Category Archives: Game

Fallout Shelter, Kehidupan Evakuasi di Bunker Bencana Alam

GAMEFINITY.ID, Bandar Lampung – Fallout Shelter merupakan RPG bermekanisme Manage Construct yang dapat dimainkan di lintas platform, salah satunya di Mobile. Game ini dirilis pada Juni 2015 oleh Bethesda Studios. Fallout Shelter dapat dimainkan di platform Android, IOS, Windows, XBOX One, Nintendo Switch, dan Playstation 4.

Sinopsis Fallout Shelter, Kehidupann Evakuasi di Bunker Bencana Alam

Vault-Tec Corporation atau industri Teknologi Kubah merupakan salah satu perusahaan yang bergerak dalam aspek sumber daya manusia dan lingkungan hidup,

Vault-Tec sendiri merupakan industri yang bergerak untuk melestarikan dan mempertahankan populasi manusia yang diambang kemusnahan akibat wabah. Vault-Tec juga yang menyediakan fasilitas bertahan hidup ditengah gurun.

Vault-Tec sebagai sebuah industri memiliki sebuah bunker tiap penjuru dunia. Bunker yang berfungsi sebagai tempat tinggal dan bertahan hidup bagi pengungsi yang akan dikenal dengan nama Dwellers.

Gameplay (9/10)

Review Fallout Shelter
Gameplay – Fallout Shelter, Kehidupann Evakuasi di Bunker Bencana Alam

Fallout Shelter merupakan salah satu game yang menghadirkan sedikit unsur permainan peran atau yang biasa dikenal dengan RPG dan fokus terhadap gaya bermain Construction and Manage Game. Menjadi salah satu dari game simulasi yang terlihat seperti game Online, namun pada kenyataannya dapat dimainkan secara Offline berkat mode Single-player.

Fallout Shelter memberikan mekanisme gameplay game membangun dengan latar berupa dataran terbuang atau tercemar. Dihadapkan dengan sekelompok orang yang berusaha untuk bertahan hidup dari sulitnya kehidupan di Wateland. Hal ini mendukung salah satu korban atau main character untuk membangun sebuah shelter bawah tanah untuk dikelola dan jadi tempat perlindungan orang banyak.

Walau ditampilkan layaknya game Idle, Fallout Shelter tidak memberikan fitur layaknya game Idle yang dapat ditinggalkan keluar game oleh pemain sampai ketika akan ada syarat tertentu yang dapat melakukan fungsi ini.

Dalam Fallout Shelter, pemain akan dipaksa untuk menjalankan, membangun, hingga mengembangkan sebuah shelter bawah tanah yang berfungsi sebagai tempat perlindungan para pengungsi.

Sebuah shelter yang berisi fasilitas seperti pembangkit listrik, pembangkit air, tempat makan, hingga tempat istirahat atau living room. Dalam mengelola tempat dan ruangan tersebut, pemain akan mengendalikan segelintir orang yang nantinya akan turut membantu mengelola kebutuhan sumber daya selama tinggal di dalam shelter. Segelintir orang tersebut bukan lain adalah pengungsi itu sendiri, yang turut membantu sebagai balas jasa atas tempat tinggal.

Dalam mengelola shelter juga, pemain harus mampu untuk menyeimbangkan diagram bar yang sangat berpengaruh terhadap kelangsungan hidup isi shelter seperti, air, listrik, makanan, dan tingkat mood penghuni.

Graphic (9/10)

Review Fallout Shelter
Graphic – Fallout Shelter, Kehidupann Evakuasi di Bunker Bencana Alam

Fallout Shelter hadir dengan visual yang lebih dari cukup untuk game construct sejenisnya. Tampil dengan visual bersudut pandang Side-Scrolling, sebuah sudut pandang yang kebanyakan digunakan dalam game platformer seperti Mario Bros, Alto, dan banyak lagi.

Memiliki penggambaran yang cukup detail dan pastinya nyaman dimata. Selain itu juga penggambaran karakter yang disebut Dwellers atau pengungsi ini terlihat sederhana dan memiliki gaya pelukisan Western.

Ada satu hal yang unik di Fallout Shelter dalam aspek visual yaitu, mendukung fungsi zoom dan juga mampu mendeteksi gerakan perangkat layaknya gyro. Sehingga pergerakan maupun jangkauan sudut pandang yang dapat di telusuri hingga titik buta dari persfektif ini.

Control (9/10)

Sebagai game Mobile yang hanya mengandalkan Touchscreen, Fallout Shelter hadir dengan gaya pengeksekusi layaknya game strategy seperti SimCity. Jadi lebih kurangnya hanya akan dijelaskan sedikit metode pengeksekusi umum dari game ini.

Mengandalkan Tap and Drag sebagai eksekusi utama kontrol. Tap yang memiliki fungsi paling banyak, sebuah fungsi untuk melakukan eksekusi umum seperti, melihat status Dwellers, room, dan banyak lagi.

Drag disini hanya berfungsi saat kondisi tertentu, salah satu kondisinya seperti memindahkan Dwellers untuk ditempatkan pada ruangan tertentu atau membiarkan Dwellers keluar shelter untuk berkelana Wasteland.

Addictive (7/10)

Review Fallout Shelter
Addictive – Fallout Shelter, Kehidupann Evakuasi di Bunker Bencana Alam

Sebagai game RPG bergaya construct manage, Fallout Shelter memiliki tingkat menyenangkan yang cukup tinggi. Sayangnya ada sedikit hal yang cukup menyulitkan dari game ini, salah satunya ialah ketiadaan fungsi Idle pada game ini.

Sebagai game Mobile, Fallout Shelter cukup menyenangkan. Namun ada sedikit kendala pada saat pemain Offline atau tidak memainkan game ini. Fallout Shelter tidak mendukung fungsi Auto Farm yang dapat berfungsi ketika pemain meninggalkan permainan.

Music (8/10)

Fallout Shelter sebagai RPG construct manage turut hadir dengan efek-efek suara dan musik yang cukup menyenangkan, menarik, dan ramah di telinga. Aspek satu ini cukup menjanjikan bagi Fallout Shelter.

Hadir dengan latar musik yang biasa saja, namun dikemas dengan sangat baik dan juga penyesuaian maupun pemilihan latar musik yang sesuai dengan background atau latar tempat pada Fallout Shelter.

Selain BGM, Fallout Shelter juga turut hadirkan sound effect yang cukup ramai dan sedikit terkesan berisik. Seperti game sejenis pada umumnya, Fallout Shelter hadirkan efek suara pada saat lakukan eksekusi kontrol, dan juga ada sound effect berbeda tergantung dari ruangan yang di singgahi.

Baca Juga : Review Rebel Inc, Invasi Game Berkedok Pemberontakan

Kesimpulan

Fallout Shelter menjadi salah satu game bergaya manage construct dengan latar bawah tanah yang worth untuk di mainkan di perangkat Mobile tanpa takut kehabisan data internet. Berikut kelebihan dan kekurangan Fallout Shelter yang dapat penulis sampaikan.

Kelebihan

Hadir dengan berbagai kelebihan yang terpusat pada mekanisme penggerak visual yang ada Fallout Shelter. Hal ini menjadi nilai tambah untuk Fallout Shelter yang tidak hanya mengandalkan fungsi Zoom saja.

Fitur Gyro berfungsi dengan sangat baik, mengingat sekalipun beberapa perangkat tidak memiliki fungsi Gyro bawaan, tetapi Fallout Shelter mampu memberikan pengalaman bermain tersebut secara keseluruhan.

Kekurangan

Sedikit kekurangan dari Fallout Shelter yang dapat penulis sampaikan pada paragraf ini. Pengalaman pemain yang lebih dari cukup untuk memberikan penilaian kurang dari Fallout Shelter.

Sebagai game bergaya Idle dengan mekanisme manage construct, Fallout Shelter tidak memberikan fitur Offline untuk permain. Sebuah fitur yang memungkinkan untuk pemain dapat meninggalkan permainan, dan permainan akan bekerja secara otomatis.

Tetapi hal ini dapat ditutupi dengan hadirnya karakter favorit andalan pemain, yaitu Mr. Handy. Mr. Handy adalah sebuah karakter robot yang memiliki fungsi Auto-collect dan sangat teramat berguna dalam Fallout Shelter.

Pemain dapat meninggalkan permainan tanpa harus aktif bermain secara intens, karena pekerjaan utama pemain dalam mengambil resource telah digantikan oleh Mr. Handy yang bekerja secara otomatis.

Sayangnya Mr. Handy cukup sulit untuk didapatkan. Ada dua metode cara mendapatkan Mr. Handy yaitu dengan membeli dengan cara top-up atau melalui box secara gacha, gacha yang memiliki persentase dengan nilai koma untuk mendapatkannya.

Untuk Fallout Shelter, Total Score yang dapat penulis berikan adalah 8,4.

Sekian Review Fallout Shelter yang dapat penulis sampaikan.

Update informasi menarik lainnya seputar review game hanya di Gamefinity. Gamefinity.id menyediakan jasa pengisian top up dan voucher game dengan cara yang mudah dan pastinya terjangkau.

Pengembangan Game Lokal Tidak Perlu Intervensi Pemerintah

GAMEFINITY.ID, Kota Batu – Akhir-akhir ini, banyak yang memperbincangkan tentang kebijakan PSE yang diberlakukan Kominfo beberapa hari yang lalu, dan salah satu bidang yang diperhatikan adalah game lokal. Seperti yang kita tahu sendiri, bahwa platform distribusi game telah diblokir oleh pemerintah. Sebut saja Steam milik Valve, Origin milik EA, dan EGS milik Epic Games, pada waktu artikel ini ditulis, pemblokiran terhadap Steam sudah dinormalkan.

Dalam jangka waktu yang sama, salah satu petinggi Kominfo mengatakan bahwa bila beberapa aplikasi yang telah diblokir tersebut tidak mendaftar, maka akan ada penggantinya yang dibuat oleh anak bangsa. Salah satu targetnya adalah membuat marketplace game khusus developer lokal. Apakah benar game di Indonesia memerlukan bantuan dan intervensi pemerintah untuk berkembang?

Game Lokal Digital Happiness | Yahoo
Digital Happiness, Salah Satu Developer Game Asal Indonesia yang Sukses dengan DreadOut | Yahoo

Tidak lama kemudian, terdapat sebuah postingan Facebook yang juga membahas masalah yang sama. Sang author post tersebut mengatakan bahwa langkah yang diambil Kominfo merupakan hal yang benar, karena dapat menghilangkan pengaruh game luar di pasar lokal.

Membuat Platform Marketplace Sendiri untuk Game Lokal adalah Ide Buruk

Ketika mendengar rencana pemerintah untuk membuat marketplace khusus game lokal, seketika menjadi ide buruk. Mengapa hal tersebut merupakan ide buruk? Sederhana saja, karena tidak adanya persaingan. Hal yang membuat sebuah developer berkembang dalam membuat game adalah persaingan di pasar. Sebut saja persaingan PES milik Konami dengan FIFA milik EA dan CoD milik Activision dengan Medal of Honor serta Battlefield.

Dengan adanya persaingan dengan pasar luar, diharapkan developer Indonesia mampu memperbaiki diri mereka sendiri dengan standar yang semakin tinggi. Dapat dibayangkan bila saingannya hanyalah sesama game lokal, kemungkinan besar hasilnya tidak dapat besaing di pasar luar dengan standar yang lebih tinggi.

Hal lain yang perlu diperhatikan adalah waktu dan effort yang dibutuhkan untuk membuat marketplace seperti Steam. Steam sendiri perlu sekitar belasan tahun agar dikenal seperti saat ini. Epic Game Store dapat dikenal karena mereka yang selalu berbagi game gratis, tentu saja dengan modal yang tidak sedikit. Berkaca dari kedua platform tersebut dan kondisi saat ini, hampir mustahil dapat membuat sebuah platform yang besar tanpa effort dan biaya yang besar, kecuali EA saat membentuk Origin, EA tetaplah EA, mereka dapat melakukan apapun yang mereka mau.

Baca Juga: Apa yang Dibutuhkan oleh Developer Indonesia untuk Bersaing?

Dukungan Dana untuk Game Lokal? Lebih Baik untuk Sektor Lain

Banyak yang beranggapan bahwa memberikan suntikan dana untuk para developer lokal merupakan hal bagus. Dengan begitu mereka dapat memiliki budget lebih dalam mengembangkan game, tapi tidak semudah itu. Sampai saat ini Indonesia mampu mengeluarkan berbagai game di level indie. Game seperti Coffee Talk dan DreadOut merupakan 2 contoh yang terkenal.

Namun, bila dilihat dari cara pemerintah memperhatikan industri game, mereka beranggapan bahwa game indie sudah cukup untuk bersaing di pasar yang lebih tinggi. Pemerintah memberi bantuan kepada startup lokal termasuk para pengembang game lewat BIP berupa uang sebesar Rp. 200 Juta. Tentu saja budget Rp. 200 Juta adalah nominal yang kecil untuk game indie.

Sebagai gambaran budget untuk pengembangan AA game -tingkat selanjutnya dari game indie, game AA dapat menghabiskan budget Rp. 55 Milyar (development budget dari It Takes Two, salah satu AA game). Bahkan, game AAA seperti Metal Gear Solid V mempunyai budget di angka Rp. 1,2 Triliun.

Dengan budget di angka tersebut barulah pengembangan game dapat dilanjutkan ke tahap berikutnya. Namun, lebih baik pemerintah menganggarkan dana sebesar itu ke aspek lain karena masih banyak sektor yang perlu ditingkatkan sebagai negara berkembang. Meski jumlah bantuannya terkesan kurang, usaha kecil pemerintah ini dapat diapresiasi.

Lagipula pengembangan game AA dan AAA dapat dibilang tidak worth it bila hasilnya bukanlah game free-to-play. Apalagi karena target pasarnya di Indonesia.

Baca Juga: Dampak Kebijakan PSE Pada Game Di Indonesia

Lalu, Apa yang Harus Dilakukan Pemerintah?

Sebenarnya ada beberapa hal yang dapat dilakukan, tapi yang paling penting adalah biarkanlah kultur game tersebut berkembang secara natural. Saat ini Indonesia memiliki perkembangan industri game yang pesat, tinggal menunggu waktu sampai ada salah satu developer game di Indonesia dikenal di kancah internasional. Asalkan tidak ada kebijakan yang seolah-olah menghalangi hal tersebut secara langsung maupun tidak langsung.

Developer game indie dapat berkembang dengan cara yang sewajarnya. Ketika developer dapat membuat game yang menarik di level indie dan dapat memukau para developer besar, mereka akan dikontrak dan diberi suntikan dana oleh perusahaan tersebut.

Sebagai contoh adalah Turtle Rock Studio yang dikontrak Valve setelah mengembangkan Counter Strike: Condition Zero atau, Mojang yang memulai karirnya dengan Minecraft yang kemudian dibeli sahamnya oleh Xbox Game Studios.

Dukungan pemerintah selain dalam bentuk dana, dapat juga dalam bentuk seperti memperkenalkan produk game Indonesia ke mancanegara. Seperti melakukan negosiasi kerjasama dengan negara yang punya kultur game kuat, seperti Jepang dan AS. Kerjasama tersebut berupa pemberian investasi untuk game lokal dalam bentuk human resources dan anggaran. Dengan adanya kerjasama ini tentu saja akan dapat meningkatkan kualitas developer Indonesia kedepannya.

Nah, ada banyak hal yang bisa dilakukan oleh pemerintah dalam misi mebawa game lokal ke kancah internasional. Selain itu dengan kamu melakukan top up dan voucher games kesayangan kalian itu juga termasuk daam mendukung para developer games. Kalian dapat menikmati kemudahan top up dan membeli voucher games dengan murah dan proses mudah hanya di Gamefinity.id

 

Hyper Front Lite, Versi Ringan Mampu Berjalan di Semua Spesifikasi

GAMEFINITIY.ID, Jakarta – Hyper Front Lite merupakan salah satu game versi ringannya Hyper Front yang dimana Hyper Front hanya mampu berjalan di perangkat berasiktektur 64-bit, tetapi versi Lite-nya mampu berjalan di 32-bit. Game ini dirilis pada 27 Juni 2022 dan dikembangkan oleh NTES Games atau NetEase Games yang telah banyak mengembangkan game-game terkenal seperti LifeAfter. Hyper Front Lite dapat dimainkan di perangkat Mobile.

Baca Juga : Review Space Commander, Open World Bertema Kolonisasi Ruang Angkasa

Sinopsis Hyper Front Lite, Versi Ringan Mampu Berjalan di Semua Spesifikasi

Berawal dari sebuah planet di masa depan yang kental akan ilmu pengetahuan dan teknologi yang mumpuni. Sebut saja dengan nama planet Perintis.

Planet Perintis yang dilengkapi dengan peralatan dan metode hidup yang modern, tidaklah selamanya tentram selagi ada musuh berbahaya yang ingin mengambil sumber daya di planet Perintis. Petualangan para petarung perintis akan dimulai disini.

Gameplay (8/10)

Review Hyper Front Lite
Gameplay – Hyper Front Lite, Versi Ringan Mampu Berjalan di Semua Spek

Hyper Front Lite memiliki mekanisme yang tidak jauh berbeda dengan versi Hyper Front. Merupakan game First Person Shooting bergaya 5 vs 5, yang dimana tiap 10 pemain dibagi menjadi 2 tim yang terdiri atas pembela dan penyerang.

Memiliki mekanisme yang mirip dengan game Valorant, namun ini versi Mobile-nya. Hyper Front Lite mengusung gaya permainan yang nyaris serupa dengan game CSGO dan Valorant. Serupa baik dalam mode apapun, walaupun Hyper Front Lite terbagi dalam beberapa mode.

Walaupun begitu, Hyper Front Lite yang terbagi atas mode-mode tersebut, namun tiap mode hanya dibedakan dari peraturan permainannya saja. Pada intinya Hyper Front Lite menekankan mekanisme permainan 5 vs 5.

Sama seperti Valorant, Hyper Front Lite juga turut menghadirkan berbagai macam karakter dengan skill maupun keunikan yang menarik. Walaupun kebanyakan skill merupakan adaptasi atau tiruan dari skill karakter di Valorant.

Dalam gameplay yang dibawakan, Hyper Front Lite menghadirkan beberapa mode yang menarik seperti, Rank, Classic, VS Bot, Deathmatch, Quick SND, Team Mode, dan Arms Race. Salah satu mode yang menarik adalah Team Mode.

Team Mode sendiri merupakan salah satu mode yang hampir dimiliki beberapa game sejenisnya. Salah satu game yang menerapkan mekanisme Team Mode ada pada Call of Duty Mobile. Pemain dituntut untuk mengalahkan musuh sebanyak mungkin hingga mencapai target untuk sebuh tim dapat menang.

Dalam Hyper Front Lite, mode ini dikemas dalam sebuah pertandingan yang ditentukan hingga 50 poin atau kill untuk menang. Tim yang sampai dahulu pada poin 50, maka tim tersebut yang menang.

Graphic (9/10)

Review Hyper Front Lite
Graphic – Hyper Front Lite, Versi Ringan Mampu Berjalan di Semua Spek

Hyper Front lite merupakan salah satu game garapan dari NetEase. Seperti kebanyakan game NetEase lainnya, Hyper Front Lie juga yang menjadi series Lite dari Hyper Front ini memiliki visual yang tidak kalah dari Hyper Front.

Mengusung gaya permainan dalam mode FPP atau First Person Persfective. Selain itu juga ada sedikit setting-an pada pengaturan yang mengatur pada POV dalam permainannya.

Kebanyakan game besutan NetEase ini menghadirkan latar beserta visual yang terkesan futuristik dan beraroma mecha. Selain itu, build karakter dalam lingkaran visual-nya yang kebanyakan memiliki kesan khas Asian atau seperti para karakter di Donghua. Karakter yang punya visual realistis, orienal, dan menarik.

Walaupun sedikit ada waktu jeda untuk render tekstur karakternya, Hyper Front memiliki visual baik latar permainan atau segala hal yang menarik lainnya.

Control (9/10)

Review Hyper Front Lite
Control – Hyper Front Lite, Versi Ringan Mampu Berjalan di Semua Spek

Sebagai salah satu game dengan mekanisme yang memiliki banyak karakter dan skill yang menarik, Hyper Front Lite memiliki kontrol yang kompleks dari kebanyakan game serupa.

Kontrol yang tidak hanya terdiri atas penggerak umum seperti kontrol menembak, scope, dan analog. Hyper Front Lite dilengkapi dengan kontrol yang cukup kompleks, dan terkadang sedikit malas untuk konfigurasi lay out pada game satu ini.

Addictive (6/10)

Seperti kebanyakan game garapan NetEase lainnya, Hyper Front Lite memiliki mekanisme yang cukup membosankan dan sedikit monoton. Selain itu juga, Hyper Front Lite cukup monoton yang disebabkan oleh visual garapan NetEase yang punya kesan Asia yang condong ke China-an.

Hyper Front Lite juga memiliki tingkat adiktif yang biasa saja, atau bisa dibilang lebih rendah dari kebanyakan game. Kesimpulan ini diambil berdasarkan mekanisme permainan dan optimasi game yang masih terlihat seperti rusak.

Music (9/10)

Hyper Front Lite sebagai game shooter 5 vs 5 turut menghadirkan aspek musik di dalamnya. Hadir dengan latar musik dan efek suara yang menarik dan beragam. Hal ini didukung dengan banyak macam efek visual, senjata, maupun skill yang sangat mendukung jika memiliki sound effect.

Seperti kebanyakan game besutan NetEase yang mayoritas game-nya mengambil konsep yang futuristik, hal ini juga berlaku pada Hyper Front Lite yang turut berlatar pada dunia modern.

Hyper Front Lite memiliki background music bertema futuristik yang cukup keren. Salah satunya dapat di dengar saat match making ataupun lobby permainan.

Selain background music, Hyper Front Lite juga hadir dengan sound effect yang tidak kalah menarik. Kebanyakan sound effect berasal dari kontra baku tembak antar senjata. Walaupun begitu, hampir kebanyakan senjata menggunakan sound effect seperti laser ketika menembak.

Kelebihan

Hyper Front Lite menjadi salah satu franchise game yang menjawab keluh kesah pemain yang ingin memainkan Hyper Front di perangkat rendah. Game ini sendiri mampu berjalan di perangkat dengan spesifikasi penyimpanan berminimum RAM 2GB dan prosesor Mediatek A22 juga dapat menjalankan game satu ini.

Viusal rata kiri yang sudah lebih dari cukup, dan tetap menghadirkan visual motion saat mengganti senjata atau sebagainya.

Kekurangan

Sedikit kekurangan yang dapat penulis sampaikan di paragraf ini. Hyper Front Lite sebagai salah satu besutan NetEase yang terkenal akan optimasi yang cukup mengampas.

Hyper Front Lite memiliki optimasi pada sinyal ping yang selalu diatas 100 dan berkemungkinan alami hal yang krusial ketika ping diatas 200. Berharap bahwa game ini akan dapatkan optimasi yang lebih baik secepatnya.

Untuk Hyper Front Lite, Total Score yang dapat penulis berikan adalah 8,2.

Sekian Review Hyper Front Lite yang dapat penulis sampaikan.

Update informasi menarik lainnya seputar review game hanya di Gamefinity. Gamefinity.id menyediakan jasa pengisian top up dan voucher game dengan cara yang mudah dan pastinya terjangkau.

Tiket The International 11 Dibuka 13 Agustus

GAMEFINITY.ID, JAKARTA – DOTA 2 Kembali menggelar ajang tahunannya, The International yang ke-11 di Suntec Convention Centre Singapura selama sebulan penuh dengan playoff selama 4 hari yakni pada tanggal 20 sampai 23 Oktober 2022. Walaupun hari H masih cukup lama penonton sudah mulai bisa memesan tiket mulai tanggal 13 Agustus mendatang jam 10 waktu Singapura (jam 09.oo atau 09.30 WIB ). Setiap harinya DOTA 2 hanya membatasi tiket pembelian sampai lima saja tiap orang.

Selama event tersebut berlangsung, penonton hanya bisa menyaksikannya ketika play off yang dilaksanakan empat hari tersebut dan babak final yang dilangsungkan selama dua hari di venue yang berbeda

Berikut Harga Tiket The International Ke-11 DOTA 2, Terlalu Mahal?

Ajang tahunan DOTA 2 The International

Seperti yang disebut di atas, dari satu bulan selama ajang tersebut diselenggarakan penonton hanya bisa menyaksikan pertandingan pada babak play off yang dilaksanakan empat hari dan babak final selama dua hari. Penonton dapat membeli tiket per-harinya senilai 88 Dolar Singapura atau setara Rp 952.000 dan apabila ingin menontonnya empat hari penuh, penonton wajib mengeluarkan kocek cukup dalam seharga 352 Dolar Singapura atau Rp3,8 juta.

Baca juga: Steam Deck Segera Hadir Di Asia

Sementara pada babak final The International akan dilaksanakan pada tanggal 29 s.d 30 Oktober di Stadium Indoor Singapura terdapat empat tim yang lolos akan merebutkan piala The Aegis of Champions. Jika ingin menyaksikannya penonton wajib mengeluarkan dana yang lebih mahal, yaitu 498 Dolar Singapura atau hampir 5,4 juta. Dan bila ditotal harga tiket selama play off yang dilaksanakan selama empat hari dan babak final yang dilaksanakan selama dua hari. Penggemar DOTA 2 merogoh kantung yang tak main mengingat Valve selaku pemilik DOTA 2 mempersiapkan event ini dengan sangat totalitas yaitu 850 Dolar Singapura atau Rp 9.200.000. Sejumlah orang mengeluhkan harga tiket yang dinilai kurang bersahabat.

Salah satunya Khaiii (@Alesssiaa94) nggak salah harganya segitu (498 Dolar Singapura)? mohon maaf nih buat kita terlalu mahal untuk ukuran event 2 harian. Padahal event yang serupa beberapa minggu lalu Cuma dipatok 100 dolar singapura” tulisnya. Akun bernama Tudik (@agunkwicaksana) juga berkata demikian “ event empat harian masa harganya 5,2 jutaan? Terus dua harian 7,5 jutaan? Mending beli yang lain aja”

Perbandingan Harga Tiket Sebelumnya

Dibandingkan sebelumnya, The International 9 yang dilaksanakan di Shanghai, RRT pada 2019 dipatok dengan harga babak play off dan final sebesar 450 Dolar Amerika atau Rp 6,7 jutaan. The International ke-9 ini menjadi yang terakhir dilaksanakan offline mengingat The International ke-10 di Romania ditunda hingga 2021 karena corona virus sedang lagi dipuncaknya. Tiket dijual dengan harga 300 Dolar Amerika dengan rincian 51 Dolar Amerika atau 750 ribu untuk play off dan 250 Dolar atau Rp 3,7 juta untuk babak final. Peningkatan harga tersebut juga senada dengan perbaikan dan perhatian penuh dari Valve.

update nformasi terbaru tentang pertandingan eSport lainnya hanya di Gamefinity. Bagi para penggemar DOTA 2 jangan lupa top up dan voucher harga murah dengan proses mudah hanya di Gamefinity.id

Steam Deck Segara Hadir Di Asia! Indonesia Kebagian?

GAMEFINITY.ID, PATI – Konsol handheld terbaru dari Valve yaitu Steam Deck telah berhasil mencuri hati para gamer sejak perilas pertamanya. Pasalnya konsol ini hampir dapat menjalankan semua game steam saat ini. Membuat impian para gamer memainkan game steam dimana saja menjadi kenyataan. Meski Steam Deck berhasil meraih popularitasnya, konsol ini masih belum tersebar secara meluas. Kabar baik, Valve telah mengumumkan bahwa Steam Deck akan segera hadir di Asia akhir tahun ini dan sudah mulai membuka pre-order.

Valve Bawa Steam Deck Ke Asia

Steam Deck
Steam Deck akan segera hadir di Asia | Source: Steam Deck

Valve bekerja sama dengan Komodo sebagai reseller resmi Steam Deck untuk region Jepang, Korea Selatan, Taiwan, dan Hong Kong. Komodo menyediakan variasi Steam Deck mulai dari 64GB, 256GB, dan 512GB. Begitu pelanggan melakukan pre-order, mereka akan mendapatkan estimasi kasar tentang kapan Steam Deck mereka akan dikirim.

Steam juga mengantisipasi keterbatasan stock untuk setiap region. Yang mana stock untuk setiap region akan memiliki stock Steam Deck berbeda – beda. Jadi para gamer di wilayah tertentu tidak perlu khawatir akan kehabisan barang yang dikarenakan telah dihabiskan oleh wilayah lain.

Valve menuliskan dalam sebuah postingan di blognya, “Kami sangat bersemangat untuk menghadirkan Steam Deck tersedia di lebih banyak wilayah di seluruh dunia, dan berharap gamer di Jepang, Korea Selatan, Taiwan, dan Hong Kong akan menyukai Steam Deck dari kami,”.

Baca Juga : Tesla Bakal Tambah Game Dari Steam?

Indonesia kebagian?

Steam dan Komodo juga berencana untuk mendirikan booth stand di Tokyo Game Show tahun ini sehingga para gamer bisa mendapatkan beberapa unit Steam Deck tepat waktu sekaligus dapat memeriksa barang secara langsung. Sayangnya hingga saat ini masih belum ada informasi mengenai ketersediaan konsol terbaru dari Valve ini di region lain di Asia. Sepertinya para gamer Indonesia harus bersabar sedikit lebih lama untuk mendapatkan Steam Deck dengan harga normal.

Bagaimana menurut kalian? Tertarik untuk mencoba konsol terbaru dari Valve ini?

Jika kalian ingin tahu lebih banyak berita seputar game, kalian bisa mengunjungi Gamefinity. Buat kalian yang mau gacha atau top up game kesayangan kalian bisa langsung klik Gamefinity.id

World of Warcraft versi Mobile Batal Rilis?

GAMEFINITY.ID, Bandung – Meski belum diumumkan secara publik sama sekali, Blizzard dan NetEase tampaknya kembali berkolaborasi untuk membuat versi mobile dari World of Warcraft. Sayangnya, Bloomberg telah melaporkan bahwa World of Warcraft mobile justru dibatalkan.

Tentunya game ini sama sekali tidak berkaitan dengan Warcraft: Arclight Rumble, sebuah game action strategy yang juga akan rilis khusus mobile. Blizzard dan NetEase juga sebelumnya bekerja sama untuk membuat game MMORPG mobile kontroversial Diablo Immortal.

Pembatalan World of Warcraft Mobile Karena Ketidaksepakatan dalam Keuangan?

World of Warcraft gameplay

Menurut laporan yang sama dari Bloomberg, Blizzard dan NetEase telah mengembangkan game World of Warcraft mobile selama tiga tahun. Proyek itu ber-codename “Neptune” dan diharapkan menjadi sebuah spinoff dari versi PC-nya. Versi mobile itu juga mengusung genre MMORPG berlatar tempat di dunia World of Warcraft pada waktu berbeda. Terdapat tim pengembang beranggotakan kurang lebih 100 karyawan yang bekerja dalam game ini.

Pemicu batalnya World of Warcraft mobile diduga dipicu oleh masalah keuangan antara kedua belah pihak. Keduanya juga dilaporkan tidak dapat mencapai kesepakatan sampai memutuskan untuk menghentikan proyek tersebut.

Hubungan Blizzard dan NetEase

Blizzard dan NetEase telah bekerja sama sejak 2008. Tidak hanya menghasilkan game MMORPG mobile Diablo Immortal, NetEase juga membantu mendistribusikan game Blizzard seperti World of Warcraft, Overwatch, dan Starcraft II di China. NetEase juga menjadi pemilik Shanghai Dragons dan Team CC, keduanya merupakan tim asal China yang bertanding di Overwatch League. Shanghai Dragons juga menjadi juara Overwatch League 2021.

Akan tetapi, laporan batalnya World of Warcraft mobile dikhawatirkan menjadi pertanda bahwa hubungan kedua belah pihak dalam masalah. Juru bicara Blizzard, Andrew Reynolds, menganggapi laporan dari Bloomberg itu, “Kami [Blizzard] tetap memiliki hubungan yang sangat sukses bersama NetEase, dan sangat tidak benar kalau ada sebuah masalah keuangan.”

Sejauh ini, pihak NetEase belum memberi tanggapan apapun terhadap laporan tersebut.

Baca juga: Sultan Diablo Immortal Ingin Refund Karena Sulit Matchmaking

Beralih dari Warcraft, Blizzard juga sudah mengumumkan bahwa mereka berencana merilis konten baru Diablo Immortal setiap dua minggu. Kabar ini diumumkan setelah Diablo Immortal dikabarkan berhasil meraup 100 juta dolar AS dalam delapan minggu pertama.

Meski Diablo Immortal telah sukses dan menyusul Hearthstone, jika rumor batalnya World of Warcraft mobile terbukti benar, tampaknya Blizzard masih harus beradaptasi lagi dalam mengembangkan game mobile.