Category Archives: Game

Wow! Indonesia Berhasil Mendominasi Pasar Game Indie di Asia Tenggara

GAMEFINITY.ID, Salatiga – Kabar gembira hadir dari industri game tanah air. Game buatan putra-putri bangsa berhasil mendominasi developer lain dari negara tetangga pada event Gamescom 2021.

Menurut laporan Virtual SEAsia, dari 30 game yang ada di Devcom maupun Indie Arena Booth, Indonesia berhasil menyumbangkan total 26 judul game! Angka ini sangat fantastis dan jauh diatas negara tetangga seperti Malaysia yang hanya merilis 3 judul game saja.

Kesuksesan developer Indonesia di Gamescom 2021 ini tak lepas dari bantuan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) dengan Asosiasi Game Indonesia (AGI). Kemenparekraf dan AGI telah berjasa memfasilitasi para developer Indonesia dalam membuka Paviliun Indonesia di Gamescom 2021.

Berbagai pihak dan media internasional seperti Virtual SEAsia menganggap peranan AGI sangatlah vital dalam dominasi developer tanah air di kancah Asia Tenggara.

Tidak hanya Virtual SEAsia saja, salah satu perusahaan dari Malaysia yakni Malaysia Digital Economy Corporation (MDEC) juga menganggap AGI sebagai kunci dari kesuksesan game indie Indonesia.

Lewat laporan MDEC Southeast Asia Game Industry Reports 2021, AGI berhasil membantu para developer lokal dalam pengembangan bisnis, SDM, dan membantu dalam bidang persyaratan dan regulasi.

Hasilnya di tahun 2020 lalu pasar game Indonesia berhasil meraup pendapatan sebesar 1.6 milyar Dolar Amerika, peningkatan sebesar 18.5% dari pendapatan tahun 2019.

Semoga dengan kesuksesan Indonesia di Gamescom 2021 kali ini dapat menjadi momentum agar industri game Indonesia semakin baik dan mendunia.

Selamat Tinggal Assoluto Racing, Hallo Asseto Corsa Mobile.

GAMEFINITY.ID, Denpasar – Untuk ukuran game mobile, physics dari game Assoluto Racing memanglah impresive dan bisa dikatakan sim-racing untuk ukuran mobile walaupun physics nya belum bisa menyamai dari game sim-racing yang ada di PC/Console tapi untuk ukuran game mobile ini sangatlah memukau. Sampai saat ini physics dari Assoluto Racing belum ada yang bisa mengalahkannya, sampai nanti Asseto Corsa Mobile rilis.

Hingga saat artikel ini dirilis, Assoluto Racing masih bisa dikatakan menjadi benchmark dalam physics di dunia racing di platform mobile. Asseto Corsa Mobile ini akan dirilis pada tanggal 31 Agustus 2021 mendatang dan dirilis di iOS, belum diketahui apakah Asseto Corza Mobile ini akan datang ke sistem operasi Android.

Perilisan tanggal ini bisa dikatakan cukup mengejutkan. Memang kita sudah berekspektasikan bahwa Asseto Corsa akan datang ke platform mobile namun pengumuman tanggal rilisnya jauh lebih cepat dibandingkan ekspektasi kita, kita berekspetkasikan bahwa Asseto Corsa Mobile ini akan dirlis sekitar bulan Desember atau November tahun ini tapi nyatanya akan dirilis pada akhir bulan Agustus ini.

Tak hanya pengumuman tanggal saja yang diumumkan oleh Kunos Simulazioni, namun juga gameplay dan grafisnya juga. Memang kalau urusan soal grafis, game ini bisa dikatakan hanya cukup saja alias tidak terlalu wah. Tapi kalau urusan soal physics nya mungkin bisa kita omongin setelah mencoba secara langsug gamenya.

Disaat perilisan nanti, konten dari Asseto Corsa Mobile ini memiliki 9 sirikuit dan 59 mobil dimana semuanya itu berlisensi resmi. Untuk sirkuit terdapat track Imola, Barcelona GP, Brandsh Hatch GP, Redbull Ring GP, Mugello, Silverstone GP, Vallelunga, Zandvoort, dan terakhir Laguna Seca. Asseto Corsa Mobile ini akan dihargai sebesar 4.99$ USD di Apple App Store.

Zawlinaxx Si Streamer Facebook Gaming yang Meresahkan.

GAMEFINITY.ID, Denpasar – Di zaman ini, menonton orang yang sedang bermain game merupakan salah satu tontonan hiburan bagi sesorang yang suka bermain game atau bisa disebut sebagai gamers dan merupakan hal yang sudah lazim di zaman ini. Beragam konten gaming yang disajikan mulai dari yang bertipe edukasi (seperti memberikan tips dalam bermain game), konten gaming yang lucu – lucu hingga konten gaming yang menunjukan bakat dari para pemain profesional.  Tapi ada saja oknum – oknum yang sedikit nakal dalam memberikan konten gaming mereka. Salah satunya dari streamer Zawlinaxx ini.

Zawlinaxx sering kali melakukan live streaming game yang ia mainkan di platform Facebook Gaming, sayangnya di dalam konten live streaming Zawlinaxx, ia sering kali melakukan gerakan tubuh yang mengarah ke seksual dan tidak pantas untuk diperagakan di dalam live streaming. Salah satu contohnya adalah ia sering kali dengan sengaja membuat suara desahan yang “cukup” sensual.

Sayangnya di dalam Facebook Gaming ini tidak hanya orang dewasa saja yang dapat menonton konten gaming namun juga anak yang dibawah umur bisa menonton konten gaming yang ada di platform tersebut tanpa ada batasan umur, termasuk konten dari Zawlinaxx ini. Peragaan gerakan tubuh yang dilakukan dari Zawlinaxx ini sama sekali tidak cocok untuk dilihat orang anak yang masih dibawah umur.

Dikarenakan dari konten yang meresahkan dari Zawlinaxx ini, seseorang membuat petisi agar konten dari Zawlinaxx ini Ban! Ketika artikel ini ditulis, sebanyak 7.682 orang yang telah mentanda tangani petisi ini. Kalian dapat melihat petisini ini disini.

Tri Hanif Robaqi dalam petisini ini memberikan komentar bahwa “E-Sport sudah mulai tumbuh besar di negara ini, jangan sampai hanya karena mencari view sampai Jual Diri, sungguh sanat menciderai E-Sport di Indonesia”.

Candy Chan dalam petisi ini juga berkomentar “Cari viewer ko gitu bgt”.

Game Lokal Biwar: Legend of Dragon Slayer Siap Rilis Demo September Mendatang

GAMEFINITY.ID, Purworejo – Game lokal Biwar: Legend of Dragon Slayer dipastikan akan merilis alpha demo-nya di Steam pada bulan September mendatang. Dalam akun Twitternya, Devata Game Production selaku developer game ini juga akan mengikuti event Steam Next Fest yang akan diselenggarakan pada tanggal 1-7 Oktober 2021.

Sebelumnya, Devata Game Production juga sempat merilis pre-alpha demo Biwar: Legend of Dragon Slayer pada Januari yang lalu. Karena hanya sebagai pre-alpha demo, tentunya masih terdapat banyak masalah teknis dan jauh dari kata sempurna. Hal ini sangatlah wajar mengingat tujuan perilisan demo pada saat itu untuk mendapatkan masukan dari para penggemarnya.

https://youtu.be/fK8DR6a5bn0

Nah, kini mereka bersiap untuk merilis alpha demonya di Steam yang seharusnya akan membawa banyak perbaikan dari sebelumnya. Perilisan demo di Steam ini juga akan bersamaan dengan event Steam Next Fest, dimana Devata Game Production akan melakukan live streaming serta Q&A mengenai game ini.

Steam Next Fest telah dikenal sebagai ajang untuk memperkenalkan berbagai macam game baru yang akan rilis di Steam. Dengan berbagai demo yang tersedia, kalian dibebaskan untuk menjajalnya secara gratis. Sebelumnya, Valve telah menyelenggarakan event ini pada Februari dan Juni yg lalu, dan kini mereka akan menyelenggarakan lagi di awal Oktober ini.

Biwar

Biwar: Legend of Dragon Slayer memang menjadi game lokal yang cukup diantisipasi para gamer saat ini. Game bergenre action-adventure ini memang terbilang cukup unik karena membawa cerita rakyat Papua yang dipadukan dengan lingkungan yang bernuansa Bali kuno. Pemain akan dihadapkan dengan makhluk mitologi dari dalam negeri yang tentunya akan sangat menarik.

Game ini sendiri direncanakan akan rilis pada tahun 2022 mendatang di PC melalui Steam. Belum ada tanggal pasti, namun game ini dipastikan juga akan rilis di konsol pada tahun yang sama.

Terlalu Pay to Win, Streamer Ternama Menolak Untuk Bermain Genshin Impact

GAMEFINITY.ID, Salatiga – Salah satu streamer MMO ternama, Asmongold mengungkapkan bahwa ia menolak untuk bermain Genshin Impact karena dianggap terlalu “Pay to win”.

Hal ini disampaikannya pada live stream pada channel Twitch miliknya ketika ia menonton siaran Gamescom 2021. Dalam sesi promosional yang menampilkan trailer konser Genshin Impact, Asmongold berkata bahwa ia bakal tertarik untuk bermain Genshin Impact jika tidak ada sistem pay to win yang dia anggap sebagai “omong kosong”.

“Saya pikir saya akan bermain Genshin Impact jika game ini tidak memiliki “omong kosong” di dalamnya.” ujar Asmongold.

Asmongold sendiri merupakan seorang gamer MMORPG veteran yang menolak keras terhadap sistem monetisasi yang sangat berpengaruh pada gameplay MMORPG. Ia menganggap sistem pay to win merusak keseimbangan game dan menimbulkan ketidakadilan bagi seluruh pemain.

Seperti yang kita tahu, sistem Gacha dalam Genshin Impact sendiri meliputi berbagai aspek yang mempengaruhi gameplay. Karakter dan senjata yang kuat hanya bisa didapatkan lewat Gacha. sehingga pemain yang mengeluarkan uang banyak untuk Gacha akan mendapatkan keuntungan yang jauh lebih besar.

Maka cukup wajar apabila Asmongold menolak untuk bermain Genshin Impact meskipun sebenarnya ia cukup tertarik menjajal game ciptaan miHoYo satu ini.

Arena of Valor dan Honor of King akan Mengadakan Turnamen Kolaborasi dengan Prizepool Rp. 115 Milyar

GAMFINITY.ID, KOTA BATU – Arena of Valor, diberitakan akan membawa turnamen AoV World Cup (AWC) tahun depan dengan konsep baru. Konsep ini adalah kolaborasi antara game Arena of Valor serta saudaranya, Honor of King. Official Page Garena AoV Indonesia telah mengunggah sebuah post resmi pada 28 Agustus kemarin tentang kolaborasi ini.

Turnamen kolaborasi ini akan diadakan pada Oktober 2022 mendatang. Kali ini AWC akan diisi oleh tim dari 5 region yaitu Asia, North America, South America, Eropa, dan Timur Tengah. Para peserta pada turnamen ini akan diambil dari kejuaraan regional yang akan diadakan nantinya.

Pada FAQ resmi pada kolom komentar post AWC 2022 disebutkan bahwa turnamen ini bertujuan untuk meningkatkan ekosistem turnamen Arena of Valor itu sendiri. Dengan harapan membuat AWC menjadi ajang e-sport paling kompetitif di dunia.

Untuk game yang akan digunakan sendiri adalah mode khusus yang hanya ada pada gelaran turnamen ini. Mode turnamen ini akan menggabungkan hero AoV dan HoK dalam satu game. Pada FAQ tersebut juga disebutkan bahwa AoV tidak akan menggabungkan diri menjadi satu game dengan HoK.

Kolaborasi ini juga akan menjadi turnamen e-sport AoV dengan prizepool terbesar, yakni $8 Juta atau setara dengan Rp. 115 Milyar. Tentu saja dengan prizepool yang besar ini akan menarik minat para tim dan pemain untuk mengikuti rangkaian turnamen AoV World Cup 2022 ini.

Masih belum ada kabar mengenai AoV International Championship (AIC) tahun depan. Namun, AIC 2021 masih akan diselenggarakan pada November 2021 nanti.