Tag Archives: Game

Troublemaker: Game Terakhir Windah Basudara

GAMEFINITY, Jakarta – Troublemaker menjadi game terakhir yang dimainkan oleh Youtuber Gaming, Windah Basudara sebelum Ia pamit undur diri. Game ini adalah game buatan anak bangsa yang diproduksi oleh Gamecom Team dan Freedom Games. Troublemaker bisa diunduh di Steam, Epic Games, dan GOG.com.

Sinopsis Troublemaker, Kisah Awal Budi

Troublemaker
Budi dan Ibunya di Troublemaker

Budi, seorang siswa SMA, berbincang-bincang dengan seorang pedagang bakso bernama Pak Asep di perjalanan pulang dari sekolah. Pak Asep menasihati Budi untuk rajin belajar di sekolah. Ketika Budi berjalan pulang, dia dihadang oleh sekelompok pemuda yang terlihat seperti preman di tempat tersebut. Uniknya, salah satu preman tersebut ada yang bernama Windah. Mereka memerintahkan Budi untuk pulang lewat jalan lain, namun Budi tetap berjalan dan tidak mendengarkan mereka. Akhirnya, Budi dan para preman itu terlibat dalam perkelahian, dan meskipun dia hanya seorang siswa SMA, Budi berhasil mengalahkan mereka semua, termasuk bos atau pemimpin mereka.

Baca juga: 

Setelah Budi memenangkan perkelahian itu, tiba-tiba polisi datang dan menangkapnya. Budi dibawa ke kantor polisi untuk diberi peringatan, dan ibunya datang menjemput anaknya itu. Dari perkataan ibunya, kita bisa tahu bahwa Budi telah dipanggil oleh polisi berkali-kali sebelumnya. Ibu Budi juga merasa bahwa tetangga mereka selalu membicarakan anaknya dengan pandangan yang negatif dan merendahkan keluarganya.

Ayah Budi sudah meninggal dunia, dan sekarang ia tinggal bersama Ibu dan Ayah Tirinya. Setelah terjadi perdebatan antara Budi dan Ibunya, Budi diberitahu bahwa Ayah tirinya akan dipindahkan tugas ke Jayakarta. Hal itu menjadi kesempatan baginya untuk mencari lingkungan yang lebih baik. Meskipun harus pindah sekolah, Ibunya tahu bahwa ini adalah yang terbaik bagi keluarga mereka.

Gameplay Troublemaker (9/10)

Troublemaker
Gameplay Troublemaker

Tim Gamecom menjelaskan bahwa pengembangan Troublemaker terinspirasi dari tiga game populer di PS2, yaitu God Hand, Bully, dan Yakuza. Oleh karena itu, pemain mungkin akan merasa seperti bermain ketiga game tersebut secara bersamaan. Troublemaker mengusung genre 3D Beat em up yang juga dianut oleh ketiga game tersebut. Misalnya, ketika kamu menjelajahi wilayah sekolah, itu akan mengingatkan kamu pada game Bully. Selain itu, setiap gerakan atau serangan yang dilakukan oleh karakter Budi akan mengingatkan pada game God Hand yang juga memiliki beberapa serangan yang berbeda-beda.

Baca juga: Review God Hand, Beat Em Up Full SFX yang Ikonik

Troublemaker memiliki gameplay yang linear, di mana pemain hanya dapat mengikuti alur cerita yang telah ditentukan oleh Tim Gamecom. Hal ini berarti, kamu tidak dapat mengeksplorasi cerita secara mandiri dan harus mengikuti narasi serta arah yang telah ditentukan. Namun demikian, Troublemaker memiliki pacing yang baik dan alur cerita yang padat sehingga gameplay tidak akan terasa membosankan.

Grafis (7/10)

Troublemaker
Pertarungan Budi

Dalam hal kualitas grafis, versi full release Troublemaker hampir sama dengan versi demo yang dirilis pada Juli 2022. Namun, Gamecom Team telah melakukan beberapa perbaikan pada beberapa bagian, seperti user interface yang lebih segar dan tambahan efek yang membuat pertarungan antara Budi dengan jagoan lain menjadi lebih menarik.

Meskipun beberapa detail pada Troublemaker belum mencapai kualitas game AAA lainnya, Tim Gamecom berusaha untuk memperhatikan kualitas detail pada beberapa elemen, seperti karakter 3D yang diimplementasikan berdasarkan gambaran 2D yang telah dibuat. Namun, masih ada beberapa kekurangan, seperti karakter Zainal yang memiliki postur yang berbeda dengan penggambaran postur versi 2D yang memiliki postur tubuh besar.

Baca juga:

Secara keseluruhan, grafis Troublemaker masih dapat dinikmati dengan baik, terutama karena Gamecom Team berhasil menciptakan nuansa sekolah di Indonesia pada elemen-elemen seperti kantin, lorong kelas, parkiran, dan sebagainya. Meskipun masih ada beberapa kekurangan, pengalaman bermain Troublemaker tetap memuaskan.

Kontrol (8/10)

Troublemaker

Kontrol dalam game Troublemaker terbilang cukup responsif dan mudah dipahami. Dalam mode pertarungan, pengguna dapat menggunakan berbagai macam jurus dan serangan yang terdiri dari kombinasi tombol yang cukup mudah diingat. Selain itu, navigasi dalam game juga cukup mudah dan intuitif, meskipun terkadang terasa sedikit kaku ketika bergerak di area yang terlalu sempit. Namun, dengan berbagai kelebihan yang dimiliki, kontrol dalam game Troublemaker berhasil mendapatkan nilai 8/10 dari penulis.

Audio (7/10)

Troublemaker

Dalam hal audio, Troublemaker memiliki keunikan yang sangat menarik. Game ini dilengkapi dengan beberapa lagu yang sangat enak didengar dan mampu mengikuti perubahan suasana dalam permainan. Hal ini tentu membuat permainan Troublemaker terasa lebih menarik, terutama saat dimainkan dengan menggunakan headset atau headphone. Selain itu, pengisi suara untuk setiap karakter dalam Troublemaker mampu membuat karakter 3D terasa lebih hidup dan autentik. Namun, perlu diingat bahwa Troublemaker adalah game yang ditujukan untuk orang dewasa dan mengandung kata-kata yang tidak sepenuhnya pantas. Oleh karena itu, disarankan untuk memainkan Troublemaker dengan menggunakan headset agar tidak mengganggu orang lain yang berada di sekitar.

Baca juga:

Kesimpulan Troublemaker

Troublemaker, sebuah game buatan developer lokal, memberikan angin segar bagi industri game di Indonesia. Berbeda dengan banyak game lokal lainnya yang didominasi oleh tema horor, Troublemaker menawarkan alur cerita yang padat dan dikemas dengan baik dengan bantuan narasi dan pengisi suara yang menarik. Meski demikian, masih ada beberapa kekurangan yang perlu diperbaiki seperti detail kecil di poster mading yang masih menggunakan “Lorem Ipsum”. Namun, keseluruhan, game ini tetap patut dicoba karena memiliki gameplay beat em up yang luwes dan alur cerita yang kuat. Dengan harapan bahwa Gamecom Team terus berkembang dan menghasilkan seri berikutnya dengan kualitas yang lebih baik lagi.

Update informasi menarik lainnya seputar game, anime, esports, pop culture, serta teknologi hanya di Gamefinity. Gamefinity.id menyediakan jasa pengisian top up dan voucher game dengan cara yang mudah dan pastinya terjangkau.

Blackpink Luncurkan Game Mobile Sendiri, Rilis Tahun Ini

GAMEFINITY.ID, Bandung – YG Entertainment mengumumkan mereka akan meluncurkan Blackpink The Game sebagai game mobile pada paruh kedua tahun ini. Mereka telah merilis preview pertama dari game mobile tersebut baru-baru ini.

Blackpink The Game Akan Rilis Tahun Ini

Kabar itu diumumkan pada 4 April 2023. Mereka akan merilis mobile game berdasarkan IP Blackpink pada paruh kedua tahun ini. Game tersebut dibuat sebagai bentuk kerjasama dengan pengembang game TakeOne Company.

“Melalui format baru ini, penggemar akan bisa melihat aspek beragam dari Blackpink yang belum pernah dilihat sebelumnya. Kami harap penggemar di seluruh dunia dapat menikmati dan mendapat pengalaman istimewa di dunia Blackpink the Game.”

Dilansir dari Soompi, Blackpink The Game menjadikan pemain sebagai produser Blackpink di sebuah dunia multiverse. Pemain akan membantu setiap anggotanya berkembang melalui simulasi latihan dan manajemen. Terdapat pula fitur Blackpink World di mana pemain dapat memasang avatarnya sendiri dan berkomunikasi dengan pengguna lain di seluruh dunia.

Selain itu, terdapat lagu baru yang akan dijadikan soundtrack dari game ini. Soundtrack tersebut beserta MV-nya akan rilis pada kemudian hari.

Baca juga: 

TakeOne Company Juga Mengembangkan Game BTS, BTS World

Ini bukan kali pertama grup K-pop mendapat game-nya sendiri. Sebelumnya, BTS telah meluncurkan mobile game-nya sendiri pada 2019 yang berjudul BTS World. Menariknya,  TakeOne Company juga ikut berperan dalam pengembangan BTS World. Ini menjadi kali kedua bagi TakeOne Company untuk mengembangkan game berdasarkan grup K-pop.

“Kami bangga mengungkap game resmi pertama Blackpink, girl group terbaik sedunia. Berkat kolaborasi dari pengetahuan dari konten gameperusahaan kami dan partisipasi aktif anggota Blackpink, kami akan tunjukkan game unik dari sebelumnya,” ungkap perwakilan TakeOne Company.

Tentu ini satu lagi ketertarikan pengembang game untuk memanfaatkan budaya K-pop. Dalcomsoft sendiri sudah terkenal dengan seri rhythm game Superstar dimulai dari Superstar SMTown pada 2014. Sejak saat itu, Dalcomsoft merilis seri game Superstar lain setelah mencapai kesepakatan dengan agensi lain seperti Superstar JYP dan Superstar YG.

Blackpink The Game akan rilis paruh kedua tahun ini. Sementara itu, lagu terbaru Jisoo, Flower, sudah rilis dan sudah menjadi video paling banyak ditonton dalam 24 jam tahun ini di YouTube.

Utamakan Kreator, Konami Buka Studio Baru di Osaka

GAMEFINITY.ID, Bandung – Masih merayakan hari jadinya yang ke-50 sejak 19 Maret 2023, Konami mengumumkan mereka telah membuka studio baru di Osaka. Hal ini dilakukan karena perusahaan berambisi untuk mencapai peluang pertumbuhan jangka panjang dalam 50 tahun ke depan.

Cabang baru yang dinamakan Konami Osaka Studio itu akan memiliki peralatan teknologi mutakhir yang diperlukan untuk membuat game, di antaranya peralatan motion capture. Studio itu disebut akan mengutamakan kreator dalam pengembangan game.

Konami Buka Studio Baru di Osaka demi Mengutamakan Kreator

Konami Osaka Studio
Studio baru Konami di Osaka

“Konami Osaka Studio menjadi relokasi dari studio yang sudah ada dan muncul dari konsep ‘Creators First’. Studio itu memiliki ciri khas lingkungan yang dikembangkan dengan baik di mana kreator dapat mempraktikkan potensi penuhnya, dan terletak di sebuah lokasi dengan akses transportasi praktis. Sebagai pusat produksi besar di Jepang Barat, fasilitas ini sudah penuh dengan peralatan motion capture dan studio suara yang diperlukan untuk pengembangan produk,” tulis Konami dalam laman persnya.

Konami Osaka Studio map
Peta lokasi Konami Osaka Studio

Studio baru itu terletak di Osaka Umeda Twin Towers South lantai 23. Konami menjelaskan Studio Osaka-nya dapat membantu melanjutkan pertumbuhan jangka panjang bagi perusahaan selama 50 tahun ke depan.

Sementara itu, pengembang Silent Hill dan Castlevania itu berencana untuk membuat pusat R&D (research and development) generasi selanjutnya di Tokyo. Kantor itu akan bernama Konami Creative Front Tokyo Bay. Fasilitas itu direncanakan akan selesai 2025.

Selain itu, perusahaan bertutur bahwa pihaknya akan menaikkan gaji pokok karyawannya mulai Maret 2023. Hal ini dilakukan demi mengembangkan managemen berbasis human capital, menambah keterlibatan karyawan, dan membuat perusahaan semakin kompetitif.

Sebagai Bagian dari Ambisi untuk Kembali ke Industri Game AAA?

Konami sudah memaparkan mereka akan kembali ke industri game AAA selama dua tahun terakhir. Mereka telah vakum dari produksi game AAA pada pertengahan 2010-an. Game AAA terakhir yang paling dikenal adalah Metal Gear Survive yang rilis 2018 dan mendapat kritikan dari penggemar.

Perusahaan sudah mengumumkan Silent Hill 2 Remake yang akan dikembangkan bersama Bloober Team. Tidak hanya itu, Silent Hill f juga tengah dikembangkan. Keduanya menjadi proyek Silent Hill baru setelah 10 tahun.

Baca juga:

Sementara itu, terdapat rumor bahwa Konami akan mengumumkan remake dari Metal Gear Solid 3: Snake Eater dan game Castlevania baru dalam waktu dekat. Namun, belum diketahui lebih banyak lagi selain itu. Bahkan, game Dead Cells menghadirkan DLC kolaborasi dengan Castlevania bertajuk Return to Castlevania pada 6 Maret lalu.

Konami tentu berharap agar studio baru di Osaka itu dapat membantu mengembalikan kejayaannya sebagai pengembang game besar seperti dulu.

Disney Dreamlight Valley, Life Sim Bersama Karakter Disney

GAMEFINITY.ID, Bandung Disney Dreamlight Valley merupakan game life simulation yang dikembangkan oleh Disney dan Gameloft. Dalam game ini, karakter pemain diceritakan berada di lembah magis yang penuh dengan karakter Disney dan Pixar. Valley tersebut mendapat kutukan yang memicu setiap karakternya kehilangan ingatan.

Game ini pertama kali rilis sebagai early access pada 6 September 2023 di PC, Nintendo Switch, PlayStation 4, PlayStation 5, Xbox One, dan Xbox Series X|S. Saat early access, pemain wajib membayar Founder’s Pack atau berlangganan Game Pass untuk menikmati game ini. Gameloft akan merilis game ini sebagai free-to-play paling cepat tahun ini.

Baca juga: 

Sinopsis Disney Dreamlight Valley

Karakter pemain diceritakan meninggalkan kehidupan kota untuk tinggal kembali di pedesaan. Saat ke dunia mimpi setelah tertidur, mereka tiba di Dreamlight Valley, sebuah lembah magis yang penuh dengan karakter Disney dan Pixar. Namun, lembah itu sudah terkutuk.

Disney Dreamlight Valley peace
Dreamlight Valley sebelumnya merupakan desa yang damai di mana semua penghuninya hidup harmonis

Dreamlight Valley dulunya menjadi desa penuh harmoni di kalangan karakternya, tetapi semuanya berubah saat sang ruler (penguasa) tiba-tiba meninggalkannya. Saat itu, Night Thorn bertumbuh di sekitar desa, memicu kutukan The Forgetting yang menghilangkan ingatan setiap penghuninya.  Banyak karakter yang mengungsi ke alam asalnya masing-masing demi berlindung dari Night Thorn. Karakter pemain diceritakan memutuskan untuk mengembalikan lembah seperti sediakala dan menyingkirkan semua Night Thorn.

Pemain dapat menggunakan sihirnya sendiri bernama Dreamlight untuk menyingkirkan Night Thorn. Mereka juga dapat berkenalan dengan karakter Disney seperti Mickey Mouse, Goofy, dan Donald Duck sambil membantu mengembalikan ingatan mereka. Selain itu, pemain juga dapat berkunjung ke alam asal karakter lain di Dream Castle demi mengajak mereka untuk kembali tinggal di Dreamlight Valley.

Baca juga:

Gameplay Disney Dreamlight Valley (9/10)

Disney Dreamlight Valley gameplay 2
Disney Dreamlight Valley mungkin mengingatkan pada Animal Crossing secara gameplay, namun tetap menyenangkan

Secara gameplay, mungkin Disney Dreamlight Valley paling mengingatkan pada Animal Crossing, di mana pemain mengontrol karakternya yang tinggal di sebuah lembah. Ada juga sistem progression RPG di mana pemain dapat level up untuk meningkatkan energi sihir dan mendapat reward tertentu.

Terdapat pula berbagai aktivitas yang dapat dilakukan seperti berkebun, memancing, menggali, menambang, dan berfoto. Keempat hal pertama itu penting untuk dilakukan saat menjalankan main quest dan side quest. Pasalnya, terdapat kewajiban untuk mengumpulkan barang dan juga memasak makanan serta membuat sebuah barang baru.

Disney Dreamlight Valley wardrobe customization
Contoh tampilan kustomisasi penampilan karakter pemain

Baca juga:

Slot inventory memang terbatas. Bedanya dengan Animal Crossing, peralatan, furnitur dan pakaian tidak memenuhi inventory tersebut. Khusus untuk pakaian, pemain dapat mengustomisasinya. Pakaian juga mendapat kustomisasi penampilan pemain di dalam game.

Pemain dapat berinteraksi dengan berbagai karakter Disney, termasuk villain seperti Ursula dan Mother Gothel. Di sini, mereka dapat membangun friendship level yang menjadi kewajiban untuk mulai menjalankan side quest. Pemain dapat mengajak mereka hang out sambil melakukan aktivitas demi mendapat tambahan friendship level.

Terdapat mata uang Star Coin yang dapat diperoleh dengan menjual isi inventory pemain di stall milik Goofy. Star Coin itu dapat dipergunakan dengan membeli pangan dan biji untuk berkebun di stall Goofy, material tertentu di stall milik Kristoff, beberapa bahan makanan di restoran Remy, dan juga pakaian serta furnitur di toko milik Scrooge McDuck. Pemain juga dapat membayar Scrooge McDuck untuk membangun bangunan dan meng-upgrade toko serta rumah pemain.

Terdapat pula microtransaction yang dapat mempercepat progress pemain dan juga berbagai item berupa furnitur dan pakaian. Sejauh ini, microtransaction tidak terlalu berdampak pada progress.

Baca juga:

Control (8/10)

Kontrol di Disney Dreamlight Valley relatif simpel. Begitu pula dengan UI-nya yang mudah dimengerti. Menu-nya menyediakan informasi tentang daftar resep makanan, map, dan lainnya. Terdapat pula tombol shortcut untuk membuat section di menu yang terkadang tidak mudah untuk diingat.

Graphics (9/10)

Disney Dreamlight Valley world
Grafik yang ditampilkan seakan menjadikan game ini sudah menjadi full release

Melihat dari grafiknya, dapat dikatakan setiap gambar dan animasi dalam game ini memiliki kualitas tinggi. Dunia di dalam game ini terlihat menakjubkan meski masih tergolong early access. Hampir semua grafik di dalam game ini terlihat alami dan mengalir walau ada beberapa yang tergolong tidak konsisten saat menggerakkan kamera.

Baca juga:

Music (9/10)

BGM di Disney Dreamlight Valley kebanyakan terinspirasi dari musik Disney, contohnya sebut saja When You Wish Upon a Star yang menjadi lagu khas untuk Disney. Terdapat pula lagu yang terinspirasi dari film Disney lain. Kebanyakan deretan lagu ini membuat rileks sekaligus menjadi menyenangkan.

Addictive (8/10)

Disney Dreamlight Valley menawarkan pengalaman bermain life simulation yang menyenangkan berkat ceritanya yang semakin membuat penasaran. Game ini menjadi menyenangkan bagi semua kalangan usia, bahkan jika mereka bukan penggemar berat Disney sekalipun.

Game ini memiliki satu kekurangan yaitu soal grinding. Sering sekali, pemain harus mendapatkan barang dengan melakukan aktivitas seperti menambang, memancing, dan menggali demi menyelesaikan quest. Mendapat barang yang sesuai kebutuhan mungkin membutuhkan keberuntungan. Jika energi sihirnya sampai habis, pemain sering sekali harus mengonsumsi makanan atau kembali ke rumah untuk recover. Grinding seperti ini terasa merepotkan.

Baca juga:

Verdict untuk Disney Dreamlight Valley

Secara keseluruhan, Disney Dreamlight Valley terasa seperti game yang sudah jadi meski masih tergolong early access. Walau begitu, belum banyak karakter Disney dan Pixar yang hadir melalui realm yang akan menjadi bagian dari update mendatang. Ceritanya yang simpel dan mudah diikuti serta beberapa elemen game-nya sudah menyenangkan. Meski begitu, grinding dapat jadi merepotkan saat mengumpulkan bahan demi menyelesaikan berbagai quest.

Untuk Disney Dreamlight Valley, penulis dapat memberi total score sebesar 8,6.

Disney Dreamlight Valley tersedia sebagai early access berbayar di PC, Mac, PlayStation 4, PlayStation 5, Xbox One, Xbox Series X|S, dan Nintendo Switch. Game ini akan menjadi free to play paling cepat tahun ini.

Windah Basudara Pamit Undur Diri Setelah Menamatkan Youtube

GAMEFINITY, Jakarta – Windah Basudara, seorang Youtuber terkenal di Indonesia, mengumumkan keputusannya untuk meninggalkan dunia Youtube sampai waktu yang belum bisa ditentukan. Dalam video terakhirnya yang diunggah pada tanggal 5 April 2023, Windah Basudara mengucapkan pamit dan berbagi cerita mengenai kisah perjalanan karirnya di Youtube.

Keputusan ini diambil setelah ia merasa terlalu lelah dan ingin fokus pada kehidupan pribadinya. Singkatnya di akhir video, Ia berterima kasih kepada para penggemarnya yang selalu mendukung dan menyayanginya selama ini.

Baca juga:

Windah Franco Basudara memulai karirnya di Youtube pada tahun 2018. Dengan konten-konten yang menarik dan unik, ia berhasil menarik perhatian banyak penonton dan mendapatkan pengikut yang setia. Dalam kurun waktu yang singkat, Windah Basudara telah menghasilkan konten-konten yang berkualitas dan mendapatkan popularitas yang besar di platform Youtube.

Windah Basudara
Windah unboxing Diamond Play Button

Setelah berhasil mengumpulkan 10 juta subscribers, Windah menyumbangkan dana sebesar Rp300 juta kepada organisasi sosial melalui penghasilan dari Google Adsense dan endorse. Setelah itu, sebagai penerima Diamond Play Button dari YouTube, Windah menempatkan penghargaan tersebut dan memberikan ucapan perpisahan kepada semua karakter yang pernah dimainkannya di akhir sesi siaran langsung.

Baca juga:

Windah Basudara Tren Topik Twitter

Akibat dari pamitnya Windah, para penggemarnya juga turut memberikan penghormatan dengan mengucapkan perpisahan melalui Twitter. Hal ini ditunjukkan dengan tren topik di Twitter yang mencapai 13,6 ribu cuitan yang menggunakan kata kunci “Windah” (5/4/2023).

“see you bang windah, senang jadi bocil replay😭,” tulis akun @camelloas seperti dikutip, Rabu 5 April 2023.

“Bener-bener ada masanya gua susah banget shifting karir dan nyari kerja sampe mau nyerah, yang ngehibur gua ya bang windah, pagi siang sore malem jadi bocil kematian. Tapi emang udah waktunya bang windah istirahat adik adik. Makasih ya bang,” tulis akun @kiamatsugoi.

Baca juga:

“These are enough to make a grown man cry. I’m saying this cuz I was bawling my eyes out. So long, King Windah Basudara. Thank you for accompanying me and brightening my days for the past 2 years. Eat your favourite meals, watch your favourite show, listen to your favourite songs,” tulis akun @normelpeople.

Update informasi menarik lainnya seputar anime, game, pop culture serta teknologi hanya di Gamefinity. Gamefinity.id menyediakan jasa pengisian top up dan voucher game dengan cara yang mudah dan pastinya terjangkau.

Prediksi Geek Slate VS Evos Legends di Playoff MPL ID S11

GAMEFINITY, Jakarta – Pertandingan antara Tim Esport Mobile Legends Evos dan Geek Slate akan menjadi pertandingan yang sangat dinantikan oleh para penggemar game. Terlebih lagi, dengan hasil terakhir Geek Slate yang berhasil menang 2-0, membuat pertandingan ini semakin menarik.

Salah satu hal yang patut diperhatikan adalah kemampuan Baloyskie sebagai Roamer Geek Slate. Ia mampu mengunci pemain kunci Evos, yaitu Branz sebagai Gold Laner. Hal ini memberikan keuntungan besar bagi Geek Slate dalam menguasai peta, sehingga dapat memenangkan pertandingan.

Selain itu, Geek Slate juga terlihat lebih bermain durabilitas dengan menggunakan tiga hero tebal dan memiliki hero stuned. Formasi Geek Slate yaitu Franco, Gloo, Fredrinn, Pharsa, dan Beatrix. Hal ini membuat mereka memiliki keunggulan dalam tim fight dan dapat memenangkan tim fight tersebut.

Namun, Evos tidak boleh meremehkan kekuatan dari Geek Slate. Mereka harus bisa keluar dari tekanan Baloyskie dan macro play yang dimanfaatkan dengan baik oleh Geek Slate. Evos harus memperbaiki strategi dan gameplay mereka agar bisa mengatasi kekuatan Geek Slate dalam pertandingan ini.

Baca juga: Sang Kuda Hitam Geek Slate Bekuk Evos 2-0 di MPL S11 Week 5

Draft hero juga akan menjadi faktor penting dalam prediksi pertandingan ini. Tim yang berhasil mendapatkan hero yang cocok dengan gaya bermain mereka akan memiliki keuntungan dalam pertandingan. Keduanya harus dapat memilih hero yang tepat dan mengeksekusi strategi dengan baik. Formasi Evos terdiri dari Alice, Valentina, Karrie, Atlas, dan Lapu-Lapu.

Ini Bukan Geek Slate Versi Terbaik di Season Ini

Evos vs Geek Slate
Perbandingan Gold Evos dan Geek Slate

Dalam prediksi ini, meskipun Geek Slate berhasil menang dalam pertandingan terakhir dengan skor 2-0, namun Evos memiliki potensi untuk membalas kekalahan tersebut. Evos harus memperbaiki gameplay dan strategi mereka serta memilih hero yang tepat dalam draft agar dapat mengatasi kekuatan Geek Slate.

Dengan begitu, hasil akhir pertandingan ini bisa saja seimbang atau bahkan bisa dimenangkan oleh salah satu tim dengan skor tipis. Namun, yang pasti pertandingan ini akan menjadi pertandingan yang sangat menarik dan patut untuk dinantikan oleh para penggemar game.

Update informasi menarik lainnya seputar anime, game, pop culture serta teknologi hanya di Gamefinity. Gamefinity.id menyediakan jasa pengisian top up dan voucher game dengan cara yang mudah dan pastinya terjangkau.