Category Archives: Game

Baldur’s Gate III Dipastikan Miliki 17.000 Variasi Ending!

GAMEFINITY.ID, Bandung – Baldur’s Gate III tentu menjadi proyek RPG ambisius oleh Larian Studios begitu keluar dari early access pada 3 Agustus 2023. Saking ambisiusnya, tim pengembang sempat mengungkap game RPG epic ini memiliki cinematic total 174 jam, bahkan melebihi Game of Thrones. Lebih mengejutkannya lagi, ternyata game ini memiliki 17.000 variasi ending.

Ada 17.000 Variasi Ending di Baldur’s Gate III

Baldur's Gate III massive RPG

Sebuah video dari channel YouTube Fextralife mengungkap telah melakukan wawancara dngan Chrystal Ding, salah satu penulis utama game-nya. Dalam video itu, Chrystal Ding mengatakan dirinya telah mengerjakan ending Baldur’s Gate III selama 6 bulan dan terdapat 17.000 variasi ending yang tersedia.

Hal itu bukan berarti terdapat 17.000 ending yang berbeda-beda, melainkan hanya variasinya. Setiap variasi tersebut memiliki perbedaan yang mungkin kecil dan tidak terlalu signifikan. Berbicara tentang total jumlah ending yang berbeda, Chrystal Ding mengaku ia tidak dapat menghitungnya.

Hal ini tampaknya dibenarkan oleh direktur publishing Larian Studios Michael Douse. Ia mencuit di Twitter, “Oh tidak, mereka dapat angka 17.000.”

Bakal Jadi Game RPG yang Masif

Tampaknya Baldur’s Gate III akan menjadi satu lagi game RPG yang sangat ambisius. Larian Studios mengaku bahwa pemain bisa menyelesaikan main campaign-nya dalam 75 hingga 100 jam. Jika ingin menyelesaikan segalanya atau mencapai 100% completion, mereka setidaknya bisa menyelesaikan game-nya dalam sekitar 200 jam.

Baca juga:

Menurut laman blognya, Larian mengaku semua adegan cinematic di Baldur’s Gate III berdurasi total 174 jam. Jumlah itu bahkan dua kali lipat dari semua episode Game of Thrones. Tidak hanya itu, game RPG besutan mereka itu juga memiliki lebih banyak dialog cinematic daripada tiga novel Lord of the Rings.

“Semua kontennya akan memberi kamu pilihan dan konsekuensi dalam jumlah banyak, memastikan petualangan semuanya akan menjadi unik,” tutur pihak Larian.

Baldur’s Gate III akan resmi rilis di PC dan Mac pada 3 Agustus 2023 dan di PlayStation 5 pada 6 September 2023. Sementara itu, versi Xbox Series X|S akan segera hadir.

Honkai: Star Rail, Calon Karakter Bintang Lima Berikutnya

GAMEFINITY.ID, PARIAMAN – Honkai: Star Rail memberi bocoran terkait karakter bintang lima baru selama pembaruan yang akan datang. Debut game terbaru dari pengembang Genshin Impact, HoYoverse berhasip meraih kesuksesan besar dalam beberapa bulan terakhir.

RPG yang berisikan anggota Astral Express ini dengan cepat mengumpulkan lebih dari 20 juta unduhan hanya dalam waktu sehari. Bahkan spanduk gacha-nya mencapai pendapatan yang sama dengan pendahulunya.

Meskipun Honkai: Star Rail dirilis dengan daftar 20 karakter yang dapat dimainkan oleh pemain, HoYoverse masih terus memperluas kumpulan karakternya selama pembaruan yang rutin dirilis. Versi 1.1 memperkenalkan Silver Wolf, Luocha, dan Yukong sebagai tiga karakter baru pada pembaruan pertama game tersebit.

Begitu juga versi 1.2 yang akan datang menghadirkan trio anggota pemeran baru ke dalam daftar dengan tambahan Kafka, Blade, dan Luka. Menurut bocoran baru-baru ini, pemeran Star Rail diatur untuk tumbuh lebih besar selama beberapa pembaruan berikutnya.

Baca juga: 

6 Karakter Bintang Lima Baru di Honkai: Star Rail

Topaz Honkai: Star Rail
Topaz

Pembaruan baru dari HoYoverse Dimbreath mengungkapkan adanya enam karakter bintang lima baru yang akan dirilis Honkai: Star Rail. Postingan informasi tersebut diurutkan mulai dari Dan Heng IL atau juga dikenal sebagai Imbibitor Lunae, dan Fu Xuan. Keduanya sudah dipastikan akan dirilis di Versi 1.3.

.Dimbreath mengungkap kumpulan karakter bintang lima berikutnya adalah Topaz, Jingliu, Huohuo, dan Argenti sebagai unit bintang lima setelah Versi 1.3.

Berdasarkan tren Star Rail saat ini, Topaz dan Jingliu kemungkinan akan hadir pada Versi 1.4 sementara Huohuo dan Argenti akan dimunculkan di Versi 1.5.

Pengungkapan pesanan rilis karakter Honkai: Star Rail ini muncul karena gameplay telah dibocorkan sebelumnya. Karakter Topaz sudah memiliki teaser awal dari penampilannya serta elemen dan Pathnya, yang mengonfirmasi bahwa dia adalah karakter Api di Jalur Perburuan berorientasi DPS.

Sementara itu, Jingliu sudah dibocorkan video permainannya dari server dalam pengembangan Honkai: Star Rail, memamerkan mekanik Transendensinya yang unik serta Serangan dan Keterampilan Dasarnya.

Dengan sejumlah besar karakter baru yang direncanakan untuk patch Honkai: Star Rail yang akan datang, HoYoverse terus menyediakan banyak cara bagi pemain untuk mendapatkan lebih banyak Stellar Jades. Kebocoran baru-baru ini menunjukkan bahwa Versi 1.2 akan menampilkan uji coba untuk semua karakter bintang lima Honkai: Standar Star Rail, memberikan Stellar Jades sebagai hadiah untuk penyelesaian.

Pembaruan juga akan membawa beberapa tambahan pada konten permanen game, termasuk Dunia baru untuk Alam Semesta Simulasi dan bos mingguan baru. Honkai: Star Rail diatur untuk berkembang secara signifikan dengan karakter dan konten baru selama pembaruan yang akan datang.

DC Tak Harus Menunggu Superman: Legacy untuk Buat Game Baru

GAMEFINITY.ID, PARIAMAN – Pembuatan game Superman: Legacy menuai pro dan kontra dari fans. Superman bisa dibilang sebagai pahlawan super fiksi paling ikonik sepanjang masa. Namun, anggapan tersebut tidak berlaku untuk kehadiran karakternya dalam dunia video game.

Superman yang muncul di dalam video game terkadang membuat penggemar kecewa. Sebagai wajah Justice League, kadang-kadang dia dapat dikalahkan oleh rekan-rekannya. Tak jarang, karakter pahlawan fiksi yang satu ini diturunkan ke peran pendukung dalam berbagai penampilannya selama bertahun-tahun terakhir.

Kini setelah film Superman: Legacy dipastikan akan berproduksi, akhirnya tiba saatnya bagi manusia baja itu untuk mendapatkan haknya sebagai pahlawan yang solid. Namun, dengan perkiraan rilis film tersebut masih sangat jauh.

Berbeda dengan karakter pahlawan lain seperti Batman yang menuai kesuksesan lewat seri game Batman: Arkham. Game tersebut ibarat mendefinisikan ulang sosok Batman pada penggemar sebagai pahlawan super yang terwujud sepenuhnya. Superman belum menerima kesuksedan semacam itu melalui seri game yang pernah ada.

Baca juga: 

Game Superman: Legacy Sulit Mendapat Tempat di Hati Penggemar

Superman: Legacy

Salah satu teori yang dimiliki penggemar tentang ketiadaan game Superman sebagai pahlawan utama adalah fakta sederhana bahwa makhluk sekuat Krypton pada dasarnya sulit untuk menciptakan alur permainan yang memuaskan.

Pertarungan dan mekanisme pengintaian dasar yang dikenal pada Batman memang tak sebanding dengan kekuatan besar yang dimiliki Superman. Itu berarti pengembang harus menjadi sangat kreatif dan berpotensi memelopori subgenre game aksi yang sama sekali baru.

Namun, bukan berarti developer tidak melakukan upaya di generasi sebelumnya. Contohnya saja dengan hadirnya game seperti Superman: The New Superman Adventures. Sayangnya, game tersebut mendapat tanggapan negatif sehingga status karakter dalam game sebagian besar dianggap sebagai kegagalan.

Pantas Dapatkan Adaptasi Game Seperti Batman: Arkham Bathman: Arkham

Sudah waktunya bagi Warner Bros untuk membiarkan pengembang mengambil risiko yang diperlukan dalam memebuat video game Superman. Meskipun kemungkinan besar akan meningkatkan profil karakter di arus utama, performa box office Superman: Legacy seharusnya tidak menentukan kehadiran karakter di bagian depan game.

Jika ada sesuatu yang telah dibuktikan oleh seri Batman: Arkham selama empat judulnya, itu adalah bahwa pahlawan super DC mampu berdiri sendiri dan bahkan membangun alam semesta baru di sekitar mereka.

Terlepas dari konteksnya yang lebih luas, Superman: Legacy pasti akan membawa interpretasi baru tentang Superman ke depan melalui visi Guardians of the Galaxy dan sutradara The Suicide Squad James Gunn.

Dengan Rocksteady’s Suicide Squad: Kill the Justice League ditetapkan untuk menampilkan karakter pembunuh, peran antagonis mengikuti versi serupa dari Clark yang terlihat dalam seri Injustice, inkarnasi Superman yang lebih klasik dapat menggunakan representasi yang tepat dalam game modern.

Jika studio seperti Rocksteady memiliki konsep untuk membawa manusia baja ke bagiannya sendiri di Arkhamverse, Kill the Justice League bisa menjadi poros yang sempurna. Judul yang akan datang sudah menampilkan Metropolis sebagai latarnya, tetapi judul Superman solo juga pasti akan menjadi perubahan besar dari tren modern gameplay penembak penjarah.

Overwatch League Terancam! Nasibnya akan Ditentukan pada Akhir Musim

GAMEFINITY.ID, Bandung – Overwatch League ternyata mengalami masa depan yang cukup suram. Hal ini buntut dari Activision Blizzard melakukan PHK terhadap karyawan departemen esports-nya. Mereka juga meminta semua tim esports yang telah berpartisipasi untuk memutuskan agar menentukan nasib kompetisi Overwatch terbesar itu pada akhir musim ini.

Activision Blizzard Minta Semua Tim Tentukan Nasib Overwatch League pada Akhir Musim

Activision Blizzard mengungkap dalam laporan keuangan kuartal keduanya mengenai masa depan Overwatch League. Pihaknya menyebut telah menawarkan semua tim yang berpartisipasi biaya penghentian sebesar US$6 juta jika mereka memilih tidak melanjutkan.

“Selama kuartal kedua, kami melakukan amandemen beberapa kebijakan tertentu terhadap kesepakatan kolaborasi pada tim yang berpartisipasi di Overwatch League. Menurut kebijakan terbaru, setelah akhir dari musim Overwatch League ini, semua tim akan menentukan untuk menetapkan kesepakatan operasional terbaru. Jika tim memilih tidak melanjutkan dengan kesepakatan baru ini, sebuah biaya penghentian sebesar US$6 juta akan dibayar pada setiap tim,” tulis Activision Blizzard.

Nasib di Tangan Semua Tim yang Berpartisipasi

Overwatch League in danger

Berdasarkan pernyataan tersebut, Overwatch League kini sedang terancam. Activision Blizzard mempercayakan semua pemilik tim yang berpartisipasi untuk memilih untuk lanjut atau tidak.

Akhir-akhir ini, Activision Blizzard sedang mengalami masalah dalam menyelenggarakan Overwatch League dan Call of Duty League. Pihaknya mengaku tidak yakin apakah kedua liga esports itu dapat bertahan dalam jangka panjang. Hilangnya sponsor, dampak Covid-19, dan kontroversi budaya frat boy perusahaan dipercaya sebagai penyebab masalah keduanya.

Baca juga:

Komisioner Sean Miller mengungkap pada The Verge bahwa Blizzard tetap berkomitmen pada esports Overwatch tidak peduli apakah Overwatch League akan berakhir karena pilihan setiap tim yang berpartisipasi.

“Saya ingin menjelaskan satu hal penting, bahwa Overwatch tetap berkomitmen pada ekosistem kompetitif pada 2024 dan selanjutnya. Serta kami sedang membangun sebuah sistem global baru yang memprioritaskan pemain dan penggemar,” tutur Miller.

Kenyataannya, 50 karyawan departemen esports mengalami PHK. Keputusan PHK itu disebut sebagai kekecewaan signifikan dari Activision Blizzard esports.

Nasib Overwatch League akan ditentukan setelah musim 2023 resmi berakhir. Sementara itu, babak grand final-nya akan digelar di Toronto, Kanada pada 28 September hingga 1 Oktober.

Overwatch 2 Alami Penurunan Player Engagement, Kenapa Ya?

GAMEFINITY.ID, Bandung – Sembilan bulan setelah peluncuran sebagai early access, Overwatch 2 ternyata mengalami penurunan player engagement. Hal itu baru-baru ini terungkap dari pengakuan Activision Blizzard. Namun, mereka berharap update selanjutnya yang bertajuk Invasion dapat merebut kembali perhatian pemain.

Overwatch 2 telah meluncur sebagai free-to-play pada Oktober 2022. Game besutan Blizzard itu sukses mencapai lebih dari 35 juta pemain dalam bulan pertamanya. Namun, game FPS ini tidak luput dari kritikan, termasuk batalnya PvE Hero Mode.

Activision Blizzard Akui Player Engagement Overwatch 2 Menurun

Melalui laporan keuangan kuartal kedua 2023-nya, Activision Blizzard mengungkap game FPS free-to-play-nya itu telah menurun secara bertahap para periode itu. Tentu ini menjadi pertanda bahwa persaingan game live service sangat ketat akhir-akhir ini tanpa memandang brand dan studio.

GameRant menyebut batalnya PvE Hero Mode sebagai faktor utama turunnya player engagement Overwatch 2. Pasalnya, Blizzard mempromosikan mode PvE itu demi menaikkan hype dan buzz sekuel dari Overwatch itu. Akan tetapi, mereka memilih untuk membatalkannya, memicu amarah penggemar setianya.

Terlebih lagi, map resmi buatan Blizzard terbaru berupa map Antartic Peninsula untuk Control pada Februari lalu. Setiap season-nya, mereka hanya menyediakan deretan konten lain berupa kosmetik, limited-time mode, event, dan hero baru. Tentu ini menjadi salah satu faktor Overwatch 2 mulai mengalami penurunan.

Season 6: Invasion Jadi Harapan Baru?

Overwatch 2 Invasion new hero

Activision Blizzard mengakui bahwa mereka berharap update besar selanjutnya, Overwatch 2: Invasion dapat merebut kembali perhatian pemain. Update yang juga menjadi season keenam itu akan rilis pada bulan depan.

Baca juga:

Season keenam itu diharapkan menjadi update terbesar. Terdapat deretan konten baru yang akan muncul, yaitu mode Flashpoint, PvE Story Mission, hero support baru, dan lainnya. Terlebih lagi, season tersebut akan dimulai bertepatan dengan Overwatch 2 mulai tersedia di Steam.

“Sementara engagement dan player investment di Overwatch menurun secara bertahap di kuartal ini, tim Overwatch sangat berharap dengan perilisan Overwatch 2: Invasion pada 10 Agustus,” ungkap Activision Blizzard dalam laporan keuangannya.

Tentunya, season terbaru dari Overwatch 2 itu diharapkan untuk menaikkan hype bagi pemainnya. Jika Blizzard sukses merebut kembali perhatian pemain, bukan tidak mungkin game ini bisa kembali bersaing dengan sederetan game FPS high-profile lainnya.

Overwatch 2 Akan Hadir di Steam! Game Blizzard Lainnya Menyusul

GAMEFINITY.ID, Bandung – Blizzard Entertainment akhirnya akan merilis deretan judul game-nya di Steam! Overwatch 2 akan menjadi judul pertama yang akan debut di platform game milik Valve itu. Ini menjadi arah baru bagi mereka setelah bertahun-tahun memanfaatkan Battle.net sebagai platform-nya sendiri untuk pemain PC.

Versi PC dari Overwatch 2 saat ini hanya tersedia eksklusif di Battle.net. Namun, arah baru dari Blizzard ini menjadi strategi baru bagi perusahaan untuk menjangkau lebih banyak pemain.

Blizzard Akan Merilis Deretan Game Besutannya di Steam!

Melalui laman resminya, Blizzard mengumumkan bahwa pihaknya akan merilis deretan game pilihan di Steam. Mereka beralasan ingin pemain dapat mengakses game-nya lebih mudah tanpa memandang platform.

“Inilah tujuan kami di Blizzard untuk mendengarkan pemain dan mencoba untuk melebihi ekspektasi pada apapun yang kami lakukan. Sementara Battle.net tetap menjadi prioritas kami dan dalam masa depan, kami mendengar pemain ingin pilihan menggunakan Steam untuk menikmati deretan game kami, dimulai dari Overwatch 2 pada 10 Agustus. Kami bangga sudah bekerja dengan Valve untuk mewujudkannya,” jelas Mike Ybarra, presiden Blizzard Entertainment.

Baca juga: 

Gamers dan developers akan sangat untung dari Overwatch 2 yang akan datang di Steam. Gamers akan memiliki satu lagi platform di mana mereka dapat bemain game favoritnya yang menggunakan kemampuan dari Steam, sementara developer akan diuntungkan dari efek dari tim bertalenta dari Blizzard yang membantu kami mengubah fitur dan fungsionalitas dukungan untuk Overwatch 2,” ungkap Gabe Newell, presiden Valve.

Blizzard belum menyebut game mana saja yang akan rilis di Steam. Ada kemungkinan judul game lain seperti World of Warcraft dan Diablo IV juga akan menyusul. Sementara itu, Diablo I dan dua game Warcraft pertama juga tersedia di GOG.com.

Overwatch 2 Rilis di Steam 10 Agustus, Bertepatan dengan Season 6: Invasion

Overwatch 2 Blizzard on Steam Platform

Overwatch 2 akan menjadi game pertama Blizzard yang akan hadir di Steam pada 10 Agustus 2023. Tanggal itu bertepatan dengan dimulainya season 6 yang bertajuk Invasion. Season terbaru itu akan menghadirkan sederetan konten baru, termasuk di antaranya PvE Story Mission, sebuah mode PvP baru, dua map baru, dan hero baru.

Baca juga:

Namun, pemain masih harus menghubungkan akun Battle.net-nya ke Steam agar dapat menikmati Overwatch 2. Versi Steam tersebut akan mendukung Steam Achievements dan friend list.

Langkah ini menyusul keputusan Activision untuk merilis Call of Duty: Modern Warfare 2 dan Warzone 2.0 di Steam. Munculnya kedua judul itu di Steam menjadi pertanda berakhirnya hiatus Call of Duty di platform tersebut selama lima tahun.

Overwatch 2 akan resmi tersedia di Steam pada 10 Agustus 2023, hari yang sama saat season 6 yang bertajuk Invasion dimulai.