Category Archives: Game

Review Hotline Miami: Game Brutal Penuh Pesan Moral

GAMEFINITY.ID, Kota Batu – Bagi yang pernah mempunyai PS VITA, kemungkinan besar akan mengetahui game ini. Hotline Miami, sebuah game indie besutan Dennaton Games dan dipublikasikan oleh Devolver Digital. Meskipun Hotline Miami sudah mempunyai sekuelnya, namun kali ini kita akan membahas tentang game aslinya yang membuat namanya melejit.

Pada masanya, Hotline Miami sering mendapatkan kritik tentang tema yang dibawanya dapat dibilang sadis. Banyak yang beranggapan bahwa game ini hanya tentang kekerasan dan membunuh orang. Namun, pada kenyataannya Hotline Miami membawa sebuah pesan yang lebih mendalam dari sekedar membunuh orang.

Interface Hotline Miami

Menu Hotline Miami | Personal Archive
Main Menu dari Hotline Miami | Personal Archive

H0tline Miami mempunyai interface yang sederhana di menu utamanya. Semuanya terasa to the point tanpa ada basa-basi lainnya. Menu utama pada game ini memiliki gaya yang mungkin tidak disukai oleh beberapa orang. Tulisan “Hotline Miami” yang ada di menu terus bergerak dan mungkin dapat menimbulkan pusing bagi beberapa orang.

Admin Rating: 7/10 (Tidak bertele-tele, namun desainnya dapat memusingkan)

Gameplay Hotline Miami

Gameplay Hotline Miami | Personal Archive
Gambaran Gameplay dari Hotline Miami | Personal Archive

Hotline Miami memiliki sebuah gameplay yang membuatnya terkenal dengan ciri khas miliknya, cepat dan brutal. Permainan di game ini dapat dibilang fast-paced, pemain sama sekali tidak diberi kesempatan. Sekali memulai maka harus diselesaikan secepat mungkin, tidak ada waktu untuk bersembunyi atau menghindar karena musuhnya juga bergerak cepat. Jadi, jangan heran bila kalian sering mati di game ini, karena hanya dengan satu peluru karakter dipastikan mati.

Kontrol di dalam game ini juga sangat mendukung permainannya. Karena berasal dari konsol yang di-port ke PC, maka kontrolnya juga lebih enak bila menggunakan stik ketimbang keyboard.

Tutorial gerakan akan diberikan di awal setelah prolog. Setelah itu, para pemain akan bebas mengarungi berbagai level sesuka hatinya. Dan hal tersebut yang juga menjadi salah satu nilai plus dari game ini, pemain punya kebebasan tentang bagaimana cara menyelesaikan sebuah level.

Kebebasan memilih cara bermain juga ada di setiap awal level. Pemain dapat memilih topeng yang akan dipakai. Setiap topeng memiliki efeknya masing-masing. Mulai dari kecepatan jalan lebih, penglihatan lebih jauh, anti serangan anjing, dan masih banyak lagi.

Admin Rating: 10/10 (Skema kontrol yang pas ditambah musuh yang mendukung permainan fast-paced di game ini, sempurna)

Baca Juga: Review Kingdom Two Crowns: Santai Sambil Bangun Kerajaan

Story Hotline Miami

Story Hotline Miami | Personal Archive
Salah Satu Frame Dialog di Hotline Miami | Personal Archive

Agar tidak mengandung spoiler berat maka cerita kali ini akan di-review secara general. Hotline Miami berawal ketika pemain bertemu dengan 3 orang misterius. Setelah berpisah sang karakter akan menerima misi dengan mengangkat telepon setiap levelnya.

Meskipun salah satu aspek dari game ini adalah gore, namun ceritanya disini mempunyai peran untuk menyeimbangkan. Cerita dalam game Hotline Miami memiliki sebuah arti bahwa membunuh bukanlah sebuah hal menyenangkan. Sang karakter sendiri nantinya akan berhalusinasi akibat depresi yang dialaminya saat membunuh. Nantinya akan ada 1-2 level yang menunjukkan penyakit dari sang karakter.

Namun, ada salah satu sisi buruknya. Ceritanya cenderung susah untuk dimengerti untuk pertama kali. Bahkan admin perlu melihat ceritanya dua kali sebelum paham makna sebenarnya.

Admin Rating: 8/10 (Cerita sebagai penyeimbang tema gore berperan bagus, namun kadang-kadang susah dimengerti)

Grafis

Grafis Hotline Miami | Personal Archive
Detil Grafis Pixelated Hotline Miami | Personal Archive

Hotline Miami memiliki gaya grafis yang khas dengan game indie, yaitu pixelated. Meski begitu, grafis pixelated di game ini masih mampu untuk menggambarkan kondisi dengan jelas. Setidaknya karakter, musuh yang beragam, dan lingkungan dapat dibedakan secara jelas, termasuk juga detil darah di game ini.

Grafis pixelated di game ini juga ramah device kentang. Pemain yang hanya mempunyai perangkat yang punya spesifikasi rendah dapat bermain game ini dengan lancar.

Admin Rating: 9/10 (Grafis ramah device kentang dan detil dalam game masih dapat dilihat dengan jelas)

Baca Juga: Live or Die, LDOE Offline Version yang Ramah Perangkat

Audio

Dapat dibilang hanya ada satu tipe audio di game ini yang menemani pemain saat bermain. Namun, satu BGM tersebut tidak akan terasa meskipun diputar berkali-kali. BGM tersebut disamarkan dengan selarasnya fast-paced combat di dalamnya. Lalu, ada juga suara efek tembakan dan cipratan darah yang dapat menyamarkan BGM.

Admin Rating: 7/10 (Monoton meskipun dapat ditutupi oleh SFX lainnya)

Addictivity

Hotline Miami merupakan sebuah game dimana pemain diharuskan mencoba hingga berulang kali. Ditambah lagi sistem scoring yang dapat membuat permain terpacu untuk mendapat nilai yang lebih tinggi daripada sebelumnya.

Setelah tamat ada sekitar 18 level yang dapat dimainkan kembali oleh para pemain demi skor yang lebih tinggi.

Admin Rating: 10/10 (Bermain berkali-kali tidak akan bosan, pilihan level yang banyak dan sistem scoring menjadi alasannya)

Worthiness

Hotline Miami sendiri merupakan game berbayar. Bila kalian bermain di PC, kalian dapat menemukannya di Steam dengan harga penuh Rp. 90.000. Misal bagi kalian harga tersebut terlalu mahal, maka kalian dapat menunggu sale. Admin sendiri mendapat Hotline Miami di harga Rp. 18.000 saat sale berlangsung.

Admin Rating: 8/10 (Mending nunggu sale agar worth it)

Kesimpulan

Hotline Miami merupakan sebuah game fast-paced yang selain mengusung tema gore juga menyampaikan pesan moral lewat cerita yang dibawa. Audio yang monoton bukanlah sebuah masalah besar, terlebih karena harganya yang murah saat sale dan dapat dimainkan berulang kali.

Developer The Quarry Siapkan Game Horror Baru

GAMEFINITY.ID, Pati – Jika berbicara soal game narative driven horror maka Supermassive Games adalah jawabannya. Studio ini sudah cukup banyak merilis game-game narrative driven horror yang memiliki ending bercabang. Pertama kali menjadi terkenal pada 2015 dengan game Until Dawn yang bertema horror remaja. Dan pada tahun ini mereka baru saja merilis spiritual successor dari Until Dawn yaitu The Quarry.

Sama seperti Until Dawn, The Quarry juga memiliki narasi sinematik dengan berbagai pilihan yang memiliki konsekuensi jangka panjang selama permainan mereka. Pada dasarnya game ini akan memberi player pengalaman dalam memainkan film horor interaktif.

The Quarry Berhasil Bersaing dengan Until Dawn

The Quarry berhasil mendapat ulasan positif cukup banyak dari gamers maupun kritikus. Beberapa berpendapat The Quarry merupakan salah satu game terbaik dari Supermassive Game sejak Until Dawn. Sama seperti game-game dari Dark Picture Anthology, game ini juga mendukung gameplay multiplayer dimana para pemain dapat memilih keputusan terbaik dalam game-nya. Director dari The Quarry, Will Byles, baru-baru ini mengatakan kepada media VGC bahwa saat ini mereka sedang mempersiapkan game selanjutnya.

The Quarry

Ketika ditanya tentang game-nya, Byles menegaskan bahwa proyek berikutnya akan memiliki cakupan dan skala yang sama dengan The Quarry. Tak beda jauh dengan The Quarry, proyek ini akan menjadi petualangan naratif horor, di mana pemain diberi sejumlah pilihan dengan memainkan berbagai karakter di dalam game-nya. Dia menjelaskan bahwa game terbaru ini akan memiliki cerita yang lebih panjang. Mereka juga menginginkan waktu yang lebih banyak dalam pengembangan tiap karakter-karakternya.

Baca Juga : Berikan Kengerian Tersendiri, Game Horror The Quarry Sudah Tersedia di Seluruh Dunia

Masih Dengan Genre Naratif Horror

Byles kembali mengatakan bahwa game berikutnya ini kemungkinan masih akan difokuskan pada genre horor lagi. Meski begitu tim pengembang bisa saja menyimpang dari sub-genre horor remaja yang sudah dibawakan di dua game sebelumnya. Beliau menjelaskan hanya ada sedikit developer yang mampu memberikan pengalaman horror remaja dengan kejutan-kejutan yang begitu terbatas.

Berdasarkan pernyataan dari Will Byles, game berikutnya ini tidak akan memiliki jeda waktu sepanjang Until Dawn dengan The Quarry. Kemungkinan besar game terbaru dari Supermassive Games ini akan rilis sekitar tahun 2025 atau 2026. Akuisisi Supermassive Games baru-baru ini oleh Nordisk Games awal tahun ini merupakan pilihan yang tepat. Akuisisi ini pihak studio mendapatkan dukungan yang cukup banyak dalam menciptakan lebih banyak proyek game naratif bertema horor.

Bagaimana menurut kalian? Game naratif horror seperti apa yang kalian harapkan dari Studio Supermassive Games nantinya? Jika kalian ingin tahu lebih banyak berita seputar game, kalian bisa mengunjungi Gamefinity. Buat kalian yang mau gacha atau top up game kesayangan kalian bisa langsung klik Gamefinity.id

Corecell Panggil PQube,Tak Membayar Jaminan

GAMEFINITY.ID, JakartaPublisher game PQube belakangan ini kembali berulah setelah sebelumnya sempat bermasalah dengan pengembang game asal Indonesia, Toge Production atas dugaan penipuan yang dilakukannya sehingga mengakibatkan game A Space for The Unbounds ditunda perilisannya. Dianggap tidak mau memperbaiki kesalahannya, publisher PQube kini berurusan dengan pengembang asal Thailand, Corecell lantaran tidak membayar biaya jaminan yang telah disepakati sebelumnya untuk publikasi game-nya, Aeternoblade II.

Melalui laman Twitternya, AETERNOBLADE1 mengatakan bahwa PQube telah merilis Aeternoblade II untuk platform Switch, Playstation 4, serta Xbox One sejak bulan Oktober 2019 lalu dibawah perjanjian yang disepakati satu sama lain dan PQube setuju membayar jaminan minimum kepada kami. Kata Corecell.

Namun pada kenyataannya, PQube hanya membayar sebagian kecil dari jaminan itu dan tak mau membayar sisanya saat kami mengirimkan game itu.

Baca juga: Review Fiktif, Valve Hapus Akun Akun Kurator Meresahkan 

Corecell Sebelumnya Telah Melakukan Mediasi Namun Tak Membuahkan Hasil

Corecell Aethernoblade II
Banner game Aethernoblade II besutan Corecell

Ia (Corecell) mengklaim bahwa dirinya telah bermediasi dengan PQube untuk menemukan win-win solution, akan tetapi mediasi yang telah dilakukannya tidak berhasil dan memutuskan untuk memutus kontrak kesepakatan penerbitan pada bulan Septermber 2020 lalu. Corecell juga mengklaim bahwa pihak PQube juga menolak untuk melepaskan hak penerbitan tersebut dan tetap diperjualbelikan di negara Eropa sehingga PQube tetap menghasilkan uang disana.

Corecell juga mengklaim bahwa PQube kembali menawarkan hak untuk penerbitan platformnya jika pengembang merahasiakan situasi tersebut.

“Kita tahu bahwa hal tersebut tak beres bagi kami, tetapi sebagai pengembang independen yang kecil, kami tak sanggup membayar pengacara hokum untuk penyelesaian masalah di luar negeri,” kata Corecell .

Ia juga mengatakan bahwa Corecell tetap akan mengembangkan beberapa game terbaru lainnya dengan fokus utama Puzzle Aksi dengan menambah beberapa patch update dan konten-konten terbaru. Corecell juga menambahkan jika mereka harus mengambil pekerjaan di tempat lainnya untuk memulihkan keadaan finansial disana akibat tidak diterimanya penghasilan mereka di negara Eropa.

Terungkap Motif Kotor PQube

Pernyataan twitter
Pernyataan Corecell di akun resminya, menganggap PQube telah menyelewengkan dana untuk membayar sisa jaminan yang telah disepakati

Trik busuk itu rupanya telah dibongkar oleh Toge Production, ia mengungkapkan modus yang dilancarkan oleh penerbit asal Inggris Raya tersebut dengan menawarkan kontrak perjanjian kepada korban dengan iming-iming uang jaminan dengan jumlah yang menggiurkan.

Menjadi alasan mengapa kedua pengembang tersebut terlena dengan penawaran dari PQube tersebut. Begitu perjanjian disepakati, PQube secara diam-diam memakan dana hibah yang seharusnya diterima oleh pengembang tersebut. Hal itu juga terjadi pada Corecell atas biaya jaminan yang sisanya tak dibayarkan.

Mesti hati-hati dalam memilih penerbit nih, bagaimana pendapat kalian atas kejadian tersebut?

Rhythm Console yang Bahkan Lancar dimainkan di Emulator

GAMEFINIY.ID, Bandar Lampung – Rhythm Game kini telah menjadi salah satu genre yang banyak peminat. Hampir tiap seri Rhythm mampu cross-platform. Beberapa game hanya dapat dimainkan di perangkat Mobile, Android. Kebanayakan hadir dalam platform konsol, nintendi, dan banyak lagi.

Deretan Rhythm Console yang Bahkan Lancar dimainkan di Emulator

Beberapa rhythm game membutuhkan perangkat dengan spesifikasi yang lebih baik. Hal ini disebabkan dengan visual game idol ataupun rhyhm yang cenderung penuh dengan efek. Ada beberapa game konsol yang cocok dimainkan di perangkat pengguna emulator spesifikasi rendah. Apa saja itu? Simak dibawah ini.

Baca Juga : Hatsune Miku: Project Diva, Legenda Vocaloid Dalam Genggaman

Hatsune Miku Series

Rhythm Console
Hatsune Miku Project Diva Extend – Rhythm Console yang Bahkan Lancar dimainkan di Emulator

Hatsune Miku merupakan salah satu vocaloid asal Jepang yang sangat ikonik dan terkenal diseluruh dunia. Vocaloid sendiri merupakan software atau perangkat lunak musik berupa nyanyian seorang gadis sekolahan, dan Hatsune Miku menjadi salah satunya.

Tidak lama setelah kehdaian dari Hatsune Miku sendiri, telah banyak game yang mengadaptasi dari Hatsune Miku sendiri dengan memasukkan unsur Rhythm dan beberapa musik vocaloid bawaan Hatsune Miku, salah  satunya adalah Hatsune Miku: Project Diva.

Kali ini penulis akan merekomendasikan salah satu series di Hatsune Miku: Project Diva, yaitu Hatsune Miku: Project Diva Extend yang dapat pemain mainkan di PlayStation Portable ataupun emulator yang mendukung.

Hatsune mIku: Project Diva Extend dirilis pada November 2011 dengan Dingo Inc, Crypton Future Media, Sega sebagai developer dan Sega juga yang menjadi publisher. Game ini dapat dimainkan di PlayStation Portable, dan PlayStation 3.

K-On! After School Live

Rhythm Console
K-On! After School Live – Rhythm Console yang Bahkan Lancar dimainkan di Emulator

K-On! merupakan series dari animasi Jepang yang bergenre Music, dan Slice of Life. K-On! sendiri  memiliki visual hingga alur cerita yang santai layaknya sebuah Slice of Life pada umumnya.

K-On! berkat kepopulerannya kini telah memiliki beberapa game yang salah satunya berjudul K-On! After School Live yang telah rilis cukup lama di tahun 2010-an.

Bukan hanya sebatas kepada gaya permainan rhythm-nya, namun tidak dapat disangkal juga kalau game ini menekankan pada konsep konser musik. Dalam K-On! After School Live sendiri memiliki gameplay yang cukup menarik dan lagu-lagu yang cukup variatif.

K-On! After School Live dirilis awal pada September 2010 dengan Sega sebagai publisher sekaligus pengembangnya. Game ini juga dapat dimainkan di PlayStation Portable dan PlayStation 3.

The iDOLM@STER Series

Rhythm Console
iDOLM@STER Shiny Festa – Rhythm Console yang Bahkan Lancar dimainkan di Emulator

The iDOLM@STER merupkan salah satu franchise idol yang terkenal di era-era berjayanya gameboy dan arcade game. Menjadi salah satu yang terdekat dalam urusan gameplay dengan Syn Sophia yang juga merupakan pendahulu dari Aikatsu.

Memiliki fokus game yang ditekankan pada metode rhythm, dan fokus pada konser musiknya juga. Hadir dengan banyak karakter dan alur cerita yang beragam, dan banya kustomisasi yang cukup menarik perhatian para penikmat idol game.

The iDOLM@STER Shiny Festa akan menjadi fokus bahasan dari rekomendasi penulis kali ini. The IDOLM@STER Shiny Festa sendiri merupakan salah satu series yang fleksibel dan cross-platform. Memiliki visual yang bagus dan lagu-lagu yang cukup variatif.

The iDOLM@STER Shiny Festa dirilis pada Oktober 2012 oleh BNE Entertainment dan BANDAI NAMCO Studios yang turut mengembangkan game ini. Game ini dapat dimainkan di platform IOS, PlayStation 3, dan PlayStation Portable.

Update informasi menarik lainnya seputar game hanya di Gamefinity. Gamefinity.id menyediakan jasa pengisian top up dan voucher game dengan cara yang mudah dan pastinya terjangkau.

Review Kingdom Two Crowns: Santai Sambil Bangun Kerajaan

GAMEFINITY.ID, Kota Batu – Kingdom Two Crowns, mungkin masih menjadi nama yang asing di kalangan gamers Indonesia. Kingdom Two Crowns merupakan sebuah game yang rilis pada 2018 dan dikembangkan oleh Raw Fury Games.

Pada dasarnya, game indie ini mengusung tema side-scroller dengan menggabungkan genre Adventure dan Strategi dan diberi kesan grafis pixelated. Namun, terlepas dari keasingannya di telinga orang Indonesia, Kingdom Two Crowns menjadi salah satu game indie terbaik yang ada di pasaran. Dan hasilnya, game ini dapat meraih banyak review positif dari para pemainnya.

Interface Kingdom Two Crowns

Kindom Two Crowns Pause | Personal Archive
Menu Pause dari Kingdom Two Crowns | Personal Archive

Saat memulai permainan, pemain akan langsung diarahkan menuju ke permainan dan memulai tutorial. Jadi yang kita bahwa disini adalah pause menu yang akan sering ditemui para pemain nantinya.

Pause menu dalam game ini terkesan sangat sederhana. Menu tersebut hadir dengan nuansa tombol yang berbentuk seperti scroll atau kertas catatan gulung di masa lampau. Dengan kesederhanaan tersebut juga memudahkan para pemain untuk bersantai, ditambah lagi tata letaknya yang rapi dan tidak membingungkan.

Admin Rating: 8/10 (Sederhana sesuai tema dari game-nya, meskipun kurang variasi)

Gameplay Kingdom Two Crowns

Gameplay Kingdom Two Crowns | Personal Archive
Ketika Pemain Akan Memasukkan Koin di Kingdom Two Crowns | Personal Archive

Sama seperti pendahulunya, Kingdom, Kingdom Two Crowns masih tetap mempertahankan side-scroller ciri khasnya. Tugas dari pemain adalah untuk menguasai setiap pulau yang disediakan dan mengalahkan musuh yang keluar dari portal.

Proses menguasai tersebutlah yang menjadi salah satu nilai utama dari game ini. Untuk menguasai sebuah pulau, pemain membutuhkan koin untuk mengembangkan kerajaannya. Cara untuk mendapatkan koin tersebut beragam, mulai dari memburu hewan, melakukan dagang, memberikannya pada bankir, dll.

Tidak hanya tentang mengumpulkan koin saja, di game ini pemain juga diharuskan untuk berpikir mengenai bagian mana saja yang perlu untuk dibangun atau ditingkatkan. Hal ini dikarenakan jumlah koin yang terbatas di awal game, dan juga keterbatasan pekerja yang ada.

Membahas mengenai pekerja, merekrut mereka merupakan hal yang mudah. Bayar dengan satu koin, lalu berikan mereka peran dengan harga dua koin. Namun, yang menjadikannya berharga adalah jarangnya pekerja nganggur ini spawn. Hal ini mengakibatkan pemain juga berpikir dua kali untuk memberikan peran apa terhadap masyarakatnya. Beberapa peran tersebut adalah archer, builder, farmer, dan miner. Bila sudah diberikan satu peran, pemain tidak dapat menggantinya hingga reset ketika diserang musuh.

Sebagai salah satu nilai jual game utama, developer dari Kingdom Two Crowns telah melakukan hal yang tepat dan dieksekusi dengan baik.

Admin Rating: 9/10 (Inovatif, semua kompleksitas dapat terhubung dengan baik)

Baca Juga: Hatsune Miku: Project Diva, Legenda Vocaloid Dalam Genggaman

Grafis Kingdom Two Crowns

Kingdom Two Crowns Graphic | Personal Archive
Water Reflection yang Ciamik Saat Mendung | Personal Archive

Bila tadi kita membahas gameplay sebagai salah satu nilai jual game ini, nah nilai jual keduanya adalah grafis. Memang, grafis yang ada pada game ini mempunyai gaya pixelated alias “kotak-kotak”. Akan tetapi, grafis pixelated dalam game ini cukup membuat para pemain terkesan. Mulai dari penggambaran lingkungannya yang tepat, model karakter dan sekitarnya yang rapi, dan yang paling penting adalah water reflection.

Ya, dapat dikatakan bahwa game ini merupakan salah satu game pixelated yang punya object reflection yang baik. Sungai dalam game ini mampu selayaknya memantulkan cahaya matahari maupun rembulan dengan apik.

Admin Rating: 9/10 (Grafis pixelated? Tidak masalah, karena hasilnya dapat memuaskan mata)

Audio

Nilai jual utamanya hanya dua? Oh, tentu saja tidak. Karena audio dalam game ini juga luar biasa.

BGM yang digunakan untuk mengiringi permainan terkesan cocok dengan permainannya. Musik yang dibawakan ada di antara menenangkan hingga musik intensif ala film aksi saat bertemu dengan lawan. Dan terkadang, musik BGM hampir tidak terdengar sama sekali, sehingga para pemain hanya mendengar suara alam yang ada di sekitarnya yang juga cocok dengan atmosfer game serta day and night cycle di dalamnya.

Admin Rating: 10/10 (Musik terlalu bagus, sehingga dapat terngiang-ngiang di pikiran admin.

Addictivity

Ya, game ini dapat dimainkan berkali-kali. Hal ini dikarenakan tujuan dari game ini adalah menguasai pulau dan bertahan hingga sepanjang yang disanggupi oleh pemain. Bila gagal, pemain dapat mencobanya lagi bahkan bukan dari awal, namun dari progress di pulau pertama yang sudah dibangun sebelumnya.

Admin Rating: 9/10 (Sebauh game dimana pemain dapat bermain berkali-kali, cocok untuk mengisi waktu luang.)

Baca Juga: Review Hot Lap League: Trackmania Versi Mobile

Worthiness

Kingdom Two Crowns tersedia di berbagai platform. Mulai dari Android, IOS, PC, PS4, Xbox One, dan Switch. Kalian dapat membeli Kingdom Two Crowns di Steam seharga Rp. 109.000, lalu di Android dengan harga Rp. 97.000, di AppStore dengan harga US$6.99, US$20 di PS Store, Rp. 265.000 di Xbox, dan US$20 di Switch.

Dari perbandingan harga tersebut, yang paling worth adalah untuk membelinya di Android atau AppStore. Bila kalian beruntung, kalian dapat membeli game ini di harga yang lebih murah. Misalnya PlayStore kemarin sempat memberi diskon pada game ini menjadi Rp.70.000. Dan kalau ingin bersabar lagi, kalian dapat menunggu Steam Sale dimana admin dapat game ini di harga Rp. 27.250.

Admin Rating: 6/10 (Terlalu mahal untuk ukuran dompet orang Indonesia, namun worth untuk dibeli saat sale.)

Kesimpulan

Kingdom Two Crowns merupakan sebuah game indie spesial yang meraih berbagai tanggapan positif dari para pemain. Aspek gameplay, grafis, dan audio yang semuanya bagus digabung menjadi satu dan jadilah game ini. Meski begitu, game ini dirasa tidak worth ketika dibeli dengan full price, lebih baik tunggu sale saja.

Total Admin Rating: 8,5/10

The Pokemon Company Tuntut 6 Pengembang Asal China!

GAMEFINITY.ID, Bandung – The Pokemon Company, perusahaan di balik franchise Pokemon milik Nintendo, telah menuntut enam pengembang asal China! Alasannya, game buatan keenam pengembang asal China tersebut telah melakukan plagiarisme dan pelanggaran hak cipta.

The Pokemon Company Tuntut Ganti Rugi Sebesar 72,5 Juta Dolar AS!

Dilansir South Morning China Post, The Pokemon Company mengincar ganti rugi sebesar 500 juta yuan atau setara 72,5 juta dolar AS karena sebuah game. Game tersebut berjudul Koudaiyaougai Fuke atau Pocket Monster Reissue.

Pokemon Pocket Monster Reissue
Pocket Monster Reissue di salah satu app store di China

The Pokemon Company juga menuntut keenam pengembang asal China itu menghentikan pengembangan, distribusi, operasional, dan promosi game tersebut. Tidak hanya itu, mereka juga menuntut permintaan maaf di setiap media sosial China.

Game Asal China Itu Telah Beroperasi Sejak 2015!

Pocket Monster Reissue telah tersedia di Apple App Store dan berbagai app store Android asal China (termasuk milik Tencent, Xiaomi, dan Huawei) sejak 2015. Game tersebut memiliki kemiripan persis dengan franchise Pokemon. Faktanya, keenam pengembang game itu secara gamblang menggunakan aset dan karakter Pokemon seperti Pikachu, Oshawott, dan Ash Ketchum tanpa modifikasi.

Pokemon Reissue promotional
Gambar Promosi Pocket Monster Reissue

Warganet China telah membandingkan mobile game tersebut dengan seri game Pokemon selama bertahun-tahun. Meski tidak memiliki izin resmi dari Nintendo, Pocket Monster Reissue telah sukses meraup keuntungan. Pada 2016, game tersebut menghasilkan total 300 juta yuan. Bahkan pada 2021, Zhongnan Heavy Industries, salah satu dari enam pengembang game tersebut, melaporkan kenaikan keuntungan sebesar 24,5 persen.

Baca juga: Vidio dan AKG Games Hadirkan Pokémon XY Season 17-19 di Indonesia

Tentu saja ini bukan pertama kali The Pokemon Company menuntut ganti rugi karena pelanggaran hak cipta. Perusahaan tersebut telah menuntut seorang influencer TikTok karena menjual merchandise Pokemon tanpa izin pada 2020.

Sementara itu, beberapa game Pokemon juga dikabarkan tidak tersedia di China. Pada 2017, Pokemon Go telah resmi dilarang di negara tirai bambu itu karena kekhawatiran terhadap keamanan nasional. Terlebih, pembajakan game juga masih marak di sana.

Tuntutan ini masih berlangsung di Shenzen Intermediate People’s Court. Sampai saat ini, Nintendo belum ingin berkomentar tentang kasus ini.