Category Archives: Game

Tips Mengatasi Stress Mata Setelah Bermain Game Terlalu Lama

GAMEFINITY.ID, Salatiga – Bermain game dalam jangka waktu yang lama memang kerap menimbulkan berbagai macam penyakit. Salah satunya adalah stress mata atau Eye Strain.

Stress mata sendiri dalam dunia medis disebut dengan Asthenopia. Penyakit ini disebabkan tegangnya syaraf mata akibat terlalu sering menatap suatu objek secara intensif sehingga frekuensi kedipan mata berkurang. Hal ini dapat menyebabkan ketegangan dalam otot dan syaraf mata.

Menurut dokter, Asthenopia sering ditemukan pada orang yang sering menatap layar baik televisi, komputer maupun handphone. Menatap layar yang terlalu cerah dengan jarak yang terlalu dekat dapat menimbulkan Asthenopia.

Berbagai gejala umum yang ditimbulkan Asthenopia adalah mata terasa pegal dan kering, pening di kepala, dan migrain. Gejala yang lebih parah yaitu vertigo dan mata terlalu sensitif terhadap cahaya yang masuk.

Lalu bagaimana cara mengatasi stress mata apabila kita terlalu lama ketika bermain game? Ini dia beberapa tips mengobati mata tegang.

Tidur dan Mengistirahatkan Mata

Seperti yang dijelaskan tadi, salah satu penyebab Asthenopia adalah mata yang lelah akibat frekuensi kedipan mata berkurang. Maka dari itu salah satu cara efektif dalam mengobati Asthenopia adalah tidur.

Dengan tidur, secara langsung kita mengistirahatkan mata yang terasa lelah. Selain itu ketika tidur otot dan syaraf mata yang tegang akan mengendur sehingga mata kita terasa lebih rileks.

Cobalah untuk tidur selama 1-2 jam setelah kita bermain game atau menatap layar gadget dalam waktu yang lama.

Gunakan Tetes Mata atau Artificial Tears

Salah satu gejala yang muncul ketika kita menderita Asthenopia adalah mata yang terasa kering dan tidak nyaman. Menatap layar secara intensif juga membuat produksi air mata berkurang sehingga mata lebih cepat kering.

Untuk mengatasi gejala tersebut, sangat disarankan untuk menggunakan obat tetes mata. Obat tetes mata dapat membasahi mata sekaligus mendinginkan mata yang sedang tegang.

Apabila gejala Asthenopia terlalu parah seperti penglihatan buram dan terlalu sensitif dengan cahaya, dokter menyarankan obat tetes mata dengan kandungan air mata buatan.

Memandang Objek Yang Jauh dan Luas

Saat kita bermain game, mata kita lebih terfokus kepada objek yang kecil dan dekat. Nah agar otot mata kembali melentur alangkah baiknya kita mencoba keluar dari rumah dan memandang objek yang luas.

Cobalah untuk berjalan-jalan di bukit atau sawah dan melihat luasnya pemandangan disana. Selain menghilangkan ketegangan di mata, melihat pemandangan juga dapat meredakan stress pikiran setelah bermain game secara intensif.

Nah itu tadi beberapa tips tentang cara mengatasi stress mata setelah bermain game terlalu lama. Yuk tetap jaga kesehatan kita agar kita tetap dapat bermain game favorit kita tanpa terganggu penyakit. Stay Healthy, Gamers!

Tencent Ajak Mahasiswa Ikuti Kompetisi Membuat Game dengan Tema Lingkungan Hidup

GAMEFINITY.ID, Purworejo – Baru baru ini, Tencent mengumumkan bahwa mereka akan meyelenggarakan Green Game Jam for Youth, kompetisi online membuat game dengan tema lingkungan hidup. Kompetisi ini sebenarnya terinspirasi dari kompetisi Green Game Jam yang telah diselenggarakan oleh Playing for the Planet Alliance dengan fasilitas dari PBB.

Kompetisi Green Game Jam for Youth ini ditujukan untuk para mahasiswa dengan dukungan dari nama-nama besar dalam industri game. Tujuannya untuk mengedukasi dan menginspirasi masyarakat untuk bertindak dan peduli dengan alam demi masa depan yang berkelanjutan.

Hal ini sesuai dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs) yang dicanangkan oleh PBB pada tahun 2015 yang lalu sebagai ambisi pembangunan bersama hingga tahun 2030.

Tencent

“Green Game Jam for Youth mewakili tanggung jawab sosial perusahaan Tencent, menggunakan game untuk mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) PBB untuk melindungi planet kita,” kata Krittee Manoleehagul, wakil presiden Tencent Cloud International untuk Asia Tenggara.

Tencent berkomitmen memanfaatkan teknologi untuk menciptakan inovasi berkelanjutan untuk nilai sosial bagi masyarakat. Dengan adanya kompetisi ini, Tencent berharap kedepannya para developer game lebih peduli dengan iklim dan menawarkan alat dan pengetahuan untuk meningkatkan kesadaran lingkungan melalui teknologi.

Demi mewujudkan cita-cita mulia ini, Tencent menggandeng beberapa universitas di Asia Tenggara untuk mendorong mahasiswanya mengikuti kompetisi ini. Universitas Indonesia dan Institut Teknologi Bandung akan menjadi bagian dari kompetisi ini bersama universitas negara tetangga.

Nantinya peserta akan mendapatkan panduan dalam mengembangkan video game dan strategi dalam mempromosikan kesadaran lingkungan melalui webinar dan kursus online dari Tencent Institute of Games dan mentor lain di industri video game.

Pemenang akan mendapatkan hadiah uang tunai dan perhargaan. Sementara itu hasil kompetisi akan diumumkan pada bulan November bersamaan dengan Konferensi Perubahan Iklim PBB ke-26(COP26) di Glasgow, Skotlandia.

Jadi buat kalian yang tertarik untuk mengikuti kompetisi ini bisa langsung daftar melalui tautan ini.

Begini Tanggapan Windah Basudara Tentang Netizen Mobile Legends Indonesia yang Toxic

GAMEFINITY.ID, Singkawang – Brando atau yang sering dikenal dengan nama Windah Basudara belakangan ini tampaknya aktif bermain game Mobile Legends bersama para penggemarnya di Youtube.

Brand Ambassador Team RRQ itu terkenal sering menggunakan hero Lapu-lapu. Hero inilah yang membuat Windah Basudara ganas di Land of Dawn dan sering membersihkan lane dengan mudah.

Sebagai Brand Ambassador Team RRQ, Windah Basudara mengaku mengikuti perkembangan Esports Indonesia maupun Internasional. Saat ditanya oleh Jonathan ‘Emperor’ Liandi, ia mengaku juga menonton MSC dan menilai pertandingan tersebut seru.

Kecewa Terhadap Netizen

Windah Basudara mengaku kecewa kepada netizen Indonesia yang berlaku kurang baik saat turnamen Mobile Legends terbesar di Asia Tenggara tersebut berjalan.

Windah menjelaskan dirinya cukup sedih ketika melihat livechat pertandingan tersebut penuh dengan netizen Indonesia yang toxic.

Tapi sedihnya tuh toxic banget anjir viewer-viewer kita bang, masalahnya tuh kayak Filipina lawan Filipina itu banyak banget viewers yang masih nonton dan ngatain tim satu sama lain” ujar Windah.

Hal ini tentunya tidak bisa dianggap remeh. Netizen Indonesia harus segera memperbaiki sikapnya yang bisa memalukan para pemain Mobile Legends di Indonesia.

Susul Telkomsel dan Indosat, XL Axiata Kini Bersiap Untuk Luncurkan 5G

GAMEFINITY.ID, Salatiga – Salah satu operator penyedia jaringan telekomunikasi di Indonesia, XL Axiata kini mulai menunjukkan keseriusannya dalam meluncurkan layanan 5G.

Hal ini diungkapkan oleh Group Head Corporate Communications XL Axiata, Tri Wahyuningsih. Ia mengungkapkan bahwa XL Axiata sangat siap untuk menyusul Telkomsel dan Indosat Ooredoo dalam meluncurkan layanan 5G miliknya.

“XL Axiata sangat serius dalam mempersiapkan layanan 5G, baik secara teknis maupun non teknis,”

“Diharapkan implementasi jaringan 5G XL Axiata dapat mendorong pengembangan pemanfataan-pemanfaatan baru yang bermanfaat untuk industri,” ujar Tri Wahyuningsih.

Berdasarkan Peraturan Menteri Nomor 1 Tahun 2010 tentang Penyelenggaraan Jaringan Telekomunikasi, untuk dapat mendirikan infrastruktur 5G di Indonesia, XL Axiata pertama harus mengadakan Uji Laik Operasi (ULO) jaringan 5G.

Kemudian XL Axiata harus menunggu Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) mengeluarkan Surat Keterangan Laik Operasi (SKLO). Setelah surat diterima barulah XL Axiata bisa meluncurkan layanan 5G miliknya.

Sistem Jaringan 5G Milik XL

Head Strategic Operation and Automation XL Axiata, Ahmad Hamzah menceritakan progress pengembangan jaringan 5G XL Axiata.

Menurut Ahmad, kini XL Axiata tengah menjalani proses persiapan dalam menyelenggarakan Uji Laik Operasi (ULO) agar segera mendapatkan izin pengadaan layanan 5G dari Kominfo.

Kalo jaringan 5G di kita, tahun kemarin kita sudah testing role out ya, tahun ini kita siap-siap Uji Laik Operasi, bahwa XL Axiata serius ini untuk melakukan ULO,” ujar Ahmad Hamzah.

Selanjutnya Ahmad Hamzah menjelaskan tentang sistem teknologi 5G yang akan digunakan oleh XL Axiata.

“Nah yang kita gunakan teknologi 5G yang sekarang adalah DSS (Dynamic Spectrum Sharing) ya. Jadi kita pakai spektrum yang sekarang untuk berbagi dengan 5G,” kata Ahmad

Sebelumya XL sempat melakukan uji coba sistem 5G DSS pada tahun 2020. Sistem DSS ini digunakan operator untuk menggunakan spektrum yang sama untuk teknologi 5G dan 4G.

Hasilnya kecepatan unduh 5G XL Axiata mencapai 176 Mbps, kecepatan unggah sebesar 90,4 Mbps dan latensi 11 milidetik.

Saat ini, XL Axiata mempunyai alokasi spektrum di pita frekuensi 900 MHz dengan lebar pita 7,5 MHz, 1.800 MHz dengan lebar pita 22,5 MHz, dan 2.100 MHz dengan lebar pita 15 MHz.

Ada logo Free Fire di Jersey Persis Solo, Free Fire Resmi Jadi Sponsor?

GAMEFINITY ID, CIREBON- Siapa sih yang gak kenal Game Free Fire? Free Fire adalah game battle royale yang dikembangkan oleh 111 Dots Studio dan diterbitkan oleh Garena untuk Android juga IOS.

Sebagai salah satu game Mobile yang paling populer dan diminati di seluruh Indonesia, Free Fire jelas akan melebarkan sayapnya, untuk menjangkau pemain yang lebih banyak lagi.

Free Fire Resmi jadi Sponsor Persis Solo

Sebuah gebrakan baru, terlihat baru-baru ini Free Fire menjadi salah satu sponsor yang terpampang di jersey terbaru tim sepakbola yaitu Persis Solo, nantinya jersey tersebut akan digunakan untuk Piala Walikota Solo 2021 nanti.

Hal tersebut dapat dilihat di unggahan sosial media resmi tim sepak bola Persis Solo. Dalam unggahan tersebut dipastikan logo Free Fire jadi terpampang di bagian depan jersey Persis Solo untuk menyambut pergelaran Piala Walikota Solo 2021. Namun begitu, belum diketahui bahwa Free Fire akan menjadi sponsor selama Piala Walikota Solo 2021 atau sampai ke ajang liga 2.

Persis solo sendiri merupakan tim sepak bola Indonesia asal Kota Surakarta atau Kota Solo, sering dikenal dengan julukan Laskar Samber Nyawa. Berdiri sejak tahun 1923. Salah satu pemilik Persis Solo ini adalah Kaesang Pangarep, putra dari Presiden RI Joko Widodo.

Sebuah hal yang sangat menarik, karena ini adalah pertama kalinya game online terutama Free Fire menjadi salah satu sponsor sebuah tim sepak bola di Indonesia.

Keren! Musik Gamelan Bali Bakal Mengisi Soundtrack Game PS5 Ternama

GAMEFINITY.ID, Salatiga – Salah satu musik tradisional Indonesia yakni Gamelan Bali ternyata menarik perhatian warga mancanegara. Dan kini eksotisnya Gamelan Bali akan mengisi soundtrack game di PS 5, Kena: The Bridge of Spirits.

Kena: The Bridge of Spirits adalah salah satu game yang diperkenalkan oleh Sony di awal peluncuran konsol Playstation 5. Game besutan Ember Lab ini menjadi game yang paling ditunggu-tunggu rilisnya di Playstation 5. Game ini dijadwalkan rilis pada 24 Agustus 2021.

Komposer musik soundtrack Kena and The Bridge of Spirit, Jason Gallaty mengungkapkan ketertarikannya dengan alunan melodi Gamelan Bali. Menurutnya instrumen Gamelan Bali sangat cocok dengan tema dunia fantasi Kena: The Bridge of Spirits.

Suasana mistis dan fantasi yang diusung dalam game ini terasa sangat bersinergi dengan karakteristik Gamelan Bali. Terlebih lagi setting tempat dari dunia Kena: The Bridge of Spirits terinspirasi dari berbagai lokasi di Asia, salah satunya adalah daerah pedalaman Bali.

Produksi Musik Kena: The Bridge of Spirits

Dalam produksi pembuatan soundtrack Kena: The Bridge of Spirits, Jason menggandeng salah satu rumah produksi musik Gamelan Bali yaitu Sanggar Seni Cudamani dari Banjar Pengosekan, Desa Mas, Kecamatan Ubud.

Dalam interviewnya bersama DetikINET, salah satu komposer yang bernama Dewa Putu Berata mengungkapkan bagaimana Jason Gallaty menghubungi Sanggar Seni Cudamani untuk membuat soundtrack.

“Mereka (Jason) tertarik untuk bertanya tentang gamelan Bali, karena mau buat musik untuk game,”

“Jason Gallaty mengusulkan ide untuk memasukkan unsur-unsur instrumen gamelan natural,” ujar Dewa Berata.

Dewa Berata kemudian mengungkapkan, meskipun di Amerika Serikat telah ada sanggar Gamelan Bali, Jason Gallaty lebih menginginkan suara dan feel yang benar-benar original. Jason juga ingin suara Gamelan Bali yang ada di Kena : The Bridge of Spirit tidak bermasalah dan merusak citra Gamelan Bali sendiri.

“Challenge-nya besar di sana. Dan saya kira Jason (Gallaty) tahu itu. Dia kan ingin kalau gamelan Bali ya orang Bali, sebisa mungkin,” ungkap Dewa Berata.

“Tentu dia gampang mencomot, tapi dia tidak ingin. Karena dia takut juga apakah boleh dipakai, apakah tidak. Dia tahu sedikit gamelan Bali itu mempunyai fungsi masing-masing. ‘Nanti kalau saya ambil (sembarangan) bermasalah dengan yang dari Bali’. Memalukan atau bagaimana, nanti bisa dituntut,” jelasnya.

Selanjutnya Dewa Putu Berata menjelaskan bagaimana proses produksi musik soundtrack Kena : The Bridge of Spirits lebih cepat dibuat di Bali daripada di Amerika.

“Kalau di sini di Cudamani, kita perlu rekam besok, sekarang harus selesai sebuah lagu atau dua buah lagu (bisa dilakukan). Kita latihan empat jam untuk dua buah lagu, dia (peserta) sudah bisa kuasai karena dia punya rasa,” pungkasnya.