Category Archives: Teknologi

Berita Terbaru Seputar Teknologi

Valve Beri Ketentuan untuk Jasa Service Steam Deck Gratis

GAMEFINITY.ID, Jakarta – Valve Mengatakan bahwa Steam Deck saat ini masih dalam tahap produksi menjelang dikirim beberapa waktu lalu. Bagi yang sudah menerimanya apabila mengalami kerusakan baik bawaan pabrik maupun human error secara disengaja, belakangan ini Valve membuka jasa servisnya yang dinamai Steam Deck Repair Centers secara online.

Dikutip dari blog resminya pada Jum’at (9/9). “Jika kamu menemukan masalah pada perangkat dan kamu ingin memperbaiki atau menggantikan komponen yang telah rusak, kamu bisa membawanya ke pusat perbaikan kami. Sebelumnya kami terlebih dahulu mencek perangkatmu untuk dicari akar permasalahannya dan perangkatmu akhirnya bisa digunakan kembali secara cuma – cuma.” Tambah Valve

Baca juga: Daftar Game Yang Diumumkan Di Disney And Marvel Games Showcase

Ketentuan Valve Dalam Memperbaiki Perangkat Steam Deck

Jasa Service Valve Steam Deck
Device Steam Deck ( Steam )

Meskipun gratis, tidak semua masalah pada konsol Steam Deck ditanggung oleh Valve. Garansi diberikan ketika perangkat mengalami cacat pabrik baik dari komponen eksternal maupun pada software. Valve memberikan tanggungan gratis untuk kerusakan eksternal dan software karena bawaan.

Apabila kerusakan tersebut disengaja oleh pengguna itu sendiri, seperti terjatuh, terkena benda cair, dan sebagainya itu sudah diluar jangkauan Valve dan kamu harus membayarnya sesuai kerusakan yang dibuatnya.

“Tolong, Steam Deck saya terjatuh, apa yang akan saya lakukan selanjutnya? Kamu tetap membawanya ke pusat servis akan tetapi kamu harus membayar atas kerusakan yang kamu perbuat. Itu saja,” penjelasan dari Valve.

Selain itu, Valve juga menyediakan opsi lainnya yaitu IFixit bagi yang malas membawa perangkatnya ke pusat servis dengan berbagai alasan yang tak memungkinkan, bagi pengguna yang ingin menggunakan jasa ini, Valve sudah menyediakan tutorial secara gratis yang bisa kamu lakukan di rumah mulai dari dapur pacu sampai dengan cover belakang perangkat. Namun jika kamu masih ragu untuk mencobanya, kamu bisa menyerahkannya ke Repairs Center untuk dicek oleh tim sebagai jalan aman.

Resmikan Predator Store Pertama dan Terbesar di Jawa Timur, Acer Penuhi Kebutuhan Gamers dan Konten Kreator

GAMEFINITY.ID, Surabaya – Jumat (9/9), Acer sebagai pemain utama di industri PC nasional, meresmikan Predator Store pertama dan terbesar di Jawa Timur, yang berlokasi di Maspion Square IT Mall. Menawarkan pengalaman one stop shopping, predator store ke-3 milik Acer Indonesia yang sekaligus terbesar di Indonesia ini, menyediakan lengkap peralatan gaming mulai dari laptop, monitor, PC, hingga aksesoris gaming. Hal ini bisa memberikan kesempatan bagi gamers untuk merasakan kecanggihan secara langsung menggunakan perangkat gaming lengkap dengan berbagai aksesorisnya.

Nino Wirawan, Senior GM Sales Acer Indonesia, mengatakan, “Dengan mengusung konsep one-stop-shopping di Predator Store Surabaya, kami ingin pelanggan merasakan kemudahan berbelanja. Mengedepankan pengalaman langsung untuk gamers dan konten kreator, Acer juga memberikan kesempatan agar laptop maupun aksesoris gaming, bisa dicoba secara langsung, sehingga fungsi maksimal dari perangkat yang diinginkan bisa dirasakan terlebih dahulu.”

“Kami melihat antusiasme masyarakat akan industri terkait semakin luas. Oleh karena itu setelah menghadirkan Predator Store di Jakarta dan Medan, Surabaya menjadi pilihan mengingat perusahaan ingin bisa lebih dekat terhadap konsumen dan bisa menjangkau konsumen predator gaming yang berada di bagian timur pulau Jawa dan sekitarnya”, tambah Nino.

Baca juga: Jajaran Laptop Acer Predator Gaming Full Power

Pembukaan Predator Store kali ini juga merupakan bentuk komitmen Acer dalam menjangkau lebih banyak gamers dan konten kreator di Jawa Timur. Pada peresmian Predator Store hari ini, Acer Indonesia memperkenalkan laptop gaming dengan teknologi terbaru dan terbaik di kelasnya yakni Predator Triton 300SE yang dibanderol mulai dari Rp 27 Jutaan, Predator Helios 300 yang dibanderol mulai dari Rp 26 Jutaan, dan Predator Nitro 5 yang dibanderol mulai dari Rp 14 Jutaan. Jajaran laptop gaming terbaik Acer ini sudah menggunakan prosesor Intel Generasi ke-12.

Tidak hanya itu, para pengunjung Predator Store yang melakukan pembelian bisa mendapatkan promo menarik seperti cashback sampai dengan Rp 2 juta untuk setiap pembelian produk tertentu, hingga gratis gaming gears untuk produk gaming tertentu. Promo ini berlangsung hingga 30 November 2022.

Predator Store

Selain itu Acer juga memberikan layanan Acer Priority Care, sebuah program garansi atau layanan perlindungan premium bagi pengguna seri laptop pilihan. Melalui program Acer Priority Care, pelanggan bisa mendapatkan kemudahan serta keamanan dan perlindungan produk dari kerusakan akibat kelalaian pengguna.

Baca juga: Acer Kembali Guncang Pasar Laptop Gaming

Rangkaian Acara Untuk Merangkul Komunitas Esports Surabaya

Merayakan peresmian Predator Store hari ini, Acer menghadirkan rangkaian acara selama tiga hari, seperti Live Streaming Podcast yang akan disiarkan di YouTube resmi Acer Indonesia dengan menghadirkan Tech Reviewer dan shoutcaster favorit Surabaya, yakni Pace Jay, Zahra Shofa, Ibro Kumar, serta Annisa Rahim yang merupakan Brand Ambassador Predator Gaming Indonesia. Selain itu Acer juga mengajak komunitas Cosplay dan Game di Surabaya untuk menghadirkan kompetisi Cosplay serta Valorant yang secara langsung dilaksanakan di Predator Store Surabaya.

Jason Allen, Sebagian Seniman Masih Menyangkal Kemampuan AI

GAMEFINITY.ID Kutai Kartanegara – Seniman AI Midjourney, Jason Allen, sebut sebagian seniman menyangkal potensi dari program Kecerdasan Buatan (AI), yang dapat meniru kreativitas, serta bersaing dengan para manusia. Dirinya bahkan berpendapat, bahwa program AI Text-to-Image adalah bagian dari era baru dunia seni.

Baru-baru ini, seorang seniman asal Colorado (AS), Jason Allen, menjadi perbincangan hangat dikalangan komunitas seniman. Allen bahkan disebut-sebut telah menyulut kobaran api di dunia seni, setelah lukisan miliknya yang dibuat menggunakan perangkat lunak AI Text-to-Image, Midjourney, meraih hadiah pertama dalam kompetisi seni rupa Colorado State Fair.

Dalam sebuah wawancara dengan PC Gamer, Allen mengungkapkan bahwa ia telah menerima banyak email pujian dan kritikan sejak diumumkan sebagai pemenang kompetisi.

“Ya, ini adalah minggu yang gila dengan semua yang terjadi,” ucap Allen dalam wawancara. “Ada banyak cinta dari komunitas tetapi juga banyak kebencian, saya telah menerima beberapa surat kebencian”

Dan saat ditanya mengenai perasaannya ketika menerima banyak kritikan, Allen mengatakan bahwa sebagian seniman tengah menyangkal adanya potensi diri program Kecerdasan Buatan (AI), yang dapat meniru kreativitas, atau bahkan bersaing dengan para manusia

“Bagian dari masalah yang saya yakini adalah sebagian artist menyangkal kemampuan A.I. untuk mencapai tingkat kekuatan yang bisa meniru tingkat ekspresi kreatif yang sama dengan yang bisa dilakukan manusia, apalagi bersaing dengan mereka,” tulis sang Seniman.

“Kami belum melihat A.I. lakukan ini sendiri, namun, saya telah menunjukkan bahwa teknologi harus dianggap serius dengan menang kompetisi seni rupa Colorado State Fair dalam kategori seni digital.” Imbuhnya.

“Teknologi ini ada, dan menciptakan potongan-potongan yang membuktikan bahwa ia dapat melakukan ini sekarang.”

Baca juga: Sony Rombak Ulang Motherboard PlayStation 5

Jason Allen | AI Sebagai Alat Seni Rupa Digital
Gambar: Jason Allen | AI Sebagai Alat Seni Rupa Digital

Jason Allen, AI Sebagai Alat Seni Rupa Digital

Allen berpikir bahwa kemampuan software AI Text-to-Image telah menyebabkan “semacam krisis eksistensial” di komunitas seni, yang mana merujuk pada program DALLE-2 dan Midjourney (software yang ia gunakan).

“Penolakan adalah langkah pertama dalam proses berduka, mungkin (dan saya sengaja mengatakan MUNGKIN) seniman harus melalui proses penyembuhan untuk mencapai penerimaan mereka terhadap AI,” tulis Allen, kepada PC Gamer.

“Karena itu tidak akan hilang dan hanya akan menjadi lebih bertenaga (kuat).  Saya pikir reaksinya setara dengan kursus untuk setiap kemajuan besar dalam teknologi yang berkaitan dengan seni. Seperti halnya kamera, yang mengancam seniman potret di masa lalu, di mana pria itu ‘tidak perlu melakukan apa pun kecuali menekan tombol.’  Tentu saja, kita tahu itu konyol sekarang, tetapi butuh waktu untuk menerima era baru kemajuan seni.”

Selain mengutarakan pendapat mengenai era baru dunia seni, Allen juga membagikan proses dari pembuatan lukisan miliknya. Dimana ia mengklaim telah menghabiskan lebih dari 900 kali percobaan selama lebih dari 80 jam. Belum lagi  proses editing dengan Photoshop dan Giga Pixel AI.

“Saya membuat lebih dari 900 iterasi (pengulangan) Space Opera Theatre dan (telah) menghabiskan lebih dari 80 jam secara konservatif,” kata Allen.

“Saya memilih tiga teratas saya, membersihkannya di photoshop, dan meningkatkannya dengan Gigapixel A.I. Saya seorang penulis kreatif dan direktur seni dan saya pikir pekerjaan saya jelas tercermin dalam prompt yang saya buat untuk membuat karya-karya ini.”

Lukisan AI Jason Allen Menang Tanpa Melanggar Peraturan
Lukisan AI Menang Tanpa Melanggar Peraturan

Lukisan AI Menang Tanpa Melanggar Peraturan

Seorang juru bicara Departemen Pertanian Colorado mengatakan kepada New York Times bahwa, ketika Allen mengungkapkan penggunaan Midjourney dalam pengajuannya, itu telah termasuk dalam aturan kompetisi.  Mereka menambahkan bahwa para juri tidak tahu apa itu Midjourney pada saat itu, tetapi karya Allen akan tetap menang.

Allen sendiri percaya bahwa suatu saat nanti, acara-acara penghargaan akan menciptakan ‘kategori AI’, yang memang tampak seperti solusi yang masuk akal. Sama halnya dengan dirinya, yang telah siap untuk menghadapi orang-orang yang mengkritik karyanya.

“Etika tidak ada dalam teknologi,” kata Allen kepada New York Times setelah kemenangannya. “(Etika) Ada di orang-orang (masyarakat). Ini tidak akan berhenti. Seni sudah mati, Bung. Sudah berakhir. AI menang. Manusia kalah.”

Suka dengan artikel ini? Jangan lupa untuk membaca artikel menarik lainnya hanya di Gamefinity.id/

Tokoh Penting Playstation 4 dan 5 Mundur dari Sony

GAMEFINITY.ID, Jakarta – Seri Playstation 4 Diperkenalkan pada tahun 2013 dan disusul seri kelimanya tujuh tahun kemudian yaitu pada tahun 2020. Semenjak tanggal perilisannya tercatat penjualan unit Playstation 4 mencapai 117 juta unit melalui laporan keuangan yang dikeluarkan oleh Sony.

Sementara itu Playstation 5 dilaporkan terjual sebanyak 21 juta unit. Terdapat sosok yang berjasa dibalik laris manisnya produk ini, ia adalah Masayasu Ito, Engineer sekaligus Wakil Presiden Direktur dari Sony Interactive Entertainment.

Masayasu Ito mengambil keputusan untuk pensiun dari perusahaan Sony akhir bulan September mendatang, sementara pada laporan yang disampaikan oleh Bloomberg, Masayasu putuskan dirinya untuk pamit dari perusahaan pada tanggal 1 Oktober. Lantas siapakah Masayasu Ito Sebenarnya dan apa peran beliau selain bertanggung jawab pada proyek Playstation 4 dan 5 ini?

Baca juga: Konami Perbaharui Trademark Game Suikoden

Jejak Masayasu Ito Selama Bekerja Di Perusahaan Sony, Pernah Kembangkan Konsol Playstation Portable

Playstation

Kesuksesan raksasa elektronik Sony Interactive tidak terlepas dari kontribusi yang dilakukan oleh Masayasu. Ia sudah cukup lama menggeluti bidangnya sebagai seorang Insinyur di berbagai platform sejak dirinya bekerja pada perusahaan Sony tahun 1986 yang lalu dan pada 2000 ia berpindah ke divisi konsol hingga pensiun, selama bekerja ia telah memimpin di berbagai proyek seperti Playstation 3, Playstation 4, Playstation 4 Pro serta Playstation 5.

Jejak lainnya yang pernah dilakukan oleh Ito pada awal debutnya sebagai divisi Insinyur ia juga bekerja untuk periferal pada Sony Playstation dan Playstation 2 termasuk Monitor LCD pada konsol Playstation. Ia kemudian juga memimpin perkembangan dari perangkat Playstation Portable atau disingkat PSP. Selain itu ia juga terlibat dalam penciptaan teknologi VR , PSVR asli, serta Playstation 5.

Dan setelah tiga puluh enam tahun malang melintang, Ito akhirnya memutuskan untuk undur diri dari karir yang telah membesarkannya selama ini. Sepeninggal Masayasu akhir September-awal Oktober mendatang divisi Insinyur untuk Sony akan diganti oleh Deputi Presiden Lin Tao. Selanjutnya posisi Wakil Direktur dialihkan pada Kiichiro Urata dan dipastikan bagian desain hanya menyisakan Mark Cerny untuk platform keluaran Sony di waktu mendatang.

Sony Rombak Ulang Motherboard PlayStation 5

GAMEFINITY.ID Kutai Kartanegara – Model terbaru dari konsol PlayStation 5 yang sebelumnya muncul di Australia, dilaporkan hadir dengan beberapa perubahan besar. Mulai dari ukuran motherboard yang lebih kecil, berat heatsink yang lebih ringan, hingga pengurangan konsumsi daya listrik yang lebih hemat hampir 10 persen.

Pada akhir Agustus lalu, penampakan luar dari PlayStation 5 Model 1200 telah muncul di Australia. Dan kini, seorang YouTuber teknologi, Austin Evans, berkesempatan untuk mendapatkan Edisi Digital dari model tersebut, serta melihat apa saja perubahan yang dihadirkan oleh Sony jika dibandingkan dengan model sebelumnya.

Dalam video berdurasi 11 menit yang diunggah olehnya, sang YouTuber membagikan penampakan sisi luar dan dalam dari model 1200. Sony menggunakan motherboard baru yang lebih kecil untuk PS5, sistem pendingin yang berbeda, juga perubahan pada bagian penutup SSD.

Selain berat konsol yang lebih ringan 500 gram, model 1200 juga memiliki konsumsi daya listrik yang lebih hemat. Konsol tersebut bahkan juga memiliki penyebaran suhu panas yang lebih merata, jika dibandingkan dengan 2 versi pendahulunya.

Baca juga: Ex Developer Payday Akan Kembangkan Game Heist Baru

Inside Playstation
Screenshot: Austin Evans | Perombakan Sisi Dalam PlayStation 5 Versi Baru

Perombakan Sisi Dalam PlayStation 5 Versi Baru

Menurut Evans (via: The Verge), Motherboard dan heatsink baru pada PlayStation 5 model 1200 memiliki berat sekitar 1,1 kilogram, 500 gram lebih ringan dari versi aslinya. Dalam video pembongkaran, Sony juga telah memindahkan banyak komponen dalam desain motherboard baru ini.

Seperti posisi baterai CMOS yang sekarang tersembunyi di bawah heatsink, yang diklaim Evans bahwa “sekarang pengguna harus benar-benar membongkar PS5 untuk mengganti baterai CMOS.”

Penutup SSD juga telah berubah dalam model PS5 baru ini. Tidak lagi memiliki PCB di seluruh bagian, dan mengekspos logamnya. Masih belum jelas mengapa Sony mengubah bagian khusus dari desain PS5 ini, tetapi Evans berspekulasi bahwa itu ditujukan untuk meningkatkan pembuangan panas.

Dalam videonya, Evans juga mengklaim model PS5 baru berjalan dengan sekitar 20-30 watt daya listrik yang lebih sedikit, sambil tetap menghasilkan jumlah kebisingan dan keluaran panas yang sama.

“Sony mengecilkan hampir semuanya termasuk motherboard dan kemasan internal untuk membuatnya lebih ringan dan hampir pasti lebih murah (untuk mereka),” tulis Evans di Twitter.

PlayStation 5 model 1200 tiba bertepatan saat Sony menaikkan harga PS5 di luar AS. Sony menaikkan harga PS5 di Inggris, Eropa, Jepang, Cina, Australia, Meksiko, dan Kanada.

Suka dengan artikel ini? Jangan lupa untuk membaca artikel menarik seputar game dan teknologi lainnya hanya di Gamefinity.id/

Perkuat Pasar Gaming Monitor, Acer Perkenalkan Jajaran Monitor dengan Garansi Full 3 Tahun

GAMEFINITY.ID, Jakarta – Senin (5/9) Acer sebagai pemain utama di industri PC nasional, berkomitmen terus mendukung perkembangan esport di Indonesia. Kali ini Acer melalui lini gaming Predator memperkenalkan jajaran monitor gaming Nitro Series. Monitor gaming Acer hadir dengan menawarkan teknologi layar mutakhir dengan refresh rate tinggi, serta  kualitas gambar yang menakjubkan. Terdapat tujuh model yang Acer perkenalkan, yakni Nitro VG240Y 75hz, New Nitro RG241Y_P 165hz, Nitro XV242Y_P 165hz ERGO, Nitro VG241Y_X 270Hz, Nitro VG252Q_X 240Hz, New Nitro XV252Q_F 390hz ERGO, dan XV272U_P 2K 170HZ ERGO. 

Sianti Setiawan, Product Manager Acer Indonesia, mengatakan, “Minat masyarakat terhadap dunia esport terus meningkat, seiring meningkatnya prestasi atlet esports asal Indonesia di kancah internasional. Turut ambil bagian guna memenuhi kebutuhan atlet esport Indonesia, Acer terus berinovasi dan menghadirkan monitor gaming dengan berbagai fitur terbaik sehingga gaming experience bisa dirasakan secara nyata. Mengikuti kebutuhan atlet esport di masa sekarang ini, berbagai fitur terbaik seperti AMD FreeSync/Premium dan VESA Display™ HDR 400, juga kami sematkan di jajaran monitor gaming Nitro Series.”

“Memberikan kenyamanan pada setiap pembelian monitor gaming Nitro Series ini, Acer menyediakan 3 tahun garansi meliputi penggantian suku cadang dan panel apabila terjadi kerusakan, serta biaya perbaikan. Setiap pembelian juga telah dilengkapi dengan Acer Accidental Damage Protection atau layanan perlindungan premium, untuk kerusakan yang disebabkan kelalaian pengguna”, tambah Sianti.

acer nitro

Data menunjukkan, pada tahun 2021 Indonesia memiliki 352 pemain games profesional, menempati urutan kedua setelah Thailand yang tercatat memiliki 374 pemain aktif dalam turnamen di tahun yang sama. Meski berada di bawah Thailand, Indonesia tercatat mengalami jumlah peningkatan pemain games profesional tertinggi di Asia Tenggara antara tahun 2015 hingga 2021.

Baca juga: Jajaran Laptop Acer Predator Gaming Full Power

Pengalaman Gaming Kecepatan tinggi tanpa tearing, lag  dan bebas blur  dengan AMD FreeSync

Pengalaman gaming yang cepat dan visual bebas blur akan mudah didapatkan pada rangkaian monitor gaming Nitro Series.Tidak ada lagi gambar patah-patah dan terpotong saat bermain game. Seluruh monitor gaming Nitro Series Nitro;VG240Y, New Nitro RG241Y_P, Nitro XV242Y_P, Nitro VG241Y_X, Nitro VG252Q_X, New Nitro XV252Q_F,dan XV272U_P telah mendukung Adaptive Sync, yakni G-Sync Compatible atau AMD FreeSync™/ Premium. Teknologi ini berperan dalam mengurangi efek screen tearing pada game sehingga pengguna dapat merasakan pengalaman gaming mulus dan responsif meski dalam resolusi tinggi dan kinerja yang berat.

Jajaran monitor gaming Nitro Series dibekali dengan resolusi layar full high definition atau FHD hingga ke WQHD, yang merupakan besaran resolusi standar ukuran layar masa kini. Refresh rate yang ditawarkan oleh deretan produk monitor ini juga beragam, mulai dari 75Hz hingga 390Hz. 

Bagi gamers yang menginginkan monitor dengan kemampuan layar yang mumpuni, Monitor Nitro XV252Q_F dapat menjadi jawaban yang tepat. Sebab monitor ini dilengkapi dengan Refresh Rate sangat tinggi hingga 390Hz/0.5ms dengan overclocking mode untuk pengalaman FPS game yang smooth. Selain itu, Monitor Nitro XV272U_P juga hadir dengan dilengkapi kemampuan display luar biasa berkat resolusi WQHD dan tingkat akurasi warna paling akurat di kelasnya (Delta E<2) serta color gamut 95% DCI-P3.

Layar Monitor Ergo, Mudah Disesuaikan dengan Fitur Tilt, Swivel, Height adjustment dan Pivot 90 Derajat.

acer nitro monitor

Untuk menambah kenyamanan bermain game, monitor Nitro XV272U_P dan XV242Y_P, dan XV252Q_F memiliki dudukan yang dirancang secara ergonomis dengan kemiringan, putar 360°, dan penyesuaian ketinggian sehingga Anda selalu dapat menemukan posisi menonton yang ideal. Desain pelepas cepat memungkinkan Anda memisahkan monitor dari dudukannya sehingga dapat dipasang di dinding VESA.

Baca juga: Acer Kembali Guncang Pasar Laptop Gaming

Tersertifikasi VESA Display™ HDR 400 

Para gamer dan streamer akan mengagumi tampilan game yang sedang dimainkan berkat VESA Display™ HDR 400 yang tersedia di monitor gaming Nitro Series; XV252Q_F, XV242Y_P, dan XV272U_P. Dengan sertifikasi ini, monitor dapat menampilkan warna lebih nyata dengan menyesuaikan tampilan layar gelap/terang, serta mempertahankan detail yang  biasanya tersembunyi dalam bayangan sehinmonitorgga menghasilkan tampilan keseluruhan yang lebih baik. 

Teknologi Pelindung Mata dari Acer VisionCare™

Monitor gaming Nitro series hadir dengan beberapa fitur untuk memberikan solusi dalam penggunaan jangka panjang dan  pengguna berat oleh gamers, yaitu teknologi Acer VisionCare™. Teknologi ini menggabungkan beberapa teknologi, yakni Flicker-less, Bluelight Shield, Low Dimming, dan ComfyView Display untuk mengurangi ketegangan mata dan memberikan pengalaman menatap layar yang lebih nyaman.

Teknologi Acer Flicker-less akan membantu menghilangkan kedipan layar melalui pasokan daya yang stabil. Bluelight Shield akan mengurangi rasio eksposur cahaya biru, yang berpotensi menyebabkan kerusakan mata jangka panjang. Low Dimming menurunkan pengaturan kecerahan ke tingkat nol kecerahan 15% di lingkungan yang lebih gelap untuk mengurangi kelelahan mata. Serta, ComfyView Display yang mampu membatasi pantulan dari sumber cahaya di sekitar pengguna.

Penjualan dan Garansi

Dapatkan produk monitor gaming Nitro Series terbaik dari Acer yang dibanderol dengan harga mulai dari Rp1.9 jutaan, hanya di https://store.acer.com/en-id/acer-monitor. Pantau https://www.acerid.com/ serta ikuti media sosial Acer Indonesia dan Predator Gaming Indonesia untuk mendapatkan informasi lebih lanjut juga rangkaian produk dan promo terkini lainnya.

Acer Damage Protection hanya berlaku pada produk yang dijual oleh distributor resmi Acer di Indonesia dan hanya bisa diklaim di service center resmi Acer di Indonesia. Kunjungi https://www.acerid.com/apc/ untuk mengetahui informasi detail dan syarat dan ketentuan lainnya.