Category Archives: Game

Review Logitech G Pro X Superlight, Mouse Gaming Ringan Bisa Tambah Skill Game FPS!

Logitech sebagai brand yang selalu menghadirkan pheriperal gaming terdepan bisa dibilang menghadirkan banyak seri-seri dengan kualitas yang sudah tidak perlu diragukan lagi. Mulai dari Headset, Mouse, dan Keyboard dengan kualitas yang sangat mumpuni. Terdapat beberapa seri Logitech G yang digemari para gamers, salah satunya adalah Logitech G Pro X Superlight.

Nah, pada kesempatan kali ini tim Gamefinity mendapatkan kesempatan untuk mengulas Logitech G Pro X Superlight secara dalam dan sempat mencobanya juga untuk bermain game FPS seperti Valorant dan Overwatch 2. Yuk langsung saja kita simak review lengkap dari Logitech G Pro X Superlight.

Unboxing Logitech G Pro X Superlight

Pada bagian depan memperlihatkan gambar produk si mouse dengan logonya. Pada bagian belakang terdapat semacam typography yang menyebutkan keunggulan si mouse. Nah kemudian pada bagian samping kanannya itu terdapat icon logo tim eSports terkenal seperti G2 Esports, Astralis, Na’Vi, TSM, hingga T1.

Mungkin jika kalian mengikuti scene competitive CS:GO atau Rainbow Six Siege sudah mengenal tim-tim tadi. Mengingat mouse ini memang khusus untuk para esports player yang bermain gim-gim FPS competitive.

Kemudian isi dari box ini lumayan banyak yang antara lain: mouse, kabel Micro-USB, USB receiver, receiver extension adapter, 4 mouse grip tape, PTFE foot, kain lap, sticker, buku manual, dan kartu garansi.

Desain Logitech G Pro X Superlight

Pertama yang kami sadari, Logitech menghilangkan dua tombol fungsional di sebelah kanan. Tombol ini memang sangat minim digunakan di mouse Logitech GPW. Para pengguna GPW lebih sering menggunakan tombol fungsional di sebelah kiri karena posisinya yang mudah dijangkau ibu jari.

Mungkin para gamers bertangan kidal akan merasa kehilangan fitur ini. Jika sebelumnya GPW bisa digunakan di tangan kanan maupun kiri karena kehadiran tombol fungsional di kedua sisi-nya, GPW Superlight akan jadi sedikit kurang nyaman untuk para gamers kidal.

Fitur kedua yang hilang adalah tombol pengaturan DPI yang berada di bagian bawah mouse ini. Sebelumnya, mouse Logitech GPW memberikan kemudahan untuk mengatur DPI dengan hanya menggunakan satu tombol, jadi kalian bisa mengatur DPI kapan saja.

Di Logitech G Pro X Superlight Wireless, kalian harus mengatur DPI melalui software khusus dari Logitech. Hilangnya fitur ini sebenarnya masih bisa ditoleransi mengingat kebanyakan gamers justru hanya sesekali mengatur DPI mereka ke settingan yang mereka sukai. Setelah itu, mereka cenderung menggunakan settingan ini terus-menerus.

Fitur Logitech G Pro X Superlight

Pertama yang kami sadari, Logitech menghilangkan dua tombol fungsional di sebelah kanan. Tombol ini memang sangat minim digunakan di mouse Logitech GPW. Para pengguna GPW lebih sering menggunakan tombol fungsional di sebelah kiri karena posisinya yang mudah dijangkau ibu jari.

Mungkin para gamers bertangan kidal akan merasa kehilangan fitur ini. Jika sebelumnya GPW bisa digunakan di tangan kanan maupun kiri karena kehadiran tombol fungsional di kedua sisi-nya, GPW Superlight akan jadi sedikit kurang nyaman untuk para gamers kidal.

Fitur kedua yang hilang adalah tombol pengaturan DPI yang berada di bagian bawah mouse ini. Sebelumnya, mouse Logitech GPW memberikan kemudahan untuk mengatur DPI dengan hanya menggunakan satu tombol, jadi kalian bisa mengatur DPI kapan saja.

Di Logitech G Pro X Superlight Wireless, kalian harus mengatur DPI melalui software khusus dari Logitech. Hilangnya fitur ini sebenarnya masih bisa ditoleransi mengingat kebanyakan gamers justru hanya sesekali mengatur DPI mereka ke settingan yang mereka sukai. Setelah itu, mereka cenderung menggunakan settingan ini terus-menerus.

Harga dan Kesimpulan Logitech G Pro X Superlight

Dengan harga yang dibanderol Rp2.299.000 ditambah mendapatkan garansi 2 tahun tentunya Mouse Gaming yang satu ini sangat worth to buy. Apalagi untuk kalian yang gemar bermain game FPS seperti Valorant atau Overwatch, selain sangat ringan, kalian juga bisa dengan leluasa bermanuver menggunakan mouse yang satu ini. Tentunya tim Gamefinity merekomendasikan mouse yang satu ini untuk dibeli untuk para pecinta game FPS.

Era Keemasan GPU Mining Diramalkan Akan Berakhir

GAMEFINITY.ID Kutai Kartanegara – GPU Mining diperkirakan akan punah dalam waktu dekat. Hal tersebut disebabkan oleh adanya pembaruan software atau merger, yang dilakukan oleh salah satu mata uang kripto, Ethereum.

Maraknya aktivitas Mining atau menambang mata uang kripto, sempat membuat harga GPU melambung tinggi di pasaran. Dan kini, angin segar telah datang untuk para gamers yang sempat khawatir dengan meningkatnya harga kartu grafis. Salah satu mata uang yang paling populer dikalangan para miner, Ethereum, diumumkan akan melakukan merger, setelah bertahun-tahun berada dalam tahap pengembangan.

Minggu ini, cryptocurrency terbesar kedua, ethereum, akan beralih ke proses penambangan baru yang tidak lagi bergantung pada gudang-gudang GPU yang memonopoli energi. Berdasarkan laporan dari etherium.org, proses penambangan baru nanti diperkirakan akan mengkonsumsi energi hingga 99,95% lebih sedikit dari sebelumnya.

Dan menjelang peralihan, sebagian besar penambang juga dilaporkan telah berhenti membeli GPU baru. Sementara yang lainnya, lebih memilih untuk menjual kartu grafis mereka ke marketplace. Kedua hal tersebut adalah faktor signifikan, yang mempengaruhi penurunan harga kartu grafis dalam beberapa bulan terakhir.

Baca juga: Kojima Production Rilis Gambar Misterius, Akankah Ada Game Baru?

GPU Miner Ethereum
Ethereum | Akhir Dari Era GPU Mining

Akhir Dari Era GPU Mining

Ethereum sejauh ini merupakan koin kripto yang paling menguntungkan.  Ethereum Classic (ETC) adalah alternatif terbaik untuk para penambang GPU, yang juga merupakan cabang keras ethereum yang terjadi pada tahun 2016 setelah perpecahan faksi.

Meski mining ETC telah dianggap mubazir, tidak semua penambang memilih untuk menghentikan aktivitas mereka. Dimana tingkat hash ethereum dilaporkan tidak turun sebanyak yang diharapkan, pada hari dan jam sebelum merger. Masih banyak penambang bertahan selama beberapa blok terakhir, hingga menit terakhir sebelum merger.

Sebagian penambang juga dilaporkan telah beralih ke koin lain, berharap dapat menggunakan semua kekuatan hash GPU untuk memperoleh reward yang lebih mudah. Namun, mereka dengan cepat menyadari bahwa imbalan yang mereka terima tidak bisa dibandingkan dengan reward dari menambang ethereum.

Suka dengan artikel ini? Jangan lupa untuk membaca artikel menarik lainnya hanya di Gamefinity.id/

Sony Rilis VR Terbaru Untuk Playstation 5

GAMEFINITY.ID, Jakarta – Meskipun sang perancang telah memutuskan untuk pamit dari Sony yang telah membesarkannya, namun usaha Sony dalam melakukan inovasi tidak terhenti begitu saja. Baru-baru ini Sony telah membocorkan Virtual Reality generasi terbarunya yang dikhususkan untuk Playstation 5 setelah sebelumnya Sony menciptakan PSVR pada Playstation 4 pertama kalinya. Respon yang diberikanpun juga positif serta mendapatkan banyak dukungan baik dari Pemain maupun Reviewer sejak diluncurkannya.

Pasalnya kemampuan dan fitur yang diberikan juga cukup terjangkau. Saat ini, beberapa diantaranya telah mendapatkan sesi pertama percobaan pada Virtual Reality yang akan diluncurkan untuk Playstation 5.

Baca juga: The Sims 4 Jadi Game Free to Play

Sony Akan Luncurkan Generasi Kedua Playstation Virtual Reality, Sony Belum Umumkan Harga Secara Pasti

Sony Call of Horizon
Banner Game Horizon: Call of The Mountain ( Sony )

Dikutip dari Kotaku, dikarenakan masih dalam masa percobaan, Sony sampai dengan saat ini masih belum mengumumkan baik harga maupun tanggal rilisnya , namun Sony telah memberikan sedikit bocoran jika teknologi tersebut akan dirilis awal tahun depan (2023 awal). Dan sudah pasti sudah banyak yang menunggunya.

Banyak yang kagum atas hasil inovasi yang diberikan oleh Sony tersebut. Mereka mengatakan bahwa kualitas yang diberikannya juga sangat mampu bersaing dengan produk yang serupa di pasaran.  Panjang kabelnya juga cukup pas. Ada yang menarik pada generasi kedua VR ini terutama pada kualitas grafis yang dibawakannya, yaitu fitur tracking pada headset. Yang memungkinkan pengguna dapat merender berdasarkan apa yang dilihatnya baik saat ini maupun kedepannya.

Selain itu, terdapat juga fitur Haptic Feedback. Salah satu redaksi gaming, Polygon mengatakan bahwa fitur yang disebutan di atas juga dipakai di Horizon yang sejauh ini menjadi perangkat tercanggih saat ini.

Mendapatkan Respon Positif Dari Berbagai Kritikus Dan Reviewer

Melihat fitur yang dibawakannya begitu futuristik, beberapa reviewer yang telah mendapatkan sesi percobaan tersebut terpukau dengan grafiknya yang sangat realistis bahkan menyerupai kehidupan nyata. Salah satunya dari Polygon, ia mengatakan bahwa dirinya begitu terpana saat memainkan game Resident Evil Village “Saya telah mencoba headset buatan Sony pertama kalinya, dan telah menemukan betapa menakjubkannya kedua game Resident Evil Village dan Horizon: Call of The Mountain yang kulihat. Mereka terlihat seperti konsol  game berkelas AAA. Bahkan tanpa pengaturan ribetpun visual sudah ciamik,” kata Polygon dalam artikel Kotaku.

Hal serupa juga diungkapkan oleh Gamespot, bahwa PSVR 2 sangat direkomendasikan bagi gamers yang ingin bermain dengan resolusi tinggi “Ini sangat cocok bagi yang terobsesi dengan resolusi tinggi  2000 x 2040 , dengan refresh rate 90 Hz dan 120 Hz.”

Melihat review di atas sepertinya layak untuk dicoba ya, akan tetapi wajib tunggu beberapa waktu hingga Sony resmi merilis VR generasi kedua ini.

Darkrise, RPG Interaktif Penuh Balutan Retro Side-Scrolling

GAMEFINITY.ID, Bandar Lampung – Darkrise atau Darkrise: Pixel Action RPG merupakan salah satu RPG dengan balutan Hack and Slash serta Side-Scrolling yang menarik. Darkrise dirilis pada Maret 2021 oleh Roika. Game ini dapat dimainkan di platform Mobile, Android.

Sinopsis Darkrise, RPG Interaktif Penuh Balutan Retro Side-Scrolling

Bercerita tentang orang biasa yang mencoba mencari kedamaian di tempat tinggalnya Broke Isle. Sayangnya, ketika dia mendapatkan sebuah kedamaian, hal itu terlalu damai dan membuat orang ini jenuh.

Ketika dirinya pergi kehutan untuk mencari bahan makanan, dirinya mendapati satu hal yang membuat dirinya memutuskan untuk berpetualang meninggalkan Broke Isle. Apakah yang dilihat oleh orang biasa tersebut? Dapatkah dirinya mengatasi hal itu?

Baca Juga : Review Funny Fighters, Bomberman Tapi Ini Battle Royale

Gameplay (9/10)

Reiew Darkrise
Gameplay – Darkrise, RPG Interaktif Penuh Balutan Retro Side-Scrolling

Darkrise hadir dengan mekanisme game sidescrolling. Menjadi salah satu RPG dengan paduan Hack and Slash yang menantang dan mekanisme yang simpel namun cukup rumit. Darkrise sendiri merupakan RPG Hack and Slash yang interaktif dengan viewing sidescrolling di Mobile.

Sebagai game RPG, Darkrise setidaknya memiliki keunggulan yang umum ada pada beberapa game RPG tertentu. Memiliki sistem World Building yang cukup baik, walaupun memiliki mekanisme yang terbilang monoton dengan progres yang selalu repeat setiap saat, tidak dapat diremehkan bahwa Darkrise memiliki mekanisme world building yang cukup baik.

Mengusung latar dunia fantasi pada abad pertengahan yang dimana didominasi oleh kekuatan sihir dan sorcerer maupun sage yang baik ataupun jahat. Setidaknya ada 4 wilayah berbeda yang menyusun alur cerita Darkrise sendiri. Wilayah tersebut terbagi atas 4 bagian antara lain seperti, Holy Empire, Orion Kingdom, Acid Island, dan Osang.

Main Character di Darkrise memulai petualangannya di salah satu dataran yang agak terpinggirkan dari Holy Empire. Holy Empire sendiri memiliki beberapa wilayah bagian seperti Night Forest salah satunya.

Di game ini, pemain dapat mengambil quest atau pekerjaan dari para NPC yang ada ditiap daerah. Pemain juga dapat melaukan negosiasi secara interaktif tentang reward yang akan didapatkan ketika menyelesaikan quest. Kurangf lebih seperti game dengan tema isekai atau dunia lain.

Graphic (10/10)

Reiew Darkrise
Graphic – Darkrise, RPG Interaktif Penuh Balutan Retro Side-Scrolling

Darkrise sebagai RPG di Mobile, memiliki visual yang cukup menarik. Hadir dengan gaya pixel dan balutan seni ala retro game yang ada di mesin-mesin game Arcade.

Darkrise menggunakan sudut pandang berupa sidescrolling sebagai sudut pandang utama satu-satunya. Selain itu juga, walaupun terbilangg sebagai game pixel yang terkadang minim effect, jangan salah sangka.

Darkrise memiliki VFX atau visual effect menarik ketika bertarung dan mengeluarkan skill. Sebagai game yang tidak lebih berukuran kurang dari 500 MB, Darkrise menjadi sangat lebih baik dan playable untuk di mainkan di perangkat Mobile yang mendukung penyimpanan terendah sekalipun.

Control (8/10)

Darkrise memiliki setup dan mekanisme kontrol yang terbilang cukup kurang, namun sudah baik untuk ukuran RPG sidescrolling.

Dalam pembawaannya, Darkrise memiiki beberapa kontrol yang sedikit berbeda dari kebanyakan RPG sidescrolling pada umumnya. Sedikit perbedaan pada tata letak dan fungsi yang cukup berbeda dengan beberapa nerf pada fungsi tertentu.

Setidaknya ada 4 skill yang dapat pemain gunakan dan kustomisasi sesuka hati pemain. Sebenarnya ada 5, tetapi salah satu kontrol untuk eksekusi serang tersbut merupakan bagan dari basic attack, namun masih bisa diganti dengan skill yang dapat memakai mana.

Selain dari itu, ada dua tipe kontrol penggerak, yaitu D-pad dan analog. Pemain dapat memilih salah satunya di pengaturan kapan saja dan dimana saja. Walaupun terlihat kompleks, namun tetap masih ada sedikit kekurangan dari fungsi kontrol ini yang akan dibahas pada aspek selanjutnya.

Addictive (10/10)

Reiew Darkrise
Addictive – Darkrise, RPG Interaktif Penuh Balutan Retro Side-Scrolling

Sebagai game RPG, Darkrise pastinya memiliki tingkat kemenarikan. Ya benar, Darkrise sendiri memiliki tingkat adikitif dalam ranah kemenarikan yang cukup baik. Mampu memberikan efek repeat kepada pemain demi mendapatkan atau rasa penasaran pemain.

Ada satu hal yang membuat game ini cukup menarik, Darkrise menghadirkan sistem power tree atau sebuah sistem yang dikenal dengan passive skill. Passive skill sendiri merupakan sebuah fitur yang mendukung proses perkembangan karakter yang dapat di upgrade dengan poin yang didapatkan saat bertarung atau selesai menyelesaikan quest.

Selain itu juga, pemain dapat melakukan enchant, upgrade, ataupun fungsi fusion pada karakter maupun equipment dalam Darkrise. Darkrise juga terbilang sebagai game yang cukup sulit, dan terkadang membutuhkan kustomisasi setup guna mensiasati musuh yang overpower.

Music (9/10)

Tidak ada banyak yang dapat diulas dari aspek musik pada game ini. Darkrise sendiri memiliki background music dan beberapa sound effect ang cukup menarik.

Background music yang terkadang menyesuaikan dengan tempat dan latar, damai atau kacau, hanya itu yang membedakan. Memiliki background music dengan nuansa dunia fantasy bergaya isekai jika diperhatikan lebih  jelas. Isekai sendiri merupakan salah satu tema dalam sebuah serial animasi Jepang yang berlatar didunia lain.

Sound effect? Darkrise hadir dengan sound effect yang umum dan tidak ada yang mencolok dalam aspek di poin ini.

Kesimpulan

Darkrise menjadi salah satu RPG Hack and Slash yang cukup menarik dan keren. Berikut kelebihan dan kekurangan Darkrise yang dapat penulis sampaikan.

Kelebihan

Hadir dengan cukup menarik dengan balutan retro layaknya game yang ada di arcade machine. Darkrise sendiri sudah terbilang lebih dari cukup dalam segi visal dan gameplay yang dibawakan.

Kompleks yang dihadirkan dengan cukup baik, world building yang jarang ada, dan quest serta reaksi NPC yang menarik.

Kekurangan

Sedikit kekurangan yang dapat penulis sampaikan untuk Darkrise. Darkrise sendiri sudah lebih dari cukup sebagai RPG Hack and Slash, hanya saja ada minus yang cukup menjengkelkan seperti musuh yang overpower dan kontrol yang sedikit kurang pada fungsi.

Darkrise sendiri terkenal akan beragamnya musuh berdasar lokasi, selain itu juga cukuplah melimpah sekali musuh yang di drop pada satu titik. Untuk kontrol, kontrol jump tidak dapat melakukan fungsi doublejump layaknya game sidescrolling lainnya.

Untuk Darkrise, Total Score yang dapat penulis berikan adalah 9,2.

Sekian Review Darkrise yang dapat penulis sampaikan.

Update informasi menarik lainnya seputar review game hanya di Gamefinity. Gamefinity.id menyediakan jasa pengisian top up dan voucher game dengan cara yang mudah dan pastinya terjangkau.

Tanggal Rilis Yakuza 8 Resmi Diumumkan

GAMEFINITY.ID, Yogyakarta – Yakuza 8 akhirnya telah diumumkan dan mendapatkan tanggal rilis resmi dari Sega. Seri Yakuza terbaru ini akan memiliki judul resmi sama seperti versi Jepangnya, yaitu Like a Dragon 8. Seri Yakuza sendiri terakhir merilis game Yakuza: Like a Dragon pada 2020 lalu.

Seri terakhir teresbut dimaksudkan sebagai soft reboot untuk franchise Yakuza dengan protagonis baru bernama Ichiban Kasuga. Selain itu, setting cerita yang dibawakan juga baru beserta kombat mekanik Turn Based RPGnya. Sekarang, setelah dua tahun berlalu sejak perilisan Yakuza: Like a Dragon. Sega akhirnya telah mengumumkan judul baru untuk seri utama Yakuza dengan nama Like a Dragon 8 bersamaan dengan 2 spin-off baru.

Seri Yakuza sendiri pertama kali debut pada 2005 melalui seri pertamanya yang rilis di konsol Play Station 2. Game ini mendapatkan respon yang sangat positif dan sangat populer di Jepang pada saat itu. Meskipun begitu, seri Yakuza sendiri pada awalnya kurang populer dan dianggap gagal untuk masuk kedalam pasar barat.

Baca Juga: Kojima Production Rilis Gambar Misterius, Akankah Ada Game Baru?

Pengumuman Yakuza 8

Dalam stream di RGG pada 14 September lalu, Sega telah mengonfirmasi bahwa seri Like a Dragon 8 akan memiliki dua protagonis utama, yaitu Kasuga dan juga Kazuma Kiryu dari seri utama Yakuza. Mekanisme dua protagonis ini sebenarnya telah lebih dulu muncul di seri prekuel Yakuza 0 dengan Kiryu dan juga Goro Majima.

Untuk kombat mekaniknya, Like a Dragon 8 akan kembali menghadirkan sistem Turn Based RPG seperti yang ada di Yakuza: Like a Dragon. Baik Kiryu maupun Kasuga nantinya akan memiliki tim party mereka masing-masing yang bisa kita pilih sepanjang game. Game ini sendiri akan rilis pada tahun 2024 mendatang.

Fans sendiri sangat antusias menyambut trailer dari seri terbaru Yakuza ini. Apalagi ditambah dengan kembalinya Kazuma Kiryu sebagai protagonis utama seri Yakuza yang sempat hilang di seri sebelumnya. Selain itu, Sega juga akan menceritakan kisah kembalinya Kiryu dalam spin off Like a Dragon Gaiden: The Man Who Erased His Name yang juga diumumkan pada stream kemarin. Seri spin off ini sendiri akan mengambil setting waktu diantar event di Yakuza 6 dan Yakuza: Like a Dragon.

Update informasi menarik lainnya seputar review game hanya di Gamefinity. Gamefinity.id menyediakan jasa top up dan voucher game dengan cara yang mudah dan pastinya terjangkau.

Call of Duty: Warzone Mobile Siap Meluncur 2023!

GAMEFINITY.ID, Bandung Event Call of Duty: Next akhirnya diadakan pada 15 September 2022 dan mengungkap banyak update tentang masa depan franchise FPS besutan Activision itu. Activision telah membagikan detail baru tentang Modern Warfare II yang siap rilis

Detail terbaru Call of Duty: Warzone 2.0 juga resmi diumumkan, dengan tanggal rilisnya 16 November 2022 di PC, PlayStation, dan Xbox. Menariknya, Warzone Mobile akhirnya resmi diumumkan di event Call of Duty: Next beserta gameplay-nya.

Call of Duty: Warzone Mobile Resmi Rilis Trailer!

Trailer perdana Call of Duty: Warzone Mobile dipertunjukkan dalam event Call of Duty: Next. Trailer tersebut tampak menunjukkan map Verdansk dari Warzone, termasuk banyak dari lokasinya.

Warzone Mobile menjanjikan untuk menawarkan pengalaman battle royale unik khas Warzone (seperti di PC dan konsol) dalam genggaman. Dijelaskan juga game battle royale ini dibuat dari awal (from the ground up) eksklusif untuk mobile dengan kontrol layar sentuh. Activision telah menyatakan 1 match di Warzone Mobile dapat berisi hingga 120 pemain online dengan combat khas Call of Duty.

Namun, Chris Plummer, wakil presiden divisi mobile Activision, mengaku pada Gamespot bahwa Warzone Mobile bukan port dari Warzone. Ia mengatakan bahwa keduanya merupakan game terpisah.

Baca juga: Call of Duty: Warzone Mobile Akan Segera Rilis

Bisa Cross-Progression Dengan Modern Warfare II dan Warzone 2.0!

Meski dianggap sebagai game berbeda dari Warzone 2.0, Warzone Mobile menampilkan fitur cross-progression. Tidak hanya Warzone 2.0, tetapi hal ini juga berlaku di Modern Warfare II. Pasalnya, ketiga game Call of Duty itu memiliki cukup banyak senjata dan operator yang sama.

Plummer memaparkan cara kerja cross-progression dimulai dari satu akun Call of Duty di semua platform. Contohnya jika pemain memiliki battle pass dan mendapat operator atau senjata baru melalui progress di battle pass, kedua item tersebut akan didapat di PC atau konsol dan mobile. Ia mengaku bahwa pihak Activision dan Infinity Ward ingin menghargai waktu pemain setianya dengan sistem ini.

Dijelaskan pula dalam laman blog-nya, berikut kedua contoh unlock di ketiga game Call of Duty terbaru:

  1. Unlock senjata baru di Call of Duty: Modern Warfare II atau Warzone 2.0 di PC atau konsol. Senjata tersebut juga dapat diakses di Call of Duty: Warzone Mobile.
  2. Unlock operator baru di Call of Duty Mobile. Operator tersebut dapat dipergunakan di Call of Duty: Modern Warfare II atau Warzone 2.0.

Pra-Registrasi Sudah Dibuka dan Ini Reward-nya!

Call of Duty Warzone Mobile pre-registration rewards
Call of Duty Warzone Mobile pre-registration rewards

Pra-registrasi untuk Call of Duty: Warzone Mobile sudah dibuka khusus untuk pengguna Android. Activision juga memiliki target jumlah pemain yang sudah melakukan pra-registrasi. Jika setiap target tercapai, pemain Call of Duty: Warzone Mobile berhak mendapat reward saat peluncuran resmi. Berikut adalah berbagai reward sesuai dengan target pra-registrasi:

  • 5 juta: Dark Familiar Emblem dan Foe’s Flame Vinyl
  • 10 juta: Blueprint senjata X12 – Prince of Hell
  • 15 juta: Blueprint senjata M4 – Archfiend
  • 25 juta: Mystery reward

Pastikan terus pantau setiap akun media sosial resmi Call of Duty: Warzone Mobile untuk jadwal perilisan resmi dan update yang akan datang. Siap untuk menyambut Warzone di mobile tahun depan?

Call of Duty: Warzone Mobile akan meluncur di iOS dan Android pada 2023 mendatang. Sementara itu, Call of Duty: Modern Warfare II akan resmi rilis 28 Oktober 2022.