GAMEFINITY.ID, PATI – Sega baru saja mengumumkan RGG (Ryu Ga Gotoku) Summit Event yang akan berlangsung minggu depan. Event ini diharapkan akan mengungkap game terbaru Yakuza 8. Sebelumnya telah diberitakan bahwa game yakuza selanjutnya masih akan berfokus pada protagonis Yakuza: Like The Dragon yaitu Ichiban Kasuga. Yakuza: Like Dragon sendiri berhasil mencapai kesuksesannya meski dengan perubahan mekanik game yang jauh berbeda dari seri sebelumnya.
Pengembangan Pasca Kepergian Sang Creator
Setelah kepergian creator seri Yakuza, Toshihiro Nagoshi, masuk akal bila tim developer melakukan reorganisasi di Studio Ryu Ga Gotoku. Mengingat game ini sangat populer di seluruh dunia, perombakan ini tentu saja dilakukan dengan sangat hati – hati.
Sebelumnya sempat beredar bocoran dari seorang youtuber yang sedang meliput Studio Ryu Ga Gotoku. Dalam liputannya tersebut menunjukkan Studio RGG sedang mengembangkan game Yakuza terbaru. Mereka juga dengan senang hati menunjukkan beberapa tahapan proses pengembangan game Yakuza 8.
Sega telah mengumumkan bahwa RGG Summit 2022 akan berfokus pada showcase judul baru dari Ryu Ga Gotoku Studio yang akan diadakan pada hari Rabu, 14 September 2022. Meski event ini berlangsung hanya satu hari sebelum TGS 2022 dimulai, Sega masih akan hadir di event game terbesar Jepang tersebut. Belum ada detail lebih lanjut yang diungkapkan selain waktu streaming pada pukul 19:00 JST.
Ryu Ga Gotoku Studios mengungkapkan bahwa saat ini sedang mengerjakan banyak judul, termasuk sequel baru game Yakuza dan judul baru yang mengambil setting di luar universe Yakuza. Pada bulan Juli lalu, RGG studio mengungkapkan model baru dari Ichiban dengan gaya rambut barunya, dan mengungkapkan bahwa game Yakuza selanjutnya akan berlatar beberapa tahun setelah peristiwa di Like a Dragon.
Usaha Sega dalam mengadakan event showcase Yakuza 8 menunjukkan betapa seriursnya mereka dalam mengembangkan salah satu game paling populer mereka meski tanpa sang creator, Toshihiro Nagoshi. Ini juga bisa berarti bahwa game Yakuza 8 akan segera datang, meski tidak dalam waktu dekat ini. Setidaknya besar kemungkinan tanggal rilis Yakuza 8 akan diungkap di event RGG Summit 2022.
Bagaimana menurut kalian? Apa harapan kalian pada game Yakuza terbaru ini? Jika kalian ingin tahu lebih banyak berita seputar game, kalian bisa mengunjungi Gamefinity. Buat kalian yang mau gacha atau top up game kesayangan kalian bisa langsung klik Gamefinity.id
Jika diminta untuk memilih, semua orang pasti lebih suka dengan laptop dengan desain ringkas. Hal tersebut memang wajar sebab laptop sejak awal memiliki konsep sebagai komputer portabel, sehingga mobilitas merupakan salah satu faktor utama bagi konsumen laptop. Laptop dengan desain yang ringkas memungkinkan penggunanya untuk dapat lebih produktif, karena penggunanya bisa menggunakan laptopnya di berbagai tempat dengan mudah. Meski demikian, menghadirkan laptop dengan desain yang ringkas bukan perkara mudah.
Limitasi teknologi merupakan rintangan utama bagi produsen laptop untuk mengahdirkan produk berkualitas dengan desain yang ringkas. Salah satu limitasi tersebut ada pada performa komputasi, yaitu laptop dengan desain ringkas biasanya tidak bisa hadir dengan performa komputasi tinggi karena terbentur dengan kemampuan pendinginan yang sangat terbatas. Selain itu, fitur laptop dengan desain ringkas juga biasanya lebih dibatasi karena ruang komponen yang jauh lebih sempit. Adapun laptop yang memiliki inovasi yang mampu mendobrak limitasi tersebut dipastikan dibanderol dengan harga yang sangat tinggi.
Di sinilah asalan mengapa ASUS Zenbook 14 OLED (UX3402) menjadi laptop yang sangat menarik. Zenbook 14 OLED (UX3402) merupakan laptop yang dirancang dengan sangat baik dan “well-balanced”. Performanya tergolong sangat andal untuk kebutuhan komputasi harian. Desainnya tergolong ringkas dan kokoh sehingg mudah dan nyaman untuk dibawa bepergian. Fitur yang diusungnya tergolong lengkap untuk sebuah laptop ringkas modern. Satu lagi yang paling menarik adalah harganya yang masih cukup terjangkau untuk sebuah laptop premium.
Lebih Ringkas dan Elegan
Berbeda dengan seri pendahulunya, Zenbook 14 OLED (UX3402) kini hadir dengan desain baru yang tetap menggunakan konsep khas Zenbook yaitu elegan, modern, dan tak lekang waktu dengan pilihan dua warna yaitu Ponder Blue dan Aqua Celadon. Bagian belakang layarnya kini hadir dengan logo monogram “A” yang pertama kali diperkenalkan di Zenbook edisi 30th Anniversary. Logo tersebut diukir secara presisi pada bodi laptop yang berbahan logam dengan pola khas yang terinspirasi oleh Kintsugi Craftmanship dari Jepang. Sementara desain yang telah lama menjadi ciri khas Zenbook, yaitu Spun Metal Finish, dapat ditemukan di bagian engsel laptop ini.
Meski bukan merupakan seri Zenbook yang paling ringkas, Zenbook 14 OLED (UX3402) tetap tampil dengan desain yang sangat portabel. Berkat ketebalan bodinya yang hanya 1,69 cm dan bobotnya yang ada di angka 1,39 Kg, Zenbook 14 OLED (UX3402) jelas tergolong laptop yang sangat portabel dan mudah untuk dibawa bepergian. Menariknya lagi, laptop ini masih tampil dengan layar 14-inci.
Mudah dan Nyaman Digunakan
Zenbook 14 OLED (UX3402) tidak hanya tampil elegan dan mewah, tetapi juga dibekali fitur-fitur yang dapat mempermudah penggunanya seperti 180° ErgoLift Hinge. Fitur tersebut membantu pengguna untuk dapat mengetik dengan lebih nyaman. Sementara fitur lain seperti NumberPad 2.0 bisa membantu pengguna untuk melakukan input angka secara lebih cepat, dan sensor pembaca sidik jari yang terintegrasi dengan tombol power membuat proses login menjadi lebih cepat dan mudah.
Zenbook 14 OLED (UX3402) juga merupakan perangkat yang andal untuk menunjang aktivitas sehari-hari seperti halnya online conference call atau video call. Teknologi 3DNR pada kamera di Zenbook 14 OLED (UX3402) memungkinkan penggunanya untuk tetap dapat melakukan video conference dalam kondisi yang minim cahaya dengan noise yang minim. Ditambah dengan teknologi ASUS AI Noise-Cancelling, pengguna Zenbook 14 OLED (UX3402) tidak perlu khawatir dengan suara bising di sekitarnya saat melakukan online conference call.
ASUS juga memperkenalkan teknologi ErgoSense Keyboard yang hadir untuk membuat pengalaman mengetik di Zenbook 14 OLED (UX3402) menjadi sempurna. ErgoSense Keyboard menggabungkan desain keyboard full-size dengan key pitch 19,05mm dan key travel sejauh 1,4mm sehingga dapat menghadirkan pengalaman mengetik layaknya menggunakan keyboard PC desktop dengan tingkat akurasi dan kenyamanan yang tinggi. ErgoSense Keyboard juga ditemani dengan touchpad yang dilapisi oleh lapisan hydrophobic yang membuat permukaannya memiliki sentuhan yang lebih halus dan memudahkan pengguna Zenbook 14 OLED (UX3402) untuk menggunakan berbagai gesture.
Performa Andal
Zenbook 14 OLED (UX3402) hadir dengan performa yang lebih baik dibandingkan dengan generasi sebelumnya berkat penggunaan hardware generasi baru, salah satunya adalah prosesor 12th Gen Intel® Core™ yang juga telah dibekali dengan chip grafis terintegrasi Intel® Iris Xᵉ. Tidak hanya itu, Zenbook 14 OLED (UX3402) juga hadir dengan memori LPDDR5 berkapasitas 16GB serta penyimpanan yang menggunakan NVMe PCIe 4.0 Performance SSD berkapasitas 512GB.
Kombinasi semua komponen terkini tersebut membuat Zenbook 14 OLED (UX3402) dapat selalu diandalkan untuk berbagai aktivitas penggunanya. Baik bekerja, belajar, menikmati konten multimedia, serta berkreasi, semuanya bisa dilakukan di laptop ringkas ini.
Berikut hasil benchmark dari Zenbook 14 OLED (UX3402):
 Â
Performa oke, ringkas, dan ringan. Semuanya sudah dimiliki oleh Zenbook 14 OLED (UX3402). Namun ada satu lagi keistimewaan yang ditawarkan oleh laptop ringkas ini, yaitu daya tahan baterai. Dibekali baterai berkapasitas 75Whr, Zenbook 14 OLED (UX3402) mampu bertahan hingga 11 jam 2 menit pada pengujian menggunakan PCMark 10 Battery Test pada mode Modern Office.
Zenbook 14 OLED (UX3402) juga merupakan laptop yang telah terverifikasi sebagai laptop Intel® EVO. Artinya laptop ini dipastikan memiliki perfirma komputasi yang mumpuni, memiliki fitur terbaik untuk sebuah laptop modern, serta memiliki daya tahan baterai yang panjang.
Kualitas Visual Terbaik Berkat ASUS OLED
Sesuai dengan namanya, Zenbook 14 OLED (UX3402) merupakan salah satu jajaran laptop ASUS yang dibekali layar ASUS OLED dengan resolusi 2,8K (16:10). Teknologi layar tersebut menggabungkan keunggulan panel OLED yang dilengkapi dengan beragam fitur, teknologi serta inovasi sehingga menghasilkan layar yang mampu menampilkan visual dengan warna yang sangat kaya, akurat, dan tidak merusak kesehatan mata. Ditambah lagi rasio layarnya dapat menghadirkan ruang kerja lebih luas sehingga penggunanya dapat beraktivitas secara lebih produktif.
Setiap laptop yang menggunakan layar ASUS OLED telah dijamin mampu menghasilkan kualitas visual dengan warna yang sangat kaya dan akurat. Tidak tanggung-tanggung, ASUS OLED memiliki color gamut 100% DCI-P3 dan telah mengantongi sertifikasi PANTONE Validated Display. ASUS OLED juga mendukung teknologi HDR dan telah tersertifikasi VESA DisplayHDR True Black. Singkatnya, layar ASUS OLED diciptakan berdasarkan standar kebutuhan industri kreatif. Dengan demikian, semua konten yang ditampilkan oleh ASUS OLED dijamin akurat sesuai dengan apa yang ingin ditampilkan oleh sang pembuat konten.
ASUS OLED juga dibekali fitur bernama Eye Care. Fitur tersebut memungkinkan spektrum cahaya biru yang berbahaya untuk mata dikurangi secara drastis tanpa mengorbankan kualitas visual. Inovasi tersebut membuat ASUS OLED dapat mengurangi paparan radiasi sinar biru yang berbahaya untuk kesehatan mata dalam jangka panjang. ASUS OLED juga telah mengantongi sertifikasi dari TĂśV Rheinland untuk low-blue light dan anti-flicker.
ASUS OLED merupakan fitur yang membuat Zenbook 14 OLED (UX3402) menjadi sebuah laptop yang benar-benar lengkap. ASUS OLED juga yang membuat Zenbook 14 OLED (UX3402) menjadi berbeda dengan kompetitornya.
Laptop Premium Ringkas Impian
Zenbook 14 OLED (UX3402) memang bukan laptop paling ringkas di jajaran Zenbook, juga bukan yang memiliki performa paling powerful. Namun dengan banderol harga di bawah Rp20 juta bahkan untuk varian tertingginya yang menggunakan prosesor Intel® Core™ i7-1260P, Zenbook 14 OLED (UX3402) bisa dikatakan sebagai laptop premium ringkas impian semua orang. Hal tersebut dikarenakan Zenbook 14 OLED (UX3402) memiliki desain yang tetap ringkas untuk dibawa bepergian, serta tetap memiliki tampilan yang premium. Zenbook 14 OLED (UX3402) juga performa yang sangat mumpuni, serta hadir dengan fitur yang lengkap. Yang paling menarik adalah Anda mendapatkan layar dengan kualitas visual terbaik dengan teknologi ASUS OLED.
GAMEFINITY.ID, Bandung – Baru saja berumur kurang lebih 10 bulan, Kakao Games mengungkap mereka akan mematikan Elyon versi Barat. Berarti pemain di Amerika Utara dan Eropa tidak akan dapat mengakses game MMORPG itu setelah server-nya ditutup. Pemain setianya di negara-negara tersebut masih dapat menikmati Elyon selama beberapa bulan.
Elyon Versi Barat Pertama Kali Rilis 2021
Gameplay Elyon
Elyon pertama kali rilis di Korea Selatan pada 10 Desember 2020 oleh Kakao Games. Game bergenre MMORPG bergaya steampunk ini juga dibesut oleh Krafton, pengembang di balik PUBG: Battlegrounds.
Kemudian, Elyon resmi rilis di Amerika Utara dan Eropa pada 20 Oktober 2021. Asiasoft mengambil alih perilisan di Asia Tenggara, termasuk Indonesia, pada 6 Juli 2022.
Kakao Games sebelumnya telah sukses dengan beberapa game MMORPG-nya, seperti Black Desert Online. Skill system yang diterapkan juga tidak jauh berbeda dari Black Desert Online. Elyon memiliki skill system berbasis combo seperti di kebanyakan game action.
Alasan Kakao Games Menutup Server
Penyebab Kakao Games memutuskan menutup Elyon versi Barat sudah bisa ditebak. Mereka mengungkap hal ini karena rendahnya tingkat retensi dan turunnya pemain aktif. Dilansir GameRant, tercatat bahwa rata-rata angka pemain aktifnya menurun hingga 140 selama 30 hari terakhir. Rekor pemain aktif terbanyaknya tercatat sebanyak 15.400.
Meski dikritik, combat dan dunia Elyon menuai pujian
Semenjak perilisannya, pemain telah mengkritik berbagai hal di Elyon. Sistem PvP yang memberatkan dan juga kejamnya EXP loss kerap menjadi objek kritikan pemain. Meski begitu, sistem combatÂ, dunia, dan lore-nya justru menuai pujian.
Kakao Games telah mengungkap server Elyon versi Amerika Utara dan Eropa akan resmi dimatikan 7 Desember 2022. Sebelum itu, refunds sudah tersedia bagi pemain yang telah membeli mata uang dalam game KCoin dari 1 Juli hingga 7 September 2022. Syaratnya, KCoin tersebut belum ditukar menjadi Rubies.
Sementara itu, update terbarunya, termasuk hadirnya class Soulbringer, baru saja hadir di Elyon. Ironisnya, update tersebut muncul bersama dengan kabar pengumuman dimatikannya Elyon.
Pemain di Indonesia tidak perlu khawatir, Elyon masih bisa dimainkan sampat saat ini.
GAMEFINITY.ID, Bandung – Hearthstone telah menjadi salah satu game Blizzard Entertainment yang cukup populer. Sebagai spin-off dari Warcraft, game ini justru bergenre digital collectible card game. Kesuksesannya telah menginspirasi berbagai judul digital CCG seperti Shadowverse besutan Cygames. Faktanya, game ini pernah memiliki lebih dari 100 juta pemain terdaftar pada 2018.
Namun, pemain tuna netra harus menelan sebuah kabar pahit bahwa mereka belum dapat memainkannya dari update terbarunya 30 Agustus lalu. Sebenarnya, mereka terbantu oleh sebuah mod dari pihak ketiga yang bernama Hearthstone Access.
Sebuah Mod Telah Membantu Pemain Tuna Netra Dapat Menikmati Hearthstone
Hearthstone Access merupakan mod gratis buatan GuideDev. Mod tersebut berfungsi sebagai alat screen-reading dan memperlambat game saat melawan sebuah bot untuk membantu menentukan langkah selanjutnya.
Namun, mod Heartstone Access sering tidak dapat digunakan setiap patch terbaru Hearthstone dirilis. Otomatis, GuideDev harus bekerja untuk membuat update untuk mod tersebut agar dapat diakses dalam game.
GuideDev, Sang Pencipta Mod, Baru Akan Memperbaharui Mod pada Pertengahan September
Satu lagi kabar buruknya, GuideDev mencuit di Twitter bahwa ia tidak akan mampu membuat update untuk mod tersebut hingga kurang lebih pertengahan September. Alasannya, pengembang solo itu sedang cuti.
Heads up #HearthstoneAccess players. I won't be around for the next few weeks which means I won't be able to keep the mod up and running when the patch lands on August 30. I'll do my best to pick things up when I'm back in mid September.
Kabar ini tentu mengecewakan pemain tuna netra yang sudah setia bermain Hearthstone. Apalagi, GuideDev biasanya membutuhkan berhari-hari untuk mengerjakan update mod itu setiap patch terbaru rilis.
Pemain Tuna Netra Meminta Blizzard Agar Fitur Mod Ini Menjadi Resmi
Gameplay Hearthstone
Kabar ini memicu kritik di Reddit. Pemain setianya mengatakan bahwa Blizzard tidak mampu mengalihkan sumber daya untuk membuat game tersebut dapat diakses semua orang. Mereka menekankan bahwa GuideDev, sang pengembang solo, telah “mengorbankan seluruh waktu luangnya demi pemain dari komunitas tuna netra dapat menikmati game tersebut”.
Sementara itu, beberapa game telah menerapkan fitur aksesibilitas. Misalnya, The Last of Us Part 1 & 2 telah menawarkan fitur tersebut agar pemain tuna netra dapat menikmatinya.
GuideDev diharapkan dapat mengerjakan update terbaru Hearthstone Access pada pertengahan September mendatang, saat ia telah selesai cuti. Sepertinya pemain tuna netra harus bersabar menunggunya. Belum ada tanggapan dari Blizzard tentang kabar ini.
Nah, untuk update terbaru dari game Hearthstone dapat terus mengikuti Gamefinity. Nikmati juga kemudahan dalam top up dan pembelian voucher game dengan harga terjangkau hanya di Gamefinity.id
GAMEFINITY.ID, Jakarta – Electronic Arts mengungkap acara komunitas EA SPORTS FIFA Mobile selanjutnya, yakni pada tanggal 24 September 2022. Kota Bandung akan menjadi tujuan FIFA Mobile Community Exhibition Weekend (CEW) – Series 5, dengan venue di Laswee Creative Space.
Mengusung tema “Merayakan Bandung, Merayakan Sepak Bola”, acara komunitas EA SPORTS FIFA Mobile kali ini sekaligus diadakan sebagai perayaan ulang tahun ke-212 dari Kota Kembang. Dalam ajang ini akan berkumpul 212 players EA SPORTS FIFA Mobile yang terdiri dari 128 peserta dari FIFA Mobile CEW – Series 5 dan 84 peserta FIFA Mobile Fun Community Exhibition. Session Fun Exhibition ini juga akan mengumpulkan media lokal, konten kreator maupun komunitas lokal Kota Bandung.
“Sebagai urang Bandung, saya sangat bangga akhirnya bisa mengadakan acara FIFA Mobile Community Exhibition ini, setelah sebelumnya kita melakukan roadshow mulai dari Semarang, Surabaya, Yogyakarta hingga Jakarta. Dukungan dari komunitas sangat besar dan kami melihat juga para veteran dari acara sebelumnya bahkan turut hadir dan berlaga di setiap acaranya,” tutur Adil Lothar Hasan, Mobile Community Engagement Manager dari Electronic Arts.
Pada momen yang sama juga akan digelar FIFA Mobile Podcast Day, yaitu obrolan tentang FIFA Mobile dan sepak bola lokal, yang akan dipandu oleh 2 podcaster yang cukup dikenal di Bandung, yaitu Simamaung Podcast dan Frontline Boys. Selain itu, legenda Persib Bandung, Atep yang telah mengantarkan Persib sebagai juara Liga Indonesia di tahun 2014 juga akan turut meramaikan acara ini.
Para peserta maupun penggemar antusias yang datang ke FIFA Mobile Community Exhibition Weekend – Series 5 akan dapat mengikuti berbagai games menarik pada booth EA SPORTS FIFA Mobile maupun media partner yang hadir di area.
Bagi para pemain yang tertarik untuk mengikuti FIFA Mobile Community Exhibition Weekend –Â Series 5 yang berhadiah total Rp10 juta dalam bentuk uang elektronik ini dan juga merchandise lainnya, dapat langsung mendaftar DI SINI
GAMEFINITY.ID, Bandar Lampung – PlayStation Portable atau disingkat PSP merupakan salah satu konsol game yang dipublikasikan oleh Sony Computer Entertainment. Menjadi salah satu konsol genggam yang dibawakan ole Sony Computer Entertainment.
PlayStation Portable dirilis pada 12 Desember 2004 di Jepang, 24 Maret 2005 di Amerika Utara, dan wilayah lainnya pada 1 September 2005, Indonesia menjadi salah satu pasar yang terbitkan PlayStation Portable pada tahun ini. PlayStation Portable sendiri menjadi konsol generasi ketujuh yang turut bersaing dengan Nintendo DS.
Menjadi salah satu series konsol terlaris dengan harga jual awal berkisar US$249.99 yang terjual sebanyak kisaran 80 juta unit. Menggunakan sistem operasi mandiri yaitu PlayStation Portable System Software.
Pada pertama kali mengumumkan pengembangannya di konferensi pers sebelum E3 2003, Sony Computer Entertainment sebagai pengembang PlayStation Portable tidak menyajikan sampel ataupun prototipe dari konsol seri ini.
Walaupun Sony tidak menampilkan prototipe PlayStation Portable pada konferensi pers, tetapi mereka merilis detail teknis yang ekstensif untuk PSP. Ken Kutaragi selaku CEO Sony, menyebutkan PSP sebagai Walkman abad ke-21. Julukan ini merujuk PSP sebagai referensi untuk konsol dengan kemampuan multimedia.
PSP Basic Model – PlayStation Portable Sebagai Hardware dirilis Setelah Gen 2
Konsep pertama PSP dihadirkan pada pertemuan Sony Company pada November 2004, hadir dengan tombol datar tanpa adanya joystick analog.
Released PlayStation Portable Sebagai Pesaing Konsol Genggam
Sony meluncuran Basic Model PSP pada 12 Desember 2004 dengan harga yang berkisar pada US$181 pada tahun tersebut. Perilisan pertama tersebut sukse dengan penjualan 200.000 unit di hari pertama penjualan.
Kemudian tidak lama setelah perilisan pertama di Jepang, PSP rilis secara beriringan yang berlanjut ke Amerika Utara di Februari 2005, dan peluncuran ini menghabisan penjualan sebanyak 500.000 unit di hari pertama, 2 kali lipat lebih dari penjualan di negara asal.
Perilisan terus berlanjut hingga mencapai titik penjualan satu juta unit untuk minggu pertama di Eropa.
Revisi dan Inovasi dari Sony untuk PlayStation Portable
Setidaknya ada 4 kali revisi yang sudah termasuk inovasi turut dihadirkan Sony untuk memperbagus konsol genggam satu ini. Beberapanya memiliki inovasi yang cukup mencolok, terlebih revisi yang hadir hingga memasuki tahun 2010. Berikut produk PlayStation Portable Series dari Sony.
PSP-2000
PSP-2000 – PlayStation Portable Sebagai Hardware dirilis Setelah Gen 2
Mulai dipasarkan di negara-negara PAL yang meliputi Asia, Amerika Selatan, dan wilayah Oceania yang dikenal dengan PSP Slim. Menjadi desain ulang pertama dari PlayStation portable dengan sistem yang lebih ramping dan ringan daripada PSP sebelumnya.
Pertama kali rilis sebagai PSP-2000 di Hong Kong pada 30 Agustus 2007, Eropa pada 5 Sepember 2007, Amerika Utara pada 6 September 2007, Korea Selatan pada 7 September, dan Australia pada 12 September 2007, kemudian disusul dengan Inggris di 14 September pada tahun yang sama.
Beberapa perubahan untuk PSP-2000 antara lain seperti, perubahan pada port, modul WLAN, dan Mikrokontroler serta layar LCD yang alami peningkatan demi kenyamanan. Peningkatan ini juga tutut merubah memori internal dari seri ini.
PSP-3000
PSP-3000 – PlayStation Portable Sebagai Hardware dirilis Setelah Gen 2
Dipasarkan sebagai PSP Slim & Lite atau bisa dikenal dengan PSP Brite untuk region yang sama dengan penjualan PSP-2000, dan memiliki layar LCD yang turut alami peningkatan serta kenaikan rentang warna.
PSP-3000 rilis di Amerika Utara pada Oktober 2008, dan disusul dengan Jepang, Eropa, dan Australia dibulan dan tahun yang sama. Terjual sebanyak 140.000 unit lebih di empat hari pertama region Jepang.
PSP Go
PSP Go – PlayStation Portable Sebagai Hardware dirilis Setelah Gen 2
PSP Go atau yang dikenal dengan seri model PSP-N1000 ini dirilis pada 1 Oktober 2009 untuk Amerika Utara dan Eropa, kemudian di Jepang pada November ditahun yang sama.
PSP Go terkesan memiliki berat dan ukuran lebih rendah 50%-an dari PSP-1000, dan sediikit lebih ringan dari PSP-3000. Selain itu juga PSP Go memiliki fitur 802.11b Wi-Fi seperti pendahulunya, walaupun USB Port yang telah diganti dengan konektor pribadi Sony.
PSP Go menggunakan kabel Audio-Video komposit dan beberapa komponen opsional lainnya. PSP Go hadirkan dudukan seperti PSP-N340 untuk charging, video out, hingga transfer data USB serta memberikan fitur Bluetooth.
PlayStation Portable Go sendiri mampu menjalankan game PlayStation 1 menggunakan kabel AV atau beberapa komponen pendukung hingga stand. Sayangnya, seri ini tidak memiliki drive UMD, tetapi memiliki memori flash internal 16 GB maksimal hingga 32 GB.
PSP Street
PSP Street – PlayStation Portable Sebagai Hardware dirilis Setelah Gen 2
Diumumkan di Gamescom 2011 sebagai PSP-E1000, merupakan model yang berfokus pada anggaran yang dirilis di seluruh wilayah PAL pada 26 Oktober 2011. Sayangnya seri ini tidak memiliki kemampuan konektivitas Wi-Fi dan hasil finishing yang mirip-mirip dengan PlayStation 3 yang terkesan ramping.
Memiliki fitur fungsional komponen yang hampir mirip dengan seri PSP-2000 dan PSP-3000 tanpa koneksi Wi-Fi.
Setidaknya ada 1.370 game yang rilis untuk PSP di 10 tahun masa pakai, peluncuran game tersebut sudah termasuk Ape Escape: On the Loose hingga yang paling laris dari serial Grand Theft Auto yaitu, Grand Theft Auto: Liberty City Stories, dengan penjualan 7,6 juta kopi per Oktober di 2015.
Ada alasan dan sebab kenapa user interface PlayStation Portable lebih terkesan elegan dan cenderung seperti seri PlayStation diatasnya dikarenakan PSP sendiri merupakan perangkat yang menjadi rujukan UI selanjutnya.
Update informasi menarik lainnya seputar game hanya di Gamefinity. Gamefinity.id menyediakan jasa pengisian top up dan voucher game dengan cara yang mudah dan pastinya terjangkau.