Category Archives: Game

Review SimpleMMO, MMORPG Ringan Dengan Gaya Pixel

GAMEFINITY.ID, Bandar Lampung – SimpleMMO merupakan salah satu game MMORPG Light Weight-Text yang dapat dimainkan di Mobile maupun di web browser dan dirilis pada Februari 2018 yang dikembangkan oleh studio Galahad Creative.

Game ini memiliki mekanisme yang menarik, mekanisme yang berbeda dari MMORPG lainnya. SimpleMMO mengusung gaya berbasis Teks.

Baca Juga : Review Steins;Gate, Game Visual Novel Adaptasi Untuk Mobile dan PSP

Sinopsis SimpleMMO, MMORPG Ringan Dengan Gaya Pixel

Menceritakan tentang petualangan seseorang didunia fantasi yang dimana semua bermula dari sebuah kota bernama Simpletopia. Sebuah kota yang dihuni oleh ribuan pemain yang beragam dari seluruh dunia.

Gameplay (9/10)

Review SimpleMMO
Gameplay – Review SimpleMMO, MMORPG Ringan Dengan Gaya Pixel

SimpleMMO menjadi salah satu game MMORPG yang memiliki mekanisme sederhana. Baik dari mekanisme game ataupun mekanisme eksekusi pada game. SimpleMMO memberikan pengalaman yang menyenangkan untuk mereka yang kerap kali ingin mencoba game MMORPG dan untuk mereka yang senang bernostalgia.

SimpleMMO mengusung gaya permainan yang serupa dengan CyberCode Online, hanya berbeda pada latar dan beberapa mekanisme SimpleMMO yang lebih sederhana dari CyberCode Online. Berjalan dan berpetualang, berdagang, bersosialisasi dengan banyak pemain, berpergian antar kota yang berlatar di Kerajaan Fantasi hingga bertarung dengan musuh ataupun PVP.

Dalam berpetualang, akan ada serangkaian cerita dan adegan yang akan terjadi sepanjang perjalanan seperti, bertemu musuh, Monster, Resource yang bisa diambil dan sebagainya.

Graphic (9/10)

Review SimpleMMO
Graphic – Review SimpleMMO, MMORPG Ringan Dengan Gaya Pixel

Tidak seperti kebanyakan game RPG lainnya yang hanya menyajikan 1 gaya penggambaran, SimpleMMO memadukan dua gaya penggambaran yaitu, Pixel dan Kartun. Secara umum, karakter hingga item dan resource pada SimpleMMO dibawakan dengan visual Pixel Art. Game ini juga membawakan gaya visual kartun untuk latar tempat, Background hingga event yang akan terjadi.

Dalam gaya Pixel yang ada pada SimpleMMO, menggunakan Pixel dengan ukuran 32×32. Hal ini membuat karakter Pixel yang kita mainkan dapat terlihat sangat jelas bagaimana wujud dan paras sang karakter.

Control (9/10)

Tidak banyak kontrol yang kompleks pada SimpleMMO, mengingat bahwa SimpleMMO merupakan game Mobile yang mengandalkan Tap-tap dalam bermain.

Addictive (8/10)

Review SimpleMMO
Addictive – Review SimpleMMO, MMORPG Ringan Dengan Gaya Pixel

SimpleMMO tidak jauh berbeda dengan game MMORPG lainnya. SimpleMMO mengusung konsep Grinding juga. Namun memiliki sistem Grinding resource maupun mata uang yang sedikit pelit. Bisa dilihat dari jumlah EXP atau Gold yang didapat ketika menyelesaikan Step dalam petualangan maupun pertarungan. Tetapi hal ini sedikit adil, mengingat harga dari item game yang relatif murah.

Music (6/10)

Review SimpleMMO
Music – Review SimpleMMO, MMORPG Ringan Dengan Gaya Pixel

Musik dalam game ini tidak begitu menarik. SimpleMMO tidak memiliki BGM ataupun Musik yang terdengar sepanjang permainan. SimpleMMO hanya memberikan sedikit Sound Effect pada pertarungan yaitu, ketika petarung menyerang secara bergiliran.

Kesimpulan

SimpleMMO menjadi salah satu game MMORPG yang dapat dimainkan di segala kalangan pengguna Mobile. Berikut Kelebihan dan Kekurangan SimpleMMO yang dapat penulis sampaikan.

Kelebihan

SimpleMMO menjadi salah satu game MMORPG yang ringan, mengingat kebanyakan dari game MMORPG memiliki ukuran dan kebutuhan spesifikasi perangkat yang sangat besar. SimpleMMO hanyalah berukuran tidak lebih dari 100 MB, setiap pengguna perangkat Mid-End kebawah juga bisa memainkannya.

Kekurangan

SimpleMMO memiliki penyajian gaya bertarung yang terlalu sederhana, baik dalam Battle Arena ataupun PVP. SimpleMMO sangatlah minim dalam hal musik pada game-nya. Hanya memberikan Sound Effect yang dapat kita dengar saat bertarung. Mungkin hal ini akan sedikit membuat pemain merasa jenuh dan mengantuk.

Untuk SimpleMMO, Total Score yang dapat penulis sampaikan adalah 8,2.

Update informasi seputar game menarik lainnya hanya di Gamefinity.id

Review Shin Megami Tensei, Hardcorenya Game Turn-Base JRPG

GAMEFINITY.ID, Yogyakarta – Untuk kita para penggemar JRPG, pasti sudah sangat familiar dengan seri Shin Megami Tensei. Shin Megami Tensei sendiri adalah seri utama dari franchise Megami Tensei/ Megaten, yang saat ini sudah mempunyai 5 entri di seriesnya. Untuk yang belum familiar dengan franchise Megaten, Megaten adalah game Turn-Base JRPG yang pertama kali rilis oleh Atlus untuk NES/ Famicom 1987 dengan judul Digital Devil Story: Megami Tensei.

Shin Megami Tensei
Megami Tensei Franchise

Saat ini, franchise ini sudah mempunyai banyak sekali seri spin-off, contohnya saja seperti Majin Tensei, Devil Survivor, Last Bible, dan spin-off Megaten paling populer yaitu Persona. Keunikan dari franchise Megaten adalah ceritanya yang selalu mengarah pada konflik akhir dunia/ kiamat yang disebabkan oleh perseteruan antara Iblis dan Malaikat, serta tingkat kesulitan dari gamenya yang mengharuskan kita mempunyai tim yang tepat dalam melawan setiap bosnya.

Kali ini, saya akan mengulas tentang entri pertama dari seri Shin Megami Tensei, yang diliris untuk SNES/ Super Famicom pada 30 Oktober 1992. Game ini juga rilis untuk GBA, PS, Android, dan IOS.

Sinopsis dari Shin Megami Tensei

Game Shin Megami Tensei bercerita tentang seorang protagonis yang bernama Kazuya, seorang remaja yang tinggal di Tokyo yang mendapatkan kekuatan untuk mengendalikan Demon bernama “Devil Summoning Program” yang didapat dari seorang ilmuwan bernama Steven. Kazuya lalu terlempar ke 30 tahun di masa depan dimana dunia sudah hancur karena invasi demon.

Dalam dunia baru ini, Kazuya akan berpetualang Bersama 3 karakter lainnya, yang disebut Law Hero, Chaos Hero, dan Heroine. Konflik utama dari game ini adalah perseteruaan antara dua kultus bernama “Order of Messiah” dan “Ring of Gaia”. Player nantinya akan mempunyai pilihan untuk menjadi bagian dari kedua kultus tersebut, atau memilih untuk berada ditengah-tengah sesuai dengan tindakan yang kita lakukan disepanjang game. Pilihan ini juga akan mempunyai pengaruh pada jalannya cerita dan ending yang akan kita dapatkan.

Gameplay (9/10)

Seri Shin Megami Tensei mempunyai mekanisme yang menjadi ciri khasnya, yaitu talk, jadi selain bertarung dengan demon, kita juga bisa berbicara dengan mereka. Keputusan yang kita ambil saat berbicara dengan mereka akan mempengaruhi mood dari demon tersebut. Misalnya, jika kita memilih keputusan yang tepat saat berbicara dengan demon tertentu, dia bisa bergabung dengan kita untuk ikut menjadi bagian dari tim. Sebaliknya, jika kita salah memilih keputusan, demon ini bisa menjadi marah dan mempunyai advantage untuk menyerang kita terlebih dahulu.

Shin Megami Tensei
Shin Megami Tensei Gameplay

Selain mekanisme talk pada demon, ada mekanisme unik lainnya yang bernama alignment, sebuah sifat yang dipengaruhi dari tindakan kita disepanjang game. Jika tindakan kita lebih prefer kearah “Order of Messiah”, maka alignment dari karakter kita akan kearah Law, “Ring of Gaia” yang mereprentasikan Chaos Alignment, dan Neutral Alignment jika kita memilih untuk berada ditengah-tengah.

Alignment yang kita bangun disepanjang game, akan mempengaruhi ending yang kita dapatkan dan boss yang akan kita lawan. Misalnya, jika kita mengambil Law Alignment, maka kita akan melawan boss yang bersifat Chaos. Mekanisme ini sangat unik karena ending yang kita dapatkan bukan dipengaruhi oleh satu atau dua keputusan tertentu saja, melainkan keputusan kita disepanjang game.

Alignment ini selain mempengaruhi ending, juga akan mempengaruhi demon yang bisa kita rekrut menjadi bagian dari tim kita. Misalnya saja jika kita memilih untuk mengarah ke Law Alignment, maka kita akan dapat merekrut demon yang bersifat law seperti Angel, Vishnu, Baal, Thor, dll. Sebaliknya, demon yang beratribut Chaos akan menolak jika kita rekrut, dan akan cenderung lebih agresif saat kita ajak untuk berbicara.

Kontrol dan Menu(7/10)

Game Shin Megami Tensei mempunyai control yang kurang lebih sama dengan game Dungeon Crawler RPG lainnya. D-pad atas untuk maju, bawah untuk berputar 180 derajat, dan D-pad kiri kanan untuk berputar 90 derajat. Tombol A (O untuk playstation) untuk membuka menu, dan B (X) untuk keluar dari menu.

Shin Megami Tensei
Shin Megami Tensei Gameplay

Dalam menu, kita bisa menganalis demon yang sudah pernah kita lawan untuk melihat kekuatan dan kelemahan mereka, ini sangat penting untuk memaksimal penggunaan mana kita disepanjang game. Lalu ada Change Formation yang berguna untuk mengatur formasi tim kita yang terdiri dari 5 orang/ demon. Karakter yang kita pasang didepan akan lebih sering terkena serangan musuh daripada yang dibelakang.

Saat encounter battle, kita akan diberikan pilihan untuk Fight, Escape, Talk, dan Auto. Masing-masing dari pilihan ini bisa kita pilih dengan menekan tombol B.

Visual (8/10)

Shin Megami Tensei mungkin kurang mempunyai visual yang menawan jika dibandingkan dengan game-game lainnya di tahun ini. Tapi tema post-apocalyptic dan suasana horror yang disajikan cukup membuat kita untuk merinding membayangkannya. Game ini mengedepankan visual yang gelap dan mencekam, yang dapat menggambarkan bagaimana ngerinya suasana dari Tokyo saat invasi demon ini terjadi. Penggarap Visual dari game Shin Megami Tensei ini adalah “Kazuma Kaneko”.

Shin Megami Tensei
Shin Megami Tensei Gameplay

Selain menangani visual, Kaneko juga yang mendesain karakter dan demon untuk game ini. Desain dari protagonis kita dirancang dengan tema futuristik. Chaos Hero dirancang agar terlihat jadul, dengan postur tubuh yang buruk dan pakaian militer. Pakaian dan gaya rambut dari Chaos Hero ini juga dirancang agar mirip dengan karakter Piccolo dari serial manga Dragon Ball.

Selama proses pembuatan, semua karakter yang dibuat Kazuma Kaneko memiliki nama yang dilampirkan untuk membantu dalam identifikasinya. Karakter Louis Cyphre terinspirasi oleh karakter dengan nama yang sama dari film Angel Heart tahun 1987. Beberapa karakter seperti Stephen (Stephen Hawking) dan Jenderal Gotou, didasarkan pada orang-orang di kehidupan nyata. Karakter Persiden Thorman di game ini juga dibuat sangat mirip dengan Harry S. Truman, presiden Amerika yang menyetujui serangan atom terhadap Jepang.

Baca Juga: Review Steins;Gate, Game Visual Novel Adaptasi Untuk Mobile dan PSP

Musik (9/10)

Komposer dari game Shin Megami Tensei adalah “Tsukasa Masuko”, yang nantinya juga akan menggarap musik dari beberapa game SMT lainnya. Meskipun dengan keterbatasan hardware dari SNES, musik dari Shin Megami Tensei cukup bervariasi. Musik yang dibawakan kebanyakan mempunyai vibe horror jaman dulu yang lambat namun mencekam, tergantung dari tempat yang kita kunjungi, vibe dari horror yang dibawakan juga akan berbeda. Saat battle encounter terjadi, musik akan berganti menjadi lebih action yang mempunyai banyak beat.

Shin Megami Tensei
tsukasa masuko(kiri), kazuma kaneko(kanan)

Addictive (7/10)

Seperti tipikal dari game Dungeon Crawler RPG, Shin Megami Tensei mempunyai gamplay yang cukup repetitif, yang mengharuskan kita untuk mengeksplorasi dungeon dalam waktu yang lama. Selain itu, game ini juga mempunyai tingkat kesulitan yang cukup tinggi, kesalahan kecil kita dalam mengambil keputusan saat battle bisa berdampak sangat fatal. Jika kalian sudah terbiasa memainkan Hardcore Turn-Base RPG seperti “Etrian Oddysey”, maka game ini akan sangat cocok untuk kalian. Namun, jika kalian tidak terbiasa dengan tipikal game Turn-Base RPG yang mempunyai buff dan debuff yang kompleks, maka game ini akan membuat kalian sangat frustasi memainnya.

Shin Megami Tensei
Shin Megami Tensei Gameplay

Kelebihan Shin Megami Tensei

Game Shin Megami Tensei mempunyai keunggulan dari segi gameplay dan ceritanya. Cerita yang unik, rumit, sekaligus kompleks ini akan membuat kita yang pernah memainkannya tidak akan pernah bisa melupakan ceritanya. Banyak ironi juga yang terjadi disepanjang game, yang akan membuat kita semakin tenggelam dalam cerita dari game ini.

Komplektivitas dari gameplay game ini  juga membuat kita yang menyukai Hardcore Turn-Base RPG akan merasa tertantang untuk menaklukan game ini.

Kekurangan Shin Megami Tensei

Kekurangan dari game Shin Megami Tensei adalah visualnya yang cukup kuno dan membuat kita bingung. Kita kadang diharuskan mengecek map beberapa kali atau membaca walkthrough untuk bisa mengetahui jalan mana yang harus kita ambil selanjutnya.

Selain itu, gameplay dari game ini juga sangat rumit, yang membuat para pemain baru sulit untuk bisa menguasai game ini.

Kesimpulan

Game Shin Megami Tensei merupakan game Turn-Base RPG dengan segudang mekanisme dan cerita yang sangat unik. Tetapi, game ini kurang ramah untuk para pemain baru, karena butuh banyak waktu untuk benar-benar memahami game ini dari segi gameplaynya maupun ceritanya. Game ini bisa dibilang cukup segmented, dimana hanya beberapa orang saja yang mungkin akan menyukainya. Karena itulah, saya sebagai reviewer game Shin Megami Tensei memberikan score akhir untuk game ini dengan 7.5.

 

Untuk review game menarik lainnya dapat kunjungi langsung website, fanspage, atau komunitas  dari Gamefinity ID. Buat kalian yang bingung dapat uang THR untuk apa, kalian bisa banget langsung top up untuk games kesayangan langsung klik Gamefinity.id

Merugi, Square Enix Jual Eidos-Montreal dan Crystal Dynamics

GAMEFINITY.ID, Bandung – Square Enix menjual tiga studio miliknya kepada Embracer Group. Ketiga studio itu adalah Eidos-Montreal, Crystal Dynamics, dan Square Enix Europe. Penjualan tersebut sudah termasuk hak kekayaan intelektual seperti Tomb Raider, Deus Ex, dan Thief. Embracer Group telah sepakat untuk membeli ketiga studio itu seharga 300 juta dolar.

Alasan Embracer Group Membeli Ketiga Studio Dari Square Enix

Embracer Group telah menilai berbagai kekayaan intelektual dan judul game, talenta kreatif kelas dunia, dan jam terbang luar biasa dari ketiga studio tersebut memicu untuk mengakuisisinya. Ketiga studio tersebut memiliki visi yang sama, yaitu membuat game berkualitas tinggi dan mengembangkan berbagai franchise game menjadi yang terbaik.

Sebelumnya, Embracer Group telah mengakuisisi Koch Media, Coffee Stain Holding, Saber Interactive, Gearbox Interactive, dan Asmodee. Perusahaan asal Swedia itu juga memiliki studio game THQ Nordic. Dalam beberapa tahun terakhir, mereka telah melakukan ekspansi besar-besaran dengan mengakuisisi berbagai studio game.

Kesepakatan ini diharapkan selesai pada paruh kedua tahun fiskal Embracer Group 2022/2023 mendatang.

Kenapa Square Enix Menjual Tiga Studio Game-nya?

The Gamer melaporkan margin keuntungan Crystal Dynamics dan Eidos-Montreal jauh lebih rendah daripada studio lain milik Square Enix selama 2021. Crystal Dynamics memiliki margin keuntungan operasional sebanyak 3,6 persen, sedangkan Eidos-Montreal jauh lebih rendah dengan 0,65 persen. Secara keseluruhan, Square Enix memiliki keuntungan operasional sebanyak 14,2 persen.

Tidak heran, pihak Square Enix sering kecewa dengan performa game buatan Crystal Dynamics, Eidos-Montreal, dan Square Enix Europe. Ketiga studio itu sering memgembangkan game AAA beranggaran tinggi dan akhirnya tidak segera meraup keuntungan besar. Faktanya kebanyakan game AAA beranggaran mahal butuh beberapa tahun untuk meraih keuntungan.

Square Enix Deus Ex
Deus Ex: Mankind Divided raih angka penjualan awal cukup mengecewakan

Misalnya Shadow of the Tomb Raider yang rilis pada 2018 memiliki anggaran pengembangan dan pemasaran sekitar 110-135 juta dolar, menjadikannya salah satu judul game dengan anggaran tertinggi. Seri Tomb Raider itu terjual sebanyak sembilan juta unit dalam tiga tahun. Deus Ex: Mankind Divided yang rilis pada 2016 memiliki anggaran 70 juta dolar kanada dan angka penjualan awal cukup mengecewakan.

Baca juga: Game Tomb Raider Baru Akan Gunakan Unreal Engine 5

Karena hal ini, dapat dikatakan Square Enix sudah tidak ingin terlalu banyak berinvestasi pada judul game AAA beranggaran mahal.

Pihak Square Enix sendiri mengatakan mereka akan terus berinvestasi dalam pengembangan game secara efisien, termasuk dalam melibatkan blockchain, kecerdasan buatan, dan cloud dalam berbagai bisnis barunya mendatang.

Untuk update terbaru tentang game Square Enix dan gameslainnya pantau terus di Gamefinity.id. serta nikmati juga kemudahan top up games langsung di Gamefinity.id

Princess Connect! Re:Dive Kolaborasi dengan Re:Zero!

GAMEFINITY.ID, Bandung – Tiga heroine utama Re:Zero -Starting Life in Another World- telah masuk ke Landosol di dunia Princess Connect! Re:Dive. Event kolaborasi ini sudah dimulai pada 2 Mei. Dalam event ini, pemain dapat menikmati event story dan mendapat Emilia, Rem, dan Ram sebagai playable character.

Patut diingat, event kolaborasi ini untuk versi global-nya yang dibesut Crunchyroll Games. Sebelumnya, event kolaborasi ini hadir di versi Jepang besutan Cygames pada Mei 2019 dengan rerun pada November 2020.

Event Story Terbaru Princess Connect! Re:Dive Versi Global – “Re:Zero -Sharing Lunch in Another World-

Princess Connect! Re:Dive Re:Zero Event Story
Nikmati event story di mana Emilia, Rem, dan Ram berinteraksi dengan tiga heroine Princess Connect! Re:Dive

Event story merupakan mode khas Princess Connect Re:Dive saat mengadakan event bulanan. Dalam event story ini, pemain dapat menikmati cerita ketiga heroine Re:Zero bertemu dengan tiga heroine game ini, Pecorine, Karyl, dan Kokkoro. Setiap chapter dari cerita harus di-unlock dengan menyelesaikan beberapa stage. Terdapat 15 stage difficulty normal dan 5 stage difficulty hard dengan reward berbeda-beda.

Sesuai tradisi story event game ini, terdapat tiga difficulty dalam mengalahkan boss, yaitu Normal, Hard, dan Very Hard. Boss difficulty Very Hard hanya dapat dikalahkan sekali sehari dengan reward yang cukup besar. Terdapat pula difficulty Special setelah pertama kali mengalahkan Boss difficulty Very Hard dengan reward lebih banyak.

Untuk mengalahkan boss, pemain harus membayar menggunakan boss tickets yang mereka dapat setelah menyelesaikan stage dan juga login bonus.

Princess Connect! Re:Dive Ram
Dapatkan karakter limited Ram setelah mengalahkan Boss difficulty Normal!

Setelah mengalahkan boss dengan difficulty Normal, pemain mendapat karakter Ram sebagai playable character. Patut diingat, karakter hanya bisa didapat selama event berlangsung dan tidak masuk dalam karakter permanent dalam Premium Gacha.

Event story ini hanya bisa diakses hingga 15 Mei mendatang.

Dapatkan Juga Karakter Limited Rem dan Emilia dalam Focus Gacha!

Rem hadir dalam Focus Gacha sebagai karakter limited!

Princess Connect! Re:Dive juga mengadakan dua event Focus Gacha. Pertama, player berkesempatan untuk mendapat karakter limited Rem dari Re:Zero pada tanggal 2 hingga 15 Mei. Karena karakter ini limited, Rem tidak akan masuk karakter permanent dalam Premium Gacha.

Princess Connect! Re:Dive Emilia
Emilia juga hadir sebagai karakter limited di Focus Gacha selanjutnya!

Selanjutnya, karakter limited Emilia akan hadir pada event Focus Gacha selanjutnya mulai 19 Mei hingga 1 Juni. Ditambah, Puck juga akan hadir sebagai kameo dalam salah satu skill-nya. Sama seperti Rem, Emilia juga tidak masuk karakter permanent dalam Premium Gacha.

Baca juga: Wah! Ada Event Kolaborasi Shadowverse dan Uma Musume: Pretty Derby

Untuk detail lebih lanjutnya, pemain bisa kunjungi laman resmi-nya di Crunchyroll. Nantikan juga kelanjutan main story Princess Connect Re:Dive bersama quest map baru, Area 25, pada 19 Mei mendatang.

Ingin tahu game apalagi yang berkolaborasi dengan franchise anime terkenal? Pantau terus Gamefinity.id. Selain itu kalian bisa top up langsung game kesayangan kalian di Gamefinity.id

Blizzard Umumkan Warcraft: Arclight Rumble untuk Mobile!

GAMEFINITY.ID, Bandung – Blizzard akhirnya umumkan Warcraft: Arclight Rumble untuk platform iOS dan Android. Tentu saja, mungkin game ini akan sedikit berbeda dari seri Warcraft biasanya. Ditambah, visual dari game ini terinspirasi dari game tabletop yang menambah kesegaran pada seri Warcraft.

Warcraft: Arclight Rumble Berupa GameTower Offense

Warcraft: Arclight Rumble merupakan game strategi tower offense di mana pemain harus membentuk pasukan beranggotakan heroes dan villain dari World of Warcraft. Mereka nantinya akan saling berhadapan dalam tactical-based battle. Pemain diharapkan dapat mengumpulkan lebih dari 60 karakter World of Warcraft demi membentuk army sekuat mungkin. Game ini berlatarkan di dunia fantasi Azeroth, di mana Warcraft: Arclight Rumble telah menjadi sensasi di berbagai inn dan tavern berkat rekayasa pintar gnome.

Warcraft: Arclight Rumble
Warcraft: Arclight Rumble merupakan gametower offense

Terdapat tiga mode dalam game ini, single-player campaign, co-op play, dan PvP. Dalam single-player campaign, pemain dapat menyelesaikan lebih dari 70 mission. Setelah menyelesaikan berbagai mission, pemain dapat mengumpulkan karakter atau lebih tepatnya ‘minis’ untuk memperkuat army-nya.

Pemain juga dapat bekerja sama dengan teman untuk menyelesaikan misi dalam co-op play. Lalu mereka juga dapat menguji army-nya bertarung dalam mode PvP. Namun, pada awal peluncuran nanti, game ini hanya akan menyediakan mode single-player.

Sebuah battle nantinya akan menggunakan map vertikal di mana pemain memanggil karakter sebagai anggota army untuk melawan musuh secara otomatis. Pemain nantinya dalam mengontrol seluruh anggota army-nya menggunakan satu jari. Tidak perlu terlalu khawatir, karena tidak ada elemen micromanagement di Warcraft: Arclight Rumble.

Tidak seperti Diablo: Immortal, Blizzard telah berkata mereka tidak memiliki rencana untuk membuat versi PC dari Warcraft: Arclight Rumble.

Baca juga: Dalam Waktu Dekat, Diablo Immortal Akan Hadir untuk Mobile dan PC

Warcraft versi Mobile Sudah Lama Jadi Rumor

Sebelumnya, terdapat kabar bahwa Blizzard mempertimbangkan membuat mobile game Warcraft dari 2017. Akhirnya rumor itu terwujud saat mereka mengumumkan mereka memang akan merilis Warcraft: Arclight Rumble tahun ini.

Untuk informasi lebih lanjut dari Warcraft: Arclight Rumble, pemain dapat kunjungi laman resminya. Pemain juga dapat melihat trailer-nya di bawah ini.

Semoga Warcraft: Arclight Rumble dapat menjadi angin segar bagi Activision Blizzard. Nantikan juga liputan seputar Warcraft, Diablo: Immortal, dan game Blizzard lainnya hanya di Gamefinity.id. jangan lupa untuk top up game kesayangan kalian langsung di Gamefinity.id

Riot Akan Memperlambat Laju Pertempuran League Of Legends

GAMEFINITY.ID Kutai Kartanegara – Riot Games berencana untuk memperlambat laju pertempuran dalam game MOBA mereka, League of Legends. Dikutip dari laman web Dot Esports,  Riot Games kini dikabarkan akan menambah durasi pertarungan in-game, dan akan menerapkan perubahan ini pada patch selanjutnya.

Sejak perilisan awal dari game tersebut, banyak perubahan yang dilakukan oleh Riot Games agar game League of Legends mereka tetap menarik untuk dimainkan. Salah satunya adalah dengan penerapan laju pertempuran cepat, yang hanya berkisar antara 30 hingga 60 detik pertarungan. Dan kali ini, tampaknya Riot ingin merubah mekanisme pertarungan cepat mereka.

Dalam patch 12.8 yang baru saja dirilis, Riot telah memberikan banyak perubahan dalam permainan. Terutama dengan adanya rework untuk 2 karakter Champion, yaitu Skarner dan Udyr.

Selain itu, meski patch 12.8 ini baru beberapa hari rilis, akun Reddit resmi Riot u/RiotAxes, sudah membagikan rencana kedepan mereka untuk patch League of Legends selanjutnya. Dimana Riot sedang menyiapkan perubahan besar untuk game MOBA mereka, dengan berfokus pada pengurangan pertumbuhan damage untuk Creep, hingga perlambatan laju pertempuran dari para Champions.

Baca juga: Beberapa Game Switch Lite Yang Tidak Mendukung Tabletop Mode

Account Riot Games
Rencana Riot Games untuk memperlambat laju pertempuran

Nerf Untuk Memperlambat Laju Pertempuran

“Kami akan berbicara tentang perubahan yang akan datang yang dimaksudkan untuk memperlambat laju pertempuran dalam beberapa minggu ke depan,” tulis RiotAxes.

“Tim pengembangan kami percaya bahwa Liga (LoL) adalah yang terbaik ketika rata-rata (permainan) berjalan cepat dan menarik,” tambah akun tersebut.  “Tapi saya pikir akan adil untuk mengatakan bahwa itu telah dikoreksi secara berlebihan terhadap damage, yang memberikan kejelasan (saya dapat mengatakan apa yang baru saja membunuh saya / saya dapat mengatakan apa yang seharusnya saya lakukan secara berbeda) serta ekspresi skill (Assassin / Mage itu memukul  seluruh kit mereka, jadi mereka mendapatkan kill itu)”.

Hingga tulisan ini dibagikan, masih belum ada penjelasan lebih detail mengenai perubahan mekanisme ini. Akan tetapi, rumor yang diklaim berasal dari internal Riot menyebutkan bahwa kemungkinan akan ada pengurangan poin damage sebesar 20 persen untuk para Champions, hingga pengurangan efek penyembuhan dan shield yang akan disesuaikan berdasarkan level.

Riot Games sendiri dikabarkan akan membagikan informasi seputar perubahan ini dalam waktu dekat. Tunggu informasi dari Riot Games terkait League of Legends hanya di Gamefinity. Jangan lupa juga untuk top up untuk game League og Legends kamu langsung di gamefinity.id