All posts by Dimas Galih Putrawan

A writer, gamer, content creator. My Gaming Account: Steam: dimaspettigrew Epic Games Store: PTGRW Xbox: PTGRW

Hi-Fi Rush Lampaui Forspoken dari Penjualan di Steam!

GAMEFINITY.ID, Bandung – Hi-Fi Rush buatan Tango Gameworks ternyata berhasil lampaui Forspoken besutan Square Enix! Berdasarkan penjualan di Steam, game action rhythm karya John Johanas itu berhasil mendapat pujian dari kritikus dan pemain meski berupa surprise release.

Di sisi lain, Forspoken, sebagai game RPG AAA oleh Luminous Productions dan Square Enix, justru mendapat review bomb dari pemain yang mengkritik setiap aspeknya. Hal tersebut berdampak pada performa di tangga penjualan, terutama di Steam.

Hi-Fi Rush, Game Baru Tango Gameworks yang Usung Konsep Berbeda dari Biasanya

Resmi diluncurkan pada 25 Januari 2023 sebagai surprise release setelah pengumumannya di Xbox and Bethesda Developer Direct, Hi-Fi Rush merupakan game rhythm based action dengan animasi cel-shaded. Dalam game ini, pemain harus menyerang musuh sesuai dengan irama agar setiap damage-nya lebih maksimal.

Game ini menjadi berbeda daripada ciri khas Tango Gameworks biasanya. Padahal, studio yang didirikan Shinji Mikami itu sebelumnya membuat game dengan elemen horor. Sebut saja seri The Evil Within dan Ghostwire: Tokyo yang sebelummya sukses.

Hi-Fi Rush gameplay
Hi-Fi Rush berhasil mendapat pujian dari kritikus dan pemain

Walau surprise release sangat berisiko di industri game, nyatanya Hi-Fi Rush berhasil mendapat sambutan hangat dari pemain dan kritikus. Kritikus memuji animasi bergaya cel-shaded yang mengagumkan dan juga sistem combat serta ceritanya menyegarkan.

Berhasil Kalahkan Forspoken Berdasarkan Penjualan di Steam!

Menurut SteamDB, Hi-Fi Rush berhasil menduduki posisi ke-8 penjualan game terlaris mingguan per 29 Januari 2023. Game rhythm action itu berhasil mengalahkan Call of Duty: Modern Warfare II yang duduk di posisi ke-10.

10 besar pada tangga penjualan tersebut juga didominasi oleh beberapa versi dari Dead Space Remake, dengan hanya base game-nya berada di posisi ke-3. Hogwarts Legacy menduduki posisi ke-2 meski belum dirilis. Patut diingat, sebuah judul game mungkin muncul beberapa kali di tangga penjualan di SteamDB karena pilihan opsi pembelian.

Hi-Fi Rush beat Forspoken in sales
Forspoken berhasil dikalahkan Hi-Fi Rush meski lebih banyak diantisipasi penggemar sebelumnya

Forspoken, game RPG AAA oleh Square Enix, gagal memasuki 10 besar tangga penjualan tersebut. Padahal, game besutan Luminess Productions itu sudah mendapat promosi besar-besaran dan antisipasi masif. Banyak faktor yang menyebabkan penjualan Forspoken tidak begitu bergaung, terutama karena tanggapan dari pemain dan kritikus.

Baca juga: Baru Rilis, Forspoken Sudah Dapat Review Bomb!

Fakta bahwa Forspoken sebagai game AAA yang berharga lebih mahal juga menjadi salah satu faktornya. Di Indonesia, base game Forspoken dibanderol seharga rp.1.029.000, sedangkan Hi-Fi Rush dijual dengan harga rp329.900. Berarti Hi-Fi Rush memiliki keuntungan agar dapat menarik lebih banyak pemain secara penjualan.

Microsoft dan Tango Gameworks sejauh ini belum memberi informasi tentang keuntungan yang diraup Hi-Fi Rush. Berdasarkan performa pada penjualannya, tampaknya strategi untuk melakukan surprise release berhasil. Bisa jadi ini menjadi pertanda Xbox Game Studios memiliki awal yang baik pada 2023.

Magical Girl Raising Project Restart Dapat Adaptasi Anime

GAMEFINITY.ID, Bandung – Magical Girl Raising Project Restart akhirnya akan mendapat adaptasi anime. Kabar tersebut diumumkan saat perayaan hari jadi ke-10 franchise light novel itu. Ini menjadi kabar gembira bagi penggemar setianya yang sudah menunggu selama kurang lebih enam tahun setelah anime pertama franchise tersebut selesai tayang.

Mengenal Magical Girl Raising Project, Permainan Magical Girl yang Berujung Hidup dan Mati

Magical Girl Raising Project merupakan seri light novel karya Asari Endou dengan ilustrasi oleh Maruino. Seri light novel tersebut pertama kali terbit oleh Takarajimasha pada 8 Juni 2012 melalui imprint Kono Light Novel ga Sugoi! Bunko. Sejauh ini, terdapat 15 volume yang sudah terbit.

Magical Girl Raising Project
Magical Girl Raising Project pertama kali tayang musim gugur 2016

Serial anime pertamanya, Magical Girl Raising Project, tayang pada musim gugur 2016 dan mengadaptasi volume pertama. Lerche menjadi studio yang bertanggung jawab di balik serial anime pertama dari franchise tersebut.

Seri light novel bergenre dark fantasy itu berlatar tempat sebuah dunia di mana sebuah game berjudul Magical Girl Raising Project menjadi viral dan populer. Game itu dapat mengubah sebagian kecil pemainnya menjadi magical girl dengan kekuatan unik untuk menolong orang lain.

Namun, administrasi game tersebut tiba-tiba mengumumkan mereka harus memotong jumlah magical girl menjadi setengah karena krisis energi magis. Awalnya, ke-16 magical girl itu harus mengumpulkan Magical Candy sebanyak mungkin demi menghindari eliminasi. Lama kelamaan, permainan tersebut berujung menjadi pertarungan mematikan demi bertahan hidup.

Baca juga: Seven Deadly Sins Dapatkan Adaptasi Anime Terbaru Tahun 2023

Hiroyuki Hashimoto Kembali Menjadi Sutradara

Sutradara serial anime pertama franchise tersebut, Hiroyuki Hashimoto, kembali dipercaya sebagai sutradara. Kabar itu ia umumkan pertama kali melalui Twitter resminya. Belum diketahui apakah Lerche akan kembali memproduksi serial anime tersebut.

Magical Girl Raising Project Restart akan mengadaptasi Restart arc, yaitu volume 2 dan 3 dari light novel-nya. Dengan kata lain, serial anime tersebut menjadi season kedua atau sekuel dari Magical Girl Raising Project.

Kali ini, ke-16 magical girl baru dikumpulkan untuk menghadapi tantangan bertingkat tinggi. Setiap tiga hari, ponsel mereka akan menarik magical girl tersebut masuk ke dalam sebuah simulasi RPG, di mana mereka harus bekerja sama untuk mengalahkan musuh, memecahkan teka-teki, dan mendapat Magical Candy. Hadiah untuk menyelesaikan tantangan itu sebesar 10 miliar yen. Jika HP magical girl itu menjadi 0, mereka akan tereliminasi dan terbunuh.

Sejauh ini, belum ada informasi lebih lanjut kapan serial anime Magical Girl Raising Project akan tayang. Setidaknya, penggemar yang sudah menyaksikan seri pertamanya bisa bernapas lega ketiga serial anime ini mendapat kepastian tentang kelanjutannya.

The Mysterious Benedict Society Dihentikan Disney+

GAMEFINITY.ID, Bandung – Serial TV The Mysterious Benedict Society telah dihentikan Disney+. Serial adaptasi dari seri novel anak berjudul sama karya Trenton Lee Stewart telah mencapai dua season. Season keduanya telah berakhir pada awal Desember lalu.

Kreator Phil Hay Pertama Kali Menyampaikan Kabar Penghentian The Mysterious Benedict Society

Kabar ini pertama kali diumumkan oleh Phil Hay selaku kreator dan eksekutif produser melalui Twitter pribadinya. Dirinya mengungkap bahwa serial besutannya itu tidak akan lanjut ke season 3.

Season 2 jadi akhir perjalanan The Mysterious Benedict Society di Disney+. Kami sayang semua yang membuat serial ini sangat istimewa dan pengalaman yang menegaskan hidup terjadi. Tidak ada penyesalan, sangat bangga dengan apa yang kami buat!” tulis Hay.

Hay memastikan serial produksi Halcyon Studios dan 20th Television itu masih bisa di-stream di Disney+ kapan pun.

The Mysterious Benedict Society Tony Hale
Tony Hale mengambil peran ganda dalam The Mysterious Benedict Society

Tony Hale yang memerankan Mr. Benedict dan Dr. Curtain juga membuka suara tentang kabar serial itu. Ia menggunakan akun Instagram pribadinya untuk berterima kasih pada pihak Disney+ karena telah mewujudkan pembuatan serial The Mysterious Benedict Society.

“Sulit untuk mengucapkan perpisahan dengan #MysteriousBenedictSociety, tapi sangat amat berterima kasih pada Disney+ telah mewujudkan dua season dari cerita indah yang ditulis Trenton Stewart. Terima kasih kepada penulis, produser, kru, dan pemeran yang luar biasa … cerita indah dan orang-orang yang menakjubkan,” tulis Hale.

Baca juga: Apakah Ant-Man dan Kang The Conqueror Pernah Bertemu?

Season 2 Berakhir Menggantung!

The Mysterious Benedict Society children
The Mysterious Benedict Society kisahkan empat anak yang harus menghancurkan rencana Curtain

The Mysterious Benedict Society berfokus pada empat anak jenius – Reynie, Sticky, Kate, dan Constance – yang direkrut oleh Mr. Benedict. Keempatnya harus menjalankan misi untuk menghentikan Curtain, saudara kembar Benedict, yang ingin menguasai dunia dengan mencuci otak semua orang.

Di season keduanya, keempat anak tersebut melakukan scavenger hunt yang berbahaya demi mencari Mr. Benedict dan menghancurkan rencana Curtain sekali lagi. Sayangnya, season kedua dari serial ini berakhir menggantung. Penggemar setia serial ini tampaknya tidak akan mendapat jawaban dari pertanyaan dari ending tersebut. Setidaknya, Phil Hay memastikan keempat anak jenius itu masih berteman pada akhirnya.

The Mysterious Benedict Society masih bisa di-stream di Disney+. Sementara itu, salah satu serial original platform streaming milik Disney itu, The Mandalorian, akan memulai season ketiganya pada 1 Maret 2023.

Game Forza Motorsport dengan Ray Tracing Alami Penundaan

GAMEFINITY.ID, Bandung – Microsoft memamerkan cuplikan gameplay terbaru dari game balap mobil terbarunya Forza Motorsport. Cuplikan tersebut ditampilkan dalam acara Xbox & Bethesda Developer Direct 2023. Namun, penggemar memperhatikan tanggal rilisnya hanya tertulis 2023. Padahal sebelumnya game balap tersebut dijadwalkan rilis musim semi ini.

Terlebih lagi, terdapat rumor bahwa Forza Motorsport akan mengalami penundaan dari jadwal sebelumnya. Game besutan Turn 10 Studios itu dipercaya mendapat jadwal baru pada kuartal ketiga 2023.

Forza Motorsport pertama kali terungkap pada 2020 sebelum detail berikutnya kemudian dipamerkan dalam acara Xbox & Bethesda Games Showcase 2022. Saat itu, game besutan Turn 10 Studios itu digadang-gadang sebagai game racing tercanggih berkat teknologi ray tracing real time-nya. Game tersebut dijadwalkan rilis pada 2023.

Turn 10 Studios Pamer Detail Terbaru di Xbox & Bethesda Developer Direct 2023

Forza Motorsport menjadi salah satu dari lima game yang tampil di Xbox & Bethesda Developer Direct 2023. Saat acara tersebut, Turn 10 Studios memamerkan detail terbaru tentang game racing besutannya itu. Mereka membagikan bahwa akan ada lebih dari 500 mobil yang dapat dikoleksi pemain beserta 800 upgrade-nya. Ada juga mode career single player dan mode online racing yang dapat dimainkan.

Forza Motorsport ray tracing
Forza Motorsport digadang-gadang jadi game racing tercanggih berkat teknologi ray tracing real time

Pihak pengembang memfokuskan pada visual dalam gameplay dari game ini. Mereka mengaku mengandalkan teknologi ray tracing untuk menampilkan realisme selama gameplay. Ditambah lagi, game racing itu akan mengandalkan hardware Xbox Series X|S secara utuh untuk menampilkan grafik canggih dan revolusioner, mengalahkan semua entri pendahulunya.

Tidak seperti game lainnya seperti Redfall dan Minecraft Legends, Microsoft tidak menyebutkan tanggal rilis Forza Motorsport secara pasti. Mereka hanya menyebut game itu akan rilis tahun ini.

Baca juga: Minecraft Legends Resmi Rilis April Ini, Ada PvP Mode!

Forza Motorsport Alami Penundaan, Kata Orang Dalam

Menyusul informasi terbaru dari Xbox & Bethesda Developer Direct, reporter GiantBomb Jeff Grubb menyampaikan sebuah kabar mendalam tentang Forza Motorsport. Dirinya memberi kabar bahwa game racing itu telah mengalami penundaan dari jadwal awal musim semi.

“Tampaknya Forza akan alami penundaan dari jadwal awal tahun ini, kemungkinan bukan paruh pertama. Timeframe yang kudengar dari Forza tampaknya bakal di Q3, dan mungkin sedikit lebih lama dari itu,” ungkap Grubb di podcast Game Mess Decides yang dilansir dari VG247.

Grubb sendiri memiliki jejak rekam tentang informasi dari orang dalam, kebanyakan justru berakhir akurat. Ada kemungkinan penggemar harus kecewa bahwa bocoran ini kemungkinan besar benar-benar akurat.

Forza Motorsport bukan satu-satunya game besar dari Microsoft yang belum memiliki jadwal rilis. Starfield, game besutan Bethesda Game Studios, telah absen dari Developer Direct dan masih belum memiliki tanggal peluncurannya. Keduanya masih diharapkan akan rilis paruh pertama 2023. Setidaknya, Xbox milik Microsoft masih memiliki berbagai game besar yang akan rilis tahun ini.

Kunjungi Gamefinity untuk update Informasi seputar game, film, anime, lifestyle, dan pop culture. Nikmati juga kemudahan top up dan  voucher games kesayangan kalian dengan harga di Gamefinity.id

Aria Series, Anime Healing Lawas yang Penuh Keindahan

GAMEFINITY.ID, Bandung Aria merupakan serial anime slice of life yang diproduksi oleh Hal Film Maker (sekarang Yumeta Company). Serial anime ini merupakan adaptasi dari manga berjudul sama oleh Kozue Amano. Serial ini tayang selama tiga season dari 2005 hingga 2008 di TV Tokyo.

Review ini hanya akan membahas tiga season serial anime-nya. Berarti adaptasi OVA dan film yang rilis pada 2015 hingga 2021 tidak akan menjadi fokus pembahasan.

Sinopsis Aria Series, Anime Healing Lawas yang Penuh Keindahan

Aria berlatar pada awal abad ke-24 di planet Aqua. Aqua sendiri sebelumnya merupakan Mars yang telah ber-terraform menjadi planet yang dapat dihuni manusia setelah dipenuhi lautan. Terdapat sebuah kota bernama Neo-Venezia, kota yang berdasarkan dari Venice dari arsitektur dan suasananya. Kota tersebut merupakan kota berbagai kanal, maka gondola menjadi transportasi utama untuk mengelilinginya.

Serial anime ini berfokus pada Akari Mizunashi, seorang perempuan dari Manhome (bumi) yang menjadi undine (pemandu wisata dan pengendara gondola) di Aria Company. Ia dimentori oleh Alicia yang terkenal sebagai undine papan atas. Tidak hanya itu, Akari juga berteman dengan sesama undine setingkatnya, yaitu Aika dan Alice.

Ditambah lagi, terdapat seekor kucing bermata biru yang menjadi presiden sekaligus maskot bagi perusahaan undine. Contohnya Presiden Aria yang merupakan kucing putih gemuk dan biasa menemani Akari selama petualangannya di Neo-Venezia dalam mencari keajaiban di balik pekerjaan undine, aktivitas sehari-hari, Neo-Venezia, dan bahkan Aqua sendiri.

Cerita yang Santai, Penuh Makna, dan Menyegarkan (9/10)

Meski tergolong serial anime lawas, Aria tetap menyajikan cerita menyegarkan dan santai bagi penontonnya. Setiap episode memiliki makna dan pelajaran yang dapat diambil dari interaksi Akari dan karakter lainnya. Secara keseluruhan, serial anime ini memiliki tone yang optimistik agar dapat menikmati hidup dari hal sederhana.

Aria Season 1
Aria the Animation

Season pertamanya yang berjudul Aria the Animation merupakan pengenalan karakter dan dunianya. Di sini, penonton akan berkenalan dengan Akari dan berbagai karakter lainnya seperti Alicia, Aika, dan Alice. Tidak hanya itu, latar tempat Neo-Venezia dan Aqua juga diperkenalkan melalui worldbuilding yang menarik dan tidak menganggu cerita.

Aria Season 2
Aria the Natural

Aria the Natural, season keduanya, dapat dikatakan sebagai ekspansi dari season pertamanya. Seperti namanya, cerita season kedua tersebut mengalir secara alami. Mulai dari interaksi karakternya hingga pertemuan Akari dengan Cait Sith yang memicu berbagai keajaiban penuh makna.

Aria Season 3
Aria the Origination

Season terakhirnya yang berjudul Aria the Origination berhasil merepresentasikan bahwa setiap momen, baik yang menyenangkan sekalipun, harus berakhir dan berpindah menuju hal baru. Bisa dibilang bahwa season ini merupakan season teremosional sepanjang seri. Episode terakhirnya mengundang emosi haru saat Akari diceritakan berhasil mencapai tujuan utamanya yang ia ingin capai dengan beberapa perubahan di sekitarnya.

Secara keseluruhan, Aria telah menjadikan ceritanya menyenangkan sekaligus penuh makna yang bisa diterapkan pada kehidupan sehari-hari penontonnya. Elemen menyegarkan dalam ceritanya membuat tak lekang oleh waktu. Pada saat yang sama, serial anime ini relatif dikemas dengan lambat dan santai untuk menerapkan efek healing bagi penontonnya.

Meski tidak mengadaptasi serial manganya secara berurutan, penonton masih dapat mengikuti alur ceritanya tanpa khawatir harus mengaitkannya dengan setiap episode. Patut diingat, serial anime ini tidak direkomendasikan untuk di-binge sekaligus untuk mendapat pengalaman maksimal.

Baca juga: 5 Rekomendasi Anime Healing yang Cocok Saat Bersantai

Chemistry Karakter yang Menarik dan Terkadang Lugu (9/10)

Aria character interaction
Interaksi setiap karakter di Aria tetap menyenangkan dan alami

Elemen terpenting dalam serial anime ini adalah chemistry karakternya. Interaksi Akari dengan karakter lain, terutama Aika dan Alice, menjadi elemen menyenangkan bagi penontonnya. Terdapat Aika yang tsundere dan melarang Akari untuk mengatakan hal memalukan. Alice sebagai remaja tingkat junior dari keduanya yang sering bersikap deadpan.

Ada juga tiga orang mentor yang mendidik masing-masing dari mereka tetapi masih saling berkaitan. Ada Alicia yang sangat santai dan rendah hati, Akira yang keras pada murid didikannya, dan Athena yang juga seorang penyanyi dan memiliki sifat kikuk.

Setiap episode memiliki interaksi karakter yang sangat natural, menggambarkan karakteristik dan penokohan sangat konsisten tanpa harus menjadi berlebihan. Lambat laun, karakteristik mereka mengalami development yang sangat berarti.

Visual yang Menawan dan Semakin Berkembang setiap Season (9/10)

Aria Neo-Venezia
Penggambaran Neo Venezia sangat indah dan mendekati seperti Venice asli

Aria memiliki visual yang indah dan memanjakan mata. Dimulai dari penggambaran Neo Venezia yang berdasarkan Venice. Hal Film Maker berhasil menyajikan setiap detail pada kota secara otentik dan mendekati aslinya. Dunia yang digambarkan juga sangat berisi tanpa harus menjadi heboh, menjadikan cocok dengan tone bagi serial ini.

Animasi dalam serial anime ini ditampilkan sangat fluid. Contohnya terlihat saat Akari mendayung gondolanya. Interaksi dan perilaku setiap karakternya juga ditampilkan secara alami.

Aria character interaction 3
Season ketiganya, Aria the Origination, menunjukkan perkembangan visual yang maksimal

Season pertamanya mungkin memiliki art dan visual yang standar. Namun, terdapat perkembangan di season keduanya. Hingga di season ketiganya, art dan visualnya mulai terasa maksimal perkembangannya.

Musik Tenang dan Santai yang Mengalir Bersama dengan Ceritanya (9/10)

Musik yang mengiringi serial anime ini sangat santai dan mengalir mengikuti setiap momen dalam penceritaannya. Aransemen musik dalam serial ini dikemas dengan sederhana menggunakan gitar akustik, piano, dan biola. Sehingga soundtrack ini cocok dengan tone santai dan optimis yang ingin diciptakan serial anime ini.

Setiap theme song, baik opening dan ending memiliki makna yang berkaitan erat dengan serial ini. Selain melodinya yang indah dan mengalir, lirik lagunya menggambarkan makna mendalam tentang keseluruhan tema pada Aria, harapan dan menikmati hidup.

Verdict untuk Aria Series

Aria character interaction 2
Aria Series menjadi serial anime yang santai dan tetap menyenangkan

Secara keseluruhan, Aria menjadi salah satu anime healing terbaik yang cocok ditonton menawarkan keindahan secara visual dan cerita. Menonton semua episode sekaligus membuatnya sangat disayangkan untuk berlalu begitu saja. Ini karena setiap momen dari serial ini hanya cocok untuk dinikmati secara perlahan.

Aria juga memiliki chemistry tokoh yang menarik dan menyenangkan hingga menguatkan karakteristiknya masing-masing. Visualnya dalam menggambarkan dunia sangat memanjakan mata dan terus berkembang setiap season-nya. Musik yang mengiringi ceritanya ikut membantu membuat penceritaannya terasa alami.

Untuk Aria Series, total score yang dapat penulis berikan adalah 9.

Aria Series mungkin tidak akan cocok bagi penggemar anime yang mengincar action dan momen-momen lebih menghebohkan, tetapi ini menjadi rekomendasi menyegarkan meski tergolong serial lawas. Setiap penggemar anime, khususnya genre healing atau iyashikei, wajib memasukkan Aria ke dalam watchlist sebagai pertimbangan.

Kunjungi Gamefinity untuk update Informasi seputar game, film, anime, lifestyle, dan pop culture. Nikmati juga kemudahan top up dan  voucher games kesayangan kalian dengan harga di Gamefinity.id

Amazon sedang Kembangkan Tomb Raider sebagai TV Series

GAMEFINITY.ID, Bandung – Amazon tengah dilaporkan sedang mengembangkan serial TV berdasarkan franchise Tomb Raider. Ini kemungkinan menjadi comeback bagi Lara Croft di layar setelah adaptasi filmnya tidak berlanjut. Tidak lengkap sampai di situ, Amazon juga ingin membuat filmnya untuk membuat sebuah universe.

Adaptasi TV Series Tomb Raider Ditulis oleh Phoebe Waller-Bridge

Tomb Raider Phoebe Waller Bridge
Phoebe Waller-Bridge didapuk sebagai penulis naskah dan eksekutif produser

The Hollywood Reporter melaporkan Phoebe Waller-Bridge dipercaya sebagai penulis naskah dan eksekutif produser dari serial tersebut. Waller-Bridge sendiri sebelumnya sukses sebagai kreator sekaligus bintang dari Fleabag yang sukses terlebih dahulu di Amazon. Namun, dirinya tidak akan menjadi bintang utama dari TV series adaptasi franchise game itu.

Tidak hanya TV series, adaptasi film juga tengah dalam pengembangan. Mereka ingin membuat sebuah universe yang saling berkaitan dengan game-nya. Sebelumnya, Amazon juga akan menjadi publisher game Tomb Raider terbaru dari Crystal Dynamics. Sejauh ini, pihak Amazon menolak berkomentar tentang kabar ini.

Baca juga: Game Tomb Raider Baru Akan Gunakan Unreal Engine 5

Sebelumnya Diadaptasi Menjadi Film

Tomb Raider 2018 film
Film Tomb Raider oleh MGM dirilis pada 2018

Tomb Raider sendiri sebelumnya telah diadaptasi menjadi film pada 2001 dan 2018. Film 2001-nya oleh Paramount dibintangi oleh Angelina Jolie, sedangkan versi 2018-nya oleh MGM dibintangi Alicia Vikander. Setidaknya, film 2001 mendapat sekuel pada 2003, sedangkan rencana untuk sekuel dari versi 2018 justru batal saat masa hak MGM berakhir.

Menariknya, MGM kini menjadi milik Amazon sejak Maret 2022. Namun, Amazon Studio menjadi studio di balik universe TV dan film adaptasi Tomb Raider alih-alih MGM.

Jika kabar ini benar, ini dapat menjadi satu lagi proyek adaptasi game besar bagi Amazon. Sebelumnya, perusahaan e-commerce raksasa itu akan mengadaptasi God of War pada Desember 2022 dengan bantuan PlayStation Productions dan Sony Pictures Television.

Adaptasi game menjadi serial TV tengah menjadi trend saat ini. The Last of Us dari HBO telah mendapat sambutan hangat dan sudah dipastikan berlanjut ke season 2. Netflix juga sukses dengan serial TV adaptasi dari game seperti Arcane, Dota: Dragon’s Blood, Castlevania, dan Cyberpunk: Edgerunners.

Amazon bukan menjadi satu-satunya platform yang akan mengadaptasi franchise Tomb Raider ke layar kaca. Netflix juga akan mengadaptasi franchise besar bagi Crystal Dynamics itu sebagai serial anime produksi Legendary Television. Kunjungi Gamefinity untuk update Informasi seputar game, film, anime, lifestyle, dan pop culture. Nikmati juga kemudahan top up dan  voucher games kesayangan kalian dengan harga di Gamefinity.id