Category Archives: Game

Aktor Fast and Furious Tyrese Gibson Hadir Di PUBG Mobile Team Up Challenge 2021

GAMEFINITY.ID, Salatiga – PUBG Mobile baru saja menyelenggarakan event yang diikuti oleh berbagai selebriti internasional bertajuk PUBG Mobile Team Up Challenge 2021. Event ini diadakan dari tanggal 20 sampai tanggal 29 Agustus 2021.

Dalam event ini, lebih dari 70 influencers dan selebritas internasional terpilih dapat mengikuti event ini. Berbagai nama-nama besar turut ikut dalam Team Up Challenge kali ini. Salah satunya adalah aktor Hollywood ternama Tyrese Gibson.

Tyrese Gibson yang terkenal atas perannya sebagai Roman Pearce dalam serial film Fast and Furious diumumkan sebagai kapten selebriti yang akan memimpin tim miliknya melawan tim asal North America lain pada laga Regional Match.

Selain Tyrese Gibson, selebriti ternama yang turut ikut dalam laga ini adalah artis tanah air Pevita Pearce. Pevita Pearce ditemani oleh BTR Alice mewakili Indonesia dalam Team Up Challenge 2021.

Setelah melalui berbagai pertandingan seru pada 20-28 Agustus dan babak final 29 Agustus 2021,  Tencent akhirnya mengumumkan tim mana yang keluar sebagai juara regional dalam event PUBG Mobile Team Up Challenge 2021. Sayangnya tim Indonesia harus tumbang dari tim Asia Tenggara lainnya.

Berikut daftar pemenang PUBG Mobile Team Up Challenge 2021 :

  • Region Timur Tengah / Afrika Utara – Tim Nasrat
  • Region Eropa – Tim FROZENNX
  • Region Asia Tenggara – Tim ZAN
  • Region Amerika Utara – Tim Wynnsanity
  • Region Amerika Selatan – Tim Lu Power

Selain pertandingan, Team Up Challenge juga mengadakan penghargaan kepada influencer dan selebriti yang berprestasi dalam game PUBG Mobile. Berbagai kategori penghargaan hadir seperti Best In-Game Leader, Most Funny, Rising Star, Igniter Award , dan Favourite Content Creator.

Berikut beberapa daftar pemenang penghargaan Team Up Challenge 2021 :

  • Best MC – Powerbang
  • North America’s Favorite Content Creator – Panda
  • Southeast Asia’s Favorite Content Creator – BTR Alice
  • North America’s Most Funny Content Creator – Wynnsanity

 

Hideo Kojima Dukung In-Game Photo Mode Sebagai Sarana Mengasah Skill Fotografi

GAMEFINITY.ID, Salatiga – Fitur in-game photo mode memang sudah menjadi fitur wajib bagi game modern terutama untuk game yang mengandalkan detail grafis yang tinggi.

Developer game ternama Hideo Kojima mengomentari soal manfaat dari fitur in-game photo mode tersebut. Menurut developer serial Metal Gear Solid ini, in-game photo mode dapat mengasah skill dan memahami berbagai aspek dalam bidang fotografi.

“Masih ada beberapa orang yang mengolok-olok ketika kamu mengambil gambar virtual dalam sebuah game. Jika kamu terus mengambil gambar, bahkan dalam game, sensitivitas dan keterampilan Anda akan meningkat secara alami. Komposisi, tata letak, fokus, dll.”

“Dan yang terpenting, Kamu akan tahu apa yang ingin kamu foto. Setelah itu, pengalaman dalam game pasti akan berguna saat kamu memotret dengan kamera atau smartphone sungguhan.” ujar Kojima.

Hideo Kojima sendiri memang sangat menyukai seni game fotografi. Maka wajar saja apabila game terbarunya yakni Death Stranding memiliki detail grafis yang sangat indah sehingga sangat ideal untuk menjadi objek game fotografi.

Game photography sekarang tumbuh menjadi sebuah tren dan hobi di kalangan gamers. Bahkan kini perusahaan game dan developer besar seperti CD Projekt Red kerap mencari fotografer game profesional untuk membantu memasarkan produk-produknya.

Sony Secara Sadar Memangkas Performa dari PS5 Digital Edition V2.

GAMEFINITY.ID, Denpasar – Sony baru baru ini telah merilis PS5 Disk Edition edisi kedua dan rumor dari PS5 Disk Edition edisi kedua sudah beredah semenjak bulan Juli kemarin. Pada rumor tersebut, PS5 Disk Edition edisi kedua ini akan memangkas berat dari PS5 tersebut sebanyak 300Gr. Lalu bagaimana sony dapat memangkas berat dari PS5 Disk Edition edisi kedua? Badahal jika dilihat dari fisik luar hingga box PS5 ini tidak ada bedanya dengan edisi pertama. Tidak mungkin rasanya sony merubah berat tanpa ada pengorbanan atau perubahan apapun pada jeroannya bukan?

Berdasarkan video teardown dari Austin Evans, Sony “hanya” melakukan desain ulang terhadap heatsink dan fan yang digunakan pada edisi kedua dari PS5 Digital Edition. Akibat dari redesign ini dapat memangkas berat dari PS5 tersebut sebanyak 300Gr dan suhu dari SoC PS5 tersebut naik 3 sampai 5 derajat Celcius.

Angka tersebut memang terlihat tidak terlalu signifikan perbedaannya, namun Austin memainkan PS5 tersebut pada ruangan yang cukup terbuka dan suhu ruangan yang cukup dingin. Jikalau kalian menaruh PS5 tersebut di rak atau di ruangan yang lebih tertutup maka ada kemungkinan PS5 tersebut akan mengalami overheat ataupun thermal throttling. Jikalau terjadi thermal throtling maka akan terjadi penurunan performa dari PS5 tersebut agar suhu tetap terjaga di batas aman atau kemungkinan terburuk adalah PS5 tersebut dapat mati secara mendadak.

Beberapa waktu lalu, Sony dikabarkan menjual lini PS5 lebih murah dibandingkan seharusnya yang menyebabkan Sony bisa dikatakan menjual secara rugi dari lini PS5, data ini didapatkan dari laporan yang dirilis oleh Bloomberg. Jikalau hal tersebut memang benar maka apa yang dilakukan oleh Sony pada edisi kedua dari PS5 Digital Edition ini masuk akal. Dengan melakukan redesign tersebut Sony dapat memangkas biaya produksi dari PS5 Digital Edition ini untuk menutupi dari jual rugi tersebut.

Pada seri pendahulunya, seperti PS3 edisi pertama (atau yang sering disebut dengan PS3 Fat) terkenal dengan YLOD (Yellow Light of Death) alias console tersebut mengalami overhat, dan PS4 edisi pertama (yang sering disebut juga dengan PS4 Fat) juga beberapa console mengalami overheat atau fan yang sering berjalan di 100% load.

Apakah PS5 Digital Edition edisi kedua ini akan memiliki masalah yang sama dengan console generasi sebelumnya? Itu hanya waktu saja yang dapat menjawab. Untuk saat ini, PS5 Digital Editions edisi kedua hanya dapat dibeli di Jepang, beberapa bagian di Amerika Serikat, dan Australia. Sepertinya, lebih baik untuk membeli PS5 Digitial Editions edisi pertama dibandingkan yang kedua.

Takut Timbul Masalah, Xbox Harap Tak Ada Orang Tua yang Namai Anaknya “Game Pass”

GAMEFINITY.ID, Singkawang – Xbox Game Pass adalah salah satu penawaran terbaik. Dengan membayar langganan layaknya Netflix, kalian akan mendapatkan banyak video game eksklusif dari Xbox sejak hari pertama rilis. Namun terlepas dari kualitas layanannya, Xbox tidak ingin ada orang tua yang menyebut anak mereka “Game Pass”.

Pada event Gamescom 2021 beberapa waktu lalu, Microsoft dan Bethesda hadir untuk memperlihatkan beberapa game termasuk info mengenai Starfield dan juga game-game yang akan hadir ke layanan XGP.

Saat kesempatannya berbicara tersebut, Bos Bethesda Pete Hines dan Arron Greenberg bercerita tentang kisah sepasang orang tua yang memberikan anaknya nama “Dovahkiin” pada tahun 2011 silam. Bagi kalian yang tidak paham, nama Dovahkiin adalah nama karakter utama dalam game Skyrim.

Karena ulahnya itu akhirnya mereka mendapatkan game Bethesda gratis seumur hidup dan masih berlaku hingga saat ini.

Tentu saja ini merupakan sebuah momen haru bagi para developer karena game besutannya dijadikan nama anak sebagai bentuk apresiasi para fans. Namun ternyata mereka tidak menganjurkan untuk menggunakan nama game sebagai nama anak mereka.

Hal ini bertujuan agar menghindari apa-apa yang tidak diinginkan keluarga di masa kedepannya.

Aaron pun mulai bercanda kalau dia berharap tidak ada orang tua di luar sana yang nekat akan memberi nama anak mereka “Game Pass” dengan harapan akan diberikan akses layanan XGP gratis seumur hidup sama seperti Dovahkiin.

“Saya juga minta untuk jangan seorang pun menamai bayi mereka Game Pass,” ucap Aaron sembari bercanda.

I Am Fish, Game Petualangan 4 Ikan yang Terpisah Dalam Menemukan Kebebasan

GAMEFINITY.ID, Purworejo – I Am Fish, sebuah game petualangan dari Bossa Studios, kreator game Surgeon Simulator dan I Am Bread ini mungkin patut kalian nantikan. Dalam trailer yang perlihatkan di event Gamescom 2021 kemarin, game ini memang terlihat menarik sebagai game action-adventure platformer berbasis fisika dengan ikan sebagai tema utamanya.

Bercerita tentang 4 ekor ikan yang saling bersahabat: ikan mas, ikan buntal, ikan terbang dan piranha, yang harus terpisah dari rumahnya di akuarium sebuah pet shop. Kalian akan berpetualangan bersama keempatnya dalam menemukan jalan untuk kembali ke lautan dan bersatu kembali.

Mendengar cerita di atas mungkin mengingatkan kita pada kisah Finding Nemo. Tentu kalian masih ingat betapa kerasnya perjuangan Nemo untuk kembali ke lautan. Game ini juga akan menawarkan hal yang sama dimana keempat ikan ini harus melewati berbagai rintangan seperti menyeberangi jalan, menyelinap di selokan yang penuh jarum, menghindari hewan liar yang kelaparan dan banyak lagi.

I Am Fish

Sebagai ikan tentu kalian akan bisa berenang. Namun, keempatnya ini memiliki kemampuan uniknya tersendiri. Ikan buntal, walau sedikit lambat dia bisa menggelembung menjadi bola dan berguling melintasi daratan. Lain lagi dengan ikan terbang, dia bisa terbang layaknya sebuah pesawat kecil dalam dalam menemukan genangan air. Ikan piranha dan mas juga memiliki kelebihannya masing-masing yang nantinya akan sangat berguna dalam petualangannya menuju lautan.

I Am Fish

Game ini sendiri direncanakan rilis pada 16 September mendatang di Xbox Series, Xbox One dan PC via Steam dan Microsoft Store. I Am Fish juga dipastikan akan tersedia di Xbox Game Pass untuk konsol maupun PC. Bagi kalian yang sudah tidak sabar memainkannya, kalian bisa mencoba demonya sekarang di Steam.

Pecahkan Rekor, Garena Free Fire Tayangkan Video Game Ukuran Terbesar di Las Vegas

GAMEFINITY.ID, Jember – Baru-baru ini, game besutan Garena, Free Fire merayakan ulang tahunnya yang keempat di Las Vegas, Amerika Serikat. Pada acara tersebut juga, terdapat sebuah rekor dunia yang terpecahkan.

Garena Free Fire membuat sebuah tampilan video game terbesar di dunia. Untuk membantu pemecahan rekor tersebut, Garena menggunakan lampu dengan kecerahan sekitar 1,6 lumen yang dapat menerangi sisi gedung.

Tampilan proyektor yang berukuran 46.744,65 kaki tersebut memperlihatkan aksi para pemain game yang sedang bermain Free Fire.

Acara ini juga dimeriahkan oleh artis populer, seperti Alok, Dimitri Vegas & Like Mike, KSHMR, dan Zaffir. Acara yang berlangsung di Las Vegas ini juga merilis sebuah lagu baru yang berjudul “Reunion” sekaligus menjadi tema ulang tahun keempat.

Untuk merayakan usia yang keempat tahun dari game battle royale itu, Garena telah memberikan banyak item gratis kepada para gamers. Dan juga akan memberikan karakter Thivia secara gratis kepada semua pemain.