di semua platform.

Bahkan Final Fantasy XV juga hadir di mobile dengan judul Final Fantasy XV: Pocket Edition. Versi mobile itu pertama kali rilis Februari 2018 di iOS dan Android.

Melalui akun Twitter-nya, pihak Square Enix juga berterima kasih pada pemain telah terus mendukung Final Fantasy XV.

Final Fantasy XV Mendapat Ulasan Positif

Final Fantasy XV

Saat pertama kali rilis, Final Fantasy XV telah mendapat ulasan memuaskan dari pemain dan kritikus. Banyak dari mereka memuji visual, musik, dan juga gameplay.  Meski begitu, jalan ceritanya mendapat respon beragam, dengan kritikan bahwa cerita terasa masih belum terselesaikan.

Menjawab kritikan tersebut, Square Enix merilis empat story DLC, yakni Episode Gladiolus, Episode Prompto, Episode Ignis, dan Episode Ardyn. Mode multiplayer bertajuk Comrades juga dirilis pada November 2017 dan menampilkan cerita berbeda.

Sayangnya, Episode Ardyn yang rilis pada Maret 2019 menjadi DLC terakhir Final Fantasy XV. Beberapa expansion DLC-nya justru dibatalkan dan menjadi novel berjudul Final Fantasy XV: The Dawn of the Future.

Baca juga: Final Fantasy XVI Masuk Tahap Akhir Pengembangan

Meski DLC selanjutnya dibatalkan, tercapainya angka penjualan yang fantastis ini sangat menakjubkan. Hal ini membuktikan Final Fantasy XV masih memiliki daya tarik kuat bagi pemain baru.

Sementara itu, Final Fantasy XIV mencapai lebih dari 25 juta pemain terdaftar tahun lalu. Square Enix juga mengabarkan Final Fantasy XIV menjadi game Final Fantasy paling menguntungkan sejauh ini.

Entri selanjutnya, Final Fantasy XVI, masih belum memiliki tanggal rilis. Naoki Yoshida, selaku produser entri Final Fantasy yang akan datang itu, telah berkata trailer akan segera rilis.

Semoga ada kabar baru tentang Final Fantasy XVI. Pastikan untuk pantau terus di Gamefinity untuk info terbaru seri Final Fantasy.