Category Archives: Game

Demon Slayer: Kimetsu no Yaiba – The Hinokami Chronicles Sudah Hadir di Switch

GAMEFINITY.ID, Bandung Demon Slayer: Kimetsu no Yaiba sudah menjadi franchise anime dan manga yang sukses besar. Mulai dari serial anime-nya sangat populer dan dipuji kualitas visualnya, hingga adaptasi film-nya yang meraup keuntungan besar-besaran. Penjualan serial manga-nya pun sangat fantastis, menjadikannya manga dengan penjualan terbanyak pada 2019 dan 2020.

Kesuksesan Demon Slayer: Kimetsu no Yaiba ini tentu akan terasa kurang jika tanpa adaptasi game. Pertama kali diumumkan pada 2020, Demon Slayer: Kimetsu no Yaiba – The Hinokami Chronicles merupakan game fighting 3D besutan CyberConnect2 dan Sega. Game itu pertama kali rilis 15 Oktober 2021 di PC, PS4, PS5, Xbox One, dan Xbox Series X|S.

Khusus pengguna Switch, Demon Slayer: Kimetsu no Yaiba – The Hinokami Chronicles sudah rilis 10 Juni 2022 lalu.

Terdapat Mode “Solo Play” dan “Versus Mode”

Demon Slayer: Kimetsu no Yaiba - The Hinokami Chronicles
Gameplay Demon Slayer: Kimetsu no Yaiba – The Hinokami Chronicles

Dalam mode Solo Play, pemain dapat menikmati kembali kisah Tanjiro yang bertekad untuk mengubah Nezuko kembali menjadi manusia. Cerita dari game ini sebenarnya merupakan retelling dari Season 1 dari serial anime-nya hingga film adaptasi arc Mugen Train. Solo play juga turut menghadirkan segmen exploration pendek dan juga cutscene saat pertengahan boss battle.

Dalam Versus Mode, pemain dapat saling berhadapan dengan pemain lain dalam 1v1 battle, baik online atau offline. Pemain juga dapat berhadapan dengan CPU untuk berlatih dalam battle.

Baca juga: Witch on the Holy Night Meluncur 8 Desember!

Berbagai Karakter Demon Slayer: Kimetsu no Yaiba Hadir di Game Ini

Demon Slayer: Kimetsu no Yaiba - The Hinokami Chronicles character select
Character select di Demon Slayer: Kimetsu no Yaiba – The Hinokami Chronicles

Pada awal peluncuran, terdapat 18 karakter dari Demon Slayer: Kimetsu no Yaiba yang dapat pemain mainkan. Itu pun sudah termasuk 6 karakter dari Chuukou Ikkan!! Kimetsu Gakuen Monogatari. 7 karakter baru dari arc Entertainment District juga akan hadir sebagai DLC yang akan dirilis nanti.

Demon Slayer: Kimetsu no Yaiba – The Hinokami Chronicles sudah tersedia di Nintendo Store. Sementara itu, season 3 dari Demon Slayer: Kimetsu no Yaiba sudah diumumkan pada akhir penayangan season 2-nya tanpa kepastian tanggal tayangnya.

Jika pemain menyukai game fighting dan Demon Slayer: Kimetsu no Yaiba, game ini tentu cocok untuk dimainkan. Untuk game anime terbaru lainnya yang akan datang, pastikan untuk pantau terus di Gamefinity. Kalian juga dapat melakukan top up dan membeli voucher games dengan mudah dan murah di Gamefinity.id.

Guide Benedetta, Assassin yang Kuat di Sidelane

GAMEFINITY.ID, Bandar Lampung – Benedetta merupakan hero tipe Assassin yang awal kehadirannya memang kurang cocok berperan layaknya Assassin. Benedetta kurang cocok sebagai Core. Hero ini dirilis pada November 2020. Mempunyai mobilitas yang cukup baik dan kemampuan yang lebih variatif dari Assassin lain, menjadikan Benedetta sebagai hero yang cocok mengisi role Sidelaner.

Baca Juga : Guide Khufra, Sang Raja Tirani dari Western Desert

Guide Benedetta, Assassin yang Kuat di Sidelane

Benedetta merupakan salah satu Assassin dengan kelengkapan skill yang mumpuni dan sangat mengandalkan timing. Menjadi Assassin yang cukup menjanjikan di Sidelane.

Pasif

Guide Benedetta
Elapsed Daytime – Guide Benedetta, Assassin yang Kuat di Sidelane

Pasif Benedetta akan aktif yang berbentuk Charging-Bar, dan digunakan dengan menahan tombol Basic Attack.  Kondisi ini memungkinkan Benedetta memasuki mode Swordout yang mengisi Sword Intent.

Ketika dirinya melepaskan Basic Attack yang penuh dengan Sword Intent, Benedetta akan menggunakan Swordout Slash pada arah yang ditentukan dan berlari kedepan, memberikan (+210% Total Physical Attack) Physical Damage. Elapsed Daytime juga dapat dengan mengisi Sword Intent dengan Basic Attack dan Skill.

Skill 1

Guide Benedetta
Phantom Slash – Guide Benedetta, Assassin yang Kuat di Sidelane

Benedetta mundur dengan cepat dan meninggalkan shadow miliknya didepan. Dalam jeda singkat sesudahnya, bayangan miliknya akan menebas kedepan dalam area serang berbentuk kipas. Phantom Slash memberikan 200(+60% Total Physical Attack) Physical Damage dan menyebabkan efek Slow sebesar 60%.

Tidak lama, Benedetta berlari ke depan dan menebas, memberikan 50(+70% Total Physical Attack) Physical Damage. Damage dari kemampuan ini dapat meningkat 200% jika musuh terkena kedua serangan Benedetta.

Skill 2

Guide Benedetta
An Eye of An Eye – Guide Benedetta, Assassin yang Kuat di Sidelane

An Eye for An Eye, itulah salah satu kemampuan Benedetta yang sangat berguna. Benedetta mengangkat senjatanya untuk bertahan, membuat dirinya kebal segala Crowd Control dan blokir semua Damage selama 0,8 detik.

Dalam fase ini, memungkinkan Benedetta untuk menyerang ke arah yang ditentukan dan memberikan 300(+80% Total Physical Attack) Physical Damage.

Jika Benedetta berhasil melakukan counter Crowd Control dan Damage, dirinya akan memperoleh Sword Intent Full. Uniknya lagi, jika dirinya mampu memblokir Crowd Control, serangan selanjutnya akan memberikan efek Stun.

Ultimate

Guide Bnedetta
Alecto Final Blow – Guide Benedetta, Assassin yang Kuat di Sidelane

Alecto: Final Blow, sesuai dengan namanya. Benedetta melakukan kuda-kuda bersama Alecto dan menebas ke depan setelah delay singkat. Alecto: Final Blow mampu memberikan efek Slow kepada semua target yang ada di jalur sebesar 70% dalam durasi singkat.

Setelah Benedetta melakukan Dash, memungkinkan untuk meledakkan Sword Intent di jalur yang sebabkan efek Strangle kepada lawan. Memberikan 120(+85% Physical Attack Tambahan) Physical Damage yang sebabkan efek Slow sebesar 20%.

Survival Dash

Sebagai Assassin, Benedetta diberkati dengan kemampuan dengan efek yang cukup lengkap. Salah satu yang tidak dimiliki Assassin lain adalah efek Stun.

Benedetta juga memiliki daya tahan yang cukup tinggi, dan sangat baik dalam pertarungan jarak dekat bergerombol. Dengan mengandalkan beberapa item pendukung, dapat menjadikan Benedetta terasa keras dan sulit di tahan.

Dengan memanfaatkan Pasif miliknya,  Elapsed Daytime dapat meningkatkan daya hidup Benedetta dengan cukup baik. Didukung dengan segerombolan musuh yang cukup ramai. Hal ini juga membuat Benedetta cocok di Sidelane atau Offlane.

Build Item

Benedetta dapat dikombinasikan dengan item Defense dan peningkat daya tahan hidup, seperti penggunaan Spellvamp.

Bloodlust Axe

Guide Benedetta
Bloodlust Axe – Guide Benedetta, Assassin yang Kuat di Sidelane

Bloodlust Axe menjadi item Damage teman setia Benedetta. Mengingat Benedetta sangat mengandalkan Skill dan Skill ketika bermain, jadi peningkatan Spellvamp diperlukan.

Benedetta yang bergerak dengan Elapsed Daytime dan Skill dengan damage area, sangat cocok jika Benedetta menggunakan Bloodlust Axe.

War Axe

Guide Benedetta
War Axe – Guide Benedetta, Assassin yang Kuat di Sidelane

Mungkin akan terasa menjengkelkan, mengingat Benedetta sangat mengandalkan mobilitas dalam bertarung. Peningkatan mobilitas kepada Benedetta sangat diperlukan.

War Axe menjadi solusi untuk peningkatan Mobilitas dan Damage pengguna. Item yang dapat meningkatkan pergerakan hero ketika bertempur ini, menjadi salah satu langganan player Fighter.

Untuk item lain dapat di sesuaikan dengan situasi Battle. Benedetta lebih cocok dengan item yang memaksimalkan efek negatif dan defense yang sebanding.

Update informasi menarik lainnya seputar guide dan trick game hanya di Gamefinity. Gamefinity.id menyediakan jasa pengisian top up dan voucher game dengan cara yang mudah dan pastinya terjangkau.

Kisah Perjalanan Konami: Legenda yang Sekarang Dibenci

GAMEFINITY.ID, Kota Batu – Konami, salah satu perusahaan developer dan publisher game asal Jepang. Namanya sudah dikenal oleh berbagai kalangan karena game buatannya yang legendaris. Salah satu perusahaan besar dalam industri I yang terkenal karena game miliknya yang selalu mempunyai kualitas.

Konami DDR In-image | Eurogamer
Dance Dance Revolution, Salah Satu Game Legenda Milik Konami | Eurogamer

Namun, semua berubah di tahun 2010 ke atas. Perubahan manajemen, kekacauan di kantor, serta perubahan mindset bisnis. Ketiga hal tersebut menyebabkan Konami kehilangan namanya dan dibenci oleh para gamers.

Sejarah Konami

Konami sendiri berawal dari sebuah usaha yang dimiliki Kagemasa Kozuki, Yoshinobu Nakama, dan Tatsuo Miyasako sebagai tempat servis dan sewa jukebox. Nama Konami sendiri diambil dari nama belakang para pendirinya. Pada 1971, Konami berpindah haluan untuk menjadi sebuah perusahaan yang terjun dalam bidang pembuatan arcade game.

Game arcade pertama milik Konami rilis pada tahun 1978 dan diekspor ke Amerika Serikat di tahun berikutnya. Usaha Konami mengalami kesuksesan di tahun 1980-an. Berbagai game arcade milik Konami laris di pasaran, contohnya Super Cobra, Frogger, dan Track & Field.

Konami membuka cabang Amerika miliknya pada tahun 1982 dan mulai terjun ke dunia game konsol. Mulai dari tahun tersebut langkah Konami berpindah fokus kepada game konsol. Game seperti Castlevania dan Contra dirilis untuk NES

Setelah mengganti nama resminya menjadi Konami Co., Ltd. Pada 1991, Konami mulai berfokus untuk mengembangkan game pada platform 16-bit. Game seperti Metal Gear Solid dan Silent Hill rilis pada era tersebut. Dan tidak lupa Yu-Gi-Oh juga hadir pada masa itu.

Pada tahun 2000, Konami mengganti nama inggrisnya menjadi Konami Corporation. Dapat dikatakan Konami sendiri mengalami puncak kejayaannya pada era 2000-an. Mulai dari WE dan PES yang dapat menguasai pasar game sepakbola melawan FIFA. Hingga Metal Gear Solid 2, 3, dan 4 yang semuanya mencapai kesuksesan.

Baca Juga: Honor of Kings Akan Rilis Global!

Konami yang Berubah

Setelah mengalami masa emasnya, Konami justru mengalami kemunduran di dekade berikutnya. Pergantian manajemen merupakan sebuah penyebab utama dalam kemunduran Konami.

Pada tahun 2007, ketika smartphone mulai berkembang, sebuah perusahaan di Jepang bernama Gree dapat memanfaatkan keadaan. Mereka membuat sebuah game mobile yang dikembangkan dan dipromosikan dengan pernyataan “free games” untuk mobile game.

Gree dapat memaksimalkan keuntungan lewat skema game mobile yang punya prinsip “budget terbatas, target profit setinggi-tingginya. Konami sebagai pengembang game juga tidak hanya diam.

Konami merilis dua game berjudul Dragon Collection dan Sengoku Collection. Dengan dua game yang sukses tersebut Konami dapat memaksimalkan keuntungannya hingga 80% pada 2011-2012.

Hal inilah yang membuat Konami mengubah haluannya. Beberapa karyawan dan orang dalam Konami sendiri menyatakan bahwa memang membuat game mobile adalah hal yang paling mudah untuk mendapatkan keuntungan.

Baca Juga: Call of Duty: Modern Warfare II Akhirnya Rilis Trailer

“Mengapa harus bertaruh dengan budget besar untuk membuat game AAA ketika keuntungan maksimal dapat dicapai dengan budget yang lebih kecil?”, ucap seorang mantan karyawan Konami.

Sebagai perbandingan, Metal Gear Solid 4 menghabiskan budget sebesar $60-70 juta. Sementara pengembangan game mobile sendiri bisa jauh di bawah angka tersebut. Game mobile hanya menghabiskan budget di angka rata-rata $250.000. Tentu perbandingannya jauh dengan profit yang lebih tinggi.

Hingga saat ini Konami masih belum mengumumkan adanya proyek tentang game AAA terbaru milik mereka. Faktor keluaranya Hideo Kojima menjadi salah satu alasan.

Karena terakhir kali game AAA Konami rilis tanpa Kojima, Konami dapat dikatakan gagal total. Ya, tidak lain dan tidak bukan game tersebut adalah Metal Gear Survive. Saat ini, Konami lebih fokus untuk mengembangkan mesin judi Pachinko miliknya.

Kojima yang Dilupakan

Hideo Kojima merupakan seseorang yang sudah dibahas minggu lalu. Ia merupakan seorang karyawan Konami yang pada April 2011 ditunjuk untuk menjadi Executive Vice Director. Kala itu ia bertugas untuk mengawasi pengembangan game AAA milik Konami.

Kojima sendiri terkenal sebagai orang yang suka untuk mengembangkan hal baru dalam dunia game. Namun, tentu saja hal baru tersebut punya harga yang mahal. Ketika Konami fokusnya berubah, Kojima juga mulai kehilangan tempat.

Namanya dihapus dari semua game buatannya. Padahal adanya nama Hideo Kojima dalam cover sebuah game dapat menambah ekspektasi dari game tersebut.

Konami juga menutup cabang Amerikanya yang sebelumnya diubah namanya menjadi Kojima Production. Puncaknya, adalah ketika Hideo Kojima memenangkan sebuah penghargaan untuk game buatannya. Namun, Konami melarang Kojima untuk hadir menerima penghargaan tersebut.

Lantas dari situlah kemunculan dari amarah para gamers secara global. Mereka memulai dengan menggunakan tagar yang meyinggung Konami.

Habis Terang Terbitlah Gelap

Setelah memiliki berbagai kisah panjang yang dihiasi oleh prestasi, kini Konami telah hilang dari peredaran. Tidak mempunyai acuan tertentu dalam turun di industri game menjadi sebuah alasan.

Dulu Konami sering mencetak game yang berkualitas bagus dan melegenda. Sekarang yang Konami cetak hanyalah uang semata. Hingga parahnya mereka berfokus pada bisnis mesin judi Pachinko milik mereka.

Konami sendiri juga merasa paling superior. Mendepak aset emasnya yang berjasa untuk mengangkat namanya. Saat ini Kojima sukses dengan Death Stranding dan mempunyai proyek baru, sementara Konami masih menggali lubang untuk menemukan keuntungan milik mereka.

“Hampir 53 tahun, saya belajar dari diri saya sendiri. Film yang saya tonton, buku yang saya baca, musik yang saya dengarkan, game yang saya mainkan, serta orang-orang yang saya temui 30 tahun terakhir di industri game, itu semua yang membentuk saya. Bukan Konami, bukan orang-orang di Konami.”, ucap Hideo Kojima.

Oyster Cookie Segera Hadir 14 Juni Besok

GAMEFINITY.ID, Jakarta– Devsister selaku Developer dari Franchise Game Cookie Run, salah satunya Cookie Run: Kingdom tentunya selain membenahi dirinya melalui perbaikan bug dan error yang ada, Devsister juga selalu menghadirkan gacha karakter yang tentunya unik serta memanjakan mata bagi para pemain nya. Ada kabar menarik buat pemain game RPG yang satu ini, melalui akun Twitter dan Youtube resminya pada tanggal 14 Juni besok, Anggota konsul Republik kedua dari Republik Crème Oyster Cookie akan hadir dengan role support dan Rarity Super Epic, seperti sebelumnya Clotted Cream Cookie.

Sempat mengalami insiden kecil dimana admin sosial media dari Cookie Run: Kingdom memposting Teaser Oyster Cookie diluar jadwal yang ditentukan pada tanggal 10 kemarin. Saat ini admin tersebut sudah ditegur dan insiden tersebut tidak memengaruhi tanggal perilisan dari Oyster Cookie yang tetap pada tanggal 14 nanti.

Baca juga: Review Somnus, Puzzle Nonogram yang Berkedok Lucid Dream

Review Singkat Teaser Oyster Cookie

Saudara dari Madeleine Cookie
karakter yang akan muncul pada Chapter 2 nanti, kemungkinan saudara dari Madeleine Cookie ( sumber: Twitter )

Kamu bisa menonton trailer resmi dari Oyster Cookie dalam empat Bahasa diantaranya Inggris, Korea, Jepang, dan Thailand yang diawali dengan tibanya kamu serta kepulangan Madeleine Cookie ke Republik Crème, selanjutnya sebuah cutscene kedatangan sekelompok penyihir yang hendak mengganggu petualanganmu.

Dan pada scene terakhir, ditunjukkanlah Oyster Cookie serta tempat tinggalnya yang megah , yang menunjukkan betapa elegannya  konsul tersebut,  selengkapnya kamu bisa menontonnya dengan mengklik link dibawah ini.

Informasi Pengisi Suara Oyster Cookie

Diinformasikan Oyster Cookie akan diisi oleh Elley Ray untuk Bahasa inggris, Lee Seon untuk Bahasa Korea dan yang terakhir Bahasa jepang oleh Misuishi Kotono, versi Bahasa Thailand nya sendiri sayang masih belum diketahui.

Diantara ketiga nama pengisi suara diatas, ada yang menarik perhatian terutama versi Bahasa Jepang. Lantaran Mitsuishi Kotono sendiri terkenal mengisi beberapa karakter animasi yang cukup populer di kalangan otaku, diantaranya Sailor Moon dengan serial anime yang sama sejak 1992 lalu hingga saat ini , Boa Hancock pada anime One Piece, Rena Mizunashi pada animasi Detektif Conan, dan lain sebagainya.

kamu dapat mendengarkan suara dari Mitsuishi Kotono pada trailer dibawah ini,

Informasi Update Cookie Odyssey 2.0

skin baru pada update Oyster Cookie
Skin yang akan hadir pada update besok

Akan ada beberapa update bersamaan dengan perilisan Oyster Cookie ini. Berikut rangkuman nya,

  • Odyssey Cookie Chapter 2: Bagi yang sudah menyelesaikan ke semua chapter sebelumnya, kamu dapat melanjutkan kembali pada chapter 2 kali ini. Mekanisme tidak jauh berbeda seperti sebelumnya, cukup mengumpulkan pena Odyssey dengan jumlah yang sudah ditentukan untuk membuka masing- masing penggalan cerita melalui misi yang sudah disediakan
  • Kuota perhari untuk menyelesaikan misi tersebut adalah sepuluh
  • Setelah menyelesaikan semua cerita, pena yang tersisa akan dikonversikan menjadi diamond
  • Skin dan dekorasi baru: Skin epic bagi Pure Vanilla Cookie, Madeleine Cookie, Red Velvet Cookie, Espresso Cookie
  • Skin rare bagi Black Berry Cookie dan Werewolf Cookie
  • Skin common bagi Beet Cookie
  • Dua desain rumah cookie baru, Azure Cupola Choco Mansion dan Azure Cupola Cookie House
  • Penambahan Cookie bond dengan judul Report of One Fine Day Off, dengan karakter Pure Vanilla Cookie, Espresso Cookie, Red Velvet Cookie, Cotton Cookie, Parfait Cookie
  • Dekorasi baru untuk anggota Consul dengan judul The Republic’s Azure Street dan Landmark Waterfall of Contemplation untuk Clotted Cream
  • Penyesuaian battle: untuk meningkatkan pengalaman kamu bermain Cookie Run: Kingdom, kami akan mengubah teks CRIT dengan ikon yang baru
  • Tambahan tombol baru on / off angka DMG pada mode pertarungan Arena dan Friendly

Demikian Trailer dan informasi update Oyster Cookie kali ini, jadi siapkan diamond serta kocek dalam- dalam untuk mendapatkan Oyster Cookie yang cantik elegan ini. Kamu bisa melakukan topup di laman kami dan jangan lupa untuk mengikuti berita Gamefinity lainnya ya.

God of War Ragnarok Tetap Rilis Tahun ini

GAMEFINITY.ID, PATIGod of War Ragnarok menjadi salah satu game eksklusif Playstation yang paling diantisipasi para gamer saat ini. Tidak hadir di event Playstation State of Play hingga Summer Game Fest kemarin membuat para gamer khawatir tentang perilisan God Of War Ragnarok. Mereka takut pasalnya absennya God of War Ragnarok di dua event kemarin diduga karena game tersebut akan di-delay ke tahun 2023.

God of War
God of War Ragnarok | Source: Sony

Hal ini bukanlah tidak mungkin, mengingat selama pengembangan game God of War Ragnarok sendiri harus mengalami kendala pandemi seperti game-game lain sebelumnya. Terlebih lagi Sony masih belum mengumumkan game First-Party mereka di tahun 2023. Yang bisa saja God of War akan ditaruh sebagai game pertama mereka di tahun 2023. Namun sepertinya kita bisa sedikit lebih tenang, karena baru-baru ini terdapat laporan yang mengabarkan bahwa God of War Ragnarok masih akan rilis di tahun 2022 ini.

Yakin Tetap Rilis Tahun ini?

Berdasarkan laporan dari Bloomberg, perilisan God of War Ragnarok masih ada di November 2022. Sumber ini didapatkan dari tiga orang yang dipercaya sangat dekat dengan developer God of War Ragnarok. Dua dari tiga orang tersebut mengatakan Sony Group Corp. akan memberikan tanggal rilis pasti pada akhir bulan ini.

Bloomberg sendiri mengatakan tetap ada kemungkinan God of War Ragnarok akan di-delay. Jika benar, ini akan menjadi kabar yang sangat buruk, mengingat ini bukan kali pertama game ini di delay. Sebelumnya God of War Ragnarök awalnya dijadwalkan untuk rilis pada tahun 2021 tetapi kemudian ditunda, mendorongnya ke akhir tahun 2022.

Tentang God of War Ragnarok

God of War Ragnarok merupakan sekuel langsung dari God of War 2018. Game ini nantinya akan meneruskan cerita petualangan sang mantan dewa perang, Kratos, dan anaknya Atreus. Atreus sendiri terungkap di God of War 2018 memiliki nama asli Loki. Santa Monica Studio selaku developer dari seri God of War mengatakan bahwa God of War Ragnarok akan menjadi seri terakhir Kratos di norse mythology.

Bagaimana menurut kalian? Sudah siapkah memainkan salah satu game legendaris ini?

Jika kalian ingin tahu lebih banyak berita seputar game, kalian bisa mengunjungi Gamefinity. Buat kalian yang mau gacha atau top up game kesayangan kalian bisa langsung klik Gamefinity.id

Review Resident Evil 2 Remake, Bukan Sekedar Nostalgia

GAMEFINITY.ID, Yogyakarta – Capcom selaku pengembang dari Resident Evil telah merilis remake untuk Resident Evil 2 pada 25 Januari 2019 lalu. Remake ini disambut sangat baik oleh para fans dan menjadi remake game yang paling berhasil untuk seri Resident Evil. Hal tersebut dikarenakan game ini yang mampu menghadirkan mekanik dan elemen dari Resident Evil klasik dengan sangat baik. Hilangnya elemen horror di seri Resident Evil 5 dan 6. Serta perubahan drastis style gameplay RE di Resident Evil 7 membuat game ini mempunyai antusiasme yang tinggi dari para fansnya.

Game ini merupakan remake untuk seri originalnya yang rilis pada 21 Januari 1998 untuk PlayStation, Nintendo 64, GameCube, Dreamcast, dan juga PC.

Resident Evil 2
Resident Evil 2 Remake
Genre Survival Horror, Third Person Shooter
Developer Capcom
Platform PlayStation 4, PlayStation 5, Xbox One, Xbox Series X an Series S, PC
Durasi Gameplay 8,5 Jam. 33,5 Jam untuk 100% Complete

Sinopsis Resident Evil 2 Remake

Sama dengan seri originalnya, Resident Evil 2 Remake bercerita tentang Leon S. Kennedy dan Claire Redfield yang terjebak dalam outbreak T-Virus di Racoon City. Leon S. Kennedy yang terlambat satu hari dari dinas polisi pertamanya di Racoon City malah harus dihadapkan dengan seiisi kota yang sudah menjadi zombie.

Resident Evil 2
Resident Evil 2 Remake gameplay

Sedangkan Claire Redfield datang ke kota tersebut untuk mencari kakaknya yang menghilang, yaitu Chris Redfield yang juga menjadi karakter utama di Resident Evil 1. Leon dan Claire tanpa sengaja bertemu di sebuah minimarket yang telah dikepung oleh zombie, membuat mereka harus saling membantu dalam menghadapi situasi ini.

Dalam Resident Evil 2 remake, kita akan mengungkap alasan dibalik outbreaknya T-Virus di Racoon City dan juga mengungkap virus baru bernama G-Virus yang diciptakan oleh William Birkin.

Gameplay (10/10)

Resident Evil 2 Remake membawa elemen dan mekanik yang sama dengan seri lamanya, namun dengan banyak pembaruan dari segi visual. Kita akan bolak-balik mengeksplorasi kantor RPD dan Umbrella. Monster-monster BOW klasik seperti licker dan alligator juga kembali hadir di seri ini. Tidak lupa kita juga akan bermain petak umpet dengan Mr. X alias Tyrant T-103 di hampir sepanjang game.

Resident Evil 2
Resident Evil 2 Remake gameplay

Adanya puzzle-puzzle serta save room yang menjadi ciri khas dari seri Resident Evil. Serta elemen manajemen inventori serta peluru yang sempat hilang di beberapa seri RE sebelumnya juga menambah kesan nostalgia kita untuk game ini.

Sama seperti seri originalnya, Resident Evil 2 Remake juga terbagi menjadi 2 cerita, kita bisa menggunakan Leon dan Clair di playtrough ke 2 atau sebaliknya. Berbeda dengan Remake untuk Resident Evil 1 yang hanya mengubah visualnya saja, gameplay dari Resident Evil 2 Remake juga dirubah secara drastis. Berbeda dengan seri originalnya yang menggunakan kamera fixed angle, game ini menggunakan perspektif kamera Third Person.

Visual (10/10)

Resident Evil 2
Resident Evil 2 Remake gameplay

Pembaruan visual di Resident Evil 2 Remake dari seri originalnya tentu saja terlihat sangat mencolok. Meskipun tata letak tempat game ini hampir semua diambil dari seri originalnya, kamera third person yang dipakai membuat kita bisa melihat tempat tersebut dengan lebih detail.

Pencahayaan di setiap tempat yang sangat rapi membuat atmosfer horror dalam game ini semakin berasa. Desain karakter, zombie, dan BOW juga dibuat dengan sangat baik, menambah kesan menarik kita dalam bernostalgia di game ini.

Musik (9/10)

Musik dari Resident Evil 2 Remake mempunyai perubahan yang cukup signifikan dari seri originalnya. Adanya dubbing karakter untuk seri remake ini membuat ceritanya bisa lebih dinikmati. Suara-suara zombie dan BOW yang semakin variatif juga membuat kita bisa lebih waspada dengan makhluk yang sedang menghadang kita. Selain itu, SFX yang diberikan juga semakin bervariasi dan cukup detail.

Baca Juga: Resident Evil 4 Remake Dikonfirmasi Rilis Tahun Depan

Addictive (9/10)

Resident Evil 2
Resident Evil 2 Remake gameplay

Dengan durasi gameplay sekitar 8,5 jam, Resident Evil 2 Remake berhasil memberikan pengalaman bermain yang sangat adiktif dan memoriable. Adanya puzzle dan gameplay bolak-balik ke satu tempat yang sama ala seri klasik Resident Evil berhasil dibawakan dengan sangat baik dan rapi di game ini.

Kamera third-person yang dipakai juga membuat game ini lebih mempunyai sisi actionnya daripada Resident Evil 7 yang terkesan sangat horror.

Kesimpulan Untuk Resident Evil 2 Remake

Resident Evil 2
Resident Evil 2 Remake gameplay

Resident Evil 2 Remake bisa dibilang adalah remake paling berhasil untuk seri Resident Evil. Banyaknya perkembangan dari segi visual dan gameplay-nya membuat game ini diterima dengan sangat baik oleh para fans. Cerita yang dihadirkan juga cukup membuat kita bernostalgia dengan seri originalnya.

Berbeda dengan Resident Evil 1 Remake hanya menambah segi visualnya saja dan Resident Evil 3 Remake yang terlalu mempersingkat gameplay dan story dari seri originalnya. Resident Evil 2 Remake merupakan game remake untuk seri Resident Evil yang paling bagus, rapi, serta berhasil disepanjang seri Resident Evil saat ini. Karena beberapa hal tersebut, saya selaku reviewer game ini memberikan score akhir untuk Resident Evil 2 Remake dengan 9.5 .

Suka dengan artikel ini? Jangan lupa untuk membaca artikel menarik lainnya hanya di Gamefinity. Tetap menjadi gamer yang sultan dengan top up mudah dan murah di gamefinity.id