Category Archives: Game

Sony Resmi Rilis Playstation VR2 Januari 2023

GAMEFINITY.ID, Jakarta – Sony secara resmi telah mengumumkan tanggal rilis dari Playstation VR generasi keduanya jatuh pada tanggal 22 Januari 2023 mendatang. Jauh sebelumnya, generasi kedua Playstation VR ini dilengkapi dengan fitur yang bisa dibilang canggih untuk era ini. Sony juga mulai membuka pre-order mulai pada tanggal 15 November mendatang.

Mulai Dibuka Dari Harga US$ 549,99

Melalui blog resminya, kalian bisa memesannya dengan harga US$ 549,99 atau Rp 8,5 juta,  lebih mahal dari Playstation 5 yang dibandrol dengan harga US$499,99 atau Rp 7,8 juta. Dalam paket penjualannya nanti akan disertakan headset PS VR2, Sense Controller, serta stereo Headset.

Sony PSVR2 Exclusive bundle
Bundle Eksklusif Playstation VR “Horizon Call of the Mountain ” yang dibanderol dengan harga US$599.99 atau Rp 9,5 juta

Selain paket standarnya, tersedia juga bundle eksklusif dari Horizon Call of the Mountain yang dijual lebih mahal seharga US$ 599,99 atau hampir Rp 9,5 juta. Perbedaannya dengan bundle standar ada pada kode voucher yang bisa kalian tukarkan untuk membeli game Horizon Call of the Mountain nantinya.

Sony PSVR2
Bundle standar Sony Playstation VR2

Di waktu yang bersamaan, Sony juga mengumumkan aksesoris gaming lainnya yang berupa Charging Station yang dimana ketika Playstation VR kamu hampir habis, kalian bisa mengisi ulang tanpa perlu terhubung langsung dengan Playstation 5 nya.

Baca juga: Sony Umumkan Playstation VR2

Daftar Negara Yang Kebagian Preorder, Adakah Negara Asia Termasuk Indonesia?

Sayangnya negara Asia masih belum dapat melakukan preorder untuk saat ini. Dan dalam pengumumannya, pemain yang berdomisili di Amerika Serikat, Inggris Raya, Perancis, Belgia, Belanda, serta Luksemburg dapat melakukan preorder lebih awal dengan mengakses situs direct.playstation.com .

Pada kolom Frequent Asked Question, bagi yang telah mendaftar nantinya calon pembeli akan dihubungi oleh pihak Playstation melalui email untuk diinfokan jadwal serta instruksi untuk memesan Playstation VR2. Walaupun telah mendaftar, belum menjamin pembeli dapat melakukan preorder.

Sony Juga Mengumumkan 11 Game Yang Bisa Dimainkan di Playstation VR2

Ada sebelas game yang dapat kalian mainkan setelah Playstation VR2 dirilis, game tersebut antara lain, Crossfire: Sierra Squad, The Light Brigade, Cities VR: Enhanced Edition, Cosmonious High, Hello Neighbor: Search and Rescue, Jurrasic World Aftermath Collection, Pistol Whip VR, Zenith: The Last City, After the Fall, Tentacular, dan Horizon Call of the Mountain yang kesemuanya akan dirilis pada 2023 mendatang.

Tak hanya game yang disebutkan diatas, ada juga game Resident Evil Village yang dirilis khusus untuk Playstation VR dan Starwars: Tales from the Galaxy’s Edge yang masih dalam tahap pengembangan.

Walaupun Indonesia Belum Sempat Kebagian Preorder, ada kemungkinan bahwa prosedur pra pemesanan nanti melalui sistem DP seperti pada preorder Playstation 5 di salah satu eCommerce beberapa waktu yang lalu. Diantara game – game diatas buat yang sudah memesan PS VR2 ini kalian mau mencoba yang mana?

Perkembangan Teknologi Virtual Reality dalam Industri Game

GAMEFINITY.ID, Kabupaten Malang – Virtual Reality atau VR merupakan sebuah teknologi yang dapat memungkinkan manusia merasakan simulasi dunia buatan secara nyata dengan menggunakan teknologi 3D.

Saat ini, VR telah digunakan secara masal dan luas. Mulai dari edukasi militer dan keperawatan, tempat virtual meeting, tempat nongkrong online, dan yang pasti salah satu cara untuk bermain game.

Penggunaan VR dalam game saat ini dapat dibilang sudah cukup luas. Beberapa game racing sim seperti Assetto Corsa hingga game FPS seperti Pavlov sudah menerapkan dukungan VR ke dalam game-nya.

Namun, bagaimana sejarah VR bisa digunakan di dalam dunia game? Bagaimana teknologi VR di abad ke-20? Yuk, kita bahas!

Sejarah Virtual Reality

Virtual Reality Damocles | ReasearchGate
Gambar dari Sword of Damocles | Researchgate

Cikal bakal dari terciptanya VR berasal dari ide Morton Heilig, seorang produser film. Ia kala itu berpikiran bagaimana sebuah film dapat dirasakan oleh seluruh indera manusia. Pada tahun 1962 ia membuat sebuah perangkat bernama “Sensorama”. Perangkat tersebut merupakan prototip dari VR yang masih menggunakan teknologi mekanik. Ia juga membuat sebuah produk bernama “Telesphere Mask” yang menjadi perangkat augmented reality pertama yang pernah dibuat.

Pada tahun 1968, Ivan Sutherland dan muridnya Bob Sproull membuat sebuah perangkat pertama yang digunakan di kepala. Mirip dengan VR yang kita ketahui saat ini, namun dengan ukuran yang lebih besar. Perangkat tersebut bernama “The Sword of Damocles”.

Di era 70-an hingga 90-an, tujuan pengembangan VR sebagian besar adalah untuk kepentingan edukasi dalam bidang keperawatan, militer, industri automobile, dan kedirgantaraan. Pada era ini contoh pengembangan VR yang populer adalah peta virtual buatan David Em di lab NASA dan “Aspen Movie Map”, sebuah dunia tur virtual buatan Massachusetts Institute of Technology.

Baca Juga: Deretan Game Nintendo DS Genre RPG yang Santai lagi Menarik

Perkembangan Awal Virtual Reality dalam Dunia Game

Virtual Reality VBoy | Polygon
Tampilan Game dalam Virtual Boy | Polygon

VR pertama kali dikenalkan ke dalam dunia game oleh Atari dengan prototip mereka pada tahun 1980-an. Namun, proyek mereka gagal karena fenomena video game crash of 1983 yang membuat kondisi ekonomi mereka memburuk.

Meskipun telah gagal, para peneliti yang direkrut oleh Atari sebelumnya melanjutkan proyek tersebut secara mandiri. Salah satunya adalah Jaron Lanier, pendiri VPL Research di tahun 1985 yang terjun dalam bidang virtual reality. Lanier juga merupakan orang yang mempopulerkan kata “virtual reality” ke khalayak umum.

Pertama kalinya virtual reality masuk ke dalam dunia game secara komersil diperkenalkan oleh Sega dengan Sega VR di tahun 1991. Sega VR menggunakan sistem sederhana, layar LCD yang digunakan bersama headphone stereo, dan beberapa sensor yang mendeteksi pergerakan kepala.

Sega kembali merilis produk VR milik mereka pada tahun 1994. Kali ini, produknya diberi nama Sega VR-1. Perangkat tersebut dapat mendeteksi gerakan kepala dengan sudut 360 derajat penuh. Produk ini menjadi pencapaian terbesar Sega dalam perkembangan teknologi dalam industri game.

Setelah Sega, terbitlah Nintendo. Nintendo mencoba untuk masuk ke pasar VR di tahun 1999 dengan merilis secara masal produk bernama “Virtual Boy”. Sayangnya, hingga saat ini Virtual Boy masih dinobatkan sebagai produk gagal Nintendo. Hal ini dikarenakan meskipun sudah menggunakan teknologi VR, secara garis besar ukuran alatnya besar, dan grafis dalam game-nya yang membuat para pemain pusing.

Era 2000-an hingga Saat Ini

Perkembangan VR yang telah masuk ke dalam dunia game dapat dikatakan tanpa progress di tahun 2000-an awal. Selain menjadi masa puncak dari berbagai konsol seperti PS2 dan Nintendo DS, para pengembang juga belajar dari kegagalan Virtual Boy di milenia sebelumnya.

Memasuki dekade baru, pada 2010 Palmer Luckey mendesain prototip pertama dari Oculus Rift, perangkat VR yang masih dikenal hingga saat ini. Oculus pertama dikenalkan ke publik pada E3 2012 dan dibeli oleh Facebook (kini Meta) pada tahun 2014 senilai US$ 3 milyar. Hingga saat ini, perangkat VR Oculust dapat digunakan dalam berbagai game VR.

Di masa selanjutnya, berbagai perusahaan mulai turun ke bidang VR, mulai dari Sony dengan PS VR, Steam, Google, Amazon, Microsoft, hingga Apple dan Samsung. Namun, selain Oculust, hanya PS VR, HTC Vive Steam VR, Valve Index, dan Windows Mixed Reality yang punya pasar besar dalam dunia game.

Baca Juga: Pembalap NASCAR Bawa Trik Video Game Ke Dunia Nyata

Selain perangkatnya, perkembangan game VR pun juga berubah total saat ini. Beberapa game racing simulation seperti Assetto Corsa yang dapat mendukung VR demi pengalaman yang lebih realistis. Game FPS pun juga terjun ke dunia VR dengan Pavlov serta berbagai genre game lainnya dengan grafis yang tentunya lebih baik dan lebih realistis daripada game VR sebelum abad 21.

Penutup

VR, meskipun awalnya digunakan untuk keperluan edukasi dan sains, namun setelah VR dapat diproduksi secara masal, penggunaannya menjadi lebih luas. Dalam industri game sendiri sejarah perkembangannya sudah cukup panjang dari tahun 90-an. Saat ini penggunaan VR sudah dapat dibilang mendekati sempurna dalam beberapa game. Dapat ditunggu berbagai kejutan menarik lainnya yang dapat dihadirkan oleh CR di masa yang akan datang.

The Eminence in Shadow dapatkan Adaptasi untuk Mobile

GAMEFINITY.ID, Bandar Lampung – The Eminence in Shadow: Master of Garden untuk platform Mobile dan PC. Kadokawa dan Aiming mengumumkan bahwa mereka akan segera merilis 3D animation online RPG yang belum lama ini tayang perdana dalam anime-nya.

Developer juga mengungkapkan dalam video promosi terbarunya yang menampilkan beberapa scene dalam game, character skills, dan sistematika game. The Eminence in Shadow merupakan salah satu animasi Jepang yang memiliki manga dan novel ringan yang cukup hype.

Baca Juga : Monster Strike Hadirkan Kolaborasi dengan Chainsaw Man

Sinopsis The Eminence in Shadow, One Big Fat Lie and a Few Twisted Truths

The Eminence in Shadow merupakan sebuah serial novel ringan yang ditulis oleh Daisuke Aizawa yang telah mendapatkan adptasi manga dan anime yang belum lama ini tayang di awal Oktober.

Bercerita tentang seorang anak laki-laki yang hidup di Jepang modern dan bercita-cita untuk menjadi semacam dalang kriminal yang menguasai dunia dari balik layar, namun ketika dirinya sedang berlatih demi mimpinya itu, dirinya tertabrak truk dan mati.

Cerita berlanjut seperti kebanyakan anime isekai lainnya. Anak tersebut terlahir kembali sebagai Cid Kagenou yang disuatu hari dirinya menyelamatkan seorang elf dari penyakit misterius.

Elf tersebut bercerita bahwa dunia ini dikendalikan oleh sekelompok orang yang disebut Cult of Diabolos dan organisasi si elf, Shadow Garden. Namun cerita berlanjut dengan kelanjutan yang bahkan penonton juga akan tahu apa kelanjutannya.

The Eminence in Shadow dapatkan Adaptasi untuk Mobile

Pada kesempatan ini, dua perusahaan besar asal Jepang memberikan sebuah pengumuman yang menarik. Bahwasana Kadokawa beserta Aiming akan merilis game RPG terbarunya yang diadaptasi dari judul anime yang belum lama tayang ini, The Eminence of Shadow.

The Eminence in Shadow

Dalam sebuah trailer yang diunggah oleh akun Youtube Team Caravan, menampilkan sebuah PV yang dimana pemain akan mengirimkan karakter dari The Eminence in Shadow dalam sebuah pertempuran.

The Eminence in Shadow: Master of Garden ini memiliki gameplay yang umumnya serba otomatis, dengan pengambilan sudut pandang dengan gaya sidescrolling. Mekanisme ini memungkinkan player membawa 5 karakter yang akan melewati beberapa gelombang pertarunngan dan melihat pertempuran secara keseluruhan.

The Eminence in Shadow

The Eminence in Shadow

Pertempuran yang dimana setiap karakter akan tampil dengan skill yang dihadirkan secara 3D. The Eminence in Shadow: Master of Garden juga akan menampilkan skenario asli game yang diawasi langsung oleh penulis light Novel, Daisuke Aizawa.

The Eminence in Shadow; Master of Garden ini akan segera hadir untuk Mobile, terutama IOS dan Android dalam bahasa Inggris pada 29 November 2022 di Jepang dan seluruh dunia kecuali Asia Timur, Belgia, dan Belanda.

Update informasi menarik lainnya seputar game hanya di Gamefinity. Gamefinity.id menyediakan jasa pengisian top up dan voucher game dengan cara yang mudah dan pastinya terjangkau.

Aplikasi Vine Akan Kembali Dibangkitkan Elon Musk

GAMEFINITY.ID, Jakarta – Elon Musk melalui polling yang dipostnya di Twitter bahwa ia akan kembali membangkitkan aplikasi Vine pasca dirinya telah mengakuisisi platform berlambang burung biru itu. ia menanyakan kepada pengikutnya apakah Vine akan kembali dibangkitkan atau tidak.

Dikutip dari Axios ,Elon Musk meminta teknisi Twitter untuk kembali meninjau kode program lama Vine lalu mengerjakan sebuah reboot platform yang dapat digunakan setidaknya pada akhir tahun mendatang.

Dapatkan Feedback Positif Dari Pengguna Twitter, Vine Akan Kembali Meluncur Di Twitter

Menurut laporan dari IGN.com, kembalinya aplikasi Vine yang digagas oleh Musk ini rupanya disambut dengan positif dari banyak pihak, tercatat sebanyak hampir 70 persen pengguna setuju jika Vine dihadirkan kembali ke Twitter. MrBeast, salah seorang influencer mengatakannya pada IGN bahwa dirinya begitu antusias “Cukup menarik jika Vine bisa bersaing dengan Tiktok.”

Baca juga: Genshin Impact Kenalkan 2 Karakter Barunya

Sempat Dihapus Pada 2016 Akibat Kalah Saing Dengan Instagram

Awalnya Vine diperkenalkan oleh Twitter pada bulan Januari 2013 yang lalu setelah diakuisisi pada tahun 2012 yang lalu. Vine sendiri merupakan aplikasi yang dimana kamu bisa berbagi momen penting melalui video berdurasi singkat. Di waktu yang bersamaan, aplikasi Instagram mulai diperkenalkan. Tidak jauh berbeda dengan Vine, Instagram juga menawarkan fitur serupa, berbagi momen hanya dengan video berdurasi singkat.

Kala Instagram mulai merajai sosial media saat itu, Vine tengah memertahankan jumlah dari penggunanya yang mengalami fluktuasi selama beberapa tahun. Sayangnya usaha yang dilakukan oleh Vine tidak bertahan lama begitu saja. Pada tahun 2016 Vine resmi pamit serta seluruh video miliknya diarsipkan dan lalu dihapus pada 2019.

Dan pada 2019 yang lalu selepas pamitnya Vine, banyak bermunculan aplikasi pesaing seperti Youtube dengan shortsnya, Facebook pada Reelsnya, dan tentu saja Reels pada Instagram.

Tiktok Menjadi Momok Terbesar Saat Ini

Diantara seluruh aplikasi yang sama, ada yang menurutnya bakal menjadi pesaing terberat apabila Vine betul – betul dibangkitkan kembali. Tiktok hingga saat ini menjadi aplikasi berbagi video pendek terpopuler dan menurutnya cukup sulit untuk diturunkan pamornya . Ini karena jumlah penggunanya yang begitu besar di seluruh dunia. Dilaporkan bahwa pada 2021 Tiktok memiliki jumlah pengguna sebanyak 1 Milyar orang dan ada kemungkinan untuk terus bertambah nantinya.

Modern Warfare 2 Pecahkan Rekor Penjualan Franchise CoD

GAMEFINITY.ID, Bandung – Call of Duty: Modern Warfare 2 cetak angka penjualan sangat besar pada tiga hari pertama setelah perilisannya. Penghasilan yang didapat Activision juga sangat masif. Tidak hanya itu, entri terbaru Call of Duty itu turut memecahkan rekor penjualan franchise!

Modern Warfare 2 Berhasil Cetak US$800 Juta pada Tiga Hari Pertama

Call of Duty Modern Warfare 2 record 2
Call of Duty: Modern Warfare 2 berhasil raup 800 juta dolar AS pada 3 hari pertama

Debut Call of Duty: Modern Warfare 2 menghasilkan US$800 juta pada tiga hari pertama setelah rilis. Ini menjadikan entri terbaru Call of Duty itu memecahkan rekor franchise. Meski game ini mematok harga yang cukup tinggi, buktinya animo penggemar tetap konsisten masif. Tidak heran, setiap entrinya sering sekali mencapai angka penjualan tinggi setelah rilis.

Rekor game dengan penjualan tertinggi pada awal rilis di franchise sebelumnya dipegang oleh Call of Duty: Modern Warfare 3. Game tersebut sebelumya rilis pada 2011. Menurut Forbes, Modern Warfare 3 (2011) berhasil meraup US$400 juta pada hari peluncurannya. Lima hari setelah rilis, Modern Warfare 3 (2011) berhasil menghasilkan US$775 juta.

Bahkan, Activision mengklaim penghasilan Modern Warfare 2 pada akhir pekan perdana berhasil melewati penghasilan box office Top Gun: Maverick dan Doctor Strange in the Multiverse of Madness. Tentu saja, penghasilan film dihitung dari angka penjualan tiketnya. Modern Warfare 2 mematok harga US$70 (Rp1 juta di Indonesia), harga yang tinggi untuk game manapun.

Bukan Rekor Penjualan Game Tercepat

Meski penjualan Modern Warfare 2 menjadi rekor baru untuk franchise Call of Duty, angka ini bukan rekor penjualan game tercepat. Buktinya, GTA 5 berhasil meraup satu juta dolar AS dalam tiga hari pertama perilisannya. Sementara itu, Fallout 4 berhasil menghasilkan US$750 juta pada hari pertama rilis (bukan angka penjualan secara keseluruhan).

Walau demikian, Modern Warfare 2 masih berkesempatan besar untuk mencapai angka penjualan senilai satu juta dolar AS pada minggu pertama. Meningat hype yang sangat masif pada awal peluncuran, bukan tidak mungkin lagi entri terbaru Call of Duty itu berhasil mencapai angkat tersebut.

Baca juga: Call of Duty: Warzone Mobile Siap Meluncur 2023!

Dapat Dukungan 2 Tahun?

Mengingat game Call of Duty selanjutnya akan rilis 2024, Modern Warfare 2 dilaporkan akan mendapat dukungan 2 tahun. Sebelumnya, setiap game Call of Duty dirilis setiap tahun sejak Call of Duty 2 pada 2005.

Jika rumor dukungan 2 tahun benar, Activision bisa saja menambah lebih banyak konten post-launch dari sebelumnya. Bahkan terdapat laporan bahwa Call of Duty siap meninggalkan formula annual release-nya.

Setelah Modern Warfare 2, Activision akan merilis Warzone 2.0 pada 16 November 2022. Warzone Mobile kemudian akan menyusul pada 2023 mendatang.

JANKEN, Game NFT Free-to-Play Termudah di Dunia Telah Buka Pre-Registrasi

Game NFT Free-to-Play termudah di dunia berjudul “JANKEN” dibuat oleh Cocone Corporation. Perusahaan ini telah membuat banyak game populer di Jepang. Game JANKEN sendiri telah memulai Pre-Registrasi yang sangat ditunggu perilisannya pada Desember 2022 mendatang. Game mobile Android dan iOS ini menghadirkan permainan klasik gunting-batu-kertas yang sangat populer di seluruh dunia dan bisa dengan mudah dimainkan oleh siapa saja

https://www.youtube.com/watch?v=hukkirnPxhU

JANKEN Campaign dengan Hadiah Rp 150 Juta!

Menyambut perilisannya pada Desember 2022, sebuah campaign bertajuk “Raih mimpi dengan JANKEN dan dapatkan hadiah Rp 150 juta”. Kalian bisa bergabung dan mengikuti Campaign ini dengan mudah dan juga gratis.

Cara bergabung JANKEN Campaign ini cukup mudah, lho! Beginilah caranya:

  1. Selesaikan semua actions di official halaman campaign io.
  2. Download aplikasi JANKEN dan buat akun dengan menggunakan email yang sama yang digunakan pada saat mendaftar di gleam.io
  3. Ikut serta di pertandingan JANKEN.

Informasi lebih lanjut mengenai Campaign bisa kalian temukan di website resminya https://cocone.app/dJc

https://www.youtube.com/watch?v=XfzrNk5OM8k

Tentang JANKEN

JANKEN adalah sebuah permainan dengan menggunakan jari tangan yang dinamakan gunting-batu-kertas. Game simple ini sering dimainkan oleh banyak orang di seluruh dunia dan sekarang game tersebut hadir sebagai game berbasis blockchain di MOOI Network oleh Post Voyager.

Mendapatkan token dengan memenangkan permainan, game ini menghadirkan banyak elemen gameplay baru yang membuat permainan gunting-batu-kertas menjadi lebih seru. Termasuk juga menghadirkan desain pada kartu yang penuh dekorasi unik dalam game, music yang diputar pada saat match dan berbagai efek menambah ketegangan ketika bermain setiap ronde.

JANKEN bisa dinikmati oleh siapa saja di dunia tanpa memandang umur ataupun gender.

Jaringan Ekosistem JANKEN

JANKEN dibuat dengan ekosistem MOOI Network, sebuah jaringan blockchain yang dibuat oleh POST VOYAGER, sebuah anak perusahaan dari Cocone.

MOOI Network menggunakan UI yang intuitif dan juga desain UX serta biaya transaksi yang rendah. Selain itu MOOI Network sangat cepat dan nyaman untuk blockchain dimana bertujuan untuk memberikan kemudahan bagi para pemain menikmati layanan mereka.

Grup dari perusahaan yang sama akan menyiapkan NFT dan service specific token akan hadir di platform MOOI pada proyek GameFi dimulai dari JANKEN.

Tujuannya adalah mengembangkan JANKEN menjadi proyek blockchain dengan jutaan Player di seluruh dunia.