Category Archives: Game

Hogwarts Legacy Tidak Akan Hadirkan Quidditch

GAMEFINITY.ID, Bandung – Penggemar franchise Harry Potter atau Potterheads pasti kecewa mendengar kabar ini. Meski Hogwarts Legacy dapat secara harfiah mewujudkan pemain untuk menjadi murid Hogwarts, Quidditch sudah dipastikan tidak akan hadir. Olahraga ikonik yang menggunakan flying broom (sapu terbang) itu telah menjadi salah satu elemen terkenal dari franchise Harry Potter.

Quidditch Tidak Dapat Dimainkan di Hogwarts Legacy

Menurut laman FAQ-nya yang telah diperbaharui, Warner Bros. Games telah mengonfirmasi Quidditch tidak akan menjadi bagian playable dari Hogwarts Legacy. “Quidditch tidak bisa dimainkan di Hogwarts Legacy,” itulah teks di FAQ-nya.

Hal ini mengundang kekecewaan penggemar setia Harry Potter. Pasalnya mereka berharap Quidditch dapat menjadi elemen penting dalam game seperti di seri novel dan filmnya.

Hogwarts Legacy wand
Penggunaan wand di Hogwarts Legacy

Salah satu pengguna Twitter, @TheXboxBrit, mengutarakan kekecewaannya, “Ini sangat mengecewakan. Quidditch adalah bagian besar dari Wizarding World. Ini adalah game yang paling kunantikan tetapi hype-nya terasa sudah menurun bagiku.”

Sebelumnya, Quidditch menjadi semacam mini-game di seri game Harry Potter sebelumnya, terutama di seri game buatan EA. Bahkan, EA pernah merilis Harry Potter: Quidditch World Cup pada 2003 di Gameboy Advance, GameCube, PlayStation 2, Xbox, dan PC.

Masih Bisa Terbang Menggunakan Broom (Sapu)

Hogwarts Legacy flying class
Karakter pemain di Hogwarts Legacy masih bisa menghadiri flying class

Karakter buatan setiap penggemar masih bisa menggunakan sapu terbang di Hogwarts Legacy. “Broom flight (sapu terbang) untuk traversal (melintas) dan tantangan broom race (balap sapu) masih menjadi bagian dalam game. Pemain juga dapat menggunakan sapu terbangnya untuk berkeliling lokasi baru dan tidak asing di sekitar Hogwarts Castle,” tambah FAQ-nya.

Setidaknya, ini menjadi satu kabar baik di balik sebuah kabar buruk. Pemain dapat menyaksikan karakternya terbang menggunakan sapu terbang, apalagi mempelajari dan menguasainya di Flying class.

Baca juga: Lagi, Hogwarts Legacy Ditunda Hingga Awal 2023

FAQ-nya juga menjelaskan apa saja yang pemain harus harapkan di Hogwarts Legacy. Salah satunya adalah sistem levelling, kelas apa saja yang bisa diambil, dan apa saja yang bisa dieksplorasi di Hogwarts.

Hogwarts Legacy Wizarding World account link
Pemain yang sudah memiliki akun Wizarding World dapat menghubungkannya saat mulai bermain Hogwarts Legacy

Sementara itu, penggemar Harry Potter yang pernah membuat akun fan club Wizarding World dapat menghubungkannya dengan akun WB Games. Dengan begitu, mereka dapat masuk house dan memperoleh wand yang telah didapat sesuai akun tersebut.

Hogwarts Legacy dipastikan rilis pada 10 Februari 2023 mendatang. Untuk mengetahui informasi lebih lanjut kalian bisa tereus pantau di Gamefinity. Nikmati juga kemudahan top up dan beli voucher di Gamefinity.id.

ROG Strix SCAR 17 Special Edition, Laptop Gaming Paling Powerful di Dunia

GAMEFINITY.ID, Jakarta – Jumat (29/7), ASUS resmi memperkenalkan ROG Strix SCAR 17 Special Edition (G733C), laptop gaming paling powerful di dunia. ROG Strix SCAR 17 Special Edition merupakan laptop pertama yang ditenagai oleh CPU 12th Gen Intel Core i9-12950HX yang merupakan CPU laptop paling powerful di dunia. Tidak hanya itu, laptop gaming ini juga didukung oleh chip grafis serta sistem pendingin yang sangat powerful sehingga dapat menghadirkan performa sekelas PC desktop.

“ROG Strix SCAR 17 Special Edition merupakan persembahan ASUS untuk para gamer hardcore di Indonesia, tidak hanya sekadar dibekali dengan hardware paling bertenaga, ROG Strix SCAR 17 Special Edition juga dilengkapi dengan fitur-fitur khusus yang menjamin pengalaman gaming terbaik sekelas PC desktop,” ujar Jimmy Lin, ASUS Southeast Asia Regional Director.

Laptop Gaming Paling Powerful

ROG Strix SCAR 17 Special Edition merupakan laptop gaming yang dirancang khusus untuk para gamer yang membutuhkan mesin gaming dengan performa terbaik tanpa kompromi serta siap untuk digunakan dalam setiap pertandingan e-Sports. Untuk menunjang kebutuhan tersebut, ROG Strix SCAR 17 Special Edition dibekali dengan hardware khusus yang powerful.

Dimulai dari CPU, ROG Strix SCAR 17 Special Edition ditenagai oleh 12th Gen Intel Core i9-12950HX yang merupakan CPU laptop paling powerful di dunia. Khusus di ROG Strix SCAR 17 Special Edition, CPU yang menggunakan konfigurasi 16 core (8 P-core dan 8 E-core) serta 24 thread tersebut juga telah ditingkatkan performanya. 12th Gen Intel Core i9-12950HX yang digunakan di ROG Strix SCAR 17 Special Edition memiliki base power 65W serta Performance-core yang dapat berjalan di frekuensi hingga 5,2GHz. Spesifikasi tersebut memastikan ROG Strix SCAR 17 Special Edition dapat menghadirkan performa CPU single-thread terbaik di setiap skenario, khususnya saat bermain game.

Tidak sampai di situ, CPU 12th Gen Intel Core i9-12950HX di ROG Strix SCAR 17 Special Edition juga dapat ditingkatkan performanya melalui Manual Mode di aplikasi Armoury Crate yang membuat CPU dapat berjalan di daya 175W. Performa tersebut membuat ROG Strix SCAR 17 Special Edition tampil dengan performa yang menyerupai PC desktop.

ROG Strict 1

ROG Strix SCAR 17 Special Edition juga dibekali dengan GPU yang sangat powerful yaitu hingga NVIDIA GeForce RTX 3080Ti. Berbeda dengan laptop gaming lainnya, GeForce RTX 3080Ti di ROG Strix SCAR 17 Special Edition juga telah ditingkatkan performanya dengan TGP maksimal di angka 175W melalui Dynamic Boost. Berkat spesifikasi tersebut, ROG Strix SCAR 17 Special Edition dipastikan dapat menjalankan semua game PC dengan sangat baik bahkan pada resolusi tinggi.

Berbicara soal resolusi, ROG Strix SCAR 17 Special Edition telah dibekali dengan layar beresolusi QHD (2560 x 1440) yang memiliki refresh rate 240Hz serta response time 3ms. Layar tersebut juga didukung oleh teknologi Dolby Vision serta Adaptive Sync sehingga memastikan pengalaman bermain game yang nyaman tanpa efek stuttering dan tearing.

Baca juga: Jajaran Laptop Acer Predator Gaming Full Power

Laptop powerful harus didukung oleh memori dan penyimpanan terbaik. Untuk itulah ASUS ROG membekali ROG Strix SCAR 17 Special Edition dengan memori DDR5 4800MHz dengan kapasitas yang dapat di-upgrade hingga 64GB. Sementara penyimpanannya mengandalkan NVMe PCIe Gen4 SSD yang dapat dikonfigurasikan secara RAID 0 untuk performa maksimal. Sama seperti laptop ROG 2022 lainnya, ROG Strix SCAR 17 Special Edition juga telah dibekali dengan MUX Switch sehingga dapat menghadirkan performa gaming secara maksimal.

ROG Strix SCAR 17 Special Edition juga dibekali dengan konektivitas modern yang sangat lengkap, mulai dari WiFi 6E hingga Thunderbolt 4. Konektivitas yang lengkap dan modern membuat gamer dapat terhubung ke jaringan internet tanpa gangguan, sekaligus memastikan semua perangkat pendukungnya dapat terhubung tanpa masalah ke ROG Strix SCAR 17 Special Edition.

ROG Strix SCAR 17

Sistem Pendingin Khusus untuk Laptop Paling Powerful

Laptop gaming paling powerful di dunia membutuhkan sistem pendingin khusus agar semua komponennya dapat berjalan secara optimal. ROG Strix SCAR 17 Special Edition hadir dengan seluruh fitur terbaik yang ditawarkan oleh sistem pendingin ROG Intelligent Cooling, salah satunya adalah penggunaan liquid metal sebagai thermal compound pada CPU dan GPU. Bukan sembarang liquid metal, ROG Strix SCAR 17 Special Edition menggunakan Thermal Grizzly Conductonaut Extreme yang dapat menghadirkan suhu operasional hingga 15⁰C dibandingkan dengan thermal compound standar berbahan silikon.

Sistem pendingin ROG Strix SCAR 17 Special Edition juga dilengkapi dengan vapor chamber yang dirancang khusus untuk membantu mendinginkan semua komponen di dalam laptop gaming ini. Vapor chamber tersebut melapisi 48,8% bagian mainboard ROG Strix SCAR 17 Special Edition sehingga memungkinkan proses pendinginan untuk setiap komponen mulai dari CPU, GPU, VRM, VRAM, dapat berjalan secara optimal.

Terhubung langsung dengan vapor chamber khusus adalah heatsink berbahan tembaga yang dirancang secara presisi agar dapat melepaskan panas secara optimal. Pelepasan panas juga dibantu oleh dua kipas Arc Flow yang mampu menghadirkan aliran udara lebih baik serta memiliki tingkat kebisingan yang lebih rendah dibandingkan dengan teknologi kipas di laptop ROG generasi sebelumnya.

ROG Strix SCAR 17

Desain Spesial

ROG Strix SCAR 17 Special Edition merupakan laptop edisi khusus yang dirancang sangat unik dan spesial. Meski masih menggunakan basis desain bodi yang sama dengan saudaranya, yaitu ROG Strix SCAR 17, laptop gaming ini dilengkapi fitur berupa “invisible ink” yang diukir pada bodinya. Invisible ink tersebut hanya dapat terlihat ketika bodi ROG Strix SCAR 17 Special Edition terpapar sinar UV. Tampilan invisible ink di bodi ROG Strix SCAR 17 Special Edition juga didesain secara khusus dan memiliki petunjuk bagi gamer untuk menyelesaikan tantangan SCAR Runner yang ada di dalam game ROG Citadel XV yang tersedia secara gratis di Steam.

Ayo Bergabung di ROG Community Indonesia

ASUS ROG Indonesia menghadirkan ROG Community Indonesia,  sebagai tempat untuk para pengguna setia laptop gaming ROG dan TUF berbagi pengalaman, bermain game bersama dan berinteraksi langsung dengan #TeamROG. Segera bergabung dengan ROG Community Indonesia di Discord channel https://bit.ly/DiscordROGCommunityID dan Facebook Group https://bit.ly/ROGCommunityID.

Sades Hadirkan Perfect Mouse Gaming Kaya Akan Fitur, Sades Void (S40)

GAMEFINITY.ID, Jakarta Sades Indonesia hari ini resmi meluncurkan produk terbarunya yaitu Sades Void (S40) Wired Gaming Mouse. Menambah lagi jajaran koleksi mouse gaming yang ada, Sades Void (S40) sudah bisa kamu dapatkan di official store Sades Indonesia mulai hari ini.

Terdapat dua jenis varian Sades Void (S40) yaitu Hitam dan Putih dengan dimensi 126 x 65 x 40 mm dengan bobot hanya 99 gr yang sangat pas dan nyaman di tangan para gamer saat digunakan. Backlight yang dihasilkan oleh Sades Void (S40) ini adalah RGB, jelas ini adalah selera para gamer.

Sades Void

Desain yang diusung oleh Sades Void (S40) ini juga sangat keren. Terlihat logo Sades bertema RGB di bagian depan bawah mouse. Di samping Sades Void (S40) sendiri terdapat guratan minimalis nan gahar.

Tahan Lama dan Sempurna

Sades Void

Menggunakan Huano Switch, Sades Void (S40) bisa bertahan hingga sepuluh juta klik. Berkat sensor PMW 3325 membuat Sades Void (S40) sangat mumpuni untuk bermain game yang membutuhkan kelincahan dan akurasi yang sempurna.

Baca juga: Jajaran Laptop Acer Predator Gaming Full Power

Bergerak Cepat Namun Tepat

Sades Void

Sades Void (S40) juga mempunyai tracking sebesar 100 IPS (Inches Per Second) yang membuat mouse bergerak sangat halus, lancar dan cepat. Apalagi Sades Void (S40) Gaming Mouse ini memiliki polling rate sebesar 1.000 Hz yang artinya kemampuan memberikan update ke komputer sangat lah cepat dan tepat.

Kombo Sempurna

Sades Void

Sades Void (S40) memiliki spesifikasi 10.000 Dot Per Inch (DPI) dan 6.000 FPS yang membuat pergerakan Sades Void (S40) halus sekali. Kombinasi yang sangat sempurna sebagai mouse gaming! Jadi kamu tidak perlu lagi meragukan kehalusan yang dihasilkan oleh Void (S40) ini. Main game apapun jadi semakin percaya diri.

Sesuai Selera

Sades Void

Diberkati backlight RGB, Sades Void (S40) dapat menyesuaikan selera penggunanya berkat kustomisasi yang mudah. Ada banyak pilihan mode RGB yang bisa kamu atur melalui tombol RGB yang terdapat di bagian bawah mouse Sades Void (S40) atau bisa juga diatur melalui software yang bisa kamu download di bawah.

Selain mode RGB yang bisa dicustom, DPI Sades Void (S40) juga dapat diatur melalui tombol di sebelah kiri mouse ini. Jadi kamu bisa sesuaikan kecepatan DPI sesuai keinginan atau game yang ingin kamu mainkan.

Kabel Lebih Baik?

Sades Void

Sades Void (S40) Gaming Mouse ini menggunakan koneksi wired atau kabel dengan koneksi USB 2.0. Bukan tidak ingin tertinggal dalam teknologi, namun akurasi yang dihasilkan Sades Void (S40) sangat lah akurat karena menggunakan koneksi wired. Apalagi, Sades Void (S40) ini memiliki kabel sepanjang 1.8 m braided cable.

Resmi diluncurkan, Sades Void (S40) dibandrol seharga Rp480.000, namun ada promo spesial launching sebesar 50% jadi hanya seharga Rp240.000 saja! Promo ini hanya ada di Sades Official Store.

Indonesian Living Legends Apex Mobile Memasuki Season 2 dengan Total Hadiah 50 Juta Rupiah

GAMEFINITY.ID, Jakarta – Turnamen eksebisi Apex Legends Mobile untuk tim Indonesia kembali lagi hadir, Indonesian Living Legends sudah resmi akan memulai Season keduanya pada September 2022. Dengan total hadiah sebesar 50 juta rupiah, pertandingan ini memberikan slot kepada 1.500 tim untuk mendaftarkan tim mereka, dan tentunya melawan tim komunitas lainnya.

Pada musim kali ini, Living Legends mengusung tema #BerkibarlahBenderaku dimana . mengangkat perjuangan para pemain dalam merebut gelar juara membawa bendera tim masing-masing, sama seperti semangat para pahlawan yang berjuang di masa lalu..

Indonesia Living Legends

Jadwal, Format, dan Cara Mendaftarkan Tim di Indonesian Living Legends Season 2

Di musim kedua ini, acara #IndonesianLivingLegends bersama Codashop akan dilaksanakan selama 2 bulan, tepatnya dari bulan September 2022 sampai November 2022. Akan ada 5 gelombang, di mana masing-masing memiliki total hadiahnya senilai Rp 50.000.000.

Baca juga: Mengenal Karakter BloodHound Apex Legends, Guide Gameplay

Setiap gelombang memiliki total hadiah 10 juta rupiah, dan setiap tim hanya bisa mendaftarkan diri di dua gelombang saja. Jadi pastikan kalian menyusun jadwal dengan baik, agar tidak bentrok dengan kegiatan sehari-hari.

Indonesia Living legends Season 2

Berikut jadwal pertandingan yang akan dilakukan selama Season 2 ini:

  • Gelombang 1: 10 September 2022
  • Gelombang 2: 24 September 2022
  • Gelombang 3: 8 Oktober 2022
  • Gelombang 4: 22 Oktober 2022
  • Gelombang 5: 5 November 2022

Gelombang 1 sendiri sudah membuka pendaftaran dimulai pada 31 Agustus 2022.

Tidak lupa juga, setiap gelombang yang dimainkan akan ditemani dan diramaikan oleh 3 caster seru, yaitu Nona Berlian, Paparico, dan juga Lantjhip. Pastinya kalian bisa menyaksikannya di YouTube RevivaLTV.

Bagi yang ingin mendapatkan informasi lebih lagi, kalian bisa masuk langsung ke Discord Apex Legends Mobile, dan follow Instagram RevivaL Tournament. Tentunya kalian juga bisa menemukan beberapa informasi yang memiliki hashtag #ApexLegendsMobile dan #ApexMobileIndonesia.

Kanto Region dari Pokemon Red dan Blue Remade By Fans

GAMEFINITY.ID, Yogyakarta – Baru-baru ini, ratusan pixel artist yang tergabung dalam komunitas Retro Redrawn telah membuat ulang map kanto region dari Pokemon Red & Blue. Retro Redrawn sendiri merupakan sebuah website yang mempunyai tujuan untuk me-remake game-game retro dengan sentuhan pixel art yang lebih modern. Sebelum membuat ulang region kanto dari Pokemon Red & Blue tersebut, Retro Redrawn telah lebih dahulu membuat ulang peta Johto Region dari Pokemon Gold & Silver serta Hyrule dari The Legend of Zelda.

Dengan map yang bisa diakses secara penuh menggunakan browser yang telah kompatibel dengan WebGL. Pengunjung bisa melihat map dari kanto region secara penuh dan melakukan zoom sampai detail ke map tersebut layaknya menggunakan Google Maps. Untuk bisa melihat map Kanto Region buatan Retro Redrawn tersebut, anda bisa langsung mengakses websitenya.

Baca Juga: Mengasah Kemampuan Berpikir Lewat Permainan Kartu Pokémon

Project Kanto Redrawn dari Pokemon Red & Blue

Lihat Langsung Project Kanto Redrawn DISINI

Project Kanto Redrawn sendiri merupakan sebuah karya pixel art yang dibuat oleh kolaborasi dari para pixel artist di seluruh dunia. Retro Redrawn sendiri menjelaskan bahwa tujuan utama dari project ini adalah memberikan sentuhan visual pixel art modern untuk Kanto Region dari Pokemon Red & Blue sekaligus memberikan unsur nostalgia.

Pokemon Red & Blue sendiri merupakan series pokemon pertama yang rilis pada 1996 untuk console handheld Gameboy. Sama seperti franchise pokemon saat ini, game ini sendiri dibuat oleh developer Game Freak dengan Nintendo sebagai publisher-nya. Pokemon Red & Blue sendiri pertama kali rilis dengan nama Pokemon Red & Green yang muncul di Jepang. Game tersebut muncul lebih dahulu sebelum Pokemon Red & Blue rilis di United States dan Kanada pada tahun 1998.

Untuk orang yang pernah mempunyai console Gameboy dan memainkan kedua game tersebut, melihat project redrawn dari Retro Redrawn ini tentunya memberikan kesan nostalgia yang sangat mendalam. Apalagi, kedua game tersebut merupakan pionir dari seri pokemon dan menjadi game terbaik pada jamannya.

Beberapa Screenshot Project Kanto Redrawn

Pokemon
Screenshot Kanto Region 1
Pokemon
Kanto Region 2
Pokemon
Kanto Region 3

Project Kanto Redrawn ini hanyalah sekedar project fan art yang tidak memiliki izin atau keterkaitan dengan pemilik lisensi aslinya yaitu Nintendo. Para fans tetap berharap Map kanto versi Retro Redrawn ini bisa diadaptasi ke dalam game-nya. Para komunitas dan fans pokemon juga memberikan apresiasi atas dedikasi dan kerja keras Retro Redrawn dan semua pixel artist yang telah berbartisipasi dalam project ini.

Update informasi menarik lainnya seputar review game hanya di Gamefinity. Gamefinity.id menyediakan jasa top up dan voucher game dengan cara yang mudah dan pastinya terjangkau.

Penjelasan 3 Genre Racing Game: Arcade, Sim, dan Simcade

GAMEFINITY.ID, Kota Batu – Arcade, Sim, dan Simcade, 3 kata tersebut merupakan sebutan genre yang ada di racing games saat ini. Seiring dengan perkembangannya teknologi, racing games dibedakan menjadi tiga sesuai dengan karakteristik permainannya masing-masing.

Dari sekian banyak racing games yang tersedia, kira-kira apa ya yang dibagi oelh tiga genre di atas? Yuk, simak penjelasannya.

Arcade Racing Game

Burnout Racing Games | Steam
Burnout, Salah Satu Contoh arcade Racing Game | Steam

Arcade racing game merupakan sebuah genre yang mungkin telah banyak dimainkan oleh orang awam yang hanya bermain game untuk mengisi waktu.

Racing game berjenis arcade sendiri merupakan sebuah racing game yang lebih mengutamakan aspek fun ketimbang realistis. Maksudnya adalah, permainannya lebih berisi hal-hal yang di luar teori fisika yang ada di dunia nyata.

Kebanyakan racing game mengusung genre ini. Tujuannya adalah untuk menjangkau pasar yang lebih luas karena permainannya yang lebih mudah. Selain mudah, permainan di genre arcade terkadang juga terkesan immersive dengan berbagai tabrakan dan lainnya.

Contoh game yang merupakan arcade racing game adalah Burnout dan Asphalt.

Baca Juga: Rhythm Console yang Bahkan Lancar dimainkan di Emulator

Sim (Simulation) Racing Game

AC Racing Game | Steam
Assetto Corsa, Salah Satu Sim Racing Game di Pasaran | Steam

Berbeda jauh dengan arcade, sim racing game memiliki gaya permainannya sendiri. Dapat dikatakan, sim racing game merupakan kebalika 180 derajat dari arcade.

Ketika arcade lebih memikirkan aspek fun di dalamnya, sim racing game lebih mengutamakan aspek realistis. Berbagai aspek diperhatikan dengan teliti, mulai dari tekanan ban, pengaturan bumper, bensin, dan yang lain. Para pemainnya biasanya mengesampingkan aspek “fun” untuk bersenang-senang. Mereka biasanya terhibur dengan simulasi mereka seperti mengendarai mobil asli di dunia nyata.

Permainannya sendiri juga dibuat berdasarkan apa yang ada di dunia nyata. Para pengembang sim racing game akan mengarahkan game-nya serealistis mungkin mendekati dunia nyata. Dan biasanya, para sim racing game juga menghadirkan laser scanned track yang memindai sirkuit asli dan dijadikan digital untuk dimasukkan ke dalam game.

Contoh dari sim racing game adalah iRacing, rFactor 2, dan Assetto Corsa.

Baca Juga: Black: Sebuah Hidden Treasure dalam Perkembangan FPS Konsol

SimCade Game

FH Racing Game | Steam
Forza Horizon, Sering Disebut Sebagai SimCade oleh Banyak Orang | Steam

SimCade merupakan gabungan dari kedua genre yang telah disebutkan tadi. Biasanya game dengan genre ini berfokus untuk memberikan pengalaman balapan yang mudah namun dengan aspek fisik yang sesuai dengan dunia nyata.

Biasanya Simcade sulit dibedakan dengan sim racing game. Namun, ada satu pembedanya, yaitu feel berkendara yang ada di dalamnya. Simcade akan terasa mudah untuk dikendalikan. Hingga saat ini masih ada perdebatan batasan antara Simcade dan Simulation racing game. Contoh yang paling sering disebut Simcade di internet adalah Gran Turismo, F1, dan Forza Horizon.