Category Archives: Game

M3 World Championship Menjadi Event terbesar Mobile Legends

GAMEFINITY.ID, Denpasar – Moonton pada akhirnya telah mengumumkan kapan event tersbesarnya akan dilaksanakan, M3 World Championship ini akan dilaksanakan pada bulan Desember mendatang. Event ini akan mendatangkan pemain profesional Mobile Legends dari berbagai belahan dunia.

Event ini pertama kali diselengarakan pada tahun 2019 silam dimana pada tahun itu juga Moonton mengunang pemain profesional dari belahan dunia juga. Pada turnamen sebelum-sebelumya, Indonesia dan filipina menjadi negara terkuat dalam turnamen ini.

Pada M1 All Indonesian Final terjadi pertarungan sengit antara Evos Esport dengan RRQ Hoshi, lanjut pada M2 yang menjadi pemenang adalah Bren Esport setelah berhasil menaklukan Burmese Ghouls. Ngomong soal viewers, Filipina dan Indonesia menjadi penonton terbanyak turnamen ini dengan jumlah 1,8 juta untuk Indonesia dan 1,4 Juta untuk Filipina.

Turnamen ini sudah dipastikan akan diadakan secara offline dan akan diikuti 16 tim dari berbagai belahan dunia, yang pastinya turnamen ini akan menjadi turnamen terbesar dalam sejarah e-sport Mobile Legends.

Seberapa Kuat Shikigami dalam Drama Falling Into Your Smile? Coba Langsung di Onmyoji Arena

GAMEFINITY.ID, Jakarta – Bagi pemirsa yang telah mengikuti serial drama Tiongkok berjudul Falling Into Your Smile, ada sesuatu yang sangat menarik perhatian dalam drama ini, yaitu drama dengan bertemakan video game yang merefleksikan di dunia nyata. Adegan permainan semuanya diproduksi dengan sangat halus dan indah sehingga menjadi sangat menarik. Untuk penggemar berat drama dan gamenya, mungkin bisa segera mengunduh Onmyoji Arena untuk mencari tahu lebih dalam lagi.

Setelah mencoba gamenya selama beberapa permainan, para pemain dapat memahami bahwa apa yang disuguhkan Onmyoji Arena lebih dari sekedar grafis yang indah, karena game ini juga yang terdepan dalam pengaturan strategi dan pengoperasiannya, sehingga sangat menjelaskan alasan mengapa Onmyoji Arena dipilih menjadi game yang diangkat dalam drama. Pada pertandingan terakhir dalam drama tersebut, strategi dan gaya permainan Onmyoji Arena yang luar biasa ditunjukkan dengan jelas hanya dalam waktu kurang dari sepuluh menit!

Mulai dari strategi, pertempuran antara kedua tim berlangsung sejak Ban/Pick (BP). Mengetahui tidak mungkin untuk menargetkan pemain utama sebagai ADC (Attack Damage Carry), kedua tim memutuskan untuk menyebarkan BP di sekitar role MID. Ada total 6 BAN yang harus dilakukan, ini adalah ujian menantang bagi para Shikigami (julukan bagi pemain Onmyoji Arena). Setiap keputusan dari kedua tim yang akan membawa pengaruh langsung pada ritme permainan secara keseluruhan.

ZGDX, dimana aktor dan aktris terkemuka berada, memilih assassin Onikiri yang kuat di awal permainan untuk MID. Dibandingkan dengan Ootengu yang dipilih oleh YQCB, Onikiri lebih cepat dan menguasai hubungan antara TOP dan MID. Dan ternyata itu adalah pilihan yang cerdas. Dalam tekanan yang kuat antara TOP dan MID, YQCB terpaksa menyelinap ke Orochi, diakhiri dengan pertarungan yang mengesankan antara Orochi dan Yasha serta kemenangan mutlak untuk ZGDX.

Selain pilihan cerdas di BP, Onikiri juga menjadi penentu pertempuran di Onmyoji Arena dengan gerakan penyerangannya yang jelas. Menghadapi lawan yang berniat untuk menyelesaikan permainan dengan serangan akhir yang dahsyat, Tongyao menggunakan Onikiri, assassin Shikigami yang kuat dengan damage yang luar biasa, untuk melakukan triple kill.

Drama ini memang tidak menampilkan pertempuran penuh, oleh karena itu seorang superstar di Onmyoji Arena telah menjelaskannya secara profesional. Menurutnya, Tongyao melakukan dua gerakan berurutan (33A221A) dalam waktu singkat, dikombinasikan dengan skill utama dan damage langsung, sehingga menghasilkan serangan combo yang eksplosif. Setelah melihat mulusnya gerakan penyerangan Onikiri dalam drama itu, para penggemar pun jadi tertarik untuk mencobanya sendiri. Yang perlu dipahami adalah tidak adanya strategi dasar dalam penyerangan, artinya lebih banyak tantangan dan strategi dalam menyerang. Bagi pemain yang belum menguasai Onikiri, dan mungkin akan dikalahkan dengan cepat oleh pemain lain jika memaksakan diri untuk memainkan Shikigami tersebut. Oleh karena itu, cobalah memainkan Shikigami yang lebih mudah, tetapi kalian bisa tetap mencobanya!

Pertarungan di akhir drama antara dua ADC benar-benar luar biasa. Hakurou dan Chin juga merupakan dua Rangers yang ekstrim. Hakurou menggunakan jangkauan terjauhnya yang bisa digunakan untuk mementalkan musuh, sementara Chin memiliki daya ledak terkuat dan kemampuan tak terkalahkan selama 2 detik. Bagaimana cara mengeluarkan damage maksimum dari jarak dekat? Bagaimana cara memancing lawan? Mengagumi permainan luar biasa yang dibawakan oleh penembak jitu dari jarak jauh, perhitungan damage, dan waktu yang tepat dalam melancarkan skill, kami harus memuji desain khusus dalam strategi dan gerakan penyerangan dari Onmyoji Arena.

Gaben Indikasikan Seri Half-Life Akan Tetap Berlanjut

GAMEFINITY.ID, Salatiga – Para fans seri Half-Life hingga kini masih menunggu bagaimana kelanjutan seri andalan Valve satu ini.

Sebelumnya Valve telah merilis game VR Half-Life: Alyx yang menuai berbagai pujian dari jurnalis game. Half-Life Alyx memang sedikit memuaskan dahaga para penggemar Half-Life, namun fans tetap menuntut kelanjutan dari cerita Half-Life 2 Episode 2 yang masih menggantung.

Bos dari Valve, Gabe Newell atau yang lebih dikenal dengan nama Gaben memberikan kejelasan soal niatan Valve melanjutkan seri Half-Life.

Lewat interviewnya dengan IGN pada event Pre-Release Steam Deck, Gaben memberikan pendapatnya perihal kesuksesan Half-Life Alyx dan bagaimana storyline Half-Life Alyx dapat membuka berbagai kemungkinan untuk seri terbaru Half-Life.

“Endingnya (Half-Life Alyx) memang sulit, tapi bagi kami ini sebuah perkembangan yang bagus untuk arah seri Half-Life selanjutnya,”

“Jadi itu bekerja dengan sempurna dalam hal tujuan kita” ujar Gaben

Pernyataan Gaben tersebut tentunya memberikan angin segar kepada fans Half-Life. Ternyata Valve masih ingin melanjutkan seri Half Life baik itu kelanjutan dari Episode 2 atau sekuel dari Alyx.

Sebelumnya salah satu anggota dari developer Half-Life:  Alyx, Robin Walker optimis bahwa akan ada kelanjutan dari Half-Life: Alyx, namun tidak dalam jangka waktu yang dekat.

“Reaksi dari orang-orang terhadap cerita dan pilihan naratif yang kami buat di akhir benar-benar  memberikan energi yang kuat, jadi kami sangat bersemangat untuk melanjutkan kedepannya,”

“Karena ini (Half-Life: Alyx) masih sedang panas-panasnya, jadi terlalu optimis jika lanjutannya akan rilis dalam waktu dekat,” kata Robin.

Game Lokal Coffee Talk Akhirnya Dapatkan Update Bahasa Indonesia Setelah Setahun Rilis

GAMEFINITY.ID, Purworejo – Coffee Talk, salah satu game lokal yang berhasil mendapatkan respon positif dari pasar global ini akhirnya mendapatkan update patch Bahasa Indonesia setelah setahun rilis. Hadirnya opsi Bahasa Indonesia ini merupakan dalam rangka menyambut Hari Game Indonesia serta Hari Kemerdekaan Indonesia di bulan Agustus ini.

Coffee Talk

Selain penambahan Bahasa Indonesia, update kali ini juga menambahkan 5 lagu yang dapat kalian dengarkan melalui menu Shuffld di dalam game. Lagu yang dihadirkan ini merupakan lagu dari game Toge Productions lain seperti Rising Hell, When the Past was Around yang dibuat menjadi versi Chillhop, agar sesuai dengan nuansa game ini.

Bagi kalian yang belum familiar, Coffee Talk merupakan game lokal yang dikembangkan sekaligus diterbitkan oleh Toge Productions dan dirilis pada 29 Januari 2020 yang lalu. Game ini menghadirkan gameplay visual novel dengan grafis pixel art dimana kalian akan berperan menjadi seorang barista di sebuah kedai kopi. Tugas kalian tentu saja melayani para pelanggan yang datang untuk menikmati minuman yang kalian racik. Namun, yang menarik disini para pelanggan akan menceritakan kisah dan masalah mereka selagi menghabiskan waktu di kedai kalian.

Sejak pertama kali rilis, game ini memang tidak menyertakan opsi Bahasa Indonesia di dalam game. Sangat disayangkan memang karena menyandang game lokal, tapi sebenarnya ini adalah hal yang lumrah karena dari awal game ini memang menargetkan pasar internasional.

Hal ini terbukti dengan keberhasilan game ini dalam menorehkan berbagai penghargaan dan prestasi yang sangat membanggakan di kancah internasional. Coffee Talk juga sempat menjadi satu-satunya game Asia Tenggara berhasil masuk dalam nominasi DICE Awards yang ke-24 tahun 2021 ini.

Dengan semua pencapaian yang diperoleh, kalian tidak perlu lagi meragukan kualitas dari game ini. Bagi kalian yang tertarik memainkannya, kalian bisa membelinya di Steam, atau kalau kalian pengguna konsol bisa langsung kunjungi toko penyedia game di masing-masing konsol.

Google Dikabarkan Akan Membeli Epic, Apa Motifnya?

GAMEFINITY.ID, Kota Bandung — Persaingan dalam dunia bisnis digital merupakan hal yang lumrah terjadi. Berbagai upaya telah banyak perusahaan coba, termasuk dengan menguasai dan memonopoli pasar. Walaupun terkesan sedikit kejam, hal tersebut dianggap menjadi salah satu cara yang paling efektif untuk menguasai pasar.

Berawal dari perseteruan Epic dengan Apple dan Google yang dianggap bahwa Epic berusaha menghindari revenue sharing dengan menghadirkan fitur pembayaran dalam aplikasi miliknya secara langsung. Hal tersebut dianggap  telah melanggar kesepakatan awal sehingga mengakibatkan aplikasi dari Epic ditendang dari App Store dan Google.

Kebijakan tersebut kemudian dikecam oleh Epic yang menganggap mereka telah berusaha memonopoli pasar demi mempertahankan kekuasaan dan eksistensinya. Hal ini dilakukan oleh Apple dan Google dengan membujuk pihak ketiga ke dalam “perjanjian anti persaingan” yang ada dalam App Store dan Play Store.

Walaupun sudah sekian bulan terlewatkan, permasalahan tersebut belum juga memudar. Kini Google dikabarkan telah mempertimbangkan untuk membeli sebagian atau seluruh bagian dari Epic. 

Atas kabar tersebut, Tim Sweeney selaku CEO Epic Games menjelaskan bahwa dirinya tidak mengetahui motif dari tindakan Google tersebut guna menghentikan persaingan mereka dengan Google Play. Melainkan, manajer Google Play mengungkapkan bahwa alur yang diakses oleh pengguna aplikasi Epic cukup sulit sehingga mengakibatkan User Experience yang buruk.

Whether this would have been a negotiation to buy Epic or some sort of hostile takeover attempt is unclear.

Here Google also talks about the “frankly abysmal” sideloading experience they created, all while touting Android publicly as an “open platform”. – Tim Sweeney, Twitter

Sebelum hal ini terjadi, Epic sempat menyatakan dalam dokumen pengadilannya bahwa salah satu manajer dari Google telah menghubungi mereka berkaitan dengan aplikasi Fortnite. Manajer tersebut mengatakan tindakan sideloading (mendownload dari luar play store) memiliki UX yang buruk bagi pengguna. Hal yang seharusnya mampu dilakukan dalam 2 langkah saja dari Play Store kini harus melewati sebanyak 15  langkah.

Namun, Epic Games tetap khawatir bahwa batasan penggunaan melalui sideloading merupakan taktik yang dilakukan oleh Google guna melindungi sistem monopoli pasar yang telah berjalan selama ini.

Jadi menurutmu bagaimana kelanjutan dari kasus ini akan terjadi? Apakah raksasa Google akan berhasil mengalahkan Epic dalam persaingan ini?

Bener Ga Sih Game Bisa Ngerusak Pc Gaming Kalian?

GAMEFINITY.ID, Denpasar – Kalian pasti sudah mendengar tentang game New World yang dapat membunuh GPU Flagship saat ini, yakni RTX 3090. Jikalau belum kalian bisa melihat beritanya disini. Secara singkat, gpu tersebut mengalami kerusakan dikarena mengalami over powerdraw.

Tapi apakah benar bahwa game atau program itu bisa membuat pc kalian rusak? jawabannya, ya memang bisa tapi kemungkinannya sangat kecil. Misalnya jikalau ada suatu aplikasi atau game yang bisa masuk ke dalam UEFI dan aplikasi tersebut bisa mengotak-atik kode di dalam EUFI itu, maka kemungkinan besar aplikasi tersebut dapat dengan mudah merusak PC kalian secara permanen. Tenang, UEFI ini memiliki tingkat keamanan yang sangat tinggi dan hampir tidak ada celah sama sekali.

Apa itu UEFI? UEFI singkatan dari Unified Extensible Firmware Interface. Jikalau kalian familiar dengan BIOS (Basic Input/Output System), maka UEFI ini lanjutan dari BIOS. Layaknya BIOS, UEFI ini merupakan sebuah jembatan antara hardware dan software.

Sekarang mari kita anggap bahwa suatu aplikasi atau game tersebut yang berisikan mallware seperti mallware Rowhammer ataupun Power Virus, apa yang terjadi? Singkatnya, ya bisa merusak komponen yang ada di pc kalian secara permanen.

Cara kerja dari Rowhammer virus ini adalah mengakses dari suatu blok dari RAM dan terus mengulanginya hingga chip dari RAM tersebut rusak. Rowhammer virus ini dapat menyerang semua RAM berjenis DRAM, ini berarti DDR, LPDDR, ECC-DDR, SODIM-DDR dapat terkena virus ini.

Sedangkan Power virus, sesuai dengan namanya, virus ini menyerang ke CPU kalian dengan cara memberikan daya yang sangat berlebihan ke CPU kalian, hasil dari virus ini adalah dapat membuat CPU kalian rusak secara permanen. Ini dikarenakan CPU kalian menerima daya listrik yang sangat berlebihan secara terus menerus hingga pada titik tertentu CPU kalian rusak. Power virus ini mirip seperti applikasi Prime45, dimana aplikasi tersebut berguna untuk melakukan stress test ke CPU, hanya bedanya Prime45 masih mengontrol daya yang dibutuhkan CPU agar tidak terjadi hal yang tidak tidak.

Pada akhirnya, program atau game dapat merusak PC kalian walaupun kemungkinannya sangat kecil namun tidak pernah nol. Walaupun sebenarnya PC terbaru saat ini sudah memiliki sebuah fitur pengaman jikalau hal ini benar terjadi.