Category Archives: Game

Dewa United Esports Unjuk Taring di Awal MPL ID S12

GAMEFINITY.ID, Jakarta – Dewa United Esports menjadi tim pendatang baru di MPL ID S12, membuat debut yang mengesankan pada minggu pertama. Watt dan tim berhasil meraih kemenangan dalam dua pertandingan pertama mereka, masing-masing dengan skor 2-1.

Saat ini, mereka berada di posisi tiga besar, tepat di bawah RRQ dan Bigetron Alpha. Kesuksesan awal Dewa United menjadi modal berharga untuk menghadapi persaingan ketat di musim reguler MPL ID S12. Namun, sang pelatih, JackLee, tetap berhati-hati dan waspada menghadapi tantangan-tantangan yang akan datang.

Di minggu pertama MPL ID S12, Dewa United Esports memulai perjalanan mereka dengan dua kemenangan yang sulit diraih. Dewa mengalahkan Aura Fire dan Rebellion Zion, masing-masing dengan skor 2-1. Hasil ini telah membawa mereka masuk ke dalam tiga besar klasemen, menandakan potensi mereka untuk bersaing dengan tim-tim terbaik dalam liga.

Baca juga:

Prestasi minggu pertama menjadi aset berharga bagi Dewa United saat mereka bersiap menghadapi pertandingan-pertandingan menantang di sisa MPL ID S12. Selain meningkatkan moral dan kepercayaan diri tim, kemenangan ini memberikan pengalaman berharga yang dapat memotivasi mereka untuk melanjutkan tren kemenangan mereka.

Fokus Utama Pelatih: Menjaga Performa Dewa United

Pelatih Dewa United Esports di MPL ID S12
Pelatih Dewa United Esports, JackLee (Foto: DewaUnited)

Mengakui performa tanpa cela timnya di minggu pertama, Pelatih JackLee mendekati debut Dewa United di MPL ID S12 dengan optimis. Terutama dalam hal strategi pemilihan hero tim. Dia dengan yakin bahwa pemilihan hero tim sudah sesuai dengan META yang berlaku.

“Untuk masalah draft, kami sudah rundingkan sebelum match mulai, jadi cukup works (dengan META),” ujar JackLee dikutip dari One Esports.

Keberhasilan dalam pemilihan hero ini berkat upaya kolaboratif para pemain, yang membahas dan merencanakan strategi sebelum setiap pertandingan.

Meskipun berhasil tampil impresif di awal, JackLee tahu bahwa rasa puas berlebihan dapat menjadi jebakan. Staf pelatih Dewa United Esports berfokus untuk menjaga performa maksimal para pemain sepanjang minggu-minggu mendatang. JackLee mengungkapkan bahwa suasana hati dan kondisi mental para pemain saat ini sangat baik.

“Kondisi mental pemain cukup stabil, jadi kami dari team coaching lumayan menjaga banget masalah mental,” sebut sang pelatih.

Tim pelatih bekerja keras untuk memastikan para pemain tetap optimis namun tidak berlebihan, agar terhindar dari kemungkinan penurunan performa.

Tantangan Berikutnya di MPL ID S12

List Target Dewa United Esports MLBB di MPL ID S12
List Target Dewa United Esports MLBB (Foto: Esports.id)

Menghadapi minggu kedua MPL ID S12, Dewa United akan bertemu dengan lawan-lawan tangguh seperti Bigetron Alpha dan juara bertahan, ONIC Esports. Pertandingan-pertandingan tersebut tentu akan berat bagi Watt dan rekan-rekannya, juga bagi tim mana pun dalam liga ini.

Untuk meraih hasil maksimal dalam pertandingan-pertandingan krusial ini, Pelatih JackLee menekankan pentingnya bermain seperti biasa dan tidak terbebani oleh tekanan. Dia meminta para pemain untuk saling mendukung suasana hati satu sama lain. Hal ini dilakukan karena keharmonisan tim sangat penting dalam menjaga stabilitas dan memberikan performa terbaik.

Baca juga:

Seiring dengan antusiasme para penggemar untuk menyaksikan pertandingan-pertandingan MPL ID S12. Semua mata akan tertuju pada Dewa United Esports untuk melihat bagaimana mereka berhadapan dengan lawan-lawan tangguh. Pertandingan antara Dewa United dan Bigetron Alpha, yang akan dimulai pada 27 Juli 2023, dipastikan akan menjadi pertarungan menarik. Dengan keberhasilan awal mereka dan dedikasi staf pelatih, tim ini berpotensi meninggalkan jejak yang mendalam dalam liga ini.

Demikian pembahasan Dewa United Esports Unjuk Taring di Awal MPL ID S12. Ikuti akun resmi Gamefinity di Facebook, Instagram, dan TikTok. untuk mendapatkan informasi terupdate. Gamefinity.id menyediakan jasa pengisian top up dan voucher game dengan cara yang mudah dan pastinya terjangkau.

Treble Winner ONIC Esports di ESL Snapdragon Pro Series

GAMEFINITY, Jakarta – Penentuan pertandingan Grand Final ESL Snapdragon Pro Series mencapai puncaknya dengan ONIC Esports dan BTR Alpha bertemu di Final. Pertandingan ini seperti mempertemukan mereka dalam laga lanjutan MPL ID S12. Meski begitu pertandingan berjalan cepat, menegangkan dan seru.

Kesulitan didapatkan oleh tim BTR Alpha dalam laga Grand Final ini, Onic memperlihatkan dominasinya sebagai tim yang memang memiliki title juara MPL ID S11 serta MSC 2023. Berikut ini ulasan singkat match per-match laga Grand Final atara BTR Alpha dan ONIC Esports.

ONIC Esports Champion on ESL Snapdragon Pro Series
ONIC Esports Menyelesaikan 4 Match dari BO7 tanpa balas

Match 1, Agresif dan Menekan

sama-sama bermain agresif, BTR Alpha dan ONIC  esports bermain ngotot. Kedua tim ini berusaha untuk menginvasi masing-masing jungle musuh. ONIC Esports dalam hal ini menang dan terus menerus menekan selama permainan.

Permainan BTR Alpha kesulitan dalam mengembangkan permainan karena tidak ada hero tebal. Selain itu, BTR yang menggunakan 2 hero late game yaitu Alice sebagai Jungler dan Claude dimanfaatkan oleh ONIC Esport. Hasilnya mudah ditebak ONIC Esport menang di menit ke-14

Baca juga: 

Draft pick:

BTR Alpha: Xorizo (Fredrinn), Super Kenn (Alice), Super Vynn (Floryn), Saken (Claude), Moreno (Yve)

ONIC Esports: Butss (Uranus), Kairi (Hayabusa), Sanz (Valentina), CW (Wanwan), Kiboy (Kaja)

Match 2, Invasi ONIC Esports yang Terus menerus

ONIC Esports yang unggul 1-0 kini seperti di atas angin dan mengambil inisiatif serangan sejak awal. Hasilnya BTR kesulitan dalam melakukan farming. Pada match ini Kairi menggunakan hero signaturenya yaitu Joy yang mencatat 100% kemenangan.

Tentu saja sama seperti pada pertandingan pertama, match kedua berjalan dengan tekanan yang terus menerus ke BTR Alpha. ONIC Esports dengan Joy-nya dapat mempertahankan 100% kemenangan heronya.

Draft pick:

BTR Alpha: Xorizo (Dyroth), Super Kenn (Hayabusa), Super Vynn (Kaja), Saken (Claude), Moreno (Lylia)

ONIC Esports: Butss (Uranus), Kairi (Joy), Sanz (Faramis), CW (Beatrix), Kiboy (Grock)

Match 3, Comeback Epic ONIC Membuat Kedudukan 3-0

Padaa match ketiga ini, ONIC Esports kembali mengambil inisiatif serangan dan terus menekan BTR Alpha. Tetapi Super Kenn dan Vyn yng menggunakan Hero signature mereka mampu bertahan. Sempat tertekan dan bermain dengan tempo yang diatur oleh ONIC Esports, kejutan datang ketika war di lord dengan BTR Alpha berhasil mengamankan lord pertama.

Lord kedua yang menjadi perebutan juga berhasil didapatkan oleh BTR Alpha. Sempat mendapatkan angin segar, sayangnya momentum hilang bersama Lord kedua yang tidak dapat dimanfaatkan.

ONIC pada posisi ini mendapatkan snowball dan mendapatkan Lord ketiga sekaligus kembali memupuskan harapan BTR Alpha.

Baca juga: 

Draft pick:

BTR Alpha: Xorizo (Dyroth), Super Kenn (Lancelot), Super Vynn (Franco), Saken (Clint), Moreno (Valentina)

ONIC Esports: Butss (Uranus), Kairi (Joy), Sanz (Yve), CW (Claude), Kiboy (Chou)

Match 4

Game ini menjadi penentu bagi ONIC Esports, sudah terlihat bahwa ONIC terus menekan seperti pada match sebelum-sebelumnya. Bermain dengan tempo yang cepat, ONIC Esports berhasil menuntaskannya dengan cepat. Sekitar 11 menit game berjalan dan ONIC berhasil menang dengan skor 4-0, tanpa BTR mampu membalas.

Draft pick:

BTR Alpha: Xorizo (Fredrinn), Super Kenn (Ling), Super Vynn (Khufra), Saken (Beatrix), Moreno (Yve)

ONIC Esports: Butss (Terizla), Kairi (Fanny), Sanz (Pharsa), CW (Claude), Kiboy (Kaja)

Grand Final ESL Snapdragon Pro Series, Indopride Menggelora

GAMEFINITY, Jakarta –  Istora Senayan, Minggu (23/7), gemuruh terdengar dari teriakan-teriakan semangat Indopride di Turnamen ESL Snapdragon Pro Series. Babak Grand Final diselenggarakan dengan Indonesia sebagai tuan rumahnya dan menyisakan All Indonesia Final.

Sejak Mei 2023, ESL Snapdragon Pro Series diselenggarakan dengan mengundang beberapa tim MLBB se-Asia Tenggara. Hingga pada Qualification Phase bermain pada Jumat (21/7) dan menyisakan beberapa tim.

ONIC Esports dan BTR Alpha perwakilan dari Indonesia. BREN, RSG serta ECHO menjadi perwakilan Filipina. Sedangkan satu-satunya wakil Malaysia yaitu Yoodo Red Giants.

Indopride di Grand Final ESL Snapdragon Pro Series
Indopride di Grand Final ESL Snapdragon Pro Series

Antusiasme Windah Basudara dan Penonton Terhadap Indopride

Windah Basudara juga datang pada turnamen tengah musim yang diadakan oleh Snapdragon ini. Dirinya menyatakan bangga terhadap Indopride ini, karena menurutnya itu berarti tim Indonesia telah mengalami kemajuan.

“Biasanya kan yang ketemu di Grand Final itu Tim Filipina, tapi sekarang full tim Indonesia, itu hebat sih. Aku bangga.” Jelas Windah.

Baca juga: 

Sementara itu hal berbeda dikatakan oleh Vitri, Pemudi berusia 20 tahun ini datang karena ingin melihat idolanya bermain. Dirinya menggunakan pakaian kuning, berlogo hewan Landak. Dirinya memang mengaku menyukai ONIC.

“Gara-gara Kairi nih main di final, makanya nonton. Pokoknya Kairi harus menang,” Jelas Vitri.

Mematahkan Dominasi Filipina Melalui ESL Snapdragon Pro Series

Grand Final ESL Snapadragon Pro Series ini sekaligus menjadi ajang pembuktian bagi tim Indonesia untuk mematahkan dominasi tim Filipina. Hal itu senada yang dikatakan oleh Adi Acil, selaku Coach ONIC Esports dan Vyn, selaku Kapten Tim BTR Alpha yang memang menginginkan adanya Indopride.

Grand Final ini bisa menjadi cerminan untuk para tim MPL ID S12 tentang kekuatan kedua tim itu. Selain itu, BTR Alpha sekaligus menjadikan ini sebagai latihan untuk persiapan IESF mewakili Indonesia di Rumania.

Sampai artikel ini ditulis pertandingan BTR melawan ONIC Esports sedang dimainkan. Pertandingan telah berjalan 3 match dan semua match dimenangkan oleh ONIC Esports. Pertandingan berjalan dengan Best of 7 (BO7). Siapapun pemenangnya, Indopride adalah pilihan paling tepat.

Dapatkan info terbaru tentang Esport, Game dan Pop culture di Gamefinity. Kamu juga dapat menikmati promo voucher game dan pembelian item in game di Gamefinity.id.

ESL Snapdragon Pro Series, BTR Alpha Wujudkan Indopride

GAMEFINITY, Jakarta – Pada lanjutan ESL Snapdragon Pro Series, kesempatan menciptakan Indopride telah terwujudkan. Pada Sabtu (22/7), ONIC Esports memastikan diri di grand final setelah menang melawan Bren dan menunggu pemenang Final Lower Bracket.

BTR Alpha memberikan asa setelah melaju ke Grand Final dengan mengalahkan BREN Esports di final lower bracket. Tentu saja itu bukan hal mudah bagi BTR Alpha. Musuh yang akan ditemui oleh BTR Alpha adalah Bren Esports, tim Filipina yang pernah memenangi M-Series. BTR Alpha menang dengan score. Meskipun pada akhirnya BTR Alpha menang dengan score 3-0.

Apakah Akan Sesuai dengan Prediksi Coach Acil?

Pada Konferensi Pers pada Rabu (5/7), di Wa Chu Want, Adi Acil selaku coach ONIC Esports sendiri mengatakan keinginan ingin ada Indopride. Hal itu diinginkan, karena menurutnya sudah terlalu lama Indonesia kalah oleh Filipina.

Baca juga: 

Selain itu, pertandingan yang diadakan di Indonesia memberikan semangat tersendiri. Meskipun turnamen Snapdragon Pro Series tidak memiliki prestige yang sama dengan MSC dan M-Series, tentu saja hal ini diharapkan jadi pembuka untuk kedepannya.

Match 3 BTR Alpha VS Bren, Penentuan untuk BTR Alpha!

ESL Snapdragon Pro Series BTR Alpha Finall Lower Bracket
Final Lower Bracket

Sejak awal BTR Alpha memulai permainan dengan agresif dan menekan. Mental dari para  player BTR ALpha terlihat sangat kuat sehingga sejak menit ke 09.42, bahkan Inner Turret dari Bren telah rontok. Kyletzy bahkan dipaksa untuk memainkan pola bertahaan dan tidak dapat farming dengan baik.

Gold yang didapatkan oleh BTR Alpha bahkan unggul sejak menit pertama. Bren kesulitan memenangkan goldnya, kekurangan hero yang menjadi bagian depan memang membuat BREN kesulitan.

Baca juga: 

Draft pick:

BTR Alpha: Xorizo (Paquito), Super Kenn (Baxia), Super Vynn (Grock), Saken (Brody), Kyy (Valentina)

BREN Esports: Owgwen(Angela), Phew (Faramis), Super Marco (Claude), Kyletzy (Fredrinn), Flaptzy (Arlott)

Grand Final Indopride, Early Final MPL ID S12-Kah?

Meskipun berada dalam tataran turnamen internasional, ESL Snapdragon Pro Series yang menghadirkan Indopride ini seperti pertandingan MPL ID S12. Wajar saja apalagi pertandingan turnamen ini berada keetika MPL ID S12 ini berada.

“Pastinya kami senang, apalagi ini di Negara sendiri dan terwujud juga all Indonesian Final. Pastinya kami akan enjoy sih nanti di Grand Final nanti,” Ujar Vynn, selaku Captain BTR Alpha.

Strategi seperti apa yang akan dihadirkan kedua tim ini belum dapat dipastikan dengan jelas. Kedua tim pasti sama-sama akan mengeluarkan strategi yang berbeda. Apalagi pertandingan MPL ID S12 masih panjang kedua tim akan terus bertemu selama turnamen itu berjalan.

Playoffs ESL Snapdragon Pro Series, ECHO Esports Sukses Jegal BTR Alpha

GAMEFINITY, Jakarta – Lanjutan dari pertandingan babak Playoffs ESL Snapdragon Pro Series, mempertemukan Tim Indonesia dan Filipina. Tim Echo yang merupakan tim kuat dari Filipina akan menghadapi si Robot Merah BTR Alpha. Dengan roster andalannya di MPL ID S12, Mungkinkah BTR Alpha menang melawan sang raksasa Filipina?

Match 1 BTR Alpha VS ECHO Esports

ESL Snapdragon Pro Series Qualification Phase BTR Alpha VS ECHO Esports

Pertandingan antara BTR Alpha dan Echo memperlihatkan sebuah gameplay yang berbeda. Echo bermain dengan gaya makro play yang terus menerus menekan sepanjang permainan. Hal itu dibuktikan dengan objektif yang dikuasai oleh Echo.

Sementara itu, BTR Alpha yang diperkuat oleh roamer kawakan Vyn (Calvin) mencoba terus bertahan. Sayangnya, kekalahan objektif, gold hingga level para player BTR mempengaruhi permainan.

Secara skor BTR bahkan hampir tidak pernah leading terhadap Echo. Kesulitan itu diperlihatkan bagaimana, ketika war di lord, Echo selalu menang dalam set up dan war.

Baca juga: 

Draft Pick:

BTR Alpha: Xorizo (Ruby), Super Kenn (Joy), Super Vynn (Khufra), Saken (Beatrix), Kyy (Faramis)

ECHO Esports: Jaypee(Kaja), Outplayed (Brody), Sanji (Yve), Zaida (Baxia), Sanford (Uranus)

Match 2 BTR Alpha VS Echo Esports

ESL Snapdragon Pro Series Qualification Phase BTR Alpha VS ECHO Esports

Mendapatkan tekanan karena kalah pada match pertama, BTR Alpha menerapkan strategi menyerang dengan mengandalkan Fanny sebagai pengobrak-abrik jungle. Pemilihan itu ternyata tepat, Fanny milik Super Ken dengan mudah terbang dari sisi Exp hingga ke Gold lane.

Menjalankan strategi 4-1, dimana Super Ken bergerak bebas sendiri dan 4 orang menakan ke salah satu sisi. Hal ini efektif dalam menekan pergerakan agresif pada match pertama. Hasilnya Match kedua ini dimenangkan oleh BTR Alpha.

Draft pick:

BTR Alpha: Xorizo (Uranus), Super Kenn (Fanny), Super Vynn (Atlas), Saken (Beatrix), Kyy (Faramis)

ECHO Esports: Jaypee(Kaja), Outplayed (Brody), Sanji (Pharsa), Zaida (Karina), Sanford (Dyroth)

Baca juga: 

Match Penentuan Bagi BTR Alpha

Menggunakan jungler yang sama seperti pada match kedua, Super Ken sempat memberikan asa ketika memainkan game agresif.  Untuk melakukan counter itu, Echo Esports banyak menggunakan hero Stone dan Knock Back. Tercatat Franco, Brody, Kadita dan Paquito dipick untuk mendapatkan Fanny yang dipick Super Ken.

Hal itu efektif dilakukan, beberapa kali Fanny milik Super Ken berhasil diculik. Sanji yang menggunakan Kadita, menggunakan rerumputan dan petrify untuk menjebak Fanny milik Super Ken.

Draft pick:

BTR Alpha: Xorizo (Uranus), Super Kenn (Fanny), Super Vynn (Kaja), Saken (Beatrix), Kyy (Novaria)

ECHO Esports: Jaypee (Franco), Outplayed (Brody), Sanji (Kadita), Zaida (Ling), Sanford (Paquito)

Apex Legends: Mengenal Karakter Horizon, Guide Gameplay

GAMEFINITY.ID, Bandung Horizon adalah salah satu Legend yang cukup populer bagi penggemar Apex Legends. Ia menjadi Legend yang pertama kali diperkenalkan pada Season 7 yang bertajuk Ascension dan sekaligus memperkenalkan map Olympus.

Hero bernama asli Mary Sommers ini awalnya merupakan seorang ilmuwan menemukan Branthium bersama muridnya, Dr. Reid. Branthium merupakan elemen yang bisa menjadi kunci untuk menghasilkan energi tanpa batas.

Namun, saat ia mendapat Branthium di black hole. Dr. Reid justru berkhianat. Muridnya itu mencuri Branthium dan memperangkap Mary di dalam orbit black hole. Mary kemudian bisa lolos dengan memodifikasi companion robotnya N.E.W.T. Saat ia berhasil lolos, ia menyadari sudah 87 tahun berlalu.

Mary memutuskan untuk berpartisipasi di Apex Games sebagai Horizon. Tujuannya untuk mendapat dana demi riset dan kembali dengan sang putra.

Mengenal Ability Horizon di Apex Legends

Passive Ability: Spacewalk

Apex Legends Horizon Spacewalk

Horizon memiliki Passive Ability berupa Spacewalk. Ability itu menambah kontrol udaranya dan mengurangi dampak saat terjatuh. Ini membantu Horizon mengontrol pergerakannya saat berada di udara sambil menyerang menggunakan kombo senjata.

Ia juga memiliki interaksi khusus bergantung cara dia terjatuh. Jika ia terjatuh dalam posisi berdiri, lag time-nya berkurang antara mendarat dan menyiapkan senjata. Sebaliknya, jika dalam posisi berjongkok, ia akan melakukan slide dan lebih cepat di darat untuk sementara.

Tactical Ability: Gravity Lift

Apex Legends Horizon Gravity Lift

Tactical Ability-nya, Gravity Lift, disebut sebagai Ability yang cukup praktis. Ability ini memudahkan Horizon untuk membuat lift gravitasi selama 10 detik yang dapat membantu dirinya serta rekan tim untuk mencapai ketinggian dengan cepat. Ability ini memiliki cooldown selama 20 detik. Gravity Lift bisa digunakan dalam penyerangan untuk mengecoh pemain.

Ultimate Ability: Black Hole

Apex Legends Horizon Black Hole

Ultimate Ability-nya, Black Holem, bisa dibilang sebagai salah satu ability yang mematikan. Ability ini membuat Horizon mengirim N.E.W.T. dan mengeluarkan sebuah black hole mikro selama 12 detik yang bisa menarik musuh dan apapun di harapannya. Jika berhasil ter-deploy secara sempurna, Ability ini bisa digabungkan dengan granat dan tembakan untuk melumpuhkan musuh secara cepat.

Baca juga: 

Rekomendasi Legend untuk Kombinasi Horizon di Apex Legends

Berkat ability-nya, Horizon memiliki keuntungan secara mobilitas secara pergerakan. Ia juga bisa menembak segera setelah tiba di darat dari ketinggian. Ia cocok untuk digunakan dalam match di map yang ada sebuah gedung pencakar langit seperti Olympus.

Namun, ia sering sekali menjadi target utama musuh karena skillset-nya. Terkadang, tactical ability-nya bisa membuat dirinya sebagai sasaran empuk. Terlebih, jika Ultimate Ability tidak digunakan secara tepat, bisa saja serangan itu menjadi bumerang.

Berdasarkan kelebihan dan kekurangannya, berikut adalah rekomendasi komposisi tim untuk Horizon di Apex Legends:

  • Wraith dan Pathfinder: Wraith dan Pathfinder cocok sebagai rekan tim Horizon bagi yang ingin mengandalkan kecepatan. Ketiganya cocok untuk mengombinasikan mobilitas dan serangan demi mencapai keuntungan dalam pertarungan. Horizon bisa melihat musuh dengan melayang, Pathfinder bisa melakukan zipline sambli menyerbu musuh, sementara Wraith bisa secara cepat menyerang di darat mengandalkan kecepatannya.
  • Crypto dan Lifeline: Dalam komposisi tim ini, Horizon berperan sebagai penyerang yang bisa membantu mobilitas timnya. Crypto dapat mengandalkan drone-nya untuk menyerang atau bertahan tergantung situasinya, sedangkan Lifeline bisa menyembuhkan kedua rekan timnya sambil mengandalkan Ultimate Ability Care Package untuk menyediakan upgrade