GAMEFINITY.ID, PATI – Gotham Knights menjadi salah satu game superhero paling diantisipasi oleh para fans tahun ini. Mengambil tema unik yaitu pasca kematian The Dark Knight Batman. Gotham Knights akan memberikan pengalaman menjadi vigilante di kota korup bersama para side-kick Batman. Baru-baru ini WB Games Montreal selaku pengembang memberikan informasi yang kurang mengenakan menjelang perilisan game superhero mereka.
Cuma 30 FPS dan Batal Rilis Di PS4
Gotham Knights hanya akan berjalan pada 30 FPS di PS5 dan Xbox Series X, selain itu Gotham Knights juga tidak memiliki peformance option. Sebelumnya Gotham Knights akan tetap tersedia untuk konsol last-gen seperti PS4 dan Xbox One. Namun perilisan tersebut terpaksa dibatalkan.
Biasanya mayoritas game konsol PS5 dan Xbox Series X memiliki setidaknya tiga opsi mode grafis. Opsi pertama yang berfokus pada grafis namun menurunkan FPS. Kedua, opsi untuk menaikkan FPS dengan sedikit menurunkan kualitas grafis. Dan yang terakhir adalah balance mode yang memberikan keseimbangan antara FPS dan grafis.
Keanehan lainnya adalah menjalankan gamie dengan 30 FPS di konsol sekelas PS5 dan Xbox Series X seolah membuang sumber daya yang telah disediakan oleh konsol tersebut. Bahkan beberapa game seperti Call of Duty: Modern Warfare dan Fortnite menyediakan dukungan 120 FPS di PS5 dan Xbox Series X. Dengan berjalannya Gotham Knights di 30 FPS akan menurunkan kenyamanan pemain dalam memainkan game.
Konfirmasi WB Games Mengenai Gotham Knights
Salah satu karyawan dari WB Games Montreal buka suara mengenai mode grafis Gotham Knights di Discord. WB Games mengkonfirmasi bahwa Gotham Knights akan berjalan pada 30 FPS di PS5 dan Xbox Series X karena suatu fitur yang ada dalam game. Mereka juga tidak akan menyediakan opsi yang memungkinkan pengguna memilih antara quality mode dan peformance mode.
Sebagai game aksi memiliki frame rate yang lebih tinggi akan memberikan pengalaman gameplay yang lebih halus dan lebih responsif. Tak sedikit penggemar yang nampaknya kecewa mendengar berita ini. Terlebih lagi informasi ini diumumkan hanya seminggu sebelum perilisan game. Gotham Knights bisa dibilang menjadi game yang cukup ganjil yang memaksa game hanya berjalan pada 30 FPS di Konsol PS5 dan Xbox Series X, yang mana konsol-konsol tersebut memiliki peforma yang sangat kuat.
Beruntungnya Gotham Knights akan memberikan update gratis untuk mode co-op empat pemain pada 29 November. Jadi, bahkan jika gameplay 60 FPS tidak memungkinkan, setidaknya mode ini dapat mengobati hati para penggemar yang sudah menunggu game superhero ini. Gotham Knights akan dirilis pada tanggal 21 Oktober 2022 untuk PC, PS5, dan Xbox Series X.
Bagaimana menurut kalian? Tertarik memainkan game Gotham Knights? Jangan lupa selalu kunjungi GAMEFINITY untuk update berita seputar game. Buat kalian yang bingung top up game dimana kalian bisa langsung klik Gamefinity.id
Sukses meraih peringkat ketiga di ajang Arena of Valor (AOV) Star League (ASL) Winter 2022 yang diselenggarakan secara nasional di Indonesia, Tim Dunia Games (DG) Esports berhak menjadi salah satu tim esports yang mewakili Indonesia untuk bertarung di ajang Arena of Valor (AOV) Premier League 2022, yang akan diselenggarakan mulai 16 November – 11 Desember 2022, di Ho Chi Minh City, Vietnam. Tim DG Esports akan mendampingi tim esports lainnya yang menjadi peringkat 1 dan 2 ASL Winter 2022. Pencapaian ini menjadi wujud nyata komitmen Telkomsel melaui Dunia Games yang menaungi Tim DG Esports yang secara konsisten terus memperkuat ekosistem esports Tanah Air melalui pengembangan bakat talenta muda untuk mengukir prestasi di industri esports dan gaming skala internasional.
Vice President Digital Lifestyle Telkomsel Nirwan Lesmana mengatakan, “Telkomsel melalui Dunia Games merasa bangga dan mengucapkan selamat bertanding bagi Tim DG Esports yang akan menjadi salah satu perwakilan Indonesia di ajang AOV Premier League 2022 di Vietnam. Kami berharap torehan prestasi Tim DG Esports nantinya dapat semakin meningkatkan prestasi talenta Indonesia dengan menunjukkan kapabilitas dan ekosistem esports Indonesia yang telah dimiliki, termasuk skill dan kemampuan atlet esports Tanah Air. Capaian ini juga akan terus mempererat seluruh pemangku kepentingan di industri esports, termasuk Dunia Games, untuk terus bergerak maju dan saling mendukung pengembangan industri esports dan gaming di Indonesia yang mampu bersaing di kancah internasional.”
Di ajang AOV Premier League 2022, Tim DG Esports akan menjalani sejumlah tahapan turnamen yang dimulai dengan fase Group Stage pada 16 – 21 November 2022. Jika lolos maksimal sebagai Top 2 akan berlanjut ke fase gugur di tahap Quarter Final pada 26 – 27 November 2022 dan 3 – 4 Desember 2022, serta dilanjutkan ke tahapan Semi Final dan Final pada 10 – 11 Desember 2022. Di fase Group Stage, Tim DG Esports akan tergabung dalam grup D dan akan bertarung melawan Tim Bacon Time (Juara Thailand), dan Tim Flash Wolves (Runner Up Taiwan). Ajang ini merupakan turnamen AOV berskala internasional ke-4 yang diikuti oleh Tim DG Esports dan akan memperebutkan total hadiah senilai 1 juta USD atau senilai Rp15 milliar. Di AOV Premier League 2022 ini juga, Tim DG Esports akan diwakili 8 pemain/roster, yaitu DG.Backdoor, DG.Ayep, DG.Nugs, DG.Pahlevi, DG.1Z, DG.One, DG.Hound, dan DG.DIY.
DG Esports merupakan tim esports yang telah berdiri sejak 2017 dan diprakarsai oleh Dunia Games dari Telkomsel. Tim DG Esports memiliki lima divisi game yang terdiri dari berbagai genre seperti PUBGM, Mobile Legends, Free Fire, Call of Duty Mobile, dan Arena of Valor. Hingga saat ini, tim esports yang dinaungi oleh Dunia Games tersebut berhasil mencatatkan sejumlah prestasi dalam ajang esports, antara 1st Place – Free Fire Good Day Well Played x GGWP (2020), 1st Place – Garena CODM Major Series Season 3 (2020) dan Season 4 (2021), 1st Place – PUBGM WEC Korea (2021), 1st Place – Mobile Legends ESL Championship (2020).
“Konsisten sebagai society enabler, Telkomsel berkomitmen untuk secara berkelanjutan memberdayakan dan mengembangkan kapabilitas dan skill talenta esports Tanah Air melalui berbagai dukungan dan penyelenggaraan event kejuaraan esports, baik tingkat regional maupun nasional, yang diharapkan dapat semakin membuka lebih banyak peluang kemajuan yang lebih luas bagi seluruh talenta esports Tanah Air untuk mengoptimalkan berbagai potensi yang dimiliki. Telkomsel akan terus memperkuat ekosistem esports dan pertumbuhan industri game di Indonesia melalui dukungan solusi teknologi digital yang terintegrasi, yang semakin mendorong kemajuan ekonomi kreatif nasional,” pungkas Nirwan.
GAMEFINITY.ID, Jakarta – Moonton akhirnya telah mengumumkan lokasi atau Venue turnamen Mobile Legends M4 Championship yang akan diselenggarakan pada awal tahun tersebut. Indonesia kali ini dipercayakan oleh Moonton untuk menyelenggarakan acaranya setelah sebelumnya, M3 diselenggarakan di Singapura.
Penasaran dimana lokasi pasti M4 ini akan diadakan bukan? Berikut Venue untuk M4 Championship beserta Info tiket masuk agar kalian bisa menyaksikan tim jagoan kalian nantinya.
Moonton Akhirnya Ungkap Lokasi Pasti Kejuaraan M4, Memilih Istora Senayan Sebagai Venue Acara
M4 Championship akan digelar di Istora Senayan pada tanggal 7 s.d 15 Januari 2023 | Pribadi
Secara resmi Moonton mengumumkan bahwa Istora Senayan akan menjadi venue untuk kejuaraan berskala internasional itu. hal ini diketahui melalui email tiket Early Bird yang dibagikan pada ingame Mobile Legend kepada masing – masing player.
“ Kami telah memanggil baik seluruh penggemar Esport bahwa tiket Early Bird untuk M4 telah tersedia saat ini. Jangan sampai melewatkan kesempatan langka ini untuk menyaksikan kejuaraan M4 di Istora Senayan. Tetap pantau kabar terbaru kami di Instagram MPL ID untuk mendapat informasi lengkapnya dan jangan lupa untuk menonton babak Playoff MPL ID S10 pada tanggal 19 s.d. 23 Oktober nanti.”
Alasan Moonton memilih Istora Senayan sebagai lokasi acara dikarenakan areanya yang begitu strategis dan mudah dijangkau trasnportasi baik pribadi maupun umum.
Info Tiket Turnamen M4 Serta Cara Membelinya
Denah tempat duduk penonton M4 | Moonton
Menggandeng Blibli sebagai mitra, babak Group Stage pada MPL akan dilaksanakan di XO Hall, JIExpo Kemayoran, Jakarta pusat. Kursi pada babak Group Stage akan dibagi dalam empat posisi, diantaranya None, Gold Lane, EXP Lane, dan Mid lane. Selain itu kamu juga akan mendapatkan diskon hingga 20% dan 10 % jika kamu juga membeli tiket babak Playoff.
Daftar Harga tiket babak Group Stage yang akan digelar di XO Hall, Kemayoran, Jakarta
None : Rp 30.000 ( Normal ) ; Rp 24.000 ( Early Bird )
EXP Lane : Rp 40.000 ( Normal ) ; Rp 32.000 ( Early Bird )
Mid Lane : Rp 40.000 ( Normal ) ; Rp 32.000 ( Early Bird )
Gold Lane : Rp 40.000 ( Normal ) ; Rp 32.000 ( Early Bird )
Sementara babak Playoff akan digelar di Istora Senayan pada tanggal 9 s.d 15 Januari 2023 dengan cakupan kelas yakni Epic, Legend, dan Mythic. Selama pembelian kamu juga akan mendapatkan diskon sebesar 10 persen dan kesempatan memenangkan hadiah menarik seperti skin Epic , dsb jika kamu membeli tiket Legend dan keatasnya.
Berikut harga tiket babak Playoff yang digelar 9 s.d 15 Januari mendatang
Playoff Stage, Istora Senayan, 9 s.d 12 Januari 2023
Epic Gold Lane : Rp 40.000 ( Normal ) ; Rp 32.000 ( Early Bird )
Epic Mid Lane : Rp 40.000 ( Normal ) ; Rp 32.000 ( Esrly Bird )
Epic Exp Lane : Rp 40.000 ( Normal ) ; Rp 32.000 ( Early Bird )
Legend Gold Lane : Rp 55.000 ( Normal ) ; Rp 48.000 ( Early Bird )
Legend Mid Lane : Rp 55.000 ( Normal ) ; Rp 48.000 ( Early Bird )
Legend Exp Lane : Rp 55.000 ( Normal ) ; Rp 48.000 ( Early Bird )
Mythic : Rp 85.000 ( Normal ) ; Rp 80.000 ( Early Bird )
Babak Playoff, 13 s.d 14 Januari 2023, Istora Senayan
Epic Gold Lane : Rp 60.000 ( Normal ) ; Rp 48.000 ( Early Bird )
Epic Mid Lane : Rp 60.000 ( Normal ) ; Rp 48.000 ( Early Bird )
Epic Exp Lane : Rp 60.000 ( Normal ) ; Rp 48.000 ( Early Bird )
Legend Gold Lane : Rp 80.000 ( Normal ) ; Rp 64.000 (Early Bird )
Legend Mid Lane : Rp 80.000 ( Normal ) ; Rp 64.000 ( Early Bird )
Legend Exp Lane : Rp 80.000 ( Normal ) ; Rp 64.000 ( Early Bird )
Mythic : Rp 120.000 ( Normal ) ; Rp 96.000 ( Early Bird )
Babak Playoff, 15 Januari 2023, Istora Senayan
Epic Gold Lane : Rp 80.000 ( Normal ) ; Rp 64.000 ( Early Bird )
Epic Mid Lane : Rp 80.000 ( Normal ) ; Rp 64.000 ( Early Bird )
Epic Exp Lane : Rp 80.000 ( Normal ) ; Rp 64.000 ( Early Bird )
Legend Gold Lane : Rp 105.000 ( Normal ) ; Rp 80.000 (Early Bird )
Legend Mid Lane : Rp 105.000 ( Normal ) ; Rp 80.000 ( Early Bird )
Legend Exp Lane : Rp 105.000 ( Normal ) ; Rp 80.000 ( Early Bird )
Mythic : Rp 155.000 ( Normal ) ; Rp 112.000 ( Early Bird )
Untuk membeli tiketnya bisa mengakses link Blibli yang tersedia mulai tanggal 19 Oktober s.d 7 Desember nanti.
GAMEFINITY.ID, Malang – Menderngar kata game racing di android, maka jawaban yang paling populer adalah Asphalt. Namun, ada salah satu game yang mampu mendekati level simcade dengan grafis memukau, game tersebut adalah Grid Autosport.
Grid Autosport merupakan sebuah game buatan Feral Interactive yang dulu sempat sering dibahas di Facebook. Banyak yang menanggapi tentang grafis memukau serta gameplay yang ditawarkan oleh Grid yang berbeda dengan game mobile biasanya.
Grid Autosport sendiri merupakan versi mobile dari game besutan Codemaster berjudul “Grid” yang hadir di platform PC dan lainnya. Sama seperti saudaranya, Grid mobile ini juga dibuat berdasarkan Ego Engine milik Codemaster yang memang dibuat untuk game racing simcade. Bedanya, versi PC-nya dipasarkan oleh EA sementara versi mobile dipasarkan sendiri oleh Feral Interactive.
Interface Grid Autosport
Tampilan Menu Utama dalam Game Grid Autosport Mobile | Personal Archive
Tampilan di menu utama Grid Autosport sangat jelas sangat sederhana. Tampilan menu geser seringkali membuat admin menunggu untuk mengganti opsi yang ingin dipilih.
Yang membuatnya masih terasa nyaman adalah proporsi antara logo, teks, dan desain 3D dari mobil yang dipajang di atas menu utama. Meskipun terkesan malas untuk dikembangkan, pengadaan 3D dari mobil yang terakhir kita pakai seperti membuat suasana hitam menu utama lebih hidup.
Admin Rating: 7/10 (Terkesan biasa, namun tampilan 3D model dari mobil membuatnya terlihat lebih baik)
Gameplay Grid Autosport
Tampilan saat di Paddock, Sesaat Sebelum Mulai Balapan | Personal Archive
Grid Autosport sendiri dapat dibilang sebagai salah satu game simcade dari sedikit game yang ada di anroid. Pengalaman berkendara dengan mobil dalam game ini cukup bervariasi. Setiap mobil mempunyai ciri khas dan gaya berkendaranya masing masing. Apalagi ada sekitar lebih dari 100 pilihan mobil yang tersedia dengan berbagai track dan layout masing-masing.
Game ini membagi permainannya dalam 5 kelas. Kelas tersebut adalah touring, endurance, open wheel, tuning, dan street. Setiap kelas memiliki gaya permainan yang berbeda.
Touring melibatkan balapan dengan mobil komersil yang telah dimodifikasi sekian rupa untuk balapan. Dalam kelas ini pemain dapat bermain lebih kasar karena sedikit benturan tidak akan berpengaruh terlalu besar.
Endurance akan memaksa pemain menjalankan mobil sehalus mungkin. Hal seperti tyre conservation akan menjadi penting karena hal tersebut vital untuk kemenangan.
Open Wheel merupakan kelas dimana pemain akan bermain dengan mobil sejenis formula yang bannya terbuka. Pemain diwajibkan bermain cepat dalam kondisi lurus maupun tikungan. Permainan rapi merupakan sebuah keharusan karena sedikit benturan saja dapat menimbulkan efek lebih besar.
Kelas Tuning adalah kelas dimana pemain akan memainkan mobil modifikasi dengan lomba seperti drift dan time attack.
Terakhir, kelas Street adalah kelas dimana pemain akan melakukan balapan di jalan sempit khas jalanan. Tidak ada run-off area sehingga pemain harus benar-benar presisi dalam gas dan rem agar tidak melebar dan menabrak dinding.
Selain beberapa kelas tersebut ada mode tambahan seperti destruction derby dimana tujuannya adalah untuk saling menabrak antar mobil.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan adalah kontrol dan fisik dari game ini yang terlalu berlebihan. Menggunakan metode tilt maka pemain akan kesusahan menstabilkan perangkat. Metode steering juga tidak terlalu responsif. Dan, metode paling terakhir touch akan membuat mobil spin setiap keluar tikungan. Semua serba salah tentang kontrolnya.
Admin Rating: 8/10 (Metode bervariasi sudah bagus, kontrol buruk merusak segalanya)
Tampilan Grafis dan Permainan Grid Mobile | Personal Archive
Untuk masalah grafis, game ini adalah yang terbaik dari yang lain.
Pengaturannya sendiri sudah pas berdasarkan spesifikasi perangkat agar dapat optimal mencapai 60fps secara stabil. Meski begitu ada beberapa mod yang memungkinkan pemain mengubah pengaturan grafis sesuai kemauan mereka.
Dalam permainan, keunggulan grafis Grid Autosport sudah berasa saat masih ada di paddock. Model dan detail dari mobil begitu jelas hingga tidak ada yang resolusinya direndahkan dalam bagian decal-nya.
Penggunaan lightning juga terkesan mewah. Hal ini dapat dirasakan khususnya saat balapan di malam hari. Pencahayaan dalam game ini terasa seperti dunia nyata meskipun hanya sekitar 80% mirip.
Penggunaan motion blur juga dapat dibilang efektif. Saat berada di gigi maksimal, pemain akan merasakan motion blur dan vibration yang cukup kencang. Hal ini dapat didasarkan dari dunia nyata dimana mesin akan bergetar dengan cukup kencang dan memberi efek getaran di kecepatan tertinggi.
Admin Rating: 10/10 (Sebuah tolak ukur bagaimana grafis dari game mobile dapat dibawa ke tingkat selanjutnya. Simply perfect)
Audio
Kembali membahas menu utama, lagu yang menemani para pemain dalam menu utama meskipun hanya satu tapi terkesan pas dan santai. Untuk masalah BGM, Grid telah menyelesaikannya dengan baik.
Kehadiran dari suara pit crea yang memandu kita saat balapan juga menjadi salah satu nilai plus. Hal ini dikarenakan suar kru dapat diubah dengan bahasa yang diinginkan seperti Jerman atau Prancis.
Namun, yang masih menjadi kelemahan game ini adalah suara mesin. Suara mobil yang melaju terkesan seperti itu saja dan tidak ada perubahan signifikan khususnya untuk berbagai mobil di kelas bawah.
Admin Rating: 7/10 (Suara mobil yang monoton membuat pengalaman bermain kurang)
Addictivity
Ketika admin mencoba untuk bermain game ini, sekali masuk maka keluarnya sekitar 2-3 jam setelahnya. Banyaknya aktivitas serta kesulitan permainan yang beragam dan menantang membuat game ini layak untuk dimainkan. Bahkan, ketika mode career sudah tamat, pemain dapat kembali mencoba beberapa konten dalam game ini untuk mengisi waktu luang.
Admin Rating: 8/10 (Replayability tinggi menjadikan nilai pada poin ini tinggi)
Worthiness
Grid Autosport sendiri tidak gratis. Game ini dapat dibeli oleh pemain dengan harga Rp. 40.000 di Play Store. Harga tersebut sudah termasuk biaya full dlc serta HD resources. Dengan harga tersebut game Grid Autosport ini dapat dikatakan game berkualitas hemat kantong bila dibandingkan dengan yang lain seperti GTA SA dan My Time at Portia.
Admin Rating: 10/10 (Fully worth it untuk dibeli, jangan ragu-ragu lagi)
Grid Autosport merupakan sebuah game racing yang mendekati level simcade dan tersedia untuk android. Game ini memiliki varian permainan yang banyak serta dapat dicoba berulang kali. Untuk grafis semua terasa sempurna untuk ukuran game mobile.
Kekurangannya terletak pada suara mesin mobil yang terkesan tidak terlalu berbeda di mobil tingkat awal serta kontrol yang masih kacau untuk diadaptasi ke port mobile.
GAMEFINITY.ID, Bandar Lampung – Dan The Manmerupakan salah satu Action Platformer bergaya Retro-Pixel yang dapat dimainkan di Mobile. Dan The Man dirilis pada November 2015 oleh Halfbrick Studios. Game ini dapat dimainkan di platform Android dan IOS.
Sinopsis Dan The Man, Platformer Game dengan Konsep Cross-Universe
Bercerita tentang sebuah masalah baru dikota Dan dan teman-teman. Sebuah masalah yang kini menjadi masalah bersama, terlihat dari para pasukan ninja dan masyarakat yang tidak bisa melakukan apapun lagi. Aawal masalah yang bermula dari invasi sekelompok mafia.
Gameplay – Review Dan The Man, Platformer dengan Konsep Cross-Universe
Dan The Man merupakan game Acion PlatformerSide-Scrolling dengan gaya Retro Pixel-nya. Game ini memiliki mekanisme gameplay yang tidak jauh berbeda dengan game-game dengan konsep Side-Scrolling lainnya. Game yang mengharuskan pemain untuk terus maju hingga mampu menyelesaikan suatu level tertentu, biasanya akan ada banyak rintangan atau obstacle maupun musuh sepanjang perjalanan.
Dan The Man memiliki mekanisme yang cukup umum, namun sedikit unik dibanding Side-Scrolling lainnya. Dan The Man memiliki alur cerita yang cukup menarik. Bercerita tentang Dan yang seorang pendekar beladiri di sebuah kota. Begitu cerita dimulai, pemain akan memasuki prolog yang terbagi atas beberapa level yang kemudian lanjut ke Main Story.
Bukan hanya Dan, Dan The Man turut menghadirkan beberapa karakter dari game buatan Halfbrick Studios seperti Dan, Josie, Barry dari Jetpack Joyride, serta karakter Custom. Setiap karakter punya kemampuan berbeda-beda, seperti Barry misalnya.
Graphic (9/10)
Graphic – Review Dan The Man, Platformer dengan Konsep Cross-Universe
Dan The Man memiliki visual ataupun gaya penggambarannya sendiri yang menarik. Hadir dengan visual Retro yang dibalut dengan gaya Pixel sebagai penggambaran. Gaya Pixel yang cukup terlihat jelas dan detil yang baik, baik dalam latar maupun karakter yang ada hingga objek bergerak lainnya.
Pemilihaan warna yang baik juga menjadi nilai tambah untuk Dan The Man menyangkut visual. Pergerakan atau transisi antar tempat atau latar yang cukup baik, tanpa menunjukan cacat akibat pergeseran tersebut.
Control (9/10)
Control – Review Dan The Man, Platformer dengan Konsep Cross-Universe
Dan The Man memiliki mekanisme kontrol yang simpel dan praktis. Sebagai game Platformer, Dan The Man hadir dengan mekanisme kontrol taping yang sudah cukup baik. Hadir tanpa tambahan kontrol yang rumit, sedangkan game ini memiliki serangkaian kombinasi gerakan yang cukup kompleks.
Dan The Man memberlakukan konsep combo dalam menjalankan sebuah karakter. Combo tersebut bisa didapatkan dengan cara upgrade skill tiap karakter, hal ini juga tidak berpengaruh terhadap konttrol yang sudah adda sebelumnya. Serangkaian kontrol sudah mampu menghasilkan gerakan yang lebih kompleks dari sebelumnya.
Addictive (9/10)
Memiliki daya permaianan yang cukup baik dan tidak mmbosankan, mengingat Dan The Man hadir dengan alur cerita yang setidaknya turut ramaikan konflik yang ada dan seharusnya ada. Dengan adanya alur cerita yang dikemas rapih ini, Dan The Man menjadi salah satu Platformer yang tidak hanya mengandalkan Action saja.
Music (9/10)
Dan The Man hadir dengan aspek musik yang cukup baik, unik, serta sempurna. Pemilihan latar musik yang sangat cocok dengan gaya permainan menjadi salah satu hal menarik disini. Selain latar musik, ada sound effect juga. Soundeffect hadir dengan variatif tergantung kondisi yang mempengaruhi karakter atau apapun disekitar.
Latar musiknya sendiri tampil dengan gaya yang cukup masuk. Dibalut dengan gaya-gaya EDM serta Retro yang campur aduk namun disusun sedemikian rupa hingga menjadi alunan musik yang santai namun bersemangat.
Kelebihan
Hadir sebagai ActionPlatformer dengan paduan Reto Pixel yang baik, Dan The Man hampi mendapatkan nilai maksimal pada aaspek satu ini, selain itu juga hadir dengan alur cerita yang kompleks dan runtut beserta dengan permasalahan yang selalu saja ada.
Kekurangan
Sedikit kekurangan dari Dan The Man yang dapat penulis sampaikan kali ini. Dan The Man merupakan game yang tidak sepenuhnya dapat dimainkan secara offline, untuk beberapa mode-nya masih membutuhkan koneksi untuk dapat masuk kedalam mode tersebut.
Untuk Dan The Man, Total Score yang dapat penulis berikan adalah 9,2.
Sekian Review Dan The Man yang dapat penulis sampaikan.
Update informasi menarik lainnya seputar review game hanya di Gamefinity. Gamefinity.id menyediakan jasa pengisian top up dan vouchergame dengan cara yang mudah dan pastinya terjangkau.
GAMEFINITY.ID, Kabupaten Malang – Game sport merupakan sebuah genre yang tidak pernah sepi peminat. Mulai dari game sepakbola, basket, tenis, hingga balapan seperti F1, MotoGP, dan WRC. Tujuan dari genre ini sendiri memang untuk para fans atau penggemar yang ingin merasakan atmosfer pertandingan tanpa harus terjun ke dalamnya.
Beberapa game telah membawanya ke tahapan yang lebih jauh. Mereka membeli lisensi dari berbagai pihak untuk mendapatkan hak guna atas nama, tim, dan pemainnya. Tentu saja yang paling terkenal adalah persaingan lisensi antara FIFA dan PES yang kembali muncul ke permukaan ketika PES punya kontrak eksklusif dengan Juventus.
FUT, Salah Satu konten dalam Game FIFA | Sportslive
Namun, pernahkah kalian menyadari, mengapa rata-rata game sport berlisensi perlu dirilis ulang setiap tahun? Mengapa nggak rilis patch update saja?
Nah mari kita bahas sama-sama!
Game Sport dan Pemberi Lisensi
Satu hal yang menjadi masalah utama adalah biaya. Ya, terkadang membeli sebuah lisensi resmi untuk sebuah game bukanlah hal yang murah bagi sang pengembang.
Yang dapat kita jadikan contoh adalah perubahan nama game FIFA milik EA. Pada saat EA mengumumkan bahwa game sepakbolanya akan berganti nama, mereka sendiri mengatakan bahwa harga lisensi dari FIFA terlalu mahal. Lisensi tersebut dihargai di angka US$1 Milyar.
Bila kita hitung, maka satu tahun dari lisensi tersebut berharga US$ 250 Juta, padahal keuntungan bersih yang dicapai EA di game FIFA hanya US$ 298 Juta. Biaya lisensi tersebut juga belum termasuk dengan biaya pengembangan dan pembuatan game.
Dalam hal ini, pihak pengembang pun terpaksa mencari cara agar dapat mengembalikan uang mereka. Dalam hal ini FIFA memilih untuk menjual kembali game mereka setiap tahunnya dengan beberapa tambahan pemasukan besar seperti kartu pemain eksklusif dan FUT Points yang di-reset setiap game baru muncul.
Hal ini juga berlaku terhadap game lain seperti NBA 2K, Madden NFL, dll.
Selain model seperti FIFA ada juga pengembang yang lebih mengandalkan penjualan game-nya daripada penjualan item in-game. Biasanya game tersebut adalah game racing berlisensi seperti MotoGP, F1, WRC, dan WorldSBK. Meskipun game buatan Codemaster seperti F1 mulai menunjukkan gaya ”EA” setelah diakuisisi
Meskipun bukan sebuah penyebab utama mengapa dirilis tahunan, tetapi tidak dapat melewatkan hal ini begitu saja sebagai apresiasi usaha bagi para pengembang.
Game yang rilis tahunan sendiri biasanya memiliki iklan yang membesarkan apa hal baru yang akan dibawanya pada tahun depan. Lagi dan lagi, EA adalah contoh paling terkenal dalam hal ini.
EA sendiri tahun ini telah mendapatkan lisensi dan game F1 dengan mengakuisisi Codemaster. Dalam masa promosi mereka mengedepankan beberapa hal baru seperti formation lap, kejuaraan F2, dan physique baru dalam mobil mereka.
Namun, sebelum hal tersebut, Codemaster memang sudah berpengalaman dalam membuat game F1. Mereka mengembangkan game F1 dari nol yaitu F1 2009 yang mendapat respon negatif hingga menjadi salah satu game racing simcade terbaik di tahun 2021-2022 atau hanya sekitar 13 tahun.
FIFA juga menjadi salah satu yang berkembang pesat. Zaman PS1 dan PS2 FIFA kalah saing dengan grafis WE dan PES buatan Konami. Namun, mereka bangkit di tahun 2010-an dimana mereka mampu menyalip kepopuleran PES yang sekarang semakin buruk akibat adanya eFootball.
Semua itu berkat pengembangan perlahan setiap tahunnya lewat adanya game baru. Jika diluncurkan dalam bentuk patch saja, kemajuan yang saat ini dicapai mungkin tidak akan ada.
Jadi, mengapa sebuah game sport berlisensi biasanya dirilis kembali setiap tahun? Jawabannya adalah untuk mendapatkan pendapatan maksimal setiap tahunnya serta membawa teknologi baru di dalam game selanjutnya.
Sebenarnya annual release merupakan hal yang baik bila dilakukan secara benar. Asal bukan copy paste resource dari game sebelumnya. Konami tolong dengarkan ini, karena semua tahu kalian hanya copy paste game sebelumnya dan tinggal ganti skin luarnya untuk game PES. Paling ganti engine setiap 3 tahun gak ada perubahan signifikan.