Category Archives: Game

Jangan Beli Dulu, Game Battlefield 1 Dirumorkan Akan Gratis Minggu Depan

GAMEFINITY.ID, Purworejo – Menjelang perilisan Battlefield 2042, muncul rumor yang mengatakan bahwa EA akan menggratiskan salah satu seri Battlefield lamanya yaitu Battlefield 1. Rumor ini datang dari seorang leaker terkenal, Tom Henderson.

Melalui akun Twitternya, Tom Henderson menyarankan para gamer untuk tidak membeli Battlefield 1 dalam waktu dekat karena dikabarkan akan gratis minggu depan. Ia juga menyebutkan kalau kemungkinan yang gratis adalah versi PC.

If you’re looking to buy Battlefield 1, don’t. It will be free to download next week.

I think it might just be for PC for those asking. Not 100% on that though.

— Tom Henderson (@_Tom_Henderson_) July 14, 2021

Meskipun hal ini hanya sebuah rumor dan belum dikonfirmasi oleh EA, namun Tom Henderson memang dikenal sebagai leaker yang memberikan informasi yang valid, terutama untuk seri Battlefield. Hal ini terbukti setelah sebelumnya ia membocorkan informasi yang valid mengenai game Battlefield 1942 sebelum diumumkan resmi oleh EA.

Battlefield 1

Seperti yang ditelah disebutkan oleh Tom Henderson, kemungkinan besar Battlefield 1 akan tersedia gratis hanya untuk mereka yang bermain di PC melalui Origin. Namun, bisa saja versi konsol juga ikut gratis, walau kemungkinannya kecil.

Tidak tau pasti kapan Battlefield 1 akan digratiskan, Tom Henderson hanya menyebutkan waktunya minggu depan. Ini bisa jadi bertepatan dengan event EA Play Live Showcase yang akan digelar pada 22 Juli mendatang. Kita tunggu saja semoga EA benar-benar menggratiskannya.

Game Battlefield 1 sendiri pertama kali dirilis pada tahun 2016 yang lalu. Walaupun namanya Battlefield 1, game ini nyatanya adalah seri ke lima belas dalam franchise tersebut. Hadir dengan mengambil latar tema Perang Dunia I, Battlefield 1 menerima tanggapan positif dari berbagai media dan para fansnya pada saat perilisannya. Hal ini menjadikan Battlefield 1 menjadi salah satu seri Battlefield terbaik dalam franchisenya.

Ribuan PS4 Yang Diduga Digunakan Mining Ternyata Untuk Bot Game FIFA

GAMEFINITY.ID, SalatigaBeberapa waktu yang lalu, Badan Keamanan Ukraina (SBU) mengumumkan telah menutup ladang penambangan cryptocurrency yang berisi 3800 konsol game PS4.

Namun usut punya usut ternyata konsol-konsol tersebut tidak digunakan untuk menambang cryptocurrency, tapi sebagai alat untuk botting game FIFA Ultimate Team.

Menurut penyelidikan oleh surat kabar bisnis Ukraina Delo, penggunaan PS4 untuk mining cryptocurrency sangat tidak masuk akal mengingat dari segi biaya dan jumlah crypto yang dihasilkan. Menurutnya sangat jauh lebih menguntungkan membeli ASIC dibandingkan menggunakan PS4.

Selain itu pada gambar yang dipublikasi oleh SBU ditemukan beberapa CD Bluray game yang tergeletak di dekat PS4 tersebut. Setelah diselidiki CD game tersebut adalah CD game FIFA 21.

Delo mengatakan Dinas Keamanan Ukraina sejauh ini menolak untuk mengomentari terkait terungkapnya fakta ini dengan alasan kerahasiaan penyelidikan.

Delo kemudian menjelaskan secara teknis bagaimana sistem grinding bot FIFA yang dilakukan oleh para sindikat tersebut.

Jadi di tiap konsol PS4, sindikat tersebut memasang bot untuk memainkan FIFA terus menerus untuk mendapatkan in-game currency FUT Coins. FUT Coins ini bisa digunakan untuk membeli kartu pemain yang diinginkan.

Nantinya akun FIFA dengan jumlah FUT Coins yang cukup dari botting tersebut akan dijual ke pasar gelap jual beli akun FIFA.

EA selaku developer dari game FIFA memang tengah gencar memberantas oknum-oknum dan sindikat yang memperjualbelikan akun FIFA dan FUT Coins secara ilegal.

Video Games Tidak Bermanfaat? Ini 5 Alasan Mengapa Pernyataan Tersebut Keliru

GAMEFINITY.ID, Kota Bandung — Banyak masyarakat menganggap bahwa video games merupakan hal yang tidak bermanfaat dan menyia-nyiakan waktu. Pernyataan tersebut bisa datang dari berbagai kalangan, terutama generasi “boomer” yang sering menjadi kontroversi dengan ragam pola pikirnya.

Namun, apakah pernyataan tersebut benar? Berikut kami sajikan menjadi 5 poin penting untuk menjelaskan bahwa hal tersebut keliru.

5. Meningkatkan Kesehatan Mental

Dilaporkan oleh The Guardian, hasil riset yang dilakukan oleh Oxford University menunjukkan bahwa video games mampu meningkatkan kesehatan mental. Peneliti utama dari riset tersebut, Andrew Przybylski mengatakan bahwa riset tersebut menggunakan gameplay dari Animal Crossing dan Plant vs. Zombies : Battle for Neighborville.

Menurutnya, orang yang bermain video games lebih lama cenderung memiliki kesejahteraan yang lebih tinggi. Hasil studi tersebut menyebutkan bahwa “jika kamu bermain Animal Crossing selama 4 jam dalam sehari, kamu merupakan orang yang lebih bahagia.”.

4. Ladang Mencari Uang

Siapa sangka video games hanya menghamburkan uang. Nyatanya, banyak orang telah membuktikan bahwa mereka mampu mendapatkan uang dari hobi mereka satu ini. Sebut saja beberapa konten kreator YouTube seperti MiawAug, Windah Basudara “Brando”, dan youtuber lainnya. Perjuangan dalam menekuni hobi mereka kini menjadi ladang uang yang mengalir untuk memenuhi kehidupan mereka.

Tak hanya menjadi seorang sebagai youtuber, anda juga bisa mendapatkan uang dengan menjadi pro player, jurnalis media video games, dan banyak kegiatan lainnya yang terbukti mampu menghasilkan uang.

3. Peluang Bisnis

Berawal dari permasalahan sederhana seperti tingkat kesehatan mental yang rendah, hal ini bisa menjadi peluang bisnis yang menjanjikan. Anda bisa membangun bisnis untuk mengatasi masalah tersebut yang mengakibatkan hubungan mutualisme antara user dan pelaku bisnis.

Walaupun begitu, hal ini bukanlah perkara yang mudah. Anda perlu memastikan bahwa ide konsep video game yang anda gunakan memang sesuai dengan keperluan masyarakat dan juga mengenai dana untuk melakukan development yang tidak setara dengan anda berjualan makanan di pinggir jalan.

2. Meningkatkan Kemampuan Otak

Video games pada umumnya memiliki tantangan tersendiri yang bisa saja menguras otak anda. Anda akan disuguhkan puzzle yang membingungkan maupun gameplay dengan tingkat kesulitan yang tinggi.

Dengan adanya tantangan tersebut, anda didorong untuk berpikir lebih keras dan mendalam demi menyelesaikan puzzle yang ada. Selain itu, beberapa video game juga memerlukan strategi bermain yang cukup tinggi.

1. Meningkatkan Hubungan Sosial

Dalam pandemi COVID-19 ini, manusia terpaksa harus melakukan social-distancing dan mengisolasikan diri di rumah yang membuatnya jauh dari berinteraksi dengan teman, kerabat, dan masyarakat.

Untuk menyelesaikan masalah tersebut, digitalisasi menjadi hal yang penting. Bagi anda yang sebelumnya bermain bersama teman secara langsung, mungkin video games bisa menjadi alternatif untuk meningkatkan kualitas pertemanan anda saat ini. Misalnya dengan bermain game online, kini anda bisa terhubung satu sama lain dan bermain bersama secara virtual. Hal tersebut tentu mampu meningkatkan kualitas hubungan sosial anda dengan orang lain.

Kesimpulan

Di zaman yang serba digital dan modern ini, masyarakat seharusnya lebih berpikir luas dan kritis dalam menyikapi suatu permasalahan. Bermanfaat atau tidaknya suatu hal harus dikembalikan kepada penggunaan end-user itu sendiri. Termasuk juga video games, tidak selamanya menjadi suatu hal yang negatif selama ditempatkan pada tempatnya. Bahkan, video games bisa saja menghasilkan suatu hal yang positif bagi kehidupan seseorang.

Seseorang Membuat Mod RE Village yang Mengubah Muka Duke Menjadi Tara Arts Indonesia

GAMEFINITY.ID, Singkawang – Modifikasi memang menjadi salah satu hal yang lumrah terjadi pada game baru yang sedang hangat diperbincangkan.

Kali ini, seseorang membuat mod pada game Resident Evil Village yang mengubah muka Duke sang pedagang menjadi mirip Bang Tara.

Kabar ini awalnya heboh di sebuah forum Facebook yang berisi pembahasan Youtuber Diwantara Anugrah Putra atau yang kerap dikenal dengan Bang Tara dari channel Tara Arts Game Indonesia.

Selain itu, mod ini diunggah di akun Facebook Gema yaitu teman akrab Bang Tara. Dalam post tersebut ia menyisipkan sebuah video yang berisi reaksi Bang Tara ketika melihat dirinya ada dalam game Resident Evil Village sebagai Duke.

Ia pun terkejut melihat mod tersebut. Terlihat dalam video singkat tersebut istri Bang Tara juga bereaksi melihat suaminya menjadi Duke.

Hingga hidung-hidungnya ya Allah.” ujar Bang Tara.

Usut punya usut, diketahui orang yang membuat mod ini adalah EXQRAY dan ResiLoreID. Banyak orang yang menganggap ini bukanlah sebuah mod, namun beta version dari RE Village yang dibuang oleh developer.

Tak Hanya Film, Netflix Akan Hadirkan Game di Layanan Streamingnya Tahun Depan

GAMEFINITY.ID, Purworejo – Siapa sih yang ga tau Netflix? Layanan streaming film dan TV series ini mungkin hampir semua orang mengenalnya, apalagi bagi pecinta film. Namun, tahun depan mungkin agak berbeda, pasalnya Netflix dilaporkan akan mulai menawarkan game di layanan streamingnya.

Kabar merambahnya Netflix ke industri game sebenarnya telah muncul pada Mei yang lalu. Menurut laporan dari Bloomberg, Netflix baru saja menggaet mantan eksekutif dari EA dan Oculus, Mike Verdu untuk memimpin upaya ekspansi besar-besarannya ke dunia game. Di Netflix, Mike Verdu sendiri akan menjabat sebagai VP of Game Development.

Mike Verdu bukanlah sosok yang baru di industri game. Sebelumnya, Mike Verdu adalah VP of AR/VR content dari Facebook yang bertugas menghadirkan game dan konten lainnya ke Oculus VR. Dia juga pernah menjabat sebagai Senior Vice President dari EA Mobile.

Netflix

Kabarnya, Netflix akan menawarkan game dengan metode streaming sebagai konten baru bersama film dan TV series yang telah ada. Netflix tidak berencana membebankan biaya tambahan untuk konten game ini, jadi harga langganan akan tetap sama.

Untuk saat ini, belum ada informasi mengenai game-game yang akan hadir. Namun baru-baru ini muncul spekulasi dari dataminer kalau Netflix bisa saja bekerja sama dengan PlayStation dalam menghadirkan gamenya.

Dataminer yang bernama Steve Moser tersebut menemukan beberapa gambar yang mengacu konten dari PlayStation pada source code aplikasi Netflix seperti gambar controller DualSense dan cover art dari Ghost of Tsushima. Selain itu, dia juga menemukan logo “N Game” yang diduga menjadi brand konten game dari Netflix.

Kembali lagi, ini hanyalah spekulasi saja. Namun, apabila ini benar-benar terjadi, kerjasama antara Netflix dan PlayStation akan menjadi hal yang sangat menarik. Netflix sendiri sekarang dikabarkan sedang membuka lowongan untuk mengisi tim divisi gamenya, yang rencananya akan dibentuk dalam beberapa bulan mendatang.

Jepang Pecahkan Rekor Internet Tercepat di Dunia dengan Kecepatan 319 Tbps

GAMEFINITY.ID, Singkawang – Jaringan internet saat ini sudah menjadi salah satu kebutuhan yang harus dimiliki oleh sebagian orang. Pasalnya, di masa pandemi ini, sebagian orang memerlukan internet yang cepat dan stabil untuk bekerja dari rumahnya.

Nah peneliti gabungan dari National Institute of Information and Communications Technology (NICT) di Jepang baru-baru ini memecahkan rekor untuk internet tercepat di dunia.

Dalam kesempatannya di Internasional Conference on Optical Fiber Communications beberapa waktu lalu, mereka menunjukkan pengujian internet dan berhasil menghasilkan internet secepat 319 Tbps. Kecepatan ini berhasil mengalahkan rekor NICT sebelumnya yang hanya secepat 178 Tbps pada tahun 2020 lalu.

Rekor yang dicapai oleh NICT ini berkali-kali lipat lebih cepat dari internet rumahan biasanya. Menurut NICT, internet rumahan saat ini hanya mencapai kecepatan 10 Gbps saja.

NICT mengungkap mereka hanya menggunakan kabel internet 4 core biasa, namun rahasianya ada pada teknologi tambahan yang dibuat oleh para peneliti NICT.

Dari kabel optik 4 core tersebut, mereka menyalurkan sinyal data melalui jalur yang terpisah menggunakan metode yang diberi nama wavelength-division multiplexing (WDM). Lalu untuk menambah kecepatan dan jarak tempuh data tersebut, mereka menggunakan “pita frekuensi” yang unik dan jarang digunakan pada optik biasanya.

Namun walaupun internet ini sangat cepat, mustahil rasanya untuk direalisasikan pada internet terkini. Sebab kabel 4 core dan 1 core memiliki diameter yang sama, sehingga lebih baik melakukan integrasi kabel yang ada daripada harus merombak seluruh infrastruktur jaringan yang sudah ada.