Category Archives: Game

Valve Ubah Sistem Battlepass Dota 2 Untuk Memudahkan Player

GAMEFINITY.ID, Jakarta – Dalam Rangka berlangsungnya pertandingan The International ke 11 yang berlangsung di Singapura pada bulan depan, seperti biasanya Valve merilis Battlepass yang dapat ditukarkan dengan hadiah menarik berdasarkan total poin yang dimiliki pada dua minggu yang lalu. Sayangnya saat Battlepass tersebut diluncurkan, pemain Free to Play dibandingkan yang telah membeli Battlepass tersebut menemukan sejumlah masalah diantaranya progres poin yang terlalu besar sehingga terlalu lama untuk naik ke level selanjutnya.

Menanggapi keluhan tersebut, Valve akhirnya berinisiatif untuk mengubah beberapa ketentuan pada sistem Battlepass The International sehingga dapat memudahkan pemain gratisan mendapatkan poin dengan mudah tanpa perlu membelinya, diketahui harga battlepass dipatok mulai dari 10 dolar Amerika atau hampir 150 ribu rupiah untuk level 1 hingga yang tertinggi 50 dolar Amerika atau 750 ribu rupiah untuk level 100.

Nah, apa saja ketentuan pada battlepass The International yang telah diubah oleh Valve?

Baca juga: Salah Satu Seri Harvest Moon Dapatkan Kembali Remakenya, Seri Apakah Itu?

Terlalu Lama Untuk Naik Level, Valve Ubah Ketentuan Battlepass The International, Lebih Mudah Dapatkan BP Points

Valve Dota 2 Battlepass Twitter
Pengumuman mengenai perubahan pada battlepass The International 11 Dota 2 ( Twitter )

Melalui pengumuman resminya di website dan akun Twitter, Valve akhirnya mengakui jika terdapat ketimpangan antara pemain kasual dengan yang serius. Ditemukan bahwa pemain kasual mendapakan poin battlepass jauh lebih sedikit setelah membandingkannya melalui data battlepass sebelumnya.

“ Walaupun mereka dapat meraih jumlah yang sama, setelah kami bandingkan dengan data tahun sebelumnya (The International yang ke-10), kami menemukan bahwa hasil median untuk tahun ini lebih rendah, walhasil pemain hard core mendapatkan poin setara, namun untuk pemain kasual jauh lebih sedikit,” kata Valve melalui pengumuman di websitenya.

Valve mengubah ketentuan pada Quest mingguan dan menambahkan beberapa fitur baru yang semakin mempermudah semua pemain mendapatkan BP lebih banyak.

Berikut ketentuan terbaru pada Battlepass yang dimulai pada minggu kedua:

  • 200 Battlepoint setelah memenangkan pertandingan
  • 100 Battlepoint jika kalah pertandingan
  • 100 atau 50 Battlepoint jika mengalami menang atau kalah pada pertandingan Turbo

Selain itu Valve juga memperbaharui quest mingguannya yang jauh lebih sederhana dengan ketentuan sebagai berikut:

  • Untuk nonbonus, pemain akan mendapatkan 1000 Battlepoint setelah mendapatkan 2,8,15 bintang setelah sebelumnya 500,1000,1500 setelah 4,9,15 bintang
  • Untuk bonus, peti bonus pertama bisa didapatkan setelah pemain mendapatkan dua bintang.

Dan diwaktu yang sama, pemilik Battlepass yang juga memainkan Dota 2 juga mendapatkan hak pada Dota plus secara gratis di minggu pertamanya.

Untuk informasi terbaru dan ter-update terkait dengan game, review game, gaming gears dan teknologi di Gamefinity. Kalian juga dapat melakukan top up dengan mudah dan harga yang terjangkau di Gamefinity.id

Genshin Impact Dapat Adaptasi Anime oleh Ufotable?

GAMEFINITY.ID, Bandung Genshin Impact telah menjadi salah satu game RPG terpopuler saat ini, apalagi banyak di antara pemainnya juga kebetulan menyukai anime. Namun, dalam live stream Version 3.1 Special Programme, pemain dikejutkan dengan sebuah concept trailer bahwa Hoyoverse telah berhasil menarik studio anime terkenal Ufotable. Kedua belah pihak pun mengumumkan sebuah proyek kolaborasi.

Kolaborasi Jangka Panjang Genshin Impact x Ufotable

Kolaborasi tersebut disebut sebagai long-term collaboration project (proyek kolaborasi jangka panjang). Concept trailer berdurasi tiga menit itu tersebut mempertunjukkan art style khas Ufotable dalam menggambarkan dunia Tevyat.

Genshin Impact anime twins
Aether dan Lumine dalam concept trailer

Kedua tokoh utama, Aether dan Lumine, diperlihatkan saling berdekatan dan bergandengan tangan. Ini adalah pertama kalinya kedua tokoh kembar itu diperlihatkan bersama, pasalnya dalam game, salah satu dari mereka bertujuan untuk menemukan kembarannya selama bertualang.

Pengumuman Adaptasi Anime?

Begitu concept trailer tersebut muncul, pemain setianya mulai heboh. Mereka menganggap Genshin Impact akan mendapat adaptasi serial anime. Begitu pula dengan mayoritas media seperti IGN, Polygon, dan Kotaku.

Ufotable sebelumnya telah sukses besar dengan serial Demon Slayer: Kimetsu no Yaiba. Mereka juga memiliki track record mengagumkan dalam mengadaptasi game menjadi serial anime seperti Fate/Stay Night: Unlimited Blade Works, God Eater, dan Tales of Zestiria the X.

Baca juga: Anti-Cheat Genshin Impact Dikaitkan dengan Ransomware

Tampaknya, hal ini dikonfirmasi oleh CEO Hoyoverse sendiri, Liu We, di Twitch, “Kami telah menunggu lama sekali sampai Genshin Impact dapat serial animasinya sendiri!”.

Selain tanggapan dari CEO Hoyoverse, sepertinya masih belum banyak diketahui secara resmi apakah kolaborasi ini menghasilkan adaptasi serial anime. Jika hal itu benar, tampaknya serial anime tersebut digadang-gadang menghebohkan penggemarnya. Belum diketahui apakah serial tersebut akan berdurasi 24 menit per episode atau hanya sekadar episode short berdurasi 3-5 menit.

Sementara itu, Genshin Impact v3.1 dijadwalkan rilis 28 September 2022. Bertajuk King Deshret and the Three Magi (Raja Tanah Merah dan Tiga Peziarah), update tersebut menghadirkan area padang pasir Sumeru yang bisa dikunjungi. Tiga karakter baru, Nilou, Cyno, dan Candace juga sudah dipastikan masuk banner dan dapat dimainkan.

Informasi dan berita terbaru dari game, review game, teknologi dan gaming gears di Gamefinity. Rasakan juga kemudahan dalam melakukan top up untuk game kesayangan kalian di Gamefinity.id dengan harga yang terjangkau.

Medal of Honor: Seri yang Dimatikan oleh Saudaranya Sendiri

GAMEFINITY.ID, Kota Batu – Awal tahun 2000-an, menjadi sebuah waktu dimana banyak game terkenal rilis dan bahkan diingat sampai sekarang. Dan salah satu dari game tersebut adalah Medal of Honor.

Medal of Honor menjadi salah satu primadona para gamers di kala itu. Namun, nama Medal of Honor saat ini dapat dikatakan telah punah. Meskipun juga merilis beberapa judul di pertengahan tahun 2000-an, game baru tersebut juga tidak dapat mendongrak nama Medal of Honor kembali seperti ke masa emasnya lalu.

Sejarah Pengembangan Medal of Honor

Medal of Honor Cover | EA
Disk Cover dari Game Pertama Medal of Honor | DreamWorks Interactive

Medal of Honor pertama kali dirilis untuk publik pada akhir tahun 1999. Game pertamanya terinspirasi dari film karya Steven Spielberg, “Saving Private Ryan” yang dirilis dua tahun sebelumnya.

Pengembangan game ini mulai dikembangkan di tahun yang sama dengan rilisnya film tersebut. Berawal dari ide seorang Spielberg sendiri tentang game FPS bertema perang dunia kedua setelah melihat anakanya bermain game GoldenEye 007.

Pada awalnya, Peter Hirschmann ragu tentang keberhasilan game ini. Hal tersebut dikarenakan perkiraannya bahwa tema perang dunia kedua sudah terlalu lawas dan tidak relevan lagi.

Beberapa waktu kemudian, para pengembang menunjuk Dale Dye sebagai seorang penasihat niliter di game tersebut. Penunjukan Dale Dye sebagai bukan tanpa alasan, ia sebelumnya sudah menjadi penasihat Steven Spielberg dalam “Saving Private Ryan” dua tahun sebelumnya.

Prototip pertama dari Medal of Honor disebut oleh Dye gagal. Meski begitu, ia tetap ingin game ini diproduksi dan dikembangkan. Ia menilai bahwa pembuatan game ini memiliki tujuan yang mulia dan dapat mengedukasi para pemain tentang perang dunia kedua.

Kemudian hari, ketika prototipnya telah dirilis secara publik, Medal of Honor kembali mendapatkan kritik. Meskipun diterima dengan baik oleh sang publisher, EA, Medal of Honor dikecam karena bertepatan dengan 1999 Columbine High School massacre. Kritik juga disampaikan oleh asosiasi penerima Medal of Honor di AS. Mereka mengecam karena judul game tersebut sama dengan medali kehormatan tertinggi di AS. Namun pada akhirnya seluruh drama dan konflik tersebut dapat diselesaikan.

Ketika rilis, Medal of Honor mendapat umpan balik yang baik dari para pemain. Game ini juga mendapat nilai 92/100 dari website Metacritic. Kesuksesan inilah yang menjadi awal dari seri Medal of Honor kedepannya.

Baca Juga: Guide dan Gameplay Vexana Patch Terbaru Mobile Legends

Era Medal of Honor Melawan Call of Duty

Medal of Honor Airborne | System Requirements
Medal of Honor Airborne yang Rilis di Tahun yang Sama dengan CoD4: MW | System Requirements

Dengan kesuksesan besar di game pertamanya, tentu saja EA melanjutkan proyek Medal of Honor milik mereka. Game kedua bertajuk “Medal of Honor: Underground” juga berhasil sukses di pasaran. Kali ini pasarnya adalah konsol PlayStation. Sementara itu versi GBA-nya tidak terlalu memuaskan.

Namun, tahun 2002 lah yang menjadikan game Medal of Honor naik kembali ke permukaan. Tahun tersebut menandai rilisnya salah satu game MoH paling terkenal, yaitu “Medal of Honor: Allied Assault”.

Meskipun dapat dikatakan hasil penjualan dari Allied Assault ini memuaskan, namun di tahun berikutnya, tepatnya di tahun 2003, sebuah game yang mengubah pasar FPS hadir di publik. Game tersebut berjudul Call of Duty.

Sebelum rilisnya CoD, MoH menjadi satu-satunya pilihan terbaik untuk game FPS bertema perang dunia kedua pada saat itu. Dan di 2003 MoH untuk pertama kalinya mempunyai rival yang dapat dikatakan sepadan.

Seperti yang diketahui, CoD menjadi sebuah tren dan hits di pasaran. Penjualannya bahkan mampu menutupi kesuksesan dari MoH Allied Assault yang rilis di tahun sebelumnya.

Di tahun-tahun berikutnya, beberapa judul dari Medal of Honor dapat dikatakan tertutup oleh kesuksesan Call of Duty. Ketika Medal of Honor meraih hasil baik, maka Call of Duty mendapatkan hasil yang lebih baik.

Meskipun EA telah mengambil alih studionya, seri MoH tidak dapat berkutik sama sekali, baik dalam sisi penjualan maupun kualitas bila dibandingkan dengan CoD. Istilahnya, Medal of Honor sudah menjadi game “mediocre”.

Judul game Medal of Honor yang kembali meraih kesuksesan adalah “Medal of Honor: Airborne” yang dirilis pada 2007. Game tersebut dinilai lebih baik daripada beberapa game sebelumnya dengan peningkatan grafis yang signifikan.

Pada akhirnya, sedikit kesuksesan MoH: Airborne itu juga harus tertutupi kembali oleh kesuksesan besar Call of Duty di tahun 2007. Di akhir tahun tersebut rilislah sebuah game yang dikatakan menjadi salah satu revolusioner modern FPS games dan menjadi salah satu game paling laris di pasaran, yaitu Call of Duty 4: Modern Warfare.

Tidak Berkutik Melawan CoD dan EA yang Sudah Muak

Medal of Honor 2010 | Steam
Medal of Honor (2010), Seri MoH Terakhir yang Mendapatkan Tanggapan Bagus | Steam

Memasuki era modern di tahun 2010, seri Medal of Honor akhirnya merilis game barunya dengan judul yang sama setelah tiga tahun absen. Game ini diterima dengan baik dan dapat umpan balik yang positif dari para pemainnya. Akan tetapi, seperti sebuah kutukan, kesuksesan game MoH lagi dan lagi ditutupi oleh kesuksesan Call of Duty, dan kali ini, mereka tertutup oleh kesuksesan Call of Duty: Black Ops.

Namun, siapa sangka Medal of Honor (2010) akan menjadi game MoH terakhir yang diterima baik oleh para gamers. Hal ini dikarenakan Medal of Honor: Warfighter yang rilis di tahun 2012 adalah sebuah kegagalan besar dan akan menjadi game terakhir dari seri MoH.

Pada saat itu, EA telah memutuskan untuk menghentikan produksi dari seri Medal of Honor. Penyebabnya adalah kegagalan MoH: Warfighter di pasaran.

Tahun 2012 juga sebenarnya sudah menjadi tahun yang sulit bagi MoH. Saudaranya, yaitu seri Battlefield, baru saja merilis game Battlefield 3 di tahun 2011 dan menjadi tren dengan mode multiplayer yang dibawanya.

Tentu saja EA akan lebih memprioritaskan seri BF yang dapat bersaing dengan mode multiplayer dari CoD yang sukses pada saat itu dengan CoD: Black Ops II, daripada game gagal seperti MoH Warfighter. Lagipula nama Medal of Honor pada saat itu sudah tidak segemilang seperti di awal tahun 2000-an.

Ya, ada satu game lagi yang rilis di tahun 2019, yaitu Medal of Honor Above and Beyond, namun game tersebut tidak masuk ke dalam list disini. Hal tersebut dikarenakan seri Medal of Honor sebenarnya telah dimatikan sejak lama bahkan terlalu lama, punya umpan balik yang buruk, dan khusus untuk VR saja.

Baca Juga: Beberapa Game Screen Record untuk PC Umbi-Umbian

Penutup

Tahun 2012 menjadi sebuah akhir dari perjalanan hebat Medal of Honor. Sebuah game yang punya banyak potensi di awal, namun dikalahkan oleh pesaingnya dan pada akhirnya dikalahkan oleh saudaranya sendiri.

Banyak yang bilang bahwa Medal of Honor gagal karena EA. Namun, hal tersebut tidak sepenuhnya benar, karena kegagalan MoH sendiri juga disebabkan oleh faktor eksternal dan beberapa faktor internal.

Fun Fact: Banyak yang beranggapan kejatuhan Medal of Honor sebenarnya sudah terjadi mulai awal tahun 2000-an. Pada saat itu sebagian besar karyawan pengembangan MoH direkrut dan pindah ke studio lain. Studio tersebut adalah milik Activision bernama Infinity Ward. Merekalah yang akhirnya mengembangkan game Call of Duty (2003) untuk bersaing dengan MoH.

Game One Piece Odyssey Mendapatkan Tanggal Rilis Resmi

GAMEFINITY.ID, Yogyakarta – Melalui Tokyo Game Show kemarin, game terbaru dari serial anime dan manga One Piece akan meluncurkan game baru dengan judul One Piece Odyssey. Game ini dikembangkan oleh developer ILCA dan Bandai Namco sebagai publisernya. One Piece Odyssey akan menggunakan battle mekanik Turn Based RPG yang bersetting tempat di universe yang sama dengan anime dan manga One Piece buatan Eiichiro Oda.

Namun, dari segi cerita, game One Piece Odyssey akan mengambil cerita sendiri yang tidak ada di animanga One Piece bersamaan dengan beberapa karakter baru. Karakter ini akan menjadi karakter eksklusif yang hanya muncul di game dan dibuat langsung oleh Oda sendiri.

Baca Juga: Dragon Ball Z: Shin Budokai, Battle Side Scrolling Rasa TPP

Pengumuman One Piece Odyssey

Berita tentang kemunculan One Piece Odyssey sendiri telah muncul sejak kemuncul gameplay trailer dari game tersebut di Summer Game Fest. Namun, pada saat itu, Bandai Namco belum mengumkan tanggal rilis resmi untuk game tersebut.

Baru pada Tokyo Game Show kemarin. Bandai Namco telah resmi mengumumkan bahwa game One Piece Odyssey akan rilis pada 13 Januari 2023. Game ini sendiri akan rilis untuk konsol PS4, PS5, Xbox Series X/S, dan juga PC tentunya.

Pada saat Summer Game Fans, para fans sebenarnya telah berekspetasi bahwa game ini akan rilis lebih awal, yaitu di sekitar akhir tahun 2022. Namun, pengumuman ini tidak membuat para fans menjadi kecewa. Terlebih lagi, game ini memiliki mekanisme RPG yang pastinya akan memiliki konten yang beragam daripada game action-adventure.

Ditambah lagi, akan ada karakter baru yang muncul secara eksklusif yang dibuat langsung oleh sang kreator One Piece, Echiiro Oda. Dengan cerita baru dimana tim Luffy dkk akan masuk kedalam pulau misterius dengan berbagai konten baru yang bisa ditemukan.

One Piece Odyssey
One Piece Odyssey Gameplay
One Piece Odyssey
Gameplay
One Piece Odyssey
Gameplay

Cerita dari game One Piece Odyssey sendiri juga ditulis langsung oleh Oda. Jadi, kita bisa berkekspetasi bahwa cerita yang dibawakan oleh game ini akan sama bagusnya dengan apa yang ada di animenya. Mungkin kita juga bisa menemukan beberapa easter egg di game ini yang berkaitan langsung dengan cerita di anime One Piece kedepannya.

Update informasi menarik lainnya seputar review game hanya di Gamefinity. Gamefinity.id menyediakan jasa pengisian top up dan voucher game dengan cara yang mudah dan pastinya terjangkau.

Harvest Moon Kembali Dapatkan Remake Pada Musim Mendatang

GAMEFINITY.ID, Bandar Lampung – Harvest Moon merupakan salah satu game RPG bergaya Slice of Life yang cukup terkenal dikalangan gamer. Menjadi game simulasi terbaik pada masanya hingga saat ini. Harvest Moon merupakan franchise yang diterbitkan atas nama Natsume dan beberapa studio lainnya.

Game ini menjadi rujukan atau acuan untuk game-game simulasi bertani, beternak, dan bersosialisasi. Beberapa game yang hadir setelah kepopuleran Harvest Moon seperti salah satunya adalah Stardew Valley.

Merupakan salah satu franchise game yang memiliki banyak series dari awal pertama kali rilis di tahun 1996 hingga saat ini. Beberapa series terkenalnya seperti Harvest Moon: Back to Nature: Harvest Moon: Save The Homeland dan banyak lagi yang hadir di crossplatform berbeda.

Baca Juga : Review Harvest Moon Series, Salah Satu Karya Terbaik Natsume

Kilas Balik Harvest Moon Sebagai Rujukan Game Simulasi di Masa Depan

Harvest Moon merupakan game RPG yang dirilis pada Agustus 1996 dengan judul single yaitu Harvest Moon untuk Nintendo. Selanjutnya secara bertahap rilis beberapa game yang masih satu pabrikan dengan Harvest Moon walau dengan judul berbeda.

Harvest Moon sempat mengganti nama franchise-nya menjadi Story of Seasons. Perbedaan judul ini dipicu akibat permasalahan antara penyebutan umum dari Harvest Moon sendiri. Harvest Moon merupakan nama yang diterbitkan oleh Marvelous Inc di Jepang, namun diluar Jepang Harvest Moon lebih dikenal dengan Ranch Story.

Harvest Moon
Story of Seasons – Harvest Moon Kembali Dapatkan Remake Pada Musim Mendatang

Natsume menerbitkan Ranch Story di pasar Inggris dengan nama Harvest Moon hingga tahun 2013. Ketika Marvelous Inc memisahkan diri dengan penerbit untuk region Inggris, dan mereka melokalisasikan dan menerbitkan melalui XSeed sekarang dengan judul Story of Seasons.

Mendapatkan Remake di Salah Satu Series

Sebelumnya, Harvest Moon sendiri mendapatkan seri remake sekaligus terbarunya dengan judul Story of Seasons: Friends of Mineral Town yang pada dasarnya merupakan series remake dari Harvest Moon: Back To Nature.

Kini di waktu yang akan datang, Marvelous Inc kembali meluncurkan Harvest Moon remake. Dalam remake ini, Marvelous Inc melakukan rombak besar-besaran, walaupun kebanyakan rombak untuk series hasil remake mendapatkan peningkatan visual dan beberapa fitur dari versi di series sebelumnya.

Harvest Moon
Visual – Harvest Moon Kembali Dapatkan Remake Pada Musim Mendatang

Kali ini, Harvest Moon: A Wonderful Life mendapatkan giliran perilisan series remake-nya dengan judul Story of Seasons: A Wonderful Life.

Pada remake kali ini, terjadi peningkatan visual hingga beberapa perubahan dan penambahan fitur lama ke yang baru. Beberapa perubahan yang terjadi seperti perubahan gaya tampilan dari karakter hingga latar yang terkesan lebih childish, mengingat pada series terdahulunya terkesan sedikit realistis yang agak memaksakan.

Harvest Moon
Dialog – Harvest Moon Kembali Dapatkan Remake Pada Musim Mendatang

Sedikit perubahan lainnya seperti pelengkapan teks dan lokalisasi suara dalam beberapa bahasa. Peningkatan visual yang menjadi lebih baik, friendly, dan cukup nyaman lagi terlihat jelas. Menggunakan susunan pola pewarnaan yang kontras, baik pada latar, karakter, hingga VFX yang diberikan.

Story of Seasons: A Wonderful Life akan segera rilis dalam waktu dekat, yang bertepatan dengan musm panas di tahun 2023 untuk Nintendo Switch. Lebih jelasnya, perihal perilisan ini akan hadir diantara bulan Januari hingga Maret di 2023.

Untuk informasi lebih lanjut akan selalu diupdate oleh pihak Marvelous dan beberapa pihak terkait.

Update informasi menarik lainnya seputar game hanya di Gamefinity. Gamefinity.id menyediakan jasa pengisian top up dan voucher game dengan cara yang mudah dan pastinya terjangkau.

Apex Legends Gelar Beast of Prey Collection Event

GAMEFINITY.ID, Bandung – Baru saja sukses besar dengan rekor pemain aktif terbanyak selama season 14, Apex Legends akhirnya kembali mengadakan event. Melalui trailer terbarunya, event tersebut berjudul Beast of Prey Collection.

Event tersebut tampaknya terinspirasi dari film alien klasik. Telah dipastikan juga bahwa event terbaru Apex Legends itu akan menghadirkan berbagai item cosmetics, battle pass baru, gameplay adjustment, dan time-limited mode baru.

Berbagai Item Skins Bertema Film Alien Klasik

Beast of Prey Collection akan menghadirkan 24 item skin. Dideskripsikan laman resminya, item tersebut didesain untuk menanamkan rasa takut bagi sang mangsa. Legendary skin yang akan hadir tersebut untuk Horizon, Lifeline, Loba, Fuse, Pathfinder, Octane, and Rampart. Skin legendary untuk Lifeline dan Pathfinder tampaknya mengambil referensi film Predator, sementara skin untuk Horizon dibuat mirip Xenomorph (Alien franchise).

Apex Legends Beast of Prey Octane Legendary Skin
Octane Legendary Skin
Apex Legends Beast of Prey Collection Event Pathfinder Legendary Skin
Pathfinder Legendary Skin
Apex Legends Beast of Prey Collection Event Lifeline Legendary Skin
Lifeline Legendary Skin
Apex Legends Beast of Prey Collection Event Fuse Legendary Skin
Fuse Legendary Skin
Apex Legends Beast of Prey Collection Event Horizon Legendary Skin
Horizon Legendary Skin
Apex Legends Beast of Prey Collection Event Loba Legendary Skin
Loba Legendary Skin
Apex Legends Beast of Prey Collection Event Rampart Legendary Skin
Rampart Legendary Skin

Seluruh item tersebut dapat dibeli menggunakan Apex Coins atau Crafting Metals selama event berlangsung. Pemain juga dapat mendapat semua item tersebut dengan membeli Beast of Prey Event Apex Packs. Jika berhasil mendapat ke-24 item tersebut, pemain berhak mendapat item heirloom Loba “Garra de Alanza”.

Time Limited Mode Baru di Apex Legends: Gun Run

Dalam pemain ini, squad pemain akan berhadapan dengan tiga squad lainnya dalam menguasai senjata. Setiap kali berhasil melakukan kill menggunakan senjata, pemain akan mendapat senjata selanjutnya dari track tersebut. Weapon terakhir di track adalah sebuah hunting knife eksklusif baru. Squad yang berhasil melakukan kill menggunakan hunting knife tersebut akan menang.

Apex Legends Gun Run Mode Weapon Track
Weapon Track di Gun Run Mode

Mode Gun Run akan hadir di map Skulltown and Fragment East (World’s Edge) mulai 20 September hingga 4 Oktober 2022.

Baca juga: Player Apex Legends Berusia Empat Tahun Berhasil Menang?

Reward Track Event

Apex Legends Beast of Prey Collection Event Reward Track
Reward Track di Apex Legends Beast of Prey Collection Event

Apex Legends juga menghadirkan Reward Track dalam event ini. Pemain dapat melakukan berbagai challenge yang akan di-refresh setiap harinya. Semua challenge tersebut akan juga menambah progression battle pass.

Begitulah detail dari event Beast of Prey Collection di Apex Legends. Event tersebut akan dimulai 20 September hingga 4 Oktober 2022. Selamat berburu mangsa selama setiap match.