GAMEFINITY.ID, Bandar Lampung – LicoBiTs, TIS Creation dan Broccoli kembali mengumumkan game keluaran terbarunya. Menjadi salah satu game otome yang kesekian kalinya. LicoBiTs saat ini sedang memproduksi game otome sejenis yang belum berjudul. Untuk sutradaranya dikepalai oleh Akira Takamura, RiRi sebagai ilustrator, dan Kazura Ringo sebagai penulis skenario yang sebelumnya pernah menulis Hakuoki dan Piofiore Series.
Otome sendiri adalah sebuah klasifikasi permainan dari Jepang yang berarti permainan gadis. Otome adalah sebuah video game berbasis story yang menargetkan pasar wanita. Secara umum, memiliki mekanisme gameplay seperti galge romance yang berpusat kepada maincharacter seorang wanita atau sebuah permainan yang didominasi oleh pria tampan.
Announced LicoBiTs, Brand Otome Baru dari Tis Creatiaon
Otome sendiri berawal dari pengakuan yang diakui sebagai Angelique, dan dirilis pada 1994 oleh Koei di Jepang untuk Super Famicom, dan juga di kerjakan oleh tim yang berisikan perempuan. Berawal menargetkan perempuan pra-remaja dan remaja, namun siapa sangka jika target populernya berada dikalangan remaja atau lebih tua di usia 20-an.
Beberapa game otome yang sempat terkenal adalah seperti McKenzie & Co pada 1995 dari American Laser Games dan Girl’s Club (1992) dari Philips Interactive merupakan game simulasi untuk anak perempuan yang dikembangkan dan juga dirilis di Amerika Serikat.
Untuk game otome Jepang pertama kali hadir dalam bahasa global adalah visualnovel Yo-Jin-Bo pada 2006 untuk PC. sejak itu, telah banyak game otome yang dikemas dengan gaya galge dan visualnovel, salah satunya seperti Hakuoki Series untuk PSP dan Nintendo 3DS.
Beberapa otome terkenal seperti Alice in The Country Hearts, Amnesia, Arabian Lost Series, Brother Conflict, Tokimeki Memorial, Uta no Prince-sama, dan masih banyak lagi.
Announced LicoBiTs, Brand Otome Baru dari Tis Creatiaon
Kebanyakan game otome dari Broccoli yang secara konsisten telah merilis beberapa karya otome hit atau game ryhthm tap-tap seperti Uta no Prince-sama dan Jack Jeane. Kemudian Tiz Creation yang saat ini juga sedang membentangkan dan melebarkan cakupannya dengan melibatkan para kreator yang sebelumnya sempat terlibat dalam pengembangan game serupa dan Joseimuke.
Update informasi menarik lainnya seputar game hanya di Gamefinity. Gamefinity.id menyediakan jasa pengisian top up dan vouchergame dengan cara yang mudah dan pastinya terjangkau.
GAMEFINITY.ID, Bandung – Bayonetta 3 telah dijadwalkan rilis 28 Oktober 2022 dan menjadi salah satu game paling dinantikan. Nintendo dan Platinum Games juga sudah membagikan detail ceritanya dalam trailer terbaru. Namun, pengisi suara asli Bayonetta ternyata menyerukan boikot melalui akun Twitter-nya. Alasannya, ia ditawari dengan upah lebih rendah untuk memerankan kembali tokoh perempuan berkacamata ikonik itu.
Pengisi Suara Asli Bayonetta Diganti Jennifer Hale
Hellena Taylor sudah memerankan sang tokoh utama di Bayonetta dan Bayonetta 2. Ia telah berhasil membawakan tokoh perempuan berkacamata itu dengan suara lembut dan provokatifnya. Namun, ia telah dirumorkan tidak lagi melanjutkan perannya selama berbulan-bulan.
Jennifer Hale ambil alih peran Bayonetta di Bayonetta 3
Platinum Games akhirnya membenarkan rumor tersebut. Mereka juga mengumumkan bahwa Jennifer Hale akan mengambil alih peran sang tokoh utama di Bayonetta 3. Hale sendiri sudah mengisi suara di berbagai game, seperti Commander Shepard versi perempuan di seri Mass Effect dan Naomi Hunter di seri Metal Gear Solid.
“Berbagai halangan memicu kesulitan bagi Hellena Taylor untuk memerankan kembali sang tokoh, kami gelar audisi pencarian suara baru Bayonetta dan menawarkan peran tersebut pada Jennifer Hale. Saya pahami kekhawatiran penggemar tentang perubahan suara, tetapi penampilkan Hale melebihi ekspektasi,” ujar Yusuke Miyata, sang sutradara, pada Game Informer.
Meski terdapat pergantian untuk dub Inggris-nya, Atsuko Tanaka masih dipercaya berperan sebagai Bayonetta untuk dub Jepang.
Tidak Terima Tawaran dengan Upah Rendah, Hellena Taylor Serukan Boikot
Baru-baru ini, Hellena Taylor membagikan responnya di Twitter melalui tiga cuplikan video. Ia telah menuduh Platinum Games memberi tawaran dengan upah rendah untuk memerankan kembali Bayonetta, yaitu 4.000 USD.
Taylor menolak tawaran terakhir dari Platinum Games itu. Ia juga menyebutkan fakta bahwa franchise Bayonetta telah menghasilkan 450 juta USD (belum termasuk merchandise).
“Ini adalah penghinaan bagi saya, saya minta penggemar untuk memboikot game ini dan menyumbangkan uangnya untuk amal. Saya hanya meminta upah yang cukup dan pantas. Apa yang mereka lakukan itu legal, tapi tidak bermoral,” ujar Taylor.
Taylor mengaku ia memutuskan untuk melanggar non-disclosure agreement. Ia menyebutkan Bayonetta selalu membela orang lemah dan hal yang benar.
Tweets Jennifer Hale has been liking recently suggest she was not informed about Hellena's situation before she took on the role of Bayonetta and that NDAs might be preventing her from saying anything. Direct your frustrations at the companies and decision makers. pic.twitter.com/ItXzqDmOge
Jennifer Hale sejauh ini belum merespon secara langsung terhadap perkataan Taylor. Namun, pengisi suara Ashe dari Overwatch itu memberikan like pada beberapa cuitan warganet, memicu dugaan bahwa ia terikat non-disclosure agreement.
Hideki Kamiya memberi respon menohok pada pernyataan Hellena Taylor
Hideki Kamiya akhirnya memberikan respon melalui akun Twitter-nya. Ia menjawab tanpa menyebut Taylor bahwa dugaan itu tidak benar. Ia juga menyebutkan agar semua pihak “berhati-hati pada aturannya”.
Respon Kamiya menuai hujatan dan kekecewaaan warganet. Mereka meminta bos di balik franchise Bayonetta itu membayar setiap pengisi suara yang berperan secara adil dan benar. Beberapa dari mereka juga memutuskan untuk memboikot Bayonetta 3.
Per tulisan ini, akun Twitter Hideki Kamiya telah dinonaktifkan. Sementara itu, Nintendo dan Platinum Games masih enggan berkomentar secara resmi tentang hal ini.
Bayonetta 3 akan meluncur eksklusif di Nintendo Switch pada 28 Oktober 2022.
GAMEFINITY.ID, Jakarta – Overwatch 2 merupakan seri sekuel dari keluaran sebelumnya Overwatch yang dirilis pada 2016 yang lalu, saat ini server Overwatch telah dinonaktifkan. Game ini sendiri merupakan game free to play dengan genre Team based Action yang dimana satu tim diisi oleh lima pemain melawan kelima pemain lainnya (5 vs 5).
Baru Dirilis, Jumlah Pemain Overwatch 2 Capai 25 Jutaan Orang.
Sepuluh hari pertamanya sejak peluncuran, jumlah pemain Overwatch saat ini mencapai 25 juta orang dan tersebar di berbagai belahan dunia mulai dari Eropa, Amerika, Timur Tengah, hingga Asia. Tiga kali lipat dibanding seri terdahulunya, Overwatch.
Kenaikan yang begitu signifikan tersebut disebabkan adanya penerapan Free to Play oleh bos Blizzard Entertainment Mike Ybarra. Walaupun sempat mengalami berbagai masalah diantaranya serangan DDoS yang mengakibatkan pemain tidak dapat mengakses game sementara waktu, itu tidak menyurutkan pemain untuk mengunduhnya dan terus bertambah dari waktu ke waktu.
Melalui tweet yang dipost oleh Mike Ybarra selaku Bos Blizzard Entertainment iapun memberikan apresiasi terhadap pemainnya yang begitu antusias terhadap Overwatch 2 “Peluncuran dari game Overwatch 2 ini menjadi momen yang penting bagi Blizzard. Kami begitu senang menyambut pemain baru dari seluruh dunia ke dunia Overwatch yang begitu semarak sambil menyambut komunitas Overwatch lainnya.” Kata Ybarra.
“Ini masih awal perjalanan, masih ada kemungkinan lain yang bisa dijelajahi di Overwatch, dan kami juga tak sabar menunggu pemain merasakan semua yang dibuat oleh tim kami.”
Diserang DDoS, Blizzard Entertainment Minta Maaf Kepada Seluruh Pemain Dan Memberikan berbagai Hadiah Kompensasi Menarik
Mike Ybarra mengumumkan gangguan pada server Overwatch 2 dikarenakan serangan masif DDoS beberapa waktu lalu | Mike Ybarra
Pada beberapa waktu yang lalu ditengah peresmian game, server Overwatch 2 Waktu itu sempat mengalami sebuah gangguan yang dimana pemain tidak dapat mengakses server game untuk sementara waktu sebanyak dua kali. Beberapa diantaranya juga kehilangan pernak Pernik yang dikumpulkannya selama ini.
Beruntung pengembang tidak lepas tangan begitu saja. Menanggapi kedua masalah tersebut, Blizzard lalu mengerahkan tim untuk memperbaikinya sembari meminta maaf jika server sedang mengalami gangguan. Sebagai gantinya, Blizzard Entertainment memberikan bundle berisikan tiga hero Sojourn, Junker Queen, serta Kiriko.
Ditambah per tanggal 25 Oktober mendatang, Blizzard juga membagikan hadiah season 1 berupa skin Legendary All new Cursed Captain dan bundle health Weapon Charm. Serta double XP selama match berlangsung dengan interval jadwal sebagai berikut;
Double XP fase 1 : 21 Oktober s.d 24 Oktober jam 11 waktu server ( PT )
Double XP fase 2 : 28 Oktober s.d 31 Oktober jam 11 waktu server ( PT )
Double XP fase 3 : 24 November s.d 28 November jam 11 waktu server ( PT )
GAMEFINITY.ID, Bandar Lampung – Hungry Hearts Diner 2merupakan salah satu Idle game yang hadir di Mobile. Idle game yang hadir dengan tampilan dan alur cerita yang menarik. Hungry Hearts Diner 2 dirilis pada Juni2021 oleh GAGEX Co.,Ltd. Game ini dapat dimainkan di Mobile, Android.
Sinopsis Hungry Hearts Diner 2, Idle Dinner Dash Versi Masakan Japanese
Bercerita tentang seorang nenek yang tinggal disebuah warung lama atau kuno yang cukup pelosok hanya bersama dengan seorang cucu bernama Mabo.
Menjalani hari tua dengan memberikan layanan makanan di rumah makan sederhana miliknya, dan banyak bertemu dengan teman lama ataupun orang baru dengan problematika yang cukup rumit dan variatif.
Gameplay – Hungry Hearts Diner 2, Idle Dinner Dash Versi Masakan Jepang
Hungry Hearts Diner 2 merupakan series lanjutan dari Hungry Hearts pertama yang masih menceritakan cerita yang kurang lebih sama, dengan berlatar belakangan masakan Jepang. sebuah game yang berfokus kepada seorang nenek yang membuka sebuah rumah makanan khas Jepang. makanan yang didominasi dengan makanan khas Jepang, seperti Ramen, Natto, Karage, dan banyak lagi.
Untuk mekanisme gameplay-nya, Hungry Hearts Diner 2 akan menuntun pemain dalam mengelola tempat makan seorang nenek, dari memasak, menyiapkan makanan, dan me reparasi tempat makan tersebut. semua kegiatan dilakukan secara otomatis, seperti memasak, mencuci dan sebagainya, pemain hanya perlu melakukan eksekusi kecil dalam menu makanan yang ada dan pelayanan.
Selain itu, sepanjang membuka tempat makan ini pemain akan menghadapi serangkaian cerita yang dikemas dalam bentuk per chapter, dan akan menghadapi beberapa problematika sosial yang ada. Problematika yang dapat diselesaikan dengan memberikan sedikit sentuhan cerita rasa pada makanan yang disajikan.
Graphic (9/10)
Graphic – Hungry Hearts Diner 2, Idle Dinner Dash Versi Masakan Jepang
Hungry Hearts Diner 2 memiliki tampilan yang sama dengan seri sebelumnya, Hungry Hearts. Hadir dengan visual yang memukau. Visual yang tidak berkesan memberatkan sama sekali, baik di mata ataupun untuk perangkat.
Menggunakan pelukisan yang minim gradasi serta pewarnaan yang soft dengan sedikit kesan vintage yang tentunya halus, serta merta tampil dengan isometricpersfective-nya yang memberikan pandangan yang lebih luas didalam ruangan. Memberikan kesan sejuk dan menenangkan secara visual yang nyata.
Control (9/10)
Sebagai game Mobile yang berorientasi pada eksekusi kontrol yang cukup ringan, atau tanpa adanya eksekusi khusus, Hungry Hearts Diner 2 memiliki mekanisme kontrol yang umum pada game Idle sejenisnya.
Hanya mengandalkan sebuah metode tap–tap pada perangkat. Metode yang umum ada pada game sejenisnya, metode kontrol yang mengambil alih sepenuhnya kontrol yang sudah ada. Kontrol tersebut seperti untuk memasak, mencuci, mengambil pesanan, dan sebagainya.
Addictive (10/10)
Addictive – Hungry Hearts Diner 2, Idle Dinner Dash Versi Masakan Jepang
Walau terkesan sedikit monoton, Hungry Hearts Diner 2 cukup memberikan kesan adiktif yang baik. Memberikan sebuah pengalaman santai dalam mengurus tempat makan tua sembari menyelesaikan problematika individu dalam bersosialisasi yang terlihat di tiap generasinya.
Jika diperhatikan lebih jauh, Hungry Hearts Diner 2kurang lebih punya gaya pembawaan interaktif yang serupa dengan Coffee Talk. Perpaduan aspek yang menjadi daya tarik tersendiri dalam game.
Music (9/10)
Hungry Hearts Diner 2 hadir dengan aspek musik yang nggak bisa dianggap sebelah mata. Memiliki latar musik yang menenangkan dan relax layaknya sebuah teh relaksasi dari dunia fantasi. Memiliki nuansa alunan alat musik yang kompleks dengan kesederhanaannya bagi sebagian besar pemain. Jadi disarankan memainkan game ini menggunakan Earphone atau Headset.
Kelebihan
Hungry Hearts Diner 2 sendiri memiliki daya tarik dari gameIdle bergaya modern sekarang ini. Game ini sepenuhnya offline dengan hanya memberikan layanan yang tidak penting-penting sekali untuk ketika online-nya.
Kekurangan
Sedikit kekurangan dari Hungry Hearts Diner 2 yang dapat penulis sedikit jeleaskan di paragraf ini. Hungry Hearts Diner 2 terkesan memiliki mekanisme yang sedikit monoton sebagai game idle. Walau tidak ada batasan waktu, hanya terpatok pada energi yang boros, namun masih seimbang dengan charging seharusnya.
Game ini sedikit menjadi monoton karena hampir sepenuhnya dilakukan secara otomatis, jadi pemain hanya perlu melakukan perintah tap saja pada tool tertentu tanpa ada mekanisme yang lebih sedikitpun.
Untuk Hungry Hearts Diner 2, Total Score yang dapat penulis berikan adalah 9.
Sekian Review Hungry Hearts Diner 2 yang dapat penulis sampaikan.
Update informasi menarik lainnya seputar review game hanya di Gamefinity. Gamefinity.id menyediakan jasa pengisian top up dan vouchergame dengan cara yang mudah dan pastinya terjangkau.
GAMEFINITY.ID, Bandung – Razer sebelumnya mengumumkan mereka bermitra dengan Verizon dan Qualcomm akhir September lalu. Mereka bertujuan untuk membuat konsol handheld 5G bernama Razer Edge. Meski ditujukan untuk cloud gaming, pengguna juga dapat mengunduh judul game untuk konsol tersebut.
Acara RazerCon 2022 yang diselenggarakan 15 Oktober lalu akhirnya mengumumkan secara detail dari Razer Edge. Razer mengungkap tampilan, spesifikasi, dan harga dari konsol handheld-nya itu.
Spesifikasi Razer Edge
Melalui laman resminya, Razer Edge dideskripsikan sebagai konsol yang sudah di-custom-build untuk memberi pengalaman gaming handheld mutakhir. Konsol buatan Razer itu diperkuat oleh chipset Qualcomm’s Snapdragon G3x Gen 1 dengan 3 GHz octa-core Kryo CPU. Chipset tersebut dapat memberi performa ekstrem bagi konsol tersebut.
Razer Edge juga menampilkan display AMOLED dengan refresh rate 144 hz, resolusi 2400×1080, dan layar sentuh. Konsol buatan Razer itu juga memiliki RAM 8GB LPDDR5, penyimpanan internal sebanyak 128 GB, dan slot microSD hingga 2 TB. Ditambah, Android 12 akan menjadi OS konsol tersebut.
Tidak lengkap jika sampai di situ, Edge juga menghadirkan kontroler Razer Kishi V2 Pro. Kontroler itu disebut memiliki tombol microswitch, analog trigger, dan sistem Razer Hypersense.
Tidak hanya game Android, Razer juga hadirkan Epic Games Store dan dukungan layanan cloud gaming seperti Nvidia GeForce Now dan Xbox Cloud Gaming
Razer menyebut Edge dapat menjalankan berbagai game Android dan PC, termasuk ribuan game AAA. Konsol itu juga mendapat dukungan untuk Epic Games Store dan layanan cloud gaming seperti Xbox Cloud Gaming dan Nvidia GeForce Now.
Hadir dalam Dua Model, Segini Harganya!
Terdapat dua model Razer Edge yang akan hadir, yaitu Wi-Fi dan 5G. Model Wi-Fi-nya kemungkinan dapat meluncur Januari ini tanpa tanggal pasti. Sementara itu, tanggal peluncuran model 5G belum diumumkan.
Razer membanderol model Wi-Fi-nya dengan harga 399 USD. Model 5G-nya justru akan diumumkan pada kemudian hari. Kedua model tersebut akan meluncur terlebih dahulu di Amerika Serikat.
IGN menyebutkan Razer dipastikan tampil di CES 2023. Razer akan menampilkan Edge di acara tersebut. Pengguna yang menghadiri CES 2023 berkesempatan mencoba konsol handheld tersebut.
Menyusul Tren Konsol Handheld Gaming
Edge menjadi upaya Razer untuk masuk ke dalam tren konsol handheld. Mereka siap bersaing dengan Steam Deck dan Nintendo Switch. Tencent dan Logitech juga akan menyusul dengan konsol handheld cloud gaming Logitech G Cloud besok.
Konsol handheld gaming sendiri sempat mati suri setelah kegagalan PlayStation Vita. Game mobile pada saat itu berhasil melampauinya secara pendapatan. Nintendo Switch yang rilis 2017 telah berhasil menyaingi pasar game mobile.
Steam Deck dari Valve juga telah membantu membangkitkan kembali tren konsol handheld gaming. Dari pengumuman Razer Edge dan Logitech G, tampaknya konsol handheld tidak akan punah.
Dapatkan Razer Edge melampaui Nintendo Switch dan Steam Deck dalam persaingan konsol handheld? Ataukah Logitech G yang akan menguasai? Razer Edge model Wi-Fi akan rilis 2023 di Amerika Serikat.
GAMEFINITY.ID, Jakarta – Kamis (13/10), Acer Predator mengadakan acara media visit untuk memperlihatkan persiapan tim Indonesia yang akan bertanding di Jepang. Para player sendiri telah terpilih untuk player DOTA 2 dan PUBG. Mereka langsung mendapatkan bootcamp untuk melakukan bonding tim dan chemistry, serta mengetahui gameplay yang cocok.
Ketika didatangi ke bootcamp para player dari DOTA 2 dan PUBG sedang fokus melakukan grinding dan scrim. Player yang akan mewakili Indonesia di Acer predator league 2022 merupakan player-player terpilih yang lolos seleksi. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya di mana Acer Predator League Untuk Indonesia melakukan invitation secara tim. Tahun 2022, setiap individu dapat mendaftar untuk mengikuti seleksi dan pemilihan akan dilakukan oleh tim pelatih untuk Acer Predator League.
Menurut Riski, penanggung jawab kebutuhan player dan tim, yang telah terpilih adalah player yang bersaing dari ratusan peserta. Beberapa player adalah player yang pernah bergabung di tim esport dan sebagian lagi ada player yang masih tergabung di tim esport. Player dari DOTA 2 berjumlah 5 orang yang berisikan Dreamocel, Womy, Jocham, Mamangdaya dan You.K. Sedangkan, Player PUBG untuk Acer Predator League adalah Tedeeyy, AE_ 1234, Edvking dan Tryk.
“Ada sekitar 500 ratusan peserta dari masing-masing divisi dan terpilih hanya 5 orang untuk DOTA 2 dan 4 orang untuk PUBG PC,” jelas Riski, selaku tim dari penanggung jawab harian.
Dalam sehari para player Indonesia untuk ajang Acer Predator League latihan rata-rata minimal menghabiskan waktu hingga 12 jam. Hal ini terlihat pada kunjungan media visit hari Kamis (13/10), para player sedang sibuk melakukan grinding dan scrim.
Manajer tim Indonesia untuk APAC Acer Predator, Eko Putra, mengatakan untuk persiapan dari sisi kebutuhan tim semua sudah terpenuhi. Paling penting adalah untuk memperhatikan mood para player, karena nantinya akan sangat sulit jika mood mereka sedang tidak baik. Sehingga dari sisi pemenuhan asupan makanan dan hal-hal out game itu diperhatikan. Berbeda dengan player DOTA 2, para player PUBG PC persiapannya dari sisi tim butuh grinding dan respect satu sama lain. Para player PUBG untuk APAC Acer Predator ini juga mengutamakan gameplay dan latihan aim.
Persiapan Latihan untuk Acer Predator League
Dari sisi Coach DOTA 2, Adit Aville, tidak ada kesenjangan yang sangat parah dalam hal ini. Para player yang telah terpilih sudah sangat siap untuk APAC Acer Predator League. Dirinya tidak merasa khawatir dengan komunikasi tim, karena sejak masuk bootcamp ternyata tidak ada kesenjangan.
“Awalnya sempat berpikir akan ada canggung, ternyata salah. Adanya Womy yang merupakan player paling humble membantu memudahkan kedekatan tim. Apalagi dari para player DOTA 2 untuk Acer Predator ini beberapa pernah berada dalam 1 tim yang sama,” Jelas Aville.
Dari sisi gameplay sendiri Aville, telah melakukan pengamatan untuk anak asuhnya. Dirinya terus menerus mencoba banyak strategi dan menyempurnakan apa yang sudah ada. Dari pemilihan hero sendiri, Tim Indonesia untuk Acer Predator League 2022 ini merasa tidak terlalu pusing. Dirinya akan lebih memilih menggunakan strategi yang balance untuk setiap role-nya.
“Tidak ada spesifik akan bermain dengan gaya agresif, counter attack atau lainnya. Tetapi lebihi menyeimbangkan power dan hero yang ada agar balance dalam pertandingan nanti,” Ungkap Aville.
DOTA 2 lebih diuntungkan untuk melakukan scrim dengan tim-tim besar, karena mash terbilang kompetitif. Sedangkan PUBG PC di Indonesia terbilang sangat jarang adanya turnamen kompetitif dan minimnya player yang bermain di Indonesia. Namun, Ridho atau yang lebih dikenal dengan Edvking, mengatakan target mereka adalah juara.
Masing-masing divisi akan terbang ke Jepang untuk APAC Acer Predator League 2022 pada awal November nanti. Bootcamp juga akan selesai pada minggu terakhir di Oktober ini, para player akan kembali ke rumah masing-masing untuk mengurus persyaratan terbang ke Jepang. Dukung terus Tim Indonesia, Dukung terus Gamefinity dengan tetap membaca informasi terbaru tentang mereka. Jangan lupa untuk top up item in game mudah hanya di Gamefinity.id