Category Archives: Game

7 Game PC dan Konsol yang Akan Mendapatkan Versi Mobile

GAMEFINITY.ID, Tanjung Balai Karimun – Para developer tentunya bisa melihat peluang yang dimiliki oleh pasar game mobile, dimana semakin hari peminat game mobile semakin banyak, ditambah lagi para produsen smartphone semakin gencar meluncurkan smartphone yang kuat untuk gaming.

Oleh sebab itu banyak sekali developer game konsol dan juga PC yang mencoba peruntungan di pasar game mobile dengan merilis game mereka kedalam platform mobile, istilah “semua akan mobile pada waktunya”, ternyata benar-benar terjadi di tahun 2021 ini, penasaran dengan game yang akan mendapatkan versi mobilenya?, langsung simak listnya dibawah ini ya guys.

My Time At Portia

Game satu ini sering dikatakan mirip seperti Harvest Moon namun dengan bumbu RPG didalamnya, game ini berlatar post Apocalypsic.

My Time At Portia ini digarap oleh studio bernama Panthea Games ini direncanakan akan masuk ke pasar mobile pada pertengahan tahun 2021 ini. Tentunya developer akan menyesuaikan game ini lagi di platform mobile, untuk memberikan pengalaman bermain layaknya di PC dan Konsol.

The Division

The Division merupakan salah satu Waralaba milik Ubisoft yang mempunyai kepopuleran sangat tinggi, dan game ini dikabarkan akan segera mendapatkan versi mobilenya loh guys. Kabar ini diumumkan bersamaan dengan The Division Heartland yang juga akan hadir dengan versi free-to-play untuk PC dan juga Konsol.

Untuk informasi tentang kapan perilisan game ini untuk mobile akan diungkapkan oleh ubisoft dalam waktu dekat ini.

Final Fantasy VII The First Soldier

Yang berikutnya adalah game yang sudah cukup melegenda, yaitu Final Fantasy, pengembang dari game ini yaitu Square Enix memberikan bocoran tentang perilisan game ini kedalam platform mobil.

Seri Final Fantasy ini mengusung konsep battle royale yang tidak hanya menghadirkan elemen shooter seperti game bertema sama lainnya. Final Fantasy VII The First Soldier ini juga menghadirkan sistem tempur yang diadaptasi dari Final Fantasy VII Remake. Belum ada kabar pastinya tanggal rilis game ini, di tunggu aja ya guys.

Final Fantasy VII Ever Crisis

Selain dari seri The First Soldier, Square Enix juga mengumumkan tentang project Ever Crisis, yang nantinya akan membawa semua konsep cerita dari Final Fantasy VII original, Crisis Core, Before Crisis, Dirge Of Cerberus dan juga Advent Children yang akan digabungkan kedalam satu game mobile.

Benar-benar seru dan juga yang membuat semakin seru adalah adanya perombakan grafis ala Final Fantasy XV Pocket Edition dengan sistem tempur seperti Final Fantasy VII Remake. Untuk perilisan di platform mobile, Final Fantasy VII Even Crisis ini dikabarkan akan Keluar pada tahun 2022. Jadi ga sabar nunggu ya Guys.

Frostpunk

Awalnya penulis kaget ya tentang info ini, karena penulis tidak membayangkan kalau game satu ini akan datang ke platform mobile. Tentunya kalian tidak akan menduga juga bukan? Kalau game bertema City Building yang bercampur dengan Survival Bencana Alam badai saju yang tidak pernah selesai ini akan hadir untuk platform mobile.

Game besutan 11bit Studios ini akan dinaungi oleh NetEase dalam pengembangan Mobilenya, dan menurut  info yang diberikan oleh pihak developer, perilisan Frostpunk Mobile akan dikabarkan ada tanggal 20 mei di Showcase game tahunan dari NetEase.

Apex Legends

Game satu ini sebenarnya sudah memulai close beta kecil-kecilan di Filipina dan juga India yang khusus untuk pengguna platform android saja. Pihak pengembang yaitu Respawn Entertainment belum memberikan kabar resmi tentang kapan Apex Legend Mobile ini rilis di platform Mobile, ditunggu saja ya Guys.

Battlefield

Untuk yang terakhir ada BattleField, nampaknya tidak ingin kalah saing dengan Call of Duty, EA memberikan pengumuman tentang perilisan game Battlefield ini untuk platform Mobile. Game ini digarap oleh pihak Industrial Toys ini digadang-gadang berbeda dengan seri utamanya.

Yang mana serial utamanya akan tetap rilis untuk platform Konsol dan juga PC, menurut informasi dari pihak pengembang, game ini akan rilis pada tahun 2022.

Free Fire Kembangkan Mode Baru Mirip Among US Untuk Gamenya

GAMEFINITY.ID, Singkawang – Siapa yang tidak kenal game Among US. Game yang menjadi game paling populer tahun 2020 lalu ini telah diunduh oleh lebih dari 267 juta pengguna. Game ini populer sebab dapat dimainkan secara multiplayer dan gameplaynya yang mudah dipelajari serta dimengerti oleh para gamer.

Nah saat ini salah satu game terpopuler di Indonesia yaitu Free Fire dikabarkan sedang dalam proses pengembangan mode baru di gamenya. Mode yang dikembangkan itu adalah mode Among US.

Mode Baru Free Fire Mirip Among US

Yak Free Fire dikabarkan sedang mengembangkan mode barunya yaitu mode ‘Among US’. Sama seperti game Among US aslinya, player nantinya akan ditugaskan mencari imposter ala Free Fire.

Free Fire menyediakan map bernama Laboratory dimana akan diisi oleh 10 pet Free Fire milik masing-masing pemain. Dari 10 pemain tersebut akan dibagi menjadi 2 tim, yaitu Scientist dan Pranksters (Imposter).

Para Scientist bertugas menyelesaikan krisis yang terjadi, sedangkan para Pranksters akan membuat krisis tersebut dan membunuh para Scientist tanpa diketahui.

Di akhir permainan, para pemain akan berkumpul untuk berdiskusi mencari tahu siapa yang menjadi Pranksters diantara mereka. Setelah berdiskusi, para Scientist dapat membunuh pemain yang menurut mereka adalah Pranksters.

Pemain yang mendapatkan peran menjadi Scientist lalu mati hanya akan menjadi ghost yang hanya dapat berkeliaran dan menonton tanpa bisa melakukan apapun.

7 Video Game Yang Terlihat Persis Seperti Film

GAMEFINITY.ID, Bandung – Pasti kalian pernah bermain game yang di sukai oleh kalian seperti game CSGO, Valorant, Genshin Impact, dan masih banyak lagi. Biasa nya game game tersebut memiliki genre genre tertentu seperti FPS, open world, Fighting, RPG,MMORPG dan yang lain nya. Di setiap game yang kamu main kan pasti memiliki alur cerita gameplay tertentu yang membuat merasa seperti di dalam game tersebut.

Tapi pernah kah kamu bermain game dengan visual yang menakjubkan dan cerita yang terasa seperti menonton film? Nah berikut ini adalah beberapa video game yang terasa seperti menonton film.

  1. Fahrenheit – Indigo Prophecy (2005)

Fahrenheit – Indigo Prophecy merupakan game yang dikembangkan oleh Quantic Dream pada tahun 2005 untuk konsol Playstation 2. Game ini menceritakan tentang sebuah cerita Thriller Paranormal dengan kejadian dimana Kota New York terjadi pembunuhan misterius yang mengikuti pola yang sama.

Setiap keputusan yang dipilih oleh pemain akan menentukan ending yang berbeda yang membuat penasaran. Pada tahun 2015, Fahrenheit – Indigo Prophecy dibuat versi Remaster dengan judul “Fahrenheit – Indigo Prophecy Remastered” pada Playstation 4 dan PC. Selain itu, game ini dirilis juga untuk Android dengan judul yang sama.

  1. Heavy Rain (2010)

Heavy Rain merupakan game yang dikembangkan oleh Quantic Dream pada tahun 2010 untuk konsol Playstation 3 dan 2016 untuk Playstation 4. Sebuah game drama interaktif dengan 4 karakter protagonis yaitu Ethan, Madison, Norman, dan Scott Shelby yang terlibat dalam misteri Pembunuh Origami. Pembunuhan berantai yang menggunakan periode saat hujan untuk membunuh korbannya.

Akhirnya kasus tersebut ditangani oleh agen FBI bernama Norman dan Madison seorang wartawan untuk membantu Ethan menemukan Shaun dan memecahkan kasus Pembunuh Origami. Setelah menemukan petunjuk dan memecahkan kasus Pembunuh Origami tersebut, akhirnya ditemukan. Alur cerita di Heavy Rain ini sedikit rumit tentunya kamu bisa menentukan ending dari Heavy Rain tergantung pilihan pemain bisa terjadi Good Ending atau Bad Ending.

  1. Beyond: Two Souls (2013)

Beyond : Two Souls merupakan game yang dikembangkan Quantic Dream pada tahun 2013 untuk konsol Playstation 3 dan Playstation 4. Kehadiran gaya cerita yang disempurnakan dari Heavy Rain dengan kecenderungan lebih dekat proyek game Fahrenheit dengan alur cerita acak.

Dalam game Beyond: Two Souls ini, kamu akan berperan sebagai Jodie Holmes. Fokus perjalanan justru lebih berfokus pada sosok entitas supernatural yang akan senantiasa menemaninya yang bernama Aiden. Sosok Aiden sendiri memungkinkan Jodie untuk melakukan sesuatu yang di luar nalar manusia, seperti menggerakkan benda dari jarak jauh, mengambil alih kendali makhluk hidup, menyembuhkan makhluk hidup, membaca memori, hingga membunuh. Pemain bisa memainkan sebagai Jodie maupun Aiden tergantung kondisi.

  1. Life is Strange (2015)

Life Is Strange dikembangkan Dontnod Entertainment dan dirilis oleh Square Enix pada tahun 2015 untuk konsol PC, Playstation 3, Playstation 4, Xbox 360, dan Xbox One. Game yang menceritakan kehidupan Max ini dibagi 5 episode yang harus dimainkan secara berurutan.

Kelima episode Life Is Strange akan menceritakan semuanya tentang kejadian yang dialami Max pastinya wajib mengikuti dari Episode 1 hingga 5. Semua keputusan yang diambil Max tergantung pemain yang memainkan. Tentunya pendekatan secara emosional membuat tidak sedikit orang tersentuh hatinya setelah memainkan game ini dan sukses memikat pemainnya.

  1. Until Dawn (2015)

Until Dawn sebuah game horor yang dikembangkan Supermassive Games pada tahun 2015 untuk konsol Playstation 4. Menceritakan tentang delapan sekawan: Sam, Josh, Jessica, Mike, Emily, Matt, Ashley dan Chris. Mereka berlibur dan menginap pada sebuah pondok kabin kayu di Blackwood Mountain untuk memperingati tepat satu tahun hilangnya salah satu anggota kelompok mereka yang bernama Hannah. Mereka tidak sadar bahwa keselamatan mereka akan terancam oleh kemunculan pembunuh berantai oleh makhluk yang mengerikan dan psikopat.

Supermassive Games membuat Butterfly Effect ini menyuguhkan banyak sekali cabang narasi serta skenario berbeda sehingga ada banyak ending yang mungkinan terjadi. Bisa saja, keputusan yang dipilih dapat menyelamatkan semuanya atau membuat seluruh sekawan ini tewas dibunuh oleh psikopat dan makhluk mengerikan yang ada di kabin.

  1. Detroit: Become Human (2018)

Quantic Dream yang sukses dengan game Fahrenheit Indigo Prophecy, Heavy Rain dan Beyond: Two Souls kini merilis game dengan judul Detroit: Become Human pada tahun 2018 untuk konsol Playstation 4. Kisah tentang hubungan antara Android dan manusia mengambil setting di masa depan dimana Android sudah bisa diperjual belikan untuk membantu pekerjaan manusia.

Pemain akan memainkan peran tiga sudut pandang robot Android yang berbeda. Setiap Android memiliki jalan cerita sendiri dengan menemukan beberapa jalan yang bisa pemain ambil yang nantinya akan mempengaruhi kelanjutan cerita dan juga ending yang didapat. Asal kamu tahu, memainkan Detroit: Become Human tidak cukup menamatkan satu kali saja, karena di sini akan banyak ending yang dapat terjadi. Cerita yang epik tentunya bakal bikin pemain menjadi penasaran dengan ending bercabang di Detroit : Become Human.

  1. The Dark Pictures: Man of Medan (2019)

Supermassive Game yang sukses dibalik game horror Until Dawn membuat sebuah game horror dengan ketegangan baru. The Dark Pictures: Man Of Medan dengan trailer-nya menceritakan sekelompok pemuda berlayar dengan kapalnya. Tiba-tiba sebuah kapal misterius muncul dan mendatangi kapal para pemuda tersebut.

Akhirnya para pemuda itu memutuskan untuk menelusuri kapal misterius itu. Namun, mereka tidak tahu bahwa kapal itu berhantu dan berbahaya. Mereka pun terjebak dalam kapal dan harus menemukan jalan keluar. Menariknya, game ini mengangkat cerita dari mitos misteri kapal SS Ourang Medan yang konon katanya kapal tersebut merupakan sebuah kapal kargo Belanda yang hilang misterius. Sayangnya, hingga sekarang belum diketahui sejarah hingga tujuan kapal itu dibuat.

Game dengan legenda horror ini direncanakan akan di release tahun 2019 mendatang pada konsol Playstation 4, Xbox One, dan PC. Supermassive Games dan Namco sebagai publisher belum memastikan tanggal resmi game ini release. Bersiaplah merasakan kengerian dari legenda horor Indonesia.

 

Mengulik Alasan Mengapa Point Blank Masih Eksis Sampai Sekarang

GAMEFINITY.ID, Salatiga – Point Blank, siapa sih yang tidak kenal dengan game ini? Game yang pernah mendominasi warnet dan pasar game online di tahun 2010-an ini ternyata sampai sekarang masih eksis dan cukup ramai.

Ketika game-game FPS baru bermunculan seperti Valorant, CSGO, Apex Legend, dll, Point Blank tetap masih bertahan dan tetap eksis selama kurang lebih 12 tahun. Padahal dari segi gameplay dan grafik tentunya Point Blank jelas kalah dibandingkan game FPS modern saat ini. Selain itu seperti yang kita tahu, penyakit Cheater di Point Blank juga belum terobati sampai sekarang.

Lantas apa alasannya Point Blank masih eksis sampai sekarang? Mengapa para pemain masih setia dan tidak berpindah ke FPS modern? Ini dia alasannya.

Mekanik Game yang Mudah

Dibandingakan FPS modern saat ini, mekanik game Point Blank jauh lebih mudah. Game Tactical FPS seperti CSGO dan Valorant punya mekanik yang lebih rumit karena game-game tersebut harus menggunakan taktik dan strategi dan tidak “asal tembak saja”.

Sedangkan untuk bermain Point Blank dengan baik, hal yang harus dikuasai hanyalah kontrol dasar saja. Game mode seperti Death Match juga tidak membutuhkan strategi yang rumit karena tujuan pemain hanyalah mencari kill sebanyak-banyaknya. Bahkan mode tactical milik Point Blank seperti Bomb Mission jauh lebih simpel mekaniknya dibandingkan CSGO atau Rainbows Six Siege.

Spesifikasi Ringan

Rekomendasi spesifikasi Point Blank oleh Zepetto

Karena basicnya sebagai game jadul, spesifikasi yang dibutuhkan Point Blank sangat ringan. Hampir semua PC atau Laptop modern mampu menjalankan game besutan Zepetto ini. Bahkan hanya bermodalkan onboard VGA kalian bisa memainkan Point Blank dengan lancar . Sehingga semua orang dapat memainkan game ini dengan bermodalkan PC kentang dan koneksi internet saja.

Game FPS modern tentunya punya spesifikasi yang jauh lebih tinggi daripada Point Blank. Hal ini dikarenakan grafik yang lebih halus dan gameplay yang lebih modern harus membutuhkan hardware dengan spesifikasi yang tinggi untuk dapat berjalan secara lancar. Karena itu tidak semua orang dapat memainkan game FPS modern.

Faktor Nostalgia

Banyak sekali gamers yang dulunya berhenti bermain Point Blank kembali bermain Point Blank dengan alasan ingin merasakan nostalgia. Para gamers tersebut ingin mengingat kembali serunya bermain Point Blank bersama teman-teman di warnet langganan. Perasaan nostalgia ini juga yang menjadi jurus andalan Zepetto dalam memasarkan Point Blank.

Banyak Event Seru

Point Blank juga kerap menghadirkan event-event dengan hadiah yang sangat menarik. Selain itu dibandingkan Point Blank pada zaman Gemscool yang minim event berhadiah, kini setelah dipegang Zepetto event-event mulai bertebaran dengan hadiah seperti senjata gratis, item gratis, dan lain-lain. Sehingga kini kita dapat menikmati senjata-senjata premium secara gratis tanpa harus mengeluarkan uang untuk membeli cash.

Itu tadi beberapa alasan mengapa Point Blank masih eksis sampai saat ini. Sebagai salah satu game online paling berpengaruh di Indonesia penulis berharap Point Blank untuk lebih baik kedepannya dan tetap eksis di pasar game online Indonesia.

Gagal Curi Uang Untuk Top Up Game, Bocah Ini Tega Bakar Rumah Tetangganya

GAMEFINITY.ID, Tanjung Balai Karimun – Lagi dan lagi, kasus yang dilakukan oleh anak-anak karena kecanduan game online semakin menjadi-jadi. Beberapa waktu lalu kita sempat dihebohkan dengan kasus seorang anak yang menguras kartu kredit orang tuanya untuk top up di sebuah game online.

Dan kemarin, pada (09/05/2021), di desa Candi, Sidoarjo ada seorang anak yang dengan tega membakar rumah tetangganya dikarenakan game online. Aksi membakar rumah ini dilakukan lantaran sang bocah merasa kesal karena tidak mendapatkan uang dari rumah tetangganya untuk melakukan top up game.

Niat Awal Ingin Mencuri Uang Tetangga

Kejadian pembakaran rumah ini awalnya disebarkan oleh sebuah akun twitter bernama @bukanaltertitik. Pemilik akun ini menerangkan bahwa ada seorang anak di desanya yang melakukan aksi bakar rumah tetangga. Menurut pemilik akun, si bocah ini masih duduk dibangku 2 smp. Kejadian ini bermula saat si bocah ini ingin mencuri uang dirumah tetangganya untuk dapat melakukan top up game.

Si bocah ini sudah berhasil masuk kerumah korban secara diam-diam. Saat didalam kamar pemilik rumah, si bocah ini tidak menemukan uang sama sekali. Dikarenakan kesal usahanya tidak membuahkan hasil, si bocah berinisiatif untuk membakar kasur milik korban.

Ternyata, kejadian membakar kasur ini bukan pertama kalinya dilakukan oleh si bocah. Namun si bocah ini sudah pernah melakukan hal yang sama, untungnya dikejadian sebelumnya berhasil dipadamkan sehingga api tidak sempat membakar rumah.

Gagal Top Up Game, Malah Terciduk

Menurut penjelasan dari pemilik akun Twitter @bukanaltertitik, si bocah dan keluarga yang bersangkutan sudah diusir dari tempat tersebut dan orang tua si anak pun diharuskan mengganti rugi kasus kebakaran rumah tersebut. Dan si bocah pelaku pembakaran rumah ini juga sudah dibawa oleh pihak kepolisian.

Pemilik rumah yang dibakar itu pada saat kejadian sedang keluar rumah dan kebetulan di RT itu ada acara buka bersama yang tidak jauh dari tempat kebakaran. Saksi yang pertama kali mengetahui tentang kebakaran tersebut adalah seorang anak perempuan yang rumahnya tepat didepan rumah yang terbakar.

Menurut update yang diberikan oleh pihak kerabat pemilik rumah, si anak ini sedang ditahan di penjara remaja Polres Sda dan proses persidangan untuk bocah ini masih terus berlanjut. Semoga kejadian seperti ini tidak terjadi lagi, dan orang tua bisa terus mengawasi apapun yang diterima oleh anaknya.

Mobile Legend Akan Kolaborasi dengan Anime Jujutsu Kaisen?

GAMEFINITY, CIREBON – Mobile Legends game MOBA yang dikembangkan oleh Moonton developer asal Tirai Bambu yang dirilis pada tahun 2016 yang lalu dan cukup populer di Indonesia dan beberapa Negara Asia lainya.

Baru-baru ini Moonton mengirimkan mail survey bertuliskan akan berkolabori dangan salah satu seri manga dan anime populer di Jepang tentu juga di Indonesia, yaitu Jujutsu Kaisen. Jujutsu Kaisen sendiri adalah salah satu anime shonen terbaik adaptasi manga karya Gege Akutami asal Jepang.

Latar belakang cerita Jujutsu Kaisen bercerita tentang tokoh utama yaitu Yuji Itadori merupakan siswa SMA yang mempunyai misi untuk menemukan jari-jari Sukuna yang tersebar ke berbagai penjuru dunia.

MOBILE LEGENDS X JUJUTSU KAISEN

Dalam survey yang dikirimkan Moonton ini, player Mobile Legends diminta mengisi survey karakter-karakter Mobile Legends yang akan mendapatkan skin kolaborasi Jujutsu Kaisen yaitu, Kento Nanami, Ryomen Sukuna, Mahito, Maki Zenin, Nobara Kugisaki, Yuji Itadori, Aoi Todo, Panda, Yoshinobu Gakuganji, Hanami, Megumi Fushiguro,Toge Inumaki, Jogo dan Gojo Satoru.

Jadi karakter Jujutsu Kaisen manakah yang kalian pilih yang bakalan hadir di Mobile Legends? Apakah Pharsa berskin Gojo Satoru? Atau Paquito berskin Aoi Todo?

Tapi ini semua hanya baru survey belum ada pengumuman resmi kapan tanggal resmi kolaborasi Mobile Legends X Jujutsu Kaisen. Mungkin jika mendapatkan antusiasme yang tinggi, maka Moonton akan segera merealisasikan kolaborasi bersama Jujutsu Kaisen.

Sebelumnya juga Mobile Legends telah resmi mengumumkan kolaborasi dengan franchise film populer dan terkenal yaitu Star Wars. Kolaborasi Mobile Legend X Star Wars tersebut hanya tersedia di beberapa wilayah negara saja yaitu Indonesia, Malaysia, Thailand, Vietnam, Myanmar, Kamboja, Brunei Darussalam, Laos, Timor Leste, Singapura, dan Jepang.