Category Archives: Game

Xbox Live Alami Gangguan Teknis Saat Hari Peluncuran Xbox Series X / S

GAMEFINITY.ID, Jakarta – Xbox Live telah mengalami dua gangguan layanan dalam beberapa jam terakhir saat hari peluncuran Xbox Series X / S, Selasa (10/11/2020). Microsoft mengklaim banyaknya pengguna baru yang masuk pada hari peluncuran konsol generasi berikutnya itu menyebabkan tekanan yang tidak normal pada layanan game online-nya tersebut.

Dikonfirmasi melalui akun twitter @XboxSupport, Xbox Live mengalami pemadaman pada Selasa (11/10/2020) sekitar pukul 10:00 PT atau 18:00 waktu Inggris (Rabu pukul 03:00 WIB), dimana Microsoft telah mengumumkan perbaikan kerusakan dalam beberapa jam berikutnya.

Microsoft kembali mengumumkan downtime layanan lebih lanjut pada pukul 13:40 PT / 21:40 waktu Inggris (Rabu 04:40 WIB), yang mengakibatkan pengguna tidak dapat login ke Xbox Live. Beruntung, masalah tersebut diselesaikan dengan cepat.

Xbox Live juga mengumukan server dari game Destiny 2 juga sempat offline untuk “pemeliharaan yang diharapkan”, selama empat jam dan selesai pada pukul 16:00 PT / 00:00 waktu Inggris (Rabu 07:00 WIB).

Terlepas dari itu, sebelumnya Xbox telah mengumukan beberapa game gratis yang dapat diunduh para member Xbox Live Gold selama November. Aragami: Shadow Edition dapat didownload sepanjang November, Full Spectrum Warrior pada tanggal 1-15 November, Swimsanity dari 16 November hingga 15 Desember, dan Lego Indiana Jones dari 16 November hingga akhir bulan ini.

Update Terbaru Spider-Man PS4, File Save Dapat Ditransfer ke Versi Remastered PS5

GAMEFINITY.ID, Jakarta – Insomniac Games telah mengonfirmasi bahwa file save Marvel’s Spider-Man dapat ditransfer dari game PS4 ke versi remastered PS5 yang akan datang. Sebelumnya, Insomniac sempat bersikukuh bahwa file save Spider-Man PS4 tidak bisa ditransfer ke game PS5, berbeda dengan data save game Spider-Man Miles Morales yang bisa di transfer dari konsol PS4 ke PS5. Hal ini berubah setelah desakan para fans dan pemain game Spider-Man di PS4.

“Kami telah mendengar Anda – dalam pembaruan mendatang untuk #SpiderManPS4, kami akan menambahkan kemampuan untuk mengekspor file save Anda ke Marvel’s Spider-Man Remastered,” tulis Insomniac pada akun twitter officialnya @insomniacgames.

Update terbaru juga akan menambahkan tiga kostum baru dari Remastered ke dalam game PS4. Pembaruan ini rencananya akan dirilis pada Thanksgiving atau 26 November mendatang.

Sementara itu, Spider-Man Miles Morales rencananya akan dirilis pada 12 November mendatang, bertepatan dengan rilis konsol generasi terbaru PlayStation 5. Miles Morales Ultimate Edition akan hadir dengan kode unduhan untuk Spider-Man Remastered, yang juga mencakup ketiga DLC The City That Never Sleeps.

Pemain game Miles Morales untuk konsol PS4 dapat mengupgrade game ke versi PS5 secara gratis untuk edisi standar, atau dengan tambahan USD 20 untuk versi Ultimate yang mencakup remaster. Sony pada September lalu menyatakan tidak berencana merilis Marvel’s-Spider-Man: Remastered secara standalone.

Baru Rilis, CPY Sukses Bajak Watch Dogs Legion dan Assassin Creed Valhalla

GAMEFINITY.ID, Jakarta – Maraknya game bajakan seolah menjadi benalu dari industri game dunia. Tak tanggung-tanggung, beberapa game sukses dibajak oleh para cracker, tak lama setelah game tersebut rilis secara resmi di pasaran. Seperti yang baru-baru ini dialami oleh dua game garapan Ubisoft, Watch Dogs: Legion dan Assassin’s Creed Valhalla yang sukses dibajak oleh cracker Conspiracy alias CPY.

Kelompok cracker yang disebut-sebut berasal dari Italia itu memang seolah memiliki caranya tersendiri untuk memuaskan para penggemar game bajakan. Mereka memang selama ini dikenal sangat cepat dan tak pandang bulu dalam menyajikan game-game AAA yang berhasil mereka rengkah.

Seperti diamati GAMEFINITY.id, Watch Dogs Legion dan Assassin Creed Valhalla kini bisa diunggah melalui beragam file hosting seperti Uptobox, Dropapk, Megaup, hingga Torrent. Padahal Watch Dogs: Legion sendiri baru rilis pada 29 Oktober lalu, sedangkan Assassin Creed Valhalla bahkan baru rilis hari ini, Selasa (10/11/2020).

Ya, pembajakan video game memang menjadi fenomena tersendiri yang sulit dikendalikan. Layaknya teori ekonomi, selama ada permintaan rasanya fenomena-fenomena ini akan terus berlangsung. Kehadiran para cracker, memang menjadi ancaman bagi industri game. Para developer perlu memastikan proteksi keamanan gamenya agar tidak mudah dibobol para pembajak, disamping tentunya perlu kesadaran dari para gamers untuk hanya membeli dan memainkan game-game dari kopi resmi dari pengembang.

Beli Voucher Game dan Paket Data Kini Bisa di Gamefinity!

Hai Gamers!

Sebagai media sekaligus komunitas gamers di Indonesia, Gamefinity tentunya terus melakukan beragam inovasi untuk memenuhi kebutuhan kalian para gamers. Selain menyediakan informasi mengenai industri game terkini, kali ini Gamefinity juga menyiapkan sebuah fitur untuk kamu yang ingin membeli voucher game dan Paket Data!

Kami mengutamakan pengalaman berbelanja voucher game serta paket data yang mudah dan cepat untuk para komunitas gamers. Jadi untuk membeli voucher game dan paket data kamu tidak perlu registrasi terlebih dahulu. Cukup pilih voucher yang ingin kamu beli dan bayar dengan metode pembayaran yang tersedia. Mulai dari OVO, GOPAY, Shopee Pay serta BCA Virtual Account.

Berikut ini daftar voucher game dan paket data yang bisa kamu beli melalui website Gamefinity.id:

Voucher Game

  • Arena of Valor
  • Battlenet SEA
  • Call of Duty Mobile
  • Free Fire
  • Garena
  • Google Play Indonesia
  • Google Play US Region
  • iTunes Gift Indonesia
  • iTunes US Region
  • LifeAfter
  • Lords Mobile
  • Lyto
  • Minecraft
  • Mobile Legend
  • Nintendo eShop
  • Playstation
  • Point Blank
  • PUBG Mobile
  • PUBG PC
  • Ragnarok M
  • Razer Pin
  • Speed Drifters
  • Steam SEA
  • Wave Game

Paket Data

  • Telkomsel Paket internet
  • XL Paket Internet

Mau coba bagaimana mudahnya berbelanja voucher game dan paket data di Gamefinity? Segera klik tautan BERIKUT INI.

Terdampak Pandemi Covid-19, Sega Lepas Bisnis Game Arcade

GAMEFINITY.ID, Jakarta – Perusahaan konsol legendaris asal Jepang, Sega menjadi salah satu pihak yang terdampak pandemi COVID-19. Sega diberitakan akan menjual bisnis arcade mereka kepada Genda Inc setelah Sega sepakat menjual 85,1 persen saham dari bisnis game arcade bernama Sega Entertainment itu.

Sekadar informasi, Genda Inc ialah perusahaan penyedia jasa penyewaan sarana tempat hiburan yang berbasis di Tokyo, Jepang. Game arcade adalah mesin permainan yang dioperasikan dengan koin, yang pernah mencapai puncak kejayaannya di era 80-90-an. Biasanya mesin game ini dipasang di tempat-tempat umum seperti restoran, bioskop, hingga pusat hiburan.

Dengan akuisisi ini, Genda Inc akan mengambil alih sekitar 200 mesin game arcade dan tetap mempertahankan nama dan merek Sega. Meski telah menjual salah satu saham Sega Entertainment, bisnis game arcade bakal tetap ada. Seperti dikutip dari Famitsu, Sega mengatakan bahwa pelanggan masih bisa mengunjungi tempat hiburan untuk bermain game arcade.

“Kami juga akan terus mengembangkan game arcade. Namun untuk saat ini kami akan fokus pada pengembangan bisnis konsol video game rumahan yang diharapkan akan bertumbuh di masa depan,” ungkap Sega dalam sebuah pernyataan.

Pandemi memang telah memukul bisnis dari Sega. Pada Agustus lalu, perusahaan telah menutup Akihabara Building 2. Sega diestimasikan mengalami kerugian sekitar USD 191 juta (sekitar Rp 2,68 triliun) pada akhir tahun fiskal 2020.

Baru Sebulan Rilis, Genshin Impact Raup Rp3,5 Triliun dari Gacha

GAMEFINITY.ID, Jakarta – Genshin Impact kembali mencatatkan rekor lainnya. Hanya dalam sebulan sejak dirilis, game garapan miHoYo itu sukses meraup USD 245 juta atau sekitar Rp3,5 triliun dari belanja para pemain secara global. Ya, meski game ini memang gratis untuk didownload, namun game ini memiliki pembelian dalam game seperti untuk mendapatkan karakter tertentu melalui mekanisme gacha.

Menurut data dari Sensor Tower Store Intelligence, Genshin Impact sukses meraup USD60 juta atau sekitar Rp84 miliar dalam sepekan pertama peluncuran game. Angka ini bergerak stabil dalam minggu-mingu berikutnya selama 30 hari terakhir. Dalam periode 28 September hingga 27 Oktober 2020, pendapatan Genshin Impact sukses mengalahkan pendapatan game-game hit lainnya seperti Honor of Kings (USD 216 juta) dan PUBG Mobile (USD 195 juta) dari Tencent, Pokemon GO (USD 122 juta) dari Niantic, dan Monster Strike (USD 107 juta) dari Mixi.

Perlu diingat, data dari Sensor Tower ini hanya mencatat belanja pemain dari App Store dan Google Play Store, belum termasuk belanja pemain Windows dan PlayStation 4. Hal ini berarti pendapatan total game bergenre action role-playing game ini masih lebih besar lagi.

Pendapatan Genshin Impact dalam sebulan peluncurannya juga melampaui rekor milik Fire Emblem Heroes dari Nintendo, yang mengumpulkan USD 70 juta dari belanja pemain selama sebulan pertama. Begitu pula dengan rekor Fortnite dari Epic Games yang meraup USD 25 juta dalam 30 hari pertama. Pendapatan Genshin Impact hanya kalah dari Pokemon GO, yang mendapatkan USD 283 juta di bulan perdananya.

Di Amerika Serikat, Genshin Impact berhasil mencatatkan diri sebagai game mobile RPG tersukses, dengan memperoleh USD 45 juta selama 30 hari pertama di pasar AS. Angka ini lebih mengungguli pendapatan Fire Emblem Heroes (USD 13 juta) dan The Seven Deadly Sins (USD 10 juta).

Walau begitu, pasar terbesar untuk belanja pemain di Genshin Impact masih dipegang oleh China. Para gamers di Negeri Tirai Bambu tercatat menghabiskan lebih dari USD 82 juta untuk belanja atau sekitar 33,5 persen dari total pendapatan Genshin Impact. Berikutnya ialah Jepang dengan total belanja USD 59 juta (24 persen) dan AS. (USD 45 juta atau 18,3 persen). Secara global, App Store menyumbang hampir USD 144 juta atau 58,7 persen dari total pendapatan Genshin Impact. Google Play menyumbang lebih dari USD 101 juta atau 41,3 persen.

Lantas apa yang membuat Genshin Impact menjadi global hit? Analis senior dari mitra Sensor Tower Niko Partners, Daniel Ahmad menyebut miHoYo telah menciptakan RPG dunia terbuka yang dapat diakses, dalam, dan imersif. Pengembang game telah memanfaatkan pengalamannya dalam mengembangkan game mobile lainnya seperti Honkai Impact 3rd, serta pembelajaran dari beberapa game PC dan konsol yang sukses, untuk mengembangkan game yang telah berhasil diskalakan di berbagai platform.

“Pengembang game China telah lama ingin menangkap pemain dari Barat, tanpa kehilangan penonton di rumahnya sendiri. Genshin Impact adalah contoh yang bagus tentang bagaimana pengembang China berhasil di Barat dengan berfokus pada nilai produksi yang tinggi, mekanisme permainan yang populer, dan sistem perkembangan yang dalam. Kesuksesan global Genshin Impact mencerminkan evolusi pengembangan game China, dari karya seni yang dialihdayakan 15 tahun lalu hingga pengembangan game penuh untuk pasar domestik baru-baru ini, hingga pengembangan game penuh yang beresonansi dengan pasar global serta lini depan.”