Tag Archives: sidebar post

Honkai: Star Rail, Kegunaan Superimposer Bagi Para Pemain

GAMEFINITY.ID, PARIAMAN – Simulated Universe adalah salah satu fitur terbaik di Honkai: Star Rail karena pemain dapat bereksperimen dan melihat mana yang paling kuat dengan komposisi tim tertentu . Tidak hanya itu, kontennya juga dilengkapi dengan hadiah yang memuaskan yang membuat tantangan ini layak untuk dilakukan.

Pertama, Simulated Universe saat ini satu-satunya sumber Planar Ornaments, dan kedua, setiap minggu, pemain dapat menjalankan tantangan Simulated Universe untuk barang-barang seperti Immersifier, Stellar Jade, Credit, Star Rail Pass, Lost Crystal, Herta Bond, dan Tracks of Takdir.

Baca juga: 

Kegunaan Superimposer

Honkai: Star Rail Superimpose Light Cone
Light Cone

Pada Honkai: Star Rail, Superimposer adalah item yang dapat diperoleh dari Toko Herta dan memiliki kemampuan untuk meningkatkan Light Cone tertentu. Toko Herta berisi tiga Light Cones bintang 5, Star Rail Pass dalam jumlah tak terbatas, dan 12 Superimposer.

Diperlukan dua buah Herta Bonds untuk mendapatkan masing-masing item. Pemain bahkan bisa mendapatkan hingga 12 Superimposer tersebut, yang artinya, semua Light Cones bintang 5 yang didapatkan pemain akan ditingkatkan ke level maksimal level 5 dengan Superimoser.

Oleh karena itu, Superimposer pasti layak didapatkan dan pemain harus mulai membelinya jika mereka telah memiliki Light Cone yang dari Toko Herta. Total ada tiga senjata bintang 5 yang bisa didapatkan pemain dari konten Honkai: Star Rail ini, yaitu On the Fall of an Aeon (Kehancuran), Cruising in the Stellar Sea (Berburu), dan Texture of Memories (Pelestarian)

Baca juga: 

Tiga Light Cone tersebut dimaksudkan untuk digunakan oleh karakter pemula seperti Physical Trailblazer, Dan Heng, Fire Trailblazer, and March 7th.

Klasifikasi Light Cone di Simulated Universe Honkai: Star Rail

Light Cone di Honkai: Star Rail

Light Cone On the Fall of an Aeon (Kehancuran) memiliki HP 1,058, ATK 529, dan DEF 396. Setiap kali pemakai menyerang, ATK mereka meningkat sebesar 8% S1, 10% S2, 12% S3, 14% S4, 16% S5 dalam pertempuran ini, hingga 4 kali.

Saat pemakai memberikan Weakness Break pada musuh, DMG pemakai meningkat sebesar 12% S1, 15% S2, 18% S3, 21% S4, 24% S5 selama 2 putaran. Karakter yang cocok memakai Light Cone ini adalah Physical Trailblazer, Clara, Hook, Arlan.

Sementara itu, Cruising in the Stellar Sea (Berburu) dapat meningkatkan tingkat CRIT pemakai sebesar 8% S1, 10% S2, 12% S3, 14% S4, 16% S5, dan meningkatkan tingkat CRIT mereka terhadap musuh yang memiliki HP kurang dari atau sama dengan 50%. Saat pemakai mengalahkan musuh, ATK mereka meningkat sebesar 20% S1, 25% S2, 30% S3, 35% S4, 40% S5 selama 2 putaran.

Karakter yang cocok dengan Light Cone ini adalah Seele, Dan Heng, Sushang, dan Yanqing.

Baca juga: 

Texture of Memories (Pelestarian) meningkatkan RES Efek pemakai sebesar 8% S1, 10% S2, 12% S3, 14% S4, 16% S5. Jika pemakainya diserang dan tidak memiliki Perisai, mereka mendapatkan Perisai setara dengan 16% S1, 20% S2, 24% S3, 28% S4, 32% S5 dari Max HP mereka selama 2 putaran.

Efek ini hanya dapat dipicu sekali setiap 3 putaran. Jika pemakainya memiliki Perisai saat diserang, DMG yang mereka terima berkurang sebesar 12% S1, 15% S2, 18% S3, 21% S4, 24% S5. Karakter yang cocok Fire Trailblazer, Gepard, dan 7 Maret.

Kopdar Komunitas Fandom Anime, Kolektif dan Menyenangkan

GAMEFINITY, Jakarta – Event jejepangan offline tidak luput dari komunitas fandom anime yang dapat ditemui di venue terkait. Selain diramaikan oleh cosplayer anime, panggung hiburan dan vendor, perkumpulan hobi dapat ditemukan meramaikan acara.

Pada perhelatan Kompasfest, salah satu rangkaian kegiatannya adalah cosplay walk yang digelar di Senayan Park pada Minggu (18/06). Di sana terdapat banyak komunitas, salah satunya adalah komunitas Arknight.

Daya tarik event jejepangan adalah ruang untuk kopi darat sesama anggotanya. “pertemuan offline dapat jadi tempat bertukar informasi,” ucap Heka Bagaskara yang merupakan admin Arknight Indonesia (AKID) region Jakarta.

Baca juga: 

Saat ditemui di rooftop Senayan Park, dia bersama anggota komunitas terlihat saling bertukar informasi terkait game yang dia mainkan.

Kolektif Komunitas Fandom Anime

Komunitas wadah para pemain Arknight ini, dia sebut sudah berdiri sejak akhir tahun 2022. Sebelum kopdar di Senayan, AKID Indonesia pernah membikin booth pada event Comifuro 16. “Kami patungan membeli berbagai merchandise yang waktu itu bisa dimenangkan oleh pengunjung booth.

Sebelumnya di menyebut pernah mengajukan proposal ke Yostar, publisher game mobile ini. Namun proposal itu belum diterima karena waktu yang terlalu sempit saat menyiapkan booth Comifuro.

Meskipun begitu, booth komunitas yang digelar oleh komunitas ini diterima dengan baik oleh pengunjung comifuro. “Day one dan day two, pengunjung terlihat antusias saat kami menampilkan showcase,” ujar dia.

Baca juga: 

Booth Comifuro ini merupakan kerjasama fandom game rilisan Yostar yang juga memiliki komunitas sendiri yakni, Blue Archive dan Azur Lane.

Komunitas Fandom Anime
#Kopdar AKID Jakarta di Spark, Senayan.

Beberapa anggota komunitas AKID menyebut bahwa Arknight memiliki daya tarik yang unik. Hal tersebut lah yang dianggap menyatukan komunitas ini. Arknight disebut memiliki gameplay menantang beramaan dengan mekanik gacha yang ramah untuk pemain gratisan.

Selain itu mereka sepakat bahwa Arknight memiliki elemen storytelling yang menarik. Mereka sepakat bahwa dunia tempat cerita Arknight berlangsung memiliki paralel dengan dunia nyata.

Terbentuk di Beberapa Kota

Heka sendiri menyebut bahwa setiap stage dalam game tersebut memiliki ciri khas yang mendapat inspisrasi dari dunia nyata yang digabung dengan kreativitas pengembangnya.

Komunitas Arknight ini tidak hanya terbatas di ibu kota. Beberapa daerah lain juga memiliki komunitas diantaranya adalah Semarang, Banten, Bandung, Medan, Yogyakarta, dan beberapa daerah lainnya.

AKID Bandung disebut nya berhasil menggelar berbagai proyek cosplay photoshoot. Menurut si admin komunitas penggemar Arknight ini, hal tersebut sedang disiapkan untuk digelar di Jakarta. Namun tentu saja hal tersebut memiliki beberapa tantangan teknik dalam penyelenggaraannya.

Festival Jejepangan Menunggumu! Weekend Gak Lagi Bingung

GAMEFINITY, Jakarta – Ada beberapa hal yang hanya bisa didapatkan dengan berkunjung ke festival jejepangan. Bagi kaum wibu, hal tersebut dapat mencakup berbagai hal yang berkaitan dengan produk budaya Jepang. Salah satu daya tarik utama adalah cosplay berbagai karakter anime yang memberi ruang bagi cosplayer untuk mengekspresikan diri dengan kostum buatannya. Beragama cosplay juga jadi dapat menjadi inspirasi lebih dari sekedar dinikmati mata.

Disamping cosplay, pengunjung event jejepangan juga dapat memanjakan diri dari berbagai vendor semi permanen yang menawarkan pernak-pernik. Melalui pemilihan pernak-pernik itu, seorang dapat menampilkan ekspresi diri dengan gantungan kunci, action figure, stand akrilik atau poster-poster.

Baca juga:

Acara Menarik Lainnya di Festival Jejepangan

Festival jejepangan 2017
Foto milik blogger cruelbeautifully.blogspot.com

Hal lainnya yang juga dapat menarik pengjung adalah panggung. Pengunjung event jejepangan dapat menikmati atmosfir lagu-lagu yang beragam, dari lagu dengan nuansa idol sampai dubsteb yang mengajak pengunjung untuk berdendang bersama. Panggung juga tempat perlombaan biasanya digelar, dari sayembara cosplay sampai karaoke.

Festival jejepangan seperti memiliki pola yang sama satu dengan yang lain. Perbedaan utamanya adalah harga tiket yang parallel dengan vendor atau venue. Namun semuanya memiliki pola-pola yang familiar bagi pengunjung acara jejepangan.

Baca juga: 

Berikut beberapa perhelatan jejepangan yang akan datang di weekend, 17-18 Juni 2023. Acara yang di list ini hanya terbatas pada Jabodetabek.

Tanggal Lokasi Daerah  Nama Acara
17-Jun-23 AKR Tower 3F, Kebon Jeruk Jakarta Barat ATTACK ON TITAN: The Final Exhibition
17-Jun-23 Akihabara Cafe, Lt 2 Mall of Indonesia, Jakarta Utara Jakarta Utara JujutsuKaisen X AKIHABARA Cafe
17-Jun-23 Transpark Mall Bintaro, Tangerang Selatan Tangerang Pra Event Impactnation Japan Festival 2023
17-Jun-23 Metropolitan Mall Cibubur Cibubur Metropolitan Japan Festival
17-Jun-23 Fave Hotel Ahmad Yani, Banjarmasin Banjarmasin Jafavenese Matsuri 2023
17-Jun-23 Main atrium Kota Kasablanka, Jakarta Jakarta Selatan Marketeers Kosupure Japanese Cosplay Competition
17-Jun-23 Jakarta (TBA) Jakarta Idol Phase 2023
17-Jun-23 Teater Terbuka @tamanbudayalampung, Bandar Lampung Lampung JAPANESE COSPLAY COMPETITION
18-Jun-23 AKR Tower 3F, Kebon Jeruk Jakarta Barat ATTACK ON TITAN: The Final Exhibition
18-Jun-23 Akihabara Cafe, Lt 2 Mall of Indonesia, Jakarta Utara Jakarta Utara JujutsuKaisen X AKIHABARA Cafe
18-Jun-23 Harmonie EXChange, Jakarta Jakarta Pusat Harmonisatin of of Coswalk Competition (bagian dari Funtastic June)
18-Jun-23 Transpark Mall Bintaro, Tangerang Selatan Tangerang Pra Event Impactnation Japan Festival 2023
18-Jun-23 Metropolitan Mall Cibubur Cibubur Metropolitan Japan Festival
18-Jun-23 Jakarta Design Center, Slipi, Jakarta Jakarta Pusat Nobar konser L’Arc en Ciel 30th Anniversary
18-Jun-23 Jakarta (TBA) Jakarta Idol Phase 2023
18-Jun-23 MANGGA DUA SQUARE MALL Jakarta Utara J-Festa Day
18-Jun-23 De KINCIR – Mall Bekasi Cyber Park lt 2 Bekasi Akademicosfest ch.IV
18-Jun-23 Senayan Park Mall, Jakarta Jakarta Pusat KOMPASFEST CREATION 2023 X COSPLAY JAKARTA
18-Jun-23 Satsikmil, Jln Cikutra, Cibeunying Kaler Bandung Sampurasun Matsuri
18-Jun-23 Chameleon Hall, Plaza Tunjungan 6 Surabaya Surabaya Cosplay & Creator Community Convention (C4)
18-Jun-23 Jakarta Design Center, Slipi, Jakarta Jakarta Pusat Nobar konser L’Arc en Ciel 30th Anniversary
18-Jun-23 Sevensky Lippo Plaza, Yogyakarta Yogyakarta Shiawase no Sekai
18-Jun-23 Jakarta (TBA) Jakarta Idol Phase 2023
18-Jun-23 MANGGA DUA SQUARE MALL Jakarta Utara J-Festa Day
18-Jun-23 Gedung PUSDIKAVY Padalarang Bandung Sampurasun Matsuri
18-Jun-23 BTM, Bogor Bogor Japan Fun Festival
18-Jun-23 De KINCIR – Mall Bekasi Cyber Park lt 2 Bekasi Akademicosfest ch.IV
18-Jun-23 Artos Mall, Magelang Magelang Cosplay Competition dalam rangka Vesak Celebration
18-Jun-23 Senayan Park Mall, Jakarta Jakarta Pusat KOMPASFEST CREATION 2023 X COSPLAY JAKARTA

Yuzu Emulator: Cara Termudah Bermain Game Switch di Android

GAMEFINITY, Jakarta – Hadirnya Yuzu Emulator membuat penggemar game konsol bisa bersorak. Pasalnya dalam waktu dekat, sederet game yang sebelumnya hanya bisa dimainkan di Nintendo Switch akan bisa dimainkan langsung di ponsel Android.

Emulator sudah tentu bukan program baru bagi gamers. Program emulator merupakan software maupun aplikasi yang memungkinkan sebuah sistem komputer bekerja layaknya sebuah sistem komputer lain.

Berkat emulator, kalian bisa memainkan mobile game Android di komputer. Begitu juga sebaliknya. Beberapa game yang sebelumnya hanya bisa dimainkan melalui PC sudah bisa dimainkan di smartphone Android berkat adanya emulator.

Baca juga: 

Perkembangan teknologi terbaru kali ini akan membawa kalian untuk bisa memainkan gim konsol melalui smartphone Android. Bermain game konsol Switch bisa menjadi lebih mudah di ponsel.

Kenalan Dengan Yuzu Emulator

Apa itu Yuzu Emulator? Pertanyaan ini mungkin yang pertama kali muncul ketika mendengar nama ini. Padahal di sisi lain, Yuzu Emulator cukup dikenal sebagai emulator untuk bermain gim konsol di PC.

Setelah sukses menjadi emulator terbaik untuk bermain gim konsol di PC, kali ini Yuzu Emulator melebarkan sayap. Yuzu Emulator ditujukan sebagai emulator multi-platform yang dalam waktu dekat juga akan bisa digunakan di smartphone Android.

Singkatnya, dengan menggunakan emulator ini, pengguna bisa memainkan sederet game yang ada di konsol, seperti Nintendo Switch, langsung di ponsel Android mereka masing-masing.

Baca juga: 

Sebelum Yuzu Emulator, pengguna Android bisa memainkan game Switch dengan Skyline Emulator. Sayangnya meskipun awalnya berjalan lancar dan bisa memainkan sederet game indie maupun resmi dari Nintendo di ponsel, Skyline Emulator sudah tidak lagi mendapatkan perbaruan. Sehingga performa emulator ini pun perlahan namun pasti menurun.

Untuk itulah hadirnya Yuzu Emulator sangat dinanti. Terlebih emulator ini merupakan garapan dari pengembang yang sebelumnya sukses dengan Citra, emulator untuk Nintendo 3DS.

Fitur Unggulan Yuzu Emulator

Game Zelda di Yuzu Emulator
Game Zelda di Yuzu Emulator

Namun tidak sekedar digunakan untuk bermain game di platform berbeda, Yuzu Emulator memiliki beberapa keunggulan lain. Salah satunya dari fitur-fitur terbaik emulator ini.

Baca juga: 

Berikut ini merupakan beberapa fitur dan keunggulan Yuzu Emulator sebagai emulator terbaik untuk bermain gim Switch di Android.

1. Kompatibilitas Dengan Ribuan Game

Salah satu kekurangan Skyline Emulator adalah tidak banyak game yang bisa dimainkan. Pemain juga lebih banyak bisa memainkan game-game indie dari pada judul-judul game populer dari Nintendo.

Kekurangan ini sepertinya tidak akan ada di Yuju Emulator. Emulator ini dipastikan memiliki kompatibilitas dengan ribuan game. Hampir semua game di Nintendo Switch akan bisa dimainkan di ponsel Android dengan emulator ini.

2. Peningkatan Grafis

Tujuan dari penggunaan emulator tentunya demi mendapatkan pengalaman bermain yang lebih baik. Hal ini juga diwujudkan oleh Yuju Emulator. Emulator ini mampu meningkatkan grafis game Nintendo Switch. Tampilan game pun menjadi lebih baik berkat perbaikan skala resolusi dan tekstur.

3. Dukungan Game Mod

Fitur satu ini bahkan tidak bisa didapatkan di semua game di konsol. Namun bisa dihadirkan oleh Yuju Emulator.

Yuju Emulator memahami bagaimana para gamer gemar sekali menggunakan mod dalam game yang mereka mainkan. Dukungan game mod ini akan memberikan personalisasi berbeda untuk semua game yang dimainkan. Nantinya juga pasti ada banyak pilihan mod game yang bisa digunakan.

4. Gamepad Eksternal

Fitur unggulan lain dari emulator ini adalah adanya dukungan untuk penggunaan gamepad eksternal. Bila pemain ingin mendaaptkan kontrol yang lebih baik pada game yang dimainkan, mereka bisa menambahkan gamepad eksternal. Permainan game pun pastinya menjadi lebih seru.

Saat ini memang belum semua fitur tersebut dirilis. Mengingat Yuju Emulator yang sudah dirilis saat ini baru versi permulaan. Namun tidak perlu khawatir, nantinya emulator ini akan menghadirkan lebih banyak fitur yang memudahkan bermain game Switch di ponsel Android.

Review The Idol Episode 1 dan 2: Layak Jadi Kontroversi?

GAMEFINITY, Jakarta The Idol episode 1 dan 2 sukses mencuri perhatian penonton. Baik itu dari sisi baik maupun tidak. Walaupun menjadi salah satu serial paling ditunggu di paruh kedua tahun ini, The Idol banjir dengan kritikan dan kontroversi.

Premis serial terbaru dari Sam Levinson ini sendiri cukup menarik. Meskipun tidak baru maupun unik. The Idol menceritakan tentang Jocelyn (Lily-Rose Depp), seorang bintang ternama Hollywood yang berusaha mengembalikan popularitasnya.

Baca juga: 

Sinopsis The Idol Episode 1 dan 2

The Idol Scene
The Idol Scene

Episode pertama The Idol menggambarkan upaya keras dari Jocelyn dalam proses perilisan single baru. Single ini diharapkan akan menjadi awal mulai kesuksesan sang bintang. Ia juga bermimpi untuk kembali bisa melakukan konser. Setelah sebelumnya, rencana konser seluruh dunianya terpaksa dibatalkan.

Sayangnya upaya Jocelyn sama sekali tidak mulus. Sebuah skandal pecah tepat ketika ia sedang melakukan pemotretan untuk single baru. Skandal tersebut dikhawatirkan akan merusak rencana comeback sang bintang ke dunia hiburan.

Jocelyn tentu saja merasa terpukul. Setelah mendapat informasi mengenai sebuah klub malam dari sahabatnya, Dyanne (Jennie Kim), Jocelyn pun memutuskan untuk pergi. Di klub tersebut ia bertemu dengan Tedros (Abel ‘The Weeknd’ Tesfaye). Mereka langsung saja dekat dan akhirnya terlibat dalam hubungan seksual.

Baca juga: 

Memasuki episode kedua, cerita masih belum berpindah dari upaya keras dan penuh kegagalan Jocelyn untuk bisa merilis single. Di episode ini, penonton mulai mendapat gambaran mengenai latar belakang sang bintang. Termasuk mengapa ia meninggalkan karirnya saat berada di puncak.

Di episode ini pula, hubungan Jocelyn dan Tedros menjadi semakin erat. Jocelyn diperlihatkan mengikuti semua perkataan Tedros. Mengingat Tedros menjadi satu-satunya orang yang mendengarkan dan berada di pihaknya.

Selain latar belakang dan masa lalu Jocelyn, yang sejujurnya tidak mengejutkan, episode ini juga mengungkap beberapa plot twist. Salah satunya bagimana manajer Jocelyn, Chaim (Hank Azaria) dan agensinya menunjukan ketertarikan pada Dyanne. Penonton pun mau tidak mau dibuat penasaran apakah Dyanne akan menggantikan posisi Jocelyn dan merilis single tersebut.

Di sisi lain, terungkap pula adanya hubungan antara Dyanne dan Tedros. Pada salah satu adegan, Dyanne menanyakan pada Tedros apakah Jocelyn lebih baik daripada dirinya.

Review The Idol

Photo still The Idol

Meskipun baru dua episode yang tayang, penonton bisa mengikuti jalan cerita yang ingin dikisahkan oleh The Idol. Sam Levinson, yang kali ini menggandeng Abel “The Weeknd” Tesfaye dan Reza Fahim sebagai penulis cerita, masih menggunakan cara penceritaan yang sama dengan serial sukses miliknya sebelumnya, Euphoria.

Plot yang berjalan dengan cepat tanpa basa-basi membuat penonton langsung bisa mengikuti jalan ceritanya. Bahkan plot twist dan latar belakang yang ditampilkan pun akhirnya tidak begitu mengejutkan.

Sayangnya, bagian penceritaan ini justru terasa kurang karena beberapa informasi penting dituturkan oleh karakter ketiga. Seperti mengenai latar belakang Jocelyn, yang terungkap dari Chaim dan Talia (Hari Nef), seorang jurnalis. Sepertinya penonton akan bisa merasa ikut simpatik dengan latar belakang Jocelyn bila sang tokoh utama sendiri menceritakan kisahnya.

Selain mengenai penceritaan, pemilihan warna di serial ini juga cenderung gelap. Namun tone warna ini sepertinya sesuai dengan tema dari serial ini sendiri. Terlebih banyaknya adegan yang diambil dari klub malam Tedros, yang tentunya akan menggunakan tone warna gelap dengan lampu-lampu neon.

Sisi kontroversial dari serial ini justru banyaknya adegan-adegan yang membuat tidak nyaman. Bukan sekedar adegan seksual, yang saat ini mungkin sudah lebih banyak diadopsi dalam serial-serial besutan kanal streaming lain. Melainkan lebih pada bagaimana penggambaran adegan seksual tersebut.

Tedros dan Jocelyn digambarkan memiliki dinamika hubungan yang begitu timpang. Dimana Tedros sebagai sosok dominan dan cenderung kejam. Di akhir episode pertama, misalnya, penonton dijamin akan dibuat berdebar ketakutan dengan aksi Tedros yang seakan hendak merobek bibir Jocelyn.

Penggambaran yang membuat tidak nyaman ini tidak hanya adegan seksual saja. Adegan Jocelyn kesakitan ketika syuting video klip untuk single terbarunya juga dijamin akan membuat penonton ikut meringis.

Adegan-adegan tersbeut sebenarnya memiliki potensi dikemas dengan lebih baik. Entah itu dari dialog, angle pengambilan gambar, maupun dari tone keseluruhan. Sayangnya The Idol episode 1 dan 2 justru hanya menampilkan adegan tersebut layaknya sebuah fantasi seksual penuh kekejaman.

The Idol episode 1 dan 2 memiliki sisi menarik tersendiri. Meskipun sepertinya, serial ini layak menghadapi kontroversi yang didapatkan.

Hal-hal Menarik Oshi No Ko yang Bikin Ketagihan Nonton

GAMEFINITY, Jakarta – Oshi No Ko menjadi anime yang sedang ramai menjadi pembicaraan saat ini. Meski belum banyak episode yang dirilis, para penonton sudah berhasil dibuat ketagihan. Bila kalian juga ikut penasaran, intip dulu poin menarik dari Oshi No Ko berikut ini.

Anime dengan genre drama ini mengusung tema entertainment atau hiburan. Ceritanya berpusat pada sosok seorang idol, yang kehidupannya tiba-tiba berubah.

Selintas, premise cerita Oshi No Ko mungkin cliche. Terlebih sudah ada banyak anime dengan genre dan tema serupa. Namun Oshi No Ko justru membuktikan memiliki plot dan cerita yang sama sekali tidak terduga.

Baca juga: 

Agar tidak makin penasaran, berikut poin menarik Oshi No Ko yang sukses membuat penonton ketagihan.

1. Plot Twist Sejak Episode Pertama

Oshi No Ko sudah menghadirkan sederet plot twist sejak episode pertama. Bila anime dan serial lain biasanya baru menghadirkan kejutan-kejutan plot twist di pada episode terakhir. Maka Oshi No Ko justru sebaliknya.

Di episode pertama saja, penonton sudah dibuat dengan berbagai twist yang terjadi dalam cerita. Cerita yang awalnya berlangsung manis justru berubah 180 derajat.

Baca juga: 

Dijamin menonton anime satu ini, penonton akan dibuat terkejut dan terperangah dengan berbagai perubahan cerita yang terjadi.

2. Alur Cerita Menarik

Ai Hoshino Oshi no Ko
AI Hoshino

Bukan hanya plot twist saja, penonton juga akan dibuat ketagihan menonton berkat alur cerita yang menarik. Pace alur cerita yang terbilang cepat membuat penonton seakan tidak diberikan jeda untuk merasa bosan.

Bagi penonton yang tidak menyukai alur cerita maju-mundur, Oshi No Ko akan menjadi tontonan yang tepat. Anime ini memiliki alur maju dan dengan cerdas menggambarkan setiap adegan. Penonton seakan ikut dibuat mengikuti jalan kehidupan Ai Hoshino, sang pemeran utama.

3. Sisi Lain Dunia Hiburan

Seperti halnya sederet anime dengan tema entertainment, Oshi No Ko juga menghadirkan sederet sisi berbeda dari dunia hiburan. Mulai dari lika-liku sebagai seorang idol untuk meraih kesuksesan, skandal hingga kehidupan rahasia para idol yang digambarkan penuh kepalsuan. Hingga kerja keras yang harus dilalui oleh sosok-sosok di balik layar.

Sisi lain dari dunia hiburan ini memang bukan hal baru. Namun Oshi No Ko mampu menampilkan sisi kelam ini dengan sentuhan tersendiri yang terlihat begitu nyata.

Ai Hoshino digambarkan sebagai sosok idol penuh bakat. Namun ia memiliki kehidupan rahasia yang disembunyikan dari publik dan penggemar. Selain itu Ai juga memperlihatkan bagaimana kehidupan sebagai idol layaknya sebuah kebohongan baginya.

Sebagai idol, Ai juga tidak begitu saja meraih sukses. Oshi No Ko menunjukan bagaimana sosok idol masih sangat diremehkan. Anime ini juga memperlihatkan bagaimana profesi idol tidak glamour dan bermandikan uang seperti yang ditampilkan di depan publik. Justru sebaliknya.

4. Karakter Unik

Oshi no Ko Scene
Oshi no Ko Scene Album Photo

Salah satu poin menarik dari Oshi No Ko yang membedakan dari anime lain tidak lain karena para karakternya. Masing-masing karakter bukan saja memiliki motif berbeda. Melainkan juga kepribadian dan latar belakang unik.

Dimulai dari sosok Ai Hoshino yang digambarkan sebagai sosok idol periang dan optimis. Namun ia juga yakin dirinya sangat handal dalam berbohong. Sedangkan Aquamarine dan Ruby juga ditampilkan sebagai sosok unik dengan latar belakang tidak terduga.

Bila penasaran dengan keunikan para karakter di anime ini, tentu saja kalian harus segera menonton Oshi No Ko!

5. Kaitan Erat Para Karakter

Selain unik dengan kepribadian dan latar belakangnya, masing-masing karakter memiliki keterikatan kuat. Sehingga penonton mau tidak mau ikut merasakan chemistry mereka satu sama lain.

Menariknya lagi, kaitan para karakter bukan hanya terjadi di kehidupan saat ini. Melainkan juga jauh di kehidupan sebelumnya. Semakin penasaran dengan anime ini?

6. Tidak Banyak Fan-Service

Di satu ini, poin ini mungkin menjadi kekurangan. Namun di banyak sisi lain, tidak banyaknya fan service justru membuat anime ini berbeda dan semakin menarik.

Fan service yang sangat sedikit, bahkan hampir tidak ada ini membuat penonton berfokus pada jalan cerita. Bukannya sekedar mendapatkan gambar-gambar menarik dengan shoot-shoot yang membuat mata terbelalak.

Setelah poin-poin di atas, pastinya semakin yakin untuk menonton Oshi No Ko, bukan? Langsung saja tonton Oshi No Ko sekarang!