Category Archives: Game

Terabaikan Selama 35 Tahun, Salinan Super Mario Bros yang Belum Dibuka Laku Rp9,5 Miliar

GAMEFINITY.ID, Jakarta – Salinan game Super Mario Bros. yang belum dibuka laku terjual seharga 660 ribu USD (sekitar Rp9,5 Miliar pada lelang yang diadakan Heritage Auctions di Dallas, Amerika Serikat. Game ini dibeli pada tahun 1986 namun terabaikan selama sekitar 35 tahun.

Seperti diberitakan AP, Heritage Auctions di Dallas mengatakan video game tersebut terjual pada hari Jumat (2/4/2021). Rumah lelang tersebut mengungkap video game itu dibeli sebagai hadiah Natal tetapi akhirnya ditempatkan di laci meja, di mana ia tetap disegel dalam plastik dan dengan tab gantung utuh sampai ditemukan awal tahun ini.

“Karena produksi untuk salinan game ini dan yang lainnya sangat singkat, menemukan salinan lain dari produksi yang sama dengan kondisi yang sama akan serupa dengan mencari setetes air di lautan,” kata Valarie McLeckie, spesialis video game Heritage.

Heritage mengatakan itu adalah salinan terbaik dari game Super Mario Bros. yang dirilis pada tahun 1985 untuk konsol Nintendo Entertainment System itu. Salinan ini diketahui telah dinilai secara profesional untuk dilelang, dan mendapatkan angka 9.6.

Sebelumnya, rekor termahal salinan Super Mario Bros. adalah senilai 114 ribu USD untuk salinan produksi 1987, yang terjual pada lelang Heritage musim panas lalu. Pada November tahun lalu, salinan Super Mario Bros 3 dijual seharga 156.000 USD di rumah lelang yang sama.

Bertemakan Koboi, Game Battle Royale GRIT Resmi Diumumkan

GAMEFINITY.ID, Purworejo – Berbicara mengenai game battle royale, biasanya akan langsung tertuju ke game seperti PUBG, Apex Legends, maupun Free Fire. Game game tadi mungkin sudah biasa kita dengar maupun mainkan, lalu bagaimana dengan battle royale bertema koboi yang satu ini?

Inilah ‘GRIT’, game battle royale bertemakan koboi atau wild west yang dikembangkan oleh Team GRIT, developer yang sebelumnya pernah membuat game Planetary Annihilation dan Monday Night Combat.

Sekilas game ini mirip dengan mode Gun Rush game Red Dead Online, namun dengan dengan gameplay yang lebih luas karena dalam game GRIT pemain akan melawan 99 pemain lain dalam mode solo, duo, maupun squad, mirip dengan PUBG.

Sesuai temanya yaitu zaman koboi, kendaraan yang dipakai pun akan berupa kuda dan kereta api. Dalam game ini nantinya ada lebih dari 20 jenis senjata yang dapat membantu pemain memenangkan game.

Dengan sistem loot yang mirip dengan permainan poker, setiap senjata nantinya akan mempunyai lambang seperti yang terdapat dalam kartu poker. Jika lambang ini dicocokkan nantinya akan mendapatkan perks yang meningkatkan performa karaker pemain.

Game ini rencananya akan dirilis di Steam secara Ealy Acess pada Spring tahun ini, namun sampai saat ini belum ada informasi apakah game ini akan menjadi game free to play atau berbayar.

Jadi, tertarik dengan game ini? Segera wishlist di Steam kalian.

Rentan Penyalahgunaan Narkotika, BNN Kota Mataram Minta Operasional Pusat Game Online Diperketat

GAMEFINITY.ID, Jakarta – Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Mataram, Nusa Tenggara Barat meminta agar operasional pusat game online diperketat. Hal ini sebagai bagian dari langkah Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) di daerah itu.

Pasalnya, dalam beberapa kali kegiatan sidak dengan melakukan uji narkoba tes urine di pusat game online, ditemukan sejumlah pengunjung usia anak-anak positif mengkonsumsi narkoba. Kepala BNNK Mataram, Ivanto Aritonang mengaku sangat prihatin dengan temuannya tersebut.

“Pada akhir tahun 2019, di kawasan Gebang dan kawasan Pancake Airlangga kami mendapati 15 anak dan 6 anak terkonfirmasi positif mengkonsumsi narkoba, dan ini sangat memprihatinkan,” katanya melalui Kepala Seksi Pecegahan BNNK Mataram, Amnan di Mataram, Senin (5/4/2021) dikutip dari ANTARA.

Sebelumnya, pada tahun 2020 ketika dilaksanakan sidak di kawasan Ampenan, BNNK Mataram menemukan kasus penyalahgunaan narkoba dari kalangan anak-anak, bahkan ditemukan anak kelas IV SD yang positif mengonsumsi narkoba.

“Untuk tahun 2021, kita memang belum melakukan sidak lagi. Pastinya, sidak akan kita lakukan dan menyasar game online yang terindikasi buka 24 jam,” katanya

BNNK Mataram menilai kondisi memprihatinkan tersebut terjadi karena jam operasional game online terindikasi buka sampai pagi atau beroperasional 24 jam. Mereka juga kerap memberikan berbagai tawaran paket yang lebih murah. Akibatnya, anak-anak tertarik dan ingin main sampai pagi dan mencari cara agar bisa bertahan sampai pagi, sehingga akhirnya terjerat penyalahgunaan narkotika.

Kondisi ini, katanya, harus menjadi atensi bersama terutama pemerintah daerah yang memiliki kewenangan dalam mengatur jam operasional para pengusaha agar kejadian tersebut tidak terulang lagi. Selain mengatur jam operasional, pemerintah daerah juga diharapkan menekankan kepada para pengusaha game online agar tidak menerima anak-anak usia sekolah bermain hingga larut malam, apalagi yang masih menggunakan seragam sekolah.

“Dengan demikian, kita berharap kasus-kasus penyalahgunaan narkoba terutama di kalangan anak-anak tidak terjadi lagi,” katanya.

Berdasarkan data kasus narkoba yang diungkap Sat Res Narkoba Mataram, pada tahun 2019 sebanyak 18 anak usia SD, 38 anak SMP, 40 anak SMA, dan 6 orang S1-S3 terjerat penyalahgunaan Narkotika. Sementara di tahun 2020, 17 anak SD, 22 anak SMP, dan 49 anak SMA terjerat kasus narkotika.

BNNK Mataram berharap rancangan Peraturan Daerah tentang Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) dapat segera disahkan. Sekadar informasi, Ranperda itu diinisiasi dari hasil kegiatan penertiban yang dilakukan BNN Provinsi NTB dan BNNK Mataram terhadap kegiatan dan operasional game online yang terindikasi disalahgunakan untuk kegiatan narkotika.

Sukses dengan Clash of Clans, Supercell Kini Siapkan 3 Game Barunya

GAMEFINITY.ID, Singkawang – Berbeda dengan game-game sebelumnya, Supercell yang diketahui tidak pernah mengumumkan game baru mereka sebelum dekat tanggal perilisan kini berfikir sebaliknya. Supercell kini siap mencapai kesuksesannya kembali dengan mengumumkan 3 game barunya.

Berdasarkan video yang diunggah dalam Youtube resminya, Supercell menerangkan game apa saja yang akan segera mereka rilis.

1. Clash Quest

Diterangkan bahwa game ini adalah game strategi petualangan. Pada game ini player ditugaskan untuk menghancurkan pertahanan musuh sebelum pasukan habis.

2. Clash Mini

Game yang digarap oleh studio baru dengan nama Supercell Shanghai ini menggunakan sistem mekanisme permainan ala board dengan miniatur karakter. Tugas player di sini hanya meletakkan karakter-karakternya pada tempat yang disediakan, lalu gameplay akan berjalan secara otomatis.

3. Clash Heroes

Berbeda dengan 2 game di atas, Clash Heroes hadir dengan genre dan pola gameplay yang berbeda. Pada game ini player akan diperintahkan untuk memilih salah satu karakter favoritnya untuk menjalankan guest dan menyelesaikan misi.

Belum diketahui pasti kapan tiga game baru ini akan dirilis. Namun, Supercell menyebut tiga game yang diumumkan tersebut bertujuan untuk mempertahankan momentum dan memperbesar semesta Clash ke genre lainnya.

The Witcher Season 2 Tuntaskan Proses Produksi

GAMEFINITY.ID, Jakarta – Serial Netflix, The Witcher Season 2 telah menuntaskan proses produksi. Hal ini dibagikan dalam postingan foto di akun Twitter Twitter The Witcher, dimana Henry Cavill yang berperan sebagai Geralt terlihat memegang papan clapper, tanda mengakhiri proses pengambilan gambar.

“Itu menandai akhir produksi musim ke-2! Serigala Putih menanti Anda kembali di The Continent,” tulis @witchernetflix, 2 April 2021.

Proses produksi The Witcher Season 2 dimulai sejak Februari 2020, tetapi sempat dihentikan karena pandemi virus corona (COVID-19). Akibatnya Netflix perlu mengganti pemeran Eksel, yang sebelumnya diperankan oleh Thue Rasmussen dengan Basil Eidenbenz.

Netflix melanjutkan produksi The Witcher Season 2 pada bulan Agustus setelah diberi “lampu hijau” oleh pemerintah setempat untuk melanjutkan proses syuting. Pada November Henry Cavill mengungkapkan bahwa pembuatan film dipindahkan kembali ke studio, setelah Inggris melakukan penutupan nasional (shutdown) kedua di Inggris. Kurang dari seminggu kemudian, produksi dihentikan lagi karena beberapa kru positif COVID-19.

The Witcher Season 2 juga menghadirkan beberapa pemeran baru, seperti Adjoa Andoh (Bridgerton) sebagai Nenneke, pendeta wanita dan kepala Kuil Melitele di Ellander. Penambahan pemeran baru lainnya untuk season 2 termasuk Cassie Clare (Brave New World) sebagai Phillippa Eilhart, Liz Carr (Silent Witness) sebagai Fenn, Graham McTavish (Outlander) sebagai Dijkstra, Kevin Doyle (Downton Abbey) sebagai Ba’lian, Simon Callow (A Room with A View) sebagai Codringher, dan Chris Fulton (Bridgerton) dalam peran Rience, antagonis utama dalam serial novel The Witcher karya Andrzej Sapkowski.

Musim kedua The Witcher akan dimulai dengan Geralt dari Rivia membawa Putri Cirilla ke tempat teraman yang dia tahu, rumah masa kecilnya di Kaer Morhen. Dia akan berusaha untuk melindungi Ciri dari kekuatan misterius yang dimilikinya di dalam sementara raja-raja Benua, elf, manusia, dan iblis berjuang untuk supremasi di luar tembok kastil, yang terletak di dalam Kerajaan Kaedwen.

Netflix belum mengumumkan kapan The Witcher Season 2 akan tayang perdana. Netflix juga sedang mengerjakan The Witcher: Blood Origin, serial prekuel spin-off enam bagian yang ditetapkan 1.200 tahun sebelum era Geralt di Kerajaan Utara, dan The Witcher: Nightmare of the Wolf, film fitur anime yang berpusat pada Vesemir, teman dekat dan mentor Geralt.

Dalam Sepekan Crash Bandicoot: On the Run Tembus 27 Juta Download

GAMEFINITY.ID, Jakarta – Crash Bandicoot: On the Run telah didownload lebih dari 27 juta kali secara global, menurut data dari Sensor Tower. Ini merupakan pekan pembukaan yang luar biasa dari franchise game Crash Bandicoot sekaligus pencapaian tersendiri bagi sang pengembang, King.

Jumlah total download ini mencakup semua penginstalan yang dilakukan di App Store dan Google Play sejak 23 Maret, ketika game runner itu mulai diluncurkan untuk iOS terlebih dahulu. Setelah peluncuran resmi pada 25 Maret, Crash Bandicoot: On the Run memperoleh 24 juta unduhan.

Di hari peluncuran resminya, Crash Bandicoot: On The Run didownload lebih dari 8 juta kali, dan angka itu terus bertambah dalam sepekan. Sensor Tower mencatat Amerika Serikat sebagai pasar terbesar untuk game, dengan Brasil dan Meksiko masing-masing di posisi kedua dan ketiga. Rusia mengikuti di tempat keempat dan Inggris melengkapi lima besar.

Sebagai perbandingan, rilis game terbaru Pokemon GO dan Candy Crush Friends Saga (game lainnya dari King), mengumpulkan 10 juta download dalam tujuh hari pertama rilis. Sementara PUBG Mobile didownload sebanyak 28 juta kali selama minggu pertama rilis.

“Ini merupakan peluncuran yang kuat untuk Crash Bandicoot: On The Run, yang sedang naik daun dalam popularitas IP klasik,” kata ahli strategi Sensor Tower, Craig Chapple kepada PocketGamer.biz.

Crash Bandicoot: On The Run diharapkan dapat menyusul kesuksesan dari Call of Duty: Mobile, game seluler lainnya milik Activision yang memiliki hak IP dari franchise Crash Bandicoot. King selaku pengembang dari Crash Bandicoot: On The Run sebelumnya dikenal sebagai pengembang dari game puzzle Candy Crush.

“Activision tidak diragukan lagi sedang berusaha membawa lebih banyak waralaba besarnya ke mobile, dan King menjadi mitra yang jelas dan alami untuk Crash, mengingat kesuksesan besarnya sebagai pemimpin dalam game casual/puzzle,” tambah Chapple.

Sementara itu, data dari App Annnie mencatat Crash Bandicoot: On The Run mencatat rekor sebagai game runner tercepat yang mencatatkan angka 20 juta unduhan, yakni hanya dalam 5 hari. Sebelumnya, game tercepat yang mencapai 20 juta unduhan adalah Temple Run 2 yang membutuhkan waktu sekitar 19 hari.

Gamefinity.id sendiri sebelumnya telah mengulas keseruan dari Crash Bandicoot: On The Run. King sendiri mengklaim Crash Bandicoot: On the Run sebagai game paling Crash yang pernah ada.