Category Archives: Teknologi

Berita Terbaru Seputar Teknologi

Gelar Media Sneak Peek, Asus Kenalkan ExpertBook B3000

GAMEFINITY.ID, Jakarta – Jumat (30/9), Asus menutup akhir September dengan menggelar Media Sneak Peek untuk produk terbarunya Asus ExpertBook B3000. Pada kegiatan tersebut Asus memperlihat produk ExpertBook B3 yang memiliki fitur detachable. Asus ExpertBook B3000 merupakan produk pertama convertible yang menawarkan Touch Screen dan Tablet Mode. Launching Asus ExpertBook B3000 sendiri baru akan hadir pada Oktober 2022 mendatang

Produk ini dibuat sebagai bentuk Asus mendukung produktivitas para penggunanya yang sangat mobile. Latar belakang produktivitas inilah yang menjadi alasan Asus ExpertBook hadir. Memberikan kenyamanan dalam bekerja, kegiatan sehari-hari dan edukasi. Asus ExpertBook memang diciptakan secara khusus untuk berbagai kegiatan tanpa harus merasa terbebani, karena ukuran yang sangat efisien dan ringan untuk dibawa-bawa.

ExpertBook 3000

Menurut Dominikus Susanto, Selaku Senior Manager Qualcomm Snapdragon, Sejauh ini baru Asus yang membawa Qualcomm Snapdragon sebagai processor. Sebelumnya Asus juga memiliki laptop yang menggunakan Qualcomm Snapdragon sebagai processor sebelum Asus ExpertBook B3000 ini, yaitu Asus Nova Go.

Tentu saja dengan membawa Snapdragon sebagai processor, Asus ExpertBook B3000 ini memiliki beberapa keunggulan. beberapa di antaranya adalah Penggunaan baterai yang dapat digunakan hingga 1 hari full. Dari sisi Kamera dan Audio yang dibawa oleh Asus ExpertBook B3000, pemakaian telah disempurnakan dan menjadi advance dengan dukungan AI. Tentu saja ini berbeda dari kebanyakan laptop yang akan menimbulkan noice reduction pada hasil  gambar ataupun audio.

Baca juga: ASUS Zenbook 14 OLED (UX3402) Kini Semakin Elegan & Powerful

Asus ExpertBook B3000 ini memang tidak dirancang untuk kegiatan seperti multimedia ataupun kegiatan desain. Segmentasi yang disasar Asus juga menurut Rifan Fernando, selaku Field Engineer Lead dari Asus, adalah untuk kebutuhan edukasi, bisnis dan manufacturing yang memudahkan setiap orang untuk melakukan kegiatan produktivitas mereka.

Selain itu, produk Asus ExpertBook B3000 ini menggunakan duo camera yang berukuran 13 Megapixel untuk kamera utama dan 5 Megapixel untuk kamera depan. ExpertBook B3000 ini menawarkan Detachable dengan fitur touch screen dan pen stylus. Untuk pen stylus-nya sendiri, Asus mengklaim bahwa dengan charger 15 detik penggunaannya dapat digunakan selama 45 menit. Tentu saja ini adalah terobosan alternatif yang sangat penting bagi mereka yang mobile, sehingga tidak perlu takut akan baterai yang tiba-tiba habis.

Asus ExpertnBook B3000

Seperti kebanyakan produk Asus, ExpertBook B3000 juga mendapatkan uji US Military Grade Realibility sama seperti produk lainnya. Hanya saja karena memang bentuknya yang dirancang untuk kegiatan sehari-hari, maka banyaknya uji tidak sama dengan laptop Asus kebanyakan. Hanya ada sekitar 8 uji untuk uji Military Gradi dan beberapa uji untuk security manajemen. meskipun begitu, teknologi Spill Resistence sudah dimiliki oleh laptop mungil ini.

Spill Resistance sendiri adalah sebuah teknologi untuk menahan air yang masuk dengan sistem yang sama seperti talang air. Teknologi ini memungkinkan user dapat melakukan tindakan preventif dan membuatnya terlihat aman dan kuat dari segala kondisi.

Tips Jadi Konten Kreator Gaming Yang Banyak Orang Nggak Tahu

Jakarta, 27 September 2022 – Beberapa tahun lalu, mungkin nggak banyak yang menyangka jika content creator atau gamer bisa jadi sebuah profesi. Windah Basudara, Jess No Limit, Larissa Rochefort adalah beberapa konten kreator di bidang gaming yang sukses digemari. Mereka bisa mendapatkan puluhan hingga ratusan juta per bulan dari karya-karya mereka. Meledaknya gaming dan esports membuat banyak orang bercita-cita jadi content creator gaming, termasuk di antaranya remaja dan anak-anak.

Tentu saja menjadi konten kreator nggak semudah yang dibayangkan banyak orang. Seorang creator gaming dari platform Bstation, JuniorForGaming, memberikan tips yang jarang diketahui seputar profesi ini. Ia sudah menjadi seorang full time content creator sejak enam tahun lalu. Mengelola beberapa channel sekaligus, penghasilan yang ia dapatkan bisa menunjang kebutuhan hidupnya, bahkan keluarganya juga, lho!

Apa saja sih tips jadi content creator gaming profesional? Simak cerita dan tips dari JuniorForGaming berikut ini, ya!

Baca juga: Abyss, Sinergi yang Kembali Over Power Setelah Update Patch

1. Jadilah Seorang Spesialis

Di saat banyak creator gaming bersemangat memainkan berbagai macam game, channel JuniorForGaming khusus dibuat untuk Mobile Legends. Tak hanya berhenti di situ, fokus utama dari konten yang ia buat adalah duel antarkarakter Mobile Legends. Fokus dan menguasai satu hal akan membuatmu lebih stand out di antara yang lainnya. Berkat spesialisasi Mobile Legends yang ia tampilkan, JuniorForGaming dilirik oleh Montoon untuk bekerja sama. Dengan support tersebut JuniorForGaming bisa memperoleh kesempatan eksklusif, seperti mencoba memainkan karakter terbaru sebelum tanggal rilis. Tentu kontennya akan semakin menarik kan?!

2. Bukan Soal Alat, Tapi Konsistensi

Banyak anggapan menjadi seorang  konten kreator harus bermodalkan PC atau smartphone paling canggih, kamera keluaran terbaru, dan segala pelengkap pendukungnya. JuniorForGaming tidak setuju akan hal ini. Hal paling penting yang menjadi konten kreator adalah konsistensi. Itu berarti kamu harus buat konten secara rutin dan nggak menyerah kalau jumlah penonton hanya sedikit. Bermodal awal smartphone Redmi 4A yang ia utak-atik agar dapat merekam internal sound, JuniorForGaming kini sudah membuat lebih dari 3.220 video untuk satu channel saja.

3. Hadapi Tantangan

Untuk menjadi kreator yang oke, tentu kamu bersaing dengan banyak kreator lainnya. Apakah skill gaming-mu sudah lebih oke? Apakah konten kamu lebih ekskusif dan unik? Apa kamu bisa membawakan stream dengan lebih menghibur? Tantangan-tantangan ini akan memacumu untuk kompetitif dalam menjadi konten kreator yang lebih kreatif. Salah satu tantangan yang dihadapi oleh JuniorForGaming adalah menghadapi komentar haters atau para pendukung karakter yang kalah ia mainkan. Ia berpendapat jika serangan haters tidak perlu dimasukkan hati. Fokuslah pada kritik atau masukan yang membuatmu bisa lebih baik, ya!

Baca juga: Magic Chess, Synergi Nature Spirit Adalah Kunci Mythic

4. Bertanggung Jawab Agar Tidak Dimarahi Orang Tua

Banyak orang tua yang suka marah kalau anaknya terlalu sering main game. Ini harus kamu pertimbangkan kalau ingin serius menjadi seorang konten kreator profesional. Mungkin kamu bisa jelaskan mengapa kamu ingin jadi content creator gaming dan bagaimana prospeknya untuk masa depanmu. Menurut JuniorForGaming, agar kamu bisa mendapat kepercayaan orang tua, kamu harus bertanggung jawab untuk mengerjakan kewajiban-kewajibanmu dengan baik terlebih dahulu. Misalnya, tetap disiplin belajar, mengerjakan tugas, membantu orang tua, atau menemani adikmu.

5. Interaksi Dengan Audiens

Sebagai content creator, tentu kita ingin agar konten kita ditonton oleh banyak orang. Nah, untuk itu kamu harus membangun interaksi yang baik dengan followers atau penontonmu. Misalnya, dengan membalas komentar-komentar yang masuk atau membuat konten yang mereka requestJuniorForGaming berinteraksi dengan followers-nya melalui rutin mengadakan giveaway. Membuat penonton senang sekaligus meningkatkan engagement sepertinya merupakan sebuah win-win solution, ya? Interaksi ini juga bisa kamu ciptakan dengan memahami karakteristik audiens, apa yang mereka sukai, agar kamu bisa membuat konten yang menarik perhatian mereka.

6. Pilih Platform Yang Tepat

Setiap platform memiliki karakteristik dan audiensnya masing-masing. Mencari kecocokan antara konten yang kita buat dengan penonton yang tepat akan menjadi jalan agar channel kita berkembang. Bagi JuniorForGaming ia memilih Bstation karena platform ini telah menjadi wadah bagi komunitas anime, komik dan game (ACG). Dengan demikian konten-konten yang ia buat dapat menjangkau komunitas dengan ketertarikan yang sesuai. Selain itu, Bstation juga memberikan insentif yang memuaskan bagi para kreator agar mereka bersemangat membuat konten-konten yang menarik.

Baca juga: Cara Live Streaming Mobile Legends Gak Pake Ribet

Profesi sebagai konten kreator gaming saat ini mempunyai banyak peluang. Berkat kecintaannya dengan game sejak sekolahJuniorForGaming saat ini telah sukses menjadi seorang kreator full time. Ia resign dari pekerjaannya sebagai seorang teknisi karena serius dan berdedikasi menjadikan gaming sebagai pekerjaan utamanya. Benar saja, penghasilan perbulannya kini bisa berkali-kali lipat dari gaji ia sebelumnya, lho!

Bagaimana sudah siap menjadi seorang konten kreator? Mulai karyamu di Bstation, komunitas video yang meriah, interaktif, erat dengan komunitas yang dirancang khusus untuk memperkaya kehidupan sehari-hari generasi muda melalui video ACG dan banyak lainnya

Siaran Analog Jabodetabek Dimatikan 5 Oktober

GAMEFINITY.ID, Jakarta – Tak dapat dipungkiri jika teknologi semakin maju dari waktu ke waktu. Seperti pada produk elektronik televisi. Beberapa waktu yang lalu, dalam rangka peningkatan kualitas pada siaran televisi,  secara bertahap Kemkominfo mulai mematikan siaran analog dan menggantinya dengan siaran digital.

Baca juga: Steam Berlakukan Grafik Diagram, Lebih Simpel

Dan efektif per tanggal 5 Oktober mendatang, Wilayah Jabodetabek mulai mendapat gilirannya untuk berganti menjadi siaran Digital. Awalnya rencana ASO yang memiliki kepanjangan  Analog Switch Off ini direncanakan pada tanggal 25 Agustus yang lalu.

Akan tetapi rencana tersebut diundur lantaran Kemkominfo menggunakan skema multiple ASO yang dimulai pada tanggal 30 April hingga batas akhir 2 November. Tidak seperti pada wilayah lainnya yang menggunakan sistem tiga tahap.

Rencananya Analog Switch Off Di Jabodetabek Diberlangsungkan Di 14 Kabupaten/ Kota

Analog dan TV Digital

Akan ada 14 kabupaten/Kota  yang mulai dimatikan siaran analognya, kabupaten/ kota tersebut diantaranya, seluruh kota administrasi Jakarta yang meliputi Jakarta Utara, Jakarta Selatan, Jakarta Pusat, Jakarta Timur, Dan Jakarta Barat, Kepulauan Seribu, Bogor, Bekasi, Kota Depok, Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang, Dan Tangerang Selatan (Tangsel).

“Per tanggal 5 Oktober secara serempak siaran analog akan dimatikan pukul 12 Malam nanti.” Kata Staf Khusus (Stafsus) Kementerian Komunikasi Dan Informatika (Kemkominfo) Rosarita Niken Widiastuti pada tanggal 23 September.

Baca juga: Tanggal Tayang Perdana Animasi Nier Automata 

Dilansir dari Detikinet, Ia menghimbau kepada seluruh elemen masyarakat agar mendukung transisi ini berjalan dengan mulus. ” Pertama, kepada seluruh lembaga penyiaran diminta untuk ditingkatkan sosialisasi mengenai manfaat Dan langkah yang harus dilakukan untuk beralih ke siaran digital.” Katanya. 

Rosarita juga menambahkan agar masyarakat yang masih menggunakan televisi analog untuk segera beralih ke televisi digital.

Tujuan diberlakukannya ASO di Jabodetabek adalah mengoptimalkan kualitas siaran mengingat Jabodetabek merupakan Pusat ekonomi digital dan Industri pertelevisian di Indonesia

Kota Selanjutnya Yang Akan Dinonaktifkan Siaran Analognya Setelah Jabodetabek

Melalui pernyataan dari Gerryantika kurnia selaku Direktur Penyiaran kementerian Komunikasi Dan Informatika, Ia mengatakan bahwa kota Selanjutnya yang akan dimatikan siaran Analognya adalah Bandung, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Banjarmasin, Medan,  Bali, Palembang, dan Makassar.

Gerry mengatakan bahwa Kemkominfo berusaha untuk mewujudkan peralihan ini secepatnya di seluruh Indonesia. Hal Ini telah diamanatkan melalui pasal 60A Undang – Undang no. 32 tahun 2002 tentang penyiaran. Dan melalui UU no. 11 tahun 2022 tentang cipta kerja bahwa penonaktifan siaran analog diberlakukan paling lambat 2 November 2022.

Menurutnya, keputusan Kemkominfo untuk dimatikannya siaran analog pada tanggal 5 Oktober ini sudah dirasa tepat. Nantinya bagi masyarakat yang kurang mampu, akan dibagikan set top tv secara gratis oleh Pemerintah yang syaratnya bisa kalian Baca di sini.

Kemkominfo akan memberlakukan ASO Ini di 112 wilayah yang meliputi 341 Kabupaten/ Kota di seluruh Indonesia Dan sudah 90 wilayah yang telah dipersiapkan infrastrukturnya sehingga masyarakat dapat beralih ke siaran digital yang jauh lebih jernih Dan baik.

Logitech Rilis G Cloud, Siap Saingi Switch

GAMEFINITY.ID, Jakarta – Terkenal dengan aksesoris gaming-nya, Logitech kali ini  akan memiliki konsol game sendiri dengan nama Logitech G Cloud. Konsol gaming Logitech G Cloud ini merupakan buah dari kerjasama perusahaan Logitech dengan Tencent yang dimulai sejak akhir bulan Agustus yang lalu.

Prototipe perangkat ini beberapa waktu yang lalu sempat beredar di jagat maya, akan tetapi dikarenakan adanya isu hak cipta akhirnya bocoran tersebut ditarik. Disebutkan G Cloud akan menyaingi Nintendo Switch baik pada bentuk Handheld maupun User Interface yang dibawanya.

Dukung Berbagai Cloud Game Salah satunya Xbox Dan Nvidia GeForce

Logitech G Cloud bakal mendukung berbagai cloud gaming
Logitech G Cloud rencananya bakal didukung berbagai Cloud Gaming diantaranya Xbox Game Pass, Nvidia GeForce, dan lain sebagainya ( Logitech )

Dilansir dari Logitech.com dan Businesswire, konsol G Cloud ini telah mendukung berbagai cloud gaming, diantaranya adalah Xbox Cloud, Nvidia GeForce, dan lain sebagainya.  Bagi kalian yang ingin sekali bermain game Xbox dengan harga terjangkau, perangkat ini bisa menjadi alternatif solusi, selain itu G Cloud juga dapat dihubungkan langsung dengan konsol Xbox itu sendiri maupun aplikasi Xbox.

Tidak hanya kedua cloud gaming yang disebutkan diatas, G Cloud juga bisa memainkan game Steam melalui Steamlink dan Android via Google Play juga lho, Seems legit enough to have that. Dikarenakan fokus utama dari HH yang satu ini adalah pengalaman streaming berbasis perangkat.

Baca juga: Rumor Genshin Impact Bakal Hadir Di Steam Deck, benarkah?

Tanggal Rilis, Spesifikasi Lengkap, Harga , dan Lokasi Pembelian Logitech G Cloud

handheld Logitech G cloud
Logitech G Cloud ( Logitech )

Rencananya Logitech G Cloud akan dirilis di pasaran mulai bulan Oktober mendatang dan bisa dipreorder hari ini dengan harga 300 dolar Amerika atau sekitar 4,5 juta. Setelah tanggal 17 dan seterusnya 350 dolar Amerika atau 5,2 juta Rupiah ketika diluncurkan secara global.

Namun Untuk sementara ini hanya tersedia di Amerika Serikat dan Kanada saja. Jadi masih belum masuk ke pasar wilayah lainnya termasuk Indonesia. Ada kemungkinan di waktu yang akan datang konsol ini mulai dijual secara global.

Berikut spesifikasi lengkap dari Logitech G Cloud, handheld gaming pertama dari Logitech ini

  1. Dimensi Produk
  • Panjang: 256,84 mm
  • Lebar: 117,21 mm
  • Tinggi: 32,95 mm
  1. Dapur Pacu
  • GPU: Qualcomm Snapdragon 720G
  • CPU: Octa-core up to 2,3 Ghz
  1. Tampilan
  • Resolusi layar 1920 x 1080 FHD ( rasio 16:9 )
  • IPS
  • Kecerahan: 450 nt
  • Ukuran layar 7 inci
  • Multi touch
  1. Audio
  • Stereo speaker yang dilengkapi dengan amplifier bertegangan tinggi sehingga menciptakan suara yang realistis
  • Mikrofon dengan fitur echo cancelling dan peredam suara bising
  • 5 mm stereo headphone/ jack headset
  • Bluetooth 5.1, support Qualcomm aptXTM
  • Dukungan headset USB tipe C
  1. Kontrol Game:
  • Tombol A/B/X/Y
  • D-Pad
  • Joystick L dan R
  • Bumper L dan R
  • Pemicu analog L dan R
  • Tombol opsi L dan R
  • Tombol G dan Home
  1. Linear Haptic
  2. Poros Sensor IMU berjumlah 6
  3. Ambient light sensor
  4. Bluetooth 5.1
  5. WIFI
  • Dual band WIFI 2.4 Ghz dan 5.00 Ghz
  • 2 x 2 MIMO
  • IEEE 802.11a/b/g/n/ac
  1. Baterai
  • Rechargeable Li- Polymer
  • 2 cells in parallel
  • Berat : 90 gr
  • Ketahanan: 23,1 Wh ( Watt Hour )
  1. Android 11 dengan GMS ( Google Mobile Service )
  2. Dapat diekspansi dengan kartu TF
  3. Kelengkapan :
  • Perangkat G Cloud
  • Adaptor
  • Kabel USB ( USB tipe A dan C )
  • Dokumentasi pengguna
  • Masa garansi 1 tahun setelah pembelian

Kamu bisa membelinya di situs resmi Logitech, Amazon ( tersedia hanya di Amerika dan Kanada ) dan BestBuy. Melihat spesifikasi diatas cukup legit untuk dimiliki. Tertarik membelinya Gfers?

Microsoft, Xbob Tidak Naik & Keinginan Akuisisi Studio Game

GAMEFINITY.ID, Jakarta – Seluruh dunia mengalami masa resesi dengan bagian terparah pada negara Eropa dan Amerika Serikat, yang berdampak cukup signifikan di seluruh sektor termasuk Microsoft. Mau tak mau guna menyelamatkan finansial perusahaannya banyak yang mulai menaikkan harga produk mereka, seperti pada perusahaan Sony pada produk Playstation 5 dan Meta pada VR Quest-nya, dilansir dari Kotaku.

Tentu banyak yang bertanya apakah Microsoft akan berbuat demikian seperti pada perusahaan lainnya? Baru-baru ini bos Xbox dan Microsoft Phil Spencer melalui wawancaranya dengan CNBC mengatakan bahwa perusahaannya tetap pada keputusannya untuk tidak menaikkan harga unit Xboxnya. Menurut dia, langkah naiknya harga Xbox tersebut bukan merupakan keputusan yang bijak.

Spencer juga menambahkan bahwa Microsoft juga tak berencana untuk memperlambat investasi di Studio game meskipun ada tawaran dari perusahaan Activision Blizzard.

Tidak Mau Menaikkan Harga Xbox, Microsoft Justru Ingin Akuisisi Banyak Studio Game. Keputusan Yang Diambil Dinilai Kurang Bijak?

Saat dirinya hadir di Jepang pada event Tokyo Game Show, ia mengatakan kepada CNBC tentang peluang Microsoft untuk mengakuisisi lebih banyak lagi perusahaan disana dan melihat dirinya di pasar game Jepang dan apakah Xbox juga akan mengikuti Sony dalam menaikkan harga unitnya.

Dengan tegas Spencer menyangkal dirinya akan menaikkan harga unitnya, justru ia menyoroti keberhasilan seri S nya yang lebih sadar terhadap anggaran. Serta menekankan bahwa pelanggan lebih tertantang secara ekonomi dan tak pasti dari sebelumnya. Itu artinya Microsoft tetap teguh dengan pendiriannya bahwa ia tidak akan menaikkan harga unit Xboxnya.

Baca juga: Genshin Impact Akhirnya Dapatkan Adaptasi Anime, Gandeng Studio Ufotable

Walau ini hanyalah pengakuannya secara langsung dengan mengatakan bahwa ia tidak mengharapkan adanya kenaikan harga, tidak dapat dipungkiri jika di waktu mendatang Spencer mulai merubah pemikirannya dengan mengubah harga unitnya di waktu mendatang.

Ia juga mengatakan kalau perusahaannya konsisten melakukan evaluasi secara berkala terhadap kinerjanya. Tapi menurutnya penjualan pada seri S sangat berhasil terbukti pengguna lebih berminat di seri yang satu ini dikarenakan harganya yang lebih terjangkau.

“Sementara ini kami tidak berencana untuk menaikkan harga unit kami,” tutup Spencer.

Review Logitech G Pro X Superlight, Mouse Gaming Ringan Bisa Tambah Skill Game FPS!

Logitech sebagai brand yang selalu menghadirkan pheriperal gaming terdepan bisa dibilang menghadirkan banyak seri-seri dengan kualitas yang sudah tidak perlu diragukan lagi. Mulai dari Headset, Mouse, dan Keyboard dengan kualitas yang sangat mumpuni. Terdapat beberapa seri Logitech G yang digemari para gamers, salah satunya adalah Logitech G Pro X Superlight.

Nah, pada kesempatan kali ini tim Gamefinity mendapatkan kesempatan untuk mengulas Logitech G Pro X Superlight secara dalam dan sempat mencobanya juga untuk bermain game FPS seperti Valorant dan Overwatch 2. Yuk langsung saja kita simak review lengkap dari Logitech G Pro X Superlight.

Unboxing Logitech G Pro X Superlight

Pada bagian depan memperlihatkan gambar produk si mouse dengan logonya. Pada bagian belakang terdapat semacam typography yang menyebutkan keunggulan si mouse. Nah kemudian pada bagian samping kanannya itu terdapat icon logo tim eSports terkenal seperti G2 Esports, Astralis, Na’Vi, TSM, hingga T1.

Mungkin jika kalian mengikuti scene competitive CS:GO atau Rainbow Six Siege sudah mengenal tim-tim tadi. Mengingat mouse ini memang khusus untuk para esports player yang bermain gim-gim FPS competitive.

Kemudian isi dari box ini lumayan banyak yang antara lain: mouse, kabel Micro-USB, USB receiver, receiver extension adapter, 4 mouse grip tape, PTFE foot, kain lap, sticker, buku manual, dan kartu garansi.

Desain Logitech G Pro X Superlight

Pertama yang kami sadari, Logitech menghilangkan dua tombol fungsional di sebelah kanan. Tombol ini memang sangat minim digunakan di mouse Logitech GPW. Para pengguna GPW lebih sering menggunakan tombol fungsional di sebelah kiri karena posisinya yang mudah dijangkau ibu jari.

Mungkin para gamers bertangan kidal akan merasa kehilangan fitur ini. Jika sebelumnya GPW bisa digunakan di tangan kanan maupun kiri karena kehadiran tombol fungsional di kedua sisi-nya, GPW Superlight akan jadi sedikit kurang nyaman untuk para gamers kidal.

Fitur kedua yang hilang adalah tombol pengaturan DPI yang berada di bagian bawah mouse ini. Sebelumnya, mouse Logitech GPW memberikan kemudahan untuk mengatur DPI dengan hanya menggunakan satu tombol, jadi kalian bisa mengatur DPI kapan saja.

Di Logitech G Pro X Superlight Wireless, kalian harus mengatur DPI melalui software khusus dari Logitech. Hilangnya fitur ini sebenarnya masih bisa ditoleransi mengingat kebanyakan gamers justru hanya sesekali mengatur DPI mereka ke settingan yang mereka sukai. Setelah itu, mereka cenderung menggunakan settingan ini terus-menerus.

Fitur Logitech G Pro X Superlight

Pertama yang kami sadari, Logitech menghilangkan dua tombol fungsional di sebelah kanan. Tombol ini memang sangat minim digunakan di mouse Logitech GPW. Para pengguna GPW lebih sering menggunakan tombol fungsional di sebelah kiri karena posisinya yang mudah dijangkau ibu jari.

Mungkin para gamers bertangan kidal akan merasa kehilangan fitur ini. Jika sebelumnya GPW bisa digunakan di tangan kanan maupun kiri karena kehadiran tombol fungsional di kedua sisi-nya, GPW Superlight akan jadi sedikit kurang nyaman untuk para gamers kidal.

Fitur kedua yang hilang adalah tombol pengaturan DPI yang berada di bagian bawah mouse ini. Sebelumnya, mouse Logitech GPW memberikan kemudahan untuk mengatur DPI dengan hanya menggunakan satu tombol, jadi kalian bisa mengatur DPI kapan saja.

Di Logitech G Pro X Superlight Wireless, kalian harus mengatur DPI melalui software khusus dari Logitech. Hilangnya fitur ini sebenarnya masih bisa ditoleransi mengingat kebanyakan gamers justru hanya sesekali mengatur DPI mereka ke settingan yang mereka sukai. Setelah itu, mereka cenderung menggunakan settingan ini terus-menerus.

Harga dan Kesimpulan Logitech G Pro X Superlight

Dengan harga yang dibanderol Rp2.299.000 ditambah mendapatkan garansi 2 tahun tentunya Mouse Gaming yang satu ini sangat worth to buy. Apalagi untuk kalian yang gemar bermain game FPS seperti Valorant atau Overwatch, selain sangat ringan, kalian juga bisa dengan leluasa bermanuver menggunakan mouse yang satu ini. Tentunya tim Gamefinity merekomendasikan mouse yang satu ini untuk dibeli untuk para pecinta game FPS.