GAMEFINITY.ID, Bandung – Street Fighter 6 tentu diharapkan menjadi fighting game besar yang akan rilis Juni ini. Ternyata Capcom masih memiliki kejutan lagi. Pihaknya telah bekerja sama dengan Crunchyroll Games untuk merilis Street Fighter: Duel, sebuah game RPG untuk platform iOS dan Android. Game tersebut akan rilis Februari 2023.
Street Fighter: Duel, Game Mobile RPG Pertama Bagi Franchise Game Fighting Capcom
Disebut sebagai game RPG pertama bagi franchise Street Fighter oleh Crunchyroll Games, Street Fighter: Duel akan menampilkan sebuah cerita original di story mode-nya. Pemain akan mengandalkan tim beranggotakan tiga karakter untuk mengalahkan pasukan mech clone milik Seth dan Shadaloo.
Berbagai karakter ikonik seperti Chun-Li dan Ryu akan hadir di Street Fighter: Duel
Terdapat 40 karakter dari setiap seri Street Fighter yang akan tampil di game ini, mulai dari Ryu, Chun Li, Akuma, hingga Cammy. Pemain dapat mengumpulkan semuanya, membentuk tim, dan mulai bertarung. Pilihan combat ada dua, yaitu bertarung secara real time atau mengandalkan auto-battle.
Semua battle akan dipresentasikan dengan visual 2D. Pemain nantinya dapat menggunakan kombo dan ability ikonik setiap karakter dengan tap di layar sentuh. Setiap karakter dapat level up dan berkembang selama gameplay atau mengandalkan in-app purchase.
Selain story mode, terdapat juga mode PvP di mana pemain dapat bertarung menggunakan timnya melawan pemain lainnya secara online.
“Street Fighter telah menjadi game ikonik, kami tahu penggemar anime sangat menyukai bertualang bersama semua karakter yang dicintai ini. Kami sangat senang berkolaborasi dengan Capcom untuk menghadirkan Street Fighter: Duel dan roster fighter ikonik dan luar biasa kepada penggemar game dan anime,” ungkap Terry Li selaku manajer general Crunchyroll Games.
Akan Rilis Februari Ini, Pra-Registrasi Sudah DIbuka di Beberapa Negara
Crunchyroll menyebut Street Fighter: Duel akan rilis Februari ini tanpa tanggal pastinya. Pihaknya juga sudah membuka pra-registrasi di beberapa negara. Laman di App Store dan Google Play kini sudah tersedia di Amerika Serikat, Inggris, Irlandia, Australia, Selandia Baru, Kanada, dan beberapa negara Eropa lainnya. Belum diketahui apakah game ini akan rilis di Asia Tenggara.
Street Fighter: Duel dipastikan rilis Februari ini oleh Crunchyroll Games. Sementara itu, Street Fighter 6 dipastikan akan rilis 6 Juni 2023.
GAMEFINITY.ID, Bandung – Infant update menjadi hal yang paling dinantikan penggemar The Sims 4 semenjak pengumuman perdananya pada akhir Behind the Sims Summit Oktober lalu. Banyak dari mereka yang selalu bertanya pada pihak EA dan Maxis kapan update tersebut diterapkan. Tampaknya, mereka tidak sabar agar karakter bayi Sim tidak lagi sekadar objek.
EA dan Maxis akhirnya mengumumkan life stage Infant tersebut akan menjadi bagian dari update pada 14 Maret 2023. Selain trailer singkat, tim pengembang membagikan behind the scene di balik infant update, baik proses pembuatannya dan juga bagaimana pemain dapat berinteraksi dengan karakter di life stage tersebut.
Infant Jadi Life Stage Baru di The Sims 4
Infant jadi life stage baru di The Sims 4
Informasi tentang infant telah dibagikan dalam episode perdana Behind the Sims, sebuah seri web yang membagikan informasi terbaru tentang The Sims 4, The Sims Freeplay, The Sims Mobile, dan The Sims Project Rene. Life stage infant akan membuat karakter bayi Sim menjadi lebih menarik daripada sebelumnya.
Sebelumnya, bayi di The Sims hanya diperlihatkan sebagai objek di bassinet alih-alih karakter. Interaksi yang dapat dilakukan sangat terbatas seperti memberi makan, mengganti popok, dan menghibur. Update ini menjadi sebuah perubahan besar yang akan mengubah bayi di The Sims 4.
Pemain dapat membuat karakter bayi sebagai infant di Create-a-Sim. Seperti biasa, terdapat kustomisasi di mana mereka dapat mengubah penampilan secara fisik. Tentunya, nerbagai pilihan gaya rambut, pakaian, dan aksesories khusus karakter bayi akan tersedia.
Karena infant kini terbebas dari bassinet, lebih banyak interaksi yang dapat dilakukan dengan cara baru. Karakter Sim pemain dapat menggendong dan menyerahkannya pada Sim lain. Perilaku infant juga lebih luas, di antaranya merengek, merangkak, menggigit, dan menyusu.
Tim pengembang ikut membagikan proses di balik pembuatan animasi pergerakan infant. Berbagai perilaku si bayi ditunjukkan, misalnya saat merangkak, berdiri, duduk, dan menggerakkan tubuh, membuatnya bukan lagi hanya sekadar objek.
Selain hadirnya life stage infant, furnitur baru seperti mainan yang imut juga akan tersedia.
Kabar Terbaru tentang Project Rene
Di episode perdana Behind the Sims, Maxis membagikan detail terbaru tentang Project Rene. Grant Rodiek, sutradara di balik game The Sims generasi selanjutnya itu, membagikan informasi tentang crossplay di PC dan mobile serta opsi multiplayer.
Ia memastikan Project Rene tidak akan menjadi MMO. Pemain masih dapat mengundang temannya untuk berkunjung secara real time dan membantu kustomisasi. Kustomisasi di Build/Buy mode akan lebih luas daripada The Sims 4. Pemain dapat mengubah setiap furnitur mulai dari ukuran hingga pola warnanya.
Kustomisasi di The Sims Project Rene dipertunjukkan
“Kamu dapat melakukannya lebih mendalam, di rumah, di PC, bermain selama empat jam, mengubah setiap hal dari furnitur itu sesuai bayangan – mengetik angka RGB dan mengganti semua bagian. Itu pengalaman di PC, pengalaman yang kamu biasa alami,” tutur Rodiek.
“Lalu saat berpergian, kamu bisa gunakan ponselmu, dan mungkin pengalamannya berbeda. Mungkin kamu mengambil arketipe, memilih template, atau mengambil barang yang sudah kamu buat. Ini berarti kamu bisa bermain The Sims di mana pun dan kapan pun, tanpa batasan,” tambahnya.
Rodiek mengaku pengembangan Project Rene masih membutuhkan proses pengembangan yang lama. Tim pengembang mengandalkan hasil playtest untuk menganalisis agar game tersebut menjadi lebih baik. Ia juga mengaku Project Rene akan jadi beberapa tahun lagi.
Sementara itu, EA dan Maxis membagikan teaser untuk expansion pack terbarunya. Teaser itu hanya mengungkap sebuah keluarga Michaelson beranggotakan empat orang. Maxis akan membagikan detail lebih lanjutnya pada 2 Februari 2023. Beberapa penggemar percaya bahwa expansion pack selanjutnya itu akan bertema Generations.
Infant update akan hadir di The Sims 4 pada 14 Maret 2023. Update informasi menarik lainnya seputar anime, game, pop culture serta teknologi hanya di Gamefinity. Gamefinity.id menyediakan jasa pengisian top up dan voucher game dengan cara yang mudah dan pastinya terjangkau.
GAMEFINITY.ID, Bandung – Jika merekomendasikan anime musik, tentu kebanyakan penggemar akan merekomendasikan serial bertema idol seperti Love Live dan The Idolmaster. Namun tidak sedikit pula yang berpikir anime non-idol menjadi rekomendasi.
Musik dan anime tentu saling berkaitan secara budaya mulai dari theme song-nya. Tentunya, anime menjadi representasi berbagai cerita tentang musisi yang penuh drama dan gelak tawa, mulai dari sekelompok band hingga individu yang bermimpi menjadi terkenal. Berikut adalah lima rekomendasi anime genre musik yang bukan bertema idol.
Anime Musik, Kids on the Slope
Kids on the Slope
Serial anime pertama buatan MAPPA ini pastinya menarik perhatian penggemar anime, terutama yang mengincar genre musik. Diadaptasi dari manga josei berjudul sama, Kids on the Slope yang disutradarai oleh Shinichiro Watanabe merupakan anime bergenre drama dan musik yang penuh drama sekaligus menyenangkan.
Kids on the Slope berfokus pada Kaoru Nishimi yang sering pindah sekolah karena profesi sang ayah, alhasil pertemanannya tidak bertahan lama. Pada musim panas 1966, ia pindah ke Sasebo, Nagasaki. Pada hari pertama sekolah, ia bertemu seorang murid berandalan bernama Sentaro Kawabuchi yang ternyata menyukai musik jazz. Sejak saat itu, Kaoru mulai mempelajari piano setelah berteman dengan Sentaro. Keduanya juga mulai berteman dengan Ritsuko Mukae, putri dari pemilik toko musik.
Serial anime yang tayang di Fuji TV pada musim semi 2012 ini mendapat sambutan hangat dari kritikus saat penayangannya. Keunikan konsep anime ini dan juga representasi musik jazz di 1966 menjadi alasan mengapa Kids on the Slope tidak boleh dilewatkan bagi penggemar anime bergenre musik.
Diproduksi oleh Madhouse dan tayang pada musim gugur 2004 hingga musim dingin 2005 di TV Tokyo, Beck: Mongolian Chop Squad menjadi salah satu anime genre musik terkenal yang wajib masuk watchlist. Pada dasarnya serial anime adaptasi manga karya Harold Sakuishi ini menampilkan cerita yang amat realistis, terutama dalam menggambarkan konflik bagaimana realita kehidupan dapat berdampak pada meraih impian.
Beck: Mongolian Chop Squad bercerita tentang Yukio Tanaka yang bertemu dengan Ryusuke Minami. Yukio atau lebih akrab dipanggil Koyuki awalnya menyelamatkan seekor anjing bernama Beck dari gerombolan perundung. Kebetulan, Beck merupakan milik Ryusuke. Sejak saat itu, Ryusuke mengenalkan Koyuki pada musik rock Barat. Koyuki kemudian bergabung dengan band yang didirikan Ryusuke dan menjadi sukses.
Meski ini merupakan anime adaptasi dari manga shonen, konten yang disajikan serial anime ini cukup dewasa dan realistis. Terlebih, serial anime ini berbeda daripada serial shonen biasanya yang energetik pada zamannya.
Carole & Tuesday
Carole & Tuesday
Sukses dengan Kids on the Slope, Shinichiro Watanabe kembali membuat anime bergenre musik berjudul Carole and Tuesday. Kali ini diproduksi oleh Bones, serial anime ini dibuat untuk menyambut hari jadi ke-10 label rekaman Flying Dog yang juga jadi produsernya. Jika Kids on the Slope berlatar pada masa lalu, Carole and Tuesday justru berlatar pada masa depan di planet Mars yang telah ber-terraform.
Serial ini berfokus pada duo Carole dan Tuesday. Carole merupakan seorang keyboardis yang juga seorang anak yatim piatu. Sedangkan Tuesday merupakan gadis keluarga kaya yang kabur dari rumah membawa gitar akustiknya demi menjadi seorang musisi. Keduanya akhirnya bertemu dan memutuskan untuk mendirikan duo untuk menggapai mimpi menjadi musisi terkenal.
Sama seperti Kids on the Slope, serial anime yang tayang di Fuji TV dan Netflix ini juga mendapat komentar positif dari kritikus dan penonton. Musik dalam serial anime ini sangat menyenangkan, begitu juga dunia yang terasa realistis dan berwarna.
Anime Musik, Your Lie in April
Your Lie in April
Penggemar anime tentunya akan merekomendasikan Your Lie in April jika mengincar anime dengan elemen mengharukan. Serial anime yang dibuat oleh A-1 Pictures dan tayang di Fuji TV ini benar-benar berhasil mencuri perhatian penggemar berkat animasi, karakter, cerita, dan musiknya.
Your Lie in April berfokus pada hubungan Kousei Arima dan Kaori Miyazono. Kousei Arima mengalami trauma saat bermain piano setelah kematian sang ibu. Namun, Kaori Miyazono, seorang pemain biola yang berjiwa bebas justru memaksanya kembali bermain piano, bahkan membantu agar dirinya bermain gaya bermain musik dapat bebas. Kousei tidak sadar bahwa Kaori tengah menderita penyakit mematikan.
Serial anime ini menjadi mudah diingat bagi penggemarnya karena dapat mengundang haru di balik tone yang relatif ceria pada awalnya. Kritikus mengakui Your Lie in April dapat menjadi sebuah mahakarya yang realistis dan dapat dinikmati.
Anime Musik, K-On!
K-On!
Satu lagi anime yang tergolong lawas ini dapat menjadi rekomendasi anime bergenre musik, apalagi jika mengincar anime healing atau iyashikei. K-On! merupakan serial anime adaptasi dari manga karya Kakifly. Sampai saat ini, serial anime produksi Kyoto Animation itu masih sangat dicintai oleh penggemarnya.
K-On! berfokus pada Light Music Club di SMA Sakuragoka. Anggota klub tersebut di antaranya Yui Hirasawa sebagai gitaris utama, Mio Akiyama sebagai bassist, Ritsu Tainaka sebagai drummer, Tsumugi Kotobuki sebagai keyboardis, dan Azusa Nakano sebagai gitaris kedua. Di luar kegiatan musik, kelimanya biasanya bersantai sambil melakukan pesta minum teh kecil-kecilan.
Serial anime yang tayang di TBS selama dua season pada 2009 dan 2010 itu sudah mendapat pujian dari penggemar setianya. Tidak sedikit pula dari mereka yang merekomendasikan serial ini pada orang awam yang ingin berkecimpung di dunia anime dan jejepangan. Setidaknya, penonton K-On dapat memetik berbagai hikmah di setiap episodenya.
Itulah lima rekomendasi anime bergenre musik yang bukan idol dan patut masuk wishlist. Update informasi menarik lainnya seputar anime, game, pop culture serta teknologi hanya di Gamefinity. Gamefinity.id menyediakan jasa pengisian top up dan voucher game dengan cara yang mudah dan pastinya terjangkau.
GAMEFINITY.ID, Bandung – Fortnite kembali berkolaborasi dengan Dragon Ball Super! Ini kali kedua bagi game battle royale buatan Epic Games itu berkolaborasi dengan franchise anime ikonik buatan Akira Toriyama itu. Kali ini, Son Gohan dan Piccolo dari film Dragon Ball Super: Super Hero hadir sebagai skin beserta beberapa item dari kolaborasi sebelumnya.
Skin Son Gohan dan Piccolo Sudah Tersedia di Fortnite!
Disebutkan di laman blognya, Fortnite menghadirkan skin baru yang terinspirasi dari karakter Son Gohan dan Piccolo dari Dragon Ball Super: Super Hero. Kedua kostum beserta aksesoriesnya sudah tersedia mulai sekarang di Item Shop.
Kostum Son Gohan di Fortnite
Terdapat pula aksesories yang bisa digabungkan dengan kostum masing-masing. Untuk kostum Gohan, tersedia aksesories Cape Back Bling, Beast Axe Pickaxe, dan Capsule No. 576 Glider. Emote Charging Up milik Gohan dapat mengubahnya menjadi Super Saiyan.
Kostum Piccolo di Fortnite
Sedangkan untuk kostum Piccolo, aksesories yang tersedia di antaranya Cape and Turban Back Bling, Demon Symbol Back Bling, Handheld House Pickaxe, dan Army Aircraft Glider. Emote Charging Up milik Piccolo dapat mengubahnya menjadi versi Power Awakening.
Selain kedua kostum itu, beberapa item dari kolaborasi sebelumnya akan hadir di Item Shop pada tanggal yang belum diumumkan.
Kembalinya Dragon Ball Adventure Island, Item Kamekameha dan Nimbus Cloud
Pemain dapat sekali lagi mengakses Dragon Ball Adventure Island begitu kolaborasi ini dimulai. Dibuat oleh tim Vysena Studios, pulau ini menghadirkan beberapa tempat ikonik dari Dragon Ball seperti Goku’s House, Kami’s Palace, dan Beerus’ Planet. Ditambah, pemain dapat bersaing di Tenkaichi Budokai, sebuah arena PvP battle.
Item Kamekameha dan Nimbus Cloud juga kembali di mode Battle Royale dan Zero Build. Pemain kembali bisa meluncurkan energy beam dengan Kamekameha dan mengendarai Nimbus Cloud untuk berkeliling. Kedua item ini akan tersedia hingga v23.40.
Kolaborasi ini menyusul kesuksesan kolaborasi pertama Fortnite dengan Dragon Ball Super tahun lalu. Sebelumnya, kolaborasi tersebut menghadirkan Goku, Vegeta, dan Beerus, dan reward lainnya.
Kolaborasi Fortnite dan Dragon Ball Super kedua ini sudah dimulai sejak 31 Januari 2023.
GAMEFINITY.ID, Bandung – Kabar mengejutkan datang dari EA dan Respawn Entertainment. Baru sembilan bulan rilis, Apex Legends Mobile akan resmi dimatikan Mei ini. Meski awal yang baik, game battle royale itu nyatanya tidak mampu bertahan dari persaingan di pasar mobile yang semakin ketat.
Apex Legends Mobile Bakal Ditutup 1 Mei 2023, Sudah Dihapus dari App Store dan Google Play
We have made the decision to sunset Apex Legends Mobile.
Melalui laman resmi dan media sosialnya, Respawn mengabarkan keputusan ini pada penggemar setianya. Mereka mengaku konten untuk Apex Legends Mobile mulai menurun secara kualitas dan kuantitas, sehingga tidak mencapai standar yang diharapkan. Oleh karena itu, Apex Legends Mobile akan dihentikan pada 1 Mei 2023 pukul 16:00 waktu Pasifik.
Karena hal itu, EA dan Respawn sepakat memutuskan bahwa jalan terbaik adalah menutup game mobile besutannya itu. Meski mengecewakan, mereka tetap berterima kasih pada penggemar setia Apex Legends telah mencoba versi mobile-nya.
Andrew Wilson selaku CEO EA mengungkap alasan di balik penutupan game battle royale itu saat earning call untuk kuartal tiga tahun 2023. Ia mengaku terdapat tiga alasan, yaitu gameplay, jumlah pemain yang menurun, dan pasar mobile yang semakin ketat.
“Ada sebuah tingkat imersi dan kompleksitas dari gameplay Apex – vertikalitas dari gameplay dan permainan team-based – yang tidak berhasil di perangkat mobile seperti ekspektasi kami. Saya rasa kami sangat belajar dari pengalaman itu,” ungkap Wilson yang dilansir dari IGN.
Meski peluncurannya masif, Apex Legends Mobile tidak dapat mempertahankan jumlah pemainnya
Wilson juga mengungkap Apex Legends Mobile tidak berhasil mempertahankan jumlah pemain yang cukup besar sejak awal rilis, terutama dari kalangan pemain casual. Terakhir, ia mengakui perubahan yang terjadi di pasar mobile membuat Apex Mobile sulit bertahan.
Mulai saat ini, semua jenis pembelian apapun sudah tidak bisa lagi di lakukan. Ditambah lagi, Apex Legends Mobile sudah ditarik dari App Store dan Google Play. Sayangnya, tidak ada refund bagi semua pemain yang telanjur melakukan transaksi menggunakan uang asli. Setidaknya, pemain masih dapat mempergunakan sisa Syndicate Gold-nya.
Respawn Masih Berminat Bawa Apex Legends Kembali ke Platform Mobile
Meski Apex Legends Mobile dihentikan pengembangannya, Respawn mengaku mereka tetap ingin membawa Apex Legends kembali ke mobile ke depannya. Jika ada kesempatan tersebut, mereka akan membuatnya menggunakan pendekatan berbeda.
“Peluncuran game terbesar yang kami lihat sebagai kesuksesan adalah yang sangat terhubung dengan franchise lebih luas di mana tidak selalu cross-play, melainkan cross-progression dan perasaan bahwa mereka bagian dari komunitas yang menyatu dan sebuah pengalaman yang juga menjadi satu,” jelas Wilson dalam menganggapi minat perusahaan.
Jika EA serius ingin mengembalikan Apex Legends kembali ke mobile, tampaknya mereka tidak akan kembali bermitra dengan Lightspeed Studio, studio di balik PUBG Mobile milik Tencent.
Battlefield Mobile Juga Dihentikan dan Batal Rilis!
Battlefield Mobile resmi dibatalkan rilisnya
Apex Legends Mobile bukan satu-satunya game yang dihentikan EA. Battlefield Mobile juga bernasib sama. EA memutuskan untuk menghentikan pengembangan dan membatalkan rilis Battlefield Mobile karena alasan yang sama. Mereka juga mengaku masih berminat mengembangkan game mobile Battlefield ke depannya.
Pihak EA mengaku mereka masih mengerjakan konten baru untuk Battlefield 2042. Terlebih, mereka tengah mengembangkan game Battlefield baru bersama Ridgeline Games yang dipimpin oleh Marcus Lehto. Entri terbaru Battlefield itu dikabarkan memasuki tahap pra-produksi.
Ironisnya, kabar yang sama juga terjadi pada game battle royale milik Epic Games dan Iron Galaxy, Rumbleverse. Epic Games mengumumkan mereka akan menutup Rumbleverse pada 28 Februari 2023 pukul 08:00 waktu Pasifik. Ini menjadi bukti bahwa game live service merupakan pasar yang sangat kompetitif dan berisiko besar.
Apex Legends Mobile akan resmi ditutup server-nya pada 1 Mei 2023 pukul 16:00 waktu Pasifik.
GAMEFINITY.ID, Bandung – Netflix akhirnya merilis key art untuk serial live action One Piece yang sudah lama dinanti penggemarnya. Ditambah lagi serial yang diadaptasi serial manga karya Eichiro Oda itu dipastikan akan mulai berlayar tahun ini.
Netflix Rilis Poster Promosi Serial Live Action One Piece
Poster promosi One Piece Netflix
Baru-baru ini, Netflix merilis poster promosi serial live action One Piece yang sudah lama dinantikan penggemar setianya. Poster tersebut menampilkan Iñaki Godoy sebagai Luffy dengan pose khas sang tokoh utama, yaitu membelakangi dengan mengangkat kepalan tangan.
Kru Topi Jerami di One Piece Live Action
Selain tokoh Luffy, key art dari serial live action itu mengungkap debut Mackenyu sebagai Zoro, Emily Rudd sebagai Nami, Jacob Romero Gibson sebagai Usopp, dan Taz Skylar sebagai Sanji.
Netflix sendiri sudah mempromosikan besar-besaran serial ini. Pertama kali diumumkan pada tahun 2017 dan sudah diresmikan pada 2020, serial tersebut sudah mulai masuk produksi pada Februari 2022 di bawah pimpinan Steven Maeda dan Matt Owens selaku produser eksekutif dan showrunner.
Pihak Netflix juga sempat membagikan cuplikan set pada musim panas tahun lalu. Salah satu dari set yang dipamerkan adalah kapal Baratie Bar dari East Blue Saga. Baratie Bar diperlihatkan telah dibangun dari awal menjadi sebuah raksasa dengan detail sesuai aslinya.
Bakal Rilis Tahun Ini! Kemungkinan Hanya Adaptasi East Blue Saga untuk Season Perdananya
Serial live action One Piece dipastikan akan rilis 2023 dengan sepuluh episode untuk season perdana. Sayangnya, Netflix belum membagikan tanggal spesifik untuk peluncurannya, berarti penggemar harus menunggu sedikit lebih lama untuk menyaksikan kru Topi Jerami (Straw Hat) dalam live action.
Kemungkinan juga season perdana dari serial tersebut hanya akan mengadaptasi East Blue Saga, yaitu 100 bab pertama dari serial manga-nya. Saga tersebut berfokus pada awal petualangan Luffy sambil membentuk kru bajak lautnya. Jika serial live action ini sukses besar, bukan tidak mungkin lagi arc berikutnya seperti Alabasta Saga dapat diadaptasi untuk season mendatang.
One Piece akan siap berlayar tahun ini eksklusif di Netflix. Tomorrow Studios, studio di balik live action Cowboy Bebop, bertanggung jawab dalam produksi serial ini.