Category Archives: Game

Mengenal Lebih Jauh Game Visual Novel

GAMEFINITY.ID, KOTA BATU – Apakah kalian merasa asing dengan game berjenis “Visual Novel”? Atau sebaliknya kalian sudah mengetahui seluk beluk dari game “Visual Novel”? Disini kita akan membahas mengenai apa itu Visual Novel game atau biasa disebut VN.

Apa itu Visual Novel Game?

Visual Novel merupakan genre video game fiksi interaktif yang menampilkan teks sebagai elemen utama yang disertai dengan gambar statis yang biasanya memiliki gaya anime sebagai elemen pendukung. VN sendiri sangat populer di Jepang. Hal ini yang menjadi penyebab mengapa banyak seri game VN terkenal berasal dari negara sakura tersebut. Contoh game VN ternama dari Jepang adalah “Danganronpa Series” yang mengajak kalian untuk mengungkap pembunuhan dalam sebuah survival game, dan tidak lupa “Fate Series” yang juga terkenal dalam adaptasi animasinya.

Gameplay

Secara garis besar, para pemain dituntut untuk membaca alur cerita dan menentukan pilihan yang akan membawa pemain pada ending yang berbeda di setiap pilihannya. Saat bermain, pemain juga dimanjakan dengan berbagai art bergaya anime yang akan menemani setiap waktu. Meski terkesan sederhana, mendapatkan ending yang diharapkan bukanlah hal yang mudah untuk dicapai. Beberapa pilihan di awal game dapat mengerucutkan pilihan ending yang tersedia di akhir permainan. Hal ini didukung dengan cerita yang dapat memakan waktu lebih dari 50 jam untuk menamatkannya.

Sejarah

Game VN sendiri bukanlah sebuah hal yang baru tiba pada tahun 2000-an. “Portopia Serial Murder Case merupakan game besutan Enix yang rilis pada tahun 1983 untuk platform NEC PC-6001. Game VN ini menampilkan gambar statis yang disertai dengan teks yang berada di bagian bawahnya.

Pada 1988, Konami merilis sebuah game rancangan Hideo Kojima berjudul “Snatcher” yang memberi dampak yang cukup besar dalam perkembangan game VN. Game ini menghadirkan beberapa animasi bergerak, musik, dan juga art dengan cyberpunk yang detail. Game VN menemui jalannya di Amerika Utara pada awal tahun 2000-an. Game Phoenix Wright: Ace Attorney dan Professor Layton memepopulerkan genre game ini di dunia internasional.

Apakah Visual Novel Merupakan Sebuah Game atau Buku Interaktif?

Banyak orang mendebatkan apakah VN termasuk ke dalam kategori game atau buku/novel interaktif. Dalam kamus Merriam-Webster game didefinisikan sebagai sebuah game elektronik dimana pemain mengontrol gambar di sebuah layar. Meskipun definisi tersebut terkesan meragukan, pada kenyataanya para pemain juga menekan sebuah tombol atau melakukan sesuatu agar sesuatu terjadi di layar. Hal ini juga berlaku pada para pemain game VN karena mereka juga melakukan sesuatu untuk melanjutkan cerita.

Rekomendasi Visual Novel Game

Untuk kalian yang ingin bermain game VN, saya akan merekomendasikan beberapa judul VN ternama. Tolong patuhi age restriction masing-masing game, hal ini dikarenakan beberapa konten pada game ini merupakan konten sensitif. Dan jangan lupa beristirahat karena beberapa game VN bukanlah game yang harus ditamatkan dalam sekali duduk.

  1. Danganronpa Trigger Happy Havoc (Platform: Android, PSP. Nintendo Switch, PS 4, PS VITA, Windows, iOS, MacOS, Linux) (Game Length: 20-25 Jam)
  2. Fate/Stay Night (Platform: Windows, PS 2, PS VITA, iOS, Android) (Game Length: 63 Jam)
  3. Phoenix Wright: Ace Attorney (Platform: NDS, Android, 3DS, Nintendo Switch, GBA, PS 4, Xbox One, Wii, Windows, iOS) (Game Length: 17 Jam)
  4. Steins; Gate (Platform: PS 4, Android, PS VITA, PSP, iOS, PS 3, Windows, Xbox 360) (Game Length: 27 Jam)
  5. Love Convention (Platform: Android) (Game Length: Rata-rata 30 menit per satu karakter ending)

Klub Sepakbola Real Betis Umumkan Pemain Barunya dengan Video Parodi GTA

GAMEFINITY.ID, Purworejo – Klub sepak bola Real Betis punya cara yang tidak biasa untuk mengumumkan pemain barunya. Alih-alih hanya memperkenalkan pemainnya di stadion, klub yang satu ini malah menggunakan video parodi yang terinspirasi dari game GTA.

Dalam video berjudul GTA: Real Betis Edition yang dibagikan di Twitter tersebut, striker Real Betis, Aitor Ruibal terlihat sedang menjalankan misi untuk mengirimkan jersey Real Betis kepada pemain barunya, Germán Pezzella. GTA disini bukan kependekan dari “Grand Theft Auto” yang kita kenal, melainkan diparodikan menjadi “Grand Transfer Announcement”.

Video tersebut dibuka dengan Aitor Ruibal yang berjalan menuju stadion Benito Villamarín, dimana mereka menirukan meme populer “Ah Sh*t, Here We Go Again” dari GTA San Andreas lengkap dengan gaya jalan ikoniknya. Namun, dalam video ini, Aitor Ruibal mengganti katanya menjadi “Oh boy, here we go again.”

Real Betis

Aitor Ruibal melanjutkan perjalannya ke stadion dengan naik skuter. Ketika sampai di sana, Rubial lalu menerima jersey Real Betis dan bertemu rekan setimnya, Guido Rodriguez, sebelum akhirnya memberikan jersey tersebut kepada Germán Pezzella. Di saat yang sama, muncul tulisan “MISSION PASSED – SIGNED” dengan font dan style yang sama dengan yang ada di GTA San Andreas.

Hingga kini, video tersebut telah ditonton sebanyak 2 juta kali. Namun, nyatanya Real Betis bukanlah yang pertama kali membuat video parodi GTA seperti ini. Sebelumnya, klub asal Polandia Wisła Płock telah membuat video serupa untuk memperpanjang kontrak salah satunya pemainnya yaitu Piotr Tomasik.

Seperti Inilah Kalau Block Minecraft Ada di Dunia Nyata

GAMEFINITY.ID, Denpasar – Kata kreatif mungkin tepat untuk seorang fan minecraft yang satu ini, pasalnya ia membuat berbagai macam block yang ada di Minecraft lalu dijadikannya miniatur di dunia nyata dan hasilnya pun cukup menarik, rapih dan mirip seperti apa yang ada di game. Untuk saat ini ia baru berhasil membuat 2 miniatur block yakni Grass Block dan Glass Block.

Whathowwy mempostingkan hasil karyanya ke platform sosial media Reddit. Untuk membuat Grass Block ia secara langsung mengambil tanah dari lingkungan sekitar ia lalu menata sedemekian rupa hingga terlihat mirip seperti apa yang di game, sedangkan untuk dari Glass Block sepertianya untuk membuat itu sedikit ribet karena ia memerlukan epoxy agar terlihat transparan dan berisi.

Untuk membuat Glass Block ia pertama melakukan pengecatan bagian dalam agar aksen atau texture dari Glass Block terlihat mirip seperti di game lalu ia menuangkan cairan polyurethane dan menunggu hingga cairan tersebut kering, voila jadi!. Dari kedua block yang ia buat terlihat sangat ikonik seperti yang ada di game walaupun seperti yang kita ketahui Minecraft dapat kita mod sedemikan rupa sampai tidak terlihat seperti Minecaft.

Minecraft merupakan salah satu game kasual yang sangat populer saat ini. Banyak sekali mod, server, ataupun map yang bisa kalian mainkan atau download agar dapat dimainkan secara ofline. Untuk saat ini sepertinya Minecraft akan membutuhkan waktu yang lama untuk jadi “Dead game”, bahkan di umurnya sudah mencapai 1 dekade ini (nanti pada bulan November) masih banyak yang memainkan game ini dan masih sangat populer di kalangan platform mobile, pc hingga console juga.

Ingin Bantu Gamer Penyandang Disabilitas, Pria Ini Dapatkan Donasi 1 Juta Dolar

GAMEFINITY.ID, Singkawang – Pada tanggal 15 September tahun lalu, Steven Spohn merayakan ulang tahunnya yang ke-40 tahun, dan di umurnya yang hamping setengah abad itu ia menjalankan sebuah campaign bernama Spawn Together.

Steven Spohn adalah COO dari AbleGamers yang mengumumkan bahwa dirinya telah berhasil memperoleh donasi sebesar 1 juta USD atau sekitar 14 miliar rupiah dari campaign Spawn Together yang dijalankannya tersebut.

Dana ini nantinya akan digunakan untuk menjalankan misi dari campaign Spawn Together yaitu membantu para penyandang disabilitas peralatan vital yang mereka perlukan untuk bermain game dengan nyaman.

Campaign Spawn Together ini sangat didukung oleh banyak pihak, buktinya pada minggu pertama Steven Spohn berhasil mendapatkan sekitar 300 ribu USD. Dengan semangat yang kuat, Steven Spohn berhasil mencapai targetnya yaitu 1 juta USD dalam waktu kurang dari setahun.

Situs-situs ternama pun juga ikut berpartisipasi dalam campaign Spawn Together ini, sebut saja GameSpot yang memberikan 115 ribu US Dolar.

Walaupun awalnya event ini dibuat dalam rangka merayakan ulang tahunnya yang ke-40 tahun, Spohn menyebut akan mengubahnya menjadi event penggalangan dana tahunan yang mencoba mengumpulkan uang sebesar 1 juta dolar.

“Saya tidak melakukan ini sendirian. Saya membawa beberapa teman saya yang paling tepercaya yang dapat mempertahankan ini bahkan setelah SMA akhirnya mendapatkan saya. Ketika itu terjadi, saya tidak ingin orang berduka dan bersedih, saya ingin mereka merayakan dan terus mendukung penyandang disabilitas selama beberapa dekade mendatang.” jelas Spohn.

Oh iya, acara penggalangan dana Spawn Together ini juga masih berjalan, kalian bisa melihatnya di sini.

Epic Game Store Akhirnya Mengizinkan Developer untuk Menerbitkan Game-nya Sendiri

GANEFINITY.ID, Jember – Kabar menggembirakan datang dari salah satu digital distribution platform, Epic Games. Melalui laman resminya, mereka mengumumkan bahwa para developer dan publisher diizinkan untuk menerbitkan game-nya secara mandiri di Epic Games Store.

Dengan mengizinkan studio dan publisher untuk menambahkan produk mereka ke toko, Epic Games berharap toko bertumbuh lebih cepat daripada sebelumnya. Namun, hal ini masih dalam closed beta, tetapi bagi siapapun yang ingin mengaksesnya dapat mendaftar ke Epic.

mereka mengumumkan bahwa para developer dan publisher diizinkan untuk menerbitkan game-nya secara mandiri di Epic Games Store.

“Daftar sekarang untuk berpartisipasi dalam closed beta untuk rangkaian baru penerbitan mandiri Epic Games Store. Hal ini menyederhanakan proses menyederhanakan proses bagi pengembang untuk menyiapkan halaman produk, pencapaian, harga,  penawaran, dan upload build dan update di Epic Games Store.” Ujar Epic Games

“Jika Anda seorang pengembang dan Anda ingin mendapatkan game Anda di Epic Games Store dan di depan 58 juta pengguna aktif bulanannya, kirimkan konten Anda untuk menjadi pertimbangan beta tertutup.” imbuhnya

Hingga saat ini, Epic Games Store hanya memiliki proses manual yang mengandalkan tim internal Epic untuk setiap langkah dalam menerbitkan lebih dari 650 game dan aplikasi yang tersedia saat ini. Dengan alat penerbitan mandiri baru ini, perpustakaan game dan aplikasi Epic Games Store akan tumbuh lebih cepat dari sebelumnya.

Seperti yang kita ketahui, dengan adanya Steam Direct, Valve mendapatkan banyak kritikan karena dianggap kehilangan kontrol kualitas ketika penerbit mulai menambahkan judul mereka sendiri ke etalase.

Namun hal ini akan berusaha diatasi oleh Epic, bahwa apapun yang berisi kebencian, diskriminatif, serta yang mencakup pornografi, barang ilegal ataupun malware tidak akan diizinkan berada di toko.

Sistem penerbitan mandiri Epic sedang diperkenalkan dalam versi beta tertutup sebagai sarana menguji perangkat dan meningkatkannya, dengan umpan balik pengembang sambil meningkatkan jumlah game dan aplikasinya di Epic Games Store.

Berkat Warframe, Desainer Ini Berhasil Biayai Kuliah Adiknya Hingga Lulus

GAMEFINITY.ID, Salatiga – Sebuah kisah inspirasional datang dari Filipina dimana seorang desainer grafis berhasil menghidupi seluruh keluarganya, bahkan membiayai kuliah adiknya hingga lulus berkat game Warframe.

Lendel Fajardo, atau yang lebih dikenal dengan LED2012 adalah seorang desainer grafis yang berasal dari Filipina. Ia hidup bersama orang tua dan 3 saudaranya dalam kondisi ekonomi yang sangat pas-pasan.

Sebelum merintis karir sebagai desainer grafis ia sempat berkuliah. Selama berkuliah Lendel tertarik dalam mempelajari desain 3D menggunakan software Blender secara otodidak. Namun sayangnya ia harus memutuskan untuk berhenti berkuliah karena terhalang masalah biaya.

Namun hal ini tidak membuat Lendel putus asa. Ia memanfaatkan skill desain 3D yang dipelajarinya secara otodidak untuk membuka jasa freelance. Kemudian seorang temannya memberitahukan bahwa Warframe membuka sebuah platform bernama TennoGen.

TennoGen sendiri merupakan platform dimana komunitas Warframe dapat mengunggah karya kosmetik mereka. Karya yang terpilih oleh Digital Extreme akan dimasukkan ke dalam Market dan sang kreator akan mendapatkan 30% dari hasil penjualan kosmetik tersebut.

Melihat peluang yang cukup menjanjikan, Lendel mulai mencoba membuat kosmetik Warframe dan diunggah ke TennoGen. Namun pada awalnya karya-karya Lendel ditolak oleh Digital Extreme. Tetapi Lendel tidak menyerah dan terus mengunggah karyanya hingga suatu hari beberapa kosmetiknya berhasil diterima.

Setelah karyanya ditampilkan ke dalam Market, Lendel sangat terkejut bahwa item kosmetik miliknya sangat populer dan laris di pasaran. Lewat penjualan item tersebut ia mulai memperoleh keuntungan yang sangat besar.

Dari keuntungan tersebut ia dapat mengupgrade PC kentang yang ia gunakan untuk mendesain skin Warframe menjadi PC yang jauh lebih baik. Dan kini ia dapat menghidupi seluruh keluarganya, membeli rumah dan tanah, bahkan membiayai kuliah kedokteran adiknya hingga lulus. Semuanya dari game Warframe.

“Berkat TennoGen, saya mampu membayar tagihan listrik, air, internet, makanan mingguan, belanjaan bulanan dan semua biaya kuliah adik perempuan saya, dan biaya sekolah adik saya.” ujar Lendel.