Category Archives: Game

Kerap Diremehkan, 5 Karakter Free Fire Ini Sebenarnya Punya Skill Mumpuni

GAMEFINITY.ID, Jakarta – Free Fire saat ini menjadi salah satu game paling populer di dunia. Game ini telah mengumpulkan 500 juta download di Google Play Store. Penambahan beberapa karakter dengan kemampuan khusus inilah yang membedakannya dari game lainnya.

Total ada 35 karakter di Free Fire. Sebanyak 5-10 di antaranya sangat terkenal dan hampir selalu digunakan oleh pemain di seluruh dunia. Sebaliknya, ada beberapa karakter yang “terlupakan”, meski sebenarnya mereka memiliki kemampuan yang lumayan bagus apabila dimanfaatkan dengan benar.

Berikut beberapa karakter Free Fire yang paling diremehkan, namun sebenarnya memiliki skill mumpuni. Siapa saja mereka? Simak pembahasannya.

Kelly “the Swift”

Kelly baru-baru ini diperkenalkan kembali dengan versi dirinya yang jauh lebih bertenaga dan ditingkatkan yang disebut Kelly “the Swift”. Versi yang ditingkatkan ini memiliki kemampuan pasif bernama Deadly Velocity, yang diaktifkan setelah tujuh detik berlari. Dengan menggunakan kemampuan ini, satu tembakan pertama pada target memberi damage 110% dan berlangsung selama lima detik. Ini adalah kemampuan agresif hebat yang dapat bersaing dengan karakter populer seperti DJ Alok dan K.

Kapella

Kemampuan Kapella meningkatkan efek healing item dan skill sebesar 10% dan mengurangi kehilangan HP sekutu ketika turun sebesar 20%. Kapella memiliki kemampuan yang hebat dan dapat dengan mudah bersaing dengan kemampuan penyembuhan milik DJ Alok atau K. Dia adalah salah satu karakter wanita paling kuat di Free Fire.

Steffie

Pada kemampuan level 1 awalnya, Steffie dapat membuat grafiti yang mengurangi damage akibat ledakan sebesar 15% dan damage peluru sebesar 5% selama lima detik. Kemampuan ini bagus untuk pemain pasif dan agresif karena memberikan mereka mekanisme pertahanan yang hebat. Kemampuan ini juga menyelamatkan mereka dari damage selama beberapa detik.

Shani

Shani memulihkan 10 daya tahan armor setelah setiap pembunuhan, dan daya tahan ekstra dapat meningkatkan armor hingga level 3. Rompi level 3 atau rompi dengan daya tahan tinggi berguna untuk mempertahankan kehilangan HP pemain selama pertempuran.

Alvaro

Alvaro memiliki kemampuan hebat yang dapat mematahkan pertahanan dan perlindungan lawan. Dia memiliki kemampuan hebat yang disebut Art of Demolition, yang meningkatkan damage senjata peledak sebesar 6% dan juga meningkatkan area jangkauan kerusakan sebesar 7% di level awal. Penggunaan taktik melempar granat yang tepat bisa menjadikannya salah satu karakter terkuat di Free Fire.

AFC dan Konami Tandatangani Kesepakatan Sponsor dan Lisensi Baru

GAMEFINITY.ID, Jakarta – Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) baru-baru ini mengumumkan perpanjangan kemitraan yang diperluas dengan Konami Digital Entertainment Co., Ltd.. Dengan demikian, Konami akan memiliki hak sponsor dan lisensi global untuk tim nasional AFC dan kompetisi klub selama empat tahun mendatang. Konami sendiri memiliki game olahraga andalannya Pro Evolution Soccer atau PES.

Kemitraan global ini mencakup kompetisi AFC utama, termasuk Kualifikasi Asia AFC – Road to Qatar, kompetisi tim nasional Piala Asia AFC (yang akan berlangsung di China pada Juni 2023), dan kompetisi klub Liga Champions AFC. Perluasan hak untuk memasukkan kompetisi tim nasional akan memungkinkan para penggemar untuk memainkan Piala Asia AFC dan Kualifikasi Asia AFC – Road to Qatar sebagai mode kompetisi resmi di edisi mendatang dari game Pro Evolution Soccer.

Mode kompetisi Liga Champions AFC juga akan diperbarui untuk membawa tampilan dan nuansa terkini menyusul peluncuran merek dan identitas kompetisi secara visual baru-baru ini. Sebagai Official Supporter, Konami akan memiliki hak khusus yang komprehensif untuk mempromosikan produknya dan hubungannya dengan kompetisi AFC.

“Kami senang telah memperbarui juga memperluas kesepakatan kemitraan kami dengan Konami, merek ikonik Asia dalam industri e-gaming yang telah sukses selama puluhan tahun. Kesepakatan ini menunjukkan daya tarik dan reputasi yang luar biasa dari kompetisi AFC dan popularitas global e-gaming di kalangan penggemar sepak bola. Kami berharap untuk melihat lebih banyak kompetisi AFC tersedia dalam produk Konami, demi kepentingan penggemar kami yang setia,” ucap Dato Windsor John, Sekretaris Jenderal AFC.

Sementara itu, Hideki Hayakawa, Presiden Konami Digital Entertainment Co., Ltd. mengaku bangga dengan kemitraan ini. Kolaborasi ini juga akan menjadikan Konami berhak atas berbagai peluang aktivasi eksklusif untuk terlibat dengan tim nasional Asia, yang memiliki jumlah sangat besar dan basis penggemar klub sepak bola yang luas.

“Sebagai penerbit game Asia, kami dengan bangga mengumumkan perpanjangan dan perluasan kemitraan dengan AFC. Sepak bola di Asia telah berkembang dan menjadi lebih penting dalam skala global. Kami berharap dapat bekerja sama dengan AFC untuk terus mempromosikan sepak bola Asia ke dunia. ”

Nintendo Ungkap Mario 3D World Bergerak Lebih Cepat di Port Switch

GAMEFINITY.ID, Jakarta – Nintendo telah mengonfirmasi bahwa karakter Super Mario 3D World bergerak lebih cepat di versi Switch mendatang. Seperti dilansir Nintendo Life, Nintendo menberi deskripsi baru tentang platform “snappier” 3D World di Switch.

“Semua karakter telah menerima dorongan untuk kecepatan larinya dan naik lebih tinggi lagi setelah mengambil Super Bell, membuat platforming itu sedikit lebih cepat. Sekarang Anda juga dapat menggunakan kontrol gyro untuk bagian tertentu dari game yang sebelumnya memerlukan kontrol sentuh.”

Peningkatan kecepatan gerakan menjadi peehatian para penggemar setelah melihat trailer game. Hal ini menghadirkan pengalaman unik dari masing-masing empat karakter yang dapat dimainkan di 3D World jadi lebih berbeda.

Ditetapkan untuk rilis pada 12 Februari 2021, Super Mario 3D World + Bowser’s Fury menampilkan mode co-op online dan offline, serta petualangan stand alone baru bersamaan dengan game Wii U yang dirilis 2013 lalu. Bowser’s Fury dideskripsikan oleh Nintendo sebagai petualangan free-roaming yang “pendek tapi penuh aksi”. Mario akan mengunjungi Danau Lapcat, dunia di mana semuanya bertema kucing dan Bowser mengamuk.

Pemain harus bekerja sama dengan Bowser Jr – yang dapat dikontrol melalui pemain kedua dalam co-op – dan melakukan perjalanan ke berbagai pulau untuk mengumpulkan Cat Shines, untuk menyalakan kembali mercusuar dan membersihkan medan yang gelap. Port Wii U hadir sebagai bagian dari perayaan hari jadi ke-35 Super Mario. Selain 3D All-Stars yang berisi kumpulan game 3D Mario klasik, Nintendo telah merilis beberapa game Mario tambahan untuk Switch.

6 Game FPS Mirip COD Mobile Gak Kalah Seru dan Layak Dicoba

GAMEFINITY.ID, Jakarta – Call of Duty: Mobile (COD Mobile) menjadi game action shooter (Game FPS) yang dipuji karena gameplay dan grafiknya yang ciamik. Ada dua mode utama yang ditawarkan oleh judul ini: mode battle royale dan mode multiplayer. Game yang diterbitkan oleh Activision dan Garena ini dikenal dengan grafik realistis dan pertarungan yang memacu adrenalin.

COD Mobile membutuhkan sekitar 2 GB ruang penyimpanan. Selain itu, COD Mobile membutuhkan koneksi internet aktif untuk berjalan. Pemain yang memiliki masalah penyimpanan ataupun koneksi internet bisa mencoba beberapa alternatif game yang tidak kalah seru dibanding COD Mobile. Dihimpun dari Sportskeeda, berikut 6 game tersebut:

Baca juga: 

Cover Fire

Game FPS

Seperti COD Mobile, Cover Fire menawarkan grafik yang realistis dan persenjataan yang mumpuni. Pemain yang ingin memainkan game ini secara offline dapat mengambil bagian dalam mode single player. Mereka juga memiliki turnamen Sniper Online yang menarik. Game yang telah didownload lebih dari 50 juta kali ini mendapat peringkat 4,5 bintang di Google Play Store.

PVP Shooting Battle 2020

Game FPS

Jika pemain ingin mencoba PVP Shooting Battle 2020 tanpa menggunakan internet, pemain bisa menjalankan misi offline. Ada lebih dari 20 misi offline, dengan pembaruan mingguan yang rutin dilakukan. Pemain dapat menikmati single player campaign serta mode multiplayer online. Layaknya COD Mobile, kontrol dari game ini sangat mudah untuk dipahami.

Gun Strike Call for Duty

Game FPS

Gun Strike Call for Duty adalah game shooter dengan tema kontra-terorisme. Pemain dapat menjadi bagian dari misi perang modern di game ini. Game ini memiliki koleksi senjata yang bagus mulai dari sniper rifle hingga assault gun, seperti COD Mobile. Pemain juga dapat mengakses senjata baru dengan melakukan pembelian dalam game.

Infinity Black Ops

Game FPS

Dalam Infinity Black Ops, pemain harus melawan teroris dan memberantas mereka. Mereka disarankan menggunakan strategi untuk memenangkan pertandingan. Game ini memiliki grafik yang realistis, dan kontrolnya ramah bagi pemula.

Black Ops SWAT

Game FPS

Tujuan utama game Black Ops SWAT adalah menyelesaikan berbagai misi dan bertahan hidup. Seperti COD Mobile, game ini juga memiliki persenjataan bagus yang bisa dipilih pemain. Black Ops SWAT membutuhkan ruang kurang dari 50 MB dan kompatibel dengan perangkat Android kelas bawah dan kelas atas.

Modern Combat Versus

Game FPS

Game ini juga merupakan game FPS seperti COD Mobile. Pemain dapat terhubung dengan teman-teman mereka secara online dan menikmati pertempuran multiplayer 4v4. Modern Combat Versus memiliki lebih dari 17 agen khusus dengan kemampuan unik. Ada enam peta yang dapat dimainkan, di mana pemain dapat menikmati aksi multiplayer. Ukurannya juga ringan, hanya sekitar 42 MB.

7 Hal yang Dilarang Garena di Free Fire, Melanggar Siap-Siap di Banned

GAMEFINITY.ID, Jakarta – Game mobile telah berkembang pesat selama satu setengah tahun terakhir. Game seperti Free Fire, PUBG Mobile, dan Call Of Duty Mobile telah menikmati kesuksesan luar biasa dari sisi pendapatan dan total download. Salah satu genre paling populer di game mobile ialah battle royale, yang dinikmati oleh semua kelompok umur.

Duduk di posisi teratas di antara judul-judul battle royale ini adalah Free Fire. Game buatan Garena telah menjadi pemimpin industri. Tahun lalu, game tersebut adalah game mobile yang paling banyak didowload di genre battle royale. Game ini juga sukses memenangi Esports Mobile Game of the Year di penghargaan Esports 2020.

Terlepas dari kesuksesan itu, pengembang Free Fire telah menghadapi banyak masalah terkait maraknya penggunaan cheat dalam game. Untuk mengatasi hal ini, Free Fire telah mengambil banyak langkah dan membangun sistem anti-cheat yang mendeteksi cheat dan menghukum pemain yang menggunakannya. Mereka juga mengizinkan playerbase mereka untuk melaporkan pemain yang mencurigakan.

 

Garena juga rutin menerbitkan laporan dua mingguan untuk mengeluarkan statistik jumlah akun yang diblokir akibat cheating. Pada tahun 2020 saja, lebih dari 30 juta akun di-banned karena melakukan kecurangan. Ofisial Free Fire baru-baru ini menerbitkan pemberitahuan Anti Ban yang mencantumkan kondisi di mana seorang pemain bisa mendapat hukuman.

7 hal yang dilarang tersebut ialah:

  1. Menggunakan klien game yang dimodifikasi atau tidak sah.
  2. Menggunakan alat tidak sah yang berinteraksi dengan klien game Free Fire.
  3. Menggunakan program non-resmi untuk memberikan keunggulan pada gameplay.
  4. Memodifikasi file model untuk mendapatkan keuntungan yang tidak adil.
  5. Memanfaatkan gangguan atau bug untuk keuntungan bermain game.
  6. Terdeteksi memiliki gameplay abnormal dan dilaporkan oleh banyak pemain.
  7. Memotong sistem anti-hack Free Fire melalui transfer local data ilegal.

Garena menegaskan bahwa mereka tidak akan mentolerir penggunaan cheat dan merusak permainan yang adil. Para ofisial juga mengatakan bahwa mereka berdedikasi untuk terus menciptakan lingkungan permainan yang adil bagi para pemainnya.

7 Monster Paling Aneh dan Menyebalkan di Resident Evil

GAMEFINITY.ID, Jakarta – Tahun ini menandai 25 tahun eksistensi franchise survival horror milik Capcom, Resident Evil. Sepanjang sejarahnya yang panjang, Resident Evil memang memiliki banyak monster yang menyeramkan. Sebut saja Mr. X (Resident Evil 2) dan Nemesis (Resident Evil 3) yang bisa mengejar karakter dengan agresif dilengkapi rupa yang intimidatif, hingga buaya raksasa menjadi contoh dari musuh ikonik dan legendaris dari franchise.

Walau begitu, tidak semua monster di Resident Evil meninggalkan kesan mendalam bagi para fansnya. Beberapa monster memiliki bentuk aneh dan bahkan terbilang menyebalkan untuk dihadapi para gamers. Dikutip dari Screenrant, berikut monster-monster paling aneh dan menyebalkan di franchisse Resident Evil.

Ooze (Resident Evil Revelations)

Ooze adalah musuh utama Resident Evil Revelations. Monster ini memenuhi lorong kapal Queen Zenobia dengan lendir-lendir mereka. Walau sebenarnya didesain dengan ambisi sempurna dan penampilan yang menjijikan, banyak fans menilai Ooze gagal memenuhi “standar” monster di RE. Kehadiran Ooze tidak terlalu mengintimidasi, melainkan terasa sangat konyol.

Zombie Elephant Titan (Resident Evil Outbreak File 2)

Virus T di Resident Evil memang berhasil menginfeksi beragam mahluk. Tidak hanya manusia yang menjadi zombie, anjing, hingga laba raksasa pun bisa berubah menjadi monster jika terinfeksi virus ciptaan Umbrella ini. Namun, apa jadinya jika virus ini menyerang kebun binatang, dan menginfeksi gajah?

Itu yang terjadi pada Zombie Elephant Titan di Resident Evil Outbreak File 2. Gajah raksasa yang mengamuk memang menakutkan, tetapi ada kehadirannya justru dianggap mengurangi keseriusan dari game. Dengan latar sekelompok warga sipil acak yang berusaha kabur dari Racoon City, melawan gajah zombie memang terkesan terlalu konyol.

Novistador (Resident Evil 4)

Monster serangga memang menyeramkan. Tetapi Novistador justru seolah menjadi hambatan di Resident Evil 4. Belalang raksasa konyol ini memusingkan untuk dihadapi saat mereka berdengung di udara. Tak cukup di situ, mereka bahkan bisa menjadi tak terlihat.

Ramon Salazar (Resident Evil 4)

Walau dianggap sebagai satu satu game dari serial Resident Evil terbaik, rupanya RE4 memiliki beragam monster yang aneh dan menyebalkan. Rasanya tak salah apabila pimpinan mereka ditunjukkan kepada Ramon Salazar. Bos dengan sindrom Napoleon Kompleks ini memiliki postur kerdil dengan suara yang mengerikan dan menyebalkan. Bahkan ketika dia berubah menjadi monster aneh, Salazar menjadi bos yang menyebalkan untuk dihadapi.

Ivy (Resident Evil 2 Remake)

Desain Ivy dalam Resident Evil 2 asli secara harfiah hanyalah sebuah tanaman berjalan dengan mulut. Walau begitu tampilan Ivy sebenarnya lebih menyerupai zombie. Namun, Ivy menjadi mimpi buruk yang harus dihadapi karena menjadi salah satu monster yang sering ditemui dan sulit untuk dibunuh. Belum lagi, apabila pemain tidak memiliki sub weapon, pemain bisa langsung tewas dalam sekali caplokan.

Armadura (Resident Evil 4)

Satu lagi musuh yang menyebalkan dari RE4. Baju zirah berjalan bak cerita horor kuno. Di Resident Evil 4, ada parasit yang mengendalikannya sehingga terkesan terlalu “memaksa”. Bagian-bagian dari Armadura terasa seperti berasal dari game horor yang sama sekali berbeda, bukan bagian dari Resident Evil universe.

Giant Moth (Resident Evil 2)

Seekor ngengat raksasa rasanya sulit terpintas apabila terjadi kiamat zombie. Ngengat bukanlah hal pertama yang terlintas dalam pikiran saat memikirkan makhluk horor yang menakutkan. Lebih buruk lagi, Giant Moth adalah eksperimen BOW yang gagal, membuat makhluk itu tidak dapat terbang dengan baik karena proporsinya yang sangat besar.

Pemain dapat membunuh monster ini, tetapi akan lebih sering memilih untuk menghindarinya sama sekali. Tak heran apabila monster yang satu ini tidak menjadi bagian dari monster yang di remake dalam Resident Evil 2 Remake.