Category Archives: Game

Game Paling Pay to Win yang Ada di Dunia

GAMEFINITY.ID, Bandar Lampung – Salah satu model monetisasi game yang cukup kontroversial adalah pay to win yang di mana pemain yang mengeluarkan uang dapat mendapatkan keuntungan yang signifikan dalam game.

Beberapa game free-to-play telah mengadopsi model ini, tetapi ada beberapa yang dianggap memiliki sistem paling pay to win di dunia. Dua di antaranya adalah Clash of Clans dan Fate Grand Order.

Clash of Clans itu Game Pay to Win?

Clash of Clans adalah salah satu contoh utama game pay to win. Game ini menawarkan pengalaman membangun desa yang seru, tetapi proses pembangunannya memakan waktu yang cukup lama. Untuk mempercepat kemajuan, pemain memiliki opsi untuk menggunakan gems, yang merupakan mata uang premium dalam game ini.

Game Paling Pay to Win yang Ada di Dunia

Inilah kunci utama sistem pay to win dalam Clash of Clans. Dengan menghabiskan uang nyata untuk membeli gems, pemain dapat dengan cepat memperkuat desa mereka, merekrut pasukan yang lebih kuat, dan meraih kemenangan dalam pertempuran. Bagi pemain yang tidak mengeluarkan uang, proses pembangunan dapat terasa sangat lambat dan sulit untuk bersaing dengan mereka yang berinvestasi dalam gems. Meskipun Supercell, pengembang Clash of Clans, berusaha menjaga keseimbangan, perbedaan antara pemain yang membayar dan yang tidak cukup besar.

Metode Pity Gacha jadi Acuan Pay to Win Fate Grand Order

Ada Fate Grand Order, sebuah game turnbased RPG yang terkenal dengan sistem gacha. Dalam sistem ini, pemain harus membayar mata uang premium untuk mencoba mendapatkan karakter atau item yang mereka inginkan. Salah satu elemen yang membuatnya lebih kontroversial adalah adanya pity system yang memungkinkan pemain yang tidak mendapatkan karakter yang diinginkan dalam sejumlah putaran tertentu untuk mendapatkannya secara otomatis.

Game Paling Pay to Win yang Ada di Dunia

Namun, seringkali diperlukan ratusan atau bahkan ribuan pull (percobaan) untuk mencapai angka ini. Ini menjadikan Fate Grand Order sebagai salah satu game yang sangat mahal untuk pemain yang ingin memiliki karakter tertentu.

Baca Juga:

Secara keseluruhan, Clash of Clans dan Fate Grand Order adalah contoh nyata dari game pay to win di mana pengeluaran uang nyata dapat memberikan keuntungan besar dalam game. Namun, penting untuk diingat bahwa pilihan untuk mengeluarkan uang sepenuhnya terserah pada pemain, dan banyak pemain yang lebih suka menjalani pengalaman game ini secara santai tanpa harus bersaing dengan pemain berbayar. Terlepas dari sistem monetisasi mereka, kunci untuk menikmati game ini adalah menemukan gaya bermain yang sesuai dengan preferensi pribadi.

Update informasi menarik lainnya seputar game dan anime hanya di Gamefinity. Gamefinity.id menyediakan jasa pengisian top up dan voucher game dengan cara yang mudah dan pastinya terjangkau.

Coach Blacklist International Jelaskan Mengapa Midlane Diisi Lapu-Lapu

GAMEFINITY.ID, Bandar Lampung – Blacklist International  yang telah tampil dengan baik di Week 1 dalam turnamen Mobile Legends: Bang Bang Professional League Filipina Seasons 12, menghadapi kejutan di Minggu 2 saat berhadapan dengan ONIC PH. Sayangnya, mereka kalah 0-2 dalam pertandingan tersebut, namun hal menarik yang terjadi adalah pemilihan hero yang tidak biasa, yaitu Lapu-Lapu di posisi Mid Lane dalam pertandingan kedua.

Coach Blacklist International Jelaskan Mengapa Midlane di Isi Lapu-Lapu

Coach Blacklist International Jelaskan Mengapa Midlane di Isi Lapu-Lapu

Coach Blacklist International, Aniel Jiandani “Master the Basics” biasa dipanggil MTB, mengungkapkan bahwa pemilihan hero Lapu-Lapu yang tidak biasa ini adalah bagian dari eksperimen mereka untuk mencari strategi baru sebelum memasuki tahap playoff. Mereka telah berlatih menggunakan hero ini dalam waktu yang cukup lama, dan mereka ingin melihat apakah strategi ini dapat berhasil dalam kompetisi tingkat tinggi seperti MPL.

Pendapat Langsung Coach MTB dalam Uji Coba Strategi di MPL

Meskipun hasil pertandingan melawan ONIC PH tidak memuaskan, MTB menjelaskan bahwa saat ini adalah waktu yang tepat untuk mencoba berbagai strategi karena masih berada dalam seasons reguler MPL PH Season 12. Mereka masih memiliki kesempatan untuk berlatih dan meningkatkan kemampuan mereka sebelum memasuki tahap playoff yang lebih penting.

Coach Blacklist International Jelaskan Mengapa Midlane di Isi Lapu-Lapu

Selain itu, Blacklist International sudah menyatakan sebelumnya bahwa seasons reguler ini akan menjadi waktu untuk bereksperimen. Dengan beberapa pemain baru dan absennya dua pemain ikonik mereka, Jonmar Villaluna “OhMyV33NUS” dan Danerie Rosario “Wise”, tim ini berusaha untuk menemukan identitas baru dan menghadapi tantangan baru dalam seasons ini.

Baca Juga:

Meskipun mereka menghadapi kekalahan, Blacklist International tidak akan menyerah begitu saja. Mereka akan menggunakan pengalaman dari pertandingan Minggu ke-2 ini untuk merenung dan mempersiapkan diri untuk pertandingan selanjutnya melawan TNC Pro Team pada tanggal 23 September 2023.

Fans dan penonton akan dengan antusias menunggu untuk melihat strategi apa yang akan digunakan oleh Codebreakers dalam pertandingan mendatang, serta bagaimana Blacklist International akan terus beradaptasi dan berkembang dalam kompetisi ini.

Update informasi menarik lainnya seputar game dan anime hanya di Gamefinity. Gamefinity.id menyediakan jasa pengisian top up dan voucher game dengan cara yang mudah dan pastinya terjangkau.

Resmi! Collab Rainbow Six Siege x Halo sudah Dimulai!

GAMEFINITY.ID, Bandung – Setelah menjadi rumor bulan lalu, Ubisoft akhirnya resmi mengumumkan Rainbow Six Siege berkolaborasi dengan Halo! Kolaborasi keren itu sudah dimulai dengan tersedianya skin Master Chief untuk Sledge. Tentunya, kabar ini betul-betul menggembirakan bagi penggemar kedua franchise game FPS itu.

Kolaborasi Rainbow Six Siege x Halo

Akhir Agustus lalu, seorang leaker bernama Krobille mengunggah bocoran bahwa kedua franchise game FPS papan atas itu berkolaborasi. Pada akhirnya, kabar tersebut akurat saat Ubisoft sendiri mengumumkan secara resmi, sebuah kejutan yang mungkin sudah dinanti-nantikan.

Baca juga:

Ubisoft merilis trailer kolaborasi Rainbow Six Siege dan Halo. Trailer tersebut memperlihatkan karakter Sledge mengenakan armor Master Chief, karakter utama sekaligus ikon dari Halo.

Sledge sendiri merupakan karakter yang pertama kali muncul pada 2016 dan menjadi populer di kalangan penggemar. Ia bisa dibilang sebagai wajah dari Rainbow Six Siege berkat popularitasnya.

Elite Set untuk Sledge: Kostum Master Chief

Rainbow Six Siege x Halo Sledge Master Chief

Melalui laman resminya, Ubisoft sudah merilis Elite Set kolaborasi Halo di in-game store Rainbow Six Siege. Tentunya set tersebut sudah termasuk kostum yang terinspirasi dari armor Master Chief di Halo Infinite dan Spartan-117 headgear.

Tidak lengkap sampai di situ, terdapat pula sebuah skin gadget yang mengubah breaching hammer milik Sledge menjadi Banished Gravity Hammer. Ada juga skin senjata untuk M590A1 shotgun dan L825A2 assault rifle sebagai primary-nya dan P226 MK25 pistol sebagai secondary-nya.

Terakhir, pemain bisa memperoleh beberapa kartu operator, sebuah victory celebration, charm Cortana Chibi. Elite Set ini tentunya bisa dibeli di in-game store menggunakan R6 Credits.

Penggemar kedua game FPS itu sangat bersemangat untuk menantikan kolaborasi ini. Pasalnya, mereka bisa menikmati sebagian dariuniverse Halo dalam gameplay tactical di Rainbow Six Siege. Terlebih, kostum Master Chief membuat penampilan Sledge lebih fresh.

Rainbow Six Siege saat ini masih berada dalam year 8 season 3 yang berjudul Operation Heavy Mettle. Tampaknya Ubisoft masih konsisten mempertahankan game live service ini meski sudah akan memasuki tahun kesembilan.

Banishers: Ghost of New Eden Resmi Alami Penundaan

GAMEFINITY.ID, Bandung – Setelah Alone in the Dark reboot, nasib serupa juga terjadi pada Banishers: Ghost of New Eden. Game besutan Don’t Nod dan Focus Entertainment itu harus mengalami penundaan dari jadwal rilis 7 November 2023 menjadi 13 Februari 2024. Alasannya? Terlalu banyak perilisan game besar lain pada bulan jadwal rilis awal.

Focus Entertainent dan Don’t Nod Umumkan Penundaan Hingga Februari 2024

Banishers Ghost of New Eden delayed

“Kami telah memutuskan menunda perilisan franchise baru ini selama tiga bulan, hal ini karena pasar game tengah mengalami siklus perilisan intens untuk judul AAA di PC dan konsol pada akhir tahun. Kami yakin bahwa perilisan komersial Banishers: Ghosts of New Eden selama periode yang tidak terlalu penuh akan bisa mendapat perhatian secara layak,” ungkap Don’t Nod dan Focus Entertainment dalam sebuah pernyataan resmi.

Alasan ini tidak jauh dari berbeda dengan Alone in the Dark reboot. Game horor besutan THQ Nordic itu alami penundaan dari akhir Oktober menjadi 16 Januari 2024. Alasan di balik penundaan tersebut tidak lain banyaknya game besar yang akan rilis pada Oktober. Sebut saja contohnya Alan Wake 2, Marvel’s Spider-Man 2, dan Super Mario Wonder.

Baca juga:

Game action RPG besutan Don’t Nod itu pertama kali diumumkan pada The Game Awards 2022. Detail selanjutnya pun terungkap saat Summer Game Fest 2023. Baru-baru ini, Focus Entertainment cukup gencar dalam mempromosikan game ini. Trailer terbaru, Gameplay Overview Trailer, memperlihatkan gameplay lebih detail. Hal ini cukup mengejutkan saat penggemar mendengar Focus Entertainment memilih menunda perilisannya.

Game Besar yang Rilis November 2023 Picu Penundaan Banishers: Ghost of New Eden

Tampaknya musim gugur ini akan penuh dengan perilisan game besar. November 2023 juga menjadi momen yang sangat besar bagi gamer karena banyaknya game AAA yang bermunculan.

Call of Duty: Modern Warfare 3 menjadi contoh terbesar yang akan rilis pada November 2023. Begitu pula dengan Persona 5 Tactica, spin-off dari Persona 5. Ditambah, masih ada Like a Dragon Gaiden, The Taos Principle 2, dan Tales of Arise: Beyond the Dawn DLC.

Meski kini akan rilis Februari ini, Banishers: Ghosts of New Eden tentu masih harus bersaing dengan game besar yang juga akan rilis bulan tersebut. Contohnya adalah Persona 3 Reload, Final Fantasy VII Rebirth, Granblue Fantasy Relink, dan Suicide Squad Kill the Justice League.

Banishers: Ghost of New Eden kini akan rilis pada 13 Februari 2024 di PC, PlayStation 5, dan Xbox Series X|S.

Kolaborasi Free Fire dan Demon Slayer sudah Dimulai!

GAMEFINITY.ID, Bandung – Setelah lama dinanti penggemar, Free Fire akhirnya memulai kolaborasi dengan serial anime populer Demon Slayer: Kimetsu no Yaiba. Event kolaborasi itu sudah dimulai semenjak 27 September 2023, tepat pada Free Fire’s Booyah Day, dan menghadirkan berbagai reward iberupa item eksklusif bertema Demon Slayer.

Deretan Item Menarik dari Collab Free Fire x Demon Slayer

Free Fire x Demon Slayer

Kolaborasi ini menghadirkan deretan reward item menarik yang bisa diperoleh, mulai dari kostum, aksesories, hingga bundle. Semuanya berdasarkan dari para tokoh utama di serial anime-nya, terutama Tanjiro Nezuko, Zenitsu, dan Inosuke. Pemain bisa tampil sebagai karakter favorit dari Demon Slayer saat gameplay.

Selain kostum dan aksesories, terdapat pula beberapa item eksklusif yang bisa diperoleh. Berbagai item tersebut antara lain topeng Haganezuka’s Swordsmith Village, Tanjiro Style Gloo Wall, Zenitsu Agatsuma Style Jeep skin dan Giyu Tomioka Style Pan. Terdapat pula Tanjiro Style Avatar, Banner, dan Backpack.

Jika ingin mengekspresikan diri sebagai penggemar sejati di Free Fire, terdapat emote dan arrival animation bertema Demon Slayer. Hal tersebut sudah termasuk water breathing, thunder breathing, dan beast breathing milik Tanjiro. Ketiganya menjadi emote yang bisa diperoleh.

Free Fire x Demon Slayer grand prize

Pemain juga bisa menyelesaikan misi dalam game untuk memperoleh beberapa dari reward tersebut, terutama Tanjiro Style Avatar dan Haganezuka Mask. Terlebih, terdapat Tengen’s Bundle sebagai grand prize selama event berlangsung.

Baca juga:

Berbagai Konten Lainnya

Sebagai bagian dari event kolaborasi, beberapa hal di Free Fire akan mengalami perubahan mengikuti tema Demon Slayer. Contohnya, beberapa fitur akan penuh dekorasi dengan art style Demon Slayer.

Pemain bisa mendapati objek yang mendapat makeover di sekitar map, mulai dari pesawat hingga vending machine. Dengan begitu, pemain bisa mengeksplorasi map untuk melihat-lihat dan bahkan melakukan selfie.

“Kolaborasi ini menandakan komitmen Garena untuk menghadirkan pengalaman menyenangkan dan tak terlupakan bagi pemainnya. Semenjak debutnya pada 2019, Demon Slayer: Kimetsu no Yaibu sudah memiliki fanbase global besar tidak hanya berkat kualitas animasi kelas atas dan cerita yang menarik, tetapi juga karakter-karakternya yang pantang menyeran dalam menegakkan keadilan,” tulis Garena melalui laman resminya.

Kolaborasi Free Fire dan Demon Slayer sudah berlangsung semenjak 27 September 2023. Event ini akan berakhir 25 Oktober mendatang.

MOBA Jump: Assemble Diumumkan, Mulai Closed Beta di Filipina

GAMEFINITY.ID, Bandung – Kabar baik untuk penggemar anime, terutama serial anime adaptasi dari serial manga Weekly Shonen Jump! DeNA resmi mengumumkan Jump: Assemble, sebuah game 5v5 MOBA untuk mobile yang merupakan hasil kolaborasi dengan Shueisha. Closed beta test-nya sudah dimulai di Filipina pada 26 September 2023, dengan rencana perilisan resmi perdana di Asia Tenggara dan Asia Timur (kecuali Jepang) tahun depan.

Jump: Assemble, Game MOBA ala Weekly Shonen Jump

Jump: Assemble

Jump: Assemble merupakan 5v5 MOBA (multiplayer online battle arena) yang menampilkan karakter dari serial anime dan manga dari majalah Weekly Shonen Jump. Pada awal perilisan sebagai closed beta, deretan karakter dari Dragon Ball, One Piece, Naruto, Blech, Demon Slayer: Kimetsu no Yaiba, Jujutsu Kaisen, Undead Unluck, Mashle, dan lainnya akan tersedia. DeNa beencana untuk menambah karakter baru tambahan dalam game

Semenjak closed beta test pertama kali digelar, game MOBA Weekly Shonen Jump itu sudah mencuri perhatian penggemar MOBA dan anime. Pastinya, cukup banyak penggemar di seluruh dunia tidak sabar untuk mencobanya jika game besutan DeNa itu rilis global kelak.

Jump: Assemble

DeNa pertama kali mengumumkan Jump: Assemble melalui laman resmi dan akun media sosialnya. Dalam laman resmi, terdapat visual kunci dan informasi lebih lanjut tentang game tersebut.

Baca juga:

Deretan Bonus saat Closed Beta Test

Dilansir dari IGN, pemain bisa meng-unlock sekaligus memilih untuk bermain sebagai Goku dari Dragon Ball, Monkey D. Luffy dari One Piece, dan Naruto Uzumaki dari Naruto saat log in untuk pertama kalinya.

Jump: Assemble Jump: Assemble

Ada juga daily log in bonus, di mana pemain berkesempatan untuk meng-unlock Sasuke Uchiha pada hari kedua dan Boa Hancock pada hari ketujuh. Ada juga karakter Minato Namikaze yang bisa didapat setelah menyelesaikan Beginner Warm-Up Challenge.

Jump: Assemble kini sudah memasuki closed beta test di Filipina mulai 26 September 2023 khusus pengguna iOS dan Android. Game MOBA tersebut juga direncanakan rilis di Asia Tenggara dan Asia Timur, termasuk Indonesia, Singapura, Thailand, Malaysia, Korea Selatan, dan China.