GAMEFINITY.ID, Tanjung Balai Karimun – Jika kalian adalah penikmat konten gaming yang dibawakan oleh para Vtuber, tentunya kalian tidak asing dengan salah satu agensi Vtuber yang sudah cukup besar namanya di Indonesia.
Hololive, merupakan salah satu agensi Virtual Youtuber yang dikembangkan oleh Cover Corporation. Awalnya agensi ini hanya ada di Jepang saja, namun kemudian melebarkan pangsanya ke Negara China dan juga Indonesia.
Hololive Alternative
Nampaknya tidak ingin hanya stuck di pasar streaming game saja, Cover Corporation membuat sebuah kampanye bertajuk “Hololive Alternative” yang akan membawa para Vtuber kocak ini mulai masuk ke pangsa industri game juga.
Hololive Alternative ini digadang-gadang akan memperluas cerita dan lore untuk para streamer Hololive yang nantinya masing-masing akan mempunyai cerita latar belakang yang terlihat seperti adaptasi ke video game. Indikasi ini muncul setelah lowongan pekerjaan yang diterbitkan oleh CEO Hololive yaitu Yagoo, yang menyatakan bahwa ingin membuat video game dan juga virtual live show didalam kampanye terbarunya.
Pihak COVER sendiri juga sudah merilis teaser Hololive Alternative, akan tetapi belum ada konfirmasi secara gambling tentang projek yang akan dikeluarkan. Menurut kalian, jika projek hololive untuk merambah ke video game benar-benar terjadi, game seperti apa yang kalian harapkan akan diusung oleh Cover Corp?.
Saat ini banyak sekali rumor rumor beredar tentang kolaborasi antara game game besar yang ada di indonesia sebagai contoh nya yaitu kolaborasi besar antara Free Fire dengan Street Fighter yang banyak orang menduga duga banyak hal tentang kolaborasi ini, apakah rumor kolaborasi itu akan terjadi? Darimana rumor tersebut tersebar ? jawaban nya akan terjawab tergantung waktu.
Rumor ini muncul karena banyak nya akun akun dataminer Free Fire yang membagikan informasi kepada public bahwa Free Fire akan melakukan kolaborasi dengan Street Fighter sudah tersebar luas.
Dari beberapa akun dataminer yang sudah menyebarkan informasi ini Free Fire akan berkolaborasi dengan Street Fighter setelah update OB28 pada tanggal 27 Mei setelah dirilis. Mereka mengabarkan bahwa Free Fire akan menghadirkan banyak item-item bertema Street Fighter sepanjang kolaborasi berjalan.
Dalam informasi yang telah di berikan oleh Santhimendez_FF, ini adalah item item yang di rumorkan bakalan hadir dalam kolaborasi antara Free Fire dengan Street Fighter.
Emote Hadouke
Ryu backpack
Gloo Wall Ryu
Chun-li Bundle
Ryu Bundle
Chun-li Bundle
Lobby tree
T-shirt Ryu
Granada Hadouken
Ryket Special Royale Ticket
MAG-7 Chun-li
MP5 Chun-li
Apakah akan terjadi kolaborasi antara Free Fire dengan Street Fighter ?
Sampai saat ini pihak game tidak memberikan pernyataan yang pasti mengenai kolaborasi antara Free Fire dengan Street Fighter. Tak hanya itu, ada juga sejumlah informasi yang bocor telah di sebarkan oleh akun sosial media yang tidak resmi.
Karena itu kita tidak bisa memastikan bahwa rumor tersebut 100% benar bahwa kolaborasi antara Free Fire dengan Street Fighter akan terjadi.
Tetapi dengan ada nya rumor kolaborasi antara Free Fire dengan Street Fighter terdengar sangat menarik bagi pemain Free Fire, meskipun belum ada kepastian apakah rumor tersebut benar atau tidak nya tetapi kita harus menunggu pengumuman resmi dari pihak Garena mauapun Capcom untuk itu.
GAMEFINITY.ID, Singkawang – Kabar baik datang dari sebuah developer game yaitu NetEase. Beberapa waktu lalu pihak NetEase mengumumkan game barunya dengan genre RPG bernama My School Simulator.
Para gamer mengetahui tentang game My School Simulator semenjak adanya trailer yang dirilis oleh NetEase. Dalam trailer tersebut, kalian dapat melihat game ini tentang simulasi kampus yang unik.
Game My School Simulator terbilang sangat mirip dengan game Animal Crossing. Kebebasan dalam mengelola sebuah pulau merupakan kesamaan besar dalam game tersebut.
Di dalam game My School Simulator kalian bebas mengkostumisasi karakter kalian, membuat kampus sendiri, hingga mengkontrol berbagai sifat NPC di dalam game ini. Tidak berhenti sampai di situ saja, kalian juga bisa membuat beragam scene yang kalian mau di dalam game tersebut sepuasnya sesuai kreativitas kalian.
Pihak NetEase berharap dengan adanya fitur kostumisasi seperti ini, tingkat kreativitas pemain dapat meningkat.
Semua sistem kostumisasi ini dilakukan dengan menggunakan UGC (User Generated Content), sebuah platform yang bisa memberi kebebasan kepada pemain untuk membuat beragam konten yang diinginkan.
Game buatan NetEase ini sudah dapat kalian nikmati di platform Android, namun untuk iOS kalian harus sedikit bersabar karena sampai saat ini belum ada kabar lebih lanjut dari NetEase.
GAMEFINITY.ID, Salatiga – Bermain game kompetitif memang seru dan menyenangkan. Namun ketika kamu dihadapkan berbagai masalah seperti koneksi buruk atau tim yang toxic, rasa menyenangkan tersebut seketika berubah menjadi menyebalkan.
Sebelumnya penulis telah membahas soal bahaya bermain game kompetitif terhadap kesehatan mental. Dan salah satu cara agar menghindari penyakit mental karena bermain game kompetitif adalah menerapkan mindset Positive Mental Attitude atau PMA.
Positive Mental Attitude yaitu sebuah konsep mindset yang diperkenalkan oleh Napoleon Hill pada tahun 1937. Menurut Napoleon Hill, PMA adalah menerapkan mindset positif dalam melakukan sesuatu untuk mencapai hasil yang maksimal.
Tentunya penerapan PMA ini juga berlaku dalam bermain game kompetitif. Para pro player menerapkan PMA ketika bermain secara kompetitif karena manfaatnya yang sangat luar biasa.
Lalu apa pentingnya menerapkan Positive Mental Attitude dalam bermain game kompetitif dan apa saja manfaatnya? Mari kita bahas bersama.
Meningkatkan Kesempatan untuk Menang
PMA dapat meningkatkan kerjasama tim
Menerapkan Positive Mental Attitude dapat membantumu untuk memenangkan sebuah game. Ketika pikiranmu terisi dengan vibes yang positif kamu dapat berkonsentrasi secara penuh. Konsentrasi dan fokus yang tinggi tentunya dapat mempengaruhi gameplay dan decision making menjadi lebih baik.
Selain itu PMA dapat membuat kerjasama dalam tim menjadi jauh lebih baik. PMA dapat meningkatkan komunikasi dan teamwork yang solid sehingga meningkatkan kesempatan kamu untuk menang.
Mengurangi Stress Ketika Bermain
Stress dan amarah bisa diredam dengan PMA
Jika kamu sering stress karena mengalami kekalahan, cobalah menerapkan PMA ketika bermain. Salah satu manfaat terbesar dalam menerapkan PMA adalah mengurangi stress ketika bermain.
Saat bermain game kompetitif, kalian akan dihujani oleh berbagai vibes negatif yang bisa membuatmu stress. Vibes negatif dapat datang dari teammate yang toxic, koneksi yang buruk, mengalami kekalahan, dan lain-lain. Dan jika stress dan vibes negatif menumpuk akibatnya sangat buruk untuk kesehatan mental.
Nah, dengan menerapkan PMA kalian bisa memblok seluruh vibes negatif yang kamu dapatkan dari game. Ketika bermain dengan PMA kamu tidak akan terserap oleh suasana negatif yang didapatkan dari segala masalah yang kamu dapatkan. Dan juga apabila kamu mengalami kekalahan kamu tidak akan merasa stress dan dapat memulai game baru dengan pikiran yang fresh.
Meningkatkan Skill
Pro player menerapkan PMA untuk meningkatkan skill dan meraih kesuksesan
Ingin tahu mengapa pro player seperti Lemon, Miracle-, S1mple punya skill yang luar biasa? Salah satu rahasianya adalah mereka menerapkan PMA saat bermain.
Pro player sejago apapun tentunya pernah mengalami kekalahan. Namun penerapan PMA pada pro player sangat mempengaruhi sikap mereka ketika menerima kekalahan. Mereka lebih bijak dan berpikir positif dalam menyikapi kegagalan.
Dengan pikiran yang positif kamu dapat introspeksi terhadap diri sendiri tentang apa yang harus diperbaiki dari game sebelumnya dan mencoba untuk bermain lebih baik kedepannya. Tentunya hal tersebut jauh lebih bermanfaat dibandingkan marah-marah dan menyalahkan teammate atau koneksi yang buruk saat mengalami kekalahan.
Itu tadi beberapa manfaat dan alasan mengapa sangat penting menerapkan PMA dalam bermain game kompetitif. Dengan menerapkan pikiran yang positif, menguasai diri dan bijak dalam menyikapi kegagalan, kamu akan berhasil dalam bermain game apapun. Mindset yang positif menciptakan hasil yang positif pula.
GAMEFINITY.ID, Singkawang – Anak tahun 90-an pasti mengenal game Pepsiman. Pepsiman adalah sebuah permainan video aksi yang dikembangkan dan diterbitkan oleh KID untuk platform PlayStation pada tanggal 4 Maret 1999.
Nah ada kabar baik untuk kalian yang ingin bernostalgia memainkan kembali game tersebut. Youtuber dengan nama channel BananaPictures diketahui membuat ulang game Pepsiman tersebut dengan teknologi Ray Tracing.
Game Pepsiman di-Remake
Meskipun umur game ini sudah menyentuh puluhan tahun, tetapi bukan perkara mudah untuk para gamer melupakan game tersebut. Buktinya game Pepsiman dibuat ulang oleh para fans.
Youtuber bernama BananaPictures mencoba membuat ulang game Pepsiman menggunakan teknologi Ray Tracing. Ray Tracing memungkinkan menampilkan refleksi, cahaya dan efek sinematis yang lebih mirip seperti dunia nyata.
Walaupun begitu, sensasi dalam bermain game ini tidak akan berubah, justru akan bertambah asik karena grafis yang disediakan akan terlihat lebih realistis.
Namun kabar buruknya adalah kalian tidak dapat mengunduh mod game Pepsiman ini. Pihak BananaPictures mengatakan mereka tidak ingin melanggar aturan hak cipta dari game tersebut. Tapi jangan bersedih, kalian bisa melihat tampilan Pepsiman mod ini dengan menonton video di channel Youtube milik BananaPictures.
GAMEFINITY.ID, Kota Bandung– RPG merupakan salah satu genre video game yang paling digemari oleh para gamer. Mulai dari The Elder Scrolls, Dragon Quest, Mass Effect, hingga Genshin Impact.Walaupun sama bertipe RPG, genre ini umumnya terbagi menjadi 2 jenis, yaitu JRPG dan Western RPG.
Ada beberapa perbedaan yang bisa diamati dari kedua jenis RPG tersebut. Penasaran? Silahkan simak artikel ini lebih lanjut.
Pemilihan Dialog
Pemilihan dialog dalam JRPG umumnya terlalu memaksa dan sempit. Sementara Western RPG memiliki beragam pilihan yang memiliki konsekuensi tersendiri, seperti game Dragon Age dan Mass Effect yang dikembangkan oleh BioWare. Juga, Western RPG biasanya memiliki morality system dimana pilihan aksi atau dialog akan mempengaruhi nilai moral karakter yang kamu mainkan.
Gameplay
Jauh-jauh hari, kebanyakan game JRPG menggunakan system turn-base combat, seperti contohnya Dragon Quest ataupun Final Fantasy. Namun seiring berjalannya waktu, industri RPG Jepang mulai merubah konsepnya menjadi lebih modern agar lebih menjangkau pasar yang lebih luas.
Story
JRPG biasanya memiliki story yang lebih linear dan pengembangan karakter yang terbatas. Sementara dalam Western RPG, kamu lebih diberi kebebasan dalam mengembangkan karakter yang kamu mainkan. Juga, Western RPG memiliki ending yang lebih beragam dibanding JRPG pada umumnya.
Meskipun story dari JRPG yang relatif terbatas, JRPG biasanya memiliki alur cerita yang lebih emosional. Kamu akan tenggelam berpetualang bersama party dan merasakan rasa gembira maupun sedih seiring berjalannya cerita. Hal ini tentu karena didukung oleh soundtrack JRPG yang lebih powerful pula.
Balancing
Meskipun story relatif lebih mudah diselesaikan, beberapa super boss dalam JRPG akan mampu membuat kamu sangat kesal dan menangis. Bukan tanpa alasan, balancing dalam game JRPG bisa terasa irasional.
Seperti contohnya adalah Yiazmat dalam FFXII yang memiliki jumlah HP kelewat batas sehingga mampu menghabiskan beberapa jam untuk mengalahkannya. Jika tidak hati-hati dalam tengah permainan, kamu bisa kehilangan banyak waktu secara sia-sia.
Design
Design merupakan hal paling mencolok yang mampu membedakan antara JRPG dan Western RPG. JPRG lebih kental dengan unsur fantasi atau anime yang berkesan lebih sempurna, sementara Western RPG nampak lebih realistis.
Namun…
Semua point yang dipaparkan diatas bersifat umum dan tidak terikat dalam aturan tertentu. Beberapa game JRPG pun ada yang memiliki kesamaan konsep dengan Western RPG, Dark Souls salah satu contohnya.
Setelah mengamati perbedaan dan keunikan antara kedua jenis RPG ini, kira-kira mana favoritmu?