Category Archives: Teknologi

Berita Terbaru Seputar Teknologi

BSA Hadirkan Layanan Bantuan bagi Lingkungan Kerja Hybrid

GAMEFINITY.ID, Jakarta- Selasa (12/7) BSA atau Aliansi Perangkat Lunak mengumumkan peluncuran saluran bantuan di seluruh Asia Tenggara untuk membantu bisnis di industri teknik, infrastruktur, dan konstruksi mengatasi tantangan yang terkait dengan kepatuhan hak cipta perangkat lunak. Keputusan BSA untuk meluncurkan layanan bantuan merupakan bentuk tindak lanjut dari  laporan tentang “ghost piracy”, di mana pihak berwenang melaporkan bahwa para profesional desain yang bekerja dari rumah secara ilegal mengakses perangkat lunak ilegal di kantor mereka saat bekerja dari jarak jauh pada proyek desain teknik, konstruksi, dan animasi.

Layanan bantuan BSA telah hadir di Indonesia, Malaysia, Philippines and Thailand. Di Indonesia, para profesional yang bekerja di industri desain disarankan menghubungi +62 8128 1982 590 untuk mempelajari lebih lanjut tentang proses yang dapat dilakukan perusahaan mereka agar mampu meningkatkan kepatuhan lisensi perangkat lunak. Dengan menghubungi nomor tersebut, perusahaan dapat berbagi informasi dan dihubungkan dengan pakar lisensi perangkat lunak yang dapat membantu memastikan bahwa perusahaan menggunakan pendekatan kepatuhan perangkat lunak yang tepat, dan memastikan bahwa perusahaan memiliki lisensi yang sesuai untuk bekerja secara legal dan efektif.

Baca juga: Leaker Fortnite Bocorkan Perubahan Map Baru

Pimpinan BSA mengatakan bahwa terdapat perhatian khusus ketika perusahaan desain yang melakukan proyek teknik dan konstruksi untuk infrastruktur nasional menggunakan perangkat lunak illegal untuk desain mereka.

“Alasan utama kami meluncurkan layanan bantuan adalah karena perangkat lunak yang orisinil dan berlisensi merupakan kunci utama dalam keamanan siber,” kata BSA Senior Director Tarun Sawney.  “BSA ingin membantu sebanyak mungkin organisasi untuk mengenali manfaat dalam menggunakan perangkat lunak berlisensi. Perangkat lunak tanpa izin tentunya tidak aman.  Terutama ketika para profesional merancang infrastruktur publik, tidak ada alasan untuk kecerobohan dalam jenis perangkat lunak apa yang digunakan.  Sebagai upaya keselamatan publik dan nasional, hanya perangkat lunak berlisensi, aman, dan terjamin yang harus digunakan dalam proyek desain konstruksi dan teknik.”

Pada awal Juni, petugas Economic and Cyber Crime police di Thailand melaporkan penggerebekan sebuah studio animasi di Bangkok yang sedang membuat konten hiburan untuk platform siaran global. Sementara petugas mengeksekusi surat perintah penggeledahan akibat pelanggaran undang-undang hak cipta perangkat lunak, mereka menyaksikan pekerja pada studio tersebut  memanfaatkan komputer dari jarak jauh di kantor untuk menyelesaikan pekerjaan desain.  Perusahaan ini memiliki 20 komputer di kantor, 15 diantaranya berisi program Autodesk Maya tanpa izin yang digunakan untuk efek khusus film dan animasi. Nilai total perangkat lunak tanpa izin hampir $ 200.000 USD.

Menurut BSA, para pemimpin bisnis harus mengambil pendekatan proaktif dalam mengelola aset perangkat lunak untuk perusahaan mereka. Termasuk komunikasi kepada anggota staf terkait prosedur dan proses dalam penggunaan perangkat lunak, serta arahan yang jelas untuk menghindari penggunaan perangkat lunak ilegal.  Perusahaan besar dianjurkan untuk menerapkan program Manajemen Aset Perangkat Lunak untuk memastikan kepatuhan.

Tentang BSA

BSA | Aliansi Perangkat Lunak (www.bsa.org) merupakan advokat terkemuka untuk industri perangkat lunak global sebelum pemerintah dan di pasar internasional. Para anggotanya merupakan salah satu perusahaan paling inovatif di dunia, menciptakan solusi perangkat lunak yang membantu bisnis dari semua ukuran di setiap bagian ekonomi untuk memodernisasi dan tumbuh.

Berkantor pusat di Washington, DC, dan beroperasi di lebih dari 30 negara, BSA memelopori program kepatuhan yang mempromosikan penggunaan perangkat lunak legal dan mengadvokasi kebijakan publik yang mendorong inovasi teknologi dan mendorong pertumbuhan ekonomi digital.

Hexgaming Rilis Pro Controller Untuk PS5

GAMEFINITY.ID, JAKARTA – Hexgaming kembali merilis control game untuk PS 5 terbarunya minggu ini dengan nama Hex Rival Pro Controller. Hexgaming mengatakan bahwa kontrol game ini sengaja didesain bagi yang benar–benar ingin bermain game secara intens dan serius. Pegangannya yang cukup nyaman di tangan sehingga pemain dapat betah hingga berjam–jam lamanya, selain itu layout tombol yang cukup ergonomis, tombol fungsi yang dapat diprogram, dan lain sebagainya. Dilihat dari spek diatas bisa disimpulkan bahwa Hex Rival Pro Controller bisa menjadi pilihan ketika kalian bosan dengan desain yang itu – itu saja.

Dijual Dengan Harga US$200 atau Rp 2,9 juta

HexGaming Pro Controller
Penampakan Kontrol Game terbaru HexGaming Pro Controller yang dirilis untuk Play Station 5

Saat ini Hex Rival Pro Controller sudah bisa dibeli di situs resmi HexGaming dan toko online Amazon dengan harga US$ 200 an dolar atau senilai Rp 2,9 juta rupiah saja. Mengingat fiturnya yang cukup bersaing jika dibandingkan kontrol PS5 lainnya

Baca juga: Free Fire Kini Berkolaborasi Dengan Justin Bieber Dalam Rangka Anniversary ke-5 Nya

Fitur Dan Spesifikasi Lengkap Hex Rival Pro Controller

Berikut spesifikasi lengkap dari perangkat Hex Rival Pro Controller yang telah dirilis oleh Hex Gaming melalui situs resminya,

  • Ukuran: 6,3 x 4,17 x 2,6 cm
  • Perangkat Sudah mendukung USB tipe C atau nirkabel
  • 3,5 mm Stereo Headset Jack
  • Layout berbentuk simetris
  • Sistem operasi yang sudah didukung: windows 7 dan ke atas, IOS 10 dan ke atas, MacOS Catalina dan ke atas, dan sistem operasi Android
  • Modul vibrasi
  • Performa yang cukup tinggi
  • Buku panduan dan kartu garansi purnajual

Berikut fitur yang tersedia dalam Hex Rival Pro Controller ini,

  • Thumbstick yang dapat ditukar, kamu dapat memainkan dalam dua mode baik dihubungkan dengan kabel USB tipe C maupun nirkabel, mengganti thumbstik dalam hitungan detik, dan tombol pinggir yang dapat diatur ulang
  • Pemain dapat mengaktifkan tombol yang sudah diatur selama permainan berlangsung maksimal limabelas ke tombol belakang
  • 6 in 1 Thumbstick yang dapat ditukar, tiga ketinggian yang berbeda, 2 desain thumb grip berbeda yang ergonomis, dapat diganti menjadi cekung atau cembung. Dan Pemain dapat mengoperasikan kontrol game secara fleksibel, dan menangkap target lebih cepat dan akurat

Selamat Idul Adha bagi yang merayakan dan untuk selalu update berita  game lainnya di Gamefinity. Link top up Steam dan Diamond sudah tertera di sini.

Nintendo Rilis Switch Splatoon Pada 26 Agustus

GAMEFINITY.ID, Jakarta – Perusahaan Video Game asal Jepang, Nintendo kembali mengumumkan perangkat Nintendo Switch OLED edisi spesial pertamanya yang berjudul Switch Splatoon pada tanggal 26 Agustus mendatang. Perangkat ini didesain khusus dalam rangka kolaborasi bersama game Splatoon 3 yang rencananya bakal dirilis di pasaran pada 9 September nanti. Untuk desain dari Switch ini didominasi oleh warna gradasi ungu kebiruan dan gradasi kuning hijau untuk kontrolnya untuk Joy Con dan dock Switch berwarna putih yang dipenuhi oleh gambar graffiti dan hiasan berupa noda cat berwarna kuning.

Baca juga: Apex Legend Mobile Ungkap Update Season 2, Distortion!

Edisi Spesial Switch Splatoon Rencananya Bakal Dijual Dengan Harga 5,3 jutaan Secara Terpisah

Box Switch Splatoon
Penampakan Dus Switch OLED edisi spesial Splatoon
Perangkat Pro Controller Switch Splatoon
Pro Controller edisi spesial Splatoon yang dijual secara terpisah dengan harga US$74,99 atau Rp 1,1 jutaan

Melalui pengumuman langsung dari Nintendo, Switch OLED dijual di pasaran mengikuti harga retail sebesar US$359,99 atau 5,3 juta apabila dikonversi ke mata uang rupiah. Sayangnya dalam paket penjualan ini tidak disertakan game kolaborasinya, Splatoon 3 alias dijual terpisah. Akan tetapi kamu bisa melakukan Pre-Order mulai dari sekarang dengan harga  US$59,99 atau RP 898.470 jika dikonversi ke dalam mata uang rupiah di toko yang ditunjuk langsung oleh Nintendo, My Nintendo Store dan Nintendo eShop. Selain itu, kamu juga dapat membeli aksesoris penunjang lainnya yaitu Pro Controller bertemakan graffiti yang dijual seharga US$ 74,99 atau Rp 1.123.125 dan tas sebesar US$24,99 atau Rp 374.275.

Adapun spesifikasi lengkap Switch OLED Splatoon 3 Special Edition adalah sebagai berikut:

  • Layar OLED sebesar 7 inci
  • Stand yang bisa disesuaikan
  • Dock yang dapat dihubungkan dengan LAN ( akses internet lokal ) kabel dijual secara terpisah
  • Penyimpanan internal sebanyak 64GB
  • Dapat dimainkan dalam tiga mode, diantaranya melalui layar televisi ketika switch dalam posisi diatas dock, mode handheld ketika perangkat joy con diletakkan pada portable play, dan terakhir model tabletop dimana ketika bermain lebih dari satu orang.
  • Mendukung semua perangkat kontrol joy con dan software Nintendo switch
  • Nikmati suara yang memukau dari speaker perangkat ketika bermain pada mode handheld dan tabletop

Ikuti terus berita game teraktual lainnya hanya di Gamefinity. Top up Steam dan diamond termurah hanya dengan klik link di sini.

Disco Elysium Hadirkan Font Ramah Disleksia

GAMEFINITY.ID, Jakarta – Sangat penting bagi orang-orang berkebutuhan khusus mendapatkan perhatian serta hak yang setara dengan orang normal pada umumnya. Seperti yang Dilakukan oleh  pengembang sekaligus pencipta dari game Disco Elysium, ZA/UM. Dan pada patch update terbarunya ZA/UM juga mengumumkan patch terbarunya dengan menambahkan font atau teks yang dapat membantu pemain penyandang disabilitas agar memudahkan mereka bermain game yang dibesutnya.

Update Patch Terbaru Disco Elysium Akan Menghadirkan Font Yang Ramah Bagi Penderita Disleksia

Teks ramah kaum disleksia pada game Disco Elysium
Perbandingan teks normal dan ramah disleksia pada game Disco Elysium

Pada update terbaru kali ini ZA / UM memperkenalkan OpenDyslexic yaitu paket font yang sangat ramah terhadap penderita Disleksia pada Bahasa yang telah mendukung permainan dini. Ia mengatakan bahwa kalau ini menjadi penambahan yang cukup besar dan akan melengkapi sulih suara dari Final Cut terhadap pemain yang juga membaca teks game ini. Saat ini OpenDislexic telah tersedia dalam berbagai Bahasa diantaranya, Bahasa Inggris, Perancis, Jerman, Spanyol, Portugis, Brazil, dan terakhir Polish. Bahasa Korea Dan Rusia turut pula dimasukkan dalam update terbaru Disco Elysium kali ini. “ Bahasa yang tersedia kali ini telah melalui berbagai pertimbangan dan konsultasi dari para ahli akademis dan penerjemah Bahasa . Akan tetapi kritik dan saran dari kalian dapat membantu dalam pengembangan game ini. “ imbuh ZA / UM.

Baca juga: Deretan Visual Novel Rekomendasi Yang Mendapatkan Adaptasi Animenya

Informasi Singkat Mengenai Disabilitas Disleksia

Bagi kalian yang belum mengetahui jenis disabilitas yang satu ini, Disleksia merupakan salah satu dari disabilitas neurologi yang ditandai dengan tidak mampunya seseorang membaca teks atau tulisan dengan lancar. Ciri lainnya dari gangguan disleksia ini cenderung lambat dalam berkomunikasi, terkadang pengidap disleksia juga membaca dan menulis teks secara terbalik, kesulitan dalam memahami arah baik kiri maupun kanan. Jadi bisa dibilang kalau Disleksia memiliki kesulitan dalam menerapkan disiplin ilmu fonologi.

Pencegahan Dan Pengobatan Yang Efektif Bagi Penderita Disleksia

Untuk menekan gejala disleksia agar tidak lebih parah dikemudian hari diperlukan konseling dan terapi rutin ke ahlinya (bisa melalui psikolog atau spesialis kejiwaan) Jika ada teman maupun anggota keluarga ada yang menderita disleksia jadikanlah support system untuk mereka dengan cara mengajaknya latihan menulis dan membaca apa yang disukainya. Dan berikanlah mereka kesempatan dalam berkarya karena kebanyakan mereka terlahir cukup jenius di bidang yang dikuasainya.

Temukan berita game teraktual lainnya hanya di Gamefinity. Top up Steam dan diamond termurah bisa dengan mengklik link disini.

Alasan AMD Perlu Merilis Ryzen 5 5600X3D

GAMEFINITY.ID, Jakarta – Apakah AMD, perusahaan yang memproduksi seri Ryzen seperti Ryzen 5 5600X3D menyiapkan lebih banyak lagi prosesor seri X3D nya ? Kemungkinan besar jawabannya adalah iya dan tampaknya AMD sedang memperluas line up prosesornya.

Seperti yang dibocorkan oleh Greymon55 melalui situs Techpowerup. Jika prosesor Ryzen 7 5800X3D sejauh ini menjadi satu–satunya prosesor yang dilengkapi dengan fitur Vertical Cache. Terbukti jika Ryzen 7 5800X3D menjadi pilihan yang pas untuk gaming, yang bahkan dapat menyaingi merk sebelah, intel Core I9 12900KS yang sensitive terhadap cache. Walaupun seri 5800X3D memiliki beberapa kekurangan, apabila AMD memilih untuk merilisnya akan ada satu prosesor yang naik daun di kelasnya.

Opsi terbaik saat ini jatuh kepada seri 5600X3D, prosesor dengan 6 core / 12 thread  serta penambahan 64MB cache L3 pada 32MB basis 5600X yang akan menghasilkan 96MB cache L3 yang kinerjanya seperti seri 5800X3D.

Baca juga: Genshin Impact V2.8 Rilis 13 Juli, Ini Detailnya!

Permasalahan Clocking Menjadi Poin Kekurangan Dari Ryzen 7 5800X3D Dibandingkan Ryzen 5 5600X3D

 Ryzen 7 5800X3D
Penampakan AMD Ryzen 7 5800X3D

Namun faktanya seri 5800X3D memiliki kekurangan diantaranya Clock yang lebih rendah dari seri 5800X. Clock rendah inilah yang akan memengaruhi kinerja aplikasi non-game. Ini akan menjadi pilihan terburuk untuk pemakaian sehari – hari jika dibandingkan dengan 5800X . Dan ia juga menambahkan bahwa ada dua alasan utama AMD memilih untuk menurunkan rate Clock 5800X3D. Pertama teknologi tersebut masih dibilang baru, kombinasi dari daya, panas, dan arus tinggi yang dapat berpotensi merusak vias silicon yang berfungsi menghubungkan chiplet dan cache, dan AMD selama ini hanya bersifat konservatif. Itu juga menjadi alasan untuk menonaktifkan overclocking juga. Alasan kedua 5800X3D jika Clocknya sama dengan seri 5800X akan mengalami batasan daya paket 142 W dari platform.

Seri 5600X melewatkan alasan kedua ini. Ini adalah prosesor 65W dengan batas kekuatan 88W dan seharusnya AMD tidak memiliki masalah clocking 5600X3D yang setinggi 5600X. Itu dapat mengatur TDP di 95W dan masih memiliki total daya yang masuk dengan baik dibawah maksimum 142W. Kinerja dari 5600X yang dapat memaksimalkan kinerja yang dikemas dalam cache. Seri 5600X3D dengan clock rate dari seri 5600X dapat meningkatkan kecepatan sampai dengan 4,6 GHz, yang 100 MHz lebih cepat dari 5800X3D.

Akan Menjadi Prosesor Idaman Apabila Dibanderol Dengan Harga Yang Pas

Apabila prosesor tersebut benar – benar dirilis dan dibanderol dengan harga yang tepat sesuai spesifikasi ini, kontan akan menjadi prosesor idaman dengan kecepatan tertinggi untuk gaming termasuk 5800X3D setidaknya hingga Zen 4 dan Core i9 13900 diluncurkan. Dia pun membagikan analisisnya jika seri 5600X3D bakal menjadi prosesor yang dincar oleh gamers.

“Mengapa AMD melakukan ini? Rumornya Zen 4 hanya mendukung memori DDR 5. Tergantung bagaimana kecepatan dari Zen 4 ini, 5600X3D akan memberikan peingkatan grafis yang memukau. Itu artinya kamu tidak perlu membeli lagi motherboard dan memori DDR 5. Bayangkan jika kamu menggunakan Motherboard B450 dengan prosesor Zen 2 ataupun Zen 1. Kamu perlu memperbarui BIOS mu, menaruh 5600X3D dan GPU generasi berikutnya yang akan memberikan loncatan kinerja yang maksimal, dengan sisa biaya yang cukup efektif.

Semua ini tergantung bagaimana kinerja dari Zen 4 itu sendiri. Saya merasa yakin jika AMD tidak akan merilis 5600X3D jika Zen 4 tidak dapat mengungguli kinerja dari Zen 3 dengan margin yang sehat. Dan di  sisi lain, Intel Gen 12 dinilai terlalu kompetitif , serta Gen 13 serta Zen 4 harus bersaing dengan blockbuster-nya sendiri.

Kita kembali fokus degan Teori 5600X3D tadi, tak ada alasan lain bahwa AMD tidak dapat merilis seri 5900X3D ataupun 5950X3D. atau ada lagi? Kembali lagi karena batas pemakaian dari konsumsi daya total itu sebesar 142W. itu bukan TDP CPU yang hanya mencapai 105W, akan tetapi total daya durasi pendek dari Ryzen 5000 yang dapat ditarik.

Batasan ini diberlakukan  untuk produsen motherboard dan integrator sistem, jadi sistem VRM dan alat pendingin dibuat untuk mendukung apapun hingga di seri 5950X. kemungkinan akan jauh lebih tinggi lagi daripada 142W dengan overclocking, namun saya tidak akan berasumsi bahwa AMD tidak akan memerhatikan pergerakan diluar 142W yang dibawah operasi stok tersebut.

Oleh sebab itu, kita kembali lagi ke point dimana 5600X3D akan menjadi primadona prosesor yang dapat memanjakan mata para gamers. Dengan clock-nya yang lebih tinggi dari 5800X3D, ini akan menjadi prosesor dengan kecepatan yang tertinggi. Kita tinggalkan 5900X dan 5950X sebagai pilihan untuk multitasking dan produktivitas yang logis. Penting bagi AMD untuk merilis prosesor gaming dengan kecepatan tinggi lainnya jika diluncurkannya sebelum seri Zen 4.

Akan tetapi apakah AMD mau melakukannya? Jika Zen 4 merupakan lebih baik untuk gaming daripada 5600X3D maka kenapa tidak? Lantas bagaimana dengan 5950X3D dengan 256 MB L3 Cache? Kedengarannya menarik tapi AMD harus memastikannya untuk melakukan downclock 5950X3D secara signifikan lalu membuatnya tidak lagi efektif sebagai prosesor dengan performa yang tinggi. Dan akhirnya 5950X tidak dapat lagi menjadi prosesor gaming.

Suka dengan berita ini? Temukan berbagai Berita teraktual seputar dunia game hanya di Gamefinity. Top up Steam dan Diamond termurah bisa dengan mengklik link Gamefinity.id yang sudah disediakan.

Review ROG Chakram X, Gaming Mouse Serbaguna dengan Fitur Cocok Untuk Gamers Hardcore

Republic of Gamers bisa dibilang menjadi sebuah brand yang memang tidak diragukan lagi kualitasnya, bukan hanya pada seri Laptop atau komponen, tetapi juga pada seri Gaming Peripheral-nya. Sebelumnya ROG juga mengeluarkan seri Chakram yang bisa dibilang memiliki segudang fitur menarik, nah kali ini ROG mengeluarkan ROG Chakram X yang mengalami peningkatan cukup besar.

Pada kesempatan kali ini tim Gamefinity mendapatkan kesempatan menarik untuk mengulas salah satu mouse gaming mutakhir bernama ASUS ROG Chakram X. Yuk kita simak saja selengkapnya pada artikel di bawah ini.

Spesifikasi ASUS ROG CHAKRAM X

ROG CHAKRAM X memiliki spesifikasi yang gahar, mouse ini dibekali polling rate 8.000 Hz. Sehingga gerakan mouse akan menjadi lebih smooth. ROG CHAKRAM X memiliki berat 127 gram, mouse yang cukup berat bagi kalian yang ingin memainkan game FPS, tetapi terasa nyaman untuk game RPG, advanture dan pemakaian sehari-hari. Mouse ini juga sanggup untuk bergerak dengan sensor ROG Aimpoint Optical Sensor dengan performa sensor 36,000 DPI.

Dalam penggunaan mouse ini, kalian nggak perlu takut kehabisan baterai, karena mouse ini dapat menyala hingga 114 jam, waktu yang cukup selama 1 bulan full jika kalian bermain dengan waktu 3.8 jam. Selain itu mouse ini juga dapat di cas dengan wireless (QI Charging). Dalam pengisian data, ROG CHAKRAM dapat digunakan 25 jam hanya dengan menge-cas selama 15 menit. Selain itu juga terdapat fitur Push Fit Socket yang memudahkan pengguna untuk mengganti komponen.

Desain dan Kenyamanan ASUS ROG CHAKRAM X

Ketika pertama kali melihat ROG CHAKRAM X, mouse ini terlihat agak bulky, tetapi memiliki desain yang ergonomis. Lalu jika dilihat secara keseluruhan, dengan desain coverbutton dan motif garis-garis pada thumb rest, serta lampu RGB yang terdapat pada logo ROG, bagian depan dan pada scroll wheel, mouse ini seakan memiliki vibes pesawat luar angkasa. Ketika mencobanya, terasa sangat pas di tangan saya, mengingat saya adalah pengguna palm grip.

Pada bodi atas ROG CHAKRAM X, dapat dilihat mouse ini didesain semi transparan (frosted), sehingga kalian dapat melihat bagian dalam dari mouse ini, meskipun secara samar-samar. Mouse ini memiliki empat tembol di bagian kiri mouse dan juga memiliki Joystick yang membedakan ROG CHAKRAM X dengan gaming mouse lainnya.

Lalu di bagian tengah mouse ROG CHAKRAM X terdapat logo ROG yang bisa delepas, bahkan ASUS juga telah menyiapkan badge polos yang bisa kamu desain se-kreatif kalian. Di bagian bawahnya sudah dilengkapi mouse feet 100% PTFE yang membuat mouse ini dapat bergerak secara cepat dan halus.

Fitur Menarik ASUS ROG CHAKRAM X

ROG CHAKRAM X datang dengan banyak fitur menarik, salah satunya adalah Joystick. Joystick yang berada dekat dengan jempol akan manambahkan sensai bermain game, terlebih lagi game yang membutuh kan joystick sebagai basic movement-nya. Lalu terdapat 4 tombol yang bisa kalian setting dan program sendiri, sesuai keinginan kalian.

Fitur Push-Fit Switch juga mendukung gaming mice ini, ASUS memberikan 2 switch extra, meskipun switch bawaan ini sudah dibekali dengan ROG Macro Switch, yang menurut saya switch ini sudah lebih dari cukup. Lalu kalian tidak memerlukan obeng untuk membuka mouse ini, karena mouse ini memiliki fitur Screw Less Button And Cover, Mouse ini dapat dibuka tanpa harus membuka bautnya.

Kostumisasi RGB dapat dilakukan dengan menekan tombol DPI dibarengi dengan tombol-tombol pada bagian kiri mouse, atau jika ingin lebih banyak mode RGB, kalian dapat me-custom nya di Armoury Crate. Kalian dapat menghubungkan perangkat kalian dengan ROG CHAKRAM X dengan 3 pilihan cara, yaitu; wired USB, 2.4 GHz RF dengan latensi rendah, mode Bluetooth yang dapat di pair up to 3 devices

Kesimpulan Dan Harga ASUS ROG CHAKRAM X

ASUS ROG CHAKRAM X merupakan gaming mice yang dapat membuat penggunanya nyaman dan tidak kesusahan. Dengan fitur dan kualitasnya yang berkelas atas, akan memanjakan penggunanya dalam penggunaan sehari hari.

Untuk harga ASUS ROG CHAKRAM X dibanderol seharga 2 Jutaan, apakah tim Gamefinity menyarankan kalian untuk membeli gaming mouse ini? Tentu saja, jika kalian memiliki budget yang lebih serta ingin merasakan sensai bermain yang luar biasa, maka tim Gamefinity menyarankan kalian untuk membeli gaming mouse ini.