Category Archives: Game

Capcom Akan Bagikan Update Terbaru Resident Evil Pada Showcase Minggu Depan

GAMEFINITY.ID, Jakarta – Capcom akan mengadakan streaming Resident Evil Showcase pada hari Kamis (21/1/2021). Dalam acara tersebut Capcom disebut-sebut akan membrikan update terbaru dari Resident Evil Village, termasuk trailer baru, serta berita tambahan terkait dengan franchise Resident Evil.

Seperti diberitakan Video Games Chronicle, Resident Evil Showcase akan dimulai pada 21 Januari pukul 2 siang PT atau 17:00 WIB. Sekadar informasi, Capcom tahun ini merayakan ulang tahun ke-25 Resident Evil. Game PlayStation itu pertama kali dirilis di Jepang dengan nama Biohazard pada 22 Maret 1996, sebelum dirilis di Amerika Utara delapan hari kemudian.

Jangan lewatkan #REShowcase pada 21 Januari pukul 2 Siang PT! Bergabunglah dengan produser Resident Evil dan pembawa acara kami, Brittney Brombacher (@BlondeNerd), dalam tur ke Resident Evil Village, termasuk trailer baru, gameplay pertama, dan berita Resident Evil lainnya!” cuit Capcom melalui Twitter resmi Resident Evil @RE_Games.

Selain Resident Evil Village, Capcom juga akan mengumumkan rencana untuk merilis beberapa proyek Netflix. Proyek-proyek itu termasuk film CGI baru yang dibintangi protagonis game Resident Evil 2, Leon Kennedy dan Claire Redfield. Selain itu, serial live action Resident Evil juga sedang dikembangkan oleh Constantin Film, yang sebelumnya menggarap film Resident Evil.

Constantin juga telah mengumumkan rencana untuk memulai ulang franchise film Resident Evil dengan cerita asli yang sesuai dengan dua entri pertama dalam serial game survival horror kesayangan Capcom itu. Enam film Resident Evil sebelumnya, yang semuanya ditulis dan disutradarai oleh Paul W. S. Anderson dan dibintangi oleh Milla Jovovich, meraup pendapatan box office hingga 1,2 miliar USD secara global, sejak film pertama dirilis pada tahun 2002.

Capcom tahun lalu mengumumkan secara keseluruhan, game-game Resident Evil telah terjual 103 juta unit. Menurut salah satu sumber internal, Capcom berencana untuk membuat ulang Resident Evil 4 melalui M-Two yang berbasis di Osaka. Studio baru itu didirikan oleh mantan kepala PlatinumGames Tatsuya Minami, yang telah mempersiapkan pengembangannya sejak 2018.

Pembukaan Taman Hiburan Nintendo Kembali Ditunda Hingga Darurat COVID Dicabut

GAMEFINITY.ID, Jakarta – Universal Studios Japan telah menunda pembukaan Super Nintendo World hingga batas waktu yang belum ditentukan. Pasalnya, pemerintah jepang memperluas keadaan darurat COVID-19 di luar Tokyo, dengan tujuh prefektur tambahan termasuk Osaka. Sebelumnya, taman hiburan yang terletak di Osaka ini berencana membuka atraksi Nintendo yang menghabiskan investasi senilai 580 juta USD (sekitar Rp 8,1 triliun) pada 4 Februari mendatang.

Universal mengatakan pembukaan akan ditunda sampai keadaan darurat dicabut. Jepang telah mengalami lonjakan kasus virus corona dalam beberapa pekan terakhir, dengan total kumulatif kasus positif di negara itu mencapai 300.000 pada hari Rabu (13/1/2021)

“Kami dengan tulus meminta maaf kepada semua tamu dan pemangku kepentingan yang menantikan pembukaan Super Nintendo World atas kepedulian mereka. Tanggal pembukaan baru akan diputuskan dan diumumkan setelah keadaan darurat dicabut. “

Pada jumpa pers di bulan November, Universal mengumumkan detail baru area bertajuk Super Nintendo World itu yang akan menampilkan atraksi augmented reality (AR), termasuk wahana taman hiburan Mario Kart interaktif pertama di dunia. Super Nintendo World Jepang akan menekankan pada pengalaman interaktif, dengan pengunjung akan menggunakan gelang bersama dengan aplikasi ponsel untuk bermain game di taman.

Pembukaan wahana yang berbasis di Osaka itu semula dijadwalkan pada Juli lalu, tetapi ditunda hingga Februari 2021 karena gangguan yang disebabkan oleh virus corona. Sayang jadwal itu kembali mengalami penundaan, setelah perbatasan Jepang saat ini ditutup untuk turis. Perbatasan diharapkan dibuka kembali pada musim semi 2021.

Super Nintendo World juga dijadwalkan hadir di taman Universal Orlando, Hollywood, dan Singapura, meskipun jadwal pembukaan di luar Jepang belum diumumkan.

Minta Maaf, CEO CD Projekt Beberkan Roadmap Update Cyberpunk 2077

GAMEFINITY.ID, Jakarta – CEO CD Projekt Red (CDPR), Marcin Iwinski meminta maaf kepada publik atas peluncuran Cyberpunk 2077 yang bermasalah, sembari menegaskan komitmennya untuk memperbaiki game. Dalam video permintaan maaf yang diterbitkan pada hari Rabu (13/1/2021), Iwinski mengatakan dia dan sesama anggota dewan harus disalahkan atas kualitas buruk Cyberpunk 2077 versi konsol saat dirilis.

Kondisi itu game tersebut ditarik dari PlayStation Store. Perusahaan juga mengizinkan para gamer yang tidak puas untuk menerima pengembalian dana atas game yang bermasalah tersebut. CD Projekt juga menghadapi gugatan class action yang menilai perusahaan telah menyesatkan investor atas kualitas produk.

Menjelaskan kesenjangan antara versi konsol dan PC, dia berkata: “Cyberpunk 2077 memiliki cakupan yang sangat besar, fitur ini memiliki banyak objek khusus, sistem dan mekanik yang berinteraksi. Dalam permainan, semuanya tidak terbentang di atas medan datar di mana kita dapat membuat hal-hal yang tidak terlalu membebani perangkat keras, tetapi dipadatkan di satu kota besar dan dalam lingkungan yang relatif bebas muatan.

“Kami mempersulit diri kami sendiri dengan terlebih dahulu ingin membuat game ini terlihat epik di PC, lalu menyesuaikannya ke konsol, terutama konsol generasi terakhir (PS4 dan Xbox One). Itu adalah asumsi inti kami. Awalnya tidak terlihat sangat sulit, karena kami mengetahui celah perbedaan hardware (antara PC dan konsol), pada akhirnya, waktu telah membuktikan bahwa kami telah meremehkan masalah tersebut.”

Iwinski juga menjelaskan masalah pengembangan game versi konsol. Menurutnya, masalah utama adalah game harus terus meningkatkan sistem streaming dalam game untuk konsol generasi lama.

“Streaming bertanggung jawab untuk ‘memberi makan’ mesin dengan apa yang Anda lihat di layar, serta mekanisme game. Karena kotanya sangat padat dan bandwidth disk konsol generasi lama adalah seperti itu, ini adalah sesuatu yang terus-menerus menjadi tantangan.”

CD Projekt juga merilis roadmap untuk pembaruan game di masa mendatang, DLC, dan patch game ke konsol generasi berikutnya dari game tersebut. Sementara perusahaan masih berencana untuk merilis DLC gratis untuk game tersebut, patch ke generasi berikutnya telah ditunda dari jadwal rilis awal 2021.

“Kami masih berencana merilis DLC gratis untuk game ini, seperti dengan The Witcher 3. Namun, kami telah memutuskan bahwa prioritas kami adalah mengerjakan perbaikan dan pembaruan yang paling penting. Kami akan merilis DLC gratis setelah itu. Kami akan membicarakan lebih banyak tentang hal itu dalam beberapa bulan mendatang.”

DLC gratis akan diikuti oleh update next-gen dari game tersebut, yang rencananya akan dirilis pada paruh kedua tahun 2021. Di bagian baru situs web Cyberpunk juga memberi informasi kepada para pemain tentang kelanjutan pengembangan game. Studio juga menegaskan bahwa mereka berharap untuk membuat game tersebut tersedia lagi di PlayStation Store “secepat mungkin”.

“Tim sedang bekerja untuk membawa perbaikan yang relevan ke permainan tanpa waktu yang lama. Menghindari krisis pada semua proyek masa depan kami adalah salah satu prioritas utama kami.”

Steam Catat Kenaikan Waktu Bermain Hingga 50 Persen di Tahun 2020

GAMEFINITY.ID, Jakarta – Minat terhadap game meningkat selama pandemi COVID-19, khususnya setelah masyarakat diminta untuk lebih banyak beraktivitas di dalam rumah. Hal ini dialami oleh platform Steam, yang baru saja membeberkan laporan data penggunanya di tahun 2020. Valve baru saja mengumumkan pertumbuhan industri game berdasarkan laporan Steam 2020 Year in Review.

Berdasarkan data tersebut, pemain game di PC mengalami peningkatan waktu bermain hingga 50,7 persen pada tahun lalu, jika dibandingkan dengan waktu bermain di tahun 2019. Masih dari data yang sama, Valve juga mengungkapkan setiap bulannya ada sebanyak 2,6 juta orang yang membeli game baru di Steam sepanjang 2020.

Selama 2020, ada sekitar 120 juta pemain aktif Steam per bulan. Jika dihitung berdasarkan harian, maka ada sekitar 62,6 juta gamer yang memainkan game dalam Steam setiap harinya. Tak hanya soal jumlah pemain yang aktif, Steam juga memperoleh keuntungan dari penjualan game-game di lapaknya.

Data menunjukkan bahwa penjualan game di Steam naik sebesar 21,4 persen jika dibandingkan dengan tahun 2019. Selain itu, data Steam juga menunjukkan jumlah pemain tertinggi yang bermain di waktu yang sama sebanyak 24,8 juta pemain.

Selain memperlihatkan data performa Steam, tahun lalu, Valve juga mengungkapkan rencana yang akan mereka jalankan pada 2021. Saat ini, Valve sedang fokus membawa Steam ke pasar yang lebih luas, yakni China dengan menggandeng Perfect World sebagai partner. Valve juga dikabarkan bakal mengembangkan aplikasi mobile Steam agar para pemain lebih mudah melakukan transaksi dan bermain game.

5 Game PC Gratis yang Layak Dicoba Tahun 2021

GAMEFINITY.ID, Jakarta – Bagi gamer yang ingin menikmati beberapa game multiplayer bagus dan GRATIS (Free to Play) dengan teman-teman, ini dia beberapa pilihannya. Meskipun sebagian besar dari game ini adalah Free-2-Play, setiap game telah disempurnakan dengan baik dan akan menawarkan pengalaman menyenangkan yang mirip dengan rilis AAA.

Disadur dari Talkesport, berikut 5 game PC gratis yang layak dicoba tahun 2021.

Apex Legends

Game garapan Respawn Entertainment ini menjadi salah satu game battle royale terbaik dan menyenangkan. Apex Legends menonjol dari genre BR yang sudah ramai dengan deretan karakter legendaris unik yang terus bertambah. Setiap karakter hadir dengan kemampuan yang unik yang dapat mengubah gelombang pertempuran dalam sekejap.

Permainan strategi ini pada intinya memungkinkan pemain untuk menggabungkan keterampilan unik mereka bersama dengan pemain lain untuk membentuk kemampuan tertinggi. Game ini telah memenangkan Steam’s Best game you suck at award” versi Steam tahun 2020.

Destiny 2

Game ini alternatif game lainnya untuk dinikmati bersama teman. Destiny 2 adalah salah satu game paling unik di genre Looter Shooter. Game MMO Action open world dengan dunia tunggal yang terus berkembang. Game ini menawarkan mode beragam, seperti PVP, PVPVE, dan PVE.

Game ini menawarkan konten yang cukup bagi pemain baru untuk benar-benar menikmati game dan menentukan pilihan. Selain itu, Destiny 2 menawarkan dukungan lintas platform dengan fitur-fitur seperti cross play dan cross save yang tersedia secara gratis.

Genshin Impact

Genshin Impact baru dirilis pada September lalu, jadi masih terasa segar dan baru. Walau begitu, dalam 3 bulan pengembang miHoYo telah menambahkan cukup banyak konten yang dapat dinikmati.

Genshin Impact adalah game RPG Action gratis yang menampilkan lingkungan open world fantasi dan sistem pertarungan berbasis aksi menggunakan sihir elemen. Game ini tersedia di PC, Android, dan iOS. Game ini akan dengan mudah memikat pemain dengan pertarungan yang lancar dan dunia gaya anime yang indah.

Rocket League

Salah satu game Free-2-Play tertua, mengingat game ini dirilis pada tahun 2015. Meski demikian, Rocket League terus masuk ke game mainstream dengan gameplay uniknya. Jika gamer pernah bertanya-tanya apa yang akan terjadi jika bermain sepak bola dengan mobil, maka game ini akan memberikan jawabannya.

Rocket League memberi pemain kesempatan gameplay Car-Football yang unik, dengan pertandingan berlangsung cepat dan sangat intens. Game ini mudah untuk dicoba, tetapi membutuhkan keterampilannya tinggi untuk menguasainya. Pemain akan dituntut untuk meningkatkan rank ke peringkat yang lebih tinggi. Game ini juga mendukung gameplay lintas platform dan diperbarui secara berkala.

Paladins

Bagi para penggemar Overwatch atau yang ingin mencoba game sejenis overwatch, maka Paladins adalah pilihan yang tepat. Paladins adalah game shooter berbasis tim fantasi. Pemain dapat memilih dari beragam Legendary Champion of the Realm. Setiap Champion hadir dengan serangkaian kemampuan unik dan Champion baru secara teratur ditambahkan ke dalam permainan, yang tentunya membuat permainan ini tetap menarik.

Pemain juga memiliki kemampuan untuk menyempurnakan juara mereka lebih jauh dengan sistem deckbuilding Paladins. Pemain bisa menjadi penembak jitu, ahli peledak, atau bintang trek dengan senapan serbu, semuanya dengan juara yang sama.

 

Fans Berat Pikachu, Katy Perry Garap Proyek Baru Bersama Pokemon

GAMEFINITY.ID, Jakarta – Penyanyi Katy Perry mengumumkan dirinya akan berkolaborasi dengan karakter dari serial anime dan game populer Pokemon untuk proyek terbarunya. Kolaborasi ini sekaligus menandai peringatan 25 tahun Pokemon. Penyanyi Not the End of the World, itu bekerja sama dengan franchise ikonik dalam program musik baru dengan Universal Music Group.

“Saya senang menjadi bagian dari apa pun yang menyenangkan dan cara bercerita yang baik serta memiliki pesan yang sangat bagus untuk dibagikan kepada dunia. Sekarang setelah saya memiliki anak sendiri, saya mengerti bahwa sangat penting untuk bermain. Ini adalah perpanjangan lanjutan dari siapa saya,” kata Perry, dilansir People dari ANTARA, Kamis (14/1/2021).

Pada 2019, penyanyi solo yang melahirkan putrinya, Daisy, pada akhir Agustus itu telah mengunjungi The Pokemon Cafe selama perjalanan ke Jepang. Menurut Perry, pengalaman itu “luar biasa”.

“Sebenarnya aku hamil saat aku di sana, sedikit yang aku tahu! Sungguh menakjubkan. Itu memunculkan semua kenangan masa kecil yang indah ini. Saya telah pergi ke Jepang sejak saya berusia 17 setiap tahun dan selalu sangat menyukai semua yang telah dibuat di sana.”

Menurut penyanyi yang kini berusia 36 tahun itu, dirinya selalu berhubungan paling dekat dengan Pikachu. Penyanyi bernama lengkap Katheryn Elizabeth Hudson itu mengaku benar-benar terikat dengan ikon Pokemon berwarna kuning itu.

“Saya pikir Pikachu sangat imut. Saya mengerti cerita Pikachu. Di permukaan, Anda mungkin berpikir saya hanya lucu, punya beberapa lagu lucu. Tapi jika Anda menggali lebih dalam, Anda akan menyadari ‘Chained to the Rhythm’ bukan hanya lagu kecil yang menyenangkan!” imbuhnya.

Melalui kolaborasi barunya ini, Perry yang juga terlibat sebagai juri di American Idol berharap dapat memberikan anak-anak, dan bahkan orang dewasa, sesuatu yang diharapkan di tahun 2021. Terlebih lagi dalam suasana pandemi seperti saat ini.

“Dalam momen yang tidak diketahui ini, ada tempat, karakter, institusi, dan orang yang dapat diandalkan, dan saya harap saya bisa menjadi salah satunya. Itulah yang saya harapkan dari diri saya sendiri, dan bahkan dalam keterlibatan saya dengan kolaborasi ini,” pungkasnya.