GAMEFINITY.ID, BANDUNG – Penggemar PUBG Mobile tentu saja sudah tidak asing dengan berbagai kolaborasinya yang menggemparkan! Mulai dari artis seperti Rich Brian dan Alan Walker, mobil Tesla, hingga serial televisi Arcane (yang diadaptasi dari League of Legends). Baru-baru ini, PUBG Mobile juga sudah berkolaborasi dengan franchise anime populer Jujutsu Kaisen.
PUBG Mobile tampaknya masih ingin memuaskan penggemar anime dan jejepangan. Pasalnya, mereka mengumumkan lewat berbagai sosial media bahwa kolaborasi selanjutnya adalah dengan franchiseEvangelion! Evangelion sendiri merupakan salah satu franchise anime terpopuler sepanjang masa.
Evangelion Sudah Menjadi Franchise Anime yang Ikonik!
Franchise Evangelion sendiri terkenal dengan serial animenya, Neon Genesis Evangelion, yang populer dan banyak dipuji penggemarnya. Penggemar dan kritikus memuji karakter-karakternya yang kompleks dan latar belakang ceritanya yang menarik.
Seri film anime retelling-nya, Rebuild of Evangelion, juga mendapat sambutan hangat oleh penggemarnya.
Dengan memanfaatkan Evangelion sebagai franchise ikonik, PUBG Mobile berkesempatan untuk menarik lebih banyak pemainnya.
Belum Diketahui Apa Saja Detail Kolaborasi PUBG Mobile dengan Evangelion
Cuplikan Teaser PUBG Mobile x Evangelion
Pada 24 April 2022, pihak PUBG Mobile membagikan video teaser kolaborasinya dengan Evangelion berdurasi 9 detik. Video tersebut menampilkan sebuah sungai saat malam hari dengan bulan berbentuk seperti helm ikonik PUBG. Bulan tersebut berserta langitnya kemudian berubah menjadi merah darah.
Akan tetapi, belum ada detail lebih lanjut seperti apa bentuk dari kolaborasi tersebut. Pihak PUBG Mobile hanya menulis bahwa kolaborasi dengan Evangelion akan tiba Mei ini. Belum diketahui juga apakah kolaborasi ini juga tiba bersamaan dengan update versi 2.0.
Berdasarkan beberapa kolaborasi yang sudah dilakukan, kemungkinan besar PUBG Mobile akan menawarkan berbagai item kosmetik bertemakan Evangelion. Mulai dari outfit, skin senjata, dan kendaraan. Kemungkinan pula PUBG Mobile akan menampilkan map baru berdasarkan Evangelion.
Sementara itu, PUBG Mobile juga telah mengumumkan kolaborasi dengan The Great British Teddy Bear Company dan grup K-Pop populer Blackpink
Akankah PUBG Mobile kembali berjaya dengan kolaborasi dengan Evangelion? Apakah penggemar Evangelion juga tertarik untuk mencoba PUBG Mobile?
Update informasi menarik lainnya seputar PUBG dan game lainnya hanya di Gamefinity.id
GAMEFINITY.ID, YOGYAKARTA – Pada 25 April kemarin, Polyphony Digital selaku pengembang dari game Gran Turismo 7 mirilis update 1.13 (1.130 untuk versi PS5). Dalam update baru ini ada sirkuit baru yang ditambahkan, yaitu Circuit de Spa-Francorchamps yang berasal dari sirkuit dengan nama yang sama di Stavelot, Belgium. Selain itu, update 1.13 dari Gran Turismo 7 ini juga menghadirkan 3 mobil baru, perbaikan bug, serta beberapa penyesuaian.
List Patch Update Gran Turismo 7 1.13
Penambahan sirkuit baru Spa-Francorchamps, serta penambahan event baru untuk sirkuit tersebut, event ini adalah
European Sunday Cup 500
Japanese Clubman Cup 550
World Touring Car 800
Penambahan 3 mobil jepang baru,
Subaru BRZ GT300 ’21 (bisa dibeli di Brand Central)
Subaru BRZ S ’21 (bisa dibeli di Brand Central)
Suzuki Cappuccino (EA11R) ’91 (bisa dibeli di Used Cars dealership)
“Gassho-style Houses in Ainokura” dan “Cherry Blossoms at Night” telah ditambahkan ke fitur Scapes
Subaru BRZ GT300 ’21
Beberapa Penyesuaian dan Perbaikan Baru
Title Screen
“Topic News” sekarang ditampilkan di tengah screen
Used Cars dealership
Label ‘New’ sekarang ditampilkan untuk mobil yang baru muncul
Suzuki Cappuccino (EA11R) ’91 akan dijual di Used Cars dealership mulai 26 April sebagai “HOT CAR”
Legend Cars Dealership
Label “New Stock” sekarang ditampilkan untuk mobil baru yang muncul
Garasi
Semua mobil di garasi kita yang telah dimodifikasi dengan wide body akan muncul label “wide body”
Suara start-up mesin akan diputar saat mengganti mobil di garasi
Subaru BRZ S ’21
Race Screen
Memindahkan tampilan waktu yang tersisa ke tengah layar untuk race yang memiliki limit waktu
AI Cars
Memperbaiki driving line mobil AI di sirkuit Nürburgring
Beberapa event bisa diikuti dengan meminjam mobil tertentu sesuai dengan event yang diikuti
Intro Video akan diputar sebelum babak final di event ‘Nations Cup’ dan ‘Manufacturers Cup’
Informasi-informasi ini akan ditampilkan sebelum balapan di setiap event:
Tingkat Keausan Ban
Tingkat Konsumsi Bahan Bakar
Temperatur
Ban yang Diperlukan (Hanya ditampilkan jika disetel)
Persyaratan Pit Stop (Hanya ditampilkan jika disetel
Suzuki Cappuccino (EA11R) ’91
Video racing etiquette akan diputar saat pertama kali memasuki “Event”
Menambahkan screen “Race Details” yang meliputi:
Basic Information
Qualifying Settings
Race Settings
Penalty Settings
Driving Option Restrictions
Regulations
Editor Livery
Menambahkan fitur “Default Decal Color” dan “Newest Color Used”
Replay
Menambahkan opsi untuk memfilter genre atau artis saat memilih replay musik
Untuk replay baru, fitur “fast forward” ke lap berikutnya telah ditambahkan
Setting Mobil
Memperbaiki masalah di mana nama Setting Sheet kadang menghilang
Memperbaiki masalah Performance Points (PP) yang terjadi karena penyesuaian Power Restrictor
Memperbaiki masalah di mana Performance Points (PP) tidak ditambahkan dengan benar jika menggunakan pengaturan tertentu. (Performance Points mungkin tidak dihitung dengan benar dalam kondisi tertentu seperti saat menggunakan pengaturan ban high-grip.)
Gassho-style Houses in Ainokura
Penyesuaian dan Perbaikan Baru Pada Kontrol
Penyesuaian Pada Mobil
Menyesuaikan perhitungan geometri untuk suspensi. Hal ini menghasilkan peningkatan traksi untuk mobil tipe RWD
Menyesuaikan input kontrol (Stik analog, tombol R2, pedal gas pada steering wheel) dan posisi throttle.
Menyesuaikan kecepatan steering untuk stick
Menyesuaikan steering wheel berikut yang berasal dari feedback player:
Fanatec® Podium
Fanatec® GT DD Pro
Fanatec® GT DD Pro + BoostKit
Menyesuaikan kontrol brake pressure saat memasuki tikungan yang menyebabkan jarak pengereman akan berkurang
Pengaturan Kontrol
Trigger effect sekarang dapat disesuaikan dari “Quick Menu” yang ditampilkan saat race, atau dari Setting > Control Setting di menu pause. Trigger effect accelerator dan brake dapat disetel off, weak, atau strong
Mengubah batas “Controller Steering Speed” dari 7 menjadi 10
Pengaturan Volume Suara
Opsi suara berikut sekarang dapat disesuaikan dari Settings > Sound Volume
Race Sound Mode (menyeimbangkan BGM dan Sound / meningkatkan Sound / fokus ke Race BGM)
Play Race BGM (On / Off)
Race BGM (Volume)
Race Sound Effects (Volume)
Player Engine Noise (Volume)
Transmission Noise (Volume)
Tyre Squeals (Volume)
Rivals Engine Noise (Volume)
Cherry Blossoms at Night
Auto Mode
Memperbaiki masalah di mana saat mode auto, mobil akan masuk pit untuk ganti oli walapun tidak diperlukan
Bug Pada Mobil
Memperbaiki masalah dari beberapa mobil berikut:
Honda Fit Hybrid ’14: warna beberapa part mobil bagian bawah tidak sesuai dengan warna body mobil
Jeep Willys MB ’45: warna interior tidak berganti walaupun sudah di set
Honda Civic Type R Limited Edition (FK8) ’20: penampatan decal terdistorsi ketika decal ditambahkan dari Custom Parts > Front > Type A di editor livery
Ferrari 458 Italia ’09: stiker nomor terdistorsi saat ditambahkan ke mobil ini jika sudah dimodifikasi ke wide body
Itu adalah patch baru yang ditambahkan dalam update Gran Turismo 7 versi 1.13. Update informasi menarik lainnya seputar game hanya di Gamefinity.id
GAMEFINITY.ID, Jakarta – Grand final MPL Season 9 baru saja selesai dengan kemenangan bagi RRQ Hoshi yang mengalahkan Onic Esport 4-1. Kemenangan ini sekaligus mengamankan piala MPL ke 4 RRQ Hoshi dan menjadikan mereka klub esport pemegang piala MPL terbanyak. Pertandingan grand final season 9 ini seperti mengulang grand final season 8 lalu, dimana pada saat itu Onic Esport berhasil mengalahkan RRQ Hoshi lewat pertandingan yang sengit.
Pada game pertama, RRQ Hoshi mengambil inisiasi serangan dengan terus melakukan pressure Onic Esport. Gameplay RRQ sukses membuat Onic Esport kekurangan objektif yang berdampak ketinggalan gold. Memasuki mid game, Albert yang menggunakan Hero Signature yaitu Ling sukses mengacak-acak game play Onic. Hingga RRQ berhasil mengamankan game pertama di menit ke 20.
Onic sempat mengamankan game kedua dengan fokus pada objektif dan lebih menguasai makro permainan. Sempat mendapatkan perlawanan yang sengit dari RRQ, Onic berhasil mempertahankan keunggulannya di game kedua dan berakhir pada menit ke 25.
Pada game ketiga kedua team sama-sama bermain agresif, war pada early game benar-benar tidak terhindarkan. RRQ Hoshi lebih diuntungkan karena R7 menggunakan Baxia dan Vyn menggunakan Franco. Baru pada mid game, RRQ Hoshi berhasil menguasai map dan mengontrol jalannya game ketiga. Didapatkannya Lord yang pertama oleh RRQ Hoshi tanpa ada kontes, membuat game ketiga dikendalikan sepenuh oleh para pemain RRQ. Baru pada menit ke 18, RRQ Hoshi memenangkan game ketiga sekaligus mengubah kedudukan menjadi 2-1.
Sempat menguasai game keempat pada early game, kondisi mulai berbalik ketika Onic Esport kalah dalam kontes Lord. Kalahnya team fight dan didapatkannya Lord oleh RRQ Hoshi, menjadi momen snow ball. RRQ Hoshi perlahan-lahan mengendalikan permainan dan mulai membalikkan keadaan. Satu momen itu membuat RRQ Hoshi menang dan unggul menjadi 3-1.
Copyright: instagram.com/mpl.id.official/ Clay sukses menjadi MVP dalam grand final MPL season 9 dengan KDA 9,7
Pada game kelima dimana menjadi game terakhir dari grand final ini, RRQ benar-benar tidak terbendung. Clay dengan Xavier dan Vyn dengan hero Franconya menjadi salah satu kunci pada game kelima yang sekaligus menutup grand final dan mengantarkan RRQ kembali merengkuh piala ke empat. Clay juga dinobatkan sebagai Most Valueable Players (MVP) dalam MPL season 9 dengan total kill 122 dan rata-rata KDA 4/2/2.
Meskipun kalah dalam grand final MPL Season 9 dari RRQ Hoshi, Onic Esport menjadi klub yang akan menemani RRQ Hoshi di MSC nanti. Dukung terus RRQ Hoshi dan Onic Esport akan bersaing di MSC dan menunjukkan semangat #indopride.
GAMEFINITY.ID, BANDUNG – Meski mendapat penurunan jumlah pelanggan, Netflix tampaknya tetap ingin menambah game hingga total 50 judul hingga akhir tahun ini.
The Washington Post melaporkan dari sumber anonim bahwa Netflix ingin mengembangkan lebih banyak konten game. Akan tetapi, judul-judul game tersebut untuk sementara hanya dapat dimainkan di mobile.
Netflix Sebelumnya Meluncurkan Layanan Game-nya Pada November 2021
Netflix meluncurkan layanan game-nya khusus pelanggan setianya pada November lalu dengan lima judul game. Kelima game itu antara lain Card Blast, Shooter Hoops, Teeter Up, dan Stranger Things: 1984 serta Stranger Things 3 The Game.
Stranger Things 3: The Game Menjadi Salah Satu Game dari Netflix
Sekarang, mereka menyediakan sebanyak 18 judul. Dengan berarti tersisa 32 judul yang akan mereka kembangkan selama tahun ini, termasuk Exploding Kittens yang telah mereka umumkan sebelumnya.
Sebelumnya, platform streaming raksasa itu telah mengakuisisi tiga perusahaan game, Boss Fight Entertainment, Next Games, dan Night School Studio. Netflix memang sangat serius dalam mengembangkan layanan game-nya.
Netflix Miliki Pengalaman Baik Dalam Mengadaptasi Game Menjadi Serial TV
Sebelumnya, Netflix telah mengadaptasi beberapa game menjadi serial televisi, di antaranya Castlevania, The Witcher, Arcane, dan The Cuphead Show. Keempatnya telah sukses memukau penonton dan kritikus sampai mencapai rating Nielsen cukup tinggi.
Hal ini membuktikan mereka telah memiliki track record memuaskan dalam mengadaptasi berbagai judul game menjadi serial televisi. Netflix berharap dapat mendapat kesuksesan yang sama dalam mengembangkan layanan game-nya.
Kesempatan Baru Setelah Kabar Buruk?
Kabar Netflix akan menyediakan 50 judul game hingga akhir tahun ini muncul setelah berbagai kabar buruk. Platform streaming raksasa itu telah kehilangan kurang lebih 200.000 pelanggan global dan sahamnya mengalami penurunan drastis. Mereka mengakui kompetisi dari platform streaming lainnya dan password sharing merupakan pemicu terbesarnya.
Tidak hanya itu, divisi animasinya, Netflix Animation, membatalkan sebagian besar proyeknya dan mem-PHK karyawannya.
Akankah layanan game akan menjadi harapan baru bagi Netflix untuk bersaing dengan platform streaming lain? Jika banyak dari judul game-nya sangat memuaskan, mungkin Netflix dapat membalikkan keadaan sebagai platform streaming terbesar di dunia.
Tunggu update berikutnya serta informasi menarik lainnya seputar game hanya di Gamefinity.id!
GAMEFINITY.ID, Bandar Lampung – Among Us merupakan salah satu game Multiplayer Online bergenre Survival yang dikembangkan dan dipublikasikan oleh InnerSloth, studio asal Amerika Serikat pada Juni 2018. Among Us dapat dimainkan pada Platform NDS, Android, PlayStation 4, Xbox One, Windows, IOS, dan lainnya. Setelah beberapa tahun dari perilisannya, banyak game yang mengambil unsur serupa dengan Among Us. Salah satu gamenya adalah Super Sus.
Super Sus adalah game Multiplayer Online Survival yang memiliki konsep serupa seperti Among Us dengan sedikit perbedaan yang sangat mencolok antara keduanya. Super Sus dikembangkan oleh PIProductions dan dirilis pada November 2021.
Menceritakan tentang 9 orang yang berada di dalam kapal ruang angkasa dan didalam kapal ini terdapat setidaknya dua pengkhianat atau penipu yang bertujuan menghalangi seisi kapal saat dalam perjalanan.
Sama seperti Among Us, Player dituntut menyelesaikan tugas di dalam kapal sebelum para Impostor berhasil mengeksekusi penumpang lainnya, dan permainan akan dimenangkan oleh Impostor.
Gameplay (8/10)
Gameplay – Review Super Sus, Among Us Rasa Battle Royale
Super Sus memiliki mekanisme game yang sangat serupa dengan Among Us. Persamaan baik dari Konsep Survival, Map, Karakter, Misi dan masih banyak lainnya. Hanya saja, ada beberapa yang menjadi daya tarik dari Super Sus, yaitu sistem Ranking dan Top Player.
Super Sus memiliki lobby seperti pada game Battle Royale pada umumnya yang terdapat fitur seperti, Quick Match, Ranked Match, Profil, Reward, Item, Koleksi, Pass Bulanan, dan banyak lagi lainnya. Kalau dilihat-lihat, konsep lobby yang dibawakan serupa dengan lobby di Free Fire.
Super Sus memiliki beberapa tingkatan Rank seperti, Bronze, Silver, Gold, Platinum, Diamond, Guru, King, dan Mythical Glory. Selain menghadirkan Spacecrew dan Impostor, terdapat beberapa class yang diatur dalam 3 kelompok seperti Spacecrew, Impostor, dan Netral.
Graphic (9/10)
Graphic – Review Super Sus, Among Us Rasa Battle Royale
Untuk visual yang dibawakan oleh Super Sus lebih baik daripada game pelopor, Among Us. Game yang dibawakan dengan sudut pandang game Idle dan desain karakter yang terlihat lebih nyata dan serupa dengan pakaian luar angkasanya.
Super Sus memiliki satu daya tarik yang membuat dia terasa lebih baik dan bagus dari game serupa lainnya,yaitu Kill Effect. Kill Effect dapat kita lihat saat karakter yang kita gunakan di eliminasi oleh Impostor. Kill Effect ialah berupa Scene yang menampilkan bagaimana proses kita tereliminasi. Kill Effect memiliki banyak efek beragam seperti, dieliminasi dengan cara ditusuk, ditembak, dan banyak aksi dari Kill Effect lainnya yang bisa dimiliki.
Control (8/10)
Control – Review Super Sus, Among Us Rasa Battle Royale
Super Sus memiliki kontrol yang sangat sederhana. Kontrol yang terdiri atas kontrol Analog untuk bergerak dan kontrol untuk mengeksekusi perintah sesuai dengan Class yang kita dapatkan seperti, Enginer yang memiliki kontrol lebih seperti memperbaiki kerusakan dari jarak jauh dan bisa masuk kedalam ventilasi.
Addictive (6/10)
Addictive – Review Super Sus, Among Us Rasa Battle Royale
Untuk 6 jam pertama bermain, Super Sus memang terasa sangat menyenangkan. Tetapi jangan terlalu berharap untuk sebuah permainan dalam jangka panjang. Game ini sangat dapat membosankan ketika player bermain dalam jangka waktu tertentu demi mengejar kenaikan peringkat.
Sejujurnya, game seperti ini kurang cocok untuk dijadikan sebuah game kompetitif. Pada dasarnya, Among Us hadir sebagai permainan untuk mengisi waktu luang bukan untuk bersaing secara peringkat. Selain membosankan, game ini diperburuk oleh playernya yang mayoritas sangat keras kepala.
Music (8/10)
Music – Review Super Sus, Among Us Rasa Battle Royale
Tidak ada musik sepanjang jalannya permainan, yang ada hanyalah Sound Effect seperti, berlari, mengeksekusi, menyelsaikan misi, masuk ventilasi dan sebagainya. Benar-benar seperti game Battle Royale.
Super Sus hanya memiliki BGM pada lobby room, BGM yang hanya sebatas instrumental. Lagipula, tidak banyak yang diharapkan untuk musik dari game party seperti ini.
Kesimpulan
Super Sus menjadi titik terang untuk player yang sempat merasa bosan dengan mekanisme Among Us yang monoton. Super Sus juga menjadi salah satu game Party Kompetitif yang sebelumnya tidak ada pada game Party lainnya. Berikut Kelebihan dan kekurangan yang dapat penulis sampaikan.
Kelebihan
Game ini lebih kompleks daripada pelopornya, Among Us. Game yang memiliki berbagai macam Class yang dapat player coba dan kostum aksesoris yang dapat player gunakan.
Overall, game ini sangat bagus untuk penyuka game Party Survival yang sedikit ramah dengan Free Player.
Kekurangan
Game ini memberikan konsep Kompetitif yang terlalu menyulitkan. Bagaimana tidak, terdapat 8 Tingkatan Rank yang tiap tingkatannya memiliki 3 sub tingkat.
Dan para Random Player yang sebagian besar mereka merupakan orang yang keras kepala, terlebih hadirnya fitur Voice Chat saat diskusi yang lebih sering digunakan untuk Toxic daripada berdiskusi.
Untuk Super Sus, Total Score yang dapat penulis berikan adalah 7,8.
Sekian Review singkat dari Super Sus yang dapat penulis sampaikan.
Simak review game dan informasi seputar game menarik lainnya hanya di Gamefinity.id!
GAMEFINITY.ID Kutai Kartanegara – Elon Musk telah resmi menjadi pemilik Twitter.
Pada Selasa (25/4) waktu Amerika, Twitter dilaporkan telah menyetujui penawaran Elon untuk membeli perusahaan raksasa media sosial tersebut. Kabar ini disampaikan melalui press release perusahaan yang disampaikan beberapa saat setelah pembelian.
Pembelian ini disepakati oleh kedua belah pihak, dengan harga US$54,20 untuk setiap lembar saham, atau sekitar US$44 Miliar untuk pembelian penuhnya.
Visi Elon Musk Untuk Twitter
“Kebebasan berbicara adalah landasan demokrasi yang berfungsi, dan Twitter adalah alun-alun kota digital tempat hal-hal penting bagi masa depan umat manusia diperdebatkan,” ucap Musk dalam press release.
“Saya juga ingin membuat Twitter lebih baik dari sebelumnya dengan meningkatkan produk dengan fitur-fitur baru, membuat algoritme open source untuk meningkatkan kepercayaan, mengalahkan bot spam, dan mengautentikasi semua manusia. Twitter memiliki potensi luar biasa – saya berharap dapat bekerja sama dengan perusahaan ini dan komunitas pengguna untuk membukanya.”
Sebelumnya pada tanggal 14 april lalu, setelah Elon Musk mengakusisi 9,2 persen saham Twitter, ia menawarkan pembelian saham tambahan dengan harga US$54,20 untuk setiap lembar saham. Pembelian ini pun menjadikan Musk sebagai salah satu pemilik saham tunggal terbesar di Twitter, dan ia pun ditawari untuk menjadi salah satu anggota dewan direksi.
Tak berselang lama, tawaran tersebut dicabut setelah dewan direksi mengetahui niat Musk yang ingin mengakuisisi penuh sang burung biru. Hingga kemudian para dewan direksi mengadopsi rencana “pil racun” demi mencegah pria terkaya di dunia itu, untuk menguasai 15 persen saham Twitter.
Terlepas dari berhasil atau tidaknya rencana “pil racun” tersebut, Elon Musk kini telah resmi menjadi pemilik salah satu raksasa media sosial tersebut. Pembelian ini sendiri mencakup US$25,5 miliar dalam bentuk pinjaman, serta US$21 miliar dari pembelian pribadi. Melihat hal ini, para Analis keuangan memperkirakan bahwa pinjaman tersebut dapat membebani Twitter hingga US$1 miliar per tahun, atau sekitar 20 persen dari pendapatan tahunan perusahaan.
Sementara itu, Parag Agrawal selaku CEO dari Twitter tampak memuji dan merasa bangga dengan pembelian tersebut.
Parag Agrawal, CEO Twitter
“Twitter memiliki tujuan dan relevansi yang berdampak pada seluruh dunia,” Ucapnya dalam press release. “Sangat bangga dengan tim kami dan terinspirasi oleh pekerjaan yang tidak pernah lebih penting.”
Suka dengan artikel ini?
Jangan lupa untuk membaca artikel menarik lainnya ya hanya di https://gamefinity.id/