All posts by Dimas Galih Putrawan

A writer, gamer, content creator. My Gaming Account: Steam: dimaspettigrew Epic Games Store: PTGRW Xbox: PTGRW

Hogwarts Legacy Cetak Rekor Penonton Terbanyak di Twitch!

GAMEFINITY.ID, Bandung – Hogwarts Legacy sudah berhasil cetak rekor jumlah penonton di Twitch! Ini menjadi prestasi yang membanggakan meski belum sepenuhnya meluncur pada publik dan upaya boikot dari netizen. Ini menjadi bukti antisipasi terhadap game berdasarkan franchise Harry Potter itu sudah terbayar.

Sebelumnya Jadi Game Premium Terlaris di Steam

Meski Hogwarts Legacy bakal meluncur secara utuh pada 10 Februari 2023, pemain yang sudah melakukan pre-order Deluxe Edition-nya sudah dapat early access. Dengan kata lain, mereka sudah bisa bermaiin lebih awal.

Hogwarts Legacy Best Selling Chart Steam
Hogwarts Legacy menduduki posisi puncak di tangga game terlaris di Steam saat ini

Antisipasi penggemar sangat masif semenjak game besutan Avalanche Software itu menduduki peringkat pertama game premium terlaris di Steam meski belum rilis pada pertengahan Januari lalu. Per tulisan ini, Hogwarts Legacy berhasil menduduki posisi puncak game terlaris secara keseluruhan di Steam.

Baca juga: Belum Rilis, Hogwarts Legacy Jadi Game Terlaris di Steam

Hogwarts Legacy Epic Games Store chart
Hogwarts Legacy juga duduki posisi puncak di Epic Games Store

Di marketplace lain, game Wizarding World itu berhasil menorehkan prestasi. Menurut Forbes, Versi Xbox Series X|S dan PlayStation 5-nya berhasil menduduki posisi puncak tangga game terlaris di Amazon. Bahkan, Hogwarts Legacy juga menduduki peringkat pertama game terlaris di Epic Games Store per tulisan ini.

Hogwarts Legacy Dapat Penonton Terbanyak di Twitch, Sebuah Rekor Baru!

Bagi yang tidak sempat atau mampu melakukan pre-order Deluxe Edition-nya, cara terbaik untuk melihat lebih awal game tersebut adalah melalui streaming. Penggemar dapat menyaksikan streamer memainkannya di platform seperti Twitch.

Hogwarts Legacy Twitch viewership
Hogwarts Legacy cetak rekor penonton aktif terbanyak untuk game single-player

Berkat minat yang sangat masif itu, Hogwarts Legacy berhasil memecahkan sebuah rekor di Twitch. Rekor tersebut merupakan game single-player dengan penonton terbanyak sepanjang masa. Insider Gaming menyebut game yang juga dikembangkan Portkey Games itu berhasil menarik 1,3 juta penonton aktif pada 7 Februari 2023.

Angka ini tentu mengalahkan rekor yang dipegang Cyberpunk 2077. Game besutan CD Projekt itu mampu menarik 1,14 juta penonton aktif pada 2020. Patut diingat bahwa event item drop di Twitch membantu Hogwarts Legacy mengalahkan Cyberpunk 2077. Jika menonton stream Hogwarts Legacy selama dua jam ditambah 20 menit dari developer stream, penggemar berhak memperoleh bonus item yang akan bisa di-unlock di dalam game.

Namun, ini bukan merupakan rekor game dengan penonton aktif terbanyak sepanjang masa di Twitch. Rekor tersebut dipegang oleh League of Legends dengan 3,31 juta penonton. Mengingat Hogwarts Legacy sudah mengundang hype masif, bukan tidak mungkin lagi rekor milik League of Legends dapat terkalahkan.

Google Buat Chatbot Bard untuk Bersaing dengan ChatGPT

GAMEFINITY.ID, Bandung – Sudah resmi. Google mengungkap mereka sedang mengerjakan sebuah chatbot pesaing ChatGPT milik OpenAI. Chatbot tersebut mereka beri nama Bard dan akan dipergunakan oleh tester sebelum tersedia secara publik.

Bard, Chatbot AI Buatan Google

Melalui laman blog resminya, Sundar Pichai, CEO Google dan Alphabet menyebut Bard sebagai “layanan percakapan AI eksperimental”. Cara kerjanya, alat tersebut akan menjawab pertanyaan penggunanya dan terlibat dalam percakapan seakan-akan berperan sebagai manusia.

“Bard bertujuan untuk menggabungkan ilmu dunia luas dengan daya, kecerdasan, dan kreativitas dari berbagai model bahasa raksasa kami. Alat ini menggambarkan informasi dari web untuk menyediakan response berkualitas tinggi dan baru,” tulis Pichai.

Bard sendiri dibuat berdasarkan model bahasa Lamda (Language Model for Dialogue Applications) milik Google. Awalnya, platform chatbot itu akan beroperasi menggunakan versi ringan dari Lamda.

Google ChatGPT competitor
Contoh penggunaan Bard

Contoh penggunaannya, seorang pengguna meminta pada Bard untuk merencanakan pesta syukuran bayi, membandingkan dua film nominasi Oscar, dan mendapat ide resep makan siang dari bahan yang tersedia di lemari es.

Pichai menyebut Bard sudah dapat dipergunakan oleh para tester terpercaya. Platform ini nantinya akan tersedia untuk publik secara luas pada beberapa pekan mendatang.

“Nanti, Anda akan menyaksikan fitur bertenaga AI di Search yang menyaring informasi kompleks dan beberapa perspektif menjadi mudah tercerna. Jadi Anda dapat memahami intisarinya secepat mungkin dan mengetahui lebih banyak dari web,” sebut Pichai.

Baca juga: AI ChatGPT Membuat Google Panik, Apakah Takut Tersaing?

Akan Jadi Pesaing ChatGPT Milik OpenAI

Pengumuman ini menyusul kesuksesan ChatGPT sebagai chat bot yang telah diluncurkan sebagai prototipe pada November lalu. ChatGPT mendadak viral karena fungsinya serba guna. Chat bot ini menjadi andalan dalam menulis teks seperti esai, puisi, lirik lagu, dan cerita. Saking populernya, alat buatan OpenAI ini juga tuai kontroversi.

Google sendiri dilaporkan menyatakan “kode merah” dan ingin mempercepat pengembangan AI. Setidaknya, mereka dipercaya memiliki 20 produk bertenaga AI yang akan terungkap tahun ini.

Bahkan, Microsoft telah berinvestasi jutaan dolar pada OpenAI bulan lalu. Microsoft juga mengumumkan melalui laman resminya bahwa versi baru mesin pencari Bing kini mengandalkan pondasi teknologi AI yang sama seperti ChatGPT.

Activision Sebut Call of Duty 2023 Full Premium Release

GAMEFINITY.ID, Bandung – Setelah dilaporkan akan meninggalkan tradisi annual release, Activision ternyata menyatakan masih memiliki rencana untuk Call of Duty. Mereka mengaku melalui laporan keuangannya bahwa sebuah full annual premium release untuk franchise FPS terkenalnya direncanakan rilis tahun ini.

Call of Duty Tidak Jadi Tinggalkan Annual Release?

Sebelumnya, game Call of Duty 2023 dilaporkan mengalami penundaan hingga tahun 2024. Salah satu sumber yang melaporkan kabar tersebut adalah IGN. Saat itu, angka penjualan Vanguard yang mengecewakan dipercaya menjadi pemicu keputusan tersebut. Jika laporan ini benar, ini adalah kali pertama franchise FPS ikonik itu meninggalkan annual release.

Terdapat laporan pula bahwa Modern Warfare II akan memiliki dukungan selama dua tahun. Laporan ini membuat penggemar setianya semakin percaya bahwa Activision siap untuk tinggalkan annual release bagi franchise FPS terkenalnya itu.

Call of Duty 2023 Full Annual Premium Release 2
Modern Warfare II jadi game terlaris sepanjang sejarah franchise Call of Duty

Baru-baru ini, Activision Blizzard merilis laporan keuangan kuartal keempat 2022 pada publik. Pihaknya menyebut Modern Warfare II berhasil menjadi game terlaris sepanjang franchise. Mereka mengatakan akan melanjutkan momentum dengan mengandalkan Call of Duty dan Diablo.

Baca juga: CoD: Modern Warfare II Jadi Game Terlaris di AS Tahun 2022

Lebih mengejutkannya lagi, Activision menyebut pihaknya sedang mengembangkan sebuah full annual premium release untuk CoD yang akan hadir tahun ini.

“Tentang franchise Call of Duty, tim kami sedang memperkuat kesuksesan kuartal keempat, dengan rencana untuk 2023 meliputi lebih banyak live service yang menyenangkan di setiap platform dan full annual premium release selanjutnya dari seri blockbuster tersebut,” tulis Activision.

Expansion Modern Warfare II atau Game Baru?

Begitu pengumuman Activision tersebut mencuat ke publik, terdapat dua kemungkinan tentang full annual premium release tersebut. Kedua kemungkinan itu adalah expansion Modern Warfare II dan sebuah game baru.

Kabar ini disampaikan oleh Jason Schreier dari Bloomberg pada November lalu. Melalui Twitter-nya, Schreier menyebut game CoD selanjutnya besutan Treyarch akan rilis tahun 2024. Tahun 2023 justru akan diisi oleh expansion untuk Modern Warfare II. Dirinya membantah laporan akun CharlieIntel yang menyebut akan game CoD baru pada 2023 mendatang.

CharlieIntel sendiri baru-baru ini memberi pendapat bahwa premium release franchise FPS milik Activision itu akan rilis musim gugur 2023. Mereka menambah game tersebut tidak dikembangkan oleh Treyarch.

Sejauh ini, belum diketahui seperti apakah full annual premium release Call of Duty selanjutnya pada 2023. Activision hanya membantah laporan sebelumnya dengan mengatakan bahwa beberapa “pengalaman” baru CoD sedang dalam pengembangan, salah satunya berupa full premium release untuk tahun ini.

CEO Take-Two Akui Marvel’s Midnight Sun Game Gagal

GAMEFINITY.ID, Bandung – Marvel’s Midnight Sun telah dinyatakan gagal secara komersial. Meski mendapat ulasan positif dari kritikus, ternyata game besutan Firaxis Games itu tidak mampu menarik perhatian penggemar setia Marvel. Ini menjadi pertanda strategi untuk merilisnya saat musim liburan tidak berhasil.

Strategi Take-Two Merilis Marvel’s Midnight Sun saat Musim Liburan Tidak Berhasil

Marvel's Midnight Suns flop 2
Marvel’s Midnight Suns dapat sambutan dingin dari penggemar

Marvel’s Midnight Sun dirilis pada 2 Desember 2022. Akhir tahun selalu menjadi momen persaingan ketat di industri game. Game baru yang juga rilis saat tanggal itu di adalah The Callisto Protocol dan Need for Speed Unbound. Terlebih, banyak game besar lainnya yang menjadi incaran pemain saat melakukan holiday sale saat itu.

Mengambil genre tactical role playing, Marvel’s Midnight Sun mengandalkan mekanik card-based untuk combat. Game tersebut mendapat ulasan positif dari kritikus, hingga mendapat skor 83 di Metacritic untuk versi PC-nya.

Sayangnya, game besutan Firaxis Games itu mendapat sambutan dingin dari penggemar. Mereka menemukan masalah teknis dalam game tepat setelah peluncurannya. Game Rant mencatat Take-Two sudah memotong harga Marvel’s Midnight Suns sebulan setelah rilis, menjadi pertanda bahwa game tersebut tidak begitu laku.

Strauss Zenick selaku CEO Take-Two mengaku Midnight Suns telah gagal di pasaran. Ia menyampaikan kabar ini pada reporter Bloomberg Jason Schreier. Zenick memaparkan kemungkinan pemicu kegagalan game Marvel tersebut adalah perilisannya pada Desember. Maka, strategi berisiko yang diterapkan perusahaan tidak berhasil.

Jadi Game Besar Ketiga Marvel yang Gagal secara Berturut-turut

Marvel’s Midnight Suns telah menjadi game besar ketiga Marvel yang gagal secara berturut-turut. Sebelumnya, Marvel’s Avengers dan Guardians of the Galaxy oleh Square Enix Europe juga bernasib sama.

Marvel sendiri telah sukses menarik perhatian penggemar secara masif melalui film dan serial TV-nya. Namun, ini bukan menjadi jaminan game-nya akan ikut sukses besar. Marvel’s Avengers telah menjadi contohnya. Game besutan Crystal Dynamics itu mendapat ulasan beragam hingga negatif dan gagal secara komersial. Guardians of the Galaxy sempat mendapat sambutan hangat dari kritikus, namun juga dinyatakan tidak laris di pasaran.

Sementara itu, Marvel’s Spider-Man oleh Insomniac Games justru mendapat kesuksesan besar sekaligus pujian dari kritikus. Game dari PlayStation Studios itu tentu menjadi standar tinggi bagi pengembang yang ingin membuat game Marvel. Selain Wolverine dan Spider-Man 2 dari Insomiac, masih ada Iron Man dari EA Motive dan game Captain America / Black Panther dari Skydance New Media yang masih dalam pengembangan.

Baca juga: Unsur Gore di Wolverine Akan Dipertahankan Insomniac Games

Marvel's Midnight Suns Deadpool
Deadpool muncul di DLC pack The Good, The Bad, and The Undead

Meski penjualan yang mengecewakan, Firaxis Games tetap berencana untuk merilis konten dan karakter baru. Pertama, mereka merilis DLC pack The Good, The Bad, and the Undead yang berisi story mission baru dan karakter Deadpool. Terdapat pula pack DLC yang masing-masing akan berfokus pada karakter Venom, Morbius, dan Storm. Semuanya akan dirilis tahun ini.

Marvel’s Midnight Suns tersedia di PC, PlayStation 5, dan Xbox Series X|S. Versi PlayStation 4, Xbox One, dan Nintendo Switch akan menyusul.

Overwatch 2 Umumkan Season 3, Ada Kolaborasi One-Punch Man

GAMEFINITY.ID, Bandung – Memasuki season ketiga, Overwatch 2 memiliki serangkaian konten dan event baru yang seru. Mulai dari map baru, skin bertema mitologi Asia, cara baru mendapat credit, event Valentine, dan sebuah kolaborasi pertamanya. Mengejutkannya, game besutan Blizzard itu berkolaborasi dengan One-Punch Man.

Season ketiga dari Overwatch 2 sudah dimulai sejak 7 Februari 2023. Dilansir dari laman resminya, berikut adalah detail tentang season terbarunya.

Map Control Baru di Overwatch 2: Antarctic Peninsula

Overwatch 2 akhirnya mendapat map baru untuk mode Control. Sebenarnya pemain sudah pernah disuguhkan dengan Antartika melalui Ecopoint: Antartica, seperti yang terlihat di video cinematic Mei bertajuk “Rise and Shine”. Tim pengembang memastikan map Antarctic Peninsula kaya akan lore tersendiri.

Map bertema salju itu memiliki berbagai pemandangan dan tempat unik, di antaranya sebuah kapal pemecah es dan mesin pengebor raksasa. Pemain dapat menerapkan strategi dengan mengambil jalur dataran tinggi atau mengambil jalur flank untuk menyergap musuh.

Event Spesial Hari Valentine

Menyambut hari Valentine, Overwatch 2 menghadirkan dua event spesial. Yaitu sebuah limited time mode 4v4 dan dating sim spesial Loverwatch. Keduanya akan dibintangi Hanzo. Terdapat juga berbagai challenge bertema Support di mana pemain dapat mendapat dua skin Epic.

Overwatch 2 Season 3 Cupid Hanzo
Hanzo berperan sebagai Cupid di dating sim Loverwatch

Loverwatch merupakan kali pertama Overwatch 2 merambah ke dating sim berbasis teks yang bisa dimainkan di browser di luar game. Pemain dapat memilih path antara Mercy dan Genji dengan bantuan Hanzo sebagai Cupid. Jika dapat mencapai secret ending, pemain berhak mendapat mendapat sebuah Highlight Intro.

Loverwatch akan tersedia pada 13 Februari, sedangkan mode 4v4 Hanzo bakal hadir dalam game pada keesokan harinya. Keduanya akan berakhir pada 28 Februari.

Tema Mitologi Asia dan Skin Mythic Kiriko

Overwatch 2 Season 3 Kiriko Mythic Skin
Skin Amaterasu Kiriko

Season kali ini mengambil tema mitologi Asia. Overwatch 2 mengambil inspirasi dari berbagai budaya mitologi dan legenda Asia untuk membuat beberapa skin unik. Pertama, skin Mythic Amaterasu Kiriko akan hadir sebagai reward di Battle Pass premium track. Skin untuk Kiriko tersebut mengambil inspirasi dari berbagai mitologi Jepang, terutama kitsune. Ditambah lagi, skin tersebut dapat dikustomisasi.

Tambahan Reward dari Battle Pass

Pihak Blizzard menjanjikan season 3 akan memudahkan pemain mendapat lebih banyak rewards cukup dengan log in dan bermain. Oleh karena itu, Battle Pass untuk season ini akan menambah 10 tier tambahan khusus free track beserta 1.500 Credits untuk dipergunakan di Hero Gallery. Premium track juga akan mendapat tambahan 500 Credits lebih banyak daripada dua season sebelumnya.

Ditambah lagi, hampir semua skin Epic dan Legendary dari event di Overwatch 1 telah tersedia di Hero Gallery kapanpun dengan pembayaran Overwatch Coin atau Credit. Harga setiap skin Legendary tersebut kini dibanderol seharga 1.500 Credit (sebelumnya 1.900).

Baca juga: Apex Legends Season 16, Revelry, Rombak Total Sistem Class

Kolaborasi Overwatch 2 x One Punch-Man

Untuk pertama kalinya, Overwatch 2 menggelar kolaborasi dengan IP terkenal. Game besutan Blizzard itu telah berkolaborasi dengan One-Punch Man untuk menghadirkan koleksi skin dan kosmetik baru.

Overwatch 2 Season 3 One Punch Man Saitama Doomfist
Skin Saitama untuk Doomfist

Salah satu item dari koleksi tersebut adalah skin Saitama untuk Doomfist. Blizzard akan mengungkap setiap item dari kolaborasi itu, salah satunya berupa skin Legendary yang dapat diperoleh melalui themed challenge. Event kolaborasi ini akan berlangsung pada 7 Maret hingga 6 April 2023.

Season ketiga Overwatch 2 kini sudah dimulai sejak 7 Februari 2023. Bagaimana? Tertarik untuk mencobanya?

Apex Legends Season 16, Revelry, Rombak Total Sistem Class

GAMEFINITY.ID, Bandung – Setelah penantian lama dari penggemar setianya, Apex Legends akhirnya akan segera memasuki season 16. Season tersebut akan mengambil judul Revelry. Kali ini, EA dan Respawn Entertainment akan menerapkan perubahan besar-besaran dalam game battle royale besutannya itu.

Begitu season terbarunya meluncur 14 Februari 2023, lebih tepatnya hari Valentine, tim pengembang membuat perubahan agar Apex Legends agar menjadi menyenangkan untuk semua pemain tidak memandang skill. Salah satunya adalah perubahan sistem class Legend dan hadirnya mode Team Deathmatch. Walau begitu, season 16 tidak akan menambah Legend baru.

Sistem Class Apex Legends Mengalami Perombakan Total

Sutradara game Steven Ferreira dan Direktur Desain Evan Nikolich memaparkan sebuah perubahan yang akan diterapkan di Apex Legends melalui laman blog resminya. Mereka ingin memastikan game battle royale besutan Respawn Entertainment itu dapat dimainkan semua orang tanpa memandang skill.

Apex Legends Season 16 class system change
Perombakan sistem class akan diterapkan begitu Season 16 dimulai

Tim pengembang telah resmi mengumumkan perombakan total sistem class. Sistem class baru tersebut mereka sebut sebagai “Remastered Legend Class”. Kini para Legend terbagi menjadi lima class, yakni Assault, Recon, Skirmisher, Controller, dan Recon. Sebelumnya, sistem class hanya terbagi menjadi Attacker, Defender, Recon, dan Support.

Setiap kelas kini memiliki perk unik. Perk tersebut dapat dimanfaatkan untuk menerapkan strategi selama gameplay. Beberapa Legend akan mengalami perubahan class dan juga ability-nya, beberapa lagi hanya dipindah ke class baru. Ini menjadi bentuk penyeimbangan setiap Legend sesuai dengan sistem class dan perk barunya.

Berikut adalah daftar Legend yang terbagi menjadi lima class barunya:

  • Assault: Ash, Bangalore, Fuse, Mad Maggie, Revenant
  • Recon: Crypto, Seer, Vantage
  • Skirmisher: Horizon, Mirage, Octane, Pathfinder, Valkyrie, Wraith
  • Controller: Catalyst, Caustic, Rampart, Wattson
  • Support: Gibraltar, Lifeline, Loba, Newcastle

Karena perubahan sistem class besar-besaran ini, season 16 Apex Legends tidak akan menghadirkan Legend baru. Tim pengembang ingin berfokus pada perubahan setiap Legend yang akan mengubah cara pemain menikmatinya. Saat ini, tim pengembang belum mengungkap rencana untuk menambah Fade dan Rhapsody sebagai Legend baru dari versi mobile-nya yang akan dimatikan Mei ini.

Baca juga: TSM Jadi Juara Apex Legends Global Series Split 1 Playoffs

Mode Team Deathmatch Hadir, Tapi Mode Arenas Dihapus

Satu lagi perubahan di season 16 adalah adanya mode Team Deathmatch. Ini sudah menjadi mode yang paling banyak diminta penggemar setianya. Mode Team Deathmatch akan hadir sebagai limited time mode pada tiga minggu pertama season ini. Dalam mode ini, pemain akan bermain dalam match 6v6.

Tim pengembang juga akan menghadirkan playlist LTM permanen bertajuk Mixtape pada 7 Maret. Mixtape akan berisi rotasi limited time mode favorit Gun Run, Control, dan Team Deathmatch. Sayangnya, Arenas, mode 3v3 yang menjadi permanen semenjak season 9, akan resmi dipensiunkan.

Apex Legends Nemesis Assault Rifle
Senjata baru di Apex Legends, Nemesis Assault Rifle

Selain perombakan sitem class dan mode baru, season 16 akan menghadirkan senjata baru, Nemesis. Senjata tersebut merupakan assault rifle yang menembakkan empat peluru per tembakan.

Terakhir, Apex Legends akan merayakan hari jadinya yang keempat. Tidak lengkap jika mereka menggelar Anniversary Collection Event sebagai bentuk perayaannya. Salah satu bagian dari event itu adalah login bonus, di mana pemain dapat meng-unlock Crypto dan pack Thematic-nya pada minggu pertama serta Ash dan pack Thematic-nya pada minggu kedua.

Apex Legends season 16, Revelry, akan dimulai 14 Februari 2023. Sudah siap untuk menyambut perubahan besar-besaran di game battle royale besutan EA dan Respawn Entertainment?