All posts by Dimas Galih Putrawan

A writer, gamer, content creator. My Gaming Account: Steam: dimaspettigrew Epic Games Store: PTGRW Xbox: PTGRW

Alasan The Day Before Berpotensi Jadi Game Terburuk 2023

GAMEFINITY.ID, Bandung – The Day Before menjadi salah satu game yang mencuri perhatian akhir-akhir ini. Game MMO survival horror itu telah menjadi game yang paling banyak di-wishlist di Steam tahun lalu. Ironisnya, saat ini banyak pihak berpendapat bahwa game besutan Fntastic itu berpotensi menjadi game terburuk pada tahun 2023.

The Day Before Mendadak Jadi Game yang Paling Banyak di-wishlist di Steam

The Day Before visual
Visual di trailer perdana The Day Before tuai sambutan hangat

Fntastic pertama kali mengungkap The Day Before dengan trailer perdana dan preview gameplay-nya. Trailer tersebut menunjukkan game tersebut terlihat seperti kombinasi The Division dan The Last of Us. Penungkapan itu langsung mencuri perhatian pemain. Mendadak, game tersebut menjadi game yang paling banyak di-wishlist di Steam.

Penundaan Hingga Kontroversi Relawan

Awalnya, game open world MMO survival horror itu dijadwalkan rilis 21 Juni 2022. Akan tetapi, Fntastic selaku pengembang mengungkap bahwa The Day Before harus tertunda hingga 1 Maret 2023. Alasannya, pihak pengembang ingin berganti menggunakan Unreal Engine 5 untuk membuat gameplay-nya lebih fantastik lagi.

Baca juga: Sudah Ditunggu, The Day Before Ditunda Rilisnya Hingga 2023

Akhir Juni 2022, Well Played mengungkap Fntastic mengandalkan para relawan untuk menyelesaikan game-nya. Kabar ini memicu kontroversi dari berbagai pihak. Pasalnya, relawan yang dimaksud adalah relawan yang dibayar dan tidak dibayar. Banyak dari para relawan itu tidak dibayar.

Anehnya, pihak Fntastic sendiri mengaku tim mereka terdiri dari banyak relawan, termasuk mereka yang dibayar. Setiap relawan tersebut akan mendapat sertifikat partisipasi dan kode gratis, namun tidak akan dibayar sebagai kompensasi.

Jejak Rekam Fntastic

Pengungkapan The Day Before hingga keberhasilannya menjadi game terbanyak di-wishlist di Steam membuat publik bertanya-tanya. Fntastic sendiri merupakan pengembang indie yang baru berkecimprung di pasar game AAA. Pasalnya, pengembang tersebut bukan menjadi pengembang sebesar Ubisoft atau Krafton.

Channel YouTube Force Gaming mengungkap jejak rekam Fntastic sebagai pengembang sangat buruk. Sebelum The Day Before, mereka memiliki tiga judul game yang pernah dikembangkan, yaitu The Wild Eight, Dead Dozen, dan Propnight. Ketiganya sudah dapat dikatakan terabaikan.

The Day Before The Wild eight
The Wild Eight

Game pertama mereka, The Wild Eight, merupakan top down survival action berlatar di Alaska. Begitu game itu rilis sebagai early access di Steam pada Februari 2017, awalnya pemain memberikan ulasan positif. Namun, Fntastic menjual hak game tersebut karena konflik internal dengan mitranya.

The Day Before Dead Dozen
Dead Dozen

Dead Dozen menjadi game keduanya. Game FPS horror itu melibatkan tim beranggotakan hingga empat pemain untuk keluar dari sebuah piramid misterius. Dead Dozen pertama kali rilis sebagai early access pada Maret 2018. Tidak seperti The Wild Eight, Dead Dozen mendapat kritikan buruk pada awal peluncurannya. Karena hal ini, mereka memutuskan untuk menghentikan dukungannya tiga bulan kemudian.

The Day Before Propnight
Propnight

Propnight menjadi game ketiga dari Fntastic yang dirilis saat pengumuman The Day Before. Pada dasarnya Propnight memiliki konsep yang mirip dengan Dead by Daylight. Namun, game tersebut mendapat ulasan negatif karena bug bertebaran. Setidaknya, Propnight terakhir kali mendapat patch pada 1 Januari 2023.

Rilis Trailer Gameplay RTX yang Minim Gameplay, The Day Before Kembali Picu Kritik

Jejak rekam Fntastic tentu mengundang kritikan dan kekhawatiran terhadap nasib The Day Before ke depannya. Kemungkinan besar, game MMO survival horror itu akan bernasib sama dengan ketiga game sebelumnya, terabaikan dan mendapat ulasan buruk.

Fntastic berani merilis trailer gameplay untuk memamerkan grafik dari Nvidia RTX. Seperti sebelumnya, trailer itu memamerkan grafik yang realistis terhadap dunia game itu.

Warganet langsung mengkritik habis-habisan trailer itu. Mereka mengatakan trailer gameplay itu sama sekali tidak memamerkan lebih banyak gameplay, melainkan berfokus pada grafik yang sangat menawan dan realistis. Tidak sedikit pula yang mengecap The Day Before sebagai calon game terburuk tahun 2023 atau bahkan sebuah scam besar.

The Day Before sempat disusul Stray sebagai game yang paling banyak di-wishlist. Saat ini, Hogwarts Legacy menyusul game besutan Fntastic itu dan langsung menjadi game premium terlaris saat ini.

Baca juga: Belum Rilis, Hogwarts Legacy Jadi Game Terlaris di Steam

Dengan jadwal perilisan 1 Maret 2023 semakin dekat, apakah The Day Before akan membungkam skeptisme pemain? Ataukah game ini menjadi satu lagi kegagalan bagi Fntastic?

Game Krafton The Callisto Protocol Dianggap Game Gagal

GAMEFINITY.ID, Bandung – The Callisto Protocol menjadi salah satu game yang paling dinanti pada tahun lalu. Game sci-fi horror itu mencuri perhatian berkat keterlibatan Glen Schofield selaku kreator Dead Space dan bos Striking Distance Studios. Sayangnya, penjualan game-nya sejauh ini dianggap gagal mencapai target yang diharapkan Krafton.

Penjualan The Callisto Protocol Gagal Capai Target

The Callisto Protocol diperkirakan telah memakan biaya produksi kurang lebih sebesar 200 juta won atau sekitar US$160 juta selama tiga tahun. Game yang juga dibuat oleh Krafton itu mencuri perhatian saat promosi di berbagai event seperti PlayStation State of Play, Summer Game Fest, dan Gamescom. Terlebih, nama Glen Schofield juga membantu menambah hype.

Hype yang didapat berfokus pada adegan kekerasan yang brutal, terutama pada close quarter combat dan adegan kematian setiap karakter yang dianggap penting. Begitu juga grafiknya yang mutakhir, realistis, dan kelam.

Meski terdapat hype yang besar sebelum rilis, situs berita asal Korea K-Oddysey melaporkan penjualan The Callisto Protocol gagal capai target. Akibat hal ini, nilai saham Krafton pun anjlok. Krafton berharap game buatan Striking Distance Studios itu bisa mencapai total penjualan 5 juta unit. Sejauh ini, angka penjualan baru mencapai kurang lebih dua juta unit.

Dengan angka yang diperoleh ini, tampaknya ini akan menjadi kegagalan financial terbesar bagi Krafton.

Kritikus dan Pemain Menganggapnya Kurang Sesuai Ekspektasi

The Callisto Protocol gameplay
Meski mendapat hype besar, pemain dan kritikus mengkritik The Callisto Protocol saat perilisannya

Setelah rilis pada awal Desember lalu, kritikus dan pemain memberi ulasan beragam terhadap The Callisto Protocol. Mereka memuji grafik, atmosfer yang mengerikan, dan visceral combat yang bervariasi. Namun, mereka juga mengkritik kurangnya fitur penting dan replay value.

Masalah terbesar muncul pada hari pertama rilis. Hal ini terutama terjadi di versi PC-nya. Terdapat banyak laporan dari pemain versi PC-nya bahwa game yang mereka mainkan mengalami optimisasi buruk, performa terputus-putus, dan sering lag. Ini membuat pemainnya memberi ulasan negatif pada game ini di Steam.

Baca juga: The Callisto Protocol Berikan Roadmap Update 2023

Ditambah lagi, game ini batal rilis di Jepang setelah gagal mendapat rating CERO. Pihak CERO meminta pihak pengembang mengeditnya karena terlalu sadis, namun permintaan ini ditolak.

The Callisto Protocol 2023 Roadmap
Pihak Krafton sudah menjanjikan konten baru akan datang sesuai dengan roadmap untuk 2023

Meski memiliki potensi menjadi salah satu game sci-fi horor terbaik, The Callisto Protocol ternyata gagal mencuri perhatian pemain dan kritikus. Angka penjualannya yang tidak sesuai ekspektasi membuat saham Krafton anjlok. Walau defmikian, Striking Distance Studios sudah menjanjikan konten tambahan berbentuk DLC sepanjang tahun ini.

Heboh! Rainbow Six Siege Kolaborasi dengan WWE

GAMEFINITY.ID, Bandung – Ubisoft mengumumkan melalui laman resminya Rainbow Six Siege akan berkolaborasi dengan WWE. Mereka akan menghadirkan bundle item kosmetik bertema WWE. Kolaborasi ini menyusul kesuksesannya dalam berkolaborasi dengan NieR Replicant.

Dua Bundle Item Kosmetik Berdasarkan Dua Bintang WWE Terkenal Akan Hadir

Rainbow Six Siege x WWE bundle
Dua bundle item kosmetik berdasarkan bintang WWE

Event kolaborasi ini sudah diumumkan dan diluncurkan pada 12 Januari lalu. Ubisoft mengungkap mereka akan menghadirkan dua bundle item kosmetik berdasarkan Becky Lynch dan Undertaker. Lebih spesifiknya, kostum Bundle Lynch dikhususkan untuk Thorn, sementara kostum Undertaker dikhususkan untuk Blackbeard.

Selain mendapat skin operator berupa kostum, pemain akan memperoleh gun charm, skin senjata, dan banner terinspirasi dari gimmick dan catchphrase kedua bintang WWE itu.

Untuk Blackbeard, terdapat weapon skin MK17 CQB yang dinamakan The Tombstone dan memamerkan cat ungu berhiaskan petir beserta logo Undertaker di tengahnya. Bundle-nya juga termasuk charm Don the Undertaker Championship dan background Moonlight Brawl.

Sementara untuk Lynch, terdapat weapon skin UZK50GI yang dipasang dengan Dis-Arm-Her serta menampilkan aksen kuning dan slogan I Am The Man. Bundle-nya sudah termasuk charm WWE Championship Titles yang merepresentasikan Becky 2 Belts, dan juga background I Am The Man.

Kedua bundle tersebut tersedia seharga 2.160 R6 Credits. Jika ingin mendapat keduanya, pemain bisa membeli WWE Rumble Bundle seharga 4.080 R6 Credits.

Disambut Hangat Pemain Setia Rainbow Six Siege!

Pemain menyambut hangat kabar kolaborasi ini melalui GIF dan meme bertema WWE. Beberapa langsung berbondong-bondong membeli bundle itu. Sementara yang lain mengungkap bahwa kolaborasi tersebut tidak terduga. Mereka memuji Ubisoft telah sukses menggelar kolaborasi yang unik akhir-akhir ini di Rainbow Six Siege.

Baca juga: Ubisoft Tunda Skull and Bones untuk Keenam Kalinya

WWE sendiri sebenarnya sudah tidak asing dalam kolaborasi game. Sebelumnya, organisasi gulat profesional itu sudah berkolaborasi dengan berbagai judul game seperti Fortnite, Fall Guys, dan King of Fighters.

2K Games rutin membuat game berdasarkan WWE dengan franchise WWE 2K. Bahkan, ada channel YouTube bernama UpUpDownDown di mana setiap bintang gulat profesional itu bermain game seperti Tekken 7.

Rainbow Six Siege masih menjadi salah satu game FPS terfavorit bagi pemainnya. Kolaborasi bersama WWE tampaknya akan menguatkan keberadaannya sebagai game FPS teratas saat ini. Ubisoft juga mengumumkan terdapat berbagai perubahan yang akan datang untuk mengembangkan pengalaman bermain,

God of War Ragnarok Kuasai Nominasi DICE Awards 2023

GAMEFINITY.ID, Bandung – God of War Ragnarok menguasai daftar nominasi DICE Awards 2023. The Academy of Interactive Arts and Sciences (AIAS) telah mengumumkan nominasi resmi dari DICE Awards 2023. Sebanyak 61 game yang rilis pada 2022 berkompetisi dalam total 23 nominasi, termasuk Game of the Year.  tersebut.

AIAS merupakan organisasi non-profit yang terkenal menggelar acara Design Innovate Communicate Entertain (DICE) Summit setiap tahunnya sejak 1998. Setiap anggotanya telah memilih finalis dalam setiap nominasi acara penghargaan tersebut.

God of War Ragnarok Kuasai Nominasi, Termasuk Game of the Year

Setelah sukses memenangkan penghargaan terbanyak di The Game Awards, God of War Ragnarok mendapat nominasi terbanyak, termasuk Game of the Year. Game besutan Santa Monica Studio itu mendapat total 12 nominasi, termasuk dua nominasi di kategori Outstanding Achievement in Character untuk Kratos dan Atreus.

DICE Awards 2023 Nominations god of war ragnarok game of the year
Deretan game yang dapat nominasi Game of the Year di DICE AWards 2023

God of War Ragnarok masih harus bersaing dengan Elden Ring, Horizon Forbidden West, Stray, dan Vampire Survivor untuk merebut gelar Game of the Year. Tidak hanya itu, game itu juga mendapat nominasi Outstanding Achievement in Animation bersama Elden Ring, dan Horizon Forbidden West. Ketiganya bersaing dengan Moss: Book II dan Cuphead: The Delicious Last Course.

Menyusul God of War Ragnarok, Horizon Forbidden West mendapat 8 nominasi. Elden Ring memiliki tujuh nominasi. Call of Duty: Modern Warfare II, Immortality, Moss: Book II, Tunic, dan Vampire Survivors masing-masing dapat empat. Terakhir, Stray dapat tiga nominasi.

Jika dihitung berdasarkan pengembang atau publisher, Sony Interactive Entertainment mendapat nominasi terbanyak, yaitu 22. Bandai Namco Entertainment dan Guerrilla Games mendapat 8 nominasi.

Baca juga: Elden Ring Menang GOTY di The Game Awards 2022

DICE Awards 2023 Tayang Februari Ini

Tahun ini, DICE Awards ke-26 akan dibawakan oleh Greg Miller dari Kinda Funny dan Stella Chung dari IGN. Pemenang dari setiap kategori akan diumumkan pada 23 Februari 2023 di Resorts World Las Vegas sebagai acara puncak DICE Summit. IGN, selaku media partner, akan me-live stream acara tersebut.

“Saya ingin mengucapkan terima kasih yang istimewa pada setiap panelis. Mereka terus mendedikasikan waktu dan keahliannya untuk menilai dan memilih game terbaik tahun 2022. Mewakili Academy, selamat untuk semua finalis! Setiap game terpilih telah memukau kami berkat pendekatan unik penceritaan, kreativitas, dan inovasi teknikal. Kami tidak sabar untuk merayakan kerja keras dan pencapaian kalian di DICE Awards ke-26!” tulis Meggan Scavio, presiden AIAS.

Daftar Nominasi

Outstanding Achievement in Animation

  • Cuphead – The Delicious Last Course
  • Elden Ring
  • God of War Ragnarok
  • Horizon Forbidden West
  • Moss: Book II

Outstanding Achievement in Art Direction

  • Call of Duty: Modern Warfare II
  • God of War Ragnarok
  • Horizon Forbidden West
  • Stray
  • The Callisto Protocol

Outstanding Achievement in Character

  • Call of Duty: Modern Warfare – Alejandro Vargas
  • God of War Ragnarok – Atreus
  • God of War Ragnarok – Kratos
  • Horizon Forbidden West – Aloy
  • Return to Monkey Island – Guybrush Threepwood

Outstanding Achievement in Original Music Composition

  • A Plague Tale: Requiem
  • God of War Ragnarok
  • Horizon Forbidden West
  • Metal Hellsinger
  • Moss: Book II

Outstanding Achievement in Audio Design

  • A Plague Tale: Requiem
  • Call of Duty: Modern Warfare II
  • God of War Ragnarok
  • Gotham Knights
  • Somerville

Outstanding Achievement in Story

  • Elden Ring
  • God of War Ragnarok
  • I Was a Teenage Exocolonist
  • Immortality
  • Norco

Outstanding Technical Achievement

  • A Plague Tale: Requiem
  • Elden Ring
  • God of War Ragnarok
  • Horizon Forbidden West
  • Teardown

Action Game of the Year

  • Bayonetta 3
  • Grounded
  • Neon White
  • Sifu
  • Vampire Survivors

Adventure Game of the Year

  • God of War Ragnarok
  • Horizon Forbidden West
  • Norco
  • Stray
  • Tunic

Family Game of the Year

  • Disney Dreamlight Valley
  • Kirby’s Dream Buffet
  • Lost in Play
  • Mario + Rabbids Sparks of Hope
  • Trombone Champ

Fighting Game of the Year

  • JoJo’s Bizarre Adventure: All-Star Battle R
  • MultiVersus
  • RumbleVerse
  • SpiderHeck
  • The King of Fighters XV

Racing Game of the Year

  • F1 22
  • Gran Turismo 7
  • Need for Speed Unbound

Role Playing Game of the Year

  • Citizen Sleeper
  • Elden Ring
  • Weird West
  • World of Warcraft: Dragonflight
  • Xenoblade Chronicles 3

Sports Game of the Year

  • FIFA 23
  • Mario Strikers: Battle League
  • MLB The Show 22
  • NBA 2K23
  • OlliOlli World

Strategy/Simulation Game of the Year

  • Dwarf Fortress
  • IXION
  • Marvel’s Midnight Suns
  • Potion Craft: Alchemist Simulator
  • Warhammer 40.000: Chaos Gate – Warhunters

Immersive Reality Technical Achievement

  • Among Us VR
  • Cosmonious High
  • Moss: Book II
  • Red Matter II
  • The Last Clockwinder

Immersive Reality Game of the Year

  • Cosmonious High
  • Moss: Book II
  • Red Matter 2
  • Tentacular
  • The Last Clockwinder

Outstanding Achievement for an Independent Game

  • Immortality
  • Neon White
  • Teenage Mutant Ninja Turtles: Shredder’s Revenger
  • Tunic
  • Vampire Survivor

Mobile Game of the Year

  • Diablo Immortal
  • Gibbon: Beyond the Trees
  • Immortality
  • Marvel Snap
  • Poinpy

Online Game of the Year

  • Call of Duty: Modern Warfare II
  • FIFA 23
  • Final Fantasy XIV: Endwalker
  • Marvel Snap
  • Rumbleverse

Outstanding Achievement in Game Design

  • Elden Ring
  • God of War Ragnarok
  • Marvel Snap
  • Tunic
  • Vampire Survivor

Outstanding Achievement in Game Direction

  • Elden Ring
  • God of War Ragnarok
  • Horizon Forbidden West
  • Immortality
  • Tunic

Game of the Year

  • Elden Ring
  • God of War Ragnarok
  • Horizon Forbidden West
  • Stray
  • Vampire Survivors

Google Khawatir Microsoft Akuisisi Activision Blizzard

GAMEFINITY.ID, Bandung – Keputusan Microsoft untuk mengakuisisi Activision Blizzard masih mengundang protes berbagai pihak. FTC telah menuntut pemilik Xbox itu dan sudah menghadapi prasidang pada awal Januari ini. Namun, Google dan Nvidia dilaporkan khawatir dengan akuisisi seperti itu baru-baru ini.

Google dan Nvidia Ikut Khawatir dengan Akuisisi Activision Blizzard oleh Microsoft

Menurut Bloomberg, kedua perusahaan teknologi itu khawatir bahwa Microsoft akan mendapat keuntungan tidak adil di mobile, layanan berlangganan, dan cloud. Keduanya merasa akuisisi besar seperti itu berpotensi merusak kompetisi di pasar game.

Laporan tersebut mendapati Nvidia tidak secara langsung memprotes akuisisi itu. Namun, mereka mengingatkan bahwa harus ada kebutuhan akses terbuka dan seragam bagi game.

Microsoft Nvidia Geforce Now
Nvidia GeForce cukup menonjol dalam persaingan layanan cloud gaming

Saat ini, Microsoft cukup bersinar dengan Xbox Cloud Gaming di pasar cloud gaming. Nvidia juga masih bertahan dengan GeForce Now. Google justru terpuruk dengan Stadia yang akan ditutup 19 Januari mendatang.

Microsoft google stadia
Google Stadia akan ditutup kurang lebih seminggu kemudian setelah terpuruk

Microsoft mengingatkan akuisisi Activision Blizzard bertujuan untuk menguatkan posisi mereka di mobile gaming. Pasalnya, pemilik Xbox itu tidak begitu menonjol di pasar mobile. Faktanya, Phil Spencer selaku bos Xbox menyebut tujuan utama akuisisi tersebut adalah King selaku pengembang Candy Crush Saga. Mereka dilaporkan ingin mengandalkan King untuk membuat platform mobile Xbox.

Bukan hanya Candy Crush Saga, jika akuisisi ini berhasil, Microsoft juga akan menjadi pemilik Call of Duty Mobile, Diablo Immortal, dan setiap game mobile milik Activision Blizzard.

Baca juga: Microsoft, FTC Salahi Konstitusi Terkait Activision Blizzard

Sony Protes Karena Kekhawatiran Call of Duty Selanjutnya Akan Eksklusif di Xbox

Google dan Nvidia mengikuti langkah Sony untuk memprotes akuisisi Activision Blizzard itu. Meski begitu, keduanya tidak sekejam Sony dalam mengutarakan pendapat mereka.

Microsoft Call of Duty future
Microsoft pastikan Call of Duty tidak akan jadi eksklusif di Xbox

Lebih spesifik lagi, Sony mengungkap kekhawatirannya tentang kemungkinan franchise Call of Duty akan eksklusif di Xbox dalam waktu yang akan datang. Microsoft telah membantah tuduhan itu, mereka bahkan menawar kesepakatan agar Call of Duty tetap tersedia di PlayStation selama 10 tahun. Mereka juga menjanjikan franchise terkenal itu akan tersedia di Nintendo Switch.

Proses akuisisi Activision Blizzard oleh Microsoft sudah disetujui oleh beberapa negara seperti Arab Saudi, Brasil, dan Serbia. Namun, persetujuan di Inggris dan Amerika Serikat tampaknya terhalang. Terlebih, FTC sudah menuntut masalah ini ke jalur hukum, Bloomberg menyebut di laporan yang sama bahwa sidang akan digelar Agustus ini.

Starfield Absen Tampil di Xbox Bethesda Direct Januari Ini

GAMEFINITY.ID, Bandung – Setelah menjadi rumor baru-baru ini, Micosoft mengumumkan mereka akan menggelar Xbox Bethesda Direct Januari ini. Acara live stream itu akan menampilkan lebih banyak preview game besutannya. Mengejutkannya, Starfield, game yang paling dinanti dari Bethesda, akan absen.

Banyak penggemar yang khawatir karena Microsoft absen dari The Game Awards 2022 untuk menunjukkan trailer terbaru dari game-nya. Belum lagi rumor penundaan game RPG sci-fi itu dan juga Redfall. Setidaknya, pihak Xbox sudah menyiapkan pengumuman penting dari berbagai game yang akan datang.

Xbox Bethesda Direct Januari Ini Akan Tampilkan Beberapa Game Besutannya

Acara Xbox Bethesda Direct Januari ini akan menampilkan inside look dari beberapa game yang akan datang di Xbox, PC, dan Game Pass selama beberapa bulan. Sejauh ini, game yang disebut akan tampil adalah Redfall, Forza Motorsport, Minecraft Legends, dan The Elder Scrolls Online.

Penggemar dapat melihat detail dari fitur besar, informasi, dan pengungkapan gameplay dari keempat game itu. Game Rant menyebut Xbox Bethesda Direct Januari ini akan berlangsung selama 45 menit, dengan global reveal khusus dari The Elder Scrolls Online digelar setelahnya.

Microsoft Pastikan Starfield Akan Dapat Showcase Sendiri

Starfield gets its own showcase
Starfield dipastikan dapat showcase tersendiri

Absennya Starfield dari acara ini masih mengundang kekhawatiran penggemar. Game RPG bertema luar angkasa itu sudah ditunda dari waktu rilis 11 November 2022 menjadi paruh pertama 2023. Pihak Xbox menjawab kekhawatiran penggemar melalui lamannya bahwa Starfield akan mendapat showcase sendiri.

Baca juga: Bethesda Pastikan Starfield Tetap Rilis Paruh Pertama 2023

“Untuk mendedikasikan waktu untuk melihat lebih dekat pada Starfield dari Bethesda Game Studios, sebuah acara tersendiri sedang direncanakan,” tulis pihak Xbox.

Diperkirakan showcase standalone itu akan digelar setelah Xbox Bethesda Direct mengingat jadwal rilisnya masih pada paruh pertama 2023. Bethesda tentunya ingin lebih banyak waktu untuk membangun hype dari Starfield melalui promosinya. Diharapkan showcase tersebut akan menampilkan informasi penting dari tanggal rilis dari game besutannya itu.

Meski harus kecewa Starfield harus absen dari Xbox Bethesda Direct Januari ini, showcase tersendiri menjadi kabar baik bagi penggemar yang ingin tahu lebih lanjut dan sudah menantikannya. Terlebih game sci-fi RPG itu akan menampilkan lebih dari 1.000 planet, menandakan bahwa game ini sangat ambisius.

Xbox Bethesda Direct akan digelar Rabu, 25 Januari 2023 pukul 12:00 waktu Pasifik (03:00 WIB) di channel YouTube dan Twitch Xbox dan Bethesda.