Category Archives: Game

Pertarungan Bola Salju Valorant Dirilis Dalam Patch 1.14

GAMEFINITY.ID, Jakarta – Patch terbaru Valorant, Patch 1.14 menghadirkan mode Snowball Fight. Game garapan Riot Games ini mengubah seluruh peta Icebox mereka dengan tema Natal untuk mode khusus ini. Sebelumnya, Valorant memiliki mode kasual baru, Spike Rush, kemudian diikuti dengan memperkenalkan sistem Deathmatch.

Riot nampaknya berencana untuk membangkitkan semangat liburan ini dengan mode perang bola salju yang terungkap sebagai bagian dari Valorant Patch 1.14. Pemain dapat memainkan mode baru ini mulai 16 Desember hingga 29 Desember. Mode ini akan melengkapi semua orang dengan Snowball launcher di mana tim pertama yang mencapai 50 kills akan memenangkan pertandingan.

Selain itu, akan ada power-up yang akan tersedia di lokasi acak di seluruh peta, ditambah berbagai hadiah mewah. Meskipun mode ini tidak termasuk misi harian, namun mode ini menghadirkan kesenangan tambahan bagi komunitas gamers Valorant.

Mode baru ini akan membantu para pemain untuk bersantai sebelum kembali ke aktivitas mereka. TDM ini menyerupai mode Rating dan mode Rank yang menampilkan pertarungan bola salju 5v5 klasik antara dua pihak. Pemain akan dapat membuka power-up yang dibungkus kado untuk mengkalibrasi kekuatan senjata mereka. Pistol Bola Salju akan memiliki muatan tak terbatas dan seperti yang dijelaskan sebelumnya, tim pertama yang mendapatkan 50 poin akan menang.

Power-up dalam mode ini antara lain:

  • Skate: Bergerak cepat dengan skate diaktifkan.
  • Ricochet: Akan membuat Snowballs memantul dari permukaan dan juga ke dinding.
  • Growball: Bola salju secara bertahap akan bertambah besar saat mengudara.
  • Rapid Fire: Memungkinkan pemain untuk menembak dengan lebih banyak fire-rate.

Maksimalkan Skill Chrono, Karakter Cristiano Ronaldo di Free Fire

GAMEFINITY.ID, Jakarta – Free Fire memiliki banyak karakter dan masing-masing memiliki kemampuan unik yang dapat membantu pemain menguasai pertarungan. Salah satu karakter baru yang baru diumumkan Free Fire adalah Chrono, yang merupakan kolaborasi Free Fire dengan mega bintang sepak bola Cristiano Ronaldo. Selain mengumumkan full season dengan tema “Operation Chrono”, beberapa event terkait dengannya sudah mulai berlangsung.

Chrono akan menjadi tambahan terbaru untuk kumpulan karakter Free Fire, yang memiliki keunggulannya sendiri. Karakter ini mungkin tidak cocok dengan potensi karakter yang sudah ada seperti DJ Alok atau Captain Booyah (K), tetapi kit uniknya memberikan kesempatan berbeda bagi pemain untuk melakukan permainan yang luar biasa.

Kemampuan Chrono dikenal sebagai Time-Turner, dengan deskripsinya menciptakan medan gaya yang memblokir 600 damage dari musuh. Kecepatan gerakan meningkat 15 persen. Selama periode aktivasi keterampilan, sekutu di medan gaya menerima bonus kecepatan 10 persen. Berlangsung 10 detik, dengan Cooldown 50 detik.

Skill ini cukup mumpuni dan dapat membalikkan keadaan dalam situasi yang mengerikan. Jika pengguna Chrono ada di tim, pemain dapat mengaktifkan kemampuan Chrono untuk membantu mereka mempertahankan kerusakan dan buff kecepatan gerakan, serta membantu memposisikan ulang atau memasuki zona dengan cepat pada saat yang tepat.

Ada beberapa cara untuk menggunakan Chrono, jadi pemain bisa bereksperimen dengan karakter ini dan mempelajari cara kerjanya dan menggunakannya secara maksimal.

Among Us Rilis di Switch, Spelunky dan Lainnya Juga Akan Hadir di Konsol Nintendo

GAMEFINITY.ID, Jakarta – Nintendo memanfaatkan event Indie World showcase, Selasa (15/12/2020) untuk mengumumkan sejumlah game yang akan rilis di Nintendo Switch. Salah satunya adalah game yang populer di masa pandemi COVID-19, Among Us dari InnerSloth yang dirilis untuk Switch mulai Selasa, Super Meat Boy Forever dari Team Meat yang rilis 23 Desember, dan Spelunky dan Spelunky 2 dari Mossmouth yang diluncurkan di Switch musim panas 2021.

Game lain yang diumumkan termasuk Grindstone dari Capybara Games, Calico dari Peachy Keen Games, Cyber Shadow dari Mechanical Head Studios (26 Januari 2021), Tunche dari LEAP Game Studios (Maret 2021), Very Very Valet dari Toyful Games (awal 2021), Fisti-Fluffs dari Playfellow Studio (musim semi 2021), Happy Game dari Amanita Design (musim semi 2021), Alba: A Wildlife Adventure dari ustwo games (musim semi 2021), Gnosia dari Playism (awal 2021).

“Kami ingin pemilik Nintendo Switch merasa seperti sedang dalam perjalanan penemuan, dengan permata indie baru bakal ditemukan di setiap sudut,” kata Steve Singer, SVP publisher and developer relations Nintendo of America.

“Berkat kecerdikan yang berdedikasi dari pengembang independen di seluruh dunia yang telah memilih Nintendo Switch sebagai rumah untuk game mereka, sistem terus menjadi tuan rumah koleksi pengalaman indie tak terlupakan yang berkembang untuk dinikmati para pemain.”

Nintendo Switch Online menambahkan lima judul baru minggu ini, termasuk Donkey Kong Country 3: Dixie Kong’s Double Trouble (SNES). Game ini bisa dinikmati para pelanggan layanan berlangganan pada 18 Desember bersama The Ignition Factor (SNES), Super Valis IV (SNES), Tuff E Nuff (SNES) dan Nightshade (NES).

Dibintangi Joe Taslim Sebagai Sub-Zero, Film Mortal Kombat Terbaru Tayang April 2021

GAMEFINITY.ID, Jakarta – Warner Bros. telah mengubah tanggal rilis untuk tiga filmnya yang akan datang. Salah satunya adalah film adaptasi dari video game Mortal Kombat, yang juga dibintangi oleh aktor laga asal Indonesia, Joe Taslim. Setelah awalnya ditetapkan untuk 15 Januari 2021, Mortal Kombat akan tayang pada 16 April 2021.

Dikutip dari Variety, Warner Bros. juga mengungkap jadwal rilis untuk film Tom and Jerry dan drama sci-fi yang diperankan oleh Hugh Jackman, Reminiscence. Nama terakhir itu awalnya dijadwalkan untuk pertengahan April, kini dihapus dari kalender studio. Sementara remake animasi Tom and Jerry dipindahkan seminggu lebih awal dari 5 Maret menjadi 26 Februari 2021.

Ketiga film tersebut, bersama dengan film Warner Bros 2021 lainnya, akan tayang perdana di HBO Max pada hari yang sama dengan pemutaran perdana mereka di bioskop. Secara total, 18 film termasuk Wonder Woman 1984 yang mulai tayang di bioskop Indonesia pada hari ini, Rabu (16/12/2020). Film lainnya akan diluncurkan selama 12 bulan ke depan ialah The Matrix 4, Dune, dan In the Heights.

Film yang tayang di HBO Max akan tersedia di akun pelanggan selama 31 hari. Kemudian, judul-judul tersebut hanya akan diputar di bioskop sampai semua orang dapat mengaksesnya melalui Amazon, iTunes, dan platform online lainnya.

Mortal Kombat disutradarai oleh Simon McQuoid dan ditulis oleh Greg Russo dan Dave Callaham. Film ini mengikuti juara terbesar di Bumi, yang dipanggil untuk melawan musuh Dunia Luar dan menyelamatkan planet dari kehancuran total. Aktor laga asal Indonesia, Joe Taslim akan tampil sebagai karakter legendaris Bi-Han alias Sub-Zero.

Selain Joe Taslim, film ini juga dibintangi Ludi Lin, Tadanobu Asano, dan Jessica McNamee. Sutradara Aquaman dan Fast 7, James Wan, memproduseri film Mortal Kombat bersama dengan Todd Garner, yang karyanya mencakup Paul Blart: Mall Cop, Zookeeper, dan 13 Going on 30.

Sementara Tom and Jerry, disutradarai oleh Tim Story, akan menceritakan tentang duo kucing dan tikus dari kartun legendaris. Film yang menampilkan campuran live-action dan animasi ini dibintangi oleh Chloe Grace Moretz, Michael Pena, Rob Delaney, Colin Jost, dan Ken Jeong.

Adapun Reminiscence menyoroti Jackman sebagai seorang ilmuwan yang menemukan cara untuk menghidupkan kembali ingatan apa pun dan menggunakan teknologi tersebut untuk menembus masa lalu seorang wanita yang dicintainya. Lisa Joy, yang ikut menciptakan drama sci-fi HBO Westworld, menyutradarai film tersebut dalam debutnya sebagai sutradara. Pemerannya juga termasuk Rebecca Ferguson, Thandie Newton, dan Daniel Wu.

Hacker Kembali Beraksi, Plot dan Ending Resident Evil 8 Bocor

GAMEFINITY.ID, Jakarta – Kasus peretasan yang dialami Capcom kembali berdampak pada game terbarunya, Resident Evil Village (RE8). Hacker tersebut kini membocorkan spoiler plot dari RE8, bahkan mengungkap potensi ending dari game yang rencananya bakal dirilis 2021 mendatang.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, pada tanggal 2 November, jaringan Capcom mengalami serangan ransomware dari pihak ketiga yang tidak sah. Sejumlah informasi rahasia telah dicuri dalam proses tersebut; File Capcom dan server email juga terkena serangan.

Sementara perusahaan bekerja sama dengan pihak berwenang untuk menyelidiki serangan itu dan membangun kembali keamanan jaringannya, kebocoran itu sendiri belum berhenti. Dalam beberapa minggu sejak peretasan, sang peretas memberikan rincian penting tentang rencana masa depan Capcom. Sedikit informasi yang sebelumnya tidak diketahui seputar plot dan karakter Resident Evil Village dibagikan akhir bulan lalu. Termasuk diantaranya jadwal perilisan game, yang menurut informasi bocoran tersebut akan diluncurkan pada April 2021.

Bocoran terbaru mengungkap spoiler cerita Resident Evil Village, termasuk ending seperti yang diuraikan oleh postingan ResetEra. Bocoran itu termasuk rincian mengapa Chris Redfield kembali ke dalam kehidupan Ethan Winters, termasuk petunjuk tentang nasib istrinya, Mia.

Spoiler tentang musuh utama Resident Evil Village juga dibocorkan, dengan informasi yang membahas bagaimana karakter tersebut terhubung ke serial juga diungkap. Parahnya, bocoran ini juga menampilkan detail ending secara lengkap, sampai ke deskripsi adegan dasar.

Sangat disayangkan tentunya apabila pencinta Resident Evil harus menghadapi bocoran naratif yang bakal merusak elemen kejutan dalam game. Namun, perlu dicatat bahwa informasi yang dibocorkan ibarat “bangunan tua” dari Resident Evil Village, dan mungkin saja apa yang dibocorkan tidak akan mencapai rilis final game.

Demi Sonic Forces, Bocah 6 Tahun Habiskan Rp227 Juta Uang Ibunya Hingga Tak Mampu Bayar Hipotek Rumah

GAMEFINITY.ID, Jakarta – Bagi para orang tua, memang ada baiknya mengawasi anak-anak dalam menggunakan gadget, khususnya dalam bermain game. Jika lalai, bisa jadi pengalaman kurang mengenakkan yang dialami Jessica Johnson, juga dialami Anda. Wanita yang bekerja sebagai broker real estat di area Wilton, Connecticut, Amerika Serikat itu harus mendapati tagihan kartu kreditnya jebol, setelah anaknya yang berusia enam tahun, George Johnson diam-diam membelanjakan lebih dari 16.000 USD atau sekitar Rp227 juta di Apple app store untuk game favoritnya, Sonic Forces.

Seperti diberitakan NY Post, saat bekerja dari rumah selama pandemi, Jessica Johnson tidak menyadari bahwa anak bungsu dari kedua putranya telah berbelanja secara besar-besaran di iPad-nya. Selama bulan Juli, George membeli add-on boosters, mulai dari cincin merah seharga 1,99 USD dan naik menjadi cincin emas seharga 99,99 USD. Booster ini memungkinkannya mengakses karakter baru dan lebih cepat, dengan konsekuensi menghabiskan ratusan dolar sekaligus.

Pada tanggal 9 Juli, ada 25 tagihan dengan total lebih dari 2.500 USD atau sekitar Rp35,5 juta. Jessica masih belum menyadari apa yang dilakukan George. Ketika Jessica menemukan Apple dan PayPal menarik sejumlah besar uang dari akun Chase-nya, dia berasumsi itu adalah kesalahan atau penipuan dan menelepon bank.

“Cara biaya dibundel membuat hampir tidak mungkin untuk mengetahui mereka berasal dari sebuah permainan. Ini seperti anak saya yang berusia 6 tahun sedang melakukan transaksi kokain, setiap kali menjadi lebih besar dan lebih besar,” kata Jessica bercanda tentang anaknya yang masih kelas satu itu.

Masih tidak tahu apa-apa yang dilakukan George, Jessica mengajukan klaim penipuan pada bulan Juli ketika tagihannya mencapai 16.293,10 USD. Tetapi baru pada bulan Oktober dia diberi tahu oleh Chase bahwa tagihan itu memang miliknya dan dia perlu menghubungi Apple. Dia menyadari bahwa itu semua adalah ulah George ketika menghubungi Apple, setelah melihat ikon Sonic. Pihak Aplle mengatakan mereka tidak bisa melakukan apa-apa karena Jessica tidak menelepon dalam waktu 60 hari sejak tagihan ditagih.

“Alasan saya tidak menelepon dalam waktu 60 hari adalah karena Chase memberi tahu saya bahwa itu kemungkinan adalah penipuan.”

Bahkan ketika memelas karena tidak bisa membayar hipotek rumah keluarganya, Jessica tidak mendapat simpati dari Apple. Pihak Apple mengatakan seharusnya Jessica melakukan pengaturan kontrol orang tua sebagai upaya pencegahan untuk mengunci akun tersebut, termasuk membatasi pembelian dan akses ke aplikasi. Jessica mengakui bahwa dia tidak memasukkan setelan pencegahan pada akunnya, karena dia tidak mengetahuinya.

“Jelas, jika saya tahu ada pengaturan untuk itu, saya tidak akan membiarkan anak saya yang berusia 6 tahun menghabiskan hampir 20.000 USD untuk membayar cincin emas virtual. Game ini dirancang untuk menjadi predator sepenuhnya dan membuat anak-anak membeli sesuatu. Orang dewasa mana yang akan menghabiskan 100 USD untuk peti koin emas virtual?,” kata Jessica.

Sega, pembuat Sonic Forces, tidak membalas telepon untuk memberikan komentar. Jessica sendiri tidak menyalahkan anaknya, melainkan pihak Apple. Jessica pun hanya bisa bingung ketika berusaha menjelaskan kejadian ini kepada anaknya.

“Dia berkata, ‘Baiklah, aku akan membayarmu kembali, Bu.’ Bagaimana? Saya membayarnya 4 USD untuk membersihkan kamarnya! Saya mungkin harus memaksa anak ini untuk membayar saya kembali dalam 15 tahun ketika dia mendapatkan pekerjaan pertamanya.”

Jessica yakin kesalahan terletak pada Apple. Pasalnya, George tidak mengerti bahwa uang yang dibelanjakan adalah uang nyata. Dia sekarang berjuang untuk melunasi utangnya. Wanita berusia 41 tahun itu juga memberi saran kepada para orang tua lainnya, supaya memeriksa setelan keamanan perangkat agar tidak mengalami kejadian serupa.

“Saya tidak mendapat bayaran dari Maret hingga September. Penghasilan saya turun 80 persen tahun ini. Saya terkejut bahwa hal ini mungkin terjadi dan perangkat Apple tidak disetel sebelumnya guna mencegahnya.”