Category Archives: Game

Halo Infinite Akan Hadirkan Mode Mirip Battle Royale

GAMEFINITY.ID – YOGYAKARTA, Season ke-2 dari Halo Infinite akan segera diluncurkan pada bulan depan. Ada dua map baru yang akan ditambahkan di season ke-2 ini, map berskala kecil Catalyst dan Breaker untuk yang skala besar. Beberapa mode baru juga telah diumumkan oleh 343 Industries selaku pengembang dari game Halo Infinite. Sementara itu, weekly challenges akan dirombak untuk menghilangkan emblems, backgrounds, dan hadiah-hadiah tidak penting lainnya.

Halo Infinite
Map Baru Catalyst dan Breaker

Baca Juga: Sekuel Dari Tales From The Borderlands Telah Diumumkan

Mode-Mode Baru yang Akan Muncul di Halo Infinite

King of the Hill

Mode baru pertama yang akan muncul adalah King of the Hill. Mode yang sudah ada di series Halo terdahulu ini mempunyai cara bermain yang kurang lebih sama seperti mode King of The Hill di game lainnya. Mode ini memiliki dua tim yang akan memperebutkan zona yang telah ditentukan untuk melihat siapa yang dapat bertahan paling lama, namun alih-alih menggunakan timer, Halo Infinite akan menggunakan bar meter. Jadi setelah meter bar tim terisi penuh, mereka akan mencetak poin. Belum ada informasi lebih detail tentang berapa poin yang dibutuhkan untuk memenangkan satu rondenya.

Halo Infinite
king of the hills

Land Grab

Land Grab adalah mode kedua yang juga akan muncul di Halo Infinite. Di setiap awal round, tiga zona netral akan muncul di sekitar peta. Tim pertama yang bisa meng-capture ketiga zona netral ini akan mendapat poin. Tidak seperti mode Strongholds, di mode Land Grab ini  setelah zona sudah di-capture, zona ini tidak bisa di-capture kembali oleh tim lawan. Tim perlu mengumpulan 11 poin untuk memenangkan round di mode ini.

Halo Infinite
Last Spartan Standing

Last Spartan Standing

Mode yang ketiga adalah mode baru yang disebut Last Spartan Standing. Mode ini adalah mode free-for-all elimination untuk 12 player dalam satu room. Setiap player memiliki lima nyawa dan ketika nyawa player habis, player akan keluar dari room. Player akan memulai mode ini dengan lower-tier weapon. Untuk mendapatkan higher-tier weapon, player harus menaikan level dengan membunuh player lain. Danger zone juga akan muncul untuk memaksa player saling bertemu, dan weapon akan di drop secara random disetiap rondenya.

Melihat mode Last Spartan Standing ini tentunya mengingatkan kita dengan mode battle royale, walaupun jika dibandingkan dengan Fortnite, Apex, atau PUBG, mode ini masih lebih simple karena hanya melibatkan 12 pemain. Namun mode ini tentu saja akan menambah pengalaman baru kita dalam bermain Halo Infinite. Bukan hal yang mustahil juga jika kedepannya Halo Infinite akan benar-benar menambahkan mode battle royale kedalam game.

Tips Build Kamisato Ayaka Genshin Impact Untuk Pemain F2P

GAMEFINITY.ID, YOGYAKARTAKamisato Ayaka pertama kali muncul di Genshin Impact 2.0 dan masih berhasil menjadi salah satu karakter Cryo terbaik dalam game. Kemampuan AoE Cryo abilities-nya mampu membekukan musuh lebih cepat daripada karakter lainnya, dengan satu-satunya pengecualian yaitu Ganyu.

Kedatangan Ayato baru-baru ini dan Xingqiu yang tersedia secara gratis di Festival Irodori adalah waktu yang tepat untuk menggunakan Kamisato Ayaka. Yelan yang juga akan segera muncul di Genshin Impact 2.7 ini juga akan menjadi karakter combo yang cocok dengan Ayaka sebagai Hydro Archer.

Kamisato Ayaka
Kamisato Ayaka

Kekuatan utama dari Ayaka adalah alternate Senho sprintnya. Jika kita juga memperhitungkan skill Hyouka dan soumetsu burst yang keduanya juga memiliki AoE Cryo damage, build Ayaka yang paling ideal adalah meningkatkan Cryo damage, critical damage, dan critical ratenya. Set-up ini akan memberi Ayaka beberapa energy recharge sehingga dia dapat lebih sering menggunakan Soumetsu burst miliknya.

Baca Juga: Build Aloy Genshin Impact (v2.2): Rekomendasi Senjata, Artefak, dan Prioritas Talent

Build Terbaik Kamisato Ayaka Untuk F2P Player

Weapon: Cool Steel, Harbinger of Dawn, atau Amenoma Kageuchi

Artifact: (4) Blizzard Strayer

Cool Steel adalah pedang bintang tiga yang meningkatkan serangan dan damage sebesar 12 persen saat kita menyerang lawan yang terkena Hydro atau Cryo. Jika kita memiliki shielder yang kuat di party atau ahli dalam menghindar, Harbinger of Dawn mungkin juga cocok untuk digunakan. Pedang ini meningkatkan damage crit, tetapi juga meningkatkan critical rate sebesar 14 persen saat HP di atas 90%.

 

Kamisato Ayaka
cool steel
Kamisato Ayaka
Harbinger of Dawn

Terakhir ada Amenoma Kageuchi, pedang bintang empat yang bisa kita dapatkan dari Farmer’s Treasure quest di Inazuma. Senjata ini memberikan energy recharge yang besar sehingga kita bisa menggunakan burst milik Ayaka sesering mungkin. Ketika kita menggunakan skill, kita akan mendapatkan succession Seed hingga maksimal tiga. Kemudian, ketika kita menggunakan burst milik Ayaka, Seed ini masing-masing akan menghasilkan enam energi.

Kamisato Ayaka
Amenoma Kageuchi

Untuk artefak, kita memerlukan empat Blizzard Strayer dengan prioritas stat: Cryo damage bonus, critical rate, critical damage, attack, dan energy recharge. Jika kita menggunakan Amenoma Kageuchi, kita dapat mengganti dua Blizzard Strayer untuk Noblesse Oblige yang dapat meningkatkan burst damage sebesar 20%.

Build paling ideal untuk Kamisato Ayaka sebenarnya adalah menggunakan Mistsplitter Reforged, pedang bintang lima yang bisa kita dapatkan di Epitome Invocation weapon banner. Namun karena pembahasan ini lebih fokus untuk para pemain F2P, mendapatkan senjata ini tentunya butuh keberuntungan yang ekstra.

Kapten Tim CS: GO NaVi Dilaporkan Telah Bercerai Dengan Istrinya

GAMEFINITY.ID Kutai Kartanegara – Kapten tim CS: GO NaVi dilaporkan telah bercerai dengan istrinya karena “sudah cocok” lagi.

Berdasarkan laporan dari situs AFKGaming, Kirill “Boombl4” Mikhailov, kapten dari tim CS: GO NaVi, dikabarkan telah bercerai dengan istrinya, LiQueen, yang baru 4 bulan dinikahinya.

Kabar perceraian ini dibagikan secara langsung oleh sang mantan istri, melalui akun Instagram dan telegram miliknya.

Dalam postingan berbahasa Rusia, LiQueen menyatakan bahwa tidak akan ada rincian yang dibagikan mengenai keputusannya untuk bercerai. Wanita 23 tahun itu juga mengatakan bahwa ia dan sang mantan suami sudah tidak memiliki klaim terhadap satu sama lain.

“Mendapat cerai dari Boombl4. Semua detail di channelku: https://t.me/+K7h3HQEoC0VkYjQy. Rupanya sudah menjadi tradisi untuk putus sebelum kejuaraan. Boombl4, jika kamu memenangkan seribu dolar hubungi saya” tulis LiQueen dalam unggahan instagram miliknya.

Sudah tidak “kompatibel” adalah alasan yang ia sebutkan, bersamaan dengan beberapa hal lainnya.

Dalam postingannya di telegram, LiQueen mengklarifikasi bahwa faktor keuangan juga bukan penyebab utama perceraian, “Kami tidak menghabiskan banyak uang, kami tidak membeli real estat apa pun, kami menabung untuk penthouse. Semua uangnya ada di tangan Kirill (Boombl4  ) dan masih. Saya tidak pernah memiliki akses ke sana. Saya tidak mendapatkan apa pun dari pernikahan, saya tidak memiliki klaim apa pun. Masalah ini ditutup.”

Ia juga menambahkan bahwa sebelum menikah, telah diklarifikasi bahwa dia sendiri bukanlah orang miskin.  “Maafkan aku. Bisa jadi begitu, Aku percaya itu selamanya. Sayang sekali itu hanya aku,” ungkapnya saat mengakhiri pernyataannya.

Booml4 Sendiri masih belum memberikan tanggapan mengenai unggahan sang mantan istri. Dan mengingat beberapa Minggu nanti dirinya harus bertanding dalam turnamen Antwerp Major, perceraian ini pasti membuatnya berada dalam posisi yang cukup berat.

Baca juga: Sekue Dari Tales From The Borderlands telah diumumkan

LiQueen dan Booml4

Pernikahan Seumur Jagung

Booml4 dan LiQueen menikah pada bulan Desember tahun lalu.

Keduanya menikah setelah Boombl4 melamarnya di depan para penonton stadion dan jutaan penonton online menyusul kemenangan NaVi di ajang PGL Stockholm Major 2021.

Ini adalah pertama kalinya dalam sejarah CS:GO, dimana seorang pro player mengajukan lamaran di panggung besar. Klipnya pun dengan cepat menjadi trending topik di seluruh komunitas CS:GO, dan setelah LiQueen merespons dengan “Ya!!!!”, Ucapan selamat mengalir deras di cerita Instagram miliknya.

Suka dengan artikel ini?

Jangan lupa untuk membaca artikel menarik lainnya hanya di https://gamefinity.id/

Logitech Mengumumkan Mouse Vertikal Baru Bernama Lift

GAMEFINITY.ID Kutai Kartanegara – Logitech mengumumkan mouse vertikal baru Bernama Lift.

Lift merupakan mouse ergonomis yang dirancang untuk memaksimalkan kenyamanan pengguna ketika bekerja dengan komputer mereka. Dimana saat menggunakan mouse ini, posisi tangan yang biasanya berada di atas kini berubah menjadi berada di sampingnya.

Dikutip dari laman XDA Developers, tujuan dari diciptakannya mouse vertikal ini adalah ketika menggunakan mouse, pengguna diharapkan dapat bekerja sembari mengistirahatkan tangan dan lengan bawah mereka.

Karena dengan posisi tombol yang diletakkan secara vertikal, maka secara otomatis lengan bawah pengguna dapat bersandar di atas meja maupun alas lainnya.

Dan setelah melakukan banyak pengetesan, Logitech berhasil mendapatkan desain final dengan sudut kemiringan sebesar 57 derajat. Desain ini, juga telah diterima oleh Asosiasi Ergonomi Internasional.

Lift menghilangkan desain elegan dari mouse sebelumnya, MX Vertical, untuk mendapatkan kesan kesederhanaan dan mudah digunakan.

Mouse ini memiliki dua tombol utama, roda gulir yang dengan sistem pengguliran halus dan tenang, tombol pengalih DPI, hingga dua tombol ibu jari.

Logitech Lift Vertical

Dengan jaringan wireless Bluetooth, Lift dapat digunakan untuk sistem operasi Windows, Chrome OS, macOS, Linux, Android, juga iPadOS. 

Menggunakan Logitech Flow, pengguna juga dapat menggunakan mouse ini secara bersamaan untuk tiga perangkat yang berbeda. Dimana pada bagian bawah mouse terdapat tombol yang dapat digunakan untuk beralih koneksi di antara tiga perangkat.

Selain tersedia dalam 3 variasi warna (graphite, silver, dan pink), Lift juga tersedia dalam ukuran kecil hingga sedang. Selain itu, Logitech juga menyediakan versi tangan kiri untuk mouse ini.

Baca juga: Netflix Akan Pertimbangkan Paket Berlangganan Dengan Iklan

Logitech MX Vertical

Logitech MX Vertical

Sebelum Lift, Logitech telah merilis MX Vertical pada Agustus 2018.

Dengan sudut kemiringan yang sama, mouse ini juga ditujukan agar pengguna dapat bekerja sembari mengistirahatkan lengan bawah mereka.

MX Vertical juga didukung dengan Logitech Flow, sehingga dapat digunakan untuk beberapa perangkat berbeda pada saat yang bersamaan.

Dengan ukuran mouse yang lebih besar, Logitech telah menjanjikan bahwa daya tahan baterai dari MX Vertical bisa bertahan hingga 4 bulan, hanya dengan satu kali pengisian daya.

Suka dengan artikel ini?

Jangan lupa untuk membaca artikel menarik lainnya hanya di https://gamefinity.id/

Review Epic Conquest Series, Salah Satu RPG Dalam Negeri

GAMEFINITY.ID, Bandar LampungRPG atau yang biasa dikenal dengan Role-Playing Game adalah game yang dimana pemain memainkan peran seorang karakter game dengan latar dunia fiksi. Pemain dapat melakukan banyak kegiatan seperti, bertarung, memancing, berternak, bertani dan sebagainya.

Epic Conquest Series merupakan game Action RPG Mobile garapan Studio dalam negeri yaitu, Gaco Games. Studio game yang hanya beranggotakan 4 orang ini telah meluncurkan kedua series Epic Conquest.

Baca Juga : Review CyberCode Online, MMORPG Berbasis Teks Ramah Device

Sinopsis Epic Conquest Series, Salah Satu RPG Dalam Negeri

Ratusan tahun yang lalu, sebuah retakan besar muncul di langit. Retakan yang menjadi sebuah gerbang dimensi yang menghubungkan kedunia para iblis. Dan ribuan iblis datang kebumi, membumi hanguskan apa yang mereka lihat.

Pada saat bersamaan, dunia yang pada saat itu sedang berperang akhirnya memutuskan untuk melakukan gencatan senjata, dan menggabungkan kekuatan untuk melawan para iblis. Kali pertama dalam sejarah, umat manusia bersatu dibawah bendera Aliansi.

Puluhan tahun telah berlalu, namun perang antar manusia dengan iblis masih belum berakhir. Seiring waktu berlalu, perkawinan silang antara manusia dengan iblis tidak dapat lagi dihindarkan. Dan memberikan sebuah perbedaan pada manusia normal dan campuran.

Akibat perkawinan silang itu, lahirlah anak berdarah campuran berwujud manusia yang memiliki kekuatan Magis pada dirinya. Para pemimpin Aliansi menjadikan mereka sebuah ancaman bagi umat manusia. Mereka disebut sebagai Penyihir. Karena hal ini, terjadilah perang saudara. Banyak penyihir yang mati dan menyerah pada sisi gelap dunia dan berubah menjadi iblis.

Gameplay (9/10)

Review RPG
Gameplay – Review Epic Conquest Series, Salah Satu RPG Dalam Negeri

Berawal dari kehadiran seorang darah campuran bernama Edna. Sama seperti RPG Action lainnya. Player diharuskan untuk selesaikan story dalam game ini. Player kedepannya akan bertarung melawan iblis. Player dapat melakukan Upgrade kemampuan dan senjata dalam mendukung jalannya permainan. Game ini mengusung sudut pandang orang ketiga dalam membawakan action dari gamenya.

Pada Epic Conquest 1, Gameplay berbentuk story yang dikemas dalam gaya game Campaign. Tetapi pada Next Update atau lebih tepatnya perilisan Epic Conquest 2, Gameplaynya berbentuk full story dan bukan Campaign lagi.

Graphic (10/10)

Review RPG
Graphic – Review Epic Conquest Series, Salah Satu RPG Dalam Negeri

Memiliki visual mendasar layaknya RPG lainnya seperti Toram Online. Pewarnaan yang sesuai dan tampilan karakter yang apa adanya. Membuat game ini sangatlah ringan bahkan dapat dimainkan di perangkat menengah kebawah sekalipun.

Untuk penggambaran beberapa iblis tertentu dibuat terkesan lucu seperti Bogu dan beberapa monster lainnya.

Game ini juga memberikan gambaran dialog antar karakter dan untuk visual dari karakternya layaknya game Galge. Karakter perempuan yang dibuat sedikit Kawaii membuat game ini hampi masuk dalam kategori JRPG.

Control (10/10)

Review RPG
Control – Review Epic Conquest Series, Salah Satu RPG Dalam Negeri

Kontrol yang diberikan sangat simpel. Karakter digerakkan menggunakan analog dan terdapat beberapa kontrol perintah ketika bertarung seperti, kontrol Basic Attack dan ada 4 skill yang dapat kita gunakan sesuai dengan jumlah Mana yang karakter miliki.

Addictive (9/10)

Review RPG
Addictive – Review Epic Conquest Series, Salah Satu RPG Dalam Negeri

Seperti pada umumnya, game RPG tidak terlalu jauh dengan unsur Grinding. Terkadang memerlukan skill dan statistik yang lebih tinggi untuk lanjut ke level selanjutnya. Epic Conquest juga seperti itu. Ada beberapa level yang memaksa player untuk Grinding berulang kali di level sebelumnya demi dapatkan item dan EXP yang memadai.

Tapi tenang, walaupun Epic Conquest mengusung sistem Grinding dan Farming, player masih dapat merasakan keasyikan dalam bermain game ini walau diharuskan Upgrade weapon dan Level. Karena game ini masih memungkinkan untuk bermain di level tinggi dengan keadaan level yang masih rendah. Tergantung dari bagaimana mekanik yang dimiliki player sendiri.

Music (10/10)

Kebanyakan game RPG membawakan lantunan musik Instrumental, tidak terkecuali dengan Epic Conquest. Instrumen yang dibawakan terdengar seperti perpaduan beberapa alat musik tiup.

Musik instrumen yang dibawakan terkesan bernuansa Fantasy. Untuk penikmat JPop atau Anime mungkin tidak asing dengan Instrumental yang dibawakan. Musik yang biasa terdengar di serial bergenre Fantasy Isekai yang membuat keseruan dan alur Fantasy game ini makin terasa.

Kesimpulan

Epic Conquest Series menjadi salah satu game RPG Dalam Negeri yang patut dicoba oleh penikmat Action RPG ataupun lingkup penikmat game lainnya. Sedikit game RPG dalam negeri yang memuat Story yang menarik dan penggambaran yang apik juga.

Berikut kelebihan dan kekurangan dari Epic Conquest Series yang dapat penulis sampaikan.

Kelebihan

Epic Conquest sangat memberikan visual yang sepadan dengan ukuran game dan cocok untuk dimainkan bagi pengguna device menengah kebawah. Menjadikan Epic Conquest sebagai alternatif game RPG serupa yang dapat dimainkan di Mobile.

Kekurangan

Tidak adanya optimasi Graphic pada Epic Conquest 1 dan Minimnya optimasi Graphic pada game Epic Conquest 2. Menjadikan Epic Conquest 2 sebagai game yang berkembang terlalu jauh dari game pendahulunya dan sedikit menyiksa device menengah kebawah.

Sekian Review Epic Conquest Series yang dapat penulis sampaikan.

Update informasi seputar game menarik lainnya hanya di Gamefinity.id

Review CyberCode Online, MMORPG Berbasis Teks Ramah Device

GAMEFINITY.ID, Bandar LampungMMORPG atau Massively Multiplayer Online Role-Playing Game) merupakan salah satu genre game yang sedang ramai dan digemari saat ini.

MMORPG merupakan Sub genre dari RPG (Role-Playing Game). Game RPG belum tentu game MMORPG, tetapi game MMORPG sudah pasti itu game RPG.

MMORPG menjadi salah satu genre yang digemari para player game. Beberapa game yang mengusung genre MMORPG seperti, Toram Online, Ragnarok, dan game MMORPG basis Teks seperti CyberCode Online.

CyberCode Online adalah game MMORPG berbasis Teks garapana Dex App Studio yang dapat dimainkan di Browser dan dirilis pada September 2020 untuk dimainkan di Android dalam bentuk Aplikasi.

Sinopsis CyberCode Online. MMORPG Berbasis Teks Ramah Device

Berlatar belakang di kota Shangri-La. Sebuah pusat kota yang telah berkembang secara Futuristik dan menjadi salah satu kota tersibuk dibenua. Kota yang banyak menyediakan kebutuhan hidup zaman modern.

Tidak sedikit juga kasus dari tindak kriminal dikota ini seperti hadirnya kelompok-kelompok pengacau hingga transaksi ilegal

Kalau dilihat dari nama kota dan tempatnya, CyberCode Online berlokasi di China ataupun Jepang. Dan kurang lebih game ini berlatar pada tahun 2100 keatas.

Baca Juga : Review Mobile Legends: Adventure. Game Idle RPG Bergaya Anime

Gameplay (9/10)

Review MMORPG
Gameplay – CyberCode Online, MMORPG Berbasis Text Ramah Device

Secara keseluruhan, CyberCode Online menjadi salah satu game MMORPG Basis Teks yang sangat menarik. Seperti yang kita tahu, bahwa game MMORPG merupakan game yang penuh dengan aksi dan player yang saling berinteraksi. Berbeda dengan CyberCode Online, game ini memberikan pengalaman bermain MMORPG dalam bentuk teks dan portrait.

berpergian dengan kereta dari kota satu ke kota lain. Dan ikut serta dalam penyerangan Cyber yang dilakukan oleh player lain dalam jumlah Massal.

Disini kita dapat pergi kepasar senjata, obat-obatan, bahkan merakit senjata juga. Game ini tidak membuang unsur MMORPG yang selalu ada pada game sejenisnya. Salah satunya adalah Dungeon. CyberCode Online menjadikan Rubanah sebagai Dungeon di era Futuristik. Dan game ini juga memungkinkan sistem Player lawan Player.

Rubanah atau Dungeon di CyberCode Online terlihat seperti sebuah Map persegi yang berisi Treasure Chest dan Player atau NPC yang dapat kita eksekusi. Pengeksekusian dilakukan layaknya battle didalam game Idle Turn-Based namun dengan sedikit sentuhan bergaya kode ASCII.

Graphic(9/10)

Review MMORPG
Graphic – CyberCode Online, MMORPG Berbasis Text Ramah Device

Tidak terlalu banyak yang dapat diharapkan perihal Grafis dalam game ini. Pertarungan tidak terjadi dalam bentuk fisik seorang karakter, melainkan dalam bentuk Minimap.

Tetapi game ini masih memberikan Visual karakter dan latar tempat yang menarik dan paduan warna hitam dan putih yang sedikit menjelaskan bagaimana bentuk dunia di masa depan.

Control (9/10)

Review MMORPG
Control – CyberCode Online, MMORPG Berbasis Text Ramah Device

Tidak ada kontrol khusus dalam CyberCode Online. Game ini dapat dimainkan dengan metode clicking dan tap untuk mengatur jalannya permainan. Walaupun begitu, game ini sangat direkomendasikan untuk player yang suka dengan game santai.

Addictive (9/10)

Review MMORPG
Addictive – CyberCode Online, MMORPG Berbasis Text Ramah Device

Game ini juga mengusung sistem Grinding didalamnya. Hampir semua genre MMORPG seperti ini. Tapi tenang, game ini tidak mempersulit player dalam urusan mencari resource.

Ada beberapa jenis Resource yang bisa kita temukan seperti, Bitcoins yang menjadi mata uang digame ini dan item pendukung lainnya.

Untuk Grinding, umumnya dilakukan secara otomatis. Player hanya perlu menunggu sampai batas waktu yang telah kita tentukan untuk Grinding. Waktu di game akan tetap berjalan walau Player sedang Offline ataupun meninggalkan permainan.

Music (10/10)

Walaupun game ini hanya mengandalkan slide-slide saja, game ini masih memiliki musik latar yang menarik dan terasa seperti dentuman lagu-lagu Pop Rock.

Game ini hanya membawakan lantunan musik instrumental yang menyenangkan dan tidak terasa membosankan ditelinga dan juga lagu yang dibawakan terkesan Futuristik

Kesimpulan Review CyberCode Online

Game ini sangat cocok dimainkan ketika waktu santai dan tidak ingin merasa terbebani dengan sulitnya mekanisme game MMORPG seperti sekarang. Untuk diawal mungkin akan sedikit terasa pusing dengan tampilan yang nyaris semuanya berisi Teks dan Angka. Tetapi inilah yang jadi salah satu yang membedakan CyberCode Online dengan MMORPG lainnya.

Berikut sedikit kelebihan dan kekurangan yang dapat penulis sampaikan.

Kelebihan

Game ini sedikit unik dari game MMORPG kebanyakan, game ini tidak menampilkan karakter yang sedang bertarung. Dan ini jadi salah satu ciri khas dari game MMORPG basis teks satu ini.

CyberCode Online dapat dimainkan di device yang berspesifikasi rendah sekalipun. Game ini berukuran tidak lebih dari 10 MB. CyberCode Online dapat dimainkan melalui browser.

Menjadi salah satu game MMORPG yang ringan dan tidak menyulitkan untuk Free-Player. tidak seperti kebanyakan game RPG pada umumnya, mengusung sistem Pay-to-Win dan Grinding diluar nalar.

Kekurangan

Tidak adanya interaksi Player ke NPC ataupun Player ke Player. Interaksi yang dimaksud adalah pertarungannya. Game ini tidak menampilkan karakter milik kita saat bertarung, hanya sebatas menampilkan siluet milik musuh dan beberapa weapon yang dapat digunakan.

Update informasi tentang game menarik lainnya hanya di gamefinity.id