Category Archives: Game

Heboh GothamChess vs Dewa Kipas, Bakal Diklarifikasi di Podcast Deddy Corbuzier

GAMEFINITY.ID, Jakarta – Kehebohan drama antara pecatur influencer GothamChess dengan bapak-bapak asal Indonesia, Dadang Subur alias Dewa Kipas terus berlanjut. Bahkan pada Rabu mendatang, Dadang akan diundang ke podcast Deddy Corbuzier, yang selama ini dikenal selalu membahas isu-isu hangat yang sedang ramai dibicarakan para netizen.

“Hari Rabu Nanti, Saya dan Bapak Dadang akan diundang ke Podcast Deddy Corbuzier. Kami akan berbicara apa adanya, dan sejujur-jujurnya. Semoga diberikan Kelancaran dalam menjawab Semua pertanyaan yang ada,” tulis putra Dadang Subur pada postingan Facebook-nya.

Sebelumnya, Levy Rozman alias Gotham Chess diduga memblokir warganet Indonesia untuk mengakses video di kanal YouTube-nya. Sekadar meningatkan, perseteruan dimulai ketika GothamChess dan Dewa Kipas bertarung di game catur online. GothamChess mengalami kekalahan di game tersebut dan menuduh Dewa Kipas menggunakan cheat. Alhasil, para pengikut GothamChess tidak terima dan pada akhirnya melakukan report masal terhadap akun Dewa Kipas. Pada akhirnya akun Chess milik Dewa Kipas pun terblokir.

Tak terima, netizen Indonesia ramai-ramai menyerang sosial media sang pecatur sehingga akhirnya GothamChess pun meminta maaf kepada Dewa Kipas terkait tuduhannya tersebut. Namun nyinyiran dari Netizen Indonesia masih saja berseliweran, sehingga sang influencer akhirnya memberlakukan region lock di akun Youtube untuk para pengguna internet di Indonesia.

“Saya sudah mengingatkan berkali-kali kepada Netizen Indonesia untuk JANGAN menyerang GothamChess karena semua masalahnya sudah selesai. Karena suatu saat Levy akan mengadakan Acara Catur yang akan melibatkan Para pemain catur terkenal di Indonesia. Tapi karena serangannya semakin Parah, Justru Region Indonesia malah diblokir dari semua Video-video GothamChess. Hal ini Sangat disayangkan,” kata Ali Akbar.

Wah, sampai mana ributnya ya? Semoga insiden ini berakhir dengan damai, tanpa ada saling blokir maupun saling nyinyir. Setuju, Warga Gamefinity?

Penerbit Six Days in Fallujah Akui Gamenya Tidak Dapat Dipisahkan dari Politik

GAMEFINITY.ID, Jakarta – Penerbit Six Days in Fallujah, Victure telah merilis pernyataan yang mengubah pendiriannya tentang game shooter yang akan datang. Game ini sendiri didasarkan pada pertempuran nyata dari Perang Irak.

Akan dirilis akhir tahun ini, game PC dan konsol yang telah lama dikembangkan ini menceritakan kisah Pertempuran Fallujah Kedua (2004), dari perspektif pasukan Amerika yang memerangi pemberontak Irak, serta anggota penduduk sipil kota.

Gameplay shooter militer orang pertama akan menjadi 90 persen dari aksi, dengan 10 persen lainnya berputar di sekitar alur cerita paralel di mana pemain mengambil peran sebagai seorang ayah di Irak yang tidak bersenjata dan mencoba mengeluarkan keluarganya dari kota. Pemain tidak pernah mengambil peran sebagai “pemberontak”.

Terlepas dari kenyataan bahwa cerita permainan diceritakan hampir seluruhnya dari perspektif prajurit AS, CEO Victure Peter Tamte mengatakan dalam wawancara GamesIndustry.biz bahwa Six Days in Fallujah adalah “game yang bukan pernyataan politik”.

Namun dalam pernyataan pada hari Senin (8/3/2021), Victure mengakui bahwa peristiwa Six Days di Fallujah “tidak dapat dipisahkan dari politik”. Victure juga menyebut bahwa gamenya berusaha menceritakan kisah dari berbagai sudut pandang.

“Kami memahami peristiwa yang diciptakan kembali dalam Six Days in Fallujah tidak dapat dipisahkan dari politik,” katanya.

“Kisah-kisah dalam Six Days in Fallujah diceritakan melalui gameplay dan cuplikan dokumenter yang menampilkan anggota militer dan warga sipil dengan pengalaman dan opini yang beragam tentang Perang Irak. Sejauh ini, 26 warga sipil Irak dan puluhan anggota militer telah berbagi momen tersulit dalam hidup mereka dengan kami, sehingga kami dapat membagikannya dengan Anda, dalam kata-kata mereka.”

Tamte sebelumnya mengklaim bahwa lebih dari 100 marinir, tentara, dan warga sipil Irak yang hadir selama Pertempuran Fallujah Kedua telah berbagi kisah pribadi, foto, dan rekaman video mereka dengan tim pengembangan judul tersebut.

“Selama bermain game, pemain akan berpartisipasi dalam cerita yang diberi konteks melalui segmen dokumenter. Setiap misi menantang pemain untuk menyelesaikan skenario militer dan sipil nyata dari pertempuran secara interaktif, menawarkan perspektif perang perkotaan yang tidak mungkin dilakukan melalui media lain.

“Kami yakin kisah pengorbanan generasi ini pantas diceritakan oleh Marinir, Prajurit, dan warga sipil yang ada di sana. Kami percaya Anda akan menemukan permainan – seperti acara yang dibuat ulang – menjadi kompleks,” ,” lanjut Victure.

Six Days in Fallujah awalnya dijadwalkan untuk diterbitkan oleh Konami lebih dari satu dekade yang lalu, tetapi penerbit menarik diri pada tahun 2009 karena sifat kontroversial dari permainan tersebut. Game ini mengundang kritik dari beberapa pihak termasuk veteran militer dan kelompok anti-perang.

Channel Youtube GothamChess Blokir Netizen Indonesia

GAMEFINITY.ID, Jakarta – Beberapa waktu yang lalu, netizen Indonesia dihebohkan dengan drama antara GothamChess dengan Dewa Kipas. GothamChess merupakan salah satu influencer atau konten kreator yang dikenal di dunia maya karena kemampuannya dalam bermain game catur online di platform Chess.com. Sedangkan Dewa Kipas, hanyalah seorang bapak-bapak asal Indonesia bernama Dadang Subur yang memang hobi bermain catur sejak lama.

Perseteruan dimulai ketika GothamChess dan Dewa Kipas bertarung di game catur online. GothamChess mengalami kekalahan di game tersebut dan menuduh Dewa Kipas menggunakan cheat. Alhasil, para pengikut GothamChess tidak terima dan pada akhirnya melakukan report masal terhadap akun Dewa Kipas. Pada akhirnya akun Chess milik Dewa Kipas pun terblokir.

Mengetahui hal ini, Netizen Indonesia tidak tinggal diam dan akhirnya GothamChess pun meminta maaf kepada Dewa Kipas terkait tuduhannya tersebut. Meskipun masalah antar keduanya telah selesai, namun GothamChess sendiri masih menyimpan rasa dendam terhadap para Netizen.

Hal tersebut terbukti dimana akun Youtube GothamChess memblokir para netizen Indonesia untuk mengaskes kontennya. Informasi ini pertama kali diketahui oleh akun Facebook Know Your Memes Indonesia.

Dalam postingannya, page tersebut mengatakan jika GothamChess telah memberlakukan region lock di akun Youtube untuk para pengguna internet di Indonesia. Salah satu contoh video yang tidak bisa di akses adalah video berjudul A $20,000 Chess Match: MrBeast vs. Ludwig yang diunggah pada tanggal 17 Februari 2021 silam.

Take-Two Sebut Gamer Siap Bayar Mahal untuk Game PS5 dan Xbox Series

GAMEFINITY.ID, Jakarta – Harga game dari konsol generasi berikutnya, PlayStation 5 dan Xbox Series X/S ke depannya diperkirakan bakal lebih mahal dari game-game versi konsol sebelumnya. Sebut saja NBA 2K21, game garapan Take-Two yang dipasarkan seharga USD69,99 atau sekitar Rp849.000 di Indonesia.

Bukan tidak mungkin apabila game-game lainnya dipasarkan lebih mahal, dan gamer harus mengeluarkan kocek hingga lebih dari Rp1 juta untuk game baru. Terkait hal itu, CEO Take-Two menegaskan bahwa keputusan untuk mengenakan biaya USD69,99 untuk versi generasi berikutnya dari NBA 2K21 sudha tepat.

Berbicara pada Konferensi Teknologi, Media & Telekomunikasi Morgan Stanley minggu lalu, dikutip dari VGC), bos Take-Two Strauss Zelnick mengutarakan pandangannya tentang harga NBA 2K21 dan apa artinya bagi harga game di masa depan.

“Pandangan kami adalah bahwa kami menawarkan serangkaian pengalaman luar biasa, banyak replayability, dan terakhir kali ada kenaikan tinggi untuk game di AS adalah tahun 2005, 2006. Jadi kami pikir konsumen siap untuk itu,” kata Zelnick.

Dirinya sendiri tidak ingin mengungkap lebih lanjut apakah game-game garapan Take-Two, dan anak perusahaannya seperti Rockstar (pengembang Grand Theft Auto) bakal memiliki harga lebih mahal dari 70 USD. Walau begitu dirinya memastikan perusahaan perlu fokus pada penyediaan tingkat konten sehingga harga mahal masih wajar.

“Kami ingin selalu memberikan nilai lebih dari yang kami tetapkan, sekaligus memastikan konsumen memiliki pengalaman bermain dan pengalaman membayar yang positif,” jelasnya.

“Kita semua tahu apabila Anda ditagih berlebihan untuk sesuatu, tentunya akan merusak pengalaman. Jadi kami selalu ingin memastikan bahwa konsumen memberikan lebih dari yang kami minta sebagai imbalan. Kami adalah perusahaan hiburan, kami di sini untuk memikat dan melibatkan konsumen. Jika kami berhasil maka monetisasi akan mengikutinya.”

NBA 2K21 adalah game next-gen pertama yang secara resmi dihargai 70 USD. Masalah harga game generasi berikutnya menjadi masalah dari industri game, selain tentunya keterbatasan ketersediaan konsol yang membuat tidak semua gamer bisa memainkan PS5 maupun Xbox Series.

Pada bulan November, CEO Sony Interactive Entertainment Jim Ryan juga menyebut harga game PS5 pihak pertama seperti Demon’s Souls dan Marvel’s Spider-Man: Miles Morales Ultimate Edition yang dibanderol sama dengan NBA 2K21 “tidak kemahalan”.

Tomb Raider: Definitive Survivor Trilogy Bakal Rilis di Xbox Bulan Ini

GAMEFINITY.ID, Jakarta – Square Enix berencana untuk merilis koleksi trilogi Tomb Raider pada 18 Maret. Hal ini terungkap pada daftar di Microsoft Store. Tomb Raider: Definitive Survivor Trilogy akan memuat Tomb Raider: Definitive Edition, Rise of the Tomb Raider: 20 Year Celebration, dan Shadow of the Tomb Raider: Definitive Edition.

“Tomb Raider: Definitive Survivor Trilogy adalah edisi lengkap dari game asal Tomb Raider pemenang penghargaan. Dengan semua konten edisi definitif dari setiap game, Trilogi ini menjanjikan puluhan jam eksplorasi yang menakjubkan, pemecahan teka-teki yang menantang, dan pertarungan bertahan hidup, dimana Lara ditakdirkan untuk menjadi dirinya,” deskripsi dari game di Microsoft Store.

Game tersebut terdaftar sebagai 4K Ultra HD dan kompatibel dengan HDR10. Tetapi tidak disebutkan fitur unggulan pada konsol next-gen tertentu seperti grafis yang ditingkatkan atau fitur baru.

Versi konsol sebelumnya, game Tomb Raider dapat dimainkan di Xbox Series X dan S melalui kompatibilitas ke belakang, namun dengan sejumlah keterbatasan. Misalnya, mode 4K Rise of the Tomb Raider masih dibatasi pada 30fps pada konsol generasi berikutnya, sedangkan mode kinerja 60fps menurunkan resolusi ke 1080p.

Di PC, game Tomb Raider terbaru, Shadow of the Tomb Raider 2018, menampilkan ray-tracing melalui kartu GeForce RTX Nvidia. Crystal Dynamics mengatakan pihaknya bermaksud untuk merayakan ulang tahun ke 25 franchise Tomb Raider sepanjang tahun 2021. Perushaan akan mempromosikan berbagai event, termasuk cosplay, streaming langsung, dan “banyak kejutan” lainnya.

Pengembang Crystal Dynamics mengungkapkan bahwa game berikutnya dari petualangan Lara Croft akan “menyatukan” garis waktu dalam game Tomb Raider asli milik Core Design dan trilogi rebootnya.

“Kami punya ambisi besar untuk masa depan Tomb Raider. Trilogi asal kami pada tahun 2013 menceritakan kisah masa-masa awal Lara ketika dia ditempa menjadi penyintas, pahlawan, hingga akhirnya menjadi Tomb Raider,” kata Will Kerslake, direktur game franchise Tomb Raider di Crystal Dynamics.

“Kami membayangkan masa depan Tomb Raider yang terungkap setelah petualangan ini, menceritakan kisah yang dibangun di atas luasnya game Core Design dan Crystal Dynamics, bekerja untuk menyatukan garis waktu ini.”

Seperti diberitakan GAMEFINITY.ID sebelumnya, Square Enix mengumumkan pada Oktober lalu bahwa Tomb Raider Reloaded, game mobile action free to play, dijadwalkan rilis pada 2021.

Pada bulan Januari, MGM mengumumkan bahwa Misha Green, kreator dan sutradara dari serial HBO, Lovecraft Country akan mengarahkan sekuel film Tomb Raider 2. Sekuel ini akan kembali dibintangi Alicia Vikander kembali berperan sebagai Lara Croft.

Bersiap, CODM Season 2 dan PUBG Mobile Patch 1.3 Hadir Minggu Ini

GAMEFINITY.ID, Jakarta – Para gamer mobile khususnya pencinta genre battle royale akan disibukkan dengan pembaruan yang diberikan untuk dua game favorit, Call of Duty: Mobile dan PUBG Mobile. CODM season kedua akan dimulai minggu ini, begitu pula dengan PUBG Mobile yang merilis patch 1.3.

Call of Duty: Mobile season kedua akan rilis pada Rabu (10/3/2021). Dengan judul Day of Reckoning, CODM Season 2 akan memperkenalkan peta, senjata, mode dan hal baru lainnya. Activision, selaku penerbit COD menyebut akan ada dua peta baru di musim kedua ini, yakni Shipment dan Shoot House. Kedua map itu sendiri merupakan adaptasi dari map di COD Modern Warfare.

Tak hanya map baru, Activision juga menghadirkan membocorkan dua senjata baru, assault rifle AS VAL dan rifle SP-R 208. AS VAL tersedia di battle pass musim kedua, sedangkan SP-R bakal dirilis di akhir musim.

Activision juga menambahkan sulih suara karakter Call of Duty: Mobile pada season kedua ini. Pengisi suara Ghost dari Modern Warfare, Jeff Leach akan hadir di CODM. Sementara konten baru lainnya antara lain mode, kendaraan dan kelas baru.

Di mode Tank Battle baru, pemain diajak untuk merakit tanknya sendiri dengan mesin penjual otomatis. Di battle royale, Spotter akan menjadi kelas baru sedangkan kendaraan baru yang hadir ialah Cargo Truck.

Garena juga bakal merilis update untuk game battle royale lainnya, PUBG Mobile dimana Patch 1.3 akan hadir pada Selasa (9/3/2021). Sejumlah fitur bakal hadir di Patch 1.3, salah satunya tema baru Classic Mode, Hundred Rhythms. Mode ini kemungkinan dapat dimainkan di map Erangel, meski detail lebih lanjut dari mekanisme mode tersebut belum dijelaskan.

Patch 1.3 juga bakal membawa senjata sniper baru, Mosin Nagant yang menggunakan amunisi 7.62. Senjata ini digadang akan menjadi tandingan dari Kar98K. Sementara Motor Glider yang akan menjadi kendaraan baru sekaligus kendaraaan udara pertama di Classic Mode. Motor Glider menjadi kendaraan untuk dua orang dan bisa dibawa di Erangel dan Miramar.