GAMEFINITY.ID, BANDUNG – Sega akhirnya mengungkapkan detail lebih lanjut tentang proyek “Super Game”-nya yang masih misterius. Proyek tersebut berisi beberapa judul game dan mungkin akan melibatkan nonfungible token (NFT) dan teknologi cloud gaming.
Apa itu Super Game Sega?
Sebelumnya, pada Mei 2021 lalu, Sega mengumumkan salah satu rencana jangka panjang mereka meliputi pembuatan “Super Game”. Sebelumnya, rencana itu dipercaya sebagai hanya satu judul game.
Dalam sebuah wawancara internal, pihak Sega mengklarifikasi rencana “Super Game” merujuk pada beberapa judul game AAA dan beranggaran tinggi. Belum diketahui lebih lanjut lebih detailnya, tetapi game–game tersebut akan menawarkan pengalaman gaming lebih dari biasanya.
Sega telah menetapkan empat kriteria “Super Game”-nya, yakni multi-platform, multibahasa, perilisan global, dan berkelas AAA. Dengan kata lain, Sega mengharapkan semua “Super Game”-nya dapat menjadi blockbuster dalam skala kelas dunia.
Pada tahap awal, sebanyak 50 karyawan akan terlibat dalam rencana “Super Game” ini. Jumlah tersebut dapat bertambah hingga ratusan seiring berjalannya waktu.
Dilansir dari VGChartz, Masayoshi Kikuchi, produser Sega, mengungkapkan dalam sebuah wawancara bahwa perusahaannya merasa “wajar” untuk berekspansi pada teknologi cloud gaming dan NFT.
Dia juga menyatakan bermain dan menonton game sudah menjadi budaya tersendiri. Pemain dan penonton dapat dianggap sebagai gamer menurutnya, maka Sega akan membuat bentuk baru hiburan dengan kemungkinan tersebut.
Sega juga mengumumkan kerja sama strategis dengan Microsoft pada November lalu.
Tujuannya, Sega akan mengandalkan teknologi cloud Azure untuk mengoptimalkan proses pengembangan game dan memungkinkan untuk merilisnya melalui layanan cloud gaming. Tidak hanya itu, Sega juga berencana untuk menggunakan Unreal Engine 5 untuk pengembangan game-nya.
Dikabarkan Sega telah menginvestasi 882 juta dolar untuk mengembangkan “Super Game” selama lima tahun. Pengembang Sonic the Hedgehog itu juga mendaftarkan hak paten “Sega NFT” di Jepang pada Januari lalu, meski pada akhirnya memicu kontroversi di kalangan pegiat game.
Tetapi, hal itu tidak meruntuhkan ketertarikan Sega untuk mengembangkan NFT pada game buatannya pada masa depan.
Tahun 2021 silam ROG Zephyrus M16 hadir dengan inovasi yang belum pernah ada sebelumnya di dalam sebuah laptop gaming. Sesuai dengan namanya, ROG Zephyrus M16 mengusung layar berukuran 16-inci, sebuah ukuran yang sangat tidak umum pada saat itu apalagi di laptop gaming. Meski demikian, layar 16-inci ternyata hadir dengan kelebihan tersendiri, divalidasi Pantone®, QHD 165Hz dengan waktu respon 3ms, ROG Zephyrus M16 menjadi salah satu laptop gaming dengan layar terbaik tahun lalu.
Selain memiliki ukuran lebih besar dari rata-rata laptop gaming (yang sebagian besar masih mengusung layar 15-inci), layar ROG Zephyrus M16 ternyata tidak serta merta membuat ukuran bodi laptop gaming tersebut membengkak. Berkat teknologi super narrow bezel, ROG Zephyrus M16 mampu menghadirkan layar 16-inci dengan form factor seperti laptop 15-inci. Dengan demikian, gamer bisa menikmati game secara lebih immersive pada laptop dengan bodi yang tetap ringkas.
Gebrakan tersebut pun berlanjut dan di tahun 2022 kali ini ROG Zephyrus M16 kembali hadir dengan sederet fitur baru yang akan membuat para kreator dan gamer lebih betah melakukan berbagai hal dengan laptop ini dan tentunya menikmati pengalaman bermain pada World’s First 16-inch Super-Narrow Bezels Gaming Laptop. Sambut ROG Zephyrus M16 (GU603Z) yang sudah ditenagai oleh CPU 12th Gen Intel® Core™ H Series.
Lebih Powerful Berkat 12th Gen Intel® Core™ H Series
ROG Zephyrus M16 (GU603Z) menggunakan CPU generasi terbaru yaitu 12th Gen Intel® Core™ H Series. Di varian tertingginya, ROG Zephyrus M16 (GU603Z) dibekali dengan CPU Intel® Core™ i9-12900H yang menggunakan konfigurasi dua jenis core terbaru yaitu Performance Core (P-Core) dan Efficient Core (E-Core).
P-Core merupakan core CPU yang dihususkan untuk memproses tugas-tugas yang membutuhkan performa kencang seperti game dan aplikasi kreatif. Sedangkan E-Core hadir untuk memroses sebagian besar tugas-tugas minor yang biasanya berjalan di background seperti aplikasi anti-virus hingga system update.
Konfigurasi core terbaru tersebut membuat pemrosesan di CPU dapat berjalan secara lebih optimal secara keseluruhan. Pada akhirnya, konfigurasi P-Core dan E-Core di 12th Gen Intel® Core™ H Series dapat memberikan peningkatan performa yang signifikan dibandingkan CPU generasi sebelumnya.
Intel Core i7-12700H yang digunakan di unit pengujian kali ini misalnya. CPU high performance tersebut memiliki 6 P-Core dan 8 E-Core dengan total 14 core dan 20 thread (tiap P-Core memiliki 2 thread, sementara E-Core memiliki 1 thread) dengan kecepatan pemrosesan hingga 4,7GHz. Agar setiap P-Core dan E-Core dapat berkomunikasi secara optimal dengan sistem operasi, Intel juga menghadirkan fitur bernama Thread Director ke dalam CPU 12th Gen Intel® Core™ H Series. Thread Director bertugas untuk menentukan proses mana yang bakal dikerjakan oleh P-Core ataupun E-Core.
Lalu bagaimana dengan performanya? Berikut adalah hasil benchmark menggunakan Cinebench R15 pada ROG Zephyrus M16 (GU603Z) yang menggunakan CPU Intel® Core™ i7-12700H:
GPU Generasi Baru dengan MUX Switch
Komponen generasi baru di ROG Zephyrus M16 (GU603Z) tidak hanya dari sisi CPU, tetapi juga GPU. Varian tertinggi laptop gaming ini sudah dibekali dengan GPU hingga NVIDIA® GeForce RTX™ 3070Ti. Tidak hanya itu, GPU di ROG Zephyrus M16 (GU603Z) dapat berjalan lebih kencang berkat konfigurasi TGP yang lebih tinggi dibandingkan pendahulunya.
ROG Zephyrus M16 (GU603Z) yang dibekali CPU Intel® Core™ i7-12700H dan GPU GeForce RTX™ 3060 misalnya, memiliki TGP (Total Graphic Power) hingga 120W (dengan ROG Boost). TGP tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan TGP di GPU GeForce RTX 3060 di ROG Zephyrus M16 seri sebelumnya yang hanya berada di angka 95W (dengan Dynamic Boost). TGP yang lebih besar berbanding lurus dengan peningkatan performa grafis. Dengan kata lain, ROG Zephyrus M16 (GU603Z) terbaru memiliki performa grafis lebih baik dari pendahulunya.
Tidak sampai di situ, ROG Zephyrus M16 (GU603Z) terbaru juga dibekali dengan MUX Switch. Chip khusus tersebut memungkinkan GPU GeForce RTX™ di ROG Zephyrus M16 (GU603Z) untuk dapat langsung terhubung dengan sistem tampilan (display). MUX Switch memangkas alur jalannya data yang sebelumnya harus melewati integrated GPU (iGPU) terlebih dahulu sebelum ke sistem tampilan.
Kehadiran MUX Switch membuat GPU di ROG Zephyrus M16 (GU603Z) dapat menghasilkan performa terbaiknya. Peningkatan performa di berbagai judul game pun sangat terasa, yaitu rata-rata 10 fps. Bahkan di game Rainbow Six Siege, peningkatan framerate menggunakan MUX Switch bisa mencapai 30 fps. MUX Switch memberikan fleksibilitas bagi pengguna ROG Zephyrus M16 (GU603Z) untuk memaksimalkan potensi penggunaan laptopnya.
Lebih Kencang dengan Memori DDR5 dan PCIe Gen4 SSD
Selain ditenagai oleh CPU dan GPU generasi terkini yang powerful, ROG Zephyrus M16 (GU603Z) juga dibekali sistem memori dan penyimpanan yang tidak kalah canggih. Untuk memori, ROG Zephyrus M16 (GU603Z) telah dibekali dengan 16GB dual-channel DDR5 RAM berkecepatan 4800MHz. Dalam skenario gaming, memori tersebut dapat membantu menaikkan minimum framerate sehingga meminimalisir efek stuttering saat bermain.
ROG Zephyrus M16 (GU603Z) dibekali dengan penyimpanan berupa NVMe PCIe Gen4 SSD. Penyimpanan generasi terkini tersebut juga menghadirkan kecepatan transfer yang sangat tinggi, yaitu dengan kecepatan baca hingga 7Gbps. SSD berkecepatan tinggi tersebut membuat proses loading di aplikasi, game, hingga booting dapat dilakukan lebih cepat.
Sistem Pendingin Lebih Baik
Sebelumnya kita telah megetahui bahwa ROG Zephyrus M16 (GU603Z) terbaru memiliki TGP lebih tinggi dibandingkan pendahulunya. TGP yang lebih besar memang membuat performa lebih kencang, namun panas yang dihasilkan pun akan lebih tinggi. Untuk itulah ROG Zephyrus M16 (GU603Z) dibekali dengan sistem pendingin ROG Intelligent Cooling yang dibekali komponen dengan desain baru sehingga panas dapat dilepaskan secara lebih efektif.
ROG Intelligent Cooling yang digunakan di ROG Zephyrus M16 (GU603Z) hadir dengan komponen yang telah diperbarui. Kipas dengan teknologi variable blade thickness adalah salah satunya. Teknologi tersebut memanfaatkan struktir bilah kipas dengan ketebalan yang berbeda pada bagian tengah dan ujungnya. Struktur tersebut dapat meminimalisir turbulensi yang sering terjadi di ujung bilah kipas, sehingga memungkinkan kipas untuk mengalirkan udara secara lebih baik.
Jumlah aliran udara di ROG Zephyrus M16 (GU603Z) juga sangat diperhitungkan. ASUS ROG bahkan memberikan rongga udara ekstra di bagian kanan dan kiri keyboard ROG Zephyrus M16 (GU603Z) sehingga laptop gaming ini tidak akan kekurangan suplai udara dingin saat digunakan.
Sistem pendingin ROG Zephyrus M16 (GU603Z) dibekali dengan enam heatpipe yang terhubung ke empat saluran pembuangan panas. Di saluran pembuangan panas tersebut juga terdapat heatsink dengan total 247 fins yang memungkinkan proses pelepasan panas dapat berjalan lebih optimal.
Agar debu dan partikel mengganggu lainnya tidak mudah tersangkut di heatsink, ASUS ROG memberikan fitur bernama Self Cleaning Cooling 2.0 di sistem pendinginan ROG Zephyrus M16 (GU603Z). Self Cleaning Cooling 2.0 menggunakan struktur khusus berupa terowongan yang dapat mengeluarkan debu keluar langsung dari sistem pendingin ROG Zephyrus M16 (GU603Z).
Berkat ROG Intelligent Cooling, ROG Zephyrus M16 (GU603Z) dapat berjalan sangat stabil. Pada pengujian stress test menggunakan 3DMark Fire Strike sebanyak 20 kali loop, ROG Zephyrus M16 (GU603Z) mampu menahan suhu operasional pada rata-rata tak lebih dari 70 derajat Celcius. Angka tersebut tentu tergolong sangat baik apalagi pada sebuah laptop gaming powerful dengan bodi yang sangat ringkas.
Layar Ideal untuk Segala Aktivitas
ROG Zephyrus M16 (GU603Z) bukan sembarang laptop gaming. Tidak hanya sekadar powerful untuk bermain game, laptop gaming ini juga dibekali layar yang sangat ideal untuk berbagai aktivitas termasuk content creation. ROG Zephyrus M16 (GU603Z) menggunakan standar baru layar laptop gaming yaitu ROG Nebula™ Display. ROG Nebula™ Display dibangun atas kebutuhan dasar gaming yaitu kecepatan, tingkat kecerahan, dan kualitas visual.
Layar laptop gaming yang menggunakan ROG Nebula™ Display seperti ROG Zephyrus M16 (GU603Z) dipastikan mengusung panel yang memiliki color gamut 100% DCI-P3, tingkat kecerahan 500 nits, dilengkapi fitur Adaptive Sync, serta memiliki response time 3ms. Tidak hanya itu, layar ROG Nebula™ Display juga telah mengantongi sertifikasi PANTONE® Validated Display untuk akurasi warna, TÜV Rheinland untuk low blue light dan anti-flicker, serta mendukung teknologi dari Dolby Vision.
Spesifikasi tersebut sangat menegaskan bahwa ROG Zephyrus M16 (GU603Z) merupakan laptop yang sangat ideal untuk gaming sekaligus content creation. Layar berukuran 16-inci dengan resolusi QHD (2560×1600) 16:10 sangat nyaman untuk kedua kegiatan tersebut. Selain dapat menampilkan detil dengan sangat baik berkat resolusinya yang tinggi, layar ROG Zephyrus M16 (GU603Z) tetap nyaman untuk bermain game karena mengusung refresh rate 165Hz dan response time 3ms. Resolusinya juga sangat pas untuk kebutuhan gaming modern.
Konektivitas Canggih dan Lengkap
Sebagai laptop gaming sekaligus laptop serba bisa, ROG Zephyrus M16 (GU603Z) wajib dilengkapi dengan opsi konektivitas terbaik. Mulai dari konektivitas menggunakan kabel, ROG Zephyrus M16 (GU603Z) telah dilengkapi berbagai jenis port mulai dari USB 3.2 Gen2 Type-A, HDMI 2.0b, UHS II MicroSD card reader, 3.5mm combo audio jack, bahkan masih hadir dengan port gigabit ethernet (LAN).
Tidak ketinggalan pula port serba bisa Thunderbolt™ 4 USB Type-C. Selain dapat digunakan untuk menghubungkan perangkat kelas profesional seperti high speed network adapter atau high speed storage, Thunderbolt™ 4 yang memiliki kecepatan transfer data hingga 40Gbps tersebut juga dapat digunakan sebagai display port. Dengan kata lain, ROG Zephyrus M16 (GU603Z) dapat dihubungkan ke monitor beresolusi hingga 8K melalui port Thunderbolt™ 4.
Sementara itu, konektivitas nirkabel ROG Zephyrus M16 (GU603Z) disokong oleh WiFi 6E. Teknologi WiFi terbaru tersebut hadir tidak hanya dalam dua frekuensi, tetapi hingga tiga frekuensi yaitu 2,5GHz, 5GHz, dan 6GHz. Frekuensi 6GHz menyuguhkan kecepatan transfer data lebih baik dan stabil ketimbang 2,5GHz dan 5GHz. Gamer pun akan mendapatkan pengalaman bermain game online terbaik lewat ROG Zephyrus M16 (GU603Z).
Laptop Gaming Serba Bisa
Dari spesifikasi yang ditawarkan hingga hasil pengujiannya, ROG Zephyrus M16 (GU603Z) jelas bukan laptop gaming biasa. Istimewanya adalah laptop gaming ini tetap mengedepankan kebutuhan gaming sekaligus kreator dan berbagai keunggulannya di seri sebelumnya kembali dihadirkan di seri terbaru kali ini. Tidak hanya itu, ASUS ROG juga memberikan upgrade yang cukup melimpah dan berpengaruh langsung pada performa, pendinginan, hingga kualitas tampilan.
Sebagai tambahan, ROG Zephyrus M16 (GU603Z) juga dibekali dengan HD IR webcam yang sudah mendukung fitur facial recognition melalui Windows Hello. Selain itu ROG Zephyrus M16 (GU603Z) juga telah dilengkapi dengan fitur Two-Way AI Noise-Cancelling. Kedua fitur tersebut membuat laptop gaming ini juga sangat ideal untuk digunakan sebagai teman bekerja, kuliah, atau sekolah.
Main Spec.
ROG Zephyrus M16 (GU603Z)
CPU
12th Gen Intel® Core™ i9-12900H Processor 2.5 GHz (24M Cache, up to 5.0 GHz, 14 cores: 6 P-cores and 8 E-cores)
12th Gen Intel® Core™ i7-12700H Processor 2.3 GHz (24M Cache, up to 4.7 GHz, 14 cores: 6 P-cores and 8 E-cores)
1x RJ45 LAN port, 1x Thunderbolt™ 4 support DisplayPort™ and power delivery, 1x USB 3.2 Gen 2 Type-C support DisplayPort™ and power delivery, 2x USB 3.2 Gen 2 Type-A, 1x card reader (microSD) (UHS-II, 312MB/s), 1x 3.5mm Combo Audio Jack, HDMI 2.0b
Camera
720P HD IR Camera for Windows Hello
Connectivity
Wi-Fi 6E(802.11ax)+Bluetooth 5.2 (Dual band) 2*2
Audio
Built-in array microphone qith AI noise-cancelling, harman/kardon certified audio
Battery
90WHrs, 4S1P, 4-cell Li-ion
Dimension
35.5 x 24.3 x 1.99 ~ 1.99 cm
Weight
1.9 Kg
Colors
Black
Price
TBD
Warranty
2 tahun garansi global dan 1 tahun ASUS VIP Perfect Warranty
GAMEFINITY.ID, JAKARTA – Perkembangan teknologi telah memunculkan beragam desain laptop baru. Selain desain clamshell tradisional yang masih mendominasi, ada pula desain laptop 2-in-1 yang membuat laptop dapat berubah fungsinya menjadi tablet. Laptop 2-in-1 pun punya beberapa form factor, salah satunya adalah laptop detachable. Berbeda dengan laptop tradisional, laptop detachable memiliki desain yang memungkinkan bagian keyboard-nya untuk dilepas sehingga penggunanya bisa memakai bagian layarnya sebagai komputer tablet.
Meski tidak sepopuler desain clamshell tradisional bahkan 2-in-1 convertible (desain dengan layar 360 derajat), laptop detachable masih cukup digemari karena fleksibilitasnya. Ketika digunakan sebagai tablet, laptop detachable memiliki desain yang lebih ramping ketimbang laptop convertible karena bagian keyboard-nya dapat dipisahkan dari bagian layar yang juga menampung komponen utamanya.
Sayangnya, laptop detachable juga memiliki kelemahan. Karena layar dan komponen utamanya digabung dalam satu bodi, laptop detachable tidak memiliki ruang yang luas untuk menampung komponen yang kompleks. Hal tersebut pula yang membuat hampir semua laptop detachable hanya mengusung spesifikasi yang tergolong standar dan didesain hanya untuk menunjang kebutuhan komputasi kantoran serta sehari-hari. Dengan kata lain, sebagian besar laptop detachable memiliki spesifikasi yang setara dengan ultrabook.
Laptop Gaming | ASUS ROG Flow Z13
Tidak hanya soal ruang untuk menampung komponen, laptop detachable juga biasanya memiliki port I/O yang sangat terbatas. Hal tersebut juga dikarenakan ruang yang sangat minim pada desain laptop detachable, sehingga port yang dapat dihadirkan pun menjadi sangat terbatas.
Lalu bagaimana jika terdapat sebuah laptop gaming detachable yang tetap ringkas seperti laptop detachable pada umumnya, namun memiliki peforma kelas gaming yang sangat powerful? Mungkin bagi sebagian orang hal tersebut hampir mustahil dihadirkan mengingat sifat desain detachable sendiri yang penuh keterbatasan meski sangat fleksibel. Namun bagi tim riset dan pengembangan ASUS ROG, hal tersebut sepertinya merupakan tantangn tersendiri.
Setelah melewati proses riset dan pengembangan yang cukup panjang, ASUS ROG memperkenalkan ROG Flow Z13 (GZ301), sebuah laptop gaming dengan desain detachable terbaru. Berkat desain detachable yang diusungnya, ROG Flow Z13 (GZ301) juga menyandang gelar sebagai tablet gaming paling powerful di dunia.
Laptop Gaming | ASUS ROG Flow Z13
Bagaimana ASUS ROG dapat membuat sebuah laptop detachable sekaligus tablet dengan komponen serta fitur standar gaming yang sangat powerful? Mari kita bahas.
Ringkas Seperti Laptop Detachable Pada Umumnya
Sebagai sebuah laptop detachable, bodi utama ROG Flow Z13 (GZ301) terdiri dari tidak hanya komponen utama seperti motherboard, CPU, GPU, SSD, dan memori saja, tetapi juga layar. Sementara itu, keyboard laptop ini didesain terpisah seperti sebuah aksesori tambahan. Itulah mengapa ROG Flow Z13 (GZ301) menyandang gelar sebagai tablet gaming paling powerful, karena memang pada dasarnya ia bisa dikategorikan sebagai tablet.
Hadir dengan layar berukuran 13-inci, ROG Flow Z13 (GZ301) juga memiliki ketebalan 12mm dan bobot 1,1kg. Meski ketebalan dan bobotnya bisa dibilang sedikit lebih tebal dan berat ketimbang laptop detachable pada umumnya, namun mengingat ini adalah sebuah laptop gaming yang mengusung CPU dan GPU high performance yang belum pernah ada di dalam sebuah laptop detachable berukuran ringkas sebelumnya.
Mirip dengan lini produk detachable pada umumnya, seperti halnya Microsoft Surface, ROG Flow Z13 (GZ301) juga memiliki “kickstand” di bagian belakang bodi utamanya. Kickstand tersebut berfungsi agar bodi utama laptop tersebut diposisikan secara berdiri dan memudahkan penggunanya.
Jika ingin digunakan sebagai laptop, Anda dapat menghubungkan keyboard ROG Flow Z13 (GZ301) ke bagian bawah bodinya. Proses pemasangannya sangat mudah karena menggunakan sistem magnetik dengan koneksi melalui pogo pin sehingga sangat durable.
Sebagai sebuah laptop gaming yang merupakan bagian dari keluarga ROG, ROG Flow Z13 (GZ301) hadir dengan warna hitam dengan desain khas gaming. Di bagian belakang bodi utamanya, ROG Flow Z13 (GZ301) bahkan dilengkapi dengan “jendela” untuk mengintip sebagian komponen yang ada di dalam bodi utamanya. Untuk memperkuat desain khas gaming-nya, jendela tersebut pun dilengkapi dengan lampu RGB LED yang dapat dikustomasi lewat aplikasi Armoury Crate.
Pertanyaannya, bagaimana ROG Flow Z13 (GZ301) mampu tampil dengan desain yang sangat ringkas? Selain mengusung bezel layar yang sangat tipis, ROG Flow Z13 (GZ301) juga tidak memiliki engsel karena menggunakan desain detachable. Ruang untuk mengakomodasi engsel tersebut dimanfaatkan secara penuh untuk menampung berbagai komponen lainnya. Pada akhirnya, tim riset dan pengembangan di ASUS ROG berhasil mendesain motherboard yang sangat ringkas lengkap dengan sistem pendingin khusus. Luar biasa!
Konsep yang diusung oleh ROG Flow Z13 (GZ301) pada dasarnya adalah memungkinkan Anda untuk dapat bermain game di manapun dan kapanpun. Untuk mengakomodasi kebutuhan tersebut, laptop gaming ini tentu harus ditenagai oleh hardware yang powerful. Tidak heran jika ROG Flow Z13 (GZ301) ditenagai oleh CPU dan GPU generasi terbaru.
ROG Flow Z13 (GZ301) mengusung CPU High Performance 12th Gen Intel® Core™, tepatnya hingga Intel Core i9-12900H. CPU yang menggunakan konfigurasi baru dengan total 12 core dan 20 thread tersebut terdiri dari 8 efficient core (E-Core) serta 4 performance core (P-Core). Konfigurasi tersebut memungkinkan setiap perintah dapat diekseskusi secara lebih efisien melalui pembagian pemrosesan yang lebih canggih dan diatur oleh Intel Thread Director. Konfigurasi baru tersebut juga dapat berjalan secara lebih baik di Windows 11 yang juga merupakan sistem operasi yang digunakan di ROG Flow Z13 (GZ301).
High Performance 12th Gen Intel® Core™ sendiri merupakan lini CPU terbaru dengan peningkatan performa yang signifikan dibanding generasi sebelumnya. Varian tertingginya, yaitu Intel® Core™ i9-12900HK mampu berjalan pada clock speed hingga 5GHz dan mengusung configurasi 14 core (6 P-Core dan 8 E-Core) serta 20 thread, sehingga dinobatkan sebagai CPU mobile paling kencang di dunia. CPU High Performance 12th Gen Intel® Core™ juga menawarkan performa tinggi di berbagai skenario penggunaan, seperti gaming yang memiliki peningkatan performa hingga 28%, serta hingga 43% untuk aktivitas content creation jika dibandingkan dengan CPU generasi sebelumnya.
Sebagai lini CPU modern, High Performance 12th Gen Intel® Core™ tentu saja telah dilengkapi serta mendukung teknologi terkini. CPU terbaru tersebut telah mendukung penggunaan memori DDR5 yang menawarkan performa lebih kencang, serta telah dilengkapi dengan dukungan WiFi 6E yang memungkinkan laptop untuk terkoneksi ke jaringan nirkabel secara lebih cepat dan stabil. Selain itu, CPU High Performance 12th Gen Intel® Core™ juga mendukung penggunaan Thunderbolt™ 4 sebagai port serba guna berperforma tinggi dan menawarkan konektivitas terbaik.
Performa CPU 12th Gen Intel® Core™ yang tertanam di ROG Flow Z13 (GZ301) secara mengejutkan sangat kencang, bahkan lebih unggul dari laptop-laptop yang memiliki bodi dan ruang pendinginan lebih besar yang mengusung CPU Intel Core generasi sebelumnya. Padahal ROG Flow Z13 (GZ301) mengusung desain bodi seperti tablet yang jauh lebih ringkas dan tidak memiliki banyak ruang pendinginan.
Berikut performa CPU Intel® Core™ i7-12800H yang di ROG Flow Z13 (GZ301), diuji menggunakan Cinebench R15 dan R23:
Sebagai sebuah laptop (dan juga tablet) untuk bermain game, ROG Flow Z13 (GZ301) tentu wajib dibekali dengan GPU yang powerful. Kali ini ASUS ROG berhasil menyematkan GPU NVIDIA® GeForce RTX™ 3050 ke dalam perangkat detachable ini. Meski bukan merupakan GPU kelas gaming paling bertenaga, namun keberadaannya tetap sangat luar biasa mengingat desain ROG Flow Z13 (GZ301) yang sangat ringkas. Biasanya, RTX™ 3050 disematkan di laptop dengan ukuran bodi lebih besar dari ROG Flow Z13 (GZ301).
Lalu bagaimana performanya? Unit pengujian kami yaitu ROG Flow Z13 (GZ301) dengan CPU Intel® Core™ i7-12800H dan GeForce RTX™ 3050 ternyata cukup mampu menjalankan berbagai game modern dengan sangat baik meski pengaturan grafisnya tidak bisa maksimal.
Berikut adalah hasil uji performa grafis menggunakan 3DMark dan uji dengan berbagai game modern:
Merasa performa grafisnya masih kurang kencang? ROG Flow Z13 (GZ301) juga merupakan laptop kedua yang kompatibel dan dapat dihubungkan dengan solusi GPU eksternal terbaik di dunia, yaitu ROG XG Mobile. Ketika dihubungkan dengan ROG XG Mobile yang ditenagai oleh GPU GeForce RTX™ 3080, seketika unit ROG Flow Z13 (GZ301) yang kami uji menjadi sistem gaming yang sangat powerful.
Game modern yang sebelumnya tidak mampu berjalan dengan lancar jika pengaturan grafisnya tidak diturunkan, kini menjadi sangat lancar menggunakan pengaturan grafis dan resolusi maksimal. Tidak hanya itu, fitur seperti NVIDIA DLSS 2.0 dan RTX Real-Time Ray-Tracing juga dapat dinikmati dengan sangat baik saat menggunakan ROG XG Mobile.
Berikut adalah hasil benchmark game pada ROG Flow Z13 (GZ301) dengan ROG XG Mobile:
Karena desainnya yang sangat ringkas dan minimalis, ROG Flow Z13 (GZ301) tidak menyediakan opsi upgrade sebanyak laptop gaming pada umumnya. Meski demikian, ASUS ROG masih memberikan opsi upgrade pada sisi penyimpanan. ROG Flow Z13 (GZ301) memiliki “pintu khusus” di belakang kickstand-nya sehingga Anda dapat dengan mudah mengakses SSD yang terpasang. Selain itu, Anda juga dapat memasang MicroSD untuk menambah kapasitas penyimpanan.
Penyimpanan ROG Flow Z13 (GZ301) sendiri menggunakan M.2 NVMe PCIe 4.0 x4 SSD 2230 yang ukurannya lebih pendek dari PCIe SSD yang digunakan di laptop gaming pada umumnya. SSD yang digunakan di ROG Flow Z13 (GZ301) cukup kencang dengan hasil pengujian sebagai berikut:
ROG Flow Z13 (GZ301) telah dibekali oleh memori LPDDR5 berkapasitas 16GB. Kapasitas memori tersebut juga lebih dari cukup untuk memenuhi berbagai kebutuhan komputasi harian, hingga kebutuhan gaming. Hal tersebut terbukti dari hasil pengujian komputasi sehari-hari menggunakan PCMark 10. Skornya membuktikan bahwa ROG Flow Z13 (GZ301) juga sangat andal untuk kegiatan selain gaming, seperti bekerja, dan produksi konten.
Sistem Pendingin Inovatif
Kembali lagi pertanyaan paling awal, bagaimana ASUS ROG bisa menyematkan komponen powerful tersebut ke dalam ROG Flow Z13 (GZ301) yang bodinya jauh lebih ringkas dibandingkan dengan laptop gaming pada umumnya? Jawabannya ada pada form factor serta bagaimana ROG Flow Z13 (GZ301) digunakan.
Berkat form factor detachable yang diusungnya, motherboard yang mengusung CPU, GPU, serta komponen utama lain di ROG Flow Z13 (GZ301) berada di bagian bodi yang sama dengan layar. Dengan demikian, posisi motherboard laptop ini pun akan selalu “berdiri” seperti layarnya. Ini membuat sistem pendingin juga berada di posisi yang sama dengan layar sehingga kipasnya bisa mengalirkan udara secara jauh lebih leluasa ketimbang laptop tradisional yang komponen utama bersama pendinginnya harus berhadapan langsung dengan permukaan alas laptop.
Tidak hanya sistem pendingin yang dapat mengalirkan udara secara lebih baik berkat form factor-nya, ROG Flow Z13 (GZ301) juga tidak dibekali dengan sistem pendingin yang biasa ditemukan di laptop pada umumnya. ROG Flow Z13 (GZ301) menggunakan vapor chamber khusus pada sistem pendinginnya. Berbeda dengan heatpipe yang hanya dapat mengalirkan panas dari komponen utama ke heatsink, vapor chamber memiliki fungsi ekstra yaitu melepas panas secara langsung. Berkat penggunaan vapor chamber, proses pendinginan komponen utama di ROG Flow Z13 (GZ301) dapat dilakukan secara aktif maupun pasif.
Hanya itu? Tentu saja tidak. ROG Flow Z13 (GZ301) juga menggunakan kipas Arc Flow Fan terbaru yang memiliki 84 bilah khusus. ASUS juga menggunakan rancangan Variable Blade Thicknes yang membuat setiap bilah kipasnya memiliki ketebalan yang bervariasi. Rancangan tersebut meminimalisir turbulensi sehingga udara dapat mengalir lebih baik dan pendinginan menjadi lebih optimal. Pada pengujian 3DMArk Stress Test tanpa menggunakan ROG XG Mobile, ROG Flow Z13 (GZ301) dapat menahan suhu operasional GPU pada rata-rata 71,44⁰C. Sementara suhu operasional CPU berada di rata-rata 64,97⁰C atau tergolong sangat rendah untuk sebuah laptop detachable berlayar 13-inci yang sangat ringkas.
Sistem pendingin di ROG Flow Z13 (GZ301) juga dilengkapi dengan anti-resonance design yang membuat kipas dapat berputar jauh lebih senyap. Tidak sampai di situ, modul kipas ROG Flow Z13 (GZ301) juga dilengkapi sistem Self Cleaning 2.0. Sesuai dengan namanya, sistem tersebut memungkinkan debu dan partikel untuk dihempaskan ke luar dan tidak tersangkut di dalam sistem pendingin ROG Flow Z13 (GZ301). Self Cleaning 2.0 membuat sistem pendingin dapat selalu bekerja secara optimal tanpa terganggu oleh debu dan partikel kecil lainnya.
Sistem pendingin khusus dan inovatif di ROG Flow Z13 (GZ301) membuat laptop 2-in-1 detachable ini memiliki performa yang tidak hanya powerful, tetapi juga sangat stabil untuk bermain game dalam jangka panjang. Sistem pendingin ini juga yang memungkinkan ROG Flow Z13 (GZ301) tampil sebagai mesin konsol portabel.
Konsol Portabel atau Tablet Powerful?
ASUS ROG Flow Z13 (GZ301) memang bukan sekadar laptop gaming biasa. Ia memang memiliki fungsi dan komponen layaknya sebuah laptop gaming, namun penggunaannya lebih dari sekadar laptop. Karena ROG Flow Z13 (GZ301) adalah laptop 2-in-1 detachable, laptop ini juga dapat difusngsikan sebagai tablet, bahkan menjadi sebuah konsol portabel.
Performanya yang sangat kencang untuk sebuah laptop detachable, membuat berbagai game modern dapat dimainkan di ROG Flow Z13 (GZ301) dengan sangat baik. Bahkan di beberapa skenario performanya bisa mengalahkan laptop yang mengusung bodi lebih besar. Semua itu berkat kombinasi sistem pendingin yang powerful serta keseluruhan rancang bangun ROG Flow Z13 (GZ301) yang sangat inovatif.
Meski ROG Flow Z13 (GZ301) tidak dapat mengusung baterai dengan kapasitas sebesar laptop gaming lain karena keterbatasan ruang. Meski demikian, ROG Flow Z13 (GZ301) tetap mampu bertahan hingga lebih dari 5 jam 30 menit dalam pengujian menggunakan PCMark 10 Battery pada mode modern office. Anda tidak perlu khawatir karena ROG Flow Z13 (GZ301) sudah mendukung fitur USB Power Delivery hingga 100W melalui port USB Type-C yang disediakan. Fitur tersebut juga membuat ROG Flow Z13 (GZ301) dapat diisi dayanya menggunakan power bank.
Port yang diusung di ROG Flow Z13 (GZ301) juga tergolong sangat lengkap, apalagi jika dibandingkan dengan laptop ultrathin atau laptop detachable pada umumnya. ROG Flow Z13 (GZ301) masih dibekali dengan USB Type-A sehingga Anda masih bisa menghubungkan keyboard atau mouse tambahan dengan mudah tanpa dongle. Sementara itu, port USB Thunderbolt™ 4 USB Type-C di laptop ini telah mendukung fitur USB Power delivery, serta dapat digunakan sebagai display output ke monitor eksternal. ROG Flow Z13 (GZ301) juga masih memiliki 3.5mm combo audio jack dan jika masih dirasa kurang Anda juga dapat menghubungkan ROG XG Mobile yang telah dilengkapi banyak sekali port termasukSD Card Reader, HDMI, dan DisplayPort.
Akhir kata, memang hingga detik ini tidak ada laptop gaming seperti ROG Flow Z13 (GZ301).
Main Spec.
ROG Flow Z13 (GZ301)
CPU
Up to 12th Gen Intel® Core™ i9-12900H Processor 2.5 GHz (24M Cache, up to 5.0 GHz, 14 cores: 6 P-cores and 8 E-cores)
Operating System
Windows 11 Home
Memory
8x2GB LPDDR5
Storage
Up to 1TB M.2 2230 NVMe™ PCIe®4.0 SSD
Display
13.4”, Up to WQUXGA (3840 x 2400) 16:10, Touchscreen, 85% DCI-P3, 60Hz 3ms, Adaptive Sync, Mux Switch, Stylus-compatible, Dolby Vision, PANTONE Validated
Graphics
Up to NVIDIA® GeForce RTX™ 3050Ti
Input/Output
1x 3.5mm Combo Audio Jack, 1x ROG XG Mobile Interface, 1x USB 2.0 Type-A, 1x USB 3.2 Gen 2 Type-C support DisplayPort™ / power delivery / G-SYNC, 1x Thunderbolt™ 4 support DisplayPort™ / power delivery, 1x card reader (microSD)
Camera
8MP camera (rear) and 720P HD camera (front)
Connectivity
Wi-Fi 6E(802.11ax)+Bluetooth 5.2 (Dual band) 2*2
Audio
Built-in array microphone qith AI noise-cancelling, harman/kardon certified audio
GAMEFINITY.ID, Jakarta – BStation, komunitas video anime, komik, dan game (ACG) terdepan dengan ekosistem yang terus berkembang di Asia Tenggara mengumumkan bahwa lebih dari 20 kreator virtual (VCreator) terbaik akan bergabung dalam kampanye BStation VCreator in Your Eyes!.
Sebelum mencari tahu tentang kampanye BStation, ada baiknya kita mengerti mengapa kreator konten virtual atau VCreator akan menjadi fenomena yang besar di industri konten digital Indonesia.
Konten yang Segar dan Mudah DIcerna
VCreator adalah persona virtual yang digambarkan oleh streamer melalui avatar online. Setiap VCreator memiliki gambaran penampilan fisik yang khas dan didukung oleh latar belakang, kepribadian, suara, dan cita-cita yang unik untuk menunjukkan persona seperti kehidupan asli yang menarik.
Seiring dengan berkembangnya dunia metaverse yang mengintegrasikan aktivitas keseharian orang-orang ke dalam dunia digital, VCreators menampilkan gambaran konten online dan kepribadian internet yang sangat mungkin terjadi di masa depan.
Di Indonesia, VCreators mengalami lonjakan popularitas yang sangat besar selama pandemi COVID-19, hal ini dikarenakan banyaknya orang yang menghabiskan waktu di rumah sehingga mendorong mereka untuk mengonsumsi konten digital lebih banyak. Variasi konten VCreator tidak terbatas, dan konten yang paling populer adalah karaoke dan komentar langsung terhadap suatu permainan atau anime. Menjadikan konten-konten ini mudah dikonsumsi anak muda di manapun.
Profesi Generasi Baru
Tidak ada batasan kreativitas untuk VCreator. Tapi hal itu bukan satu-satunya alasan mengapa jumlah VCreators di Indonesia bertambah. Dikompilasi dari Playboard, sejumlah VCreator mampu menghasilkan Rp 5-8 juta per tahun hanya dari sumbangan para penggemar.
Sementara beberapa VCreator lain yang telah mendapatkan pengakuan internasional mampu menghasilkan sebanyak Rp 41 miliar setiap tahunnya. Jumlah tersebut membuat manajemen talenta lokal untuk VCreator ini semakin berkembang, beberapa di antaranya seperti Nijisansi ID dan Hololive ID yang berasosiasi dengan grup perusahaan asal Jepang dan Maha5 yang merupakan agensi berbasis lokal.
Menyadari tren profesi VCreator di Indonesia, BStation sebagai platform streaming video terkemuka tertarik untuk mendukung tren yang tengah berkembang ini dalam dunia hiburan masa depan dan memperkaya gaya hidup digital generasi muda. Platform streaming kami menawarkan ruang bermain dan peluang baru bagi VCreator untuk memamerkan kreativitas dan diri mereka, lengkap dengan fitur built-inlive streaming.
Para penggemar yang menonton video live streaming bersama VCreators dapat berkomunikasi langsung dengan streamer favorit mereka melalui fitur Live Comment, yang memungkinkan komentar penonton muncul di layar secara real time untuk ditanggapi oleh VCreator, dan juga untuk dilihat dan berinteraksi dengan pemirsa lainnya, sehingga terjadi interaksi komunitas yang nyata.
Kampanye Bstation Vcreator in your eyes! akan berlangsung dari tanggal 8 hingga 22 April untuk mendukung VCreator lokal untuk menunjukkan kreativitas mereka. Sebagai bagian dari misi Bstation untuk memperkaya gaya hidup digital anak muda, Bstation telah mengundang lebih dari 20 VCreator untuk live streaming dan penggemar mereka dapat menikmati konten dan hadiah yang menarik saat berpartisipasi dalam kampanye ini.
“Kampanye Bstation Vcreator in your eyes! tidak hanya memperkaya penawaran konten dan mendorong keterlibatan diantara para para kreator dan penggemar mereka, tetapi juga menunjukkan potensi metaverse”, kata juru bicara BStation.
Lebih lanjut dia menambahkan, “Vcreator adalah fenomena yang berkembang di seluruh dunia, dan kami melihat lonjakan popularitas di kalangan penggemar Indonesia. Sebagai platform yang berfokus pada pengguna, kami percaya dengan mengundang Vcreators ke dalam platform kami akan mampu menginspirasi pembuat konten lain untuk mencoba tren digital yang sedang naik daun ini.
Kami juga berharap dapat berkembang bersama VCreator lokal di Indonesia. Kami ingin mengundang lebih banyak Vcreator untuk merayakan budaya Indonesia dan menanamkannya ke dalam kreasi konten mereka, seperti Wayang atau superhero Indonesia”.
Baik kreator dan pengguna dapat mengambil bagian dalam kampanye Bstation Vcreator in your eyes!. Adapun bagi para kreator berkesempatan untuk memenangkan hadiah menarik seperti kamera Canon dan menandatangani kontrak eksklusif dengan Bstation. Pengguna dapat memilih VCreator favorit mereka untuk memenangkan iPhone 13 dan Kartu Akses Awal.
Tentang Bstation
Dengan misi untuk memperkaya keseharian generasi muda, Bstation adalah pemimpin platform video anime, comic, & game (ACG) terbesar di Asia Tenggara dengan ekosistem konten yang terus berkembang. Sebuah platform hybrid yang mewadahi occupationally generated videos (OGVs) dan user generated contents (UGCs). Bstation terus mengembangkan ekosistem konten untuk memfasilitasi ragam minat dan ketertarikan dari penggunanya
GAMEFINITY.ID Kutai Kartanegara – Sejumlah game klasik PlayStation dilaporkan kedaluarsa dan tidak dapat berjalan di konsol PlayStation 3 serta PlayStation Vita.
Sebagaimana yang dilaporkan oleh laman web Kotaku, beberapa pengguna Reddit dan Twitter sempat mengeluhkan permasalahan ini dalam beberapa hari terakhir. Dimana mereka tidak dapat memainkan permainan klasik yang telah mereka beli seperti Chrono Cross, Chrono Trigger, hingga game Final Fantasy VI. Hal ini terjadi, karena game tersebut telah dinyatakan kedaluwarsa sejak lebih dari lima puluh tahun yang lalu.
Mereka bahkan sudah melakukan beberapa cara seperti me-restart ulang sistem, berlangganan ulang PlayStation Plus, hingga mengembalikan lisensi game. Akan tetapi, hal tersebut sama sekali tidak membuahkan hasil.
Sementara itu, seorang editor dari GamesHub, Edmond Tran, mengatakan bahwa ia tidak dapat memainkan game Chrono Cross di konsol PS3 karena game dinyatakan kedaluwarsa sejak 52 tahun yang lalu. Ia juga mengklaim bahwa game ini masih bisa berjalan di konsol PS Vita, meskipun sudah tidak dapat ditemukan di PS Vita Store, yang kemungkinan besar menandakan bahwa game ini telah di-take down oleh Sony.
“Jadi, apakah @PlayStation kedaluwarsa versi PSOne Classics dari #ChronoCross dan #ChronoTrigger dengan menyetel tanggal unduhan baru ke 31/12/1969? Ini mencegah saya memutar salinan yang saya beli di Vita dan PS3. @ModernVintageG @dark1x” tulis salah seorang pengguna Twitter, dengan nama akun Christopher Foose (@FooseTV).
Selain ketiga game tersebut, beberapa pengguna Twitter juga melaporkan masalah yang sama pada game klasik lain. Diantaranya Rune Factory Oceans, Super Street Fighter IV: Arcade Edition, Gex: Enter the Gecko. Bahkan, ada beberapa laporan yang mengklaim bahwa seluruh game di library mereka juga mengalami permasalahan ini.
Hingga berita ini ditulis, masih belum ada penjelasan resmi dari pihak Sony mengenai penyebab dan solusi dari permasalahan ini. Sementara itu, Kotaku berpendapat bahwa masalah ini mungkin berasal dari bug, yang menyebabkan PS3 dan PS Vita mengembalikan tanggal kedaluwarsa lisensi game mereka ke zaman Unix.
Atau waktu dan tanggal yang ditetapkan oleh pengembang untuk menentukan awal masa aktif dari sistem operasi. Bug ini kemudian mengatakan pada sistem, bahwa game tidak dapat lagi dimainkan setelah tepat tengah malam pada tanggal 1 Januari 1970.
Jajaran laptop ROG terbaru yang telah ditenagai oleh prosesor High Performance 12th Gen Intel® Core™ akan hadir besok di Indonesia dalam acara peluncuran bertajuk Malam Malam Unleash The Legend Inside ROG Intel 12th Gen yang ditayangkan secara langsung di YouTube dan Facebook ASUS ROG Indonesia serta kanal YouTube MalamMalamNet. DI acara tersebut ASUS akan memperkenalkan tiga laptop gaming ROG terbaru yaitu laptop para gamer e-sports ROG Strix SCAR 15/17, laptop gaming 16-inci ROG Zephyrus M16, serta laptop sekaligus tablet gaming paling powerful di dunia ROG Flow Z13.
Ketiga laptop gaming ROG yang diperkenalkan kali ini tidak hanya dibekali prosesor 12th Gen Intel Core terbaru, tetapi juga hadir dengan serangkaian teknologi serta fitur terkini. Semua itu memungkinkan jajaran laptop ROG terbaru hadir dengan bodi lebih ringkas, kontrol dan kualitas visual lebih baik, kapasitas baterai lebih besar, serta performa lebih kencang dengan suhu operasional lebih rendah.
Berikut beberapa pembaruan pada jajaran laptop gaming ROG terbaru yang akan diperkenalkan besok:
12th Gen Intel® Core™ H Series Processor
ROG Strix SCAR Series, ROG Zephyrus M16, dan ROG Flow Z13 merupakan laptop yang telah ditenagai oleh prosesor 12th Gen Intel® Core™ H Series yang telah menggunakan pemrosesan berbasis Intel 7. Berbeda dengan generasi sebelumnya, prosesor Intel® Core™ generasi ke-12 menggunakan konfigurasi core yang terdiri dari Performance Core (P-core) dan Efficient Core (E-core). Sesuai dengan namanya, P-core yang memiliki performa tinggi bertugas untuk memproses tugas-tugas berat. Sebaliknya, E-core bertugas menjalankan tugas-tugas ringan namun sangat efisien dan tidak memakan banyak daya.
Kombinasi P-Core dan E-Core menghasilkan sebuah prosesor hibrida yang memiliki kemampuan pemrosesan yang sangat tinggi dan optimal untuk gaming dan content creation, sekaligus mampu tampil sangat efisien dan hemat daya. Tidak heran jika prosesor tertinggi di keluarga 12th Gen Intel® Core™ H Series, yaitu Intel® Core™ i9-12900HK, menyandang gelar sebagai prosesor mobile paling kencang saat ini berkat konfigurasi 14 core (6 P-core dan 8 E-core) dan 20 thread yang mampu dipacu hingga 5GHz.
ROG Nebula™ Display
Kali ini ASUS ROG juga memperkenalkan standar baru layar laptop gaming yaitu ROG Nebula™ Display. ROG Nebula™ Display dibangun atas kebutuhan dasar gaming yaitu kecepatan, tingkat kecerahan, dan kualitas visual. Kali ini, ROG Nebula™ Display hadir di lini ROG Zephyrus M16.
Layar laptop gaming yang menggunakan ROG Nebula™ Display seperti ROG Zephyrus M16 (GU603Z) dipastikan mengusung panel yang memiliki color gamut 100% DCI-P3, tingkat kecerahan 500 nits, dilengkapi fitur Adaptive Sync, serta memiliki response time 3ms. Tidak hanya itu, layar ROG Nebula™ Display juga telah mengantongi sertifikasi PANTONE® Validated Display untuk akurasi warna, TÜV Rheinland untuk low blue light dan anti-flicker, serta mendukung teknologi dari Dolby Vision. Spesifikasi tersebut menegaskan bahwa ROG Nebula™ Display dirancang tidak hanya untuk para gamers, tetapi juga untuk para kreator.
MUX Switch
Keseluruhan jajaran laptop gaming ROG tersebut juga telah dilengkapi dengan berbagai fitur yang membuat pengalaman gaming semakin baik, salah satunya adalah MUX Switch. Seluruh laptop gaming ROG dan TUF di tahun 2022 akan dilengkapi dengan MUX Switch, yaitu chip khusus yang dapat mengatur jalur data visual yang ditampilkan di layar laptop. Melalui MUX Switch, jalur data visual dari discrete chip grafis bisa dialihkan langsung ke layar laptop tanpa harus melalui prosesor dan integrated chip grafis-nya.
MUX Switch sangat berguna saat laptop ROG bekerja menggunakan discrete chip grafis yang tertanam di dalamnya, seperti halnya saat bermain game. Karena data visual kini dapat ditampilkan langsung dari discrete chip grafis, performa dalam game pun dapat ditampilkan secara lebih baik. Peningkatan performa pada game dengan menggunakan MUX Switch dapat mencapai 10-30%.
ROG Intelligent Cooling
Sistem pendingin ROG Intelligent Cooling kembali hadir dengan peningkatan di berbagai sisi, sehingga memastikan laptop gaming ROG terbaru dapat beroperasi secara stabil dan terhindar dari efek overheat. Salah satu peningkatannya ada pada desain kipas terbaru, yang kini dibekali dengan 84 variable thickness blade sehingga tidak hanya menghadirkan aliran udara lebih baik tetapi juga dapat beroperasi secara lebih senyap.
ROG Intelligent Cooling juga memanfaatkan teknologi liquid metal Thermal Grizzly Conductnaut Extreme yang dapat menekan suhu operasional hingga 10⁰C. Liquid metal memiliki daya hantar panas yang jauh lebih baik dari thermal paste berbahan silikon. Selain dapat menjaga suhu operasional secara lebih baik, penggunaan liquid metal juga membuat gamer tidak perlu mengganti thermal paste secara berkala.
Ayo Bergabung Bersama ROG Community Indonesia
ASUS ROG Indonesia menghadirkan ROG Community Indonesia, sebagai tempat untuk para pengguna setia laptop gaming ROG dan TUF berbagi pengalaman, bermain game bersama, dan berinteraksi langsung dengan #TeamROG. Segera bergabung dengan ROG Community Indonesia di Discord channel https://bit.ly/DiscordROGCommunityID dan Facebook Group https://bit.ly/ROGCommunityID.
Acara Malam Malam Unleash The Legend Inside ROG Intel 12th Gen sendiri akan ditayangkan secara langsung pada tanggal 12 April 2022 pukul 19.00 WIB dan dapat disaksikan melalui platform berikut ini: