Category Archives: Game

Apex Legends Mobile Hadirkan Karakter Crypto!

GAMEFINITY.ID, BandungApex Legends Mobile sebentar lagi memasuki pertengahan season 2-nya. Setelah sebelumnya menghadirkan update season 2 bertajuk “Distortion” dengan karakter eksklusif baru Rhapsody, kini mereka bersiap untuk menghadirkan update season 2.5.

EA sendiri telah mengungkap judul season 2.5 dari Apex Legends Mobile adalah “Hyperbeat”. Mereka juga resmi menghadirkan karakter Crypto di versi mobile dari Apex Legends itu. Hal ini ditunjukkan pada teaser yang mereka bagikan di Twitter pada 19 Agustus 2022.

Sempat Bocor Tanpa Sengaja Oleh EA Sendiri

Sebelum resmi diumumkan, Crypto tanpa sengaja muncul di store dalam game. Ironisnya, pemain dapat membeli karakter legend tersebut.

Apex Legends Mobile Crypto Bug Fixed
Pengumuman “Crypto Store Bug Fixed”

Setelah kabar itu muncul, EA merilis pengumuman berjudul “Crypto Store Bug Fixed”. Mereka memastikan kehadiran Crypto di store saat itu murni ketidaksengajaan. Pemain yang telanjur membeli Crypto di store dalam game mendapat kompensasi berupa Syndicate Gold. EA juga memastikan Crypto akan benar-benar hadir.

Sungguh! Karakter Crypto Akan Hadir di Apex Legends Mobile!

Apex Legends Crypto
Crypto dipastikan hadir di Apex Legends Mobile

EA akhirnya resmi mengumumkan melalui laman blog-nya bahwa Crypto akan menjadi legend selanjutnya yang hadir di Apex Legends Mobile. Crypto sendiri telah melakukan debut-nya di Apex Legends season 4. Namun, Crypto telah dianggap sebagai salah satu legend kurang populer di kalangan pemain.

Crypto dideskripsikan sebagai seorang hacker andal dan ahli dalam enkripsi. Ia mengandalkan aerial drone untuk memata-matai musuhnya selama di Apex Arena. Legend bernama asli Tae Joon Park itu merupakan seorang yatim piatu yang ditinggalkan orangtuanya.

Tujuan Crypto berpartisipasi dalam Apex Games adalah demi menemukan orang yang menjebaknya sebagai pelaku pembunuhan Mia, sang saudari angkat. Ia menganggap perhatian besar seperti Apex Games merupakan tempat terbaik untuk bersembunyi.

EA juga menjelaskan terdapat beberapa perubahan untuk karakter Crypto khusus versi mobile. Salah satunya adalah drone milik Crypto akan mengikuti dirinya dan melacak musuh terdekat selama beberapa saat.

Ability passive-nya, Neurolink, membuat drone-nya mendeteksi musuh dan perangkap terdekat. Surveillance Drone, ability tactical-nya, memicunya dapat mengendalikan drone untuk mengawasi sekitar, termasuk mendeteksi squad musuh dan bahaya di battlefield. Terakhir, ultimate ability-nya, Drone EMP, dapat membuat drone-nya menembakkan EMP blast yang dapat memicu shield damage dan memperlambat musuh, serta membungkam perangkap.

Pemain berharap Crypto dapat menjadi legend yang diandalkan pemain dalam versi mobile. Pasalnya, sistem perk pada Apex Legends Mobile digadang-gadang akan menguntungkan Crypto.

Detail Lain di Season 2.5

Apex Legends Mobile Hyperbeat Battle Pass
Battle Pass untuk season 2.5

Season 2.5 dari Apex Legends Mobile juga menghadirkan berbagai update yang tidak kalah seru. Mulai dari battle pass yang dapat menghadiahkan skin senjata baru untuk Lifeline, Mirage, dan Pathfinder, hingga skin baru Rhapsody’s Underground di Store Vault.

Selain itu, rank mode akan di-reset saat season 2.5 dimulai. Tentunya akan ada ranked split baru dan berbagai Ranked Rewards. Apex Legends Mobile season 2.5, “Hyperbeat”, akan dimulai 23 Agustus 2022.

Informasi terbaru tentang game dan review game kesayangan kalian dapat dibaca di Gamefinity. Untuk melengkapi item in game kalian di Apex Legends Mobile dengan top up atau membeli voucher game murah di Gamefinity.id.

M4 Akan Dilaksanakan Di Jakarta

GAMEFINITY.ID, Jakarta – Ajang Perhelatan Mobile Legends berskala internasional ini akhirnya kembali digelar. Dilansir dari Revival TV dan One Esports, Moonton selaku penyelenggara M4 World Championship akhirnya menunjuk Indonesia dan pertama kalinya sebagai tuan rumah tepatnya di Jakarta yang digelar awal tahun depan yaitu pada tanggal 1 Januari hingga 15 Januari 2023.

Tentang M4 ini sendiri sudah banyak yang mulai penasaran dimana pastinya ajang tersebut dilaksanakan dan pada hari ini akhirnya terjawab sudah melalui pengumuman resmi yang dibeberkan oleh Moonton.

Alasan lainnya mengapa Moonton memilih Indonesia sebagai tuan rumah dikarenakan begitu banyaknya pemain dan juga penggemar Mobile Legends yang berasal dari Indonesia. Sebelumnya beredar kabar bahwa M2 akan dilaksanakan di Indonesia beberapa tahun lalu, akan tetapi dikarenakan adanya pandemi Corona 19 terpaksa event tersebut dipindah ke Singapura.

Baca juga: Pro Player Valorant Zellsis Dibanned Di Twitch

Sudah Dikeluarkan Oleh Moonton, Ini Detail Pelaksanaan M4 World Championship

Lokasi M4 Jakarta
M4 World Championship yang rencananya dilaksanakan di Jakarta

Berdasarkan pengumuman resmi yang dibocorkan oleh Moonton dan akun resmi MPL id di Instagram M4, kompetisi berskala global tersebut dilaksanakan di Indonesia tepatnya di Jakarta yaitu pada tanggal 1 sampai dengan 15 Januari 2023. Ada 16 negara yang akan berpartisipasi dalam pertandingan tersebut diantaranya Indonesia, Malaysia, Singapura, Filipina, Myanmar, Kamboja, Thailand, Laos, Vietnam, Turki, Amerika Serikat, Brasil, Timur Tengah, dan beberapa negara Amerika Latin. Nah Turki dan Timur Tengah ini pertama kalinya bergabung di M4 ini lho.

Kesemua negara yang telah disebutkan di atas akan bersaing untuk memperebutkan hadiah utama atau prize pool yakni piala M4 tentunya dan uang tunai sebesar 800 ribu dolar Amerika atau setara dengan 11 Milyaran rupiah. Angka yang cukup fantastis walau tak sebesar The International pada DOTA 2 yang bernilai 1,5 jutaan dolar Amerika atau 22 Milyar Rupiah.

Informasi yang diberikan oleh Moonton ini masih sebatas pada lokasi dan tanggal pelaksanaannya saja, informasi mengenai venue atau arena pertandingan dan harga tiket akan dikabarkan di waktu mendatang. Apakah Indonesia bakal kembali merebut piala seperti pada waktu M1 2019 yang lalu?

Asus Tarik Motherboard Z690 Hero Karena Kapasitor Terbalik

GAMEFINITY.ID, Bandung – Januari lalu, seorang YouTuber bernama Buildzoid di channel mendapati Asus memasang salah satu kapasitor secara terbalik di motherboard Z690 Hero. Temuan itu ia bagikan melalui video di channel YouTube Actually Hardcore Overclocking. Hal tersebut turut memicu bahaya yang dapat mematikan.

Apa yang Terjadi?

Tujuh bulan setelah temuan itu, Asus dan US Consumer Product Safety Commission (CPSC) akhirnya mengumumkan resmi bahwa mereka akan menarik motherboard ROG Maximus Z690 Hero. Penyebab penarikan tersebut dipicu oleh produk motherboard itu dengan mudah mengalami overheat, meleleh, dan berpotensi memicu kebakaran.

asus rog z690 hero problem
Kapasitor terbalik pada motherboard Asus ROG Z690 Hero dapat picu kebakaran

Menurut The Verge, Buildzoid menyimpulkan masalah tersebut dipicu oleh letak kapasitor yang terbalik terletak di dekat MOSFET (metal-oxide-semiconductor field effect transistor). Karena kapasitor tersebut terinstal tidak benar, polaritasnya menjadi terbalik dan memicu MOSFET malfungsi. Oleh karena itu, MOSFET di dalamnya menjadi terbakar.

Setelah kabar tersebut tersebar saat itu, Asus telah membenarkan bahwa temuan Buildzoid akurat. Asus pernah mengumumkan mereka akan bekerja sama dengan agensi pemerintah untuk membentuk sebuah program pengganti.

Sejauh ini, CPSC mendapat 10 laporan bahwa motherboard tersebut meleleh. Untungnya, tidak ada korban dan kerusakan bangunan sama sekali.

Baca juga: Pemilik ISP Lokal AS Terima Kontrak Dana Umum dari Pemerintah

Asus Memutuskan untuk Menarik Produk Tersebut

CPSC mencatat dalam pengumuman penarikan produk tersebut bahwa kurang lebih 10 ribu motherboard dengan serial number berawalan MA, MB, dan MC terdampak. Ketiga kode serial number tersebut menandakan tahun produksi 2021. Serial number tersebut dapat ditemukan di dekat power connector ber-24 pin di label putih pada bagian bawah motherboard.

Program penarikan produk komponen PC desktop sebenarnya tidak begitu umum. Namun, akhir-akhir ini terdapat banyak YouTuber yang jeli menyelidiki pemicu kegagalan komponen PC yang digunakan.

Sangat disayangkan bahwa membutuhkan tujuh bulan bagi Asus untuk mengumumkan secara resmi penarikan produk motherboard Z690 Hero. Semoga mereka dapat memuaskan pelanggan untuk menyediakan penggantinya.

Informasi-informasi terbaru dari dunia teknologi terkait dengan perangkat game hanya di Gamefinity. Kamu juga dapat menikmati kemudahan dalam membeli item game dan top up di Gamefinity.id

Steam Deck Tercebur Air? Benerin Pakai Alkohol

GAMEFINITY.ID, Pati – Sejak diluncurkan pada bulan Februari, Steam Deck telah berhasil mencuri hati para gamer di dunia. Nilai jual utama dari Steam Deck adalah fakta bahwa Steam Deck tidak hanya merupakan konsol handheld semata. Steam Deck juga memungkinkan pengguna untuk mengoperasikan Windows layaknya sebuah komputer rumahan. Namun, sama halnya dengan barang elektronik lainnya, air masih menjadi musuh utama dari perangkat elektronik.

Pakai Alkohol Untuk Perbaiki Steam Deck?

Menurut laporan dari situs PCGamesN, seorang pengguna Reddit dengan akun smallmouthbackus membuktikan bahwa Steam Deck mampu bertahan meski telah terjatuh ke dalam bak mandi.  Beliau secara bertahap membongkar isi dari konsol Valve tersebut secara menyeluruh lalu membersihkannya. Uniknya dalam membersihkan Steam Decknya, dia memakai alkohol 99%. Dia juga sempat merekam video saat sedang membokar dan memasang kembali Steam Deck miliknya. Pada bagian akhir video ditunjukkan bahwa aksi yang dia lakukan sebelumnya ternyata berhasil. Steam Deck tersebut berhasil hidup dan berjalan normal.

Steam Deck
Pengguna Reddit smallmouthbackus perbaiki Steam Deck dengan Alkohol

Durability Konsol Valve

Seblumnya seorang youtuber dengan nama channel JerryRigEverything telah membuktikan ketahanan Steam Deck. Meski begitu tetap saja jika suatu perangkat elektronik terkena air sudah pasti akan menyebabkan kerusakan. Fakta bahwa smallmouthbackus menggunakan alkohol untuk membersihkan Steam Deck terbilang cukup aneh. Tapi kenyataannya kandungan isopropil dalam alkohol dikatakan memang mampu mengurangi potensi kerusakan yang disebabkan oleh air. PCGamesN menambahkan bahwa ini bukan cara yang pasti dan benar dalam memperbaiki elektronik, namun nambaknya telah berhasil dalam kasus Steam Deck ini.

Ini bukan pertama kalinya seseorang mengotak-ngatik perangkat portable ini. Sebelumnya sempat ada seorang youtuber yang berhasil menambahkan GPU eksternal ke Steam Deck. Steam Deck pun berhasil berjalan sebagaimana mestinya. Meskipun dari pihak pengembang sendiri tidak disarankan untuk mengotak-ngatik atau memodifikasi steam deck demi menjaga durabilitas konsol tersebut.

Steam Deck menjadi produk hardware paling sukses yang dimiliki Valve sekarang ini. Kemampuannya yang tidak hanya sekedar untuk bermain game dimana saja, namun mampu menjalankan sistem operasi windows merupakan bukti superioritas dari Steam Deck.

Jika kalian ingin tahu lebih banyak berita seputar game, kalian bisa mengunjungi Gamefinity. Buat kalian yang mau gacha atau top up game kesayangan kalian bisa langsung klik Gamefinity.id

Casual Player Apex Legends Anggap Pro Player Kacaukan Gameplay

GAMEFINITY.ID, Bandung Apex Legends telah memasuki season 14 yang bertajuk Hunted pada 9 Agustus 2022 lalu. Game battle royale besutan EA itu telah mengejutkan penggemarnya dengan menghadirkan berbagai konten baru seperti biasa. Salah satunya hadirnya karakter legend baru Vantage.

Ironisnya, Apex Legends sering sekali memicu pro dan kontra. Salah satunya adalah keluhan baik dari pemain pro dan casual. Perdebatan tersebut juga baru-baru ini dilaporkan oleh Kotaku.

Apex Legends Tidak Ramah Pemain Casual?

EA dan Respawn Entertainment sudah sebaik mungkin menambah berbagai weapon adjustment dan map fixes agar pemain mendapat pengalaman terbaik. Namun, beberapa pemain, khususnya kalangan casual, mengeluhkan sistem matchmaking yang tidak adil.

Apex Legends matchmaking
Progress matchmaking di Apex Legends

Salah satu keluhan muncul dari pengguna Reddit Azrael462. Menurutnya, pemain ber-ranking rendah tidak seharusnya bermain bersama pemain yang memiliki rank lebih tinggi. Ia juga menekankan game battle royale itu sudah menggunakan sistem skill-based matchmatching yang seharusnya melakukan match dengan pemain yang memiliki rank sama.

Ini menjadi keluhan terbesar di kalangan pemain casual Apex Legends. Pasalnya, pemain casual sering sekali terpaksa bermain dengan pro player dalam sebuah match. Lebih parahnya lagi, salah satu pro player itu sudah memiliki rank Apex Predator.

Rank Apex Predator sendiri adalah rank ke-tujuh dan teratas dalam sistem rank Apex Legends. Cara mendapatkannya, pemain wajib menjadi pemain top 750 dalam platform tertentu dan mencapai lebih dari 15000 rank point. Apex Predator sendiri dianggap sebagai gelar bagi pemain yang telah jago dalam bermain Apex Legends. Tentunya untuk mendapat rank itu bukan main-main lagi, tetapi reward-nya bisa dikatakan sangat besar.

Baca juga: Apex Legends Battle Royale Terkompetitif, Kata Dr Disrespect

Self-Revive Telah Dihapus!

Pemain pro juga telah mengeluhkan sistem matchmaking itu telah rusak. Namun, mereka juga mengeluhkan self-revive telah dihapus pada season 14.

Self-revive sendiri telah hadir pada awal Apex Legends rilis. Untuk mendapat fitur itu, pemain wajib mendapat Gold Knockdown Shield untuk menghidupkan kembali karakternya. Ironisnya, pemain menganggap fitur itu sebagai overpowered. Tidak heran, Respawn Entertainment menghapus fitur itu pada awal season 14. Padahal fitur itu dapat menguntungkan pemain casual yang belum begitu pandai bermain Apex Legends.

Pro player mempercayai dihapusnya self-revive menjadi salah satu faktor sistem rank game battle royale buatan Respawn Entertainment itu penuh kekacauan. Beberapa konten kreator seperti Lucky Chappy menyindir pro player lain yang egois dalam mengeluhkan segalanya.

Meski Keluhan Bertebaran, Jumlah Pemain Justru Capai Rekor!

Berbagai keluhan dan upaya boikot pun bertebaran. Upaya boikot tersebut sempat menggembarkan internet hingga #NoApexAugust menjadi trending. Akan tetapi SteamDB mencatat bahwa Apex Legends telah dimainkan secara serentak sebanyak 510.286 pemain di Steam pada peluncuran season 14. Ini adalah rekor baru yang telah dicapai Apex Legends semenjak peluncurannya di Steam.

Tampaknya EA dan Respawn Entertainment masih enggan berkomentar tentang keluhan matchmaking oleh berbagai pemain Apex Legends. Apakah mereka akan mengatasinya segera atau pada season selanjutnya kelak?

Nintendo Dalami Kasus Pelecehan Perusahaan

GAMEFINITY.ID, Jakarta – Kasus pelecehan seksual di tempat kerja menjadi hal yang paling ditakuti oleh karyawan sehingga korban merasa diintimidasi, siapa saja bisa menjadi korban maupun pelaku tidak pula memandang jenis kelamin walau didominasi oleh kaum wanita. Kejadian kurang menyenangkan ini terjadi pada perusahaan video game kenamaan asal Jepang, Nintendo yang bercabang di Amerika Serikat, diketahui cabang ini yang bertanggung jawab terhadap franchise Nintendo berbahasa Inggris. Pihak internal perusahaan saat ini tengah menyelidiki klaim atas pelecehan yang terjadi di kantornya.

Melalui Kotaku, dijelaskan oleh Presdir Doug Bowser bahwa Nintendo mengakui liputan media yang mengklaim perilaku karyawannya. “Kita memiliki kebijakan ketat  yang dirancang untuk melindungi para karyawan dan rekan kami dari perilaku ataupun hal–hal yang tidak pantas dan mengharapkan untuk mematuhi kebijakan kami seutuhnya oleh semuanya yang telah bekerja di perusahaan kami.” Kata Bowser.

“kami telah menyelidiki segala tuduhan yang kami ketahui dan kasus pelecehan ini sedang kita selesaikan.“ Lanjut Browser menutup perkataannya.

Berita terkait: Alasan Nintendo Tak Menaikkan Harga Switch

Berikut Klaim Atas Pelecehan Yang Terjadi Oleh Karyawannya Di Nintendo

Ilustrasi Pelecehan seksual Nintendo
Pelecehan seksual

Saat ini Nintendo dikecam atas perlakuan tak senonoh yang dilakukan oleh oknum terutama pada pekerja wanita. Disusul klaimnya bahwa Nintendo merupakan Area yang tak ramah terhadap wanita dengan pelecehannya. Beberapa mengatakan bahwa mereka menganggap kantor tempat mereka bekerja selama ini menjadi area prostitusi sehingga menimbulkan perasaan takut dan trauma. “Nintendo sudah seperti neraka saja,” kata karyawan tersebut.

“Ekspektasiku ternyata tak sesuai harapan selama ini, padahal waktu itu saya sangat senang dan bersemangat ketika diterima disini (Nintendo)” imbuh pekerja lainnya.

Masih banyak lagi tindakan diskriminatif lainnya yang menyebabkan direndahkannya martabat kaum wanita, ketika dilaporkan kepada atasannya mereka justru membiarkannya dan diberi tahu kalau mereka harus tangguh selama bekerja sebagai penguji produk.

“Saya seakan tidak dihormati dan direndahkan,” jelas korban.

Begini Tanggapan Bowser Atas Perlakuan Tak Pantas Yang Diterima Karyawannya

Sebelumnya pada bulan November 2021 yang lalu, Nintendo mengecam atas tindakan pelecehan di Activision Blizzard. menurutnya tidak sesuai dengan standar operasional yang diikutinya “Bersama dengan kalian semua, saya telah mengikuti perkembangan terakhir dengan Activision Blizzard atas pelecehan seksual yang dilakukan di perusahaan tersebut. Saya menemukan akun tersebut mengganggu. Ini tidak sesuai dengan nilai dan kebijakan Nintendo.”