Category Archives: Teknologi

Berita Terbaru Seputar Teknologi

Persaingan, Penyebab Switch Nintendo Tidak Naikan Harga

GAMEFINITY.ID, JAKARTA – Efek jangka panjang dari pandemi beberapa waktu yang lalu begitu terasa sampai saat ini. salah satunya pada industri video game, karena terjadinya penundaan produksi pada perangkat game yang terhambat distribusi pada bahan dan komponen. Begitu pula dengan Nintendo, akibat dari penundaan tersebut, perusahaan tersebut mencatat kerugian yang ditaksir  hingga 45 jutaan unit.

Baru–baru ini presiden direktur Nintendo, Shuntaro Furukawa mengatakan kalau perusahaan tidak akan menaikkan harga ritel Nintendo Switch meskipun biaya yang dikeluarkan juga tidak sedikit guna menghindari harga yang lebih tinggi.

Berita terkait: Nintendo Tunda Sementara Produksi Unit Barunya

Mengikuti Keputusan Meta, Nintendo Memutuskan Untuk Tidak Menyesuaikan Harga Pasar

Nintendo Switch Lite
Perangkat Switch Lite

Dilansir dari Nikkei, Menurut Furukawa Nintendo sedang tidak berencana untuk menyesuaikan harga unit untuk mengimbangi naiknya biaya produksi dan pengiriman barang. Pernyataan tersebut mengikuti keputusan Meta untuk menaikkan harga Meta Quest 2 sebesar US$ 100 atau Rp 1.500.000 sebagai biaya pembuatan dan pengiriman produk yang telah naik tersebut.

“Kami tidak mempertimbangkan kenaikan harga pada saat ini, dikarenakan pertama menurut Furukawa untuk menawarkan hiburan yang unik kepada para pengguna, kami menghindari harga yang lebih mahal. Persaingan kami adalah hiburan di dunia yang bervariasi, dan kami selalu memikirkan harga dengan tujuan nilai kesenangan yang kami tawarkan” lanjutnya.

“Termasuk juga pada perangkat lunak. Sejauh ini Nintendo telah menjual unitnya sebanyak 100 juta, dan sangat penting untuk menjaga momentum bisnis kami secara keseluruhan. Pada umumnya, nilai tukar Yen yang lemah membuat transaksi domestik pada Nintendo Switch menjadi kurang menguntungkan.” Tutup Furukawa.

Furukawa juga mengungkapkan kalau seri OLED nya menjadi seri yang paling kurang menguntungkan, dan tidak dapat membantu menutupi biaya yang telah meningkat tersebut. “ Kami juga sedang memikirkan apa yang bisa kami lakukan. “ kata Furukawa

 “Kami melihat bahwa lemahnya mata uang Yen sebagai keuntungan bagi Nintendo sejak sebagian besar penjualan tersebut berasal dari luar negeri, akan tetapi biaya untuk promosi dan staff kami juga bakal meningkat. Kami juga melakukan lebih banyak pembelian inventaris dalam bentuk mata uang asing untuk mengatasinya.”

Penjualan Menurun, Fokus Nintendo Hanya Pada Tiga Jenis Unit Switch Saja

Pernyataan tersebut juga didasari pada menurunnya angka penjualan unitnya  sebesar 23 persen berdasarkan volume pada bulan April sampai dengan Juni dikarenakan defisit pada komponen semi konduktor dan suku cadang lainnya. Ia mengharapkan penurunan pada laba bersih tahun fiskal sebanyak 29 persen  yang berakhir Maret 2023 nanti. Meski Nintendo berencana menjual unitnya sebanyak 21 juta buah.

Sehubungan dengan langkanya komponen semikonduktor tersebut, Furukawa optimis keadaan tersebut bakal membaik di pertengahan musim panas ini. Akan tetapi ia masih belum terlalu yakin dan Nintendo juga belum dapat memastikan prospek tersebut untuk menjual Switch di luar tahun fiskal ini.

Fokus Nintendo untuk saat ini hanya pada tiga jenis unit saja, diantaranya Switch Standar, Switch Lite, dan yang terakhir adalah model OLED. Suatu saat kondisi bisa berubah akan tetapi Nintendo terus berkomitmen tetap pada jalannya saat ini.

“Saya tidak dapat mengatakan secara spesifik apa yang kurang saat ini. Nintendo hanya akan menjual tiga jenis : Standar, Lite, dan OLED. Kami akan menyusun strategi dengan harga sesuai untuk beberapa waktu kedepan”

Furukawa melihat dengan menjaga  harga tetap rendah tidak memengaruhi kemampuan Nintendo untuk mendapatkan suku cadang tersebut, hanya saja permintaan akan melebihi pasokan. Ia yakin beberapa game baru yang akan dirilis nanti seperti Splatoon 3 dapat mengatasi situasi sulit ini.

Microsoft Tuduh Sony Cegah Gamenya Masuk Xbox Pass

GAMEFINITY.ID, Jakarta – Salah satu Fitur yang menarik dari Xbox Game Pass yang ditawarkan oleh Microsoft ini yaitu kamu dapat memainkan game-game terbaru secara cuma-cuma. Dan kabar terbarunya Xbox Game Pass ini juga sudah tersedia untuk dinikmati keluarga juga.

Sony dituduh melakukan pembayaran kepada pengembang game oleh Microsoft agar mereka tidak lagi merilis game nya di Xbox Pass. Tuduhan tersebut adalah bagian dari dokumen yang dikirim ke Dewan Administratif Pertahanan Ekonomi di Brazil untuk membenarkan akuisisi dari Activision Blizzard, yang dimana Microsoft klaim bahwa Sony diduga menghambat pertumbuhan dari game pass dengan mencegah konten tersebut muncul di dalamnya.

Diikuti oleh argumentasi Sony bahwa Franchise Call of Duty ( COD ) dianggap tidak memiliki saingan dan populer sehingga dapat memengaruhi pilihan pemain. Sony sebelumnya juga mengklaim bahwa game Call of Duty pada Xbox Pass membatasi kemampuannya untuk bersaing.

Baca juga: Akun PSN Jadi Syarat Akses Game Port PC

Microsoft Anggap Sony Telah Menerapkan Ekslusivitas Pada Strategi Bisnisnya

Microsoft Xbox pass halaman utama
Halaman utama dari Xbox Game Pass

Microsoft menanggapi argumen tersebut. Dan faktanya ia telah memperluas Game Pass tersebut tanpa menggunakan Activision Blizzard yang menyiratkan bahwa game Call of Duty tidak sepenting Sony mengklaimnya, dengan meyakinkan dirinya bahwa Call of Duty tidak dibuat secara eksklusif. Ia (Microsoft) juga menunjukkan bahwa Sony telah menerapkan eksklusivitasnya sebagai inti strategi bisnisnya.

“Mengingat eksklusivitas menjadi strategi inti dari kontribusinya (Sony) dalam industri video game, dan Sony menjadi pemimpin dalam distribusi game digital, kekhawatiran Sony dengan eksklusivitas dari konten Activision tidak koheren” klaim Microsoft dalam dokumen tersebut.

Microsoft menganggap klaim dari Sony inkoheren, mengingat Sony mendominasi pangsa pasar pada distribusi game digital melalui Playstationnya. Menurut Microsoft, Sony juga membayar hak pemblokiran guna mencegah pengembang menambahkan kontennya ke Game Pass dan layanan berlangganan pesaing lainnya.

“Sekali lagi, ketakutan akan model bisnis inovatif yang menawarkan game berkualitas tinggi dengan harga yang terjangkau kepada para pemain, akan mengancam kepemimpinan yang telah diterapkan pada strategi yang berfokus pada perangkat dan ekslusivitas selama bertahun-tahun lamanya.” Lanjut Microsoft.

Sony tidak mempermasalahkan akuisisi tersebut, akan tetapi kekhawatirannya akan strategi pemasaran game berkualitas tinggi tapi terjangkau tersebut akan merusak dominasi pasar yang dibangun secara eksklusif itu.

Pemilik ISP Lokal AS Terima Kontrak Dana Umum dari Pemerintah

GAMEFINITY.ID Kutai Kartanegara – Kecewa dengan biaya pemasangan fiber optik yang terlalu mahal, seorang Pria asal Amerika Serikat membangun Internet Service Provider (ISP) miliknya sendiri di kotanya. Ia bahkan berencana untuk mempercepat perluasan jaringan internet miliknya, setelah mendapatkan kontrak dana umum dari pemerintah.

Jared Mauch adalah seorang arsitek jaringan senior di Akamai Technologies, yang berhasil mendirikan provider internet miliknya sendiri, dengan melakukan instalasi kabel fiber optik secara mandiri di kotanya. Hal itu ia lakukan lantaran mahalnya tarif pemasangan kabel fiber optik yang ditawarkan oleh ISP lokal, dengan alasan bahwa kotanya masih tergolong sebagai wilayah pedesaan.

Broadband Berkecepatan Tinggi Di Pedesaan Amerika milik Mauch ini, dilaporkan telah menerima kontrak dana umum sebesar $2,6 juta, dari total $71 juta dolar yang digelontorkan oleh pemerintah AS, sebagai bagian dari Dana Pemulihan Fiskal dan Negara Bagian Coronavirus, dari Rencana Penyelamatan Amerika.

Untuk saat ini, ISP yang didirikan oleh Mauch telah memiliki sekitar 14 mil fiber optik, dengan 70 rumah pelanggan. Dengan adanya dana dari pemerintah, ISP baru ini dapat memperluas jaringan internetnya sejauh 38 mil, sehingga layanannya akan tersedia untuk ratusan pelanggan potensial lainnya.

Sebagai bagian dari pendanaan publik, Mauch secara kontraktual berkewajiban untuk memperluas jaringan fiber ISPnya, ke 417 properti di seluruh wilayah sekitar, dengan seluruh proyek akan selesai pada akhir tahun 2026. Meski demikian, Mauch telah memasang target untuk menyelesaikan setengah dari proyek tersebut pada tahun ini, sebelum memenuhi sisa kewajiban kontraktualnya pada tahun depan.

Ia juga percaya bahwa jaringan internetnya akan tersedia untuk 596 properti, 179 properti lebih banyak dari kontrak pemerintah yang diwajibkan oleh pemerintah.

Baca juga: Game Mobile Dominasi Pendapatan Activision Blizzard

jaringan ISP
Jared Mauch | Membangun Jaringan ISP Di Wilayah Pedesaan

Membangun Jaringan ISP Di Wilayah Pedesaan

Mengutip dari laman web Ars Technica, Mauch bercerita bahwa dirinya pernah menghubungi Comcast (ISP di AS) untuk memasang kabel fiber optik di area sekitar tempat tinggalnya. Namun kemudian, ia mengurungkan niatnya, setelah pihak Comcast menawarkan jasa pemasangan dengan harga yang cukup tinggi.

“Jika mereka (Comcast) memberi harga $ 10.000, saya akan menulis cek kepada mereka,” ujar Mauch kepada Ars Technica.

“Itu sangat tinggi pada $ 50.000 sehingga membuat saya mempertimbangkan apakah ini bermanfaat. Mengapa saya membayar mereka untuk memperluas jaringan mereka jika saya tidak mendapatkan apa-apa darinya?” tambahnya.

Sementara itu, ISP lain seperti AT&T, juga pernah menawarkan jasa pemasangan DSL kepada Mauch dengan kecepatan maksimum 1,5Mbps. Tawaran tersebut tentu saja tidak sesuai harapannya, ditambah dengan peraturan di AT&T yang tidak akan memasang koneksi internet berkecepatan tinggi di wilayah pedesaan.

Merasa tidak ada pilihan yang lebih baik, Mauch pun memutuskan untuk memasang jaringan fiber optik miliknya sendiri, dengan koneksi internet yang ia beli dari ISP besar seperti ACD.net dan 123Net.

Dan setelah beberapa tahun pembangunan, lahirlah Washtenaw Fiber Properties LLC yang pada awal 2021 telah terdaftar sebagai penyedia akses kompetitif, dengan pemerintah negara bagian Michigan.  Meskipun secara teknis merupakan perusahaan telepon, Mauch hanya menyediakan layanan Internet tanpa penawaran jaringan telepon maupun TV.

Sebagaimana yang tertera di situs web resminya, Washtenaw Fiber Properties menawarkan biaya langganan sebesar $65/bulan untuk internet 100Mbps dan $139/bulan untuk koneksi 1Gbps. Semuanya dapat digunakan tanpa batasan data maupun biaya tambahan.

Suka dengan artikel ini? Jangan lupa untuk membaca artikel menarik lainnya hanya di Gamefinity.id/

Akun PSN Syarat Untuk Akses Game Port PC PlayStation

GAMEFINITY.ID Kutai Kartanegara – PlayStation mungkin akan mewajibkan penggunaan akun PlayStation Network (PSN) pada game port PC mereka di masa mendatang. Hal ini diketahui dari salah satu bagian Frequently Asked Questions (FAQ) di website resmi PlayStation, yang menyebutkan bahwa “saat ini” pemain tidak akan memerlukan akun PSN saat memainkan game port PC mereka.

Dalam beberapa tahun belakangan, PlayStation tampaknya sangat tertarik untuk merilis lebih banyak port PC dari game eksklusif mereka. Sebut saja misalnya God of War, Horizon Zero Dawn, Days Gone, hingga yang baru-baru ini dirilis, Marvel’s Spider-Man Remastered. Dan semua game tersebut dapat dimainkan tanpa menggunakan akun PSN, setidaknya untuk sekarang.

Sebagaimana yang dilaporkan oleh VGC, PlayStation mungkin akan mewajibkan penggunaan akun PSN, bagi para pemain yang ingin memainkan game port PC mereka. Hal ini ditemukan dalam bagian FAQ terbaru di situs resmi PlayStation, yang berisi informasi untuk para pemain yang ingin membeli game PlayStation Studios di Steam atau Epic Games Store.

Disaat beberapa pertanyaan FAQ situs berisi jawaban pasti, seperti tidak adanya sinkronisasi pada trofi untuk game PC, beberapa pertanyaan FAQ tampak menyertakan kata “currently (saat ini)”, yang menyiratkan bahwa situasinya mungkin dapat berubah pada masa mendatang. Salah satunya, adalah penggunaan akun PSN untuk memainkan game port PC PlayStation.

“Tidak, saat ini Anda tidak memerlukan akun PSN untuk menikmati game PlayStation Studios di PC.” tulis FAQ PlayStation.

Baca juga: Game Mobile Dominasi Pendapatan Activision Blizzard

akun khusus PSN
PlayStation PC | Akun Khusus Untuk Game Port PC

Akun Khusus Untuk Game Port PC

Sebelum PlayStation, Microsoft telah mewajibkan penggunaan akun Xbox Live, untuk beberapa judul game Xbox Game Studio di Steam. Seperti Forza Horizon 5, Sea of ​​Thieves, Halo: The Master Chief Collection dan As Dusk Falls. Yang menyatakan di halaman Steam mereka, bahwa game tersebut “Memerlukan akun pihak ketiga: Xbox Live.”

Sementara itu, untuk beberapa judul seperti Minecraft Dungeons, Ori and the Will of the Wisps, serta Psychonauts 2, tidak mewajibkan pemain untuk memiliki akun Xbox Live.

Suka dengan artikel ini? Jangan lupa untuk membaca artikel menarik lainnya hanya di Gamefinity.id.

Razer Perkenalkan Deathadder V3 Pro, Mouse Gaming yang Sangat Ringan!

GAMEFINITY.ID, Jakarta – Razer, brand lifestyle terkemuka untuk gamer, hari ini mengumumkan Razer DeathAdder V3 Pro, iterasi terbaru dari lini mouse paling laku Razer, DeathAdder. Membanggakan teknologi mouse Razer yang terbaik di industri, seperti Teknologi Razer HyperSpeed Wireless dan teknologi Hyper Polling Razer terbaru, dikombinasikan dengan sebuah desain ergonomis yang super ringan, Razer DeathAdder V3 Pro merupakan partner terbaik pemain untuk performa terbaik pada permainan kompetitif.

Deathadder

Desain Ergonomi Ikonik yang Lebih disempurnakan

Pertama kali dirilis pada tahun 2006, dengan lebih dari 15 juta mouse dikirimkan ke seluruh dunia sejauh ini, DeathAdder diakui sebagai mouse gaming Razer paling populer, yang dipercaya oleh atlet esport kelas dunia. Dengan DeathAdder V3 Pro, kemenangan hadir dengan sebuah bentuk baru.

Deathadder

Kenyamanan dengan sisi samping yang lebih kecil memberikan pegangan untuk tangan yang lebih baik, dan ditambah dengan bentuk ergonomis yang ditingkatkan untuk kenyamanan, sentuhan dan penanganan yang lebih ringan. Sebagai tambahan, scroll wheel, tombol, dan dukungan pergelangan telah ditingkatkan untuk meningkatkan aksesibilitas. Disempurnakan lebih lanjut dengan saran dari pemain esport terbaik, bentuk ergonomis yang minimalis dan ikonik sekarang tersedia dalam warna hitam dan putih, dengan berat hanya 63 gram dan 64 gram, masing-masing.

Baca juga: Hero Mobile Legends Terinspirasi Pahlawan di Dunia Nyata

“Sejak perilisannya, Razer sudah bekerja sama dengan pro player esport dari berbagai belahan dunia untuk menyempurnakan serta mengasah DeathAdder menjadi sebuah mouse kompetitif yang benar-benar tangguh,” demikian kata Flo Gutierrez, Direktur Esport Global pada Razer. “Dengan DeathAdder V3 Pro, kami sekarang telah menghasilkan DeathAdder paling ergonomis, super ringan, dan mutakhir yang pernah ada, menghormati reputasi DeathAdder yang dikenal dengan memberikan ‘kelebihan  yang tidak dimiliki mouse lain.”

Seakrab dan dapat diandalkan seperti sebelumnya, DeathAdder V3 Pro sekarang 25% lebih ringan dibandingkan pendahulunya, menawarkan masa pakai baterai hingga 90 jam, dan mudah diisi ulang dengan USB Type C dengan kabel pengisi daya Razer Speedflex di dalam kotak.

Teknologi terbaik di kelasnya, berfokus pada performa sepenuhnya.

Sebagai jantung DeathAdder V3 Pro terdapat Sensor Optical Razer Focus Pro 30K dengan akurasi hingga 99.8%. Sensor terkuat ini ditenagai dengan fungsi AI seperti Smart Tracking, Motion Sync, dan Asymmetric cut-Off, untuk performa terbaik pada level permainan tertinggi. DeathAdder V3 Pro juga ditenagai dengan Switch Optikal Mouse Razer Gen-3 untuk 0 kemungkinan double-click dan tidak adanya delay. Super cepat dan dapat diandalkan, switch optical ini tahan sampai 90 juta klik.

Deathadder

Ditenagai dengan HyperSpeed Wireless, teknologi nirkabel milik Razer yang 25% lebih cepat dibandingkan teknologi nirkabel lainnya, DeathAdder V3 Pro juga cocok dengan teknologi HyperPolling Wireless terbaru Razer. DeathAdder V3 Pro mendukung polling rate hingga 1000 Hz, pada interval polling 1ms. Dengan tambahan Dongle HyperPolling Wireless Razer, DeathAdder V3 Pro memberikan signal setiap 0.25 ms secara nirkabel, dengan 4x pemberian signal lebih banyak dibandingkan sebelumnya, empat kali lebih cepat dibandingkan polling rate standar. Dengan menggabungkan 2 teknologi terbaik di kelasnya, pemain  dapat merasakan pelacakan yang lebih lancar, update yang lebih konsisten dan latensi klik nirkabel paling rendah, membiasakan para pemain untuk mengalahkan musuh apapun pada game kompetitif, dimana setiap hitungan milidetik berharga.

Deathadder

Razer DeathAdder V3 Pro merepresentasikan teknologi mouse dan gaming terbaru Razer, menggabungkan desain ergonomis yang terasah dengan sensor terbaik di kelasnya, Switch optical Mouse Gen-3 dan juga teknologi nirkabel terbaik di industri, dengan desain yang super ringan yang siap untuk memulai sebuah babak baru dari kisah legendaris.

Dongle Nirkabel HyperPolling

Dirilis pada 22 Juli, Dongle Nirkabel Hyper Polling Razer merupakan dongle mouse nirkabel pertama yang mampu menghadirkan polling rate 4000Hz secara nirkabel. Dirancang untuk permainan kompetitif yang memerlukan responsivitas tinggi, pemain dapat merasakan performa nirkabel dengan standar yang lebih tinggi dengan pembaharuan sempurna dari mouse terbaru Razer.

Deathadder

Dipasang di meja, untuk memastikan tidak ada sinyal nirkabel yang terhalang, Dongle HyperPolling mampu mengubah polling rate secara otomatis untuk pengalaman bermain game kompetitif yang lebih nyaman. Mendukung kedua DeathAdder V3 Pro dan Viper V2 Pro, dan juga mouse yang cocok di masa akan datang, Dongle nirkabel HyperPolling dapat diatur melalui Razer Synapse untuk kemudahan dalam pemakaian serta pengaturan profil bermain game yang didasarkan oleh performa.

TENTANG RAZER DEATHADDER V3 PRO

  • Desain ergonomis yang diperbaharui yang super ringan untuk permainan jangka panjang
  • Sensor Optikal Focus Pro 30K
  • Kompatibilitas permukaan yang lebih luas – Sensor dapat bekerja pada lapisan kaca bening dengan ketebalan minimal 2mm
  • Switch Mouse Optical Razer Gen-3 yang bisa digunakan hingga 90 juta klik
  • Dapat upgrade hingga 4000Hz oleh Dongle HyperPolling Wireless, dijual terpisah
  • 5 tombol yang dapat diprogram secara independen, dengan tambahan tombol DPI
  • Daya tahan baterai hingga 90 jam
  • Pengisian daya USB Type C dan sebuah kabel Speedflex untuk pergerakan yang mulus
  • Berat: 63 gram untuk warna Hitam dan 64 gram untuk warna Putih (di luar kabel)
  • Ukuran perkiraan: 68 mm / 2.67 in (Lebar) x 44mm / 1.73 in (Tinggi) x 128mm / 5.00 in (Panjang)

HARGA & KETERSEDIAAN

Razer DeathAdder V3 Pro – Rp 2.505.000

Razer DeathAdder V3 Pro sudah tersedia di berbagai kanal online dan offline, seperti Razer.com, RazerStores, dan distributor resmi Razer.

Untuk informasi lebih lanjut, silahkan lihat disini.

Razer HyperPolling Wireless Dongle – $29.99 USD

Razer HyperPolling Wireless Dongle sudah tersedia di berbagai kanal online dan offline, seperti Razer.com, RazerStores, dan di beberapa tempat dan distributor resmi
Untuk informasi lebih lanjut, silahkan lihat disini.

Bundle: Razer DeathAdder V3 Pro + Razer HyperPolling Wireless Dongle – $164.99 USD

Bundle ini tersedia secara eksklusif pada Razer.com

Pemmz Perkenalkan Layanan Purna Jual Terbaru: Pemmz Buy Back Warranty

GAMEFINITY.ID, Jakarta – Bertepatan dengan perhelatan event Pekan Raya Pemmz 2022,  Pemmz meluncurkan program jaminan beli kembali atau Pemmz Buy Back Warranty (PBB) untuk pembelian produk laptop apapun di Pemmz. Melengkapi program layanan purna jual Pemmz yang sudah ada yaitu i-Care, program Buy Back Warranty adalah layanan terbaru yang ditawarkan oleh Pemmz untuk memberikan solusi bagi pelanggan yang seringkali bingung saat mau menjual laptopnya kembali atau ingin mengganti laptopnya dengan yang baru setelah pemakaian dalam jangka waktu tertentu.

Layanan i-Care sendiri adalah program after sales komplet yang meliputi layanan garansi ganti unit, tukar tambah laptop, free maintenance, kalibrasi layar,  pickup service, dan berbagai layanan lainnya untuk melengkapi garansi bawaan dari masing-masing brand laptop. Layanan Pemmz Buy Back Warranty ini merupakan program perlindungan dan jaminan purna jual yang diberikan oleh Pemmz kepada seluruh pelanggannya, dimana Pemmz bersedia membeli kembali laptop yang sudah dibeli dan sudah dipergunakan dalam jangka waktu tertentu.

Solusi Layanan Berorientasi Kenyamanan Pelanggan

“Melalui peluncuran Pemmz Buy Back Warranty ini, kita berkomitmen untuk terus memberikan inovasi melalui solusi layanan terbaru untuk meningkatkan kenyamanan pelanggan bertransaksi di Pemmz. Konsumen Pemmz tidak perlu khawatir jika dalam jangka waktu tertentu perlu mengganti laptopnya dengan spesifikasi yang lebih up-to-date, ataupun jika setelah pemakaian dalam jangka waktu tertentu ingin menjual laptopnya karena suatu kebutuhan tertentu.” ujar Edhy Rahardjo, CEO Pemmz.

Pemmz Buy Back Warranty ini mulai berlaku untuk pembelian laptop tipe apapun yang dimulai pada bulan Agustus 2022, dengan  ketentuan seperti minimal usia pembelian 1 tahun dari Pemmz dan penilaian laptop yang akan dibeli kembali dikurasi dengan mempertimbangkan nilai pasar, kondisi laptop, beserta kelengkapan aksesoris dan dokumentasinya.

Dalam siaran persnya, Edhy menambahkan, “Harapan kami dengan adanya program garansi beli kembali dan dikombinasikan dengan i-Care service, pelanggan mendapatkan level kepuasan pengalaman berbelanja yang makin optimal di Pemmz, di mana layanan ini masih jarang ditemukan di toko retail konvensional pada umumnya.”

Seluruh pelanggan dapat mengikuti program Pemmz Buy Back Warranty dan mendapatkan i-Care Service melalui seluruh platform marketplace resmi Pemmz dan website Pemmz.com maupun secara offline di seluruh showroom Pemmz yang berlokasi di Tanjung Duren – Jakarta Barat, Haji Nawi – Jakarta Selatan dan Yogyakarta.

Pekan Raya Pemmz 2022

Selain mengumumkan layanan after sales service terbarunya pada saat acara ulang tahunnya yang ke-13, Pemmz juga memeriahkan gelaran Pekan Raya Pemmz yang berlangsung selama bulan Agustus 2022 dengan berbagai rangkaian acara, promo dan hadiah senilai puluhan juta rupiah, termasuk acara live streaming talk show berkolaborasi dengan berbagai brand laptop ternama di Indonesia melalui platform Tiktok dan Instagram.