Tag Archives: rhythm

K-On! After School Live, Simpel Rhythm Anti Wayang Club

GAMEFINITY.ID, Bandar Lampung – K-On! After School Live merupakan salah satu Rhythm game yang hadir di konsol dan berupa adaptasi dari serial animasi Jepang dengan judul yang sama, K-On.

K-On! After School Live dirilis pada September 2010 yang di kembangkan dan publikasikan oleh SEGA. Game ini hadir di plaform Playstation 3, dan Playstation Portable.

Baca Juga : The IDOLM@STER Shiny Festa, Jadi Produser Agensi Bakat 765

Sinopsis K-On! After School Live, Simpel Rhythm Anti Wayang Club

Bercerita tentang sekelompok gadis SMA Sakuragaoka yang mengikuti sebuah ekskul disekolah tersebut. Sebuah ekskul musik ringan yang hampir ditutup yang disebut dengan  Keion-bu.

Ada seorang gadis dari salah satu anggota ekskul tersebut yang tidak memiliki pengetahuan tentang musik, namun pada akhirnya menjadi salah satu gitaris mahir di sekolah, sebut saja dirinya Yui Hirasawa.

Mereka berempat yang terdiri atas Yui Hirasawa, Mio Akiyama, Ritsu Tainaka, dan Tsumugi Kotobuki yang selalu menghabiskan waktu sepulang sekolah untuk berlatih musik dan ikut serta dalam pertunjukan sekolah.

Gameplay (8/10)

K-On! After School Live
Gameplay – K-On! After School Live, Simpel Rhythm Anti Wayang Club

K-On! After School Live merupakan salah satu Rhythm game yang dapat dimainkan di salah satu platform, yaitu Playstation Portable. Hadir dengan mekanisme yang simpel, baik dari gaya permainan, mekanisme kontrol, dan banyak lagi lainnya.

K-On! After School Live hadir dengan sangat amat simpel. Dihadirkan dengan daftar menu yang menarik, dan juga hadir dengan bahasa Jepang. Walaupun berbahasa Jepang, dalam penggunaan bahasa, K-On! After School Live tidak menggunakan huruf Kanji pada tampilan bahasa yang diberikan.

Untuk mekanisme saat konser, K-On! After School Live disajikan dengan cukup berbeda dari Rhythm lainnya. Walaupun terbilang simpel, simpel disini hanya berlaku dalam permainan di mode Normal saja. Untuk mode diatas Normal dapat dibilang cukup rumit.

Hadir dengan papan eksekusi berbentuk balok nada yang berbeda tergantung dari not yang terpampang di layar. Sama seperti game Rhythm lainnya, K-On! After School Live juga dihadirkan dengan point seperti Perfect, Great, Normal, Bad, dan Miss.

Graphic (8/10)

K-On! After School Live
Graphic – K-On! After School Live, Simpel Rhythm Anti Wayang Club

K-On! After School Live dihadirkan dengan visual yang pasaran namun cukup menarik. K-On! After School Live merupakan salah satu besutan dari SEGA. Game SEGA kebanyakan hadir dengan Chibi Style, jadi dapat dipastikan bahwa K-On! After School Live juga hadir dengan gaya visual Chibi Style.

Untuk visual pada saat konser, K-On! After School Live tetap hadir dengan gaya visual normal layak seperti Anime-nya. Bukan hadir juga dengan Chibi Style didalamnya. Kalau dilihat kembali, K-On! After School Live hadir dengan pengambbaran layaknya game Harvest Moon, chibi dan sedikit terlihat jelas garis piksel pada outline karakter.

Control (9/10)

K-On! After School Live
Control – K-On! After School Live, Simpel Rhythm Anti Wayang Club

K-On! After School Live hadir dengan kontrol yang sederhana. Kontrol yang tidak terlalu merumitkan, namun sulit. Kontrol hanya mengandalkan pad pada bagian kanan PSP saja, namun hal ini akan menjadi sebuah mimpi buruk ketika memasuki mode Hard.

Kontrol permainan dalam mode normal cukup ramah dan mudah, tidak seperti di mode Hard yang sedikit sulit dalam mengontrol Tap dan Hold secara bersamaan. Tetapi tidak ada salahnya mencoba mode Hard yang satu ini.

Addictive (7/10)

K-On! After School Live
Addictive – K-On! After School Live, Simpel Rhythm Anti Wayang Club

Sebagai game Rhyhtm, K-On! After School Live hadir dengan tingkat adiktif yang cukup baik namun hanya sebentar. Beberapa lagu yang dihadirkan cukup menarik dan relate seperti di anime-nya. Hanya saja ada sedikit masalah dalam game ini perihal permainan yang dibawakan.

Hadir dengan lagu yang hampir bahkan seluruhnya original karya dari band musik Yui. Sayangnya cukup membosankan dikarenakan hanya hadir dengan lagu dan fitur fungsi yang minim dan apa adanya.

Music (9/10)

K-On! After School Live sebagai game Rhythm turut menghadirkan banyak lagu-lagu original bawaan band musik yang diisi teman-teman Yui. Salah satu lagunya adalah Fuwa-Fuwa Time.

Sound Effect juga turut elengkapi game ini. Sound Effect seperti reaksi karakter dan akibat dari gagal atau miss not saat bermain konser.

Kesimpulan

K-On! After School Live menjadi salah satu Rhythm game yang cukup playable dimainkan di perangkat portable kesayangan kalian. Berikut kelebihan dan kekurangan K-On! After School Live yang dapat penulis sampaikan.

Kelebihan

K-On! After School Live hadir dengan cukup menarik. Menarik dari desain karakter, musik, hingga aspek-aspek penting maupun pendukung lainnya. Selain itu, juga K-On! After School Live hadir dengan visual karakter yang lucu dan dapat dilihat saat mereka semua berada dalam ruang klub ekskul.

Kekurangan

Sedikit kekurangan dari banyaknya kelebihan dari K-On! After School Live yang dapat penulis sampaikan berikut ini. Mungkin kekurangan ini dirasa cukup banyak, jadi dilihat saja.

Sebagai game Rhythm, K-On! After School Live hadir dengan musik yang menarik dan seru. Walaupun begitu, musik yang hadir dirassa cukup minim, tidak ada musik selain versi original.

Selain itu juga, mekanisme konser yang dibawakan cukup tidak enak dimainkan. Sebuah mekanisme konser yang balok nada dijadikan sebagai objek permainan utama. Walaupun visual karakter pada konser cukup baik, tetap saja tidak menutup kemungkinan bahwa K-On! After School Live memiliki mekanisme gameplay konser yang kurang baik.

Untuk K-On! After School Live, Total Score yang dapat penulis berikan adalah 8,2.

Sekian Review K-On! After School Live yang dapat penulis sampaikan.

Update informasi menarik lainnya seputar review game hanya di Gamefinity. Gamefinity.id menyediakan jasa pengisian top up dan voucher game dengan cara yang mudah dan pastinya terjangkau.

The IDOLM@STER Shiny Festa, Jadi Produser Agensi Bakat 765

GAMEFINITY.ID, Bandar Lampung – The IDOLM@STER Shiny Festa merupakan salah satu Idol-Rhythm keluaran franchise The iDOLM@STER, bawaan BANDAI NAMCO Studios. The IDOLM@STER Shiny Festa dirilis pada Oktober 2012. Hadir untuk Platform IOS, Playstation 4, dan Playstation Portable.

Baca Juga : Seputar Pretty Rhythm, Franchise Idol Sepuhnya Aikatsu

Sinopsis The IDOLM@STER Shiny Festa, Jadi Produser Agensi Bakat 765

765 Production merupakan salah satu agensi bakat tempat sang MC bekerja sebagai produser, dan diundang berpartisipasi dalam festival musik. Sayangnya hanya beberapa anggota agensi saja yang bisa hadir.

Dalam series The IDOLM@STER Shiny Festa beberapa karakter seperti Miki Hoshi, Yukiho Hagiwara, Makoto Kikuchi, dan Takanae Shijou membentuk Idol grup terpilih untuk hadir dalam series franchise ini.

Gameplay (9/10)

The iDOLMASTER Shiny Festa
Gameplay – The IDOLM@STER Shiny Festa, Jadi Produser Agensi Bakat 765

The IDOLM@STER Shiny Festa menjadi salah satu Idol-Rhythm yang cukup menarik dan wajib kamu coba sebagai penggguna konsol, terlebih lagi Playstation Portable. Game yag cukup menarik dan hadir bersamaan dengan konsep gaya permainan yang tidak hanya fokus pada satu pembawaan.

The IDOLM@STER Shiny Festa dibawakan dengan 3 fokus permainan yaitu, Contest, Theater, dan Stage. Mode Contest merupakan mode dimana pemain bisa melihat alur cerita berupa video Anime dari series ini yang setidaknya ada 4 Chapter untuk ditonton.

Mode Theater, sesuai dengan namanya. Mode Theater merupakan mode pertunjukan Auto yang disini pemain dapat menonton penampilan perform member Ritsuko Akizuki dalam acara Rhythmic Record. Dalam mode ini, pemain dapat mengatur setup bagaimana video perfomr akan di tampilkan.

Terakhir adalah Stage. Stage merupakan mode utama dalam permainan yang dapat di eksekusi penuh oleh pemain. Stage merupakan mode playable, yang dimana pemain dapat memainkan musik-musik dari franchise The IDOLM@STER. Memiliki tampilan yang cukup baik dan simpel, serta penuh dengan aksara Jepang.

Itulah ketiga Main Mode di game The IDOLM@STER Shiny Festa. Beberapa mode lainnya merupakan mode yang umum seperti, Backstage, Shop, dan lain-lain.

Graphic (9/10)

The iDOLMASTER Shiny Festa
Graphic – The IDOLM@STER Shiny Festa, Jadi Produser Agensi Bakat 765

The IDOLM@STER Shiny Festa hadir dengan visual yang cukup keren dan menarik. Visual yang tergambarkan cukup realistis, terlebih paa Perform Video dari game ini. Perfotm Video yang cukup banyak dan keren. Terakhir yang ditambah dengan scene video Anime yang pas sebagai pelengkap cerita.

Perform Video yang hadir dengan sentuhan 3D ber CGI, sudah lebih dari cukup. Hadir dengan penempatan ekspresi dan gesture yang tepat berdasar komposisi lagu yang dimainkan. Selain itu, The IDOLM@STER Shiny Festa hadir dengan User Interface yang sangat ramah dan tidak membingungkan.

Control (9/10)

The iDOLMASTER Shiny Festa
Control – The IDOLM@STER Shiny Festa, Jadi Produser Agensi Bakat 765

Memiliki mekanisme kontrol yang cukup menarik, The IDOLM@STER Shiny Festa merupakan salah satu franchise Idol yang dapat dimainkan di konsol portable, Playstation Portable. Karena game ini menghadirkan produknya di konsol, sudah dipastikan ada beberapa kontrol yang dapat di ulas disini, terlebih lagi untuk Playstation Portable.

Kontrol yang berfungsi untuk perintah eksekusi penekanan not atau ikon pada tiap permainan. Hadir dengan 3 jenis ikon dan 1 target. Ikon tersebut seperti, Ikon kiri yang berwarna biru, ikon kanan yang berwarna merah, ikon hijau sebagai dorongan stimultan, dan ikon kuning sebagai target.

Sesuai dengan jenisnya, tiap ikon memiliki aturan kontrol tersendiri. Ikon biru dieksekusi dengan menekan salah satu dari kontrol D-pad bagian kiri, sedangkan ikon merah dapat dilakukan dengan menekan kontrol salah satu dari keempat yang ada pada bagian kanan. Untuk ikon hijau atau dorongan stimultan, dapat di eksekusi bersama dengan penekanan kedua kontrol kanan dan kiri. Jangan lupa, dalam game ini juga hadir dengan fitur kontrol Hold.

Addictive (8/10)

The iDOLMASTER Shiny Festa
Addictive – The IDOLM@STER Shiny Festa, Jadi Produser Agensi Bakat 765

The IDOLM@STER Shiny Festa hadir dengan  tingkat adiktif yang cukup tinggi. Mengingat bahwa kebanyakan game Idol-Rhythm punya tingkat adiktif yang lumayan, hal itu turut berlaku untuk The IDOLM@STER Shiny Festa.

Game Idol yang cukup menarik dan hadir dengan cukup baik. Baik dari pembawaan mekanisme hingga lagu yang tersedia. Semuanya keren. Hanya saja ada beberapa harapan dari series ini yang tidak sesuai dengan jangkauan para pemain.

Walaupun hadir dengan cukup baik, The IDOLM@STER Shiny Festa game ini juga hadir bukan tanpa sedikit masalah pada adiktifnya. Punya tingkat adiktif yang cukup tinggi bukan berarti game tersebut sepenuhnya menyenangkan. Pemain dipaksa untuk terus bermain dan meningkatkan stats para personel, game yang masih mengusung gaya grinding resource untuk upgrade sana sini demi dapatkan peringkat SS.

Music (10/10)

The IDOLM@STER Shiny Festa, series dari salah satu franchise terkenal ini tidak usah diragkan dalam urusan pemilihan musik. Hadir dengan berbagai macam musik yang menarik dan memiliki nuansa yang berbeda-beda. Selain itu, sinkronisasi Perform Video dengan musik yang sempurna, walau ada sedikit miss pada ekspresi personel.

Kesimpulan

The IDOLM@STER Shiny Festa menjadi salah satu series menarik dari franchise The IDOLM@STER. Berikut kelebihan dan kekurangan The IDOLM@STER Shiny Festa yang dapat penulis sampaikan.

Kelebihan

Hadir dengan mekanisme dan gameplay yang keren dan juga menarik. The IDOLM@STER Shiny Festa menjadi salah satu Idol yang ramah perangkat dan dapat dimainkan juga di emulator atau Playstation Portable.

Jika diperhatikan, The IDOLM@STER Shiny Festa mengusung interface yang mirip dengan Bandori. Bukan berarti The IDOLM@STER Shiny Festa melakukan tindak plagiarisme dari produk Bandori, hanya saja kebanyakan game Idol-Rhythm dibawakan dengan interface yang tidak jauh berbeda. Dapat dibilang, interface seperti ini merupakan gaya default untuk game Idol-Rhythm lainnya.

Kekurangan

Sedikit kekurangan dari The IDOLM@STER Shiny Festa yang dapat penulis berikan pada ulasan kali ini. The IDOLM@STER Shiny Festa hadir dengan musik yang terbatas, hanya tersedia setidaknya 21 musik yang dapat dimainkan.

Kemudian, The IDOLM@STER Shiny Festa tidak menghadirkan musik-musik hasil coveran. Jadi dapat dipastikan bahwa The IDOLM@STER Shiny Festa hanya menghadirkan musik-musik original saja dalam permainan.

Untuk The IDOLM@STER Shiny Festa, Total Score yang dapat penulis berikan adalah 9.

Sekian Review The IDOLM@STER Shiny Festa yang dapat penulis sampaikan.

Update informasi menarik lainnya seputar review game hanya di Gamefinity. Gamefinity.id menyediakan jasa pengisian top up dan voucher game dengan cara yang mudah dan pastinya terjangkau.

Mengenal Lebih Jauh Tentang Game Bergenre Rhythm

GAMEFINITY.ID, Kota Batu – Rhythm games, bagi sebagian orang pasti akan merasa asing dengan genre game ini. Rhythm games bukanlah sebuah genre yang begitu terkenal seperti FPS dan RPG, namun rhythm game sendiri, pernah memuncaki rekor penjualan di AS pada tahun 2000-an. Bahkan game yang pertama kali menyentuh angka penjualan sebesar $1 Miliar. Penasaran dengan Rhythm Game? Mulai langsung saja pembahasannya

Apa itu Rhythm Game?

Menurut wikipedia, rhythm game merupakan game yang menantang indera pemain dalam bermusik dengan mengharuskan para pemain untuk menekan tombol sesuai arahan yang ada. Ya, rhythm game tidak akan pernah berubah dan memang sudah kaidahnya seperti itu.

Menekan sebuah notes ketika waktunya sudah tiba secara beurutan, begitulah rhythm game pada intinya.

Sejarah Rhythm Game

Parappa the Rapper | Youtube Gameoverse Rhythm
Gambar Parappa the Rapper | Youtube Gameoverse

Rhythm game yang benar-benar mengusung tema sesuai dengan pengertian di atas merupakan game berjudul “PaRappa the Rapper” yang dirilis oleh Sony pada tahun 1996 untuk konsol PlayStation 1.

Game ini sendiri terkesan sederhana namun meyakinkan dengan konsep baru yang dapat dibilang fresh. “PaRappa the Rapper” menjadi cikal bakal Rhythm Game di masa selanjutnya.

Pada 1997, Konami merilis sebuah arcade game yang juga mengusung genre rhythm, yaitu Beatmania. Beatmania sendiri merupakan rhythm game yang mengusung tema DJ dimana pemain diberi controller khusus untuk bermain. Pada 1999, saudara dari Beatmania, Guitar Freaks dan Drummania, dirilis di tahun yang sama oleh Konami.

DrumMania dan Guitar Freaks diberi pembaruan setiap tahunnya oleh Konami dan kini masih eksis dengan judul “GITADORA”

Dan tidak lupa, hadirnya “Dance Dance Revolution” yang menjadi sensasi di Jepang maupun AS. Hingga saat ini, “DDR” masih eksis dengan judul “SuperNOVA”.

Masuk ke tahun 2000-an, sebuah developer game asal AS, Harmonix, menggemparkan pasar AS dengan merilis game besutannya yang dikerjakan bersama dengan RedOctane, “Guitar Hero”.

Game ini menjadi salah satu sensasi dan menandakan bangkitnya rhythm game di era tahun 2000-an. Hal ini juga dilanjutkan oleh penerusnya, yaitu Guitar Hero II dan III.

Baca Juga: Isometric Persfective Game. Penjelasan dan Rekomendasinya

“Guitar Hero III” menjadi game yang meraih pendapatan kotor di angka $1 Miliar untuk pertama kalinya dalam sejarah. Pada akhir tahun 2009, pamor rhythm game meredup. Meskipun begitu, data menunjukkan bahwa 3 dari 5 game dengan pendapatan terbanyak di dekade tersebut, diraih oleh rhythm game.

Memasuki tahun 2010-an hingga saat ini, rhythm game mulai dikenal oleh sebagian orang meskipun tidak sepopuler dulu. Game seperti “Rockband” yang merupakan salah satu rhythm game tersukses juga terus mendapatkan update dan sequel oleh Harmonix.

Osu View | Personal Archive Rhythm
Saya yang Kewalahan Main Level 5 Judgelight di Osu | Personal Archive

Game rhythm lainnya seperti “Osu!” juga mulai melambungkan namanya pada tahun-tahun tersebut.

Hingga saat ini, mulai banyak rhythm game yang kita kenal.

Di PC ada “Osu!” yang mempunyai beberapa mode lainnya seperti “Osu! Mania” dan “Osu! Taiko”.

Untuk VR, ada rhythm game yang dikenal dunia yaitu “Beat Saber” yang berbeda dengan yang lain, game ini menggunakan pedang virtual untuk memukul blok.

Apalagi di mobile, jangan tanya, sudah banyak contohnya. Masih mau mendengar contohnya? Oke saya sebutkan satu-satu

Bang Dream dan D4DJ bersaudari dari publisher Bushiroad.

Cytus, Deemo, dan Voez oleh Rayark International.

Project Sekai yang di-publish oleh Sega dan memiliki developer yang sama dengan Bang Dream, CraftEgg.

Dan juga saingan Love Live yang berasal dari publisher yang sama dengan Bang Dream, Bushiroad.

Dan satu lagi rhythm game yang belum pernah saya lihat ada microtransaction di dalamnya, yaitu Phigros

Baca Juga: Jangan Dilewatkan! Kolaborasi Love Live SIF dan Code Geass Dihiasi Banyak Konten Menarik

Macam-macam Gameplay Rhythm Games

Bandori View | Personal Archive Rhythm
Saya yang Mencoba Bermain “My Dearest” di Level Expert | Personal Archive

Seperti yang kita tahu, gameplay dari rhythm games ada bermacam-macam.

Mulai dari game yang mengharuskan kita untuk menjadi aktif seperti Dance Dance Revolution dan Beat Saber.

Ada juga yang menggunakan controller yang dimiripkan dengan alat musik asli seperti Guitar Hero, Rockband, dan Osu! Taiko.

Ada Osu! yang unik dengan diwajibkannya kita untuk berfokus mengarahkan cursor dan menekan tombol sesuai ritme di saat yang sama. Dan game semodel dengan Osu! yang sama-sama membentuk lingkaran sebagai indikator ritme yang dapat dimainkan di konsol, yaitu Hatsune Miku Project Diva di PSP.

Ada yang punya model seperti petualangan dengan note yang mengarah ke samping seperti Muse Dash.

Dan ada yang seperti game rhythm biasanya, yaitu menunggu note untuk sampai ke garis dan menekan tombolnya sesuai irama seperti Bang Dream & D4DJ, Osu! Mania, Phigros, dan Voes

Penutup

Rhythm games, sebuah genre yang dikenal dengan para pemainnya yang seperti kerasukan setan dan ambisi untuk menyelesaikan sebuah level. Pada nyatanya bukanlah sebuah genre yang dapat dianggap sebelah mata.

Prestasi yang didapat oleh genre ini juga tidak dapat dianggap sepele. Namun, memang saat ini rhythm game hanya terlihat sebagai sebuah genre pelengkap saja tanpa mengelak kenyataan.

Tapi bukan berarti, rhythm game tanpa peminat ya! Osu! masih hidup hingga sekarang dikarenakan komunitasnya yang masih sangat aktif.